Contoh Proposal Usaha atau Bisnis

Melihat lebih jauh contoh proposal usaha atau bisnis bukan hanya sekedar bahan untuk mencari sumber pendanaan semata.

Akan tetapi lebih kepada penekanan perencanaan dan rancangan bisnis yang akan dijalankan. Bagaimana garis besar dalam beberapa kurun waktu kedepannya.

Itulah mengapa analisis usaha sangat diperlukan dalam memulai suatu usaha. Termasuk analisis kewirausahaan atau analisis SWOT agar dapat melihat gambaran tersebut.

Cara membuat proposal usaha lengkap juga harus menjelaskan target apa yang ingin dicapai dalam bisnis untuk beberapa waktu kedepan.

Sehingga dengan menentukan target pasar yang tepat maka promosi produk atau kerajinan akan lebih efektif dan menguntungkan.

Nah sebelum membahas lebih jauh mengenai contoh proposal bisnis atau usaha temen-temen juga harus tahu dulu mengenai business plan dalam usaha dan cara membuatnya ya.

Cara Membuat Business Plan

Pada video tersebut, dijelaskan bagaimana cara membuat business plan yang efektif. Mulai dari executive summary hingga pada market analisis.

Business Plan adalah sebuah dokumen yang berisikan penjelasan tentang usaha atau rencana bisnis dengan proyeksi ke depan.

Seringkali dalam pembuatan business plan ini ditujukan agar lebih mempermudah mendapatkan investor. Karena dengan adanya contoh business plan, diharapkan para investor lebih percaya akan bisnis yang dijalankan.

Selanjutnya, temen-temen akan lebih mudah dalam membuat proposal usaha, karena sudah memiliki gambaran mengenai business plan dari bisnis yang akan dijalankan.

Cara Membuat Proposal Usaha

Cara Membuat Proposal Usaha - Bosmeal.com
Gambar Cara Membuat Proposal Usaha

Sebelum kita membahas lebih jauh mengenai contoh proposal usaha lengkap, ada baiknya kita mengetahui pengertian proposal usaha terlebih dahulu.

Proposal usaha adalah dokumen yang digunakan untuk menjelaskan profil usaha yang akan dikembangkan oleh pengusaha.

Bentuk dari proposal usaha berupa sebuah dokumen tertulis yang didalamnya menggambarkan seluruh unsur suatu usaha yang baru, baik itu internal maupun eksternal.

Selanjutnya dalam menyusun suatu proposal usaha, teman-teman tidak bisa membuatnya asal-asalan. Teman-teman perlu memperhatikan tujuan yang realistis, komitmen, waktu dan lain sebagainya.

Lebih lanjut proposal usaha sendiri memiliki tujuan dan manfaat yaitu:

  1. Mengembangkan suatu usaha.

  2. Sebagai pembanding antara rencana sebelumnya dan hasil yang ingin dicapai.

  3. Untuk menguji strategi dan hasil yang diharapkan dari sudut pandang pihak lain.

  4. Sebagai alat komunikasi dalam memaparkan gambaran usaha.

  5. Membantu untuk berpikiran kritis dan objektif.

  6. Sebagai bahan untuk memahami persaingan faktor ekonomi dan analisis finansial.

  7. Untuk memperjelas keberadaan sumber-sumber dana dalam mengelola usaha.

Dengan banyaknya tujuan dan manfaat dari proposal usaha tentunya akan sangat menguntungkan teman-teman.

Apalagi dalam penyusunannya, format proposal usaha tidak memiliki bentuk yang baku. Berbeda dengan proposal penelitian atau yang lainnya.

Yang terpenting dalam proposal usaha sendiri harus berdasarkan analisis SWOT (strengths, weaknesses, opportunities, threats). 

Kemudian mengapa analisis usaha sangat diperlukan dalam memulai suatu usaha?

Dengan menggunakan analisis ini maka akan diketahui kekuatan, kelemahan, peluang serta ancaman yang akan dihadapi.

Seperti yang sudah disebutkan di atas, walaupun tidak ada bentuk baku nya, tetapi teman-teman tetap harus memperhatikan cara membuat proposal usaha berikut ini: 

  1. Penjelasan usaha
  2. Produk yang dijual
  3. Lokasi usaha
  4. Pasar
  5. Persaingan usaha
  6. Laporan keuangan
  7. Manajemen usaha
  8. Personalia (Sumber Daya Manusia)
  9. Lampiran

Selain point-point penjelasan isi proposal, jika teman-teman memiliki tujuan untuk membuat kerjasama atau menggunakan proposal untuk mencari investor, maka harus menambahkan contoh proposal pengajuan dana serta rencana penggunaan dananya seperti apa.

Dari sedikit penjelasan di atas, agar lebih mudah dipahami, teman-teman perlu melihat contoh proposal usaha lengkap berikut ini.

Artikel Terkait: Contoh Proposal Kegiatan yang Menarik dan Kreatif

Kumpulan Contoh Proposal Usaha / Bisnis Lengkap

Dalam membuat usaha ada bermacam-macam bentuknya. sehingga untuk membuat contoh proposal usaha lengkap, dibutuhkan sentuhan yang berbeda juga.

Hal ini karena setiap usaha memiliki target tujuan dan analisis yang berbeda-beda. Masing-masing bisnis atau usaha juga memiliki cara penanganan yang berbeda.

Sehingga dalam membuat contoh proposal usaha menjadi berbeda-beda. Berikut ini contoh proposal usaha lengkap yang bisa teman-teman jadi referensi.

1. Contoh Proposal Usaha Makanan

Contoh Proposal Usaha Makanan - Bosmeal.com
Gambar Contoh Proposal Usaha Makanan

Buat teman-teman yang sedang merintis usaha makanan ada baiknya membuat proposal usaha makanan terlebih dahulu.

Dengan membuat contoh proposal usaha makanan maka secara tidak langsung teman-teman sudah bisa membuat simulasi penjualan maupun target yang akan dituju.

Berikut ini contoh proposal usaha makanan es klamud jelly susu yang bisa dibuat acuan.

A. JUDUL PROPOSAL

Proposal Usaha Es Klamud Jelly Susu

B. RINGKASAN EKSEKUTIF

1. Konsep Bisnis

Es Klamud Jelly Susu, begitulah bentuk usaha makanan ini. Es klamud jelly susu sendiri merupakan salah satu minuman segar dan menyehatkan dengan bahan dasar kelapa muda.

Selanjutnya agar memiliki citarasa yang nikmat kemudian ditambahkan jelly serta susu kental manis. 

Adapun rencana penjualan ini akan berada di kawasan alun-alun sebelah selatan selatan Blora dengan jam operasi mulai dari pukul 10.00-18.00 WIB.

2. Tim Manajemen

Usaha makanan es klamud jelly susu ini tidak dikerjakan sendiri, akan tetapi merupakan usaha kolaborasi antara tiga mahasiswa.

Dari ketiga mahasiswa ini memiliki modal yang berbeda-beda yang kemudian disatukan untuk menjadi sebuah usaha es klamud jelly susu.

Dikarenakan jumlah modal yang dikeluarkan berbeda, maka jumlah profit atau keuntungan yang dibagikan juga berbeda, sesuai dengan jumlah modal masing-masing.

Selanjutnya, selain sebagai pemodal atau owner, ketiga orang mahasiswa ini juga bertugas melayani pembeli yang ada dengan menggunakan sistem shift sesuai dengan kesepakatan.

C. GAMBARAN USAHA

1. Deskripsi Singkat Produk

Seperti namanya, es klamud jelly susu merupakan sebuah minuman yang berbahan dasar kelapa muda yang masih segar.

Adapun latar belakang pembuatan ide es klamud jelly susu ini karena kelapa muda mudah ditemui, murah, menyehatkan dan juga rasanya yang segar.

Agar es klamud jelly susu memiliki ciri khas tersendiri, maka ditambahkan jelly dan susu kental manis agar lebih bervariasi dalam cita rasa.

2. Strategi Pemasaran

Agar produk yang dibuat ini bisa lebih mengena dan mudah diingat oleh para konsumen, maka dibutuhkan strategi pemasaran yang tepat. 

Adapun strategi pasar yang digunakan sebagai berikut.

A. Strategi produk

Produk es klamud jelly susu memiliki keunggulan lain daripada produk lainnya. Penggunaan bahan-bahan yang masih segar merupakan keunggulan dari produk ini.

Selain itu tambahan susu dan juga jelly akan menambah kekhasan produk ini dan juga memberikan sensasi berbeda saat meminumnya.

B. Strategi harga

Agar produk yang ditawarkan disukai oleh para konsumen tentunya perlu disiapkan harga yang bersahabat. Maka dari itu, es klamud jelly susu ini dijual dengan harga Rp. 5.000.

Harga tersebut termasuk cukup mudah dan dapat dipastikan dapat dijangkau oleh semua kalangan masyarakat.

C. Strategi promosi

Agar produk ini semakin dikenal oleh masyarakat, butuh strategi promosi yang sesuai. Penggunaan media online maupun offline merupakan strategi yang tepat untuk mengenalkan produk es klamud jelly susu yang akan dijual ini.

Selain itu juga pemberian diskon-diskon dan promo yang menarik juga akan mengundang minat masyarakat dengan tanpa dijual dibawah modal awal per pcs nya.

D. Target pasar

Adapun target pasar produk ini secara umum adalah dapat menjangkau semua kalangan.

Sementara secara khusus produk ini dapat menjangkau anak sekolah, pekerja, para wisatawan yang kebetulan sedang menikmati suasana kota.

3. Analisis Persaingan

Dalam setiap penjualan tentunya terdapat persaingan. Begitu pula dengan produk ini, tentunya memiliki persaingan dalam memikat konsumen yang ada. 

Maka dari itulah dibutuhkan analisis persaingan sebagai berikut:

A. Pesaing

Di sekitaran alun-alun sendiri terdapat banyak pesaing dengan produk yang sama. Yakni sama-sama menjual es kelapa muda.

Oleh karena itu dibutuhkan inovasi agar produk es klamud jelly susu ini dapat bersaing dengan lainnya.

Inovasi tersebut adalah tambahan susu kental manis dan juga jelly sebagai bahan tambahannya.

Tambahan susu kental manis sebagai pemanis dan juga jelly akan memberikan sensasi kenyal serta nikmat saat menyantapnya.

B. Posisi dalam Persaingan

Sudah diketahui bersama jika minuman sejenis es klamud jelly susu memiliki banyak persaingan.

Selanjutnya, untuk menghindari ketatnya persaingan usaha maka produk es klamud jelly susu dibuka di area alun-alun selatan dengan pertimbangan masih minimnya penjual dengan usaha serupa.

Ini akan membuat potensi untuk memperoleh profit menjadi lebih maksimal.

C. Kelebihan Dibanding Pesaing

Setiap produk memiliki keunggulan atau kelebihan masing-masing. Adapun dalam produk ini memiliki keunggulan atau kelebihan dengan tambahan susu sebagai pemanis jelly untuk memberikan sensasi kenyal ketika dimakan.

D. RENCANA DESAIN & PENGEMBANGAN

Agar usaha ini dapat berjalan, bertahan dan bekembang, maka dibutuhkanlah sebuah desain usaha dan pengembangannya. Adapun rencana desain dan pengembangannya sebagai berikut

1. Tujuan Usaha Jangka Panjang

Usaha minuman es klamud jelly susu ini memiliki tujuan untuk menjadi produk minuman yang diminati oleh semua orang. 

Baik itu dari kalangan anak-anak hingga orang dewasa dan dari berbagai kalangan.

Adapun tujuan jangka panjangnya adalah dapat membuka cabang di kota lain.

2. Strategi

Agar es klamud jelly susu dapat dikenal banyak orang maka perlu dilakukannya promosi baik secara online maupun offline.

Hal ini bertujuan untuk memperkenalkan produk kepada konsumen.

Adapun promosi lewat online dengan cara memanfaatkan jejaring media sosial yang ada. Sementara promosi via offline dengan cara membuat brosur serta spanduk yang menarik dan ditempatkan di titik-titik yang dianggap strategis.

3. Evaluasi Resiko

Adapun resiko dari produk ini adalah hanya dapat bertahan selama satu hari setelah produk diolah.

E. RENCANA OPERASI MANAGEMEN

Dalam menjalankan usaha dibutuhkan rencana operasi dan manajemen usaha. Adapun rencana operasi dan manajemen usaha sebagai berikut:

Proses Produksi

  • Penyediaan bahan-bahan
  • Pembuatan jelly
  • Menyerut kelapa muda
  • Membuat santan sebagai bahan campuran kelapa muda
  • Mencampurkan kelapa muda, es, santan, jelly dan susu

Pengendalian Persediaan

Adapun untuk proses penjualannya, pada hari pertama kami menyediakan 50 gelas per harinya untuk dijual. 

Penyediaan 40 gelas ini akan berjalan selama kurang lebih 2 minggu untuk melihat minat konsumen terhadap produk es klamud jelly susu.

Evaluasi akan dilihat 2 minggu setelah penjualan pertama, apabila selama 2 minggu masih terdapat sisa, maka selanjutnya akan dilakukan pengurangan produksi.

Kontrol Keuangan

Salah satu hal yang dalam berbisnis bersama adalah kontrol uang yang agak sulit dikendalikan. Maka dari itu kami membuat kontrol keuangan sebagai berikut:

  • Tidak menggunakan uang modal atau hasil penjualan untuk keperluan pribadi
  • Harus selalu tersedia uang tunai secukupnya ketika berjualan untuk kembalian.
  • Menyisihkan modal dan profit untuk mengangsur cicilan serta antisipasi biaya tak terduga.

F. ANALISIS RENCANA KEUANGAN

Sebelum menjalankan usaha, dibutuhkan analisis rencana keuangan yang tepat. Hal ini agar tidak terjadi ketimpangan antara modal dan juga pendapatan. Adapun analisis keuangannya sebagai berikut:

1. Perkiraan Pendapatan

Modal Awal

= biaya variabel + biaya tetap

= (biaya bahan baku x 30 hari) + biaya tetap

= (Rp 125.000×30 hari) + Rp 2.600.000

= Rp 3.725.000 + Rp 2.600.000

= Rp 6.325.000

Hasil Penjualan per Bulan

= target penjualan harian x harga jual per gelas x 30 hari

= 50 gelas x Rp 5.000 x 30 hari

= Rp 7.500.000

Laba

= hasil penjualan – modal awal

= Rp 7.500.000 – Rp 6.325.000

= Rp 1.148.000

2. Perkiraan Pengeluaran Awal

NoBahan BakuHarga (Rp)
16 Buah Kelapa Muda60.000
21 Kaleng Susu7.000
33 Sachet Jelly6.000
4½ Kg Gula Pasir10.000
5Air Isi Ulang15.000
6Es Batu4.000
7Kelapa Untuk Santan5.000
81 Pack Gelas Plastik12.000
9Sedotan3.000
10Kantong Plastik3.000
Total Biaya125.000
NoNama AlatHarga (Rp)
1Gerobak2.000.000
22 Buah Termos Es200,000
3Gayung5.000
41 Buah Toples10.000
5Spanduk45.000
Total Biaya2.260.000

Sehingga total modal awal untuk bahan baku dan peralatan adalah Rp 2.385.000

3. Sumber Modal dan Penggunaan

Modal es klamud jelly susu ini bukan berasal dari satu orang, tetapi berasal dari 4 orang. Keempat orang tersebut merupakan owner dengan jumlah modal yang berbeda.

Selain dari kantong pribadi empat orang tersebut, modal didapatkan juga dari pinjaman pihak bank, sehingga memiliki kewajiban bersama untuk membayar cicilan.

Dengan demikian, hasil atau profit yang didapat dibagi menjadi 3, yakni sebagai kas usaha, membayar cicilan bank, baru kemudian  dialokasikan kepada setiap owner sesuai modal.

Nah itu tadi contoh proposal usaha makanan yang bisa teman-teman jadikan referensi.

Dari contoh proposal usaha makanan tersebut, diharapakan teman-teman bisa membuat pengembangan contoh proposal usaha makanan lengkap lainnya yang semisal.

Baca juga: Contoh Proposal Penelitian

2. Contoh Proposal Usaha Makanan Ringan

Contoh Proposal Usaha Makanan Ringan - Bosmeal.com
Contoh Proposal Usaha Makanan Ringan

Usaha makanan ringan kelihatannya sepele ya teman-teman. Akan tetapi ketika teman-teman tidak punya acuan,  atau sebuah perencanaan maka bukan tidak mungkin jika usaha teman-teman tidak akan bertahan lama.

Untuk itulah teman-teman perlu membuat contoh proposal usaha makanan ringan agar teman-teman bisa melihat dan mengontrol perkembangan usaha teman-teman.

Maka dari itu teman-teman perlu membuat contoh perencanaan usaha yang tepat agar proposal usaha makanan ringan teman-teman dapat diterima

Berikut ini contoh proposal usaha makanan ringan yang patut dicoba.

Proposal Usaha Makanan Ringan Kue Bobico

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Berdasarkan data yang ada, jumlah pengangguran di Indonesia semakin meningkat tiap tahunnya.

Meningkatnya jumlah pengangguran ini salah satunya disebabkan oleh kurang sadarnya masyarakat untuk memanfaatkan peluang usaha yang ada.

Hal ini bisa jadi karena masih minim nya pengetahuan untuk memanfaatkan sumber daya yang ada.

Jika hal ini dibiarkan terus menerus, bukan tidak mungkin akan terjadi krisis ekonomi yang berkepanjangan.  

Belum lagi ditambah minimnya kesadaran masyarakat untuk menciptakan sendiri lapangan kerja. Padahal untuk dapat mengangkat perekonomian masyarakat dibutuhkan lapangan kerja.

Kemudian salah satu solusi untuk dapat keluar dari krisis ekonomi dan juga mengurangi pengangguran adalah dengan berwirausaha.

Dalam berwirausaha sendiri terdapat banyak pilihan yang bisa dilakukan. Diantaranya mengolah bahan mentah menjadi produk makanan jadi atau setengah jadi agar mempunyai nilai jual yang lebih tinggi.

Karena itulah penulis di sini berupaya untuk menciptakan sebuah produk dengan nilai jual dengan membuat kue “BOBICO”. 

Kue ini sendiri terbuat dari ubi yang mudah diperoleh masyarakat. Akan tetapi masih banyak belum mengolahnya menjadi kudapan yang menarik dan bernilai jual.

B. Visi dan Misi

Visi

Menjadikan makanan tradisional sebagai salah satu makanan bernilai jual tinggi dan banyak diminati.

Misi

  1. Senantiasa melakukan inovasi produk tradisional.
  2. Berupaya meningkatkan kualitas makanan tradisional.
  3. Lebih mengutamakan kualitas pelayanan agar konsumen semakin puas.

C. Tujuan

Tujuan penulis mengembangkan jenis usaha ini yaitu:

  1. Untuk melestarikan jajanan makanan khas tradisional Indonesia.
  2. Untuk menarik minat konsumen agar merasakan produk yang dibuat oleh penulis serta dapat mencapai. penjualan yang sesuai target.
  3. Sebagai upaya untuk membuka lapangan pekerjaan bagi lingkungan sekitar.
  4. Mendapatkan keuntungan usaha.

D. Maksud Kegiatan Usaha

Setiap kegiatan usaha pastinya memiliki maksud tersendiri. Begitu pula dengan penulis. Adapun maksud dari penulis membuka usaha ini karena keinginan untuk menyalurkan ilmu yang dimiliki dalam bidang kuliner.

Selain itu juga untuk menambah pengalaman dan wawasan di dunia usaha. 

Harapan dari penulis sendiri agar makanan tradisional tidak kalah dengan makanan modern dengan cara selalu berinovasi terhadap makanan tradisional khas daerah.

Bentuk inovasi yang dilakukan adalah dengan mengembangkan kue tradisional yang bernama kue obi supaya lebih menarik baik dari segi rasa, tampilan maupun kualitasnya.

Bentuk pengembangannya penulis namai kue “BOBICO” yakni bola-bola ubi coklat yang dikembangkan dari kue obi.

BAB II

PEMBAHASAN

A. Profil

Penulis memberikan brand bidang usaha bernama Bobico karena produk ini berbahan dasar ubi. Ubi sendiri selama ini lebih sering dikenal di pedesaan. 

Akan tetapi penulis memiliki keyakinan dan harapan untuk mengembangkan olahan berbahan dasar ubi agar menjadi makanan yang menarik tanpa mengurangi kandungan nutrisi di dalamnya.

Ubi sendiri memiliki banyak kandungan nutrisi yang baik buat kesehatan. Kandungan nutrisi tersebut diantaranya vitamin A, C, E magnesium, kalium, beta karoten serta antioksidan.

B. Strategi Pasar

Agar rencana untuk membangun usaha jajanan tradisional Bobico ini dapat berjalan lancar maka dilakukan beberapa strategi pasar diantaranya :

1. Segmenting

Strategi pasar yang pertama yakni segmenting. Segmenting sendiri merupakan cara untuk menjadikan pembeli sebagai target yang harus dicapai. 

Segmenting atau segmentasi pasar merupakan hal yang sangat penting. Untuk itulah penulis melakukan riset terlebih dahulu untuk menentukan lokasi mana yang paling mendekati ideal untuk memasarkan usaha.

Tujuannya agar produk yang dibuat bisa dinikmati oleh berbagai kalangan masyarakat, bahkan produk ini juga dapat dinikmati oleh segala usia.

2. Targeting

Adapun target pasar yang dibidik oleh penulis terdiri dari masyarakat sekitar tempat berjualan, warung-warung yang bisa dititipi penulis. 

Selain berjualan secara konvensional, penulis juga membidik pasar online, karena akan lebih cepat dikenal orang banyak

3. Positioning

Langkah ketiga dalam strategi pasar yang penulis gunakan adalah positioning.

Positioning sendiri merupakan tindakan perusahaan atau penulis untuk merancang produk dan bauran pemasaran agar dapat tercipta kesan tertentu di ingatan konsumen.

Agar produk yang dihasilkan bisa dengan mudah dikenal oleh masyarakat, maka penulis membuat inovasi dengan menambahkan bahan baru.

Hal ini akan membuat produk yang dihasilkan menjadi berbeda dengan produk yang sudah ada.

Adapun bahan yang ditambahkan dalam produk ini berupa coklat, kacang dan juga meses mix.

Tambahan ini akan membuat makanan menjadi lebih menarik, kualitas sangat baik dan juga rasanya menjadi lebih unggul.

Ini akan membuat makanan ini memiliki ciri khas yang mudah diingat dan dikenal oleh konsumen.

C. Analisis SWOT untuk Kelayakan Usaha

Sudah menjadi kebiasaan jika dalam melakukan usaha selalu menghadapi tantangan dan juga persaingan usaha. Untuk menghadapi semua itu dibutuhkan analisis usaha yang tepat. 

Analisis ini perlu bukan hanya sebagai bahan evaluasi, tetapi untuk mengukur kemampuan usaha terhadap lingkungan dan juga persaingan yang ada.

Dalam hal ini penulis menggunakan analisis SWOT untuk kelayakan usaha.

1. Kekuatan (Strength)

Analisis yang pertama adalah mengukur kekuatan usaha. Kekuatan disini merupakan sebuah analisis bahwa produk ini diterima oleh masyarakat secara luas.

Adapun ukuran kekuatan di sini adalah kualitas produk yang ditawarkan cukup tinggi. Kemudian bahan dasar yang digunakan adalah ubi yang memiliki banyak kandungan nutrisi dan diproses secara higienis.

2. Kelemahan (Weakness)

Setiap kekuatan pastinya memiliki kelemahan. Begitu juga kegiatan usaha yang dijalankan oleh penulis. Dibalik analisis kekuatan usaha di atas, terdapat juga kelemahan dalam bidang usaha ini, yaitu:

  1. Produk gampang ditiru.
  2. Produk mudah basi.
  3. Harga ubi yang tidak menentu.

3. Peluang (Opportunity)

Pembacaan peluang sangat diperlukan dalam melakukan usaha. Adapun pembacaan atau analisis peluang dalam produk ini adalah produk obi atau makanan yang terbuat dari ubi sudah tidak asing lagi. 

Hal ini karena obi sudah dikenal oleh masyarakat karena memang obi sudah pernah ada.

Akan tetapi, yang membuat berbeda antara Bobico dengan obi pada umumnya adalah bobico mengalami modifikasi sehingga menjadi produk yang lebih menarik dan mampu bersaingan dengan makanan modern.

Kemudian untuk saat ini makanan obi semakin jarang ditemukan, sehingga penulis memiliki peluang yang bagus untuk memasarkan obi modifikasi dengan varian baru yang lebih menarik minat konsumen.

4. Ancaman (Threat)

Dalam setiap peluang usaha akan selalu menghadapi ancaman. Ancaman ini merupakan hambatan yang berasal dari luar. 

Adapun ancaman yang akan timbul dalam usaha bobico adalah sebagai berikut:

  1. Tidak menentunya ketersediaan bahan dasar.
  2. Timbulnya persaingan yang tidak sehat.
  3. Munculnya produk serupa dengan harga yang lebih murah dan kualitas yang lebih baik.

BAB III

MANAJEMEN PRODUKSI

A. Proses Produksi

Dalam proses produksinya, penulis mencoba mengembangkan ide produksi dengan dimodifikasi berdasarkan kebutuhan konsumen, yakni kesukaan dengan kuliner yang sedang tren di sosial media.

Selanjutnya proses produksi dilakukan dengan serangkaian tahap untuk menjaga kehigienisan produk. Hal ini untuk menjaga dan menciptakan kepercayaan konsumen terhadap produk yang penulis pasarkan

kemudian penulis juga menentukan bahan baku pendukung dengan melakukan survei pasar agar memperoleh informasi harga yang lebih kompetitif.

Tidak lupa juga penulis membuat laporan keuangan agar tercipta manajemen yang sehat dalam kegiatan usaha.

Jika sistem keuangan ditata dan disusun dengan baik, maka kegiatan produksi pun akan mampu berjalan dengan lancar dan optimal

B. Bahan bahan

Agar sistem keuangan dapat berjalan dengan baik, perlu dibuat juga penghitungan bahan-bahan dalam membangun usaha.

Adapun dalam memproduksi Bobico, penulis memakai bahan-bahan antara lain:

NoNama BahanHarga Satuan (Rp)Jumlah Harga (Rp)
1Ubi Jalar 16 Kg4.00064.000
2Tepung Tapioka 4 Kg10.00040.000
3Kacang 1 Kg25.00025.000
4Gula Merah 1 Kg20.00020.000
5Seres 5 pcs5.00025.000
6Garam 1 pcs2.5002.500
7Coklat 5 pcs15.00075.000
Total251.500

C. Alat dan Perlengkapan Tambahan

1. Alat

NoNama AlatHarga (Rp)
1Gelas Ukur 1 Liter46.000
2Panci320.000
3Baskom73.000
4 Wajan (Penggorengan)195.000
5Dulang130.000
6Pisau12.000
Total776.000

2. Perlengkapan

  • Label kemasan 6 lembar (Harga @ Rp 5.000) = Rp 30.000
  • Cup plastik 12 pack (Harga @ Rp 10.000) = Rp 120.000
  • Sarung tangan plastik 2 (Harga @ Rp 2.000) = Rp 4.000

Total Rp 930.000

3. Biaya Lain-lain

  • Biaya Transportasi Rp 20.000
  • Isi ulang gas Rp 20.000

Total Rp 40.000

D. Cara Membuat

  • Persiapkan bahan-bahan.
  • Kupas ubi lalu cuci bersih kemudian kukus sampai matang dan lunak.
  • Selanjutnya haluskan ubi lalu tambahkan tepung tapioka dan garam lalu tumbuk sampai semua bahan tercampur rata.
  • Kemudian ambil adonan dengan sendok lalu isi dengan gula merah atau isian lainnya dan bulatkan.
  • Terakhir goreng dengan minyak panas menggunakan api sedang hingga berwarna coklat keemasan.
  • Kemudian angkat dan tiriskan hingga dingin lalu tambahkan topping sesuai selera.

BAB IV

RENCANA BIAYA

A. Modal dan Pemasukan

Adapun besaran modal awal yang harus dikeluarkan adalah 

Besar Modal yang harus dikeluarkan dalam satu kali produksi yaitu Rp 1.221.500 dengan rincian:

Total biaya produksi = bahan bahan + perlengkapan + ongkos lain-lain

= Rp 251.500 + Rp 930.000 + Rp 40.000

= Rp 1.221.500

Adapun untuk total biaya sekali produksi adalah 

Total biaya yang dibutuhkan untuk sekali memproduksi sebanyak 100 produk adalah Rp 445.500

B. Target Hasil penjualan per bulan

= target penjualan harian x harga jual per gelas x 30 hari

= 100 pcs x Rp 6.000 x 30 hari

= Rp 18.000.000

C. Laba

= hasil penjualan – (modal awal + (modal harian x 30 hari))

= Rp 18.000.000 – (Rp 1.221.500 + (Rp 445.500 x 30 hari))

= Rp 18.000.000 – (Rp 1.221.500 + Rp 13.365.000)

= Rp 18.000.000 – Rp 14.586.500

= Rp 3.413.500   

BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Demikian makanan ringan BOBICO merupakan ide produk dari penulis dalam merintis usaha ini.

Munculnya produk ini merupakan hasil analisis peluang dan survey yang penulis lakukan untuk mencari prospek bisnis bermanfaat untuk masyarakat dan menguntungkan.

Besar harapan penulis agar produk ini dapat diterima dengan baik, disenangi serta mudah diingat konsumen

B. Saran

Penulis sadar jika proposal usaha ini masih jauh dari kata sempurna. Untuk itulah penulis mengharapkan kritik maupun saran dari berbagai pihak demi penyempurnaan proposal usaha makanan ringan ini.

Nah itu tadi contoh proposal usaha makanan ringan yang bisa teman-teman coba. Teman-teman bisa membuat usaha makanan ringan seperti contoh di atas maupun dengan ide dan inovasi sendiri.

Baca juga: Contoh Paper Kuliah

3. Contoh Proposal Usaha Kerajinan

Contoh Proposal Usaha Kerajinan
Contoh Proposal Usaha Kerajinan

Dalam membuat usaha kerajinan perlu kiranya dibuatkan sebuah contoh proposal usaha. Salah satu fungsi dari proposal usaha ini adalah untuk menentukan target pasar dan juga analisis penjualannya.

Dengan menentukan target pasar yang tepat maka promosi produk kerajinan bangun datar akan lebih mudah diterapkan.

Buat yang masih bingung sama contohnya, berikut ini contoh proposal usaha kerajinan dengan judul kumbang kepik dari botol plastik bekas.

A. JUDUL PROPOSAL

Kumbang Kepik dari Botol Plastik bekas

B. RINGKASAN EKSEKUTIF

1. Konsep Bisnis

Kerajinan kumbang kepik dari botol bekas merupakan sebuah usaha dengan memanfaatkan limbah atau barang bekas.

Barang-barang bekas yang pada umumnya menjadi sampah, oleh penulis akan diolah menjadi kerajinan yang memiliki nilai jual lagi.

Dengan mengolah bahan-bahan limbah botol bekas menjadi kerajinan kumbang kepik yang memiliki nilai jual merupakan salah satu bentuk dari daur ulang sampah.

Agar tampilannya menjadi lebih menarik untuk dijual maka ditambahkan cat dan lain sebagainya agar terlihat keindahan atau estetikanya.

Adapun rencana penjualan ini akan memfokuskan pada media online shop terlebih dahulu. Sementara untuk media offline hanya akan berjualan di barat alun-alun kota pada acara car free day, mulai jam 05.00 – 08.30 pagi.

2. Tim Manajemen

Usaha kerajinan kumbang kepik botol plastik bekas dilakukan oleh dua orang yang masing-masing memiliki modal dan kemampuan yang berbeda.

Kedua modal baik itu dari materi maupun skill yang berbeda disatukan dalam satu usaha kemudian menjadi usaha kerajinan kumbang kepik botol plastik.

Dikarenakan modal dan juga skil yang dimiliki berbeda, maka pembagian keuntungannya pun juga berbeda, sesuai dengan ukuran modal dan kesepakatan bersama.

Selain sebagai pemilik modal, untuk menghemat biaya, keduanya juga berstatus sebagai karyawan dan memasarkan hasil produksinya. 

Kemudian sistem yang digunakan adalah pembagian peran, yang satu fokus pada olahan barang, dan yang lainnya fokus untuk pemasaran via online.

Sementara via offline, yakni pada hari minggu semuanya berperan untuk menawarkan produk dan melayani pembeli.

C. ALAT dan BAHAN

Untuk mempersiapkan produksi usaha kerajinan kumbang kepik dari botol bekas, setidaknya dibutuhkan alat dan bahan sebagai berikut:

  • Botol plastik bekas dengan ukuran bebas
  • Cat warna 
  • Kuas
  • Bola pimpong
  • Bola mata plastik kecil
  • Lem
  • Kawat
  • Gunting dan pisau
  • Pernak-pernik
  • Paku kecil

D. CARA PEMBUATAN

Setelah semua bahan-bahan terkumpul, selanjutnya bahan tersebut diolah menjadi produk kumbang kepik sebagai berikut:

  1. Pertama potong bagian bawah botol dengan gunting agar tercipta badan kumbang.

  2. Selanjutnya siapkan cat kemudian cat botol plastik yang sudah dipotong pada bagian dalam.

  3. Setelah itu jemur di bawah sinar matahari langsung.

  4. Tahap berikutnya siapkan bola pimpong kemudian potong menjadi seperempat untuk dibuat bagian kepalanya.

  5. Selanjutnya warnai bola pimpong dengan cat hitam agar menyerupai kepala kumbang.

  6. Tahap selanjutnya lubangi kepala kumbang dengan paku agar bisa dipasangi antena.

  7. Selanjutnya tempelkan badan dengan kepala kumbang menggunakan lem.

  8. Terakhir tempelkan mata serta hiasan pernak pernik pada bagian kumbang yang dirasa cocok.

  9. Kumbang kepik dari botol plastik bekas

E. RENCANA ANGGARAN BELANJA

Agar produksi dapat berjalan maksimal maka dibutuhkan estimasi biaya yang harus dikeluarkan. Adapun estimasi biaya untuk modal usaha sebagai berikut:

NoNama Bahan & AlatHarga Satuan (Rp)Jumlah Harga
1Cat 3 Buah10.00030.000
2Kuas Kecil 2 Buah2.5005.000
3Bola Pimpong 2 Pack12.50025.000
4Kawat Kecil5.0005.000
5Bola Mata Plastik Kecil 1 Pack4.0004.000
6Lem 1 Buah10.00010.000
Total79.000

Modal sebesar Rp 79.000 ini dapat menghasilkan 35 unit produk.

Adapun rencana penjualan sendiri adalah Rp 3.000 per unitnya sehingga:

Rp 3.000 x 35 = Rp 105.000

Sehingga profit yang dihasilkan adalah

= Harga jual – Modal

= Rp 105.000 – Rp 79.000

= Rp 26.000

F. ANALISIS SWOT

Untuk bisa melihat peluang berjualan kerajinan kumpang kepik botol bekas maka setidaknya dibutuhkan analisis kekuatan dan kelemahannya serta peluang dan hambatan yang muncul

Adapun bentuk analisis tersebut terangkum dalam analisis SWOT sebagai berikut: 

A) Kekuatan (Strength)

Adapun kekuatan dari jualan usaha kerajinan dari botol bekas memiliki nilai tersendiri. Nilai atau kekuatan ini adalah faktor yang timbul dari dalam kerajinan itu sendiri.

Adapun faktor kekuatan itu adalah

  • Harganya relatif murah
  • Bahan mudah didapat
  • Memiliki bentuk yang menarik dan lucu bagi anak-anak

B) Kelemahan (Weakness)

Dibalik kekuatan atau faktor pendukung dari dalam yang sedemikian rupa, terdapat juga kelemahan yang mengelilingi produk ini. Adapun kelemahan itu sebagai berikut:

  • Bahan yang digunakan tidak ramah lingkungan karena terbuat dari plastik.

Selain adanya faktor pendukung maupun penghambat dari dalam, dibutuhkan juga pembacaan pendukung maupun penghambat atau saingan dari luar.

Berikut ini faktor pendukung atau peluang serta hambatan yang muncul dari luar

C) Peluang (Opportunity)

Kerajinan kumbang kepik dari botol bekas ini memiliki peluang untuk dilirik konsumen yang ada. Berikut ini peluangnya.

  • Belum ada yang berjualan produk kerajinan dari botol bekas di daerah Pati Kota.
  • Promosi di media sosial masih sedikit.
  • Penerimaan pesanan tanpa batas minimal

D) Hambatan (Threat)

Memang dalam berjualan kerajinan kumbang kepik dari botol bekas masih jarang, tetapi tetap saja ada hambatan atau saingan lainnya.

Adapun hambatannya adalah banyaknya penjual kerajinan dengan kain flanel yang hasilnya lebih bagus.

G. PENUTUP

Demikian proposal usaha kerajinan kumbang kepik yang bisa kami buat. Memang masih banyak kekurangan baik dalam pemetaan pasar maupun analisis.

Semoga contoh proposal usaha kerajinan ini dapat menjadi acuan awal untuk membangun bisnis jangka panjang.

Jangan Lewatkan: Contoh Proposal Skripsi yang Baik dan Benar

4. Contoh Proposal Kewirausahaan

Contoh Proposal Kewirausahaan
Contoh Proposal Kewirausahaan

Buat teman-teman yang sedang mencoba untuk berwirausaha bukan tidak mungkin akan membutuhkan proposal kewirausahaan sebagai sebuah pijakan awal sebelum membangun usaha.

Berikut ini contoh proposal kewirausahaan mahasiswa yang bisa teman-teman pelajari dengan judul Bakso Pelangi.

Proposal Kewirausahaan Bakso Pelangi

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur selalu kita panjat kan kejadirat Allah swt., yang telah melimpahkan rahmat hidayah serta inayah-Nya sehingga kita dapat menikmati segala karunia yang sudah ada ini.

Tidak lupa sholawat serta salam selalu tercurahkan kepada Baginda Nabi Muhammad saw., yang sudah membimbing kita semua dari masa kegelapan menuju zaman yang terang benderang.

Segala maksud dan semua tujuan tidak akan bisa lepas karena pertolongan Yang Maha Kuasa sehingga kami dapat menyelesaikan proposal wirausaha bakso pelangi ini.

Kami sadar nantinya dalam berwirausaha akan selalu muncul hambatan dan juga rintangan.

Akan tetapi dengan dukungan dari banyak pihak, kami yakin masih mampu mengatasi segala hambatan yang ada.

Kami sadar bahwa segala sesuatu yang datangnya dari manusia adalah sebuah kesalahan.

Sedangkan segala sesuatu yang datang dari Agama adalah sebuah kebenaran. Semua ini adalah merupakan karunia dari Allah swt. 

Sebuah landasan dalam wirausaha bakso pelangi ini tentunya masih sangat jauh dari kata sempurna. 

Untuk itulah nantinya kami sangat mengharapkan kritikan dan masukan yang membangun dalam menjalankan usaha nantinya.

Semoga proposal ini dapat bermanfaat buat kita semua. Kurang lebihnya kami mohon maaf yang sebesar besarnya.

 

Hormat Kami

 

ttd

Penulis

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pada masa sekarang, persaingan dalam berwirausaha semakin ketat. Banyak wirausahawan yang berlomba-lomba dalam membuat inovasi agar dilirik oleh para konsumen.

Dalam membuat inovasi, bukan hanya soal produk kerajinan, dalam persaingan produk makanan pun, mereka juga berlomba-lomba.

Imbasnya produk makanan atau kuliner pun banyak disukai oleh para konsumen.

Akibatnya persaingan dalam dunia kuliner pun menjadi semakin ketat. Dibutuhkan inovasi lebih untuk dapat menarik minat konsumen.

Maka dari itulah kami disini mencoba berinovasi dengan makanan bakso yang diubah menjadi bakso pelangi. 

Makanan bakso yang sudah terkenal dimana-mana kemudian disentuh dengan inovasi pentol bakso yang berwarna warni dirasa sangat cocok dengan selera dan gaya anak muda.

Para anak muda yang sangat menyukai dengan tantangan dan kehidupan yang penuh warna merupakan landasan filosofis dari pendirian usaha bakso pelangi ini.

Berdasarkan dari latar belakang tersebut maka kami disini membuat proposal usaha bakso pelangi.

B. Tujuan Proposal

Adapun tujuan dari pembuatan proposal bakso pelangi ini adalah:

  1. Sebagai landasan pendirian usaha makanan bakso pelangi.
  2. Untuk melatih manajemen usaha agar dapat berjalan dengan baik dan stabil
  3. Untuk menambah pengetahuan dan pengalaman di bidang wirausaha kuliner.

C. Manfaat Proposal

Adapun manfaat dari proposal pendirian usaha bakso pelangi ini adalah

  1. Sebagai bentuk pengembangan usaha dan juga untuk menguji strategi usaha yang sudah dibuat dalam proposal.
  2. Agar dapat menarik investor dalam pendirian usaha bakso pelangi sehingga dapat meningkatkan keberhasilan dalam kewirausahaan.

BAB II

KEGIATAN USAHA

A. Aspek Produksi

Bahan – Bahan :

Bahan Pentol bakso warna-warni

  • Daging sapi
  • Tepung tapioka
  • Es batu dadu ukuran 2 x 2 cm
  • Bawang putih (goreng lalu haluskan)
  • Putih telur
  • Garam
  • Gula pasir
  • Lada
  • Pewarna makanan secukupnya
  • Air secukupnya (untuk merebus)

Bahan Kuah

  • Bawang putih (goreng lalu haluskan)
  • Garam
  • Lada bubuk
  • Air

Bahan Pelengkap

  • Mie kering secukupnya (rebus lalu tiriskan)
  • Caisim secukupnya (seduh air panas lalu tiriskan)
  • Bawang goreng secukupnya
  • Seledri secukupnya (iris)

Cara Membuat Bakso Pelangi

Cara membuat pentol bakso pelangi:

  1. Pertama siapkan gilingan kemudian masukkan semua bahan pentol kecuali pewarna  ke dalam giligan dan haluskan hingga tercampur rata.

  2. Selanjutnya didihkan air untuk merebus bakso pelangi nantinya.

  3. Kemudian bagi adonan menjadi 7, lalu tambahkan masing – masing bagian dengan 1 pewarna makanan dan aduk hingga rata.

  4. Setelah itu ambil bakso dengan sendok kemudian bentuk menjadi bulat. Ulangi hingga habis.

  5. Terakhir masukkan bakso ke dalam air dan rebus hingga bakso mengambang lalu angkat dan tiriskan.

Cara membuat kuah bakso pelangi:

  1. Gunakan air rebusan bakso kemudian masukkan semua bahan kuah dan aduk sampai rata.
  2. Kemudian masak sampai kuah mendidih dan jangan lupa untuk cek rasanya.

Cara penyajian:

  1. Pertama siapkan mangkuk kemudian masukkan pentol bakso serta bahan pelengkap.
  2. Selanjutnya siram dengan kuah panas.

Bakso pelangi siap untuk disajikan kepada konsumen.

B. Aspek Pemasaran

Agar dapat dikenal oleh banyak konsumen, dibutuhkan taktik pemasaran yang tepat. 

Untuk aspek pemasarannya sendiri dilakukan dengan memanfaatkan media offline maupun online.

Adapun media offline adalah dengan cara membuka kedai yang dekat dengan lokasi sekolah, baik SMP maupun SMA. 

Selain itu juga ruangan ditata agar menjadi lebih menarik untuk spot foto.

Adapun pemanfaatan media online dengan cara promosi di media sosial dan juga memanfaatkan layanan Go-Food.

BAB III

PERENCANAAN KEUANGAN

A. Modal Usaha

Untuk dapat menjalankan usaha bakso pelangi ini setidaknya dibutuhkan modal usaha utama sebesar Rp 3.155.000 dengan rincian sebagai berikut:

NoNama AlatHarga Satuan (Rp)Jumlah Harga
1Gerobak 1 Unit2.000.0002.000.000
2Dandang Bakso 1 Buah250.000250.000
3Irus (Gayung) Bakso 1 Buah25.00025.000
4Kompor Bakso 1 Buah100.000100.000
5Tabung Gas 2 Buah150.000150.000
6Mangkok 20 Buah7.000140.000
7Sendok 2 Lusin90.000180.000
8Garpu 2 Lusin80.000160.000
Total3.155.000

B. Biaya Variabel

Selain membutuhkan modal utama, setidaknya juga dibutuhkan modal harian untuk berjualan tiap hari. Adapun kebutuhan modal harian sebesar Rp 340.000 dengan rincian sebagai berikut:

NoNama BahanHarga (Rp)
1Daging Sapi 1 Kg100.000
2Tepung Tapioka 500 Gram16.500
3Es Batu Dadu Ukuran 2 x 2 cm5.000
4Bawang Putih 1 Kg29.000
5Putih Telur ½ kg12.000
6Garam 1 Pcs2.000
7Gula Pasir ¼ Kg3.500
8Lada50.000
9Pewarna Makanan 7 Buah42.000
10Air 1 Galon5.000
11Mie Kering24.000
12Caisim10.000
13Bawang Goreng 1 Toples35.000
14Seledri 1 Ikat6.000
Total340.000

C. Analisis Perencanaan Laba/Rugi

setelah dipetakan modal baik modal awal maupun modal harian untuk jualan, selanjutnya bakso pelangi ini akan dijual seharga Rp 8.000 per porsinya.

Untuk target awalnya adalah 85 porsi penjualan per harinya

Adapun untuk analisis keuntungan/kerugian sebagai berikut:

Modal usaha sekali = Rp 3.155.000

Modal harian = Rp 340.000

Penjualan = 85 x Rp 8.000

= Rp 680.000

Keuntungan per hari = Penjualan – modal

= Rp 680.000 – Rp 340.000

= Rp 340.000

Keuntungan bulanan = keuntungan harian x 26 hari

= Rp 340.000 x 26 hari

= Rp 8.840.000

Melihat analisis di atas, keuntungan maksimal yang bisa didapatkan dari berjualan bakso pelangi sebesar Rp 8.840.000. 

Analisis ini masih mengabaikan kondisi sepi dan lain sebagainya.

BAB IV

PENUTUP 

A. Kesimpulan

Berdasarkan perhitungan yang sudah dilakukan di atas, total awal bakso pelangi membutuhkan modal sebesar Rp 3.495.000 dengan estimasi biaya harian yang harus dikeluarkan sebesar Rp 340.000.

Penghitungan biaya ini belum termasuk isi ulang gas, listrik dan bahan-bahan tak terduga seperti tisu, tusuk gigi dan lain sebagainya.

Dari modal harian Rp 340.000 dapat menghasilkan 85 porsi. Target terjual 85 porsi ini bisa naik dan bisa kurang tergantung penjualan nantinya.

Nah itu tadi contoh proposal kewirausahaan tentang makanan yang bisa teman-teman jadikan inspirasi. Bagaimana teman-teman tertarik menjalani dunia kewirausahaan seperti contoh proposal kewirausahaan di atas?

Jika tertarik, teman-teman bisa mengambil contoh proposal kewirausahaan makanan di atas dan jangan lupa baca contoh artikel yang lain juga ya.

5. Contoh Proposal Usaha Kecil

Contoh Proposal Usaha Kecil
Contoh Proposal Usaha Kecil

Dalam membuat usaha kecil pun tidak serta merta tidak membutuhkan proposal usaha. Pembuatan proposal usaha kecil pun sangat diperlukan. 

Kegunaan proposal usaha kecil ini untuk mengenalkan usaha teman-teman maupun untuk memohon permintaan dana kepada sponsor

Nah buat teman-teman yang masih bingung bagaimana cara membuat proposal usaha kecil ini, berikut contoh nya.

Proposal Usaha Kecil Telur Gulung Keju Sambal

Deskripsi Pengenalan Usaha

Nama Usaha     : Kedai Kudurene: Telur Gulung Keju Sambal

Jenis Usaha      : CV Perorangan

Bentuk Usaha   : Industri Kecil Menengah

Nama Pemilik   : Anang Saputra

Alamat             : Jalan kolonel Sunandar no 42 Blora

DAFTAR ISI

PENDAHULUAN

RUMUSAN MASALAH

PEMBAHASAN

ASPEK PEMASARAN

PENUTUP

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Seperti yang sudah diketahui bersama, telur merupakan salah satu bahan makanan yang kaya akan protein.

Selain itu telur juga dapat diolah menjadi berbagai makanan, mulai dari telur dadar, bahan dasar kue, omelet telor, telur mata sapi, martabak, bahan dasar kue, dan masih banyak lagi.

Rasanya pun juga melezatkan.

Telur sendiri jika dibandingkan dengan makanan lain, telur memiliki nilai ekonomis yang tinggi serta cita rasa yang berbeda, 

Cita rasa yang berbeda ini akan muncul jika telur diolah dengan cara yang unik.

Selanjutnya, telur sendiri juga merupakan salah komoditas yang mulai mengisi hati masyarakat secara luas, khususnya di daerah Jawa Tengah, lebih tepatnya di kabupaten Blora.

Hal ini dibuktikan dengan mulai merambahnya para pedagang yang menjajakan telur dengan segala bentuknya.

Selain mulai banyaknya pedagang yang menjual olahan telur, di satu sisi para peternak ayam petelur pun mulai banyak bermunculan.

Kemudian harga telur sendiri cukup murah. Untuk 1 butir telur sendiri dihargai Rp 1.500 dan kemungkinan bisa lebih murah lagi jika dibeli dari peternak langsung. 

Murahnya harga telur ini membuat telur bisa dinikmati oleh semua kalangan.

Selain itu juga peternak ayam petelur yang sudah mulai banyak bukan tidak mungkin jika pasokan telur akan kelebihan stok. 

Kudurene sendiri merupakan salah satu inovasi nama dari telur gulung yang kami buat. Selain menjadi nama yang unik juga disajikan dengan bentuk yang berbeda dari olahan telur gulung lainnya.

Hal ini akan membuat cita rasa yang disajikan menjadi berbeda dengan telur gulung lainnya. Kudurene sendiri merupakan telur gulung yang diberikan varian saus yang berbeda. 

Agar telur gulung memenuhi kebutuhan karbohidrat dan gizi yang seimbang, maka dalam penyajiannya ditambahkan variasi sebagai pelengkapnya, seperti bakso, sosis, dan yang lainnya.

Dengan adanya selimut telur ini akan memberikan efek mengenyangkan dan juga dapat dijadikan lauk pelengkap bila dihidangkan dengan nasi.

BAB II

GAMBARAN UMUM USAHA

Telur pada saat ini merupakan salah satu makanan yang digemari masyarakat. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya produk-produk makanan yang berbahan dasar telur. 

Tingginya antusiasme pasar dalam menerima produk-produk berbasis telur, maka dibutuhkan pula sentuhan inovasi yang baik agar tidak ada kejenuhan dalam mengkonsumsi olahan telur.

Maka dari itu, kami berusaha untuk berkreasi dan berinovasi dalam mengolah telur agar memiliki nilai jual dan cita rasa yang bersaing. 

Adapun rencana kami disini adalah membuat telur dengan branding “Kudurene”. Branding nama ini berasal dari 2 kata bahasa jawa, kudu dan rene. Jika keduanya digabungkan maka memiliki arti harus kesini.

Kata ini memiliki harapan para konsumen untuk datang ke kedai kami. Kemudian telur gulung kudurene ini sendiri juga memiliki varian yang beraneka ragam.

BAB III

PEMBAHASAN

A. Jenis Produk Usaha

Sesuai dengan yang sudah dijelaskan di atas, jenis produk usaha ini adalah produk usaha konsumsi makanan ringan. Bahan dasar yang digunakan adalah telur.

B. Modal Usaha Makanan

Untuk menjalankan usaha telur gulung keju sambal ini setidaknya dibutuhkan modal usaha awal sebesar Rp 3.680.000 dengan rincian sebagai berikut:

NoNama AlatHarga (Rp)
1Banner250.000
2Daftar Menu20.000
3Outlet (Gerobak)3.000.000
4Kursi Kayu 10 Buah650.000
5Meja Kayu 5 Buah550.000
6Lemari Piring 1 Buah750.000
7Pemanggang Roti 2 Buah300.000
8Kompor Gas 1 Buah500.000
9Piring 1 Lusin120.000
10Gelas 1 Lusin45.000
11Sendok Kecil 1 Lusin15.000
12Garpu 1 Lusin35.000
13Pisau Kecil 1 Lusin60.000
14Pisau Roti 2 Buah50.000
15Solet 2 Buah6.000
16Gunting 2 Buah14.000
17Penjepit Roti 2 Buah10.000
18Toples 10 Buah150.000
19Panci Bandrek 1 Buah120.000
20Penyaring Bandrek 2 Buah12.000
21Spatula 2 Buah20.000
Total3.680.000

Selain modal di atas, dibutuhkan juga modal harian agar dalam berjualan tetap berjalan lancar. Untuk tahap awal berjualan ini kami akan menyediakan 200 tusuk telur yang siap untuk dijual.

Dari 200 tusuk ini nantinya akan digunakan sebagai acuan dasar target harian yang harus tercapai. Kemudian biaya yang diperlukan untuk membuat 200 tusuk telur gulung sebesar Rp 265.000 dengan rincian:

NoNama BahanHarga (Rp)
1Telur Ayam 2,5 Kg60.000
2Sosis Ayam / Sapi 4 Bungkus132.000
3Tepung Tapioka ½ Kg11.500
4Garam 1 Pcs2.500
5Merica Bubuk11.000
6Kaldu Bubuk5.000
7Keju Mozarella 2 Pcs52.000
Total265.000

Adapun untuk penjualannya sendiri, telur gulung kudurene ini dijual seharga Rp 2.000 per tusuknya. Sehingga target harian yang harus dicapai adalah Rp 400.000 

C. Biaya Operasional Usaha Makanan

Selain biaya pasti yang sudah ada di atas, masih terdapat juga biaya bulanan yang harus dikeluarkan. Biaya bulanan itu berupa biaya listrik bulanan dan juga ongkos transportasi hariannya.

Adapun total biaya bulanan sebesar Rp 650.000 dengan rincian:

Listrik 1 bulan = Rp 300.000

Transport perjalanan 26 hari (1 hari @ Rp 10.000) = Rp 260.000

1 air galon 26 hari (1 hari @ Rp 5.000) = Rp 130.000

Makan 26 hari (1 hari @ Rp 10.000) = Rp 260.000

Total = Rp 650.000 

D. Omset Perbulan

Setelah dikalkulasi pengeluaran sekali, pengeluaran harian, pengeluaran kemudian target harian yang harus dicapai, maka dibutuhkan penghitungan total.

Penghitungan total ini digunakan untuk melihat omzet per bulannya, sehingga dapat diketahui beban biaya yang harus dikeluarkan.

Adapun omzet per bulannya adalah sebagai berikut

– Pendapatan per bulan = pendapatan harian x 26 hari

= Rp 400.000 x 26

= Rp 10.400.000

– Pengeluaran harian per bulan = pengeluaran harian x 26 hari

= Rp 265.000 x 26

= Rp 6.890.000

Pengeluaran bulanan = Rp 650.000

Laba = Pemasukan – Pengeluaran

= Rp 10.400.000 – ( Rp 6.890.000 + Rp 650.000 )

= Rp 10.400.000 – Rp 7.540.000

= Rp 2.460.000

Hasil pengurangan inilah yang kemudian menjadi laba per bulannya.

Dari laba ini akan dibagi menjadi 3, yakni untuk menutup biaya sekali 30 %, untuk kas 20 %, dan 50 % untuk owner.

Adapun rincian prosentasenya sebagai berikut

Untuk potongan biaya sekali 30% = Laba x 30%

=  Rp 2.460.000 x 30%

= Rp 786.000

Untuk kas kedai 20 % = Laba x 20%

= Rp 2.460.000 x 20%

= Rp 492.000

Untuk owner 50% = Laba x 50%

= 2.460.000 x 50%

= Rp 1.230.000

Jadi keuntungan bersih yang bisa didapatkan oleh owner atau pemilik adalah sebesar Rp 1.230.000.

E. Waktu Kegiatan

Untuk waktu berjualan sebagai berikut

Hari : Senin-Sabtu

Waktu : 10.00 – 18.30 WIB

BAB IV

BENTUK PEMASARAN/PROMOSI USAHA

A. Segmen Pasar

Untuk target sasaran dari telur gulung kudurene ini adalah dapat menyentuh semua kalangan. 

Selain itu juga dalam tahap awal kami mencoba menyentuh kalangan anak-anak dan para remaja terlebih dahulu. 

Bari setelah itu kami akan merambah di dunia orang dewasa agar tertarik menikmati telur gulung ini.

B. Strategi Pemasaran dan Promosi

Untuk dapat merambah dunia anak-anak dan juga para remaja, maka pemasaran yang dilakukan dengan cara online maupun offline.

Untuk pemasaran online sendiri dengan memanfaatkan iklan di media sosial yang ada. Selain juga mendaftarkan kedai di go-food agar pelayanan dapat merambah ke segala tempat.

Selain itu juga untuk promosi offline dengan cara membuat pamflet atau selebaran yang disebar di titik-titik keraian kota.

C. Sistem Penjualan

Untuk sistem berjualan yang digunakan menggunakan bentuk offline dengan layanan tatap muka.

Selain dengan cara offline, kami juga menyediakan layanan online atau layanan pesan antar dengan memanfaatkan layanan ojek online.

BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Demikian apa yang dapat kami sampaikan, semoga dapat menjadi pertimbangan banyak pihak.

Usaha makanan bergizi dijalankan bukan hanya untuk mendapatkan materi yang optimal, tetapi juga tetap memperhatikan nilai gizi terhadap olahan yang kami buat.

Semoga semua pihak terkait dapat membantu baik dalam hal materi maupun moril. Sehingga usaha ini dapat membantu untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar Kabupaten Blora. Terimakasih.

Nah itu tadi contoh proposal usaha kecil yang bisa teman-teman gunakan sebagai acuan.

Semoga bermanfaat untuk teman-teman dan baca juga contoh cerpen singkat beserta unsur intrinsiknya ini ya.

6. Contoh Proposal Bisnis

Contoh Proposal Bisnis
Contoh Proposal Bisnis

Selain contoh contoh proposal usaha atau proposal bisnis di atas, teman-teman juga bisa melihat contoh proposal bisnis lainnya.

Berikut ini contoh proposal bisnis peternakan ayam kampung yang bisa teman-teman jadikan bahan pertimbangan.

Proposal Bisnis Ternak Ayam Kampung Pedaging

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Salah satu cara untuk mengatasi problem pengangguran yang ada adalah dengan cara berwirausaha.

Kegiatan wirausaha ini sangat berguna untuk semua pihak. Hal ini karena wirausaha tidak hanya menguntungkan ekonomi semata, tetapi juga mengangkat derajat masyarakat sekitar.

Dengan adanya kegiatan wirausaha, maka kebutuhan masyarakat akan dapat terpenuhi, baik itu kebutuhan langsung maupun kebutuhan tidak langsung.

Adapun salah satu bentuk dari wirausaha yang mudah dikembangkan dan juga memiliki banyak peminat adalah beternak ayam kampung pedaging.

Ayam kampung sendiri di beberapa wilayah seperti Ponorogo dan sekitarnya terdapat banyak penjual sate ayam, ayam bakar, soto ayam dan lain sebagainya.

Dari berbagai jenis usaha yang sudah disebutkan diatas, semuanya membutuhkan ayam kampung sebagai bahan dasarnya.

Kebutuhan akan daging ayam ini bukan mingguan apalagi bulanan, tetapi kebutuhan akan adanya daging ayam ini merupakan kebutuhan harian yang harus terpenuhi.

Dari banyaknya kebutuhan akan daging ayam ini membuat banyak peternak ayam kampung saling bersaing untuk dapat menyuplai kebutuhan pasar ini.

Maka dari itu sebagai bentuk atau upaya dalam memanfaatkan celah atau peluang yang ada, kami disini ingin mencoba berbisnis ayam kampung dengan nama “Ayam kampung Adem Ayem”.

B. Identifikasi Masalah

Pada kenyataannya, sekarang bisnis peternakan ayam, baik itu ayam kampung, ayam pedaging maupun jenis lainnya sudah berkembang pesat. Banyak para peternak baru yang bermunculan.

Akan tetapi banyaknya para peternak yang bermunculan sangat berbanding terbalik dengan ekspektasi atau harapan.

Banyak para peternak yang kurang sukses dalam merintis karir bisnisnya. Kegagalan ini bisa jadi karena kurangnya perhatian terhadap konsep dasar usaha ketika mendirikan usaha tersebut.

Selain kondisi diatas, kebanyakan dari para peternak ini masih belum memiliki sikap yang tangguh dan baik sebagai seorang wirausahawan. 

Sehingga pada akhirnya para peternak menjadi mudah menyerah ketika menghadapi kendala saat usaha mulai berjalan.

Selain problem yang sudah disebutkan di atas, terdapat juga beberapa faktor yang mengiringi dalam beternak ayam kampung. Faktor tersebut adalah faktor pendukung dan juga penghambat dalam usaha.

1. Faktor Pendukung

  • Permintaan terhadap ayam kampung yang semakin banyak
  • Masa panen yang tidak terlalu lama
  • Pemeliharaan yang tidak terlalu sulit
  • Prospek untuk dikembangkan
  • Modal yang dikeluarkan tidak terlalu besar
  • Kebutuhan akan karyawan tidak terlalu banyak
  • Keuntungan yang menjanjikan

2. Faktor Penghambat

  • Persaingan yang ketat
  • Sulitnya mencari bibit ayam kampung
  • Jika anak ayam sakit atau stres akan sulit diobati
  • Butuh keahlian serta keuletan seputar beternak ayam

Dari kedua faktor diatas, ternak ayam kampung pedaging masih menunjukkan prospek yang menjanjikan di daerah Ponorogo dan memiliki potensi potensi untuk dikirim ke luar daerah.

Kemudian dari segi ekonomisnya adalah, bibitan ayam yang sehat akan lebih mudah memeliharanya.

Selanjutnya jika anak ayam sudah tumbuh dewasa, maka ayam kampung akan memiliki harga yang lumayan tinggi. 

Ayam kampung bisa dijual dalam bentuk hidup maupun sudah menjadi daging. Sehingga prospek beternak ayam kampung sangat menjanjikan dan dapat meningkatkan pendapatan usaha.

Dengan catatan, ternak ayam kampung sangat dipengaruhi oleh kualitas bibit ayam itu sendiri.

C. Batasan Masalah

Ada banyak peluang dalam membanun sebuah bisnis. Akan tetapi penulis disini lebih memilih bisnis ternak ayam kampung. 

Hal ini karena dalam beternak ayam kampung memiliki peluang yang bagus dan juga tidak membutuhkan tenaga kerja maupun modal yang besar.

Disamping itu, resiko kegagalan dari ternak ayam kampung juga lebih kecil dibanding yang lainnya.

Oleh karenanya, ternak ayam kampung sangat cocok buat penulis yang notabene masih pemula.

Walaupun masih pemula, tetapi penulis akan tetap menjalankan ternak ayam kampung dengan sebaik mungkin. 

D. Tujuan

Adapun tujuan dari usaha atau bisnis ternak ayam kampung pedaging ini antara lain :

  1. Untuk menjaga kelangsungan hidup ayam kampung serta mengembangkannya.
  2. Dapat memasarkan ayam kampung menjadi lebih baik
  3. Sebagai sarana untuk menambah pengalaman dan juga penghasilan

BAB II

KAJIAN TEORITIS

A. Analisis SWOT

Sebelum menjalankan usaha, memang sudah sewajarnya bagi semua orang untuk mengetahui berbagai macam faktor yang muncul, baik itu faktor internal maupun eksternal.

Adapun maksud tersebut adalah menggunakan analisis SWOT untuk mengetahui sejauh mana peluang maupun tantangan yang akan muncul nantinya

Berikut ini analisis SWOT yang muncul ketika menjalankan bisnis ternak ayam kampung.

1. Kekuatan (Strength)

  • Proses pemeliharaan atau ternak tidak begitu sulit
  • Biaya yang dikeluarkan tidak begitu banyak
  • Kebutuhan karyawan tidak begitu banyak
  • Resiko kegagalan yang relatif kecil

2. Kelemahan (Weakness)

  • Sulit mencari bibit ayam kampung dengan kualitas yang unggul
  • Apabila bibit anak ayam sakit ataupun stres lebih sulit diobati

3. Peluang (Opportunities)

  • Memiliki prospek yang besar untuk dikembangkan.
  • Permintaan pasar ayam kampung yang semakin meningkat
  • profit yang menjanjikan

4. Ancaman (Threat)

  • Persaingan usaha yang ketat.
  • Persaingan pasar yang semakin berat

BAB III

PEMBAHASAN

A. Sarana dan Prasarana

Untuk lokasi pengembangan ayam kampung ini berada di halaman belakang rumah setiap anggota kelompok ayam kampung adem ayem.

B. Ketersediaan SDM

Sumber Daya Manusia dalam pengelolaan ternak ayam kampung ini lebih bisa terpenuhi dengan baik.

Hal ini karena pengelolaan ayam kampung sepenuhnya dikelola oleh masing-masing anggota keluarga, sehingga proses pemeliharaan ayam kampung menjadi lebih optimal dibandingkan harus dibuat sebuah kandang besar.

C. Sistem Manajemen Usaha

Bisnis ternak ayam ini menggunakan sistem manajemen usaha berdasarkan musyawarah yang bersifat kekeluargaan.

Sesuai dengan kesepakatan, pihak keluarga mengelola bibit ayam sampai siap panen yang kemudian penjualannya difasilitasi oleh kelompok.

D. Sistem Pelaksanaan Usaha

Sesudah menetapkan langkah-langkah dasar dalam menjalankan usaha, maka perlu dikalkulasi juga kebutuhan usaha atau bisnis yang akan dijalankan.

Adapun kalkulasi bisnis yang akan dijalankan sebagai berikut:

1. Pengeluaran

A) Modal tetap yang meliputi:

  • Kandang ayam 4 x 3 m: 5 buah (Harga @ Rp 50.000) = Rp 250.000
  • Lampu penerangan 5 buah (Harga @ Rp 10.000) = Rp 50.000
  • Tempat minum ayam 10 buah (Harga @ Rp 30.000) = Rp 300.000 
  • Tempat pakan ayam 10 buah (Harga @ Rp 5.000) = Rp 50.000

Total = Rp 650.000

B) Modal tidak tetap, meliputi:

  • Bibit anak ayam kampung 200 ekor (Harga @ Rp 5.000) = Rp 1.000.000
  • Pakan ayam 50 kg 5a karung (Harga @ Rp 185.000) = Rp 925.000
  • Obat-obatan = Rp 100.000
  • Listrik = Rp 25.000

Total = Rp 2.050.000

Modal total =  Rp 2.700.000

C) Penyusutan modal tetap : Rp 60.000

Total Biaya Pengeluaran: Rp 2.760.000

Untuk jumlah bobot yang diharapkan dari 1 kali panen bisnis ternak ayam kampung adalah kisaran antara +0,8 – 1kg dari bobot sebelumnya.

2. Pemasukan

Sebagai catatan, harga dari ayam kampung 1 ekornya senilai Rp 25.000.

3. Hasil penjualan ayam

Untuk kandang ayam berukuran 4 x 3 meter berisi 40 ekor ayam

maka = 40 ekor ayam x Rp 25.000

= 40 ayam x Rp 25.000 = Rp 1.000.000

Sedangkan kandang yang disediakan ada 5 buah kandang maka 

= Rp 1.000.000 x 5

= Rp 5.000.000 

Jadi total pendapatan = Rp 5.000.000

4. Keuntungan

Jadi dari beternak ayam kampung ini memiliki keuntungan 

= pemasukan – pengeluaran 

= Rp 5.000.000 – Rp 2.760.000

= Rp 2.240.000/3 bulan

Jadi keuntungan setiap bulannya adalah sekitar Rp 747.000

E. Antisipasi Persoalan

Memang bisnis ternak ayam kampung ini cukup mudah dan prospek, tetapi jika tidak diantisipasi lebih lanjut malah akan menimbulkan problematika baru.

Dengan tingkat persaingan pasar yang terus meningkat, maka dibutuhkan juga pemeliharaan ayam agar menghasilkan daging ayam kampung yang segar dan siap untuk dipasarkan.

BAB IV

PENUTUP

Kesimpulan

Bisnis ternak ayam kampung memang prospek dengan keuntungan yang menggiurkan. 

Modal yang dikeluarkan juga tidak terlalu besar, apalagi jika masing-masing keluarga mampu menekan biaya pakan dan juga kandang.

Kemudian perawatan bibit ayam pun tidak terlalu sulit, sehingga masih bisa dijadikan sebagai bisnis sampingan.

Kemudian kebutuhan akan karyawan juga mampu diminimalis, sehingga tidak keluar biaya tambahan.

Ditambah lagi resiko kegagalan pun cukup kecil sehingga sangat prospek untuk orang yang baru belajar bisnis ternak ayam kampung.

Nah itu tadi contoh proposal bisnis ternak ayam kampung yang bisa teman-teman coba. 

Bagaimana teman-teman ternyata tidak sulit bukan untuk membuat proposal bisnis?

Baca juga: Contoh Abstrak Makalah

7. Contoh Proposal Bisnis Plan

Contoh Proposal Bisnis Plan
Contoh Proposal Bisnis Plan

Nah buat teman-teman yang pengen mencari investor bisnis, tidak ada salahnya untuk melihat sebentar contoh proposal bisnis plan berikut ini.

contoh proposal bisnis plan atau proposal rencana bisnis sangat penting untuk melihat sejauh mana rencana bisnis teman-teman nantinya.

Investor pun akan mengukur, apa yang sudah dia berikan untuk membantu modal teman-teman akan menguntungkan atau tidak.

Semua itu bisa dilihat pada business plan yang teman-teman nantinya. Nah sebelum itu yuk teman-teman simak contoh proposal bisnis plan Cafe Sedap Rasa berikut ini:

Proposal Bisnis Plan Cafe Sedap Rasa

BAB I

DESKRIPSI PERUSAHAAN

A. Tentang Perusahaan

Cafe Sedap Rasa, itulah nama perusahaan yang bergerak di dunia kuliner, khususnya kopi dan resto untuk para pelanggan. Cafe sedap rasa sendiri sudah ada sejak tahun 2018 di Jalan Ahmad Yani no. 2 Blora.

Awal mula pendirian cafe ini berasal dari semakin banyaknya para penikmat kopi di Blora yang sudah merambah di segala jenis dan usia. 

Jika dahulu kopi hanya dinikmati oleh para kaum adam, sekarang kaum hawa pun juga tak luput dari kopi.

Selain itu juga pola hidup masyarakat Blora yang semakin modern dan bersifat lebih konsumtif, sehingga kami mencoba untuk mendorong membuat sebuah cafe dengan berbagai fasilitas yang ada.

Dengan adanya cafe maka bisa menjadi salah satu alternatif buat minum kopi dengan rasa terbaik serta kongkow bersama orang-orang terdekat sambil menikmati semua fasilitas yang sudah disediakan.

Cafe sedap rasa sendiri memiliki tempat yang sangat strategis karena tidak terlalu jauh dari pusat Kota.

Hal ini membuat akses menuju cafe yang mudah dijangkau serta sangat cocok buat konsumen yang tidak terlalu menyukai kebisingan kota.

Untuk menambah kenyamanan, Cafe sedap rasa pun juga menyediakan kopi dari berbagai daerah. Pelanggan dapat menikmati lebih dari 20 jenis kopi terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.

Kemudian untuk menambah kenyamanan, desain interior ruangan yang merupakan perpaduan antara kesenian khas Jawa dan eksterior taman yang khas kehijauan akan menambah kenyamanan dari konsumen.

Dengan pembuatan desain interior dan eksterior yang menarik maka konsumen akan lebih mudah dalam mencari spot foto.

B. Visi dan Misi

Visi

Cae Sedap rasa memiliki visi untuk membangun dan memberikan ruang serta tempat bagi para penikmat kopi di Blora

Misi

  • Memberikan pelayanan dan tempat terbaik untuk para pelanggan
  • Memperluas jaringan dan menambah gerai dalam waktu 3 tahun pertama

C. Gambaran Produk dan Pelayanan

Cafe sedap rasa sendiri memiliki produk kopi dari berbagai daerah di Indonesia. Kopi tersebut memiliki tata cara pengolahan yang berbeda.

Dikarenakan cara pengolahan yang berbeda maka rasa yang dihasilkan juga berbeda-beda dan dapat menarik keluar diri khas dari kopi tersebut.

Selain kopi, ada juga produk-produk lain yang bisa dinikmati oleh konsumen, seperti roti bakar, kentang goreng atau French fries, mie goreng serta aneka jus dan minuman lainnya.

Dalam melayani konsumen, cafe sedap rasa membuat dua ruangan yang berbeda. Ada ruangan merokok dan khusus buat yang tidak merokok. 

Sehingga setting ruangan dibagi menjadi 4, ruang terbuka sebagai smoking area dan ada yang no smoking area. Begitu juga di dalam ruangan.

Buat yang membutuhkan ruangan khusus dengan akses terbatas, di cafe sedap rasa juga menyediakan ruang VIP.

Fungsinya digunakan untuk pengunjung yang ingin memesan tempat khusus baik untuk rapat ataupun acara lainnya.

D. Pendanaan Perusahaan

Untuk pendanaan, cafe sedap rasa sendiri sudah memiliki 50 % dari semua total modal yang dibutuhkan.

Modal ini dibutuhkan agar cafe dapat berjalan dengan lancar dan semestinya.

Agar dapat berjalan lancar maka kekurangan kebutuhan tersebut dijalankan pada para investor yang memiliki komitmen untuk menginvestasikan modal pada perusahaan kami.

Dengan jumlah pendanaan 50% dari pemilik sekaligus pengelola ‘Contoh Cafe’ dan 50% dari investor.

Dari sini kemudian kami menawarkan sistem bagi hasil dengan pembagian 60% untuk pengelola dan 40% untuk investor dengan nilai kontrak selama 2 tahun.

BAB II 

ASPEK PASAR DAN PEMASARAN

A. Peluang Pasar

membuka usaha cafe di Blora masih sangat menjanjikan. Peluang pasar yang masih terbuka lebar membuat kami berani membuka cafe di Blora.

Ditambah lagi dengan adanya desain ruangan yang khas akan membuat banyak orang tertarik untuk berfoto di dalamnya.

Bahkan bukan tidak mungkin cafe ini akan digunakan sebagai salah satu pusat spot foto yang menarik di Blora

B. Perkembangan Pasar

Kopi sendiri memiliki perkembangan yang cukup pesat. Hanya dalam waktu 5 tahun terakhir ini, kopi sudah mulai merambah kaum hawa.

Selain itu juga sekarang banyak bermunculan warung-warung kopi di pinggir jalan atau trotoar yang notabene tidak boleh digunakan untuk berjualan.

Selain itu juga peta persaingan per kopian di pusat kota sendiri sudah semakin padat sehingga kami lebih memilih di tempat yang tidak terlalu jauh dari pusat kota. 

C. Penetapan Pangsa Pasar

 Untuk pangsa pasar dari cafe ini sendiri adalah menyasar ke segala usia dan jenis. Para remaja, orang dewasa dan juga orang-orang yang mencari suasana rapat dengan nuansa Jawa.

D. Analisa SWOT

Kekuatan (Strength)

  • Harga produk yang terjangkau untuk semua kalangan
  • Populer di kalangan anak muda
  • Bahan baku yang tersedia bervariasi
  • Packaging yang mudah dibawa dan praktis
  • Konsep kedai kopi yang menarik 
  • Ketersediaan fasilitas lengkap (wifi, toilet, mushola)
  • Alat pembayaran cashless dan banyak promo

Kelemahan (Weakness)

  • Brand awareness yang rendah
  • Sarana promosi yang belum maksimal, terutama bagi kedai kopi yang baru buka
  • Keterbatasan followers sosial media membuatnya masih sedikit diketahui.

Peluang (Opportunities)

  • Membangun inovasi produk kopi baru
  • Membangun hubungan dengan pelanggan
  • Menarik konsumen baru dengan penawaran khusus
  • Tersedianya layanan pesan antar atau delivery order melalui ojek online
  • Menyediakan spot foto yang menarik
  • Nuansa yang asri
  • Tersedianya meeting room

Ancaman (Threats)

  • Harga bahan baku yang tidak stabil
  • Tingkat persaingan cafe kopi yang tinggi
  • Rating buruk dari konsumen

E. Aspek Produksi

1. Area Produksi

Untuk area produksi atau pembuatan kopi ini berada di ruang depan. Hal ini akan membuat orang-orang bisa melihat proses pemasakan atau pembuatan kopi yang berbeda-beda dari berbagai daerah.

Kemudian untuk area produksi non kopi berada ditempat khusus atau dapur agar tidak mengotori tempat depan.

2. Sumber Bahan Baku

Untuk sumber bahan baku sendiri dari tempat-tempat kopi terkenal di seluruh Indonesia. Transaksinya dengan memanfaatkan toko online sebagai medianya. 

Pemilihan bahan baku untuk menu-menu yang ada juga melalui klasifikasi kebutuhan, kesegaran bahan dan kehigienisannya.

Hal ini akan membuat rasa dari masakan maupun olahanya akan tetap terjaga kesehatannya dan membuat para pelanggan aman dari kotoran yang ada.

BAB III 

ASPEK EKONOMI DAN KEUANGAN

A. Perkiraan Modal yang Dibutuhkan

Adapun untuk perkiraan modal awal yang akan digunakan nantinya sebesar Rp 68.000.000 dengan rincian sebagai berikut:

  • Sewa tempat/tahun : Rp 15.000.000
  • Renovasi tempat : Rp 8.000.000
  • Komputer kasir 1 unit : Rp 7.000.000
  • Peralatan makan minum : Rp 4.500.000
  • Meja dan kursi : Rp 13.500.000
  • Biaya lain-lain : Rp 20.000.000

Total modal awal Rp 68.000.000

B. Perkiraan Biaya/Bulan

1. Biaya Bahan Baku Cafe Sedap rasa 

Daging ayam : 3 ekor/hari x Rp 25.000 x 30 hari = Rp 2.250.000

Daging sapi : 2 kg/hari x Rp 90.000 x 30 hari = Rp 5.400.000

Aneka kopi : Rp 250.000/hari x 30 hari = Rp 7.500.000

Kentang : 5 kg/hari x Rp 10.000 x 30 hari = Rp 1.500.000

Aneka sayuran : Rp 40.000/hari x 30 hari = Rp 1.200.000

Bumbu dapur : Rp 50.000/hari x 30 hari = Rp 1.500.000

Aneka Buah : Rp 120.000/hari x 30 hari = Rp 3.600.000

Bahan Lain-lain: Rp 300.000 x 30 hari = Rp 9.000.000

Gas LPG : 2 tabung/hari x 18.000 x 30 hari = Rp 1.080.000

Total biaya = Rp 33.030.000

2. Biaya Operasional dan Upah

  1. Biaya listrik dan air: Rp 700.000
  2. Wifi : Rp 500.000
  3. Transportasi : Rp 300.000
  4. Gaji Pengelola : Rp 2.000.000
  5. Gaji chef 2 orang : Rp 2.000.000
  6. Gaji waiters 2 orang : Rp 1.600.000
  7. Gaji bagian kasir 1 orang : Rp 800.000
  8. Gaji bagian order 2 orang : Rp 2.000.000

Total Biaya = Rp 9.900.000

3. Perhitungan Modal Investasi yang Dibutuhkan

Setelah melihat rincian perkiraan modal diatas, maka jumlah total modal yang dibutuhkan oleh Cafe sedap rasa adalah

Rp 68.000.000 + Rp 33.030.000 + Rp 9.900.000 = Rp 110.930.000

Sementara pada saat ini pemilik sekaligus pengelola Cafe Sedap rasa hanya memiliki modal sebanyak 50 % atau Rp 55.465.000. 

Sehingga disini pengelola membutuhkan tambahan modal dari investor sebesar 50% yakni Rp Rp 55.465.000.

Demikian contoh proposal bisnis makanan yang dapat dijadikan acuan. Selain format di atas, teman-teman juga bisa menambahkan contoh kata pengantar, contoh kata penutup, daftar isi atau pun lampiran lain yang mendukung.

Baca juga: Contoh Surat Keterangan Kerja

8. Contoh Business Plan

Contoh Business Plan
Contoh Business Plan

Selain contoh contoh proposal usaha di atas, masih ada lagi contoh business plan yang perlu teman-teman ketahui.

Berikut ini adalah contoh proposal business plan usaha nasi susu boba topping jenang daerah yang bisa dijadikan referensi.

Proposal Business Plan Nasi Susu Boba Toping Jenang Daerah

A. Ringkasan Eksekutif

Nasi susu boba topping jenang daerah merupakan usaha bisnis di bidang kuliner yang akan kami kembangkan. Alasan pengembangan ini karena kuliner dengan rasa yang manis banyak disukai orang.

Selain itu juga para konsumen “mungkin” juga belum bisa menemukan makanan sejenis ini di pasaran. 

Hal ini akan membuat nasi susu bola topping jenang daerah akan lebih cepat dikenal orang. Selain itu juga produk kuliner ini akan dapat bersaing dengan kuliner lainnya.

Agar kuliner ini semakin cepat dikenal orang, maka pemilihan lokasi berjualan ini berada di alun-alun kota Lamongan.

B. Tujuan

Tujuan dari pendirian usaha kuliner nasi susu boba topping jenang daerah adalah sebagai berikut:

  • Sebagai sarana untuk mengurangi pengangguran
  • Untuk memberikan tempat untuk para boba dan kuliner manis lainnya

Visi

Menjadi usaha jajanan yang sukses di bidang kuliner dengan menghadirkan suatu produk kuliner yang berkualitas

Misi

  • Mampu memberikan kenyamanan kepada konsumen.
  • Memanjakan pecinta masakan nasi goreng dan para pecinta warna.

Keunggulan Produk

  • Memiliki tampilan yang unik dengan warna – warna yang berasal dari bahan-bahan alami.
  • Mempunyai cita rasa yang berbeda dari minuman boba lainnya
  • Penyajian bentuk yang menarik sehingga mampu memikat hati konsumen

C. Program Pemasaran 

1. Diferensiasi

Perbedaan antara produk kami dengan produk boba lainnya adalah dari segi keunikan tampilan, olahan dan lain sebagainya.

Keunikan ini terletak pada perpaduan antara makanan tradisional dengan makanan populer atau masa kini.

Produk

Untuk produk yang kami tawarkan dalam bisnis kuliner ini berupa susu boba topping jenang dimana komposisinya disesuaikan sesuai selera customer.

Harga  

Adapun harga satuan yang dipatok merupakan harga standar kuliner pada umumnya. Untuk bisnis ini, yaitu nasi susu boba topping jenang daerah dijual dengan kisaran harga Rp 10.000 – Rp.15000

Promosi

Agar kuliner yang kami jual ini lebih cepat dikenal banyak orang, maka sistem promosi yang kami gunakan lebih didominasi melalui word of mouth atau testimoni di Instagram

D. Rencana Investasi dan Biaya Pra Operasi

  1. Rencana Investasi (estimasi)

Total Biaya Investasi : Rp 18.000.000

  1. Biaya pra operasional (estimasi)

Total biaya pra operasional : Rp 14.000.000

Saldo : Rp 4.000.000

  1. Proyeksi Penjualan (estimasi)

Total Penjualan 1 bulan : Rp Rp 3.000.000

estimasi penjualan 1 tahun : Rp 36.000.000 

  1. Proyeksi Laba/ Rugi (estimasi)

Total laba selama 1 bulan : Rp 800.000

Estimasi lama 1 tahun : Rp  9.600.000

E. Sumber daya pendukung

  1. Bangunan 

Agar usaha ini dapat berkembang dan dikenal banyak orang, maka kami menggunakan boot untuk jualan yang lokasinya di sebelah barat alun-alun kota 

  1. Manusia

Dikarenakan saya merupakan salah satu dari sekian banyak orang yang suka dengan kuliner yang manis maka saya pun juga dapat mengetahui selera dan kondisi mahasiswa.

F. Rencana Pengembangan Produk

Jika sebuah produk sudah berjalan agak lama dan dikenal banyak orang, pasti suatu saat para konsumen akan merasa jenuh.

Jika kondisi ini tidak segera diatasi maka bukan tidak mungkin usaha yang sedang kami rintis ini akan gugur sebelum waktunya.

Agar usaha kami tidak gugur lebih cepat maka kami akan selalu update menu dan rasa di setiap bulannya sehingga konsumen tidak akan bosan ketika menikmati sajian kuliner yang kami jual.

1. Analisis Persaingan

Dalam mendirikan usaha, pemilihan tempat yang strategis merupakan suatu keharusan agar bisa mendapatkan keuntungan.

Apalagi, bisnis kuliner merupakan salah satu bisnis yang prospek karena banyak dicari orang.

Selain itu, persaingan dalam usaha pasti akan semakin berat. Agar para konsumen tetap setia dengan kuliner kami, maka kami mencoba menawarkan produk dengan harga murah, cita rasa yang enak.

Tak cukup disitu, Kami juga menawarkan tempat yang nyaman dan promosi diskon jika produk kami di mention dalam story Instagram.

2. Analisis S.W.O.T 

Sebelum menjalankan usaha Kuliner boba susu topping jenang perlu juga dilakukan analisis dengan menggunakan metode S.W.O.T (Strength, Weakness, Opportunity, Threat) agar dapat diukur kelayakan atau tidaknya kuliner ini dijalankan.

  1. Strength (kekuatan)
  • Lokasi strategis serta tempatnya yang bersih, nyaman, aman dan menarik konsumen.
  • Belum ada kompetitor untuk produk yang sama
  • Murah dikantong
  • Jam buka 12 jam (09.00 – 21.00 WIB)
  1. Weakness (kelemahan) 
  • Masih belum banyak diketahui konsumen.
  • Warna alami masih sangat terbatas
  • Tempat usaha beruba both sehingga dirasa kurang begitu nyaman
  1. Opportunity (kesempatan) 
  • Belum ada produk yang sama
  • Produk yang bentuknya unik masih jarang ada
  1. Threat (ancaman) 
  • Semakin maraknya penjual makanan terutama nasi goreng dengan harga murah
  • Semakin banyaknya produk-produk unik yang ditawarkan oleh penjual

G. Kesimpulan

Jika dilihat dari segi pemasaran, produk ini masih dapat bersaing dan berpeluang mendapatkan hati konsumen.

Kesan unik dan menarik yang belum ada di pasaran akan membuat konsumen tertarik mencobanya.

Nah itu tadi contoh business plan sederhana yang bisa teman-teman coba sendiri di rumah.

Setelah melihat contoh contoh proposal usaha atau contoh proposal bisnis lengkap di atas, ternyata cara pembuatannya tidak terlalu sulit ya.

Teman-tean bisa menggunakan contoh proposal usaha kecil di atas sebagai proposal kerjasama usaha yang saling menguntungkan.

Jika teman-teman masih kebingungan dengan contoh proposal usaha lengkap diatas, bisa download contoh proposal pengajuan modal usaha ke investor pdf pada link yang tersemat.

Selamat mencoba dan jangan pernah takut untuk berwirausaha. 

Leave a Reply