Contoh Proposal Skripsi

Tips agar proses pengajuan proposal skripsi berjalan lancar, teman-teman perlu melihat contoh proposal skripsi yang ada di perputakaan kampus.

Hal ini memudahkan dalam menentukan judul skripsi yang akan dibuat juga dapat mengetahui bentuk gambaran dari format dan sistematika penulisan proposal skripsi yang ada di kampus masing-masing.

Selain mengetahui melalui contoh proposal skripsi pendidikan yang ada di kampus, teman-teman perlu membaca banyak contoh paper, pengertian, struktur, sistematika proposal skripsi itu sendiri.

Tujuannya untuk menjawab sebuah pertanyaan mendasar tentang pertanyaan perlukah judul ini diangkat menjadi sebuah penelitian?

Kemudian masalah yang diteliti membutuhkan analisis atau malah cukup dibaca dalam buku dan bukan menjadi masalah serius?

Agar teman-teman bisa menjawab semua itu yuk teman-teman simak di bawah ini.

Pengertian Skripsi

Contoh Proposal Skripsi Pengertian - bosmeal.com
Gambar Contoh Proposal Skripsi Pengertian

Sebelum kita membahas lebih jauh tentang contoh proposal skripsi, terlebih dahulu kita harus mengetahui apa itu skripsi.

Skripsi adalah sebuah karya tulis ilmiah yang berupa paparan hasil penelitian mahasiswa untuk memperoleh gelar sarjana dengan melakukan pembahasan fenomena atau masalah menggunakan kaidah-kaidah dan analisis sesuai dengan bidang atau program studinya.

Kaidah-kaidah yang digunakan pada umumnya berbeda antara kampus satu dengan kampus lainnya.

Walaupun dikatakan berbeda, akan tetapi secara umum memiliki maksud kaidah karya ilmiah yang sama.

Skripsi sendiri selain digunakan untuk mendapatkan gelar sarjana satu juga merupakan sarana untuk mengukur kemampuan mahasiswa dalam menerapkan pengetahuan berdasarkan sub bidang atau program studi yang sudah dijalankan.

Disamping itu juga skripsi juga memiliki tujuan lain, yakni sebagai sarana untuk dapat memecahkan masalah yang dialami mahasiswa.

Pemecahan masalah ini bukan dilakukan dengan serampangan, akan tetapi dilakukan dengan langkah-langkah yang metodis untuk mendapatkan hasil yang objektif, bukan berdasarkan subjektivitas atau kebaperan mahasiswa semata.

Dalam pembuatan skripsi sendiri, mahasiswa dituntut untuk dapat bekerja secara mandiri untuk dapat menyusun latar belakang masalah, tujuan hingga sistematika penulisan skripsi.

Walau mahasiswa dibilang melakukan penelitian skripsinya secara mandiri, tetapi tetap berada dibawah bimbingan dosen yang disebut dosbing atau dosen pembimbing.

Dosen pembimbing sendiri pada umumnya ada dua, yakni dosen pembimbing I dan dosen pembimbing II.

Nah dalam pembuatan skripsi, ada proses yang harus dilewati oleh mahasiswa, yakni pembuatan proposal skripsi.

Dalam pembuatan proposal skripsi inilah titik yang sangat urgent atau krusial, dimana ide yang kita tawarkan untuk menyelesaikan masalah dapat diterima atau tidak.

Untuk keputusan diterima atau tidaknya proposal skripsi kita, terlebih dahulu kita harus melakukan seminar proposal skripsi.

Seminar proposal skripsi ini umumnya terdiri dari ketua sidang, sekretaris sidang dan dua penguji.

Tujuannya adalah untuk melihat sejauh mana penguasaan materi proposal skripsi yang telah kita buat agar bisa dilihat apakah tulisan kita plagiat atau bukan.

Ciri ciri Skripsi

Ciri ciri Skripsi dan Contoh Proposal - bosmeal.com
Gambar Ciri ciri Skripsi dan Contoh Proposal

Pada kesempatan kali ini, Kita bahas ciri-ciri antara proposal skripsi dengan skripsi dari sudut pandang yang sama. Hal ini karena proposal skripsi merupakan bagian jadi skripsi.

Untuk ciri-cirinya sebagai berikut:

  • Penyusunan dan penelitian dilakukan dengan menggunakan metode penelitian ilmiah.

  • Kajian penelitian beserta hasilnya berdasarkan permasalahan atau fenomena yang ada serta relevan dengan dengan penelitian-penelitian yang dilakukan sebelumnya.

  • Proses pemecahan/analisis/pendekatan yang digunakan sesuai dengan bidang keilmuan yang telah digeluti.

  • Ditulis sesuai dengan rambu-rambu penelitian atau penulisan skripsi buatan perguruan tinggi masing-masing.

  • Ditulis sesuai dengan bahasa Indonesia yang baku, kecuali dalam bidang ilmu keahlian tertentu ditulis dengan menggunakan Bahasa Inggris.

  • Pembahasan dari skripsi maupun proposal skripsi disusun berdasarkan hasil penelitian atau observasi di lapangan.

  • Selama pembuatan atau penulisan dibimbing oleh dosen pembimbing skripsi.

  • Karya atau penelitian yang dilakukan merupakan murni hasil sendiri, bukan plagiat.

Dengan melihat ciri-ciri di atas, kita bisa mengidentifikasi sebuah karya ilmiah, apakah karya tersebut termasuk dalam contoh proposal skripsi atau tidak.

Selain adanya ciri-ciri di atas, masih ada lagi bentuk proposal skripsi yang harus kita ketahui.

Bentuk bentuk Proposal Skripsi

Bentuk Bentuk Contoh Proposal Skripsi - bosmeal.com
Bentuk Bentuk Contoh Proposal Skripsi

Setelah kita mengetahui pengertian skripsi dan juga proposal skripsi, kita perlu juga mengetahui bentuk dari proposal skripsi.

Pada umumnya bentuk proposal skripsi di setiap kampus berbeda-beda. Perbedaan ini untuk menunjukkan ciri khas dari kampus dan juga untuk mencegah terjadinya plagiarisme yang dilakukan mahasiswa.

Ada berbagai macam contoh proposal skripsi yang bertebaran, baik itu dalam bentuk cetak maupun di internet.

Contoh contoh proposal skripsi tersebut memiliki kesamaan dan juga perbedaan dalam hal bentuknya.

Kemudian Perbedaan-perbedaan ini secara umum dapat terbagi menjadi dua bentuk, yakni proposal skripsi mini dan proposal skripsi penuh.

1. Proposal Skripsi Mini

Bentuk proposal skripsi yang pertama adalah proposal skripsi mini. Proposal skripsi mini adalah proposal yang hanya dibuat dalam satu bab tetapi di dalamnya telah mencangkup tiga bab dari skripsi.

Nah dalam pengerjaannya, proposal skripsi mini memiliki kelemahan yakni waktu penulisan skripsi nantinya yang lebih lama.

Hal ini karena mahasiswa harus mengerjakan bab-bab selanjutnya, yakni mulai dari bab 2 sampai selesai secara terpisah.

Kemudian proposal skripsi mini sendiri memiliki keuntungan waktu pembuatan proposal yang relatif cepat. Kemudian waktu sidangnya pun tidak harus menunggu sampai 3 bab, tetapi cukup 1 bab dalam proposal itu.

Kemudian jika terdapat revsi yang cukup lumayan, maka untuk pengerjaan revisinya tidak begitu membutuhkan waktu yang relatif lebih lama.

2. Proposal Skripsi Penuh

Bentuk selanjutnya dari proposal skripsi mini adalah proposal skripsi penuh.

Proposal skripsi penuh sendiri merupakan proposal yang dibuat dengan menggunakan susunan bentuk bab, mulai dari bab 1, bab 2 dan bab 3 serta ditutup dengan daftar pustaka.

Selain itu juga mungkin sebagian kampus ada yang sudah menyentuh dalam bab 4. Hal ini sangat berbeda dengan proposal skripsi mini.

Proposal skripsi penuh memiliki keuntungan yaitu penyusunan skripsi yang lebih cepat karena mahasiswa sudah membuat bab-babnya terlebih dahulu.

Akan tetapi terdapat kelemahan dalam proposal skripsi penuh, yakni waktu penulisan proposal yang relatif lebih lama. 

Selain itu untuk dapat sidan proposal dibutuhkan kelengkapan tulisan mulai bab 1 sampai bab 3.

Belum lagi jika terdapat revisi yang cukup lumayan, maka teman-teman pun akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menyelesaikannya.

Nah itu tadi bentuk bentuk proposal skripsi. Kalau di kampus teman-teman termasuk yang mana bentuk proposal skripsinya?

Yuk kasih contoh proposal skripsinya teman-teman, biar yang lainnya juga tahu bagaimana contoh bentuk proposal skripsi nya.

Artikel Terkait: Contoh Proposal Kegiatan yang Super Kreatif

Cara Membuat Proposal Skripsi

Cara Membuat Contoh Proposal Skripsi - bosmeal.com
Cara Membuat Contoh Proposal Skripsi

Setelah bersama kita mengetahui bentuk proposal skripsi, kita juga perlu mengetahui cara membuat proposal skripsi itu sendiri.

Dengan mengetahui cara membuat skripsi, maka kita pun juga akan bisa membuat contoh proposal skripsi.

Dalam membuat proposal skripsi sendiri mengacu pada bentuknya terbagi menjadi dua cara, yakni cara membuat proposal skripsi mini dan membuat proposal skripsi penuh.

1. Cara Membuat Proposal Skripsi Mini 

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, jika proposal mini merupakan proposal yang didalamnya terdapat 3 bab yang dikumpulkan menjadi satu bab. berikut ini sistematika pembuatan proposal mini nya.

1. Membuat Cover Proposal Skripsi

Langkah pertama dalam sistematika penulisan proposal skripsi mini adalah membuat cover. Cover sendiri merupakan halaman awal yang akan langsung terlihat dan menjadi yang pertama kali dilihat oleh pembimbing maupun penguji.

Dalam cover proposal skripsi sendiri pada umumnya berisikan judul, logo, nama penyusun, nomor induk mahasiswa, nama program studi, jurusan, nama universitas, dan paling bawah tahun pembuatan.

2. Membuat Lembar Judul

TAhap selanjutnya dalam pembuatan proposal skripsi mini adalah lembar judul. Pada lembar judul ini tidak semua kampus menggunakannya. Ada yang menggunakan ada yang tidak.

Untuk isi dari lembar judul sendiri hampir sama dengan cover, hanya saja tidak terdapat logo kampus dan juga nama kampus di bagian bawah.

Pada lembar judul hanya berisikan judul apa yang akan kita ajukan.

3. Membuat Lembar Pengesahan

Tahap selanjutnya dalam pembuatan proposal skripsi adalah membuat lembar pengesahan. Lembar pengesahan sendiri biasanya dibuatkan format oleh kampus masing-masing. 

Pada lembar judul hanya berisikan judul dan nama pembimbing serta pimpinan kampus dan prodi.

Pada lembar pengesahan ini kebanyakan tidak ditandatangani oleh dosen pembimbing skripsi. Proses penandatanganan biasanya dilakukan di akhir setelah semua skripsi selesai dilakukan.

Adapun bentuk ACC dari dosen pembimbing untuk mengikuti sidang proposal skripsi berupa tanda tangan pengesahan di cover saja.

4. Membuat Kata Pengantar

Selanjutnya dalam membuat proposal skripsi mini adalah kata pengantar. Di dalam contoh kata pengantar sendiri berisikan pernyataan pengantar dari penulis tentang maksud dan tujuan dari penulisan proposal skripsi.

Selain itu juga di dalam kata pengantar berisikan tentang ucapan terima kasih kepada pihak-pihak kampus dan pihak-pihak yang membantu penulis.

5. Membuat Daftar Isi

Daftar isi memang menjadi susunan proposal skripsi yang nomor 5, akan tetapi dalam pembuatannya, daftar isi tidak bisa dibuat di awal. Kita harus menunggu selesainya proposal skripsi baru bisa membuat contoh daftar isi.

Adapun kegunaan dari daftar isi adalah untuk memudahkan pembaca maupun penguji dalam menemukan bagian-bagian atau sub bab dalam proposal skripsi.

6. Membuat Daftar Tabel dan Gambar

Daftar tabel dan gambar sendiri sama dengan daftar isi, tidak bisa dibuat di awal. Fungsi dari daftar tabel dan gambar adalah untuk memudahkan pembaca maupun penguji dalam mencari tabel maupun gambar yang berkaitan dengan pembahasan.

Daftar tabel dan juga gambar ini dibuat hanya ketika kita memiliki tabel di dalam bahasan proposal skripsi.

Pembuatannya disendirikan, daftar tabel sendiri, daftar gambar sendiri. Jika di dalam proposal skripsi tidak ada tabel, maka kita tidak perlu membuat daftar tabel mya.

7. Membuat Daftar Lampiran

Point selanjutnya dalam membuat proposal skripsi mini adalah membuat daftar lampiran. DAftar lampiran sendiri merupakan lampiran-lampiran penting yang dibutuhkan untuk menyelesaikan skripsi, bisa lampiran surat penelitian, lampiran berkas, dan lain sebagainya.

8. Membuat BAB I Pendahuluan

Bab selanjutnya adalah bab I pendahuluan. Dalam bab ini terkadang tidak ditulis BAB I, akan tetapi ditulis proposal skripsi dan judul.

Kemudian dalam bab ini memiliki urutan isi berupa

  • Latar belakang
  • Rumusan masalah
  • Tujuan penelitian
  • Manfaat penelitian
  • Kerangka teori atau kerangka berpikir
  • Kerangka konsep
  • Metode penelitian
  • Serta teknik pengumpulan data
  • Teknik analisis data dan 
  • Sistematika penulisan

9. Membuat Daftar Pustaka

Setelah semua data lengkap, selanjutnya kita juga harus membuat daftar pustaka. Daftar pustaka sendiri digunakan sebagai daftar bahan referensi atau literatur yang sudah kita gunakan untuk melakukan penelitian.

Dalam menggunakan referensi itu bisa diambil dari buku, jurnal, penelitian sebelumnya, media.

Data-data yang kita masukkan yang bukan dari analisis pribadi maka harus disertakan dalam halaman daftar pustaka.

Kemudian salah satu cara paling mudah untuk membuat daftar pustaka adalah dengan cara copy paste footnote yang sudah kita gunakan. Lalu tinggal edit menurut kaidah daftar pustaka atau menurut aturan kampus masing-masing.

10. Membuat Lampiran

Lampiran sendiri dalam proposal skripsi kebanyakan jarang digunakan, baik itu untuk studi kepustakaan maupun penelitian lapangan.

Pada umumnya lampiran sendiri berupa scan atau fotokopi lampiran berkas-berkas yang dibutuhkan untuk melengkapi data-data penelitian dalam tugas akhir. 

Isi dari lampiran bisa berupa surat penelitian ataupun berkas-berkas dari tempat penelitian. Pada umumnya surat penelitian maupun berkas lainnya akan dibuatkan ketika sudah ujian atau sidang proposal.

Bagaimana teman-teman, sudah dapat mengidentifikasi contoh proposal skripsi mini? Atau malah kampus teman-teman menggunakan cara di atas?

Jangan Lewatkan: Contoh Penutup Makalah yang Baik dan Benar

2. Cara Membuat Proposal Skripsi Penuh

Setelah bersama kita mengetahui cara membuat proposal skripsi mini, selanjutnya kita pun juga harus mengetahui contoh proposal skripsi penuh.

Dalam penulisannya ada kesamaan mulai dari cover sampai daftar tabel, gambar dan juga lampiran. Hanya saja dalam konten atau sistematikanya menggunakan bab bab, yakni BAB I, II, dan III.

Berikut ini sistematika penulisan proposal skripsi penuh:

1. Membuat cover proposal skripsi

2. Membuat lembar judul

3. Membuat lembar pengesahan.

4. Membuat kata pengantar

5. Membuat daftar isi

6. Membuat daftar tabel dan gambar

7. Membuat daftar lampiran

8. Membuat isi proposal

9. Membuat daftar pustaka

10. Membuat lampiran

Untuk membuat isi proposal sendiri sebenarnya memiliki bentuk yang hampir sama dengan proposal skripsi mini.

Hanya saja dalam proposal skripsi penuh ini dibagi menjadi beberapa BAB sehingga akan lebih mudah dalam mengerjakan.

Berikut ini sistematika proposal skripsi penuh:

A) BAB I Pendahuluan

Dalam bab I pendahuluan ini tidak sebanyak proposal skripsi mini. Adapun isi dari bab I pendahuluan adalah

  • Latar Belakang Masalah
  • Perumusan Masalah
  • Batasan Masalah
  • Tujuan Penelitian
  • Manfaat Penelitian

B) BAB II Tinjauan Pustaka

Dalam bab 2 ini berisikan tinjauan pustaka. Tinjauan pustaka ini berisikan:

  • Landasan Teori
  • Kerangka Pemikiran

Nah dalam membuat landasan teori dan juga kerangka pemikiran, sebaiknya kita membuatnya sesuai dengan kebutuhan proposal.

Kita tidak perlu membuat landasan teoritis terlalu banyak, cukup ditulis apa yang dibutuhkan semata. Baru kemudian ketika sudah seminar proposal kita bisa menganalisis lebih jauh tentang tinjauan pustaka.

C) BAB III Metode Penelitian

Dalam bab 3 proposal penelitian penuh ini berisikan 

  • Tempat dan Waktu Penelitian
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Teknik Analisis Data
  • Analisis Sistem

Untuk mengembangkan contoh proposal skripsi menjadi susunan skripsi, tinggal tambahkan pemaparan data dan analisis yang ditutup dengan kesimpulan saja ya.

Sekarang teman-teman sudah bisa membedakan mana contoh proposal skripsi mini dan juga penuh bukan?

Sistematika Penulisan Proposal Skripsi

Sistematika Penulisan Proposal Skripsi - bosmeal.com
Sistematika Penulisan Proposal Skripsi

Setelah kita bersama mengetahui tentang cara membuat proposal skripsi, kita juga perlu mengetahui langkah-langkah dalam penyusunan sebuah proposal skripsi.

Adapun langkah-langkah dalam penyusunan proposal skripsi adalah

  1. Mencari ide penelitian serta apa yang akan diteliti yang kemudian dituangkan dalam bentuk proposal skripsi. Dalam mencari ide, sebaiknya dipikirkan sejak awal-awal masuk perkuliahan.

  2. Mencari referensi atau literatur baik berupa buku, jurnal, maupun media elektronik yang sesuai untuk mendukung proposal penelitian skripsi.

  3. Membuat outline latar belakang dan rumusan masalah terlebih dahulu agar point-point penting pembahasan dapat difokuskan dan lebih sistematis.

  4. Membuat tahapan penelitian dengan cara membuat diagram alir.

  5. Menentukan metode penelitian yang sesuai untuk memecahkan rumusan masalah yang telah dibuat beserta batasannya.

  6. Selanjutnya membuat judul proposal skripsi yang sesuai dengan penelitian. Dalam membuat judul proposal skripsi jang terlalu luas dan juga terlalu sempit.
    Usahakan sudah ada angan-angan mau dibawa kemana penelitian ini dan hipotesisnya seperti apa agar nantinya judul tidak menjadi penghambat penyusunan skripsi Anda.
  7. Menyusun outline proposal skripsi sesuai dengan kaidah atau panduan kampus masing-masing, mulai dari latar belakang hingga metode penelitian.

  8. Terakhir baru melengkapi outline proposal skripsi yang sudah dibuat serta jangan lupa untuk selalu berdiskusi dengan dosen pembimbing agar penulisan proposal skripsi dapat berjalan lancar.

Baca Juga: Contoh Proposal Usaha untuk UMKM

Cara Membuat Skripsi

Cara Membuat Proposal Skripsi - bosmeal.com
Cara Membuat Proposal Skripsi

Setelah bersama kita membicarakan tentang proposal skripsi, perlu kiranya juga kita mengetahui bagaimana cara membuat skripsi itu sendiri.

Cara membuat skripsi atau sistematika penulisan skripsi setiap kampus berbeda-beda. Akan tetapi secara umum memiliki kaidah yang sama, yakni:

1. Mengajukan Judul Skripsi 

Dalam proses ini kita mengajukan judul beserta outline latar belakang, rumusan masalah, tujuan, variabel, metode, dan teknik analisis untuk dilihat seberapa penting dan menariknya judul atau masalah ini untuk dibahas.

2. Mengajukan Proposal Skripsi

Setelah judul di ACC, berikutnya adalah menulis proposal skripsi. Untuk formatnya disesuaikan dengan kampus masing-masing. Nah teman-teman bisa mengikuti tips menyusun proposal skripsi di atas.

3. Seminar Proposal Skripsi

Setelah proses panjang penulisan skripsi dan juga melakukan bimbingan, tahapan selanjutnya adalah melakukan seminar proposal skripsi.

NAh dalam seminar ini teman-teman sebaiknya memfokuskan dalam hal latar belakang masalah dan juga metode penelitiannya.

4. Melakukan Penelitian Skripsi

Setelah seminar proposal dan mendapatkan keputusan bahwa proposal skripsi pantas untuk dilanjutkan, maka selanjutnya kita akan melakukan penelitian untuk mengumpulkan data dan menganalisisnya.

Data-data tersebut bisa berupa data lapangan maupun studi kepustakaan. Setelah dianalisis kemudian dibuat kesimpulan untuk menjawab sesuai dengan rumusan masalah.

5. Ujian Skripsi

Setelah melalui proses panjang menulis skripsi yang sesuai dengan sistematika penulisan skripsi kampus, tahapan selanjutnya adalah ujian skripsi.

Proses ini merupakan proses untuk melihat sejauh mana analisis yang kita lakukan dan juga membuktikan bahwa karya tulis skripsi ni merupakan karya tulis sendiri.

Untuk itulah penguasaan metode dan juga pembahasan sangat dibutuhkan agar ketika sidang kita tidak kewalahan dalam menjawab pertanyaan penguji.

6. Revisi

Setelah hasil keputusan ujian skripsi dinyatakan diterima dan lulus dengan beberapa catatan, maka selanjutnya kita harus sesegera mungkin melakukan revisi catatan yang sudah diberikan oleh penguji.

Jika kita masih belum paham dengan catatan tersebut, jangan sungkan-sungkan untuk menemui penguji dan meminta penjelasan mengenai maksud dari catatan tersebut.

Contoh Proposal Penelitian Skripsi

Contoh Proposal Penelitian Skripsi - bosmeal.com
Contoh Proposal Penelitian Skripsi

Setelah kita bersama mengetahui apa itu skripsi dan sistematika penulisan proposal skripsi, akan lebih mudah lagi  jika mengetahui contoh proposal skripsi pendidikan pdf secara langsung.

Dengan melihat contoh proposal penelitian skripsi kuliah akan membuat teman-teman lebih mudah dalam membuatnya.

1. Contoh Proposal Skripsi Akuntansi

Contoh Proposal Skripsi Akutansi - bosmeal.com
Contoh Proposal Skripsi Akutansi

Untuk contoh yang pertama adalah contoh proposal skripsi akuntansi dengan judul Pengaruh Organisasi terhadap Sistem Akuntansi Keuangan Daerah yang ada di Kecamatan Sukamaju, Kabupaten Sukajaya.

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Berdasarkan perundang undangan pemerintah yang sudah dikeluarkan dan telah menunjukkan bahwasanya reformasi terhadap pengelolaan keuangan negara. 

Bukti peraturan perundang-undangan tentang reformasi terhadap pengelolaan keuangan negara adalah Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 yang berkaitan dengan Keuangan Negara.

Kemudian Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 yang berkaitan dengan Perbendaharaan Negara, serta Undang-undang Nomor 15 Tahun 2004 yang berkaitan dengan Pemeriksaan Pengelolaan Dana Serta Tanggung Jawab Keuangan Negara.

Berdasarkan materi perundang undangan yang ada kemudian diturunkan menjadi perda sebagai landasan hukum dalam menjalankan sistem keuangan daerah.

Penggunaan perundang-undangan tentunya dibutuhkan juga pengujian yang nyata. 

Kemudian penelitian ini dilakukan untuk menguji terhadap Faktor Keperlakukan Organisasi Pada Kegunaan Sistem Akuntansi Keuangan Daerah.

Untuk proses yang dilakukan adalah dengan cara menguji Sistem Akuntansi Keuangan Daerah yang ada di Kecamatan Sukamaju, Kabupaten Sukajaya.

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah faktor organisasi berpengaruh terhadap peningkatan Sistem Akuntansi Keuangan Daerah?
  2. Apakah organisasi dengan variabel intervening akan memberikan pengaruh terhadap peningkatan kegunaan Sistem Akuntansi Keuangan Daerah?

C. Tujuan Penelitian

  1. Untuk melakukan pengujian terhadap faktor organisasi dalam membantu meningkatkan kegunaan dari Sistem Akuntansi Keuangan Daerah
  2. Sebagai bentuk pengujian secara tidak langsung terhadap faktor-faktor organisasi tersebut dengan melalui variabel intervening sehingga dapat membantu di dalam meningkatkan konflik kongestif 

Untuk menurunkan konflik afektif yang pada waktunya dapat meningkatkan kegunaan dari Sistem Akuntansi Keuangan Daerah.

D. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat penelitian ini terbagi menjadi dua, yakni

1. Manfaat Secara Akademik

Mampu menambah literatur bidang yang berkaitan dengan Faktor Keperlakuan Organisasi dan kaitannya dengan Kegunaan Sistem Akuntansi Keuangan Daerah

2. Manfaat Secara Praktis

Sebagai bahan pertimbangan serta masukan untuk pemerintah daerah di dalam implementasinya terhadap kegunaan Sistem Akuntansi Keuangan Daerah.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

 

A. Pengertian Sistem Akuntansi Keuangan Daerah

Akuntansi adalah sebuah sistem. Sistem sendiri merupakan sebuah kesatuan tuan yang ditopang oleh beberapa sub sistem.

DI sisi lain, sistem juga bisa dikatakan sebagai satu kesatuan yang terdiri dari bagian-bagian kecil dan saling berhubungan satu dengan lainnya dilandasi tujuan tertentu di dalamnya.

Dalam melakukan tahapan siklus akuntansi dimulai dari jurnal, pembuatan transaksi, membuat laporan keuangan, jurnal penutupan, dan juga neraca setelah dilakukannya penutupan.

B. Faktor Keperlakukan Organisasi 

Organisasi sendiri menurut sistem implementasinya dibagi menjadi tiga aspek, yakni aspek dukungan atasan, kejelasan tujuan, dan juga aspek penelitian. 

Dari ketiga faktor tersebut, menurut Chenhall sendiri didefinisikan sebagai keterlibatan manajemen di dalam mengatur untuk kemajuan proyek dan juga menyediakan sumber daya yang memang diperlukan.

Sementara itu, kejelasan tujuan memiliki definisi sebagai sebuah kejelasan sasaran serta tujuan digunakannya Sistem Akuntansi Keuangan Daerah yang ada pada semua level organisasi. 

Lebih lanjut, pelatihan adalah sebuah usaha yang digunakan untuk mengarahkan. Kemudian pelatihan berfungsi untuk membantu dalam meningkatkan pemahaman yang berkaitan dengan sistem.

Nah itu tadi contoh proposal skripsi akuntansi singkat tanpa bab 3 yang bisa teman-teman buat contoh. Tidak begitu sulit bukan teman-teman untuk membuat contoh proposal skripsi?

Artikel Terkait: Contoh Proposal Pengajuan Dana

2. Contoh Proposal Skripsi Kualitatif

Contoh Proposal Skripsi Kualitatif - bosmeal.com
Contoh Proposal Skripsi Kualitatif

Selain contoh proposal skripsi akuntansi di atas, masih ada lagi contoh proposal skripsi pendidikan yang lain.

Berikut contoh proposal skripsi kualitatif pendidikan agama islam yang dikutip dari IAIN Salatiga dengan judul Peningkatan Hasil Belajar Fiqih Materi Sholat Fardhu dan Sujud Sahwi Melalui Model Kooperatif Tipe Student Team Achievement Divisions (STAD) Pada Siswa Kelas VII A MTs Sudirman Truko Bringin Kabupaten Semarang Tahun Pelajaran 2016/2017 oleh Gatot Prahoro.

Nah dalam contoh proposal skripsi pendidikan disini ada sedikit peringkasan bahasa dengan tanpa mengurangi pesan yang disampaikan.

Peningkatan Hasil Belajar Fiqih Materi Sholat Fardhu dan Sujud Sahwi Melalui Model Kooperatif Tipe Student Team Achievement Divisions (STAD) Pada Siswa Kelas VII A MTs Sudirman Truko Bringin Kabupaten Semarang Tahun Pelajaran 2016/2017

A. Latar Belakang

Proses interaksi belajar sangat dipengaruhi oleh beberapa komponen yakni: pendidik,  peserta  didik, materi pelajaran, metode pembelajaran, sarana prasarana, lingkungan, dan beberapa komponen lain yang mendukung dalam proses pembelajaran.

Kemudian komponen lain yang tidak kalah pentingnya adalah menumbuhkan daya tarik dan semangat belajar bagi peserta didik. 

Implikasinya pada pembelajaran adalah harus adanya pemberian pengalaman yang bervariasi dengan metode yang efektif dan bervariasi. 

Penggunaan metode yang tepat dan efektif sangat berperan sekali dalam pembelajaran fiqih. Tanpa metode yang tepat, suatu materi pelajaran tidak dapat terproses secara efektif dan efisien dalam kegiatan belajar mengajar menuju tujuan pendidikan yang diharapkan.

Jika metode pendidikan yang digunakan tidak efektif malah akan menjadi penghambat kelancaran proses belajar mengajar.

Kemudian berdasarkan pengamatan di lapangan, proses pembelajaran di sekolah dewasa ini kurang meningkatkan kreativitas siswa.

Para pendidik cenderung menggunakan metode konvensional secara monoton dalam  kegiatan  pembelajaran  di  kelas. Hal ini membuat proses belajar mengajar terkesan kaku dan didominasi oleh sang guru. 

Proses yang demikian membuat siswa menjadi pasif dalam pembelajaran. Maka dari itu, model pembelajaran tersebut harus ditingkatkan salah satunya dengan model Student Team Achievement Divisions (STAD).

Dengan menggunakan metode ini, siswa akan dibiasakan bekerja kelompok dan saling membantu dalam memahami materi fiqih pada shalat fardhu dan sujud sahwi.

Dengan demikian sangat diharapkan siswa lebih konsentrasi terhadap pelajaran, lebih senang, tertarik dengan pelajaran dan dapat menyelesaikan soal-soal yang berhubungan  dengan materi. 

B. Rumusan Masalah

Apakah metode kooperatif tipe STAD (Student Team Achievement Divisions) dapat meningkatkan hasil belajar fiqih materi Shalat Fardhu dan Sujud Sahwi kelas VII A MTs Sudirman Truko Bringin Kabupaten Semarang Tahun Pelajaran 2016/2017?

C. Tujuan Penelitian 

Untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar pada pelajaran fiqih materi Shalat Fardhu dan Sujud Sahwi kelas VII A MTs Sudirman Truko Bringin Kabupaten Semarang Tahun Pelajaran 2016/2017 dengan metode kooperatif tipe STAD (Student Team Achievement Divisions).

D. Manfaat penelitian 

1. Secara teoritis 

Diharapkan dapat dijadikan suatu inovasi baru dalam pendidikan dengan menggunakan metode pembelajaran STAD pada MTs.  

2. Secara praktis 

  • Menambah wawasan pengetahuan dalam penyelesaian kegagalan siswa dalam kegiatan belajar dan mengajarnya.
  • Memberikan pengalaman langsung kepada guru untuk memecahkan problematika secara sistematis dan terstruktur terkait dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD di madrasah, khususnya di kelas VII A MTs Sudirman Truko Bringin.  
  • Meningkatkan kesadaran guru untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran. 

E. Definisi Operasional

1. Peningkatan 

Menurut WJS Poerwadarminta peningkatan merupakan suatu bentuk hasil usaha mempertinggi atau membuat lebih. Sedangkan. Sedangkan kemampuan adalah kesanggupan, keterampilan, atau kekuatan.” 

2. Prestasi Belajar 

Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, prestasi adalah sesuatu  yang  dicapai. Sedangkan istilah belajar diartikan sebagai bagaimana siswa belajar memperoleh dan memproses pengetahuan, keterampilan, dan sikap. 

Kemudian prestasi belajar dalam penelitian ini merupakan suatu hasil yang sudah dicapai, dan dapat dilihat sebagai suatu proses.

Untuk itulah dibutuhkan pengoptimalan semua komponen belajar untuk membuat siswa terlibat dan aktif dalam proses memperoleh pengetahuan tersebut. 

3. Pembelajaran Kooperatif 

Secara umum, pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran yang secara sadar dan sengaja untuk mengembangkan interaksi antar siswa dalam memahami materi pelajaran 

4. Tipe STAD 

Slavin mengembangkan pembelajaran Tipe STAD yang merupakan salah satu tipe kooperatif yang menekankan adanya aktivitas dan interaksi diantara para siswa.

Tujuannya untuk saling memotivasi dan saling membantu para siswa dalam menguasai materi pelajaran guna mencapai prestasi yang maksimal. 

F. Kajian Pustaka

Penelitian kajian belajar fiqih dengan menggunakan metode STAD bukanlah yang pertama kali dilakukan.

Penelitian ini pernah dilakukan oleh Umar Faruk dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dengan judul peningkatan hasil belajar fiqih kelas VII dengan metode STAD di MTs Negeri Gunung Kidul Yogyakarta.

Hasil kesimpulannya, penerapan metode STAD pada mapel PAI dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Buktinya terdapat peningkatan dari  siklus I ke siklus II yang telah memenuhi klasikal ketuntasan penelitian yaitu 85%.

Selain penelitian di atas, penelitian dengan menggunakan penerapan metode STAD juga pernah dilakukan oleh Markus Widiyantoro dengan judul peningkatan hasil belajar Matematika melalui metode STAD bagi siswa kelas VIII di SMP N 1 Bringin Kabupaten Semarang.

Hasilnya penggunaan metode STAD dapat meningkatkan hasil belajar Matematika dengan nilai rata-rata 70 dan meningkat menjadi 82. JIka persentase pada siklus pertama 60%, dan meningkat pada siklus II menjadi 93%. 

Walaupun bukan merupakan penerapan pertama kali, akan tetapi terdapat perbedaan antara penelitian pertama dan penelitian penulis. Perbedaan itu terdapat pada materi yang dikaji atau diteliti.

Nah itu tadi sedikit ringkasan contoh proposal skripsi kualitatif pendidikan Agama Islam dari IAIN Surakarta. Untuk lebih jelasnya teman-teman dapat download contoh proposal skripsi pdf pada link tersebut ya.

3. Contoh Proposal Skripsi Hukum

Contoh Proposal Skripsi Hukum - bosmeal.com
Contoh Proposal Skripsi Hukum

Berikut ini contoh proposal skripsi hukum dengan judul Kedudukan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (Kppu) Dalam Sistem Ketatanegaraan Indonesia.

KEDUDUKAN KOMISI PENGAWAS PERSAINGAN USAHA (KPPU) DALAM SISTEM KETATANEGARAAN INDONESIA

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

KPPU Atau Kedudukan Komisi Pengawas Persaingan Usaha di dalam sistem ketatanegaraan Indonesia meninggalkan sebuah ketidakjelasan.

Hal ini mengingat tugas dan kewenangan dari Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU)  berkaitan dengan kewenangan lembaga Eksekutif, Yudikatif dan juga Legislatif. 

Dalam praktiknya, KPPU dapat membuat putusan (vonis), regulasi atau peraturan perundang-undangan serta sebagai pelaksana dari peraturan-perundang-undangan yang dibentuknya sendiri 

Di sisi lain, KPPU merupakan lembaga independen yang bertugas untuk mengawasi pelaksanaan Undang-Undang tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. 

Dengan banyaknya wewenang dan status dari KPPU, lantas dimanakah letak Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU)  dalam sistem ketatanegaraan di Indonesia?

apakah KPPU merupakan lembaga eksekutif, legislatif atau yudisial.

Sementara jika mengacu pada beberapa pendapat seperti John Locke tentang pemisahan kekuasaan maka kekuasaan negara dibagi menjadi tiga.

Diantaranya yakni: kekuasaan legislatif (membuat peraturan undang-undang), kekuasaan eksekutif (melaksanakan undang-undang yang di dalamnya termasuk kekuasaan mengadili), dan kekuasaan federatif (kekuasaan yang meliputi segala tindakan untuk mengamankan negara).

Sedangkan menurut Van Vollenhoven, fungsi fungsi kekuasaan negara terbagi menjadi empat bagian yang dikenal dengan “catur praja”.

Diantaranya yaitu: Regeling (fungsi legislatif); Bestuur (fungsi eksekutif); Rechtspraak (fungsi yudikatif); dan Politie (fungsi keamanan dan ketertiban negara)

Bentuk kekuasaan yang terbagi-bagi secara ideal bersinergi untuk menciptakan pemerintahan yang demokratis dan equal. 

Konsep pembagian atau pemisahan kekuasaan yang biasa disebut trias politika dapat menimbulkan penafsiran yang berbeda.

Terlebih jika masing-masing kekuasaan merasa mandiri dan menjadi superior, sehingga pada akhirnya akan menciptakan absolutisme baru di tiap lembaga.

Selanjutnya mengacu pada pendapat Montesquieu, sebagai penggagas dari trias politika, setiap kekuasaan tidak dapat terpisah sebab tak ada kekuasaan yang berdiri sendiri.

Untuk menjamin agar kekuasaan masing-masing tidak melampaui batas maka diperlukan suatu sistem checks and balances system (sistem pengawasan dan keseimbangan)

Fungsinya adalah setiap kekuasaan saling mengawasi dan mengontrol satu dengan yang lainnya. 

Selanjutnya jika melihat dari kewenangan yang didapatkan oleh KPPU, maka akan tampak beberapa kerancuan di dalam status lembaga tersebut.

Dari sinilah kemudian perlu kajian dan analisis lebih jauh mengenai kedudukan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dalam sistem ketatanegaraan Indonesia.

Hal ini mengingat posisi dan kedudukan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) yang masih belum jelas dalam sistem ketatanegaraan Indonesia.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan yang digunakan adalah:

1. Bagaimana kewenangan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) apabila dihubungkan dengan konsep pemisahan kekuasaan ?

2. Bagaimanakah kedudukan dan hubungan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dengan lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif di Indonesia ?

C. Tujuan Penulisan 

Untuk mendeskripsikan kewenangan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) apabila dihubungkan dengan konsep pemisahan kekuasaan.

Untuk menganalisis kedudukan dan hubungan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dengan lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif di Indonesia.

D. Manfaat Penelitian

1. Manfaat Teoritis

Untuk menambah pengetahuan penulis dalam mempelajari ilmu-ilmu yang berkaitan dengan Ilmu Hukum.

2. Manfaat Praktis

Dapat menjadi gambaran bagi masyarakat umum dan Pemerintah dalam upaya ius constituendum merancang fungsi dan kedudukan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) kedepan.

E. Kerangka Teoritis

1. Teori Pemisahan Kekuasaan

John Locke merupakan orang yang pertama kali mengembangkan teori trias politica atau pemisahan kekuasaan yang kemudian dikembangkan oleh Montesquieu.

Hal ini dilandasi dengan adanya kekuasaan yang memusat pada suatu pihak akan lebih cenderung disalahgunakan.

Oleh karena itulah muncul gagasan agar kekuasaan negara dipisah dan dipilah serta dibagikan kepada lembaga negara yang berbeda, sehingga terdapat mekanisme kontrol kekuasaan yang sistemik.

Di dalam konsep trias politika, pemerintahan yang berdaulat harus harus dipisahkan antara dua atau lebih kesatuan kuat yang bebas.

Hal ini untuk mencegah satu orang atau kelompok mendapatkan kuasa yang terlalu banyak. Tujuannya adalah agar tidak ada penyalahgunaan kekuasaan, antara legislatif, eksekutif dan yudikatif.

Kemudian, meskipun sudah dilakukan pemisahan kekuasaan, perlu dilakukan juga check and balance (pengawasan dan keseimbangan) diantara mereka.

2. Pengawasan Terhadap Trias Politica 

Untuk menjamin kekuasaan yang tidak melampaui batas, maka diperlukan checks and balances system (sistem pengawasan dan keseimbangan). 

Sistem Checks and balances menjadi sebuah tolak ukur kemapanan konsep negara hukum dalam rangka mewujudkan demokrasi. 

Prinsip yang digunakan adalah adanya upaya pengawasan dan keseimbangan antara badan-badan yang mengatur dalam tatanan pemisahan kekuasaan.

3. Konsep Trias Politica

Seperti yang sudah diketahui bersama jika Konsep Trias Politika merupakan ide pokok dalam Demokrasi Barat dan mulai berkembang sejak abad XVII dan XVIII.

Di dalam Trias Politika memiliki anggapan bahwa konsep kekuasaan terbagi menjadi tiga bagian, yaitu kekuasaan legislatif atau membuat undang-undang, kekuasaan eksekutif atau kekuasaan melaksanakan undang-undang, dan kekuasaan yudikatif atau kekuasaan mengadili atas pelanggaran undang-undang.

Pembagian kekuasaan ini sebaiknya tidak diserahkan kepada orang yang sama untuk mencegah penyalahgunaan kekuasaan.

Dengan begitu, hak-hak asasi warga negara diharapkan dapat lebih terjamin. 

Ide pemisahan ini memiliki tujuan untuk memelihara kebebasan politik. Tujuan ini tidak akan terbentuk tanpa adanya keamanan masyarakat dalam negeri.

Pembagian kekuasaan ini memiliki tugas dan fungsi masing-masing, baik itu legislatif, eksekutif maupun yudikatif. 

Akan tetapi kenyataannya, konsep trias politika yang ditawarkan oleh John Locke bukan untuk masyarakat secara umum, tetapi lebih dikaitkan dengan para kaum bangsawan semata.

Prakteknya, 3 kekuasaan dalam trias politika,  2 berada di tangan raja/ratu dan 1 berada di tangan kaum bangsawan. 

Konsep dari John Locke ini kemudian dikembangkan dan disempurnakan oleh Montesquieu. 

F. Metode Penelitian

Adapun metode penelitian ini menggunakan penelitian hukum normatif, yang mana merupakan pengkajian terhadap hal-hal yang berkaitan dengan status, kewenangan dan kedudukan dari Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) di dalam peraturan perundang-undangan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

Kajian itu baik dalam rangka aturannya maupun dalam rangka implementasinya di lapangan.

Selanjutnya untuk mendapatkan data yang lebih komprehensif maka metode penelitian dilakukan dengan dua cara, yakni studi kepustakaan (library research) dan juga studi lapangan (field research)

Kemudian proses pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan pendekatan analisis korelasional.

Tujuan dari metode pendekatan analisis ini adalah untuk menguji hubungan antara Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dengan Lembaga Eksekutif, Legislatif dan yudikatif.

Kemudian pengujian yang dilakukan dihubungkan dengan tugas dan kewenangan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) di Indonesia berdasarkan teori Pemisahan kekuasaan di Indonesia.

G. Sistematika Penulisan

Sudah menjadi hal yang wajar agar menjadi pembahasan yang runtut maka dibutuhkanlah rasionalisasi dan sistematika pembahasan. Adapun sistematika pembahasan penelitian yang hendak dilakukan adalah sebagai berikut.

Bab pertama merupakan bagian awal penelitian. Pada bab ini merupakan pendahuluan yang memaparkan latar belakang persoalan dan permasalahan yang akan dilakukan penelitian dalam tulisan ini.

Di dalam bagian awal penelitian ini menjelaskan juga tentang batasan-batasan penelitian yang dirangkum dalam pertanyaan-pertanyaan penelitian.

Dari situlah kemudian menjadi bahan analisis dalam pembahasan pada bab-bab berikutnya.

Memasuki bab selanjutnya, yakni bab 2 merupakan tinjauan kewenangan KPPU dalam sistem hukum Indonesia.

Hal yang dikaji dalam bab ini adalah sejarah berlakunya dasar hukum peraturan perundang-undangan tentang Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) maupun upaya-upaya sinergitas untuk meningkatkan tugas dan wewenang Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) di Indonesia.

Setelah mengetahui sejarah dari KPPU, kemudian sudah saatnya untuk memasuki bab ketiga penelitian.

Pada bab 3 penelitian ini membahas tentang kedudukan KPPU dalam sistem hukum Indonesia.

Adapun yang menjadi titik fokus dalam bab ketiga ini adalah untuk mengkaji lebih jauh tentang metodologi yang digunakan dalam menganalisis fungsi kelembagaan negara dengan KPPU ini.

Pembahasan dalam bab ketiga ini merupakan penjelasan dari langkah-langkah atau step metodis untuk menganalisa dan menjawab rumusan permasalahan dalam bab pertama.

Selanjutnya memasuki bab yang paling krusial yaitu bab analisis yang merupakan elemen kunci penelitian. 

Dalam bab ini akan dipaparkan analisis yang diberikan oleh penulis untuk memecahkan permasalahan yang muncul dalam bab satu.

Setelah memaparkan berbagai argumen dan perdebatan yang panjang, sudah saatnya untuk memasuki bab kelima yaitu bab penutup. Dalam bab ini berisikan kesimpulan dan saran.

Kesimpulan ini merupakan jawaban dari rumusan masalah pada bab pertama sekaligus solusi yang dimunculkan dalam permasalahan.

Nah itu tadi contoh proposal skripsi hukum yang bisa teman-teman jadikan acuan. 

Contoh proposal tugas akhir atau contoh proposal skripsi hukum di atas berbentuk proposal skripsi mini karena di dalamnya sudah mencangkup tiga bab yang dijadikan dalam satu bab.

Untuk contoh proposal tugas akhir atau contoh proposal skripsi hukum penuhnya mungkin bisa teman-teman buat sendiri saja ya.

Baca Lanjut: Contoh Abstrak Makalah yang Penting

4. Contoh Proposal Skripsi Pendidikan Kuantitatif

Contoh Proposal Skripsi Pendidikan Kuantitatif - bosmeal.com
Contoh Proposal Skripsi Kuantitatif

Contoh proposal skripsi pendidikan dibawah ini lebih cocok untuk Kamu mahasiswa Pendidikan khususnya PAI.

Kamu dapat membaca contoh proposal skripsi pendidikan kuantitatif berikut yang berjudul Pengaruh Hasil Belajar PAI terhadap Akhlak Siswa Kelas VII SMP N 1 Rembang.

Pengaruh Hasil Belajar PAI terhadap Akhlak Siswa Kelas VII SMP N 1 Rembang

A. Latar Belakang

Pendidikan merupakan suatu usaha sadar oleh keluarga, masyarakat maupun pemerintah dengan bentuk kegiatan berupa bimbingan, pengajaran, dan latihan, yang berlangsung di sekolah maupun diluar  sekolah.

Adapun tujuan dari pendidikan adalah untuk mempersiapkan peserta didik agar di masa yang akan datang dapat memainkan peranan dalam berbagai lingkungan hidup secara tepat

Bentuk-bentuk pendidikan dapat berupa pendidikan formal, non formal, dan informal dengan sistem pengalaman yang terprogram dan berlangsung berlangsung seumur hidup.

Tujuannya adalah untuk mengoptimalisasi pertimbangan kemampuan-kemampuan individu, agar di kemudian hari dapat memainkan peranan hidup secara tepat.

Akan tetapi pada masa sekarang, banyak problematika atau permasalahan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia, mulai dari permasalahan politik, ekonomi, hingga masalah agama. 

Dari problematika yang muncul memiliki imbas pada timbulnya krisis seperti krisis ekonomi, krisis kesehatan, hingga krisis akhlak.

Padahal budi pekerti atau akhlak merupakan titik sentral dalam pendidikan. Di dalam kehidupan semua orang terkhusus pada remaja, pendidikan agama memiliki peranan yang sangat penting.

Terlebih maraknya kasus degradasi moral pada remaja di negara Indonesia juga dampak negatif dari kemajuan teknologi informasi.

Tanpa diimbangi dengan keimanan di dalam diri remaja, membuat kasus tawuran antar pelajar, tindak kekerasan, berbicara kotor, pelecehan seksual, narkoba semakin bertambah. 

Di satu sisi, indikator keberhasilan pembelajaran dapat dilihat dari hasil yang diraih oleh peserta didik, khususnya pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.

Adanya sebuah pembelajaran yang baik, maka hasil maupun prestasi yang diperoleh peserta didik juga akan optimal.

Sehingga indikator keberhasilan dalam pembelajaran Agama Islam, peserta didik dapat mengalami perubahan dalam akhlak.

Senada dengan ajaran Islam yang salah satu misinya adalah membimbing manusia berakhlak mulia. Maka implikasinya, jika ada yang melanggar akhlak atau tata krama akan akan mendapat sanksi atau siksa dari Tuhan.

Disisi lain, hakikat akhlak sendiri merupakan suatu sifat yang tertanam pada diri manusia. Penanaman akhlak, baik dan buruknya tergantung dari pembentukan, pembinaan, dan juga pergaulan sehari-harinya.

Dengan adanya akhlak yang baik, maka semangat belajar pada siswa pun akan semakin baik, serta memiliki motivasi dan juga kemauan untuk belajar lebih baik lagi.

Sebaliknya, semakin rendah minat belajar maka akan menjadi semakin rendah pula akhlak yang dimiliki oleh siswa tersebut.

B. Rumusan Masalah 

1. Bagaimana hasil belajar PAI siswa Kelas VII SMP N 1 Rembang? 

2. Bagaimana akhlak siswa kelas Kelas VII SMP N 1 Rembang? 

3. Apakah ada pengaruh antara hasil belajar PAI terhadap akhlak siswa kelas Kelas VII SMP N 1 Rembang? 

C. Tujuan Penelitian 

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 

1. Menjelaskan hasil belajar siswa Kelas VII SMP N 1 Rembang. 

2. Menjelaskan akhlak siswa kelas VIII SMP Negeri 13 Malang. 

3. Menjelaskan pengaruh hasil belajar PAI terhadap akhlak siswa Kelas VII SMP N 1 Rembang. 

D. Manfaat Penelitian 

1. Manfaat teoritis 

a. Dengan adanya penelitian ini dapat dijadikan pertimbangan untuk lebih memperhatikan pengaruh hasil belajar terhadap akhlak siswa Kelas VII SMP N 1 Rembang. 

b. Menjadikan referensi mahasiswa untuk membahas kajian penelitian tentang hasil belajar PAI dan akhlak siswa Kelas VII SMP N 1 Rembang. 

2. Manfaat praktis 

a. Bagi sekolah, penelitian ini dapat dijadikan pertimbangan untuk lebih memperhatikan hasil belajar PAI terhadap akhlak siswa Kelas VII SMP N 1 Rembang. 

b. Bagi siswa, sebagai masukan bagi seluruh siswa Kelas VII SMP N 1 Rembang. 

E. Hipotesis Penelitian

Dalam membuat sebuah hipotesis penelitian tidak bisa dilakukan dengan serta merta.

Hal ini karena hipotesis merupakan suatu jawaban sementara terhadap masalah penelitian yang  secara  teoritis  dianggap  paling  mungkin  dan  paling  tinggi  tingkat kebenarannya.

Dalam hipotesis sendiri terbagi menjadi dua jenis, yakni hipotesis nol yang menyatakan tidak ada pengaruh / tidak ada hubungan / tidak ada perbedaan.

Jenis yang kedua adalah hipotesis alternatif yang menunjukkan ada pengaruh / ada hubungan / ada perbedaan. 

Selanjutnya, berdasarkan jenis hipotesis yang ada, maka hipotesis dari penelitian ini adalah 

1. Hasil belajar PAI tidak memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap akhlak siswa Kelas VII SMP N 1 Rembang. 

2. Hasil belajar PAI memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap akhlak siswa Kelas VII SMP N 1 Rembang.

F. Ruang Lingkup Penelitian 

Dalam penelitian ini mengingat kemampuan dari peneliti yang masih terbatas, ditambah lagi wakti, materi, fasilitas serta ilmu yang masih terbatas, maka peneliti memberikan batasan dalam bahasan.

Peneliti hanya akan membahas masalah yang berhubungan dengan hasil belajar PAI Kelas VII dan akhlak siswa Kelas VII serta pengaruh hasil belajar PAI terhadap akhlak siswa Kelas VII SMP N 1 Rembang. 

G. Orisinalitas Penelitian 

Penelitian yang sudah ada sekarang tidak akan bisa terlepas dari penelitian terdahulu. Baik itu secara keseluruhan maupun hanya sebagian.

Perbedaan antara penelitian terdahulu dengan sekarang hanyalah pada metode dan objek penelitiannya.

Begitu pula dengan penelitian ini, peneliti sendiri juga mengambil referensi dari penelitian terdahulu. Meskipun demikian, peneliti akan tetap menjaga orisinalitas dalam penelitian maupun hasil dari penelitian itu.

Maka dari itu, peneliti akan memaparkan dan menguraikan penelitian terdahulu serta persamaan maupun perbedaannya.

Penelitian yang pertama merupakan hasil penelitian dari Sri Sapitri Aryanti dengan judul penelitian pengaruh aktivitas pembelajaran pendidikan agama Islam terhadap akhlak siswa di SMP Negeri 3 Karangpawitan Garut.

Penelitian yang dilakukan oleh Sri Sapitri Aryanti dengan penulis memiliki persamaan yakni sama-sama menggunakan akhlak dalam variabel dependen.

Adapun yang membedakan antara penelitian yang dilakukan oleh Sri Sapitri Aryanti dengan peneliti adalah terletak pada variabel independennya, yaitu aktivitas pembelajaran pendidikan agama Islam, jumlah subjek penelitian, menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif.

Dari sini kemudian dapat dilihat orisinalitas penelitian yang ditulis peneliti adalah pengaruh hasil belajar PAI terhadap akhlak siswa Kelas VII SMP N 1 Rembang. 

Penelitian selanjutnya merupakan penelitian yang dilakukan oleh Ida Laela dengan judul pengaruh perhatian orang tua terhadap akhlak siswa kelas VIII di SMP 1 Yapkum Depok.

Adapun persamaan dalam penelitian yang dilakukan oleh Ida Laela dengan peneliti adalah sama-sama menggunakan akhlak dalam variabel dependen

Yang membedakan dengan penelitian yang dilakukan peneliti terdapat pada variabel independen adalah perhatian orang tua, kemudian tujuan penelitian, dan pembahasan.

Sementara penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah pengaruh hasil belajar PAI terhadap akhlak siswa kelas VII SMP N 1 Rembang.

H. Definisi Operasiona

Untuk menghindari terjadinya silang persepsi, maka dibutuhkanlah definisi operasional penelitian sekaligus batasan-batasannya.

Tujuannya untuk menyamakan penafsiran dan menghindari kesalahan-kesalahan pada pokok permasalahan.  

1. Pengaruh

Di dalam KBBI, pengaruh merupakan daya yang ada atau timbul dari sesuatu (baik itu manusia atau benda) yang ikut membentuk kepercayaan, watak atau perbuatan seseorang.

Segala kekuatan yang ada atau timbul dari suatu hal seperti, orang ataupun benda akan turut membentuk watak, kepercayaan, atau perbuatan seseorang.

2. Hasil Belajar PAI 

Sebuah hasil atau capaian yang diperoleh setelah melakukan proses pembelajaran disebut dengan hasil belajar.

Hasil dari perubahan-perubahan yang terjadi pada masing-masing siswa akibat dari adanya sebuah pengalaman baru di dalam proses pembelajaran mata pelajaran Pendidikan Agama Islam disebut dengan hasil belajar PAI. 

3. Akhlak Siswa 

Sebelum membahas mengenai akhlak siswa, ada baiknya melihat pengertian akhlak terlebih dahulu.

Akhlak sendiri merupakan suatu kondisi atau sifat yang telah meresap di dalam jiwa seseorang dan kemudian telah menjadi kebiasaan sehari-hari tanpa membutuhkan memikirkan atau  mempertimbangkannya terlebih  dahulu.

Selanjutnya yang dimaksud dengan akhlak siswa merupakan akhlak yang dimiliki oleh siswa atau peserta didik dalam kegiatan sehari-harinya.

I. Sistematika Pembahasan 

Untuk memudahkan penyajian data serta memahami maksud dan tujuan dari penelitian, maka peneliti akan memaparkan sistematika penulisan sebagai berikut

Pada bab pertama merupakan bab pendahuluan. Isinya berupa latar belakang masalah penelitian dan pentingnya masalah ini untuk diteliti.

Mulai rumusan masalah rumusan, tujuan penelitian, manfaat penelitian, hipotesis penelitian, ruang lingkup penelitian, originalitas penelitian, definisi operasional, dan juga sistematika pembahasan.

Memasuki bab kedua penelitian. Di dalam bab kedua berisikan tentang pendahuluan dan teori-teori dari para ahli sebagai penguat bahwa variabel bebas mempengaruhi variabel terikat.

Selanjutnya memasuki bab ketiga penelitian. Pada bab ketiga ini berisikan tentang metode data dalam pengumpulan data.

Antara lain: lokasi penelitian, jenis penelitian, pendekatan dan jenis penelitian, data dan sumber data, populasi dan sampel, instrumen penelitian, pengumpulan data, dan analisis data.

Memasuki bab keempat berisikan tentang tentang deskripsi lokasi penelitian, dan penyajian data yang telah diperoleh dari angket yang disebarkan pada responden.

Setelah semua data penelitian diperoleh, selanjutnya memasuki bab keempat yang berisikan tentang pembahasan terhadap temuan-temuan penelitian yang dikemukakan dalam hasil penelitian.

Setelah analisis selesai dilakukan, tiba saatnya untuk memasuki bab keenam. Pada bab ini merupakan sebuah kesimpulan dari hasil penelitian dan pembahasan.

Selain itu juga dalam bagian terakhir dicantumkan daftar rujukan atau daftar pustaka serta lampiran-lampiran pendukung skripsi.

Nah itu tadi contoh proposal skripsi pendidikan kuantitatif yang bisa teman-teman buat acuan. Teman teman bisa mengambil contoh skripsi bab 1 seperti di atas.

Nah buat teman-teman yang di kampusnya menggunakan bentuk proposal skripsi penuh dan agak kebingungan dengan bab 3 proposal skripsi, berikut ini kami kasih sedikit contoh bab 3 proposal skripsi 

Contoh Bab 3 Proposal Skripsi

Untuk bab 3 sendiri berisikan metode penelitian. Di dalam metode penelitian, selain menggunakan point-point yang disebutkan di atas pada cara membuat proposal skripsi penuh, teman-teman juga bisa memodifikasinya kok.

Berikut ini modifikasi contoh bab 3 proposal skripsi kuantitatif pendidikan dengan judul Pengaruh Hasil Belajar PAI terhadap Akhlak Siswa Kelas VII SMP N 1 Rembang

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

A. Desain penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, yakni melihat gejala-gejala hasil pengamatan dikonversikan ke dalam angka-angka yang dianalisis menggunakan  statistik. 

Dalam penerapannya, selain dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian ini juga termasuk penelitian eksperimen.

Dimana dalam pencarian datanya berusaha untuk mengontrol semua variabel yang mempengaruhi hasil kecuali variabel bebas.

Kemudian  ketika variabel bebas mempengaruhi variabel terikat maka dapat dikatakan  bahwa variabel bebas  menyebabkan atau mempengaruhi variabel terikat. 

Jadi tujuan dari penelitian ini adalah untuk untuk menjelaskan, meringkas, berbagai kondisi, situasi, atas berbagai variabel yang timbul di masyarakat yang menjadi objek penelitian itu berdasarkan apa yang terjadi.

B. Ruang lingkup penelitian

Dalam penelitian ini mengingat kemampuan dari peneliti yang masih terbatas, ditambah lagi wakti, materi, fasilitas serta ilmu yang masih terbatas.

Maka peneliti hanya akan membahas masalah yang berhubungan dengan hasil belajar PAI Kelas VII dan akhlak siswa Kelas VII serta pengaruh hasil belajar PAI terhadap akhlak siswa Kelas VII SMP N 1 Rembang.

C. Jenis dan Sumber data

Data sendiri merupakan bahan keterangan tentang objek penelitian. BErbagai keterangan maupun bahan dan juga semua informasi yang berkaitan dengan tujuan penelitian dapat dijadikan dasar kajian (analisis/kesimpulan).

Untuk data-data yang didapatkan dapat dikelompokkan menjadi dua jenis, yakni data primer dan data sekunder.

Data primer merupakan data yang didapatkan langsung dari objek penelitiannya. Dalam penelitian ini untuk mendapatkan data primer maka peneliti akan mengambil data dari peserta didik dengan melalui kuesioner.  

Data ini diperoleh langsung dari responden yang bersangkutan dengan cara membagikan  sejumlah kuesioner (angket penelitian) kepada objek penelitian yang diisi langsung oleh responden. 

Sementara data sekunder merupakan data pendukung atau data yang menjadi dukungan penelitian.

Sumber data sekunder ini seperti dokumentasi program pembelajaran dan literatur-literatur mengenai mata pelajaran PAI, serta dokumentasi tentang letak geografis, sejarah berdirinya lembaga, dan struktur organisasi sekolah SMP N 1 Rembang. 

D. Proses pengumpulan data

Pengumpulan data merupakan satu hal yang paling strategis dalam penelitian. Hal ini karena dengan tujuan utama dari penelitian adalah untuk mendapatkan data. Dalam pengumpulan data dapat dilakukan dengan berbagai setting, sumber, dan cara.

Adapun dalam penelitian ini teknik yang digunakan untuk pengumpulan data penelitian adalah dengan angket atau kuesioner dan dokumentasi.

Angket sendiri merupakan suatu teknik atau cara pengumpulan  data secara tidak langsung. Caranya yaitu peneliti tidak langsung bertanya yang kemudian dijawab oleh responden.

Akan tetapi peneliti memberikan lembar pertanyaan yang kemudian dijawab oleh responden. Sistem angket ini sangat berguna untuk penelitian kuantitatif karena memiliki bobot pertanyaan dengan ukuran yang jelas.

Sementara dokumentasi sendiri berupa dokumen atau catatan peristiwa yang sudah berlalu. Wujudnya bisa berupa tulisan, gambar, atau yang lainnya.

Dokumentasi sendiri digunakan untuk mencari data tentang struktur organisasi sekolah, nama guru, jabatan dan mata pelajaran yang diajarkan, data tentang pendidikan akhir guru, dan hal-hal lain yang relevan. 

E. Teknik Analisis

Setelah data terkumpul, selanjutnya dilakukan tahapan analisis data. Tujuannya adalah untuk memperoleh hasil dari pengumpulan penelitian yang akan diolah menggunakan metode kuantitatif.

Untuk tahapan analisis data dengan cara:

1. Mencari kelas interval, rentang interval serta panjang kelas 

2. Analisis dan tabulasi

3. Analisis Reliabilitas Angket dan Analisis Reliabilitas Dokumen

F. Hipotesis

Dalam membuat sebuah hipotesis penelitian tidak bisa dilakukan dengan serta merta. Hal ini karena hipotesis merupakan suatu jawaban sementara terhadap masalah penelitian yang  secara  teoritis  dianggap  paling  mungkin  dan  paling  tinggi  tingkat kebenarannya.

Dalam hipotesis sendiri terbagi menjadi dua jenis, yakni hipotesis nol yang menyatakan tidak ada pengaruh / tidak ada hubungan / tidak ada perbedaan.

Jenis yang kedua adalah hipotesis alternatif yang menunjukkan ada pengaruh / ada hubungan / ada perbedaan. 

Selanjutnya, berdasarkan jenis hipotesis yang ada, maka hipotesis dari penelitian ini adalah 

1. Hasil belajar PAI tidak memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap akhlak siswa Kelas VII SMP N 1 Rembang. 

2. Hasil belajar PAI memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap akhlak siswa Kelas VII SMP N 1 Rembang.

Nah itu tadi contoh bab 3 proposal skripsi singkat yang bisa teman-teman terapkan. Untuk penjelasannya bisa teman-teman kembangkan sendiri kok.

Setelah teman-teman selesai membuat proposal skripsi, teman-teman akan dihadapkan pada namanya sidang seminar proposal.

Nah sebelum melakukan sidang seminar proposal, harus menyiapkan ppt seminar proposal yang skripsi yang menarik dan tidak monoton. 

Dengan membuat contoh ppt seminar proposal skripsi yang menarik, akan membuat presentasi teman-teman tidak canggung dan monoton.

Buat yang pengen melihat contoh ppt proposal skripsi bisa dilihat atau download pada link tersebut.

Oh iya, sebelum presentasi proposal skripsi sebaiknya teman-teman baca tips di bawah ini.

Persiapan Seminar Proposal Skripsi

Persiapan Seminar Contoh Proposal Skripsi
Persiapan Seminar Contoh Proposal Skripsi

Sebelum seminar proposal skripsi dimulai, sebaiknya teman-teman mempersiapkan hal berikut ini

1. Mengenali Audiens yang Hadir dalam Seminar Proposal

Pertama teman-teman harus melihat terlebih dahulu siapa audiens yang akan hadir dalam seminar proposal. Apakah teman-teman sekelas, dosen yang sudah kita kenal atau yang lainnya.

Fungsi dari mengenali audiens ini adalah untuk mengurangi demam panggung yang akan mungkin kita rasakan nantinya.

Sebelum menghadapi seminar, sebaiknya teman-teman menyiapkan bahan-bahan proposal

2. Menyiapkan Bahan Proposal Skripsi yang Akan Dipresentasikan 

Lebih baik lagi jika teman-teman meringkas proposal skripsinya untuk dibahas point-pointnya nanti.

Setelah point-point proposal skripsi didapatkan, jangan lupa untuk memasukkannya dalam ppt seperti contoh ppt proposal skripsi yang menarik.

Selain itu, teman-teman jangan lupa untuk membuat kata pengantar dalam proposal skripsinya. 

Untuk kata pengantarnya teman-teman bisa download pdf kumpulan contoh kata pengantar proposal skripsi melalui berikut ini. – contoh kata pengantar proposal skripsi pdf

Jangan lupa juga teman-teman untuk membuat cover proposal skripsi yang sesuai dengan aturan kampusnya masing-masing. Jika cover proposal skripsi teman-teman tidak sesuai malah bisa-bisa dibanting nantinya.

Biasanya cover proposal skripsi setiap kampus hampir sama, seperti contoh cover proposal skripsi yang bisa Kamu download ini ya.

3. Memperhatikan Jadwal Seminar

Untuk jadwal seminar proposal skripsi sendiri bisa menjadi salah satu problem teman-teman. 

Terkadang jadwal bisa dimunculkan tiba-tiba dan malah ada yang mendapatkan jadwal seminar presentasi proposal terdapat pada mata kuliah seminar serta dipresentasikan pada jam mata kuliah berjalan. Untuk itulah sangat penting untuk mengetahui jadwal seminar proposal agar teman-teman tidak demam panggung dan juga gugup.

Ketika sudah mengetahui jadwal seminar proposal, perlu juga untuk mempersiapkan diri sebaik dan sesempurna mungkin.

Apabila dibutuhkan alat peraga, maka jangan sungkan untuk mempersiapkannya.

4 Mengetahui Tempat Seminar

Hal yang harus teman-teman persiapkan sebelum seminar proposal selanjutnya adalah mengetahui tempat seminar.

Apakah tempat itu di kelas sewaktu mata kuliah berlangsung, di aula dengan ruangan yang sangat luas atau seminar tertutup tanpa peserta.

Dengan mengetahui lokasi tempat seminar, teman-teman bisa mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan.

Jika dilakukan di tempat yang lebih luas, maka teman-teman juga membutuhkan alat-alat multimedia dan lain sebagainya.

5 Memperhatikan Cara Penyampaian

Dalam melakukan presentasi, teman-teman tidak bisa asal ngomong maupun membaca teks yang sudah ada dalam proposal skripsi maupun ppt.

Ketika menyampaikan presentasi, sebaiknya teman-teman membuat pont-point dengan bahasa sendiri dan sederhana. 

Selain itu untuk penyampaiannya sendiri, teman-teman perlu memperhatikan gestur dan juga mimik serta tampilan performa diri.

Di sinilah teman-teman akan melihat pentingnya mengetahui audiens dan juga tempat seminar proposal. Teman-teman bisa menentukan akankah seminar proposal dilakukan dengan cara duduk di kursi ataukah dengan cara berdiri menghadap audiens.

Kemudian pentingnya mengetahui situasi dan kondisi audiens adalah untuk menentukan apakah presentasi dilakukan sambil duduk dengan menghadap audiens, penguji dan lain sebagainya.

Kemudian jika seminar proposal dilakukan di ruangan semisal aula dengan audiens yang lumayan banyak, maka sebaiknya teman-teman melakukan presentasi proposal dengan cara berdiri.

Tentunya sebelum teman-teman berdiri, harus izin dewan penguji terlebih dahulu. Selain itu teman-teman juga sudah mempersiapkan segala peralatan untuk mensuport presentasi proposal teman-teman.

6 Memperhatikan Durasi Presentasi

Hal selanjutnya yang juga harus diperhatikan dalam mempersiapkan seminar proposal adalah durasi presentasi.

Pada umumnya aku yang diberikan untuk melakukan seminar proposal antara 45 menit sampai 1 jam.

Teman-teman perlu memperhatikan durasi presentasi ini adalah untuk memberikan waktu kepada teman-teman yang lain agar memiliki waktu yang sama.

Walaupun memang sih terkadang kita sudah mendapatkan jadwal presentasi berikut waktunya.

Nah jika kita belum mendapatkan waktu durasinya dan memang waktu kita yang menentukan, maka teman-teman bisa meminta tolong kepada teman yang lain untuk memberikan kode apabila waktu sudah hampir habis.

Kemudian jika kita sudah mengetahui durasinya, usahakan untuk waktu presentasinya cukup 10 – 15 menit saja. Untuk sisa waktunya bisa digunakan untuk sesi tanya jawab.

Jadi teman-teman ketika membuat slide sebaiknya disesuaikan saja dengan durasi waktunya.

Teknik Presentasi yang Baik Saat Seminar

Teknik Presentasi Seminar Contoh Proposal Skripsi - bosmeal.com
Gambar Teknik Presentasi Seminar Contoh Proposal Skripsi

Selain membutuhkan persiapan seminar proposal, teman-teman juga membutuhkan teknik presentasi yang baik agar didapatkan hasil yang sesuai dengan keinginan dalam seminar.

agar presentasi yang kita lakukan menjadi menarik dan lancar, teman-teman dapat melakukan hal berikut:

1. Menampilkan Materi Seminar yang Menarik

Hal pertama yang harus teman-teman lakukan adalah membuat materi seminar proposal dengan singkat dan menarik. 

Lebih baik jika teman-teman membuat materi ringkasan atau tambahan lain yang tidak ada dalam proposal kita.

Selain itu juga teman-teman bisa membuat slide awal dengan beragam pertanyaan yang menjadi landasan judul, latar belakang dan sebagainya.

Contoh ppt proposal skripsi pada slide kedua dengan kalimat “mengapa harus mengambil judul ini?

Kemudian “apa pentingnya judul ini untuk dibahas?”

Baru kemudian setelah itu ppt proposal skripsi teman-teman bisa diisi dengan slide-slide latar belakang dan lain sebagainya untuk menjawab point-point pertanyaan yang sudah kita buat.

Selain itu juga teman-teman ketika membuat Infografis pada slide seminar perlu diperjelas dengan menerangkannya kepada segenap audiens secara verbal tanpa membaca teks yang ada dalam slide.

Selanjutnya teman-teman juga perlu membuat rangkuman catatan kecil sebagai bahan tambahan ketika ditanya oleh audiens tentang proposal kita.

Catatan kecil ini bisa kita baca dan akan menjadikan ketika menjawab pertanyaan, kita tidak akan menjadi nervous.

2. Menggunakan Platform yang Tepat

pada umumnya dalam membuat presentasi seminar proposal adalah dengan menggunakan platform MS Office Power Point. 

Akan tetapi terkadang memang aplikasi powerpoint masih dirasa kurang sehingga teman-teman bisa menggabungkannya dengan aplikasi lain seperti Canva, Freepik, Inkscape dan sebagainya agar infografis kita menjadi lebih menarik.

Selain itu juga, jika memang membutuhkan video, maka teman-teman dapat memasukkannya ke dalam materi.

Kemudian sebelum presentasi, teman-teman sebaiknya menguji materi tersebut sekaligus melatih cara penyampaiannya. 

Nah dalam pengujian materi ini teman-teman harus memperhatikan slide ppt proposal skripsinya agar warnanya tidak terlalu kontras.

Hal ini agar tampilan tidak terlalu silau atau tidak terlihat jelas penulisan huruf karena kekecilan atau bentuk infografisnya tidak beraturan.

Yang terpenting para audiens dapat membaca materi presentasi kita dengan jelas. Sebaik apapun layout yang sudah kita buat apabila tulisannya tidak dapat dibaca akan percuma saja.

3. Menggunakan Multimedia yang Sesuai

Yang dimaksud dengan multimedia sendiri merupakan alat bantu untuk melancarkan jalannya presentasi. Alat bantu tersebut bisa berupa laptop, mikrofon, speaker, proyektor dan lain sebagainya.

Dalam presentasi seminar proposal skripsi sendiri biasanya sebagian multimedia sudah disiapkan oleh kampus, hanya saja ada sebagian yang memang teman-teman harus siapkan sendiri, seperti laptop dan video.

Walaupun sudah disiapkan oleh kampus, tidak ada salahnya jika teman-teman mencobanya terlebih dahulu. 

Hal ini untuk mengetahui berfungsi tidaknya alat bantu yang sudah disiapkan. Tujuannya adalah jangan sampai waktu yang sudah disediakan terbuang percuma karena alat bantu atau multimedia yang bermasalah.

4. Keterampilan Verbal

Agar presentasi teman-teman menjadi menarik, dibutuhkan juga keterampilan verbal dalam penyampaian.

Hal ini karena seminar presentasi proposal skripsi bertujuan untuk menjelaskan garis besar proposal penelitian kita kepada para audiens. 

Dalam menyampaikan garis besar materi ini tidak dengan membaca teks seperti membaca dongeng atau yang lainnya.

Maka dari itu agar materi atau forum menjadi menarik, presentator atau mahasiswa harus mempunyai kemampuan verbal berbicara di depan audiens dengan suara keras, artikulasi yang jelas serta menekankan pada garis besar dari materi yang dipresentasikan saja.

5. Keterampilan Non Verbal

Selain melatih keterampilan verbal, dibutuhkan juga latihan keterampilan non verbal. Keterampilan non verball ini adalah gestur tubuh yang sesuai dengan presentasi. 

Perlu teman-teman ketahui juga ketika presentasi proposal skripsi, gestur tubuh juga menjadi salah satu perhatian dari penguji dan juga para audiens yang ada. 

Dalam melakukan presentasi, baik itu dengan posisi duduk maupun berdiri usahakan agar badan tetap tegap dan tatapan condong ke depan. Hal ini akan membuat teman-teman terlihat percaya diri dan juga menguasai materi presentasi.

Dengan menunjukkan tatapan mata ke depan dan juga badan yang tegap akan menjadi nilai positif buat teman-teman.

Akan tetapi gestur tubuh yang diperlihatkan tidak usah sampai berlebihan, hanya seperlunya saja ya.

6. Memperhatikan Penampilan

Hal selanjutnya yang tidak kalah pentingnya agar presentasi seminar proposal menjadi menarik adalah dengan memperhatikan penampilan ketika presentasi. 

Penampilan yang bersih, rapi dan terlihat nyaman dipandang akan membuat para audiens merasa senang dan menambah rasa percaya diri.

Yang tidak kalah pentingnya juga adalah memperhatikan penampilan wajah secara keseluruhan supaya audiens percaya dengan apa yang dipresentasikan.

Teman-teman tidak perlu menggunakan aksesoris yang berlebihan agar  tidak mengganggu penampilan.

Itulah pembahasan contoh proposal skripsi singkat beserta tips yang menarik untuk presentasi agar bisa teman-teman terapkan. 

Jika punya contoh proposal skripsi lain maupun tips-tips lain agar presentasi proposal skripsi bisa menjadi menarik silahkan dibagikan pada kolom komentar ya.

Terima Kasih.

Leave a Reply