Sistematika Penulisan Proposal

Sistematika Penulisan Proposal Penelitian

Pada artikel sebelumnya kita bahas jenis jenis proposal penelitian. Tentu, dari keempatnya memiliki persamaan dalam cara membuat dan sistematika penulisan. Baik itu untuk kegiatan, usaha, skripsi ataupun penelitian tesis.

Sistematika penulisan proposal kegiatan yang tepat memang ditandai dengan beberapa nomor. Diantaranya seperti yang akan kita bahas pada artikel kali ini.

Baca sampai akhir dengan teliti ya. Supaya bisa paham dengan baik dan benar.

Sistematika Penulisan Proposal yang Baik dan Benar

Sistematika Penulisan Proposal Penelitian Ilmiah- bosmeal.com
Sistematika Penulisan Proposal Penelitian

Secara umum, sistematika penulisan proposal penelitian atau cara membuat proposal terdiri dari:

1. Menentukan Judul Proposal

Untuk menentukan nama atau judul proposal tidak bisa memilih begitu saja. Perlu menentukan masalah apa yang akan dijadikan penelitian.

Setelah pokok permasalahan didapatkan kemudian ruang lingkupnya dibatasi, selanjutnya kita buat judul yang relevan, lugas dan sederhana tetapi tetap spesifik.

Dalam perjalanannya bukan tidak mungkin judul yang awalnya kita buat akan mendapatkan revisi, entah sedikit maupun banyak.

Nah buat teman-teman yang terpaksa merubah judul jangan risau ya. Hal ini karena merubah judul tidak berarti akan merubah isi proposal yang kita buat.

2. Pendahuluan

Beberapa bagian dasar dalam pendahuluan proposal yaitu:

A. Latar Belakang

Latar belakang ini berisi uraian penjelasan pentingnya masalah ini ditulis. Untuk bisa membuat latar belakang yang baik, teman-teman harus bisa menemukan ketidak sesuaian antara teori dan kenyataan.

Contoh proposal penelitian kemiskinan dengan mengambil fokus pada karakteristik kemiskinan. Kemudian teori yang digunakan sudah adanya standar kemiskinan yang ditentukan oleh negara.

Akan tetapi pada kenyataannya standar kemiskinan ini masih ambigu dan saling tumpang tindih.

Munculah solusi penelitian yang diajukan untuk melihat standar kemiskinan agar bisa menjadi standar yang padu.

Dari sinilah kemudian bisa dilihat bagaimana penelitian yang akan kita jalankan. Agar lebih berbobot, tampilkan juga data-data baik itu dari media mainstream terpercaya maupun melihat kondisi suatu keadaan.

Adapun untuk contoh latar belakang yang benar bisa dilihat pada artikel bab contoh proposal penelitian.

B. Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam penelitian termasuk elemen kunci dalam membuat penelitian kita menarik.

Walaupun terlihat sederhana, kita “hanya membuat pertanyaan” kemudian dijawab dengan melakukan proses penelitian, tetapi sebenarnya tidaklah sederhana.

Untuk membuat rumusan masalah yang berkualitas, perlu melihat berbagai referensi yang relevan dan hasil penelitian dari orang lain.

Setelah melalui berbagai pertimbangan, bisa membuat rumusan masalah dengan bahasa yang lugas, dan memiliki manfaat.

C. Tujuan Penelitian

Setelah rumusan masalah selesai, kita juga perlu membuat tujuan penelitian. Nah membuat tujuan penelitian ini memang terbilang mudah kok. Asal rumusan masalah sudah dibuat maka kita bisa membuat tujuan penelitian ini.

Nah dibalik kemudahan tersebut, teman-teman perlu mengetahui juga cara membuat tujuan penelitian agar memiliki nilai dan manfaat kedepannya.

Tujuan penelitian menunjukan sebuah indikasi kemana arah penelitian dilakukan.

Dalam membuat tujuan penelitian, sebisa mungkin dalam bentuk pernyataan yang konkret, dapat diamati dan diukur. Bukan sekedar kalimat tanya.

Adapun tujuan dari penelitian secara umum dapat dikelompokkan menjadi tiga. Untuk menemukan ilmu yang baru, mengembangkan pengetahuan yang sudah ada dan menguji pengetahuan yang ada.

D. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat penelitian sendiri merupakan uraian manfaat yang dirasakan dari penelitian yang sudah dilakukan.

Semakin kritis penelitian yang dibuat akan semakin besar manfaat yang akan didapatkan.

Jenis manfaat dalam penelitian ada dua, yakni manfaat secara teoritis dan manfaat secara praktis.

Adapun manfaat teoritis dalam penelitian sebagai sebuah verifikasi terhadap teori yang sudah ada. Fungsi dari manfaat teoritis untuk menggugurkan atau memperkuat teori yang digunakan tersebut.

Munculnya manfaat teoritis dilatarbelakangi oleh ketidakpuasan terhadap teori yang sudah ada sehingga dilakukan penyidikan kembali untuk dibuktikan secara empiris.

Sementara manfaat penelitian secara praktis sebagai sarana memecahkan masalah praktis. Pada umumnya manfaat praktis penelitian tidak hanya tertuju pada satu objek saja.

Sangat PentingContoh Abstrak Makalah dan Cara Membuatnya

3. Tinjauan Pustaka

Bab selanjutnya setelah pendahuluan adalah tinjauan pustaka. Pada bab tinjauan pustaka ini merupakan penjelasan tema penelitian yang terkait dalam bentuk review literatur atau hasil penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya.

Pada umumnya bab tinjauan pustaka ini didukung dengan teori yang mencantumkan sitasi dari peneliti sebelumnya.

Selanjutnya untuk membuat bab tinjauan pustaka harus menggunakan literatur harus relevan dan up to date.

Kemudian dalam bab tinjauan pustaka juga memuat dasar teori ataupun definisi konseptual dari istilah-istilah yang digunakan dalam penelitian nantinya.

Nah pada penelitian kuantitatif, bab tinjauan pustaka ini digunakan untuk menyusun hipotesis, sementara untuk penelitian kualitatif, bab tinjauan pustaka digunakan untuk menyusun kerangka teoritis.

Kemudian untuk membuat bab tinjauan pustaka setidaknya kita harus menjelaskan tiga pokok sub bab, yakni Landasan teoritik, telaah pustaka dan juga kerangka pemikiran.

A. Landasan Teoritik

Sub bab pertama dalam tinjauan pustaka adalah Landasan teoritik. Untuk penamaan sub babnya, mungkin teman-teman akan menemukan istilah yang berbeda.

Ada yang menyebutnya landasan teori, kajian teoritik dan juga ada yang menempatkan penegasan Istilah dalam sub bab tinjauan pustaka.

Landasan teori sendiri merupakan salah satu bagian yang tidak terpisahkan dalam suatu penelitian. Ini karena dalam landasan teori memuat  tentang teori-teori dan juga hasil penelitian yang berasal dari studi kepustakaan.

Oleh karena itulah landasan teori juga sering disebut dengan kerangka teori. Kemudian pada umumnya kerangka Teori sendiri sendiri terbentuk dari beberapa konsep.

Konsep tersebut terdiri dari definisi dan juga referensi yang akan digunakan untuk literatur ilmiah yang sangat relevan, teori yang digunakan untuk studi atau penelitian.

Pada bagian ini pulalah kita harus memberikan pemahaman mengenai teori dan juga konsep yang relevan dengan topik penelitian yang dibahas dan yang berkaitan dengan bidang pengetahuan yang lebih luas yang sedang dipertimbangkan.

B. Telaah Pustaka

Setelah kita bersama membahas tentang landasan teoritik, sub bab selanjutnya yang tidak boleh kita lewatkan adalah telaah pustaka.

Telaah pustaka sendiri merupakan suatu review atau ulasan dari pemahaman dokumentasi dari hasil yang dipublikasikan dan yang tidak dipublikasikan dari sumber sekunder pada bidang minat peneliti.

Tujuan review ini adalah untuk membedakan antara penelitian yang sudah ada dengan penelitian yang kita lakukan.

Dalam telaah pustaka ini, selain kira menampilkan hasil karya maupun teori, kita juga bebas memberikan masukan, kritikan, baik itu kelebihan maupun kekurangan dari tulisan atau penelitian tersebut.

Selain itu juga dalam telaah pustaka, kita bisa membandingkan antara penelitian satu dengan yang lainnya. Kita pun juga bisa mengomentari asalkan dapat dipertanggungjawabkan.

C. Kerangka Pemikiran

Sub bab selanjutnya dalam telaah pustaka adalah kerangka pemikiran. Kerangka pemikiran sendiri merupakan sebuah rancangan atau garis besar yang telah digagas oleh peneliti dalam merancang proses penelitian yang akan dilakukan.

Di dalam kerangka pemikiran kita memberikan penjelasan sementara terhadap gejala yang menjadi objek permasalahan. Nah penjelasan ini kemudian akan diuji dalam penelitian.

Dalam penyusunannya, kerangka pemikiran diambil berdasarkan tinjauan pustaka hasil penelitian yang relevan atau terikat.

kemudian agar alur pemikiran terlihat meyakinkan, dibutuhkan kriteria utama yaitu alur-alur pemikiran yang logis dalam membangun suatu berpikir yang membuahkan kesimpulan berupa hipotesis.

Selanjutya permasalahan – permasalahan yang sudah diidentifikasi berdasarkan latar belakang akan dihubungkan dengan teori sehingga ditemukan pula pemecahan atas permasalahan yang telah diidentifikasi tersebut.

Ini bertujuan agar dapat menjawab atau menerangkan masalah yang telah diidentifikasi itu.

4. Metodologi Penelitian

Pada bab ini mungkin sebagian dari kita ada yang mencantumkan metode penelitian, bukan metodologi penelitian.

Metodologi penelitian ini sekumpulan kegiatan, peraturan serta prosedur yang dipakai oleh peneliti sebagai disiplin ilmu.

Metodologi disebut juga suatu analisis teoritis sistematis dari metode yang diterapkan pada bidang studi.

Biasanya, ini mencakup konsep seperti paradigma, model teoritis, fase dan teknik kuantitatif atau kualitatif.

Kegunaannya untuk melihat kesesuaian dan batas logis dari berbagai pendekatan dan perspektif pada penelitian itu sendiri.

Sebagus apapun proposal penelitian skripsi yang kita buat jika tidak sesuai dengan metode penelitian maka akan menjadi percuma.

Dalam bab metodologi penelitian ini akan berisikan mengenai bagaimana penelitian tersebut dilakukan. Sebagai acuan untuk membedakan jenis penelitian kuantitatif, kualitatif, pengembangan maupun kajian pustaka.

5. Manajemen Proposal Penelitian

Dalam bab 4 proposal penelitian, ada sedikit perbedaan yang terletak pada rencana pelaksanaan.

Adapun dalam manajemen penelitian ini setidaknya menampilkan orang-orang yang terlibat dalam penelitian, baik itu individu maupun kelompok.

Selain itu, ada jadwal pelaksanaan dan rincian anggaran belanja yang harus dicantumkan.

A. Pelaksana Kegiatan Penelitian

Pelaksana kegiatan penelitian menjadi sangat wajib untuk dilampirkan jika proposal penelitian yang dibuat akan dikerjasamakan dengan pihak lain. 

Darisana mereka  akan mengetahui orang-orang di dalamnya, mempunyai kapasitas yang mumpuni atau tidak. 

Minimal orang yang diajak kerja sama dapat dimintai pertanggung jawaban atas hasil penelitian yang sudah dilakukan.

B. Anggaran Belanja Penelitian

Berbeda dengan proposal penelitian skripsi, jadwal pelaksanaan kegiatan walaupun penting tetapi bukan menjadi suatu keharusan yang dicantumkan. 

Rincian anggaran belanja penelitian juga sangat penting agar bisa menyesuaikan finansial yang ada. 

Selain untuk mengatur finansial yang ada, rincian anggaran ini dibuat untuk proposal penelitian yang dikerjasamakan.

Dengan adanya rincian rancangan belanja maka pihak yang diajak kerja sama akan memiliki keyakinan dengan penelitian yang diajukan.

6. Daftar Pustaka

Untuk penempatannya berada di halaman paling belakang. Daftar pustaka akan semakin bertambah jika proposal penelitian telah disetujui. 

Untuk membuat daftar pustaka tidak hanya ditulis referensinya, tetapi dengan menggunakan kaidah standart penulisan yang ada.

Adapun kaidah cara penulisan daftar pustaka akan lebih mudah dihafalkan dengan menyingkatnya menjadi NA-TA-JU-KO-PEN. 

NA kepanjangan dari nama pengarang, TA = tahun terbit, JU untuk judul buku, KO untuk kota tempat buku diterbitkan dan PEN = penerbit buku.

Selain bab yang sudah disebutkan diatas, teman-teman bisa melampirkan anggota tim penelitian atau lain hal yang dirasa perlu untuk mendukung dan meyakinkan banyak pihak dalam penelitian.

Kemudian dari sistematika cara penulisan proposal di atas dapat dibuat kerangka sebagai berikut:

HALAMAN JUDUL

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

Latar Belakang

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Landasan Teoritik

Telaah Pustaka

Kerangka Pemikiran

BAB III METODOLOGI

Metode Penelitian

Teknik Pengumpulan Data

Teknik Analisis Data

BAB IV MANAJEMEN PENELITIAN 

Pelaksana Kegiatan Penelitian

Jadwal Pelaksanaan Penelitian

Anggaran Belanja Penelitian

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

Dari sistematika penulisan proposal penelitian diatas mungkin akan berbeda antara penelitian satu dan lainnya.

Sebagai contoh proposal skripsi dengan contoh proposal penelitian yang dikerjasamakan.

Pastinya susunan babnya akan mengalami perbedaan. Akan tetapi secara umum biasanya sistematika penulisan struktur proposal akan meliputi beberapa poin diatas.

Selain itu juga terkadang dalam contoh proposal penelitian juga terdapat kata pengantar penelitian. Untuk contoh kata pengantar proposal penelitian bisa dilihat pada link yang tersedia.

Nah dari sistematika penulisan proposal penelitian di atas, kiranya masih perlu dijelaskan kembali terkait cara pembuatan judul proposal penelitian dan juga contoh metodologi penelitian.

Contoh Proposal Usaha atau Bisnis

Cara Membuat Proposal Usaha

Melihat lebih jauh contoh proposal usaha atau bisnis bukan hanya sekedar bahan untuk mencari sumber pendanaan semata.

Akan tetapi lebih kepada penekanan perencanaan dan rancangan bisnis yang akan dijalankan. Bagaimana contoh proposal dapat menggambarkan garis besar dalam beberapa kurun waktu kedepannya.

Itulah mengapa analisis usaha sangat diperlukan dalam memulai suatu usaha. Termasuk analisis kewirausahaan atau analisis SWOT agar dapat melihat gambaran tersebut.

Cara membuat proposal usaha lengkap juga harus menjelaskan target apa yang ingin dicapai dalam bisnis untuk beberapa waktu kedepan.

Sehingga dengan menentukan target pasar yang tepat maka promosi produk atau kerajinan akan lebih efektif dan menguntungkan.

Nah sebelum membahas lebih jauh mengenai contoh proposal bisnis atau usaha temen-temen juga harus tahu dulu mengenai business plan dalam usaha dan cara membuatnya ya.

Cara Membuat Business Plan

Pada video tersebut, dijelaskan bagaimana cara membuat business plan yang efektif. Mulai dari executive summary hingga pada market analisis.

Business Plan adalah sebuah dokumen yang berisikan penjelasan tentang usaha atau rencana bisnis dengan proyeksi ke depan.

Seringkali dalam pembuatan business plan ini ditujukan agar lebih mempermudah mendapatkan investor. Karena dengan adanya contoh business plan, diharapkan para investor lebih percaya akan bisnis yang dijalankan.

Selanjutnya, temen-temen akan lebih mudah dalam membuat proposal usaha, karena sudah memiliki gambaran mengenai business plan dari bisnis yang akan dijalankan.

Cara Membuat Proposal Usaha

Cara Membuat Proposal Usaha - Bosmeal.com
Gambar Cara Membuat Proposal Usaha

Sebelum kita membahas lebih jauh mengenai contoh proposal usaha lengkap, ada baiknya kita mengetahui pengertian proposal usaha terlebih dahulu.

Proposal usaha adalah dokumen yang digunakan untuk menjelaskan profil usaha yang akan dikembangkan oleh pengusaha.

Bentuk dari proposal usaha berupa sebuah dokumen tertulis yang didalamnya menggambarkan seluruh unsur suatu usaha yang baru, baik itu internal maupun eksternal.

Selanjutnya dalam menyusun suatu proposal usaha, teman-teman tidak bisa membuatnya asal-asalan. Perlu memperhatikan tujuan yang realistis, komitmen, waktu dan usaha keras.

Lebih lanjut, manfaat dan tujuan proposal usaha seperti:

  1. Mengembangkan suatu usaha.
  2. Sebagai pembanding antara rencana sebelumnya dan hasil yang ingin dicapai.
  3. Untuk menguji strategi dan hasil yang diharapkan dari sudut pandang pihak lain.
  4. Sebagai alat komunikasi dalam memaparkan gambaran usaha.
  5. Membantu untuk berpikiran kritis dan objektif.
  6. Sebagai bahan untuk memahami persaingan faktor ekonomi dan analisis finansial.
  7. Untuk memperjelas keberadaan sumber-sumber dana dalam mengelola usaha.

Dengan banyaknya tujuan dan manfaat dari proposal usaha tentunya akan sangat menguntungkan teman-teman.

Apalagi dalam penyusunannya, format proposal usaha tidak memiliki bentuk yang baku. Berbeda dengan contoh proposal penelitian atau artikel karya ilmiah.

Poin terpenting dalam proposal usaha sendiri harus berdasarkan analisis SWOT (strengths, weaknesses, opportunities, threats). 

Kemudian mengapa analisis usaha sangat diperlukan dalam memulai suatu usaha?

Dengan menggunakan analisis ini maka akan diketahui kekuatan, kelemahan, peluang serta ancaman yang akan dihadapi.

Seperti yang sudah disebutkan di atas, walaupun tidak ada bentuk bakunya, harus memperhatikan cara membuat proposal usaha seperti berikut ini: 

  1. Penjelasan usaha
  2. Produk yang dijual
  3. Lokasi usaha
  4. Pasar
  5. Persaingan usaha
  6. Laporan keuangan
  7. Manajemen usaha
  8. Personalia (Sumber Daya Manusia)
  9. Lampiran

Selain poin penjelasan isi proposal, jika tujuan proposal untuk membuat kerjasama atau mendapatkan investor, maka harus menambahkan contoh proposal pengajuan dana dan rencana penggunaan dana seperti apa.

Artikel Terkait: Contoh Proposal Kegiatan yang Menarik dan Kreatif

Kumpulan Contoh Proposal Usaha & Bisnis Lengkap

Dalam membuat usaha ada bermacam-macam bentuknya. sehingga untuk membuat contoh proposal usaha lengkap, dibutuhkan sentuhan yang berbeda juga.

Hal ini karena setiap usaha memiliki target tujuan dan analisis yang berbeda-beda. Masing-masing bisnis atau usaha juga memiliki cara penanganan yang berbeda.

Sehingga dalam membuat contoh proposal usaha menjadi berbeda-beda. Berikut ini contoh proposal usaha lengkap yang bisa teman-teman jadi referensi.

1. Contoh Proposal Usaha Makanan

Contoh Proposal Usaha Makanan - Bosmeal.com
Gambar Contoh Proposal Usaha Makanan

Buat teman-teman yang sedang merintis usaha makanan ada baiknya membuat proposal usaha makanan terlebih dahulu.

Dengan membuat contoh proposal usaha makanan maka secara tidak langsung teman-teman sudah bisa membuat simulasi penjualan maupun target yang akan dituju.

Berikut ini contoh proposal usaha makanan es klamud jelly susu yang bisa dibuat acuan.

A. JUDUL PROPOSAL

PROPOSAL USAHA ES KLAMUD JELLY SUSU

B. RINGKASAN EKSEKUTIF

1. Konsep Bisnis

Es Klamud Jelly Susu, begitulah bentuk usaha makanan ini. Es klamud jelly susu sendiri merupakan salah satu minuman segar dan menyehatkan dengan bahan dasar kelapa muda.

Selanjutnya agar memiliki citarasa yang nikmat kemudian ditambahkan jelly serta susu kental manis. 

Adapun rencana penjualan ini akan berada di kawasan alun-alun sebelah selatan selatan Blora dengan jam operasi mulai dari pukul 10.00-18.00 WIB.

2. Tim Manajemen

Usaha makanan es klamud jelly susu ini tidak dikerjakan sendiri, akan tetapi merupakan usaha kolaborasi antara tiga mahasiswa.

Dari ketiga mahasiswa ini memiliki modal yang berbeda-beda yang kemudian disatukan untuk menjadi sebuah usaha es klamud jelly susu.

Dikarenakan jumlah modal yang dikeluarkan berbeda, maka jumlah profit atau keuntungan yang dibagikan juga berbeda, sesuai dengan jumlah modal masing-masing.

Selanjutnya, selain sebagai pemodal atau owner, ketiga orang mahasiswa ini juga bertugas melayani pembeli yang ada dengan menggunakan sistem shift sesuai dengan kesepakatan.

C. GAMBARAN USAHA

1. Deskripsi Singkat Produk

Seperti namanya, es klamud jelly susu merupakan sebuah minuman yang berbahan dasar kelapa muda yang masih segar.

Adapun latar belakang pembuatan ide es klamud jelly susu ini karena kelapa muda mudah ditemui, murah, menyehatkan dan juga rasanya yang segar.

Agar es klamud jelly susu memiliki ciri khas tersendiri, maka ditambahkan jelly dan susu kental manis agar lebih bervariasi dalam cita rasa.

2. Strategi Pemasaran

Agar produk yang dibuat ini bisa lebih mengena dan mudah diingat oleh para konsumen, maka dibutuhkan strategi pemasaran yang tepat. 

Adapun strategi pasar yang digunakan sebagai berikut.

A. Strategi produk

Produk es klamud jelly susu memiliki keunggulan lain daripada produk lainnya. Penggunaan bahan-bahan yang masih segar merupakan keunggulan dari produk ini.

Selain itu tambahan susu dan juga jelly akan menambah kekhasan produk ini dan juga memberikan sensasi berbeda saat meminumnya.

B. Strategi harga

Agar produk yang ditawarkan disukai oleh para konsumen tentunya perlu disiapkan harga yang bersahabat. Maka dari itu, es klamud jelly susu ini dijual dengan harga Rp. 5.000.

Harga tersebut termasuk cukup mudah dan dapat dipastikan dapat dijangkau oleh semua kalangan masyarakat.

C. Strategi promosi

Agar produk ini semakin dikenal oleh masyarakat, butuh strategi promosi yang sesuai. Penggunaan media online maupun offline merupakan strategi yang tepat untuk mengenalkan produk es klamud jelly susu yang akan dijual ini.

Selain itu juga pemberian diskon-diskon dan promo yang menarik juga akan mengundang minat masyarakat dengan tanpa dijual dibawah modal awal per pcs nya.

D. Target pasar

Adapun target pasar produk ini secara umum adalah dapat menjangkau semua kalangan.

Sementara secara khusus produk ini dapat menjangkau anak sekolah, pekerja, para wisatawan yang kebetulan sedang menikmati suasana kota.

3. Analisis Persaingan

Dalam setiap penjualan tentunya terdapat persaingan. Begitu pula dengan produk ini, tentunya memiliki persaingan dalam memikat konsumen yang ada. 

Maka dari itulah dibutuhkan analisis persaingan sebagai berikut:

A. Pesaing

Di sekitaran alun-alun sendiri terdapat banyak pesaing dengan produk yang sama. Yakni sama-sama menjual es kelapa muda.

Oleh karena itu dibutuhkan inovasi agar produk es klamud jelly susu ini dapat bersaing dengan lainnya.

Inovasi tersebut adalah tambahan susu kental manis dan juga jelly sebagai bahan tambahannya.

Tambahan susu kental manis sebagai pemanis dan juga jelly akan memberikan sensasi kenyal serta nikmat saat menyantapnya.

B. Posisi dalam Persaingan

Sudah diketahui bersama jika minuman sejenis es klamud jelly susu memiliki banyak persaingan.

Selanjutnya, untuk menghindari ketatnya persaingan usaha maka produk es klamud jelly susu dibuka di area alun-alun selatan dengan pertimbangan masih minimnya penjual dengan usaha serupa.

Ini akan membuat potensi untuk memperoleh profit menjadi lebih maksimal.

C. Kelebihan Dibanding Pesaing

Setiap produk memiliki keunggulan atau kelebihan masing-masing. Adapun dalam produk ini memiliki keunggulan atau kelebihan dengan tambahan susu sebagai pemanis jelly untuk memberikan sensasi kenyal ketika dimakan.

D. RENCANA DESAIN & PENGEMBANGAN

Agar usaha ini dapat berjalan, bertahan dan bekembang, maka dibutuhkanlah sebuah desain usaha dan pengembangannya. Adapun rencana desain dan pengembangannya sebagai berikut

1. Tujuan Usaha Jangka Panjang

Usaha minuman es klamud jelly susu ini memiliki tujuan untuk menjadi produk minuman yang diminati oleh semua orang. 

Baik itu dari kalangan anak-anak hingga orang dewasa dan dari berbagai kalangan.

Adapun tujuan jangka panjangnya adalah dapat membuka cabang di kota lain.

2. Strategi

Agar es klamud jelly susu dapat dikenal banyak orang maka perlu dilakukannya promosi baik secara online maupun offline.

Hal ini bertujuan untuk memperkenalkan produk kepada konsumen.

Adapun promosi lewat online dengan cara memanfaatkan jejaring media sosial yang ada. Sementara promosi via offline dengan cara membuat brosur serta spanduk yang menarik dan ditempatkan di titik-titik yang dianggap strategis.

3. Evaluasi Resiko

Adapun resiko dari produk ini adalah hanya dapat bertahan selama satu hari setelah produk diolah.

E. RENCANA OPERASI MANAGEMEN

Dalam menjalankan usaha dibutuhkan rencana operasi dan manajemen usaha. Adapun rencana operasi dan manajemen usaha sebagai berikut:

Proses Produksi

  • Penyediaan bahan-bahan
  • Pembuatan jelly
  • Menyerut kelapa muda
  • Membuat santan sebagai bahan campuran kelapa muda
  • Mencampurkan kelapa muda, es, santan, jelly dan susu

Pengendalian Persediaan

Adapun untuk proses penjualannya, pada hari pertama kami menyediakan 50 gelas per harinya untuk dijual. 

Penyediaan 40 gelas ini akan berjalan selama kurang lebih 2 minggu untuk melihat minat konsumen terhadap produk es klamud jelly susu.

Evaluasi akan dilihat 2 minggu setelah penjualan pertama, apabila selama 2 minggu masih terdapat sisa, maka selanjutnya akan dilakukan pengurangan produksi.

Kontrol Keuangan

Salah satu hal yang dalam berbisnis bersama adalah kontrol uang yang agak sulit dikendalikan. Maka dari itu kami membuat kontrol keuangan sebagai berikut:

  • Tidak menggunakan uang modal atau hasil penjualan untuk keperluan pribadi
  • Harus selalu tersedia uang tunai secukupnya ketika berjualan untuk kembalian.
  • Menyisihkan modal dan profit untuk mengangsur cicilan serta antisipasi biaya tak terduga.

F. ANALISIS RENCANA KEUANGAN

Sebelum menjalankan usaha, dibutuhkan analisis rencana keuangan yang tepat. Hal ini agar tidak terjadi ketimpangan antara modal dan juga pendapatan. Adapun analisis keuangannya sebagai berikut:

1. Perkiraan Pendapatan

Modal Awal

= biaya variabel + biaya tetap

= (biaya bahan baku x 30 hari) + biaya tetap

= (Rp 125.000×30 hari) + Rp 2.600.000

= Rp 3.725.000 + Rp 2.600.000

= Rp 6.325.000

Hasil Penjualan per Bulan

= target penjualan harian x harga jual per gelas x 30 hari

= 50 gelas x Rp 5.000 x 30 hari

= Rp 7.500.000

Laba

= hasil penjualan – modal awal

= Rp 7.500.000 – Rp 6.325.000

= Rp 1.148.000

2. Perkiraan Pengeluaran Awal

NoBahan BakuHarga (Rp)
16 Buah Kelapa Muda60.000
21 Kaleng Susu7.000
33 Sachet Jelly6.000
4½ Kg Gula Pasir10.000
5Air Isi Ulang15.000
6Es Batu4.000
7Kelapa Untuk Santan5.000
81 Pack Gelas Plastik12.000
9Sedotan3.000
10Kantong Plastik3.000
Total Biaya125.000
NoNama AlatHarga (Rp)
1Gerobak2.000.000
22 Buah Termos Es200,000
3Gayung5.000
41 Buah Toples10.000
5Spanduk45.000
Total Biaya2.260.000

Sehingga total modal awal untuk bahan baku dan peralatan adalah Rp 2.385.000

3. Sumber Modal dan Penggunaan

Modal es klamud jelly susu ini bukan berasal dari satu orang, tetapi berasal dari 4 orang. Keempat orang tersebut merupakan owner dengan jumlah modal yang berbeda.

Selain dari kantong pribadi empat orang tersebut, modal didapatkan juga dari pinjaman pihak bank, sehingga memiliki kewajiban bersama untuk membayar cicilan.

Dengan demikian, hasil atau profit yang didapat dibagi menjadi 3, yakni sebagai kas usaha, membayar cicilan bank, baru kemudian  dialokasikan kepada setiap owner sesuai modal.

Nah itu tadi contoh proposal usaha makanan yang bisa teman-teman jadikan referensi.

Dari contoh proposal usaha makanan tersebut, diharapakan teman-teman bisa membuat pengembangan contoh proposal usaha makanan lengkap lainnya yang semisal.

2. Contoh Proposal Usaha Makanan Ringan

Contoh Proposal Usaha Makanan Ringan - Bosmeal.com
Contoh Proposal Usaha Makanan Ringan

Usaha makanan ringan kelihatannya sepele ya teman-teman. Akan tetapi ketika teman-teman tidak punya acuan,  atau sebuah perencanaan maka bukan tidak mungkin jika usaha teman-teman tidak akan bertahan lama.

Untuk itulah teman-teman perlu membuat contoh proposal usaha makanan ringan agar teman-teman bisa melihat dan mengontrol perkembangan usaha teman-teman.

Maka dari itu teman-teman perlu membuat contoh perencanaan usaha yang tepat agar proposal usaha makanan ringan teman-teman dapat diterima

Berikut ini contoh proposal usaha makanan ringan yang patut dicoba.

PROPOSAL USAHA MAKANAN RINGAN KUE BOBICO

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Berdasarkan data yang ada, jumlah pengangguran di Indonesia semakin meningkat tiap tahunnya.

Meningkatnya jumlah pengangguran ini salah satunya disebabkan oleh kurang sadarnya masyarakat untuk memanfaatkan peluang usaha yang ada.

Hal ini bisa jadi karena masih minim nya pengetahuan untuk memanfaatkan sumber daya yang ada.

Jika hal ini dibiarkan terus menerus, bukan tidak mungkin akan terjadi krisis ekonomi yang berkepanjangan.  

Belum lagi ditambah minimnya kesadaran masyarakat untuk menciptakan sendiri lapangan kerja. Padahal untuk dapat mengangkat perekonomian masyarakat dibutuhkan lapangan kerja.

Kemudian salah satu solusi untuk dapat keluar dari krisis ekonomi dan juga mengurangi pengangguran adalah dengan berwirausaha.

Dalam berwirausaha sendiri terdapat banyak pilihan yang bisa dilakukan. Diantaranya mengolah bahan mentah menjadi produk makanan jadi atau setengah jadi agar mempunyai nilai jual yang lebih tinggi.

Karena itulah penulis di sini berupaya untuk menciptakan sebuah produk dengan nilai jual dengan membuat kue “BOBICO”. 

Kue ini sendiri terbuat dari ubi yang mudah diperoleh masyarakat. Akan tetapi masih banyak belum mengolahnya menjadi kudapan yang menarik dan bernilai jual.

B. Visi dan Misi

Visi

Menjadikan makanan tradisional sebagai salah satu makanan bernilai jual tinggi dan banyak diminati.

Misi

  1. Senantiasa melakukan inovasi produk tradisional.
  2. Berupaya meningkatkan kualitas makanan tradisional.
  3. Lebih mengutamakan kualitas pelayanan agar konsumen semakin puas.

C. Tujuan

Tujuan penulis mengembangkan jenis usaha ini yaitu:

  1. Untuk melestarikan jajanan makanan khas Indonesia.
  2. Untuk menarik minat konsumen agar merasakan produk yang dibuat oleh penulis serta dapat mencapai. penjualan yang sesuai target.
  3. Sebagai upaya untuk membuka lapangan pekerjaan bagi lingkungan sekitar.
  4. Mendapatkan keuntungan usaha.

D. Maksud Kegiatan Usaha

Setiap kegiatan usaha pastinya memiliki maksud tersendiri. Begitu pula dengan penulis. Adapun maksud dari penulis membuka usaha ini karena keinginan untuk menyalurkan ilmu yang dimiliki dalam bidang kuliner.

Selain itu juga untuk menambah pengalaman dan wawasan di dunia usaha. 

Harapan dari penulis sendiri agar makanan tradisional tidak kalah dengan makanan modern dengan cara selalu berinovasi terhadap makanan tradisional khas daerah.

Bentuk inovasi yang dilakukan adalah dengan mengembangkan kue tradisional yang bernama kue obi supaya lebih menarik baik dari segi rasa, tampilan maupun kualitasnya.

Bentuk pengembangannya penulis namai kue “BOBICO” yakni bola-bola ubi coklat yang dikembangkan dari kue obi.

BAB II

PEMBAHASAN

A. Profil

Penulis memberikan brand bidang usaha bernama Bobico karena produk ini berbahan dasar ubi. Ubi sendiri selama ini lebih sering dikenal di pedesaan. 

Akan tetapi penulis memiliki keyakinan dan harapan untuk mengembangkan olahan berbahan dasar ubi agar menjadi makanan yang menarik tanpa mengurangi kandungan nutrisi di dalamnya.

Ubi sendiri memiliki banyak kandungan nutrisi yang baik buat kesehatan. Kandungan nutrisi tersebut diantaranya vitamin A, C, E magnesium, kalium, beta karoten serta antioksidan.

B. Strategi Pasar

Agar rencana untuk membangun usaha jajanan tradisional Bobico ini dapat berjalan lancar maka dilakukan beberapa strategi pasar diantaranya :

1. Segmenting

Strategi pasar yang pertama yakni segmenting. Segmenting sendiri merupakan cara untuk menjadikan pembeli sebagai target yang harus dicapai. 

Segmenting atau segmentasi pasar merupakan hal yang sangat penting. Untuk itulah penulis melakukan riset terlebih dahulu untuk menentukan lokasi mana yang paling mendekati ideal untuk memasarkan usaha.

Tujuannya agar produk yang dibuat bisa dinikmati oleh berbagai kalangan masyarakat, bahkan produk ini juga dapat dinikmati oleh segala usia.

2. Targeting

Adapun target pasar yang dibidik oleh penulis terdiri dari masyarakat sekitar tempat berjualan, warung-warung yang bisa dititipi penulis. 

Selain berjualan secara konvensional, penulis juga membidik pasar online, karena akan lebih cepat dikenal orang banyak

3. Positioning

Langkah ketiga dalam strategi pasar yang penulis gunakan adalah positioning.

Positioning sendiri merupakan tindakan perusahaan atau penulis untuk merancang produk dan bauran pemasaran agar dapat tercipta kesan tertentu di ingatan konsumen.

Agar produk yang dihasilkan bisa dengan mudah dikenal oleh masyarakat, maka penulis membuat inovasi dengan menambahkan bahan baru.

Hal ini akan membuat produk yang dihasilkan menjadi berbeda dengan produk yang sudah ada.

Adapun bahan yang ditambahkan dalam produk ini berupa coklat, kacang dan juga meses mix.

Tambahan ini akan membuat makanan menjadi lebih menarik, kualitas sangat baik dan juga rasanya menjadi lebih unggul.

Ini akan membuat makanan ini memiliki ciri khas yang mudah diingat dan dikenal oleh konsumen.

C. Analisis SWOT untuk Kelayakan Usaha

Sudah menjadi kebiasaan jika dalam melakukan usaha selalu menghadapi tantangan dan juga persaingan usaha. Untuk menghadapi semua itu dibutuhkan analisis usaha yang tepat. 

Analisis ini perlu bukan hanya sebagai bahan evaluasi, tetapi untuk mengukur kemampuan usaha terhadap lingkungan dan juga persaingan yang ada.

Dalam hal ini penulis menggunakan analisis SWOT untuk kelayakan usaha.

1. Kekuatan (Strength)

Analisis yang pertama adalah mengukur kekuatan usaha. Kekuatan disini merupakan sebuah analisis bahwa produk ini diterima oleh masyarakat secara luas.

Adapun ukuran kekuatan di sini adalah kualitas produk yang ditawarkan cukup tinggi. Kemudian bahan dasar yang digunakan adalah ubi yang memiliki banyak kandungan nutrisi dan diproses secara higienis.

2. Kelemahan (Weakness)

Setiap kekuatan pastinya memiliki kelemahan. Begitu juga kegiatan usaha yang dijalankan oleh penulis. Dibalik analisis kekuatan usaha di atas, terdapat juga kelemahan dalam bidang usaha ini, yaitu:

  1. Produk gampang ditiru.
  2. Produk mudah basi.
  3. Harga ubi yang tidak menentu.

3. Peluang (Opportunity)

Pembacaan peluang sangat diperlukan dalam melakukan usaha. Adapun pembacaan atau analisis peluang dalam produk ini adalah produk obi atau makanan yang terbuat dari ubi sudah tidak asing lagi. 

Hal ini karena obi sudah dikenal oleh masyarakat karena memang obi sudah pernah ada.

Akan tetapi, yang membuat berbeda antara Bobico dengan obi pada umumnya adalah bobico mengalami modifikasi sehingga menjadi produk yang lebih menarik dan mampu bersaingan dengan makanan modern.

Kemudian untuk saat ini makanan obi semakin jarang ditemukan, sehingga penulis memiliki peluang yang bagus untuk memasarkan obi modifikasi dengan varian baru yang lebih menarik minat konsumen.

4. Ancaman (Threat)

Dalam setiap peluang usaha akan selalu menghadapi ancaman. Ancaman ini merupakan hambatan yang berasal dari luar. 

Adapun ancaman yang akan timbul dalam usaha bobico adalah sebagai berikut:

  1. Tidak menentunya ketersediaan bahan dasar.
  2. Timbulnya persaingan yang tidak sehat.
  3. Munculnya produk serupa dengan harga yang lebih murah dan kualitas yang lebih baik.

BAB III

MANAJEMEN PRODUKSI

A. Proses Produksi

Dalam proses produksinya, penulis mencoba mengembangkan ide produksi dengan dimodifikasi berdasarkan kebutuhan konsumen, yakni kesukaan dengan kuliner yang sedang tren di sosial media.

Selanjutnya proses produksi dilakukan dengan serangkaian tahap untuk menjaga kehigienisan produk. Hal ini untuk menjaga dan menciptakan kepercayaan konsumen terhadap produk yang penulis pasarkan

kemudian penulis juga menentukan bahan baku pendukung dengan melakukan survei pasar agar memperoleh informasi harga yang lebih kompetitif.

Tidak lupa juga penulis membuat laporan keuangan agar tercipta manajemen yang sehat dalam kegiatan usaha.

Jika sistem keuangan ditata dan disusun dengan baik, maka kegiatan produksi pun akan mampu berjalan dengan lancar dan optimal

B. Bahan bahan

Agar sistem keuangan dapat berjalan dengan baik, perlu dibuat juga penghitungan bahan-bahan dalam membangun usaha.

Adapun dalam memproduksi Bobico, penulis memakai bahan-bahan antara lain:

NoNama BahanHarga Satuan (Rp)Jumlah Harga (Rp)
1Ubi Jalar 16 Kg4.00064.000
2Tepung Tapioka 4 Kg10.00040.000
3Kacang 1 Kg25.00025.000
4Gula Merah 1 Kg20.00020.000
5Seres 5 pcs5.00025.000
6Garam 1 pcs2.5002.500
7Coklat 5 pcs15.00075.000
Total251.500

C. Alat dan Perlengkapan Tambahan

1. Alat

NoNama AlatHarga (Rp)
1Gelas Ukur 1 Liter46.000
2Panci320.000
3Baskom73.000
4 Wajan (Penggorengan)195.000
5Dulang130.000
6Pisau12.000
Total776.000

2. Perlengkapan

  • Label kemasan 6 lembar (Harga @ Rp 5.000) = Rp 30.000
  • Cup plastik 12 pack (Harga @ Rp 10.000) = Rp 120.000
  • Sarung tangan plastik 2 (Harga @ Rp 2.000) = Rp 4.000

Total Rp 930.000

3. Biaya Lain-lain

  • Biaya Transportasi Rp 20.000
  • Isi ulang gas Rp 20.000

Total Rp 40.000

D. Cara Membuat

  • Persiapkan bahan-bahan.
  • Kupas ubi lalu cuci bersih kemudian kukus sampai matang dan lunak.
  • Selanjutnya haluskan ubi lalu tambahkan tepung tapioka dan garam lalu tumbuk sampai semua bahan tercampur rata.
  • Kemudian ambil adonan dengan sendok lalu isi dengan gula merah atau isian lainnya dan bulatkan.
  • Terakhir goreng dengan minyak panas menggunakan api sedang hingga berwarna coklat keemasan.
  • Kemudian angkat dan tiriskan hingga dingin lalu tambahkan topping sesuai selera.

BAB IV

RENCANA BIAYA

A. Modal dan Pemasukan

Adapun besaran modal awal yang harus dikeluarkan adalah 

Besar Modal yang harus dikeluarkan dalam satu kali produksi yaitu Rp 1.221.500 dengan rincian:

Total biaya produksi = bahan bahan + perlengkapan + ongkos lain-lain

= Rp 251.500 + Rp 930.000 + Rp 40.000

= Rp 1.221.500

Adapun untuk total biaya sekali produksi adalah 

Total biaya yang dibutuhkan untuk sekali memproduksi sebanyak 100 produk adalah Rp 445.500

B. Target Hasil penjualan per bulan

= target penjualan harian x harga jual per gelas x 30 hari

= 100 pcs x Rp 6.000 x 30 hari

= Rp 18.000.000

C. Laba

= hasil penjualan – (modal awal + (modal harian x 30 hari))

= Rp 18.000.000 – (Rp 1.221.500 + (Rp 445.500 x 30 hari))

= Rp 18.000.000 – (Rp 1.221.500 + Rp 13.365.000)

= Rp 18.000.000 – Rp 14.586.500

= Rp 3.413.500   

BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Demikian makanan ringan BOBICO merupakan ide produk dari penulis dalam merintis usaha ini.

Munculnya produk ini merupakan hasil analisis peluang dan survey yang penulis lakukan untuk mencari prospek bisnis bermanfaat untuk masyarakat dan menguntungkan.

Besar harapan penulis agar produk ini dapat diterima dengan baik, disenangi serta mudah diingat konsumen

B. Saran

Penulis sadar jika proposal usaha ini masih jauh dari kata sempurna. Untuk itulah penulis mengharapkan kritik maupun saran dari berbagai pihak demi penyempurnaan proposal usaha makanan ringan ini.

Nah itu tadi contoh proposal usaha makanan ringan yang bisa teman-teman coba. Teman-teman bisa membuat usaha makanan ringan seperti contoh di atas maupun dengan ide dan inovasi sendiri.

Baca juga: Contoh Paper yang Benar

3. Contoh Proposal Usaha Kerajinan

Contoh Proposal Usaha Kerajinan
Contoh Proposal Usaha Kerajinan

Dalam membuat usaha kerajinan perlu kiranya dibuatkan sebuah contoh proposal usaha. Salah satu fungsi dari proposal usaha ini adalah untuk menentukan target pasar dan juga analisis penjualannya.

Dengan menentukan target pasar yang tepat maka promosi produk kerajinan bangun datar akan lebih mudah diterapkan.

Buat yang masih bingung sama contohnya, berikut ini contoh proposal usaha kerajinan dengan judul kumbang kepik dari botol plastik bekas.

A. JUDUL PROPOSAL

KUMBANG KEPIK DARI BOTOL PLASTIK BEKAS

B. RINGKASAN EKSEKUTIF

1. Konsep Bisnis

Kerajinan kumbang kepik dari botol bekas merupakan sebuah usaha dengan memanfaatkan limbah atau barang bekas.

Barang-barang bekas yang pada umumnya menjadi sampah, oleh penulis akan diolah menjadi kerajinan yang memiliki nilai jual lagi.

Dengan mengolah bahan-bahan limbah botol bekas menjadi kerajinan kumbang kepik yang memiliki nilai jual merupakan salah satu bentuk dari daur ulang sampah.

Agar tampilannya menjadi lebih menarik untuk dijual maka ditambahkan cat dan lain sebagainya agar terlihat keindahan atau estetikanya.

Adapun rencana penjualan ini akan memfokuskan pada media online shop terlebih dahulu. Sementara untuk media offline hanya akan berjualan di barat alun-alun kota pada acara car free day, mulai jam 05.00 – 08.30 pagi.

2. Tim Manajemen

Usaha kerajinan kumbang kepik botol plastik bekas dilakukan oleh dua orang yang masing-masing memiliki modal dan kemampuan yang berbeda.

Kedua modal baik itu dari materi maupun skill yang berbeda disatukan dalam satu usaha kemudian menjadi usaha kerajinan kumbang kepik botol plastik.

Dikarenakan modal dan juga skil yang dimiliki berbeda, maka pembagian keuntungannya pun juga berbeda, sesuai dengan ukuran modal dan kesepakatan bersama.

Selain sebagai pemilik modal, untuk menghemat biaya, keduanya juga berstatus sebagai karyawan dan memasarkan hasil produksinya. 

Kemudian sistem yang digunakan adalah pembagian peran, yang satu fokus pada olahan barang, dan yang lainnya fokus untuk pemasaran via online.

Sementara via offline, yakni pada hari minggu semuanya berperan untuk menawarkan produk dan melayani pembeli.

C. ALAT dan BAHAN

Untuk mempersiapkan produksi usaha kerajinan kumbang kepik dari botol bekas, setidaknya dibutuhkan alat dan bahan sebagai berikut:

  • Botol plastik bekas dengan ukuran bebas
  • Cat warna 
  • Kuas
  • Bola pimpong
  • Bola mata plastik kecil
  • Lem
  • Kawat
  • Gunting dan pisau
  • Pernak-pernik
  • Paku kecil

D. CARA PEMBUATAN

Setelah semua bahan-bahan terkumpul, selanjutnya bahan tersebut diolah menjadi produk kumbang kepik sebagai berikut:

  1. Pertama potong bagian bawah botol dengan gunting agar tercipta badan kumbang.
  2. Selanjutnya siapkan cat kemudian cat botol plastik yang sudah dipotong pada bagian dalam.
  3. Setelah itu jemur di bawah sinar matahari langsung.
  4. Tahap berikutnya siapkan bola pimpong kemudian potong menjadi seperempat untuk dibuat bagian kepalanya.
  5. Selanjutnya warnai bola pimpong dengan cat hitam agar menyerupai kepala kumbang.
  6. Tahap selanjutnya lubangi kepala kumbang dengan paku agar bisa dipasangi antena.
  7. Selanjutnya tempelkan badan dengan kepala kumbang menggunakan lem.
  8. Terakhir tempelkan mata serta hiasan pernak pernik pada bagian kumbang yang dirasa cocok.
  9. Kumbang kepik dari botol plastik bekas

E. RENCANA ANGGARAN BELANJA

Agar produksi dapat berjalan maksimal maka dibutuhkan estimasi biaya yang harus dikeluarkan. Adapun estimasi biaya untuk modal usaha sebagai berikut:

NoNama Bahan & AlatHarga Satuan (Rp)Jumlah Harga
1Cat 3 Buah10.00030.000
2Kuas Kecil 2 Buah2.5005.000
3Bola Pimpong 2 Pack12.50025.000
4Kawat Kecil5.0005.000
5Bola Mata Plastik Kecil 1 Pack4.0004.000
6Lem 1 Buah10.00010.000
Total79.000

Modal sebesar Rp 79.000 ini dapat menghasilkan 35 unit produk.

Adapun rencana penjualan sendiri adalah Rp 3.000 per unitnya sehingga:

Rp 3.000 x 35 = Rp 105.000

Sehingga profit yang dihasilkan adalah

= Harga jual – Modal

= Rp 105.000 – Rp 79.000

= Rp 26.000

F. ANALISIS SWOT

Untuk bisa melihat peluang berjualan kerajinan kumpang kepik botol bekas maka setidaknya dibutuhkan analisis kekuatan dan kelemahannya serta peluang dan hambatan yang muncul

Adapun bentuk analisis tersebut terangkum dalam analisis SWOT sebagai berikut: 

A) Kekuatan (Strength)

Adapun kekuatan dari jualan usaha kerajinan dari botol bekas memiliki nilai tersendiri. Nilai atau kekuatan ini adalah faktor yang timbul dari dalam kerajinan itu sendiri.

Adapun faktor kekuatan itu adalah

  • Harganya relatif murah
  • Bahan mudah didapat
  • Memiliki bentuk yang menarik dan lucu bagi anak-anak

B) Kelemahan (Weakness)

Dibalik kekuatan atau faktor pendukung dari dalam yang sedemikian rupa, terdapat juga kelemahan yang mengelilingi produk ini. Adapun kelemahan itu sebagai berikut:

  • Bahan yang digunakan tidak ramah lingkungan karena terbuat dari plastik.

Selain adanya faktor pendukung maupun penghambat dari dalam, dibutuhkan juga pembacaan pendukung maupun penghambat atau saingan dari luar.

Berikut ini faktor pendukung atau peluang serta hambatan yang muncul dari luar

C) Peluang (Opportunity)

Kerajinan kumbang kepik dari botol bekas ini memiliki peluang untuk dilirik konsumen yang ada. Berikut ini peluangnya.

  • Belum ada yang berjualan produk kerajinan dari botol bekas di daerah Pati Kota.
  • Promosi di media sosial masih sedikit.
  • Penerimaan pesanan tanpa batas minimal

D) Hambatan (Threat)

Memang dalam berjualan kerajinan kumbang kepik dari botol bekas masih jarang, tetapi tetap saja ada hambatan atau saingan lainnya.

Adapun hambatannya adalah banyaknya penjual kerajinan dengan kain flanel yang hasilnya lebih bagus.

G. PENUTUP

Demikian proposal usaha kerajinan kumbang kepik yang bisa kami buat. Memang masih banyak kekurangan baik dalam pemetaan pasar maupun analisis.

Semoga contoh proposal usaha kerajinan ini dapat menjadi acuan awal untuk membangun bisnis jangka panjang.

Jangan Lewatkan: Contoh Proposal Skripsi yang Baik dan Benar

4. Contoh Proposal Kewirausahaan

Contoh Proposal Kewirausahaan
Contoh Proposal Kewirausahaan

Buat teman-teman yang sedang mencoba untuk berwirausaha bukan tidak mungkin akan membutuhkan proposal kewirausahaan sebagai sebuah pijakan awal sebelum membangun usaha.

Berikut ini contoh proposal kewirausahaan mahasiswa yang bisa teman-teman pelajari dengan judul Bakso Pelangi.

PROPOSAL KEWIRAUSAHAAN BAKSO PELANGI

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur selalu kita panjat kan kejadirat Allah swt., yang telah melimpahkan rahmat hidayah serta inayah-Nya sehingga kita dapat menikmati segala karunia yang sudah ada ini.

Tidak lupa sholawat serta salam selalu tercurahkan kepada Baginda Nabi Muhammad saw., yang sudah membimbing kita semua dari masa kegelapan menuju zaman yang terang benderang.

Segala maksud dan semua tujuan tidak akan bisa lepas karena pertolongan Yang Maha Kuasa sehingga kami dapat menyelesaikan proposal wirausaha bakso pelangi ini.

Kami sadar nantinya dalam berwirausaha akan selalu muncul hambatan dan juga rintangan.

Akan tetapi dengan dukungan dari banyak pihak, kami yakin masih mampu mengatasi segala hambatan yang ada.

Kami sadar bahwa segala sesuatu yang datangnya dari manusia adalah sebuah kesalahan.

Sedangkan segala sesuatu yang datang dari Agama adalah sebuah kebenaran. Semua ini adalah merupakan karunia dari Allah swt. 

Sebuah landasan dalam wirausaha bakso pelangi ini tentunya masih sangat jauh dari kata sempurna. 

Untuk itulah nantinya kami sangat mengharapkan kritikan dan masukan yang membangun dalam menjalankan usaha nantinya.

Semoga proposal ini dapat bermanfaat buat kita semua. Kurang lebihnya kami mohon maaf yang sebesar besarnya.

 

Hormat Kami

 

ttd

Penulis

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pada masa sekarang, persaingan dalam berwirausaha semakin ketat. Banyak wirausahawan yang berlomba-lomba dalam membuat inovasi agar dilirik oleh para konsumen.

Dalam membuat inovasi, bukan hanya soal produk kerajinan, dalam persaingan produk makanan pun, mereka juga berlomba-lomba.

Imbasnya produk makanan atau kuliner pun banyak disukai oleh para konsumen.

Akibatnya persaingan dalam dunia kuliner pun menjadi semakin ketat. Dibutuhkan inovasi lebih untuk dapat menarik minat konsumen.

Maka dari itulah kami disini mencoba berinovasi dengan makanan bakso yang diubah menjadi bakso pelangi. 

Makanan bakso yang sudah terkenal dimana-mana kemudian disentuh dengan inovasi pentol bakso yang berwarna warni dirasa sangat cocok dengan selera dan gaya anak muda.

Para anak muda yang sangat menyukai dengan tantangan dan kehidupan yang penuh warna merupakan landasan filosofis dari pendirian usaha bakso pelangi ini.

Berdasarkan dari latar belakang tersebut maka kami disini membuat proposal usaha bakso pelangi.

B. Tujuan Proposal

Adapun tujuan dari pembuatan proposal bakso pelangi ini adalah:

  1. Sebagai landasan pendirian usaha makanan bakso pelangi.
  2. Untuk melatih manajemen usaha agar dapat berjalan dengan baik dan stabil
  3. Untuk menambah pengetahuan dan pengalaman di bidang wirausaha kuliner.

C. Manfaat Proposal

Adapun manfaat dari proposal pendirian usaha bakso pelangi ini adalah

  1. Sebagai bentuk pengembangan usaha dan juga untuk menguji strategi usaha yang sudah dibuat dalam proposal.
  2. Agar dapat menarik investor dalam pendirian usaha bakso pelangi sehingga dapat meningkatkan keberhasilan dalam kewirausahaan.

BAB II

KEGIATAN USAHA

A. Aspek Produksi

Bahan – Bahan :

Bahan Pentol bakso warna-warni

  • Daging sapi
  • Tepung tapioka
  • Es batu dadu ukuran 2 x 2 cm
  • Bawang putih (goreng lalu haluskan)
  • Putih telur
  • Garam
  • Gula pasir
  • Lada
  • Pewarna makanan secukupnya
  • Air secukupnya (untuk merebus)

Bahan Kuah

  • Bawang putih (goreng lalu haluskan)
  • Garam
  • Lada bubuk
  • Air

Bahan Pelengkap

  • Mie kering secukupnya (rebus lalu tiriskan)
  • Caisim secukupnya (seduh air panas lalu tiriskan)
  • Bawang goreng secukupnya
  • Seledri secukupnya (iris)

Cara Membuat Bakso Pelangi

Cara membuat pentol bakso pelangi:

  1. Pertama siapkan gilingan kemudian masukkan semua bahan pentol kecuali pewarna  ke dalam giligan dan haluskan hingga tercampur rata.
  2. Selanjutnya didihkan air untuk merebus bakso pelangi nantinya.
  3. Kemudian bagi adonan menjadi 7, lalu tambahkan masing – masing bagian dengan 1 pewarna makanan dan aduk hingga rata.
  4. Setelah itu ambil bakso dengan sendok kemudian bentuk menjadi bulat. Ulangi hingga habis.
  5. Terakhir masukkan bakso ke dalam air dan rebus hingga bakso mengambang lalu angkat dan tiriskan.

Cara membuat kuah bakso pelangi:

  1. Gunakan air rebusan bakso kemudian masukkan semua bahan kuah dan aduk sampai rata.
  2. Kemudian masak sampai kuah mendidih dan jangan lupa untuk cek rasanya.

Cara penyajian:

  1. Pertama siapkan mangkuk kemudian masukkan pentol bakso serta bahan pelengkap.
  2. Selanjutnya siram dengan kuah panas.

Bakso pelangi siap untuk disajikan kepada konsumen.

B. Aspek Pemasaran

Agar dapat dikenal oleh banyak konsumen, dibutuhkan taktik pemasaran yang tepat. 

Untuk aspek pemasarannya sendiri dilakukan dengan memanfaatkan media offline maupun online.

Adapun media offline adalah dengan cara membuka kedai yang dekat dengan lokasi sekolah, baik SMP maupun SMA. 

Selain itu juga ruangan ditata agar menjadi lebih menarik untuk spot foto.

Adapun pemanfaatan media online dengan cara promosi di media sosial dan juga memanfaatkan layanan Go-Food.

BAB III

PERENCANAAN KEUANGAN

A. Modal Usaha

Untuk dapat menjalankan usaha bakso pelangi ini setidaknya dibutuhkan modal usaha utama sebesar Rp 3.155.000 dengan rincian sebagai berikut:

NoNama AlatHarga Satuan (Rp)Jumlah Harga
1Gerobak 1 Unit2.000.0002.000.000
2Dandang Bakso 1 Buah250.000250.000
3Irus (Gayung) Bakso 1 Buah25.00025.000
4Kompor Bakso 1 Buah100.000100.000
5Tabung Gas 2 Buah150.000150.000
6Mangkok 20 Buah7.000140.000
7Sendok 2 Lusin90.000180.000
8Garpu 2 Lusin80.000160.000
Total3.155.000

B. Biaya Variabel

Selain membutuhkan modal utama, setidaknya juga dibutuhkan modal harian untuk berjualan tiap hari. Adapun kebutuhan modal harian sebesar Rp 340.000 dengan rincian sebagai berikut:

NoNama BahanHarga (Rp)
1Daging Sapi 1 Kg100.000
2Tepung Tapioka 500 Gram16.500
3Es Batu Dadu Ukuran 2 x 2 cm5.000
4Bawang Putih 1 Kg29.000
5Putih Telur ½ kg12.000
6Garam 1 Pcs2.000
7Gula Pasir ¼ Kg3.500
8Lada50.000
9Pewarna Makanan 7 Buah42.000
10Air 1 Galon5.000
11Mie Kering24.000
12Caisim10.000
13Bawang Goreng 1 Toples35.000
14Seledri 1 Ikat6.000
Total340.000

C. Analisis Perencanaan Laba/Rugi

setelah dipetakan modal baik modal awal maupun modal harian untuk jualan, selanjutnya bakso pelangi ini akan dijual seharga Rp 8.000 per porsinya.

Untuk target awalnya adalah 85 porsi penjualan per harinya

Adapun untuk analisis keuntungan/kerugian sebagai berikut:

Modal usaha sekali = Rp 3.155.000

Modal harian = Rp 340.000

Penjualan = 85 x Rp 8.000

= Rp 680.000

Keuntungan per hari = Penjualan – modal

= Rp 680.000 – Rp 340.000

= Rp 340.000

Keuntungan bulanan = keuntungan harian x 26 hari

= Rp 340.000 x 26 hari

= Rp 8.840.000

Melihat analisis di atas, keuntungan maksimal yang bisa didapatkan dari berjualan bakso pelangi sebesar Rp 8.840.000. 

Analisis ini masih mengabaikan kondisi sepi dan lain sebagainya.

BAB IV

PENUTUP 

A. Kesimpulan

Berdasarkan perhitungan yang sudah dilakukan di atas, total awal bakso pelangi membutuhkan modal sebesar Rp 3.495.000 dengan estimasi biaya harian yang harus dikeluarkan sebesar Rp 340.000.

Penghitungan biaya ini belum termasuk isi ulang gas, listrik dan bahan-bahan tak terduga seperti tisu, tusuk gigi dan lain sebagainya.

Dari modal harian Rp 340.000 dapat menghasilkan 85 porsi. Target terjual 85 porsi ini bisa naik dan bisa kurang tergantung penjualan nantinya.

Nah itu tadi contoh proposal kewirausahaan tentang makanan yang bisa teman-teman jadikan inspirasi. Bagaimana teman-teman tertarik menjalani dunia kewirausahaan seperti contoh proposal kewirausahaan di atas?

Jika tertarik, teman-teman bisa mengambil contoh proposal kewirausahaan makanan di atas dan jangan lupa baca contoh artikel yang lain juga ya.

5. Contoh Proposal Usaha Kecil

Contoh Proposal Usaha Kecil
Contoh Proposal Usaha Kecil

Dalam membuat usaha kecil pun tidak serta merta tidak membutuhkan proposal usaha. Pembuatan proposal usaha kecil pun sangat diperlukan. 

Kegunaan proposal usaha kecil ini untuk mengenalkan usaha teman-teman maupun untuk memohon permintaan dana kepada sponsor

Nah buat teman-teman yang masih bingung bagaimana cara membuat proposal usaha kecil ini, berikut contoh nya.

PROPOSAL USAHA KECIL TELUR GULUNG KEJU SAMBAL

Deskripsi Pengenalan Usaha

Nama Usaha     : Kedai Kudurene: Telur Gulung Keju Sambal

Jenis Usaha      : CV Perorangan

Bentuk Usaha   : Industri Kecil Menengah

Nama Pemilik   : Anang Saputra

Alamat             : Jalan kolonel Sunandar no 42 Blora

DAFTAR ISI

PENDAHULUAN

RUMUSAN MASALAH

PEMBAHASAN

ASPEK PEMASARAN

PENUTUP

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Seperti yang sudah diketahui bersama, telur merupakan salah satu bahan makanan yang kaya akan protein.

Selain itu telur juga dapat diolah menjadi berbagai makanan, mulai dari telur dadar, bahan dasar kue, omelet telor, telur mata sapi, martabak, bahan dasar kue, dan masih banyak lagi.

Rasanya pun juga melezatkan.

Telur sendiri jika dibandingkan dengan makanan lain, telur memiliki nilai ekonomis yang tinggi serta cita rasa yang berbeda, 

Cita rasa yang berbeda ini akan muncul jika telur diolah dengan cara yang unik.

Selanjutnya, telur sendiri juga merupakan salah komoditas yang mulai mengisi hati masyarakat secara luas, khususnya di daerah Jawa Tengah, lebih tepatnya di kabupaten Blora.

Hal ini dibuktikan dengan mulai merambahnya para pedagang yang menjajakan telur dengan segala bentuknya.

Selain mulai banyaknya pedagang yang menjual olahan telur, di satu sisi para peternak ayam petelur pun mulai banyak bermunculan.

Kemudian harga telur sendiri cukup murah. Untuk 1 butir telur sendiri dihargai Rp 1.500 dan kemungkinan bisa lebih murah lagi jika dibeli dari peternak langsung. 

Murahnya harga telur ini membuat telur bisa dinikmati oleh semua kalangan.

Selain itu juga peternak ayam petelur yang sudah mulai banyak bukan tidak mungkin jika pasokan telur akan kelebihan stok. 

Kudurene sendiri merupakan salah satu inovasi nama dari telur gulung yang kami buat. Selain menjadi nama yang unik juga disajikan dengan bentuk yang berbeda dari olahan telur gulung lainnya.

Hal ini akan membuat cita rasa yang disajikan menjadi berbeda dengan telur gulung lainnya. Kudurene sendiri merupakan telur gulung yang diberikan varian saus yang berbeda. 

Agar telur gulung memenuhi kebutuhan karbohidrat dan gizi yang seimbang, maka dalam penyajiannya ditambahkan variasi sebagai pelengkapnya, seperti bakso, sosis, dan yang lainnya.

Dengan adanya selimut telur ini akan memberikan efek mengenyangkan dan juga dapat dijadikan lauk pelengkap bila dihidangkan dengan nasi.

BAB II

GAMBARAN UMUM USAHA

Telur pada saat ini merupakan salah satu makanan yang digemari masyarakat. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya produk-produk makanan yang berbahan dasar telur. 

Tingginya antusiasme pasar dalam menerima produk-produk berbasis telur, maka dibutuhkan pula sentuhan inovasi yang baik agar tidak ada kejenuhan dalam mengkonsumsi olahan telur.

Maka dari itu, kami berusaha untuk berkreasi dan berinovasi dalam mengolah telur agar memiliki nilai jual dan cita rasa yang bersaing. 

Adapun rencana kami disini adalah membuat telur dengan branding “Kudurene”. Branding nama ini berasal dari 2 kata bahasa jawa, kudu dan rene. Jika keduanya digabungkan maka memiliki arti harus kesini.

Kata ini memiliki harapan para konsumen untuk datang ke kedai kami. Kemudian telur gulung kudurene ini sendiri juga memiliki varian yang beraneka ragam.

BAB III

PEMBAHASAN

A. Jenis Produk Usaha

Sesuai dengan yang sudah dijelaskan di atas, jenis produk usaha ini adalah produk usaha konsumsi makanan ringan. Bahan dasar yang digunakan adalah telur.

B. Modal Usaha Makanan

Untuk menjalankan usaha telur gulung keju sambal ini setidaknya dibutuhkan modal usaha awal sebesar Rp 3.680.000 dengan rincian sebagai berikut:

NoNama AlatHarga (Rp)
1Banner250.000
2Daftar Menu20.000
3Outlet (Gerobak)3.000.000
4Kursi Kayu 10 Buah650.000
5Meja Kayu 5 Buah550.000
6Lemari Piring 1 Buah750.000
7Pemanggang Roti 2 Buah300.000
8Kompor Gas 1 Buah500.000
9Piring 1 Lusin120.000
10Gelas 1 Lusin45.000
11Sendok Kecil 1 Lusin15.000
12Garpu 1 Lusin35.000
13Pisau Kecil 1 Lusin60.000
14Pisau Roti 2 Buah50.000
15Solet 2 Buah6.000
16Gunting 2 Buah14.000
17Penjepit Roti 2 Buah10.000
18Toples 10 Buah150.000
19Panci Bandrek 1 Buah120.000
20Penyaring Bandrek 2 Buah12.000
21Spatula 2 Buah20.000
Total3.680.000

Selain modal di atas, dibutuhkan juga modal harian agar dalam berjualan tetap berjalan lancar. Untuk tahap awal berjualan ini kami akan menyediakan 200 tusuk telur yang siap untuk dijual.

Dari 200 tusuk ini nantinya akan digunakan sebagai acuan dasar target harian yang harus tercapai. Kemudian biaya yang diperlukan untuk membuat 200 tusuk telur gulung sebesar Rp 265.000 dengan rincian:

NoNama BahanHarga (Rp)
1Telur Ayam 2,5 Kg60.000
2Sosis Ayam / Sapi 4 Bungkus132.000
3Tepung Tapioka ½ Kg11.500
4Garam 1 Pcs2.500
5Merica Bubuk11.000
6Kaldu Bubuk5.000
7Keju Mozarella 2 Pcs52.000
Total265.000

Adapun untuk penjualannya sendiri, telur gulung kudurene ini dijual seharga Rp 2.000 per tusuknya. Sehingga target harian yang harus dicapai adalah Rp 400.000 

C. Biaya Operasional Usaha Makanan

Selain biaya pasti yang sudah ada di atas, masih terdapat juga biaya bulanan yang harus dikeluarkan. Biaya bulanan itu berupa biaya listrik bulanan dan juga ongkos transportasi hariannya.

Adapun total biaya bulanan sebesar Rp 650.000 dengan rincian:

Listrik 1 bulan = Rp 300.000

Transport perjalanan 26 hari (1 hari @ Rp 10.000) = Rp 260.000

1 air galon 26 hari (1 hari @ Rp 5.000) = Rp 130.000

Makan 26 hari (1 hari @ Rp 10.000) = Rp 260.000

Total = Rp 650.000 

D. Omset Perbulan

Setelah dikalkulasi pengeluaran sekali, pengeluaran harian, pengeluaran kemudian target harian yang harus dicapai, maka dibutuhkan penghitungan total.

Penghitungan total ini digunakan untuk melihat omzet per bulannya, sehingga dapat diketahui beban biaya yang harus dikeluarkan.

Adapun omzet per bulannya adalah sebagai berikut

– Pendapatan per bulan = pendapatan harian x 26 hari

= Rp 400.000 x 26

= Rp 10.400.000

– Pengeluaran harian per bulan = pengeluaran harian x 26 hari

= Rp 265.000 x 26

= Rp 6.890.000

Pengeluaran bulanan = Rp 650.000

Laba = Pemasukan – Pengeluaran

= Rp 10.400.000 – ( Rp 6.890.000 + Rp 650.000 )

= Rp 10.400.000 – Rp 7.540.000

= Rp 2.460.000

Hasil pengurangan inilah yang kemudian menjadi laba per bulannya.

Dari laba ini akan dibagi menjadi 3, yakni untuk menutup biaya sekali 30 %, untuk kas 20 %, dan 50 % untuk owner.

Adapun rincian prosentasenya sebagai berikut

Untuk potongan biaya sekali 30% = Laba x 30%

=  Rp 2.460.000 x 30%

= Rp 786.000

Untuk kas kedai 20 % = Laba x 20%

= Rp 2.460.000 x 20%

= Rp 492.000

Untuk owner 50% = Laba x 50%

= 2.460.000 x 50%

= Rp 1.230.000

Jadi keuntungan bersih yang bisa didapatkan oleh owner atau pemilik adalah sebesar Rp 1.230.000.

E. Waktu Kegiatan

Untuk waktu berjualan sebagai berikut

Hari : Senin-Sabtu

Waktu : 10.00 – 18.30 WIB

BAB IV

BENTUK PEMASARAN/PROMOSI USAHA

A. Segmen Pasar

Untuk target sasaran dari telur gulung kudurene ini adalah dapat menyentuh semua kalangan. 

Selain itu juga dalam tahap awal kami mencoba menyentuh kalangan anak-anak dan para remaja terlebih dahulu. 

Bari setelah itu kami akan merambah di dunia orang dewasa agar tertarik menikmati telur gulung ini.

B. Strategi Pemasaran dan Promosi

Untuk dapat merambah dunia anak-anak dan juga para remaja, maka pemasaran yang dilakukan dengan cara online maupun offline.

Untuk pemasaran online sendiri dengan memanfaatkan iklan di media sosial yang ada. Selain juga mendaftarkan kedai di go-food agar pelayanan dapat merambah ke segala tempat.

Selain itu juga untuk promosi offline dengan cara membuat pamflet atau selebaran yang disebar di titik-titik keraian kota.

C. Sistem Penjualan

Untuk sistem berjualan yang digunakan menggunakan bentuk offline dengan layanan tatap muka.

Selain dengan cara offline, kami juga menyediakan layanan online atau layanan pesan antar dengan memanfaatkan layanan ojek online.

BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Demikian apa yang dapat kami sampaikan, semoga dapat menjadi pertimbangan banyak pihak.

Usaha makanan bergizi dijalankan bukan hanya untuk mendapatkan materi yang optimal, tetapi juga tetap memperhatikan nilai gizi terhadap olahan yang kami buat.

Semoga semua pihak terkait dapat membantu baik dalam hal materi maupun moril. Sehingga usaha ini dapat membantu untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar Kabupaten Blora. Terimakasih.

Nah itu tadi contoh proposal usaha kecil yang bisa teman-teman gunakan sebagai acuan.

Semoga bermanfaat untuk teman-teman dan baca juga contoh cerpen singkat beserta unsur intrinsiknya ini ya.

6. Contoh Proposal Bisnis

Contoh Proposal Bisnis
Contoh Proposal Bisnis

Selain contoh contoh proposal usaha atau proposal bisnis di atas, teman-teman juga bisa melihat contoh proposal bisnis lainnya.

Berikut ini contoh proposal bisnis peternakan ayam kampung yang bisa teman-teman jadikan bahan pertimbangan.

PROPOSAL BISNIS TERNAK AYAM KAMPUNG PEDAGING

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Salah satu cara untuk mengatasi problem pengangguran yang ada adalah dengan cara berwirausaha.

Kegiatan wirausaha ini sangat berguna untuk semua pihak. Hal ini karena wirausaha tidak hanya menguntungkan ekonomi semata, tetapi juga mengangkat derajat masyarakat sekitar.

Dengan adanya kegiatan wirausaha, maka kebutuhan masyarakat akan dapat terpenuhi, baik itu kebutuhan langsung maupun kebutuhan tidak langsung.

Adapun salah satu bentuk dari wirausaha yang mudah dikembangkan dan juga memiliki banyak peminat adalah beternak ayam kampung pedaging.

Ayam kampung sendiri di beberapa wilayah seperti Ponorogo dan sekitarnya terdapat banyak penjual sate ayam, ayam bakar, soto ayam dan lain sebagainya.

Dari berbagai jenis usaha yang sudah disebutkan diatas, semuanya membutuhkan ayam kampung sebagai bahan dasarnya.

Kebutuhan akan daging ayam ini bukan mingguan apalagi bulanan, tetapi kebutuhan akan adanya daging ayam ini merupakan kebutuhan harian yang harus terpenuhi.

Dari banyaknya kebutuhan akan daging ayam ini membuat banyak peternak ayam kampung saling bersaing untuk dapat menyuplai kebutuhan pasar ini.

Maka dari itu sebagai bentuk atau upaya dalam memanfaatkan celah atau peluang yang ada, kami disini ingin mencoba berbisnis ayam kampung dengan nama “Ayam kampung Adem Ayem”.

B. Identifikasi Masalah

Pada kenyataannya, sekarang bisnis peternakan ayam, baik itu ayam kampung, ayam pedaging maupun jenis lainnya sudah berkembang pesat. Banyak para peternak baru yang bermunculan.

Akan tetapi banyaknya para peternak yang bermunculan sangat berbanding terbalik dengan ekspektasi atau harapan.

Banyak para peternak yang kurang sukses dalam merintis karir bisnisnya. Kegagalan ini bisa jadi karena kurangnya perhatian terhadap konsep dasar usaha ketika mendirikan usaha tersebut.

Selain kondisi diatas, kebanyakan dari para peternak ini masih belum memiliki sikap yang tangguh dan baik sebagai seorang wirausahawan. 

Sehingga pada akhirnya para peternak menjadi mudah menyerah ketika menghadapi kendala saat usaha mulai berjalan.

Selain problem yang sudah disebutkan di atas, terdapat juga beberapa faktor yang mengiringi dalam beternak ayam kampung. Faktor tersebut adalah faktor pendukung dan juga penghambat dalam usaha.

1. Faktor Pendukung

  • Permintaan terhadap ayam kampung yang semakin banyak
  • Masa panen yang tidak terlalu lama
  • Pemeliharaan yang tidak terlalu sulit
  • Prospek untuk dikembangkan
  • Modal yang dikeluarkan tidak terlalu besar
  • Kebutuhan akan karyawan tidak terlalu banyak
  • Keuntungan yang menjanjikan

2. Faktor Penghambat

  • Persaingan yang ketat
  • Sulitnya mencari bibit ayam kampung
  • Jika anak ayam sakit atau stres akan sulit diobati
  • Butuh keahlian serta keuletan seputar beternak ayam

Dari kedua faktor diatas, ternak ayam kampung pedaging masih menunjukkan prospek yang menjanjikan di daerah Ponorogo dan memiliki potensi potensi untuk dikirim ke luar daerah.

Kemudian dari segi ekonomisnya adalah, bibitan ayam yang sehat akan lebih mudah memeliharanya.

Selanjutnya jika anak ayam sudah tumbuh dewasa, maka ayam kampung akan memiliki harga yang lumayan tinggi. 

Ayam kampung bisa dijual dalam bentuk hidup maupun sudah menjadi daging. Sehingga prospek beternak ayam kampung sangat menjanjikan dan dapat meningkatkan pendapatan usaha.

Dengan catatan, ternak ayam kampung sangat dipengaruhi oleh kualitas bibit ayam itu sendiri.

C. Batasan Masalah

Ada banyak peluang dalam membanun sebuah bisnis. Akan tetapi penulis disini lebih memilih bisnis ternak ayam kampung. 

Hal ini karena dalam beternak ayam kampung memiliki peluang yang bagus dan juga tidak membutuhkan tenaga kerja maupun modal yang besar.

Disamping itu, resiko kegagalan dari ternak ayam kampung juga lebih kecil dibanding yang lainnya.

Oleh karenanya, ternak ayam kampung sangat cocok buat penulis yang notabene masih pemula.

Walaupun masih pemula, tetapi penulis akan tetap menjalankan ternak ayam kampung dengan sebaik mungkin. 

D. Tujuan

Adapun tujuan dari usaha atau bisnis ternak ayam kampung pedaging ini antara lain :

  1. Untuk menjaga kelangsungan hidup ayam kampung serta mengembangkannya.
  2. Dapat memasarkan ayam kampung menjadi lebih baik
  3. Sebagai sarana untuk menambah pengalaman dan juga penghasilan

BAB II

KAJIAN TEORITIS

A. Analisis SWOT

Sebelum menjalankan usaha, memang sudah sewajarnya bagi semua orang untuk mengetahui berbagai macam faktor yang muncul, baik itu faktor internal maupun eksternal.

Adapun maksud tersebut adalah menggunakan analisis SWOT untuk mengetahui sejauh mana peluang maupun tantangan yang akan muncul nantinya

Berikut ini analisis SWOT yang muncul ketika menjalankan bisnis ternak ayam kampung.

1. Kekuatan (Strength)

  • Proses pemeliharaan atau ternak tidak begitu sulit
  • Biaya yang dikeluarkan tidak begitu banyak
  • Kebutuhan karyawan tidak begitu banyak
  • Resiko kegagalan yang relatif kecil

2. Kelemahan (Weakness)

  • Sulit mencari bibit ayam kampung dengan kualitas yang unggul
  • Apabila bibit anak ayam sakit ataupun stres lebih sulit diobati

3. Peluang (Opportunities)

  • Memiliki prospek yang besar untuk dikembangkan.
  • Permintaan pasar ayam kampung yang semakin meningkat
  • profit yang menjanjikan

4. Ancaman (Threat)

  • Persaingan usaha yang ketat.
  • Persaingan pasar yang semakin berat

BAB III

PEMBAHASAN

A. Sarana dan Prasarana

Untuk lokasi pengembangan ayam kampung ini berada di halaman belakang rumah setiap anggota kelompok ayam kampung adem ayem.

B. Ketersediaan SDM

Sumber Daya Manusia dalam pengelolaan ternak ayam kampung ini lebih bisa terpenuhi dengan baik.

Hal ini karena pengelolaan ayam kampung sepenuhnya dikelola oleh masing-masing anggota keluarga, sehingga proses pemeliharaan ayam kampung menjadi lebih optimal dibandingkan harus dibuat sebuah kandang besar.

C. Sistem Manajemen Usaha

Bisnis ternak ayam ini menggunakan sistem manajemen usaha berdasarkan musyawarah yang bersifat kekeluargaan.

Sesuai dengan kesepakatan, pihak keluarga mengelola bibit ayam sampai siap panen yang kemudian penjualannya difasilitasi oleh kelompok.

D. Sistem Pelaksanaan Usaha

Sesudah menetapkan langkah-langkah dasar dalam menjalankan usaha, maka perlu dikalkulasi juga kebutuhan usaha atau bisnis yang akan dijalankan.

Adapun kalkulasi bisnis yang akan dijalankan sebagai berikut:

1. Pengeluaran

A) Modal tetap yang meliputi:

  • Kandang ayam 4 x 3 m: 5 buah (Harga @ Rp 50.000) = Rp 250.000
  • Lampu penerangan 5 buah (Harga @ Rp 10.000) = Rp 50.000
  • Tempat minum ayam 10 buah (Harga @ Rp 30.000) = Rp 300.000 
  • Tempat pakan ayam 10 buah (Harga @ Rp 5.000) = Rp 50.000

Total = Rp 650.000

B) Modal tidak tetap, meliputi:

  • Bibit anak ayam kampung 200 ekor (Harga @ Rp 5.000) = Rp 1.000.000
  • Pakan ayam 50 kg 5a karung (Harga @ Rp 185.000) = Rp 925.000
  • Obat-obatan = Rp 100.000
  • Listrik = Rp 25.000

Total = Rp 2.050.000

Modal total =  Rp 2.700.000

C) Penyusutan modal tetap : Rp 60.000

Total Biaya Pengeluaran: Rp 2.760.000

Untuk jumlah bobot yang diharapkan dari 1 kali panen bisnis ternak ayam kampung adalah kisaran antara +0,8 – 1kg dari bobot sebelumnya.

2. Pemasukan

Sebagai catatan, harga dari ayam kampung 1 ekornya senilai Rp 25.000.

3. Hasil penjualan ayam

Untuk kandang ayam berukuran 4 x 3 meter berisi 40 ekor ayam

maka = 40 ekor ayam x Rp 25.000

= 40 ayam x Rp 25.000 = Rp 1.000.000

Sedangkan kandang yang disediakan ada 5 buah kandang maka 

= Rp 1.000.000 x 5

= Rp 5.000.000 

Jadi total pendapatan = Rp 5.000.000

4. Keuntungan

Jadi dari beternak ayam kampung ini memiliki keuntungan 

= pemasukan – pengeluaran 

= Rp 5.000.000 – Rp 2.760.000

= Rp 2.240.000/3 bulan

Jadi keuntungan setiap bulannya adalah sekitar Rp 747.000

E. Antisipasi Persoalan

Memang bisnis ternak ayam kampung ini cukup mudah dan prospek, tetapi jika tidak diantisipasi lebih lanjut malah akan menimbulkan problematika baru.

Dengan tingkat persaingan pasar yang terus meningkat, maka dibutuhkan juga pemeliharaan ayam agar menghasilkan daging ayam kampung yang segar dan siap untuk dipasarkan.

BAB IV

PENUTUP

Kesimpulan

Bisnis ternak ayam kampung memang prospek dengan keuntungan yang menggiurkan. 

Modal yang dikeluarkan juga tidak terlalu besar, apalagi jika masing-masing keluarga mampu menekan biaya pakan dan juga kandang.

Kemudian perawatan bibit ayam pun tidak terlalu sulit, sehingga masih bisa dijadikan sebagai bisnis sampingan.

Kemudian kebutuhan akan karyawan juga mampu diminimalis, sehingga tidak keluar biaya tambahan.

Ditambah lagi resiko kegagalan pun cukup kecil sehingga sangat prospek untuk orang yang baru belajar bisnis ternak ayam kampung.

Nah itu tadi contoh proposal bisnis ternak ayam kampung yang bisa teman-teman coba. 

Bagaimana teman-teman ternyata tidak sulit bukan untuk membuat proposal bisnis?

Baca juga: Contoh Abstrak Makalah

7. Contoh Proposal Bisnis Plan

Contoh Proposal Bisnis Plan
Contoh Proposal Bisnis Plan

Nah buat teman-teman yang pengen mencari investor bisnis, tidak ada salahnya untuk melihat sebentar contoh proposal bisnis plan berikut ini.

contoh proposal bisnis plan atau proposal rencana bisnis sangat penting untuk melihat sejauh mana rencana bisnis teman-teman nantinya.

Investor pun akan mengukur, apa yang sudah dia berikan untuk membantu modal teman-teman akan menguntungkan atau tidak.

Semua itu bisa dilihat pada business plan yang teman-teman nantinya. Nah sebelum itu yuk teman-teman simak contoh proposal bisnis plan Cafe Sedap Rasa berikut ini:

PROPOSAL BISNIS PLAN CAFE SEDAP RASA

BAB I

DESKRIPSI PERUSAHAAN

A. Tentang Perusahaan

Cafe Sedap Rasa, itulah nama perusahaan yang bergerak di dunia kuliner, khususnya kopi dan resto untuk para pelanggan. Cafe sedap rasa sendiri sudah ada sejak tahun 2018 di Jalan Ahmad Yani no. 2 Blora.

Awal mula pendirian cafe ini berasal dari semakin banyaknya para penikmat kopi di Blora yang sudah merambah di segala jenis dan usia. 

Jika dahulu kopi hanya dinikmati oleh para kaum adam, sekarang kaum hawa pun juga tak luput dari kopi.

Selain itu juga pola hidup masyarakat Blora yang semakin modern dan bersifat lebih konsumtif, sehingga kami mencoba untuk mendorong membuat sebuah cafe dengan berbagai fasilitas yang ada.

Dengan adanya cafe maka bisa menjadi salah satu alternatif buat minum kopi dengan rasa terbaik serta kongkow bersama orang-orang terdekat sambil menikmati semua fasilitas yang sudah disediakan.

Cafe sedap rasa sendiri memiliki tempat yang sangat strategis karena tidak terlalu jauh dari pusat Kota.

Hal ini membuat akses menuju cafe yang mudah dijangkau serta sangat cocok buat konsumen yang tidak terlalu menyukai kebisingan kota.

Untuk menambah kenyamanan, Cafe sedap rasa pun juga menyediakan kopi dari berbagai daerah. Pelanggan dapat menikmati lebih dari 20 jenis kopi terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.

Kemudian untuk menambah kenyamanan, desain interior ruangan yang merupakan perpaduan antara kesenian khas Jawa dan eksterior taman yang khas kehijauan akan menambah kenyamanan dari konsumen.

Dengan pembuatan desain interior dan eksterior yang menarik maka konsumen akan lebih mudah dalam mencari spot foto.

B. Visi dan Misi

Visi

Cae Sedap rasa memiliki visi untuk membangun dan memberikan ruang serta tempat bagi para penikmat kopi di Blora

Misi

  • Memberikan pelayanan dan tempat terbaik untuk para pelanggan
  • Memperluas jaringan dan menambah gerai dalam waktu 3 tahun pertama

C. Gambaran Produk dan Pelayanan

Cafe sedap rasa sendiri memiliki produk kopi dari berbagai daerah di Indonesia. Kopi tersebut memiliki tata cara pengolahan yang berbeda.

Dikarenakan cara pengolahan yang berbeda maka rasa yang dihasilkan juga berbeda-beda dan dapat menarik keluar diri khas dari kopi tersebut.

Selain kopi, ada juga produk-produk lain yang bisa dinikmati oleh konsumen, seperti roti bakar, kentang goreng atau French fries, mie goreng serta aneka jus dan minuman lainnya.

Dalam melayani konsumen, cafe sedap rasa membuat dua ruangan yang berbeda. Ada ruangan merokok dan khusus buat yang tidak merokok. 

Sehingga setting ruangan dibagi menjadi 4, ruang terbuka sebagai smoking area dan ada yang no smoking area. Begitu juga di dalam ruangan.

Buat yang membutuhkan ruangan khusus dengan akses terbatas, di cafe sedap rasa juga menyediakan ruang VIP.

Fungsinya digunakan untuk pengunjung yang ingin memesan tempat khusus baik untuk rapat ataupun acara lainnya.

D. Pendanaan Perusahaan

Untuk pendanaan, cafe sedap rasa sendiri sudah memiliki 50 % dari semua total modal yang dibutuhkan.

Modal ini dibutuhkan agar cafe dapat berjalan dengan lancar dan semestinya.

Agar dapat berjalan lancar maka kekurangan kebutuhan tersebut dijalankan pada para investor yang memiliki komitmen untuk menginvestasikan modal pada perusahaan kami.

Dengan jumlah pendanaan 50% dari pemilik sekaligus pengelola ‘Contoh Cafe’ dan 50% dari investor.

Dari sini kemudian kami menawarkan sistem bagi hasil dengan pembagian 60% untuk pengelola dan 40% untuk investor dengan nilai kontrak selama 2 tahun.

BAB II 

ASPEK PASAR DAN PEMASARAN

A. Peluang Pasar

membuka usaha cafe di Blora masih sangat menjanjikan. Peluang pasar yang masih terbuka lebar membuat kami berani membuka cafe di Blora.

Ditambah lagi dengan adanya desain ruangan yang khas akan membuat banyak orang tertarik untuk berfoto di dalamnya.

Bahkan bukan tidak mungkin cafe ini akan digunakan sebagai salah satu pusat spot foto yang menarik di Blora

B. Perkembangan Pasar

Kopi sendiri memiliki perkembangan yang cukup pesat. Hanya dalam waktu 5 tahun terakhir ini, kopi sudah mulai merambah kaum hawa.

Selain itu juga sekarang banyak bermunculan warung-warung kopi di pinggir jalan atau trotoar yang notabene tidak boleh digunakan untuk berjualan.

Selain itu juga peta persaingan per kopian di pusat kota sendiri sudah semakin padat sehingga kami lebih memilih di tempat yang tidak terlalu jauh dari pusat kota. 

C. Penetapan Pangsa Pasar

 Untuk pangsa pasar dari cafe ini sendiri adalah menyasar ke segala usia dan jenis. Para remaja, orang dewasa dan juga orang-orang yang mencari suasana rapat dengan nuansa Jawa.

D. Analisa SWOT

Kekuatan (Strength)

  • Harga produk yang terjangkau untuk semua kalangan
  • Populer di kalangan anak muda
  • Bahan baku yang tersedia bervariasi
  • Packaging yang mudah dibawa dan praktis
  • Konsep kedai kopi yang menarik 
  • Ketersediaan fasilitas lengkap (wifi, toilet, mushola)
  • Alat pembayaran cashless dan banyak promo

Kelemahan (Weakness)

  • Brand awareness yang rendah
  • Sarana promosi yang belum maksimal, terutama bagi kedai kopi yang baru buka
  • Keterbatasan followers sosial media membuatnya masih sedikit diketahui.

Peluang (Opportunities)

  • Membangun inovasi produk kopi baru
  • Membangun hubungan dengan pelanggan
  • Menarik konsumen baru dengan penawaran khusus
  • Tersedianya layanan pesan antar atau delivery order melalui ojek online
  • Menyediakan spot foto yang menarik
  • Nuansa yang asri
  • Tersedianya meeting room

Ancaman (Threats)

  • Harga bahan baku yang tidak stabil
  • Tingkat persaingan cafe kopi yang tinggi
  • Rating buruk dari konsumen

E. Aspek Produksi

1. Area Produksi

Untuk area produksi atau pembuatan kopi ini berada di ruang depan. Hal ini akan membuat orang-orang bisa melihat proses pemasakan atau pembuatan kopi yang berbeda-beda dari berbagai daerah.

Kemudian untuk area produksi non kopi berada ditempat khusus atau dapur agar tidak mengotori tempat depan.

2. Sumber Bahan Baku

Untuk sumber bahan baku sendiri dari tempat-tempat kopi terkenal di seluruh Indonesia. Transaksinya dengan memanfaatkan toko online sebagai medianya. 

Pemilihan bahan baku untuk menu-menu yang ada juga melalui klasifikasi kebutuhan, kesegaran bahan dan kehigienisannya.

Hal ini akan membuat rasa dari masakan maupun olahanya akan tetap terjaga kesehatannya dan membuat para pelanggan aman dari kotoran yang ada.

BAB III 

ASPEK EKONOMI DAN KEUANGAN

A. Perkiraan Modal yang Dibutuhkan

Adapun untuk perkiraan modal awal yang akan digunakan nantinya sebesar Rp 68.000.000 dengan rincian sebagai berikut:

  • Sewa tempat/tahun : Rp 15.000.000
  • Renovasi tempat : Rp 8.000.000
  • Komputer kasir 1 unit : Rp 7.000.000
  • Peralatan makan minum : Rp 4.500.000
  • Meja dan kursi : Rp 13.500.000
  • Biaya lain-lain : Rp 20.000.000

Total modal awal Rp 68.000.000

B. Perkiraan Biaya/Bulan

1. Biaya Bahan Baku Cafe Sedap rasa 

Daging ayam : 3 ekor/hari x Rp 25.000 x 30 hari = Rp 2.250.000

Daging sapi : 2 kg/hari x Rp 90.000 x 30 hari = Rp 5.400.000

Aneka kopi : Rp 250.000/hari x 30 hari = Rp 7.500.000

Kentang : 5 kg/hari x Rp 10.000 x 30 hari = Rp 1.500.000

Aneka sayuran : Rp 40.000/hari x 30 hari = Rp 1.200.000

Bumbu dapur : Rp 50.000/hari x 30 hari = Rp 1.500.000

Aneka Buah : Rp 120.000/hari x 30 hari = Rp 3.600.000

Bahan Lain-lain: Rp 300.000 x 30 hari = Rp 9.000.000

Gas LPG : 2 tabung/hari x 18.000 x 30 hari = Rp 1.080.000

Total biaya = Rp 33.030.000

2. Biaya Operasional dan Upah

  1. Biaya listrik dan air: Rp 700.000
  2. Wifi : Rp 500.000
  3. Transportasi : Rp 300.000
  4. Gaji Pengelola : Rp 2.000.000
  5. Gaji chef 2 orang : Rp 2.000.000
  6. Gaji waiters 2 orang : Rp 1.600.000
  7. Gaji bagian kasir 1 orang : Rp 800.000
  8. Gaji bagian order 2 orang : Rp 2.000.000

Total Biaya = Rp 9.900.000

3. Perhitungan Modal Investasi yang Dibutuhkan

Setelah melihat rincian perkiraan modal diatas, maka jumlah total modal yang dibutuhkan oleh Cafe sedap rasa adalah

Rp 68.000.000 + Rp 33.030.000 + Rp 9.900.000 = Rp 110.930.000

Sementara pada saat ini pemilik sekaligus pengelola Cafe Sedap rasa hanya memiliki modal sebanyak 50 % atau Rp 55.465.000. 

Sehingga disini pengelola membutuhkan tambahan modal dari investor sebesar 50% yakni Rp Rp 55.465.000.

Demikian contoh proposal bisnis makanan yang dapat dijadikan acuan. Selain format di atas, teman-teman juga bisa menambahkan contoh kata pengantar, contoh kata penutup, daftar isi atau pun lampiran lain yang mendukung.

Baca juga: Contoh Surat Keterangan Kerja

8. Contoh Business Plan

Contoh Business Plan
Contoh Business Plan

Selain contoh contoh proposal usaha di atas, masih ada lagi contoh business plan yang perlu teman-teman ketahui.

Berikut ini adalah contoh proposal business plan usaha nasi susu boba topping jenang daerah yang bisa dijadikan referensi.

PROPOSAL BUSINESS PLAN NASI SUSU BOBA TOPING JENANG DAERAH

A. Ringkasan Eksekutif

Nasi susu boba topping jenang daerah merupakan usaha bisnis di bidang kuliner yang akan kami kembangkan. Alasan pengembangan ini karena kuliner dengan rasa yang manis banyak disukai orang.

Selain itu juga para konsumen “mungkin” juga belum bisa menemukan makanan sejenis ini di pasaran. 

Hal ini akan membuat nasi susu bola topping jenang daerah akan lebih cepat dikenal orang. Selain itu juga produk kuliner ini akan dapat bersaing dengan kuliner lainnya.

Agar kuliner ini semakin cepat dikenal orang, maka pemilihan lokasi berjualan ini berada di alun-alun kota Lamongan.

B. Tujuan

Tujuan dari pendirian usaha kuliner nasi susu boba topping jenang daerah adalah sebagai berikut:

  • Sebagai sarana untuk mengurangi pengangguran
  • Untuk memberikan tempat untuk para boba dan kuliner manis lainnya

Visi

Menjadi usaha jajanan yang sukses di bidang kuliner dengan menghadirkan suatu produk kuliner yang berkualitas

Misi

  • Mampu memberikan kenyamanan kepada konsumen.
  • Memanjakan pecinta masakan nasi goreng dan para pecinta warna.

Keunggulan Produk

  • Memiliki tampilan yang unik dengan warna – warna yang berasal dari bahan-bahan alami.
  • Mempunyai cita rasa yang berbeda dari minuman boba lainnya
  • Penyajian bentuk yang menarik sehingga mampu memikat hati konsumen

C. Program Pemasaran 

1. Diferensiasi

Perbedaan antara produk kami dengan produk boba lainnya adalah dari segi keunikan tampilan, olahan dan lain sebagainya.

Keunikan ini terletak pada perpaduan antara makanan tradisional dengan makanan populer atau masa kini.

Produk

Untuk produk yang kami tawarkan dalam bisnis kuliner ini berupa susu boba topping jenang dimana komposisinya disesuaikan sesuai selera customer.

Harga  

Adapun harga satuan yang dipatok merupakan harga standar kuliner pada umumnya. Untuk bisnis ini, yaitu nasi susu boba topping jenang daerah dijual dengan kisaran harga Rp 10.000 – Rp.15000

Promosi

Agar kuliner yang kami jual ini lebih cepat dikenal banyak orang, maka sistem promosi yang kami gunakan lebih didominasi melalui word of mouth atau testimoni di Instagram

D. Rencana Investasi dan Biaya Pra Operasi

  1. Rencana Investasi (estimasi)

Total Biaya Investasi : Rp 18.000.000

  1. Biaya pra operasional (estimasi)

Total biaya pra operasional : Rp 14.000.000

Saldo : Rp 4.000.000

  1. Proyeksi Penjualan (estimasi)

Total Penjualan 1 bulan : Rp Rp 3.000.000

estimasi penjualan 1 tahun : Rp 36.000.000 

  1. Proyeksi Laba/ Rugi (estimasi)

Total laba selama 1 bulan : Rp 800.000

Estimasi lama 1 tahun : Rp  9.600.000

E. Sumber daya pendukung

  1. Bangunan 

Agar usaha ini dapat berkembang dan dikenal banyak orang, maka kami menggunakan boot untuk jualan yang lokasinya di sebelah barat alun-alun kota 

  1. Manusia

Dikarenakan saya merupakan salah satu dari sekian banyak orang yang suka dengan kuliner yang manis maka saya pun juga dapat mengetahui selera dan kondisi mahasiswa.

F. Rencana Pengembangan Produk

Jika sebuah produk sudah berjalan agak lama dan dikenal banyak orang, pasti suatu saat para konsumen akan merasa jenuh.

Jika kondisi ini tidak segera diatasi maka bukan tidak mungkin usaha yang sedang kami rintis ini akan gugur sebelum waktunya.

Agar usaha kami tidak gugur lebih cepat maka kami akan selalu update menu dan rasa di setiap bulannya sehingga konsumen tidak akan bosan ketika menikmati sajian kuliner yang kami jual.

1. Analisis Persaingan

Dalam mendirikan usaha, pemilihan tempat yang strategis merupakan suatu keharusan agar bisa mendapatkan keuntungan.

Apalagi, bisnis kuliner merupakan salah satu bisnis yang prospek karena banyak dicari orang.

Selain itu, persaingan dalam usaha pasti akan semakin berat. Agar para konsumen tetap setia dengan kuliner kami, maka kami mencoba menawarkan produk dengan harga murah, cita rasa yang enak.

Tak cukup disitu, Kami juga menawarkan tempat yang nyaman dan promosi diskon jika produk kami di mention dalam story Instagram.

2. Analisis S.W.O.T 

Sebelum menjalankan usaha Kuliner boba susu topping jenang perlu juga dilakukan analisis dengan menggunakan metode S.W.O.T (Strength, Weakness, Opportunity, Threat) agar dapat diukur kelayakan atau tidaknya kuliner ini dijalankan.

  1. Strength (kekuatan)
  • Lokasi strategis serta tempatnya yang bersih, nyaman, aman dan menarik konsumen.
  • Belum ada kompetitor untuk produk yang sama
  • Murah dikantong
  • Jam buka 12 jam (09.00 – 21.00 WIB)
  1. Weakness (kelemahan) 
  • Masih belum banyak diketahui konsumen.
  • Warna alami masih sangat terbatas
  • Tempat usaha beruba both sehingga dirasa kurang begitu nyaman
  1. Opportunity (kesempatan) 
  • Belum ada produk yang sama
  • Produk yang bentuknya unik masih jarang ada
  1. Threat (ancaman) 
  • Semakin maraknya penjual makanan terutama nasi goreng dengan harga murah
  • Semakin banyaknya produk-produk unik yang ditawarkan oleh penjual

G. Kesimpulan

Jika dilihat dari segi pemasaran, produk ini masih dapat bersaing dan berpeluang mendapatkan hati konsumen.

Kesan unik dan menarik yang belum ada di pasaran akan membuat konsumen tertarik mencobanya.

Nah itu tadi contoh business plan sederhana yang bisa teman-teman coba sendiri di rumah.

Setelah melihat contoh contoh proposal usaha atau contoh proposal bisnis lengkap di atas, ternyata cara pembuatannya tidak terlalu sulit ya.

Teman-tean bisa menggunakan contoh proposal usaha kecil di atas sebagai proposal kerjasama usaha yang saling menguntungkan.

Jika teman-teman masih kebingungan dengan contoh proposal usaha lengkap diatas, bisa download contoh proposal pengajuan modal usaha ke investor pdf pada link yang tersemat.

Selamat mencoba dan jangan pernah takut untuk berwirausaha. 

Teknik Presentasi Seminar dan Persiapannya

Teknik Presentasi yang Baik dan Persiapan Seminar Contoh Proposal Skripsi

Teknik Presentasi – Bisa dikatakan langkah awal dari puncak tugas kuliah ya membuat proposal skripsi ini. Kenapa kita katakan langkah awal?

Karena syarat membuat skripsi ya harus mengajukan judul dan membuat proposalnya. Untuk inspirasi dan panduan yang baik, ada contoh proposal skripsi sebagai referensi.

Setelah membuat proposal, tugas kita selanjutnya mempresentasikan gagasan kita yang tertuang dalam proposal kepada dosen pembimbing dan penguji.

Tentu saja tujuannya untuk mengetahui, ide yang kita ajukan layak atau tidak menjadi sebuah karya ilmiah dari seseorang yang akan bergelar sarjana.

Nah, menyampaikan gagasan secara terstruktur kepada orang lain itu tidak gampang bro, betul atau ngga? Betul dong!

Kita musti tau nih, teknik presentasi yang baik agar ide-ide kita bisa tersampaikan secara menyeluruh kepada audience yang ada, lebih khusus dosen penguji.

Persiapan Sebelum Seminar Proposal Skripsi

Teknik Presentasi yang Baik dan Persiapan Seminar Contoh Proposal Skripsi
Teknik Presentasi yang Baik dan Persiapan Seminar Contoh Proposal Skripsi

Sebelum seminar proposal skripsi dimulai, sebaiknya teman-teman memperhatikan beberapa persiapan seminar seperti berikut ini:

1. Mengenali Audiens yang Hadir

Pertama teman-teman harus melihat terlebih dahulu siapa audiens yang akan hadir dalam seminar proposal. Apakah teman-teman sekelas, dosen yang sudah kita kenal atau yang lainnya.

Fungsi dari mengenali audiens ini adalah untuk mengurangi demam panggung yang akan mungkin kita rasakan nantinya.

2. Menyiapkan Bahan Proposal Skripsi yang Akan Dipresentasikan 

Lebih baik lagi jika teman-teman meringkas proposal skripsinya untuk dibahas point-pointnya nanti.

Setelah point-point proposal skripsi didapatkan, jangan lupa untuk memasukkannya dalam ppt seperti contoh ppt proposal skripsi yang menarik.

Selain itu, teman-teman jangan lupa untuk membuat kata pengantar dalam proposal skripsinya. 

Untuk contoh kata pengantar teman-teman bisa download pdf kumpulan contoh kata pengantar proposal skripsi pdf.

Jangan lupa juga teman-teman untuk membuat cover proposal skripsi yang sesuai dengan aturan kampusnya masing-masing. Jika cover proposal skripsi teman-teman tidak sesuai malah bisa-bisa dibanting nantinya.

Biasanya cover proposal skripsi setiap kampus hampir sama, seperti contoh cover proposal skripsi yang bisa Kamu download ini ya.

3. Memperhatikan Jadwal Seminar

Untuk jadwal seminar proposal skripsi sendiri bisa menjadi salah satu problem teman-teman. 

Terkadang jadwal bisa dimunculkan tiba-tiba dan malah ada yang mendapatkan jadwal seminar presentasi proposal terdapat pada mata kuliah seminar serta dipresentasikan pada jam mata kuliah berjalan.

Untuk itulah sangat penting untuk mengetahui jadwal seminar proposal agar teman-teman tidak demam panggung dan juga gugup.

Ketika sudah mengetahui jadwal seminar contoh proposal, perlu juga untuk mempersiapkan diri sebaik dan sesempurna mungkin.

Apabila dibutuhkan alat peraga, maka jangan sungkan untuk mempersiapkannya.

4. Mengetahui Tempat Seminar

Hal yang harus teman-teman persiapkan sebelum seminar proposal selanjutnya adalah mengetahui tempat seminar.

Apakah tempat itu di kelas sewaktu mata kuliah berlangsung, di aula dengan ruangan yang sangat luas atau seminar tertutup tanpa peserta.

Dengan mengetahui lokasi tempat seminar, teman-teman bisa mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan.

Jika dilakukan di tempat yang lebih luas, maka teman-teman juga membutuhkan alat-alat multimedia dan lain sebagainya.

5. Memperhatikan Cara Penyampaian

Dalam melakukan presentasi, teman-teman tidak bisa asal ngomong maupun membaca teks yang sudah ada dalam proposal skripsi maupun ppt.

Ketika menyampaikan presentasi, sebaiknya teman-teman membuat pont-point dengan bahasa sendiri dan sederhana. 

Selain itu untuk penyampaiannya sendiri, teman-teman perlu memperhatikan gestur dan juga mimik serta tampilan performa diri.

Di sinilah teman-teman akan melihat pentingnya mengetahui audiens dan juga tempat seminar proposal.

Teman-teman bisa menentukan akankah seminar proposal dilakukan dengan cara duduk di kursi ataukah dengan cara berdiri menghadap audiens.

Kemudian pentingnya mengetahui situasi dan kondisi audiens adalah untuk menentukan apakah presentasi dilakukan sambil duduk dengan menghadap audiens, penguji dan yang lain.

Kemudian jika seminar proposal dilakukan di ruangan semisal aula dengan audiens yang lumayan banyak, maka sebaiknya teman-teman melakukan presentasi proposal dengan cara berdiri.

Tentunya sebelum teman-teman berdiri, harus izin dewan penguji terlebih dahulu. Selain itu teman-teman juga sudah mempersiapkan segala peralatan untuk mensuport presentasi proposal teman-teman.

6. Memperhatikan Durasi Presentasi

Hal selanjutnya yang juga harus diperhatikan dalam mempersiapkan seminar proposal adalah durasi presentasi.

Pada umumnya aku yang diberikan untuk melakukan seminar proposal antara 45 menit sampai 1 jam.

Teman-teman perlu memperhatikan durasi presentasi ini adalah untuk memberikan waktu kepada teman-teman yang lain agar memiliki waktu yang sama.

Walaupun memang sih terkadang kita sudah mendapatkan jadwal presentasi berikut waktunya.

Nah jika kita belum mendapatkan waktu durasinya dan memang waktu kita yang menentukan, maka teman-teman bisa meminta tolong kepada teman yang lain untuk memberikan kode apabila waktu sudah hampir habis.

Kemudian jika kita sudah mengetahui durasinya, usahakan untuk waktu presentasinya cukup 10 – 15 menit saja. Untuk sisa waktunya bisa digunakan untuk sesi tanya jawab.

Jadi teman-teman ketika membuat slide sebaiknya disesuaikan saja dengan durasi waktunya.

Teknik Presentasi yang Baik Saat Seminar

Teknik Presentasi Seminar Contoh Proposal Skripsi - bosmeal.com
Gambar Teknik Presentasi Seminar Contoh Proposal Skripsi

Selain membutuhkan persiapan seminar proposal, teman-teman juga membutuhkan teknik presentasi yang baik agar didapatkan hasil yang sesuai dengan keinginan dalam seminar.

Berikut ini ada teknik presentasi yang baik supaya kamu bisa melakukannya dengan tenang:

1. Menampilkan Materi Seminar yang Menarik

Hal pertama agar teknik presentasi kita bagus dengan membuat materi seminar proposal dengan singkat dan menarik. 

Lebih baik jika teman-teman membuat materi ringkasan atau tambahan lain yang tidak ada dalam proposal kita.

Selain itu juga teman-teman bisa membuat slide awal dengan beragam pertanyaan yang menjadi landasan judul, latar belakang dan sebagainya.

Contoh ppt proposal skripsi pada slide kedua dengan kalimat “mengapa harus mengambil judul ini?

Kemudian “apa pentingnya judul ini untuk dibahas?”

Baru kemudian setelah itu ppt proposal skripsi teman-teman bisa diisi dengan slide-slide latar belakang dan lain sebagainya untuk menjawab point-point pertanyaan yang sudah kita buat.

Selain itu juga teman-teman ketika membuat Infografis pada slide seminar perlu diperjelas dengan menerangkannya kepada segenap audiens secara verbal tanpa membaca teks yang ada dalam slide.

Selanjutnya teman-teman juga perlu membuat rangkuman catatan kecil sebagai bahan tambahan ketika ditanya oleh hadirin tentang proposal kita.

Catatan kecil ini bisa kita baca dan akan menjadikan ketika menjawab pertanyaan, kita tidak akan menjadi nervous.

2. Menggunakan Platform yang Tepat

Umumnya dalam membuat presentasi seminar proposal dengan menggunakan platform MS Office Power Point. 

Akan tetapi, terkadang aplikasi powerpoint masih dirasa kurang. Sehingga teman-teman bisa menggabungkan dengan aplikasi lain seperti Canva, Freepik, Inkscape agar infografis kita menjadi lebih menarik.

Selain itu juga, jika memang membutuhkan video, maka teman-teman dapat memasukkannya ke dalam materi.

Kemudian sebelum presentasi, teman-teman sebaiknya menguji materi tersebut sekaligus melatih cara penyampaiannya. 

Nah dalam pengujian materi ini teman-teman harus memperhatikan slide ppt proposal skripsinya agar warnanya tidak terlalu kontras.

Hal ini agar tampilan tidak terlalu silau atau tidak terlihat jelas penulisan huruf karena kekecilan atau bentuk infografisnya tidak beraturan.

Para audiens dapat membaca materi presentasi kita dengan jelas, ini yang penting dan harus.

Sebaik apapun layout yang sudah kita buat apabila tulisannya tidak dapat dibaca akan percuma saja. Silahkan bisa baca sistematika penulisan proposal yang baik.

3. Menggunakan Multimedia yang Sesuai

Multimedia disini merupakan alat bantu untuk melancarkan jalannya presentasi. Alat bantu tersebut bisa berupa laptop, mikrofon, speaker, proyektor dan lain sebagainya.

Dalam presentasi seminar proposal skripsi sendiri biasanya sebagian multimedia sudah disiapkan oleh kampus, hanya saja ada sebagian yang memang teman-teman harus siapkan sendiri, seperti laptop dan video.

Walaupun sudah disiapkan oleh kampus, tidak ada salahnya jika teman-teman mencobanya terlebih dahulu. 

Hal ini untuk mengetahui berfungsi tidaknya alat bantu yang sudah disiapkan. Tujuannya adalah jangan sampai waktu yang sudah disediakan terbuang percuma karena alat bantu atau multimedia yang bermasalah.

4. Keterampilan Verbal

Agar presentasi teman-teman menjadi menarik, dibutuhkan juga keterampilan verbal dalam penyampaian.

Hal ini karena seminar presentasi proposal skripsi bertujuan untuk menjelaskan garis besar proposal penelitian kita kepada para audiens. 

Dalam menyampaikan garis besar materi ini tidak dengan membaca teks seperti membaca dongeng atau yang lainnya.

Maka dari itu agar materi atau forum menjadi menarik, presentator atau mahasiswa harus mempunyai kemampuan verbal berbicara di depan audiens dengan suara keras, artikulasi yang jelas serta menekankan pada garis besar dari materi yang dipresentasikan saja.

5. Keterampilan Non Verbal

Selain melatih keterampilan verbal, dalam teknik presentasi dibutuhkan juga latihan keterampilan non verbal. Keterampilan non verbal ini berhubungan dengan gestur tubuh yang sesuai ketika presentasi. 

Perlu teman-teman ketahui juga ketika presentasi proposal skripsi, gestur tubuh juga menjadi salah satu perhatian dari penguji dan juga para audiens yang ada. 

Dalam melakukan presentasi, baik itu dengan posisi duduk maupun berdiri usahakan agar badan tetap tegap dan tatapan condong ke depan.

Hal ini akan membuat teman-teman terlihat percaya diri dan juga menguasai materi presentasi.

Dengan menunjukkan tatapan mata ke depan dan juga badan yang tegap akan menjadi nilai positif buat teman-teman.

Akan tetapi gestur tubuh yang diperlihatkan tidak usah sampai berlebihan, hanya seperlunya saja ya.

6. Memperhatikan Penampilan

Tidak kalah pentingnya agar teknik presentasi seminar proposal menarik dengan memperhatikan penampilan ketika acara berlangsung. 

Penampilan yang bersih, rapi dan terlihat nyaman dipandang akan membuat para audiens merasa senang dan menambah rasa percaya diri.

Yang tidak kalah pentingnya juga adalah memperhatikan penampilan wajah secara keseluruhan supaya audiens percaya dengan apa yang dipresentasikan.

Teman-teman tidak perlu menggunakan aksesoris yang berlebihan agar  tidak mengganggu penampilan.

Contoh Proposal Skripsi

Contoh Proposal Penelitian Skripsi

Tips agar proses pengajuan proposal skripsi berjalan lancar, teman-teman perlu melihat contoh proposal skripsi yang ada di perputakaan kampus.

Hal ini memudahkan dalam menentukan judul skripsi yang akan dibuat juga dapat mengetahui bentuk gambaran dari format dan sistematika penulisan proposal skripsi yang ada di kampus masing-masing.

Selain mengetahui melalui contoh proposal skripsi pendidikan yang ada di kampus, teman-teman perlu membaca banyak contoh paper, pengertian, struktur, sistematika proposal skripsi itu sendiri.

Tujuannya untuk menjawab sebuah pertanyaan mendasar tentang pertanyaan perlukah judul ini diangkat menjadi sebuah penelitian?

Kemudian masalah yang diteliti membutuhkan analisis atau malah cukup dibaca dalam buku dan bukan menjadi masalah serius?

Agar teman-teman bisa menjawab semua itu yuk simak penjelasan bawah ini sampai selesai ya.

Pengertian Skripsi

Contoh Proposal Skripsi Pengertian - bosmeal.com
Gambar Contoh Proposal Skripsi Pengertian

Sebelum kita membahas lebih jauh tentang contoh proposal skripsi, terlebih dahulu kita harus mengetahui apa itu skripsi.

Skripsi adalah sebuah karya tulis ilmiah berupa paparan hasil penelitian mahasiswa untuk memperoleh gelar sarjana dengan melakukan pembahasan masalah menggunakan kaidah dan analisis sesuai program studinya.

Kaidah-kaidah yang digunakan pada umumnya berbeda antara kampus satu dengan kampus lainnya.

Walaupun dikatakan berbeda, akan tetapi secara umum memiliki maksud kaidah karya ilmiah yang sama.

Disamping itu, skripsi juga memiliki tujuan lain, yakni sebagai sarana latihan untuk dapat memecahkan masalah yang akan dialami mahasiswa setelah kelulusan.

Pemecahan masalah tidak dilakukan dengan serampangan, akan tetapi dilakukan dengan langkah-langkah yang metodis untuk mendapatkan hasil yang objektif, bukan berdasarkan subjektivitas atau kebaperan mahasiswa semata.

Dalam pembuatan skripsi sendiri, mahasiswa dituntut untuk dapat bekerja secara mandiri untuk dapat menyusun latar belakang masalah, tujuan hingga sistematika penulisan skripsi.

Walau mahasiswa dibilang melakukan penelitian skripsinya secara mandiri, tetapi tetap berada dibawah bimbingan dosen yang disebut dosbing atau dosen pembimbing.

Nah dalam pembuatan skripsi, ada proses yang harus dilewati oleh mahasiswa, yakni pembuatan proposal skripsi.

Pembuatan proposal skripsi inilah titik krusial yang sangat urgent, dimana ide yang kita tawarkan untuk menyelesaikan masalah dapat diterima atau tidak.

Untuk keputusan diterima atau tidaknya proposal skripsi kita, terlebih dahulu kita harus melakukan seminar proposal skripsi.

Tujuannya adalah untuk melihat sejauh mana penguasaan materi proposal skripsi yang telah kita buat agar bisa dilihat apakah tulisan kita plagiat atau bukan.

Ciri ciri Proposal Skripsi

Ciri ciri Skripsi dan Contoh Proposal - bosmeal.com
Gambar Ciri ciri Skripsi dan Contoh Proposal

Pada kesempatan kali ini, Kita bahas ciri-ciri antara proposal skripsi dengan skripsi dari sudut pandang yang sama (persamaan). Hal ini karena proposal skripsi merupakan bagian jadi skripsi.

Untuk ciri ciri proposal skirpsi sebagai berikut:

  • Penyusunan dan penelitian dilakukan dengan menggunakan metode penelitian ilmiah.
  • Kajian penelitian beserta hasilnya berdasarkan permasalahan atau fenomena yang ada serta relevan dengan dengan penelitian-penelitian yang dilakukan sebelumnya.
  • Proses pemecahan/analisis/pendekatan yang digunakan sesuai dengan bidang keilmuan yang telah digeluti.
  • Ditulis sesuai dengan rambu-rambu penelitian atau penulisan skripsi buatan perguruan tinggi masing-masing.
  • Ditulis sesuai dengan bahasa Indonesia yang baku, kecuali dalam bidang ilmu keahlian tertentu ditulis dengan menggunakan Bahasa Inggris.
  • Pembahasan dari skripsi maupun proposal skripsi disusun berdasarkan hasil penelitian atau observasi di lapangan.
  • Selama pembuatan atau penulisan dibimbing oleh dosen pembimbing skripsi.
  • Karya atau penelitian yang dilakukan merupakan murni hasil sendiri, bukan plagiat.

Dengan melihat ciri-ciri di atas, kita bisa mengidentifikasi sebuah karya ilmiah, apakah karya tersebut termasuk dalam contoh proposal skripsi atau tidak.

Bentuk Bentuk Proposal Skripsi

Bentuk Bentuk Contoh Proposal Skripsi - bosmeal.com
Bentuk Bentuk Contoh Proposal Skripsi

Pada umumnya bentuk proposal skripsi di setiap kampus berbeda-beda. Perbedaan ini untuk menunjukkan ciri khas dari kampus dan juga untuk mencegah terjadinya plagiarisme yang dilakukan mahasiswa.

Ada berbagai macam contoh proposal skripsi yang bertebaran, baik itu dalam bentuk cetak maupun di internet.

Dari beberapa contoh proposal skripsi tersebut, pasti memiliki kesamaan dan perbedaan dalam hal bentuknya.

Kemudian Perbedaan-perbedaan ini secara umum dapat terbagi menjadi dua bentuk, yakni proposal skripsi mini dan proposal skripsi penuh.

1. Proposal Skripsi Mini

Pertama, proposal skripsi mini adalah proposal yang hanya dibuat dalam satu bab tetapi di dalamnya telah mencangkup tiga bab dari skripsi.

Nah dalam pengerjaannya, proposal skripsi mini memiliki kelemahan yakni waktu penulisan skripsi nantinya yang lebih lama.

Hal ini karena mahasiswa harus mengerjakan bab-bab selanjutnya, yakni mulai dari bab 2 sampai selesai secara terpisah.

Keuntungan dari proposal skripsi mini pada waktu pembuatan proposal yang relatif cepat. Waktu sidangnya pun tidak harus menunggu sampai 3 bab, tetapi cukup 1 bab dalam proposal itu.

Jika terdapat revsi yang cukup lumayan, maka untuk pengerjaan revisinya tidak begitu membutuhkan waktu yang relatif lebih lama.

2. Proposal Skripsi Penuh

Bentuk selanjutnya dari proposal skripsi mini adalah proposal skripsi penuh.

Proposal skripsi penuh sendiri merupakan proposal yang dibuat dengan menggunakan susunan bentuk bab, mulai dari bab 1, bab 2 dan bab 3 serta ditutup dengan daftar pustaka.

Selain itu juga mungkin sebagian kampus ada yang sudah menyentuh dalam bab 4. Hal ini sangat berbeda dengan proposal skripsi mini.

Proposal skripsi penuh memiliki keuntungan yaitu penyusunan skripsi yang lebih cepat karena mahasiswa sudah membuat bab-babnya terlebih dahulu.

Akan tetapi terdapat kelemahan dalam proposal skripsi penuh, yakni waktu penulisan proposal yang relatif lebih lama. 

Selain itu untuk dapat sidan proposal dibutuhkan kelengkapan tulisan mulai bab 1 sampai bab 3.

Belum lagi jika terdapat revisi yang cukup lumayan, maka teman-teman pun akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menyelesaikannya.

Nah itu tadi bentuk bentuk proposal skripsi. Kalau di kampus teman-teman termasuk yang mana bentuk proposal skripsinya?

Yuk kasih contoh proposal skripsinya teman-teman, biar yang lainnya juga tahu bagaimana contoh bentuk proposal skripsi nya.

Artikel Terkait: Contoh Proposal Kegiatan yang Super Kreatif

Cara Membuat Proposal Skripsi

Cara Membuat Contoh Proposal Skripsi - bosmeal.com
Cara Membuat Contoh Proposal Skripsi

Setelah bersama kita mengetahui bentuk proposal skripsi, kita juga perlu mengetahui cara membuat proposal skripsi itu sendiri.

Dengan mengetahui cara membuat skripsi, maka kita pun juga akan bisa membuat contoh proposal skripsi.

Dalam membuat proposal skripsi sendiri mengacu pada bentuknya terbagi menjadi dua cara, yakni cara membuat proposal skripsi mini dan membuat proposal skripsi penuh.

1. Cara Membuat Proposal Skripsi Mini 

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, jika proposal mini merupakan proposal yang didalamnya terdapat 3 bab yang dikumpulkan menjadi satu bab. berikut ini sistematika pembuatan proposal mini nya.

1. Membuat Cover Proposal Skripsi

Langkah pertama dalam sistematika penulisan proposal skripsi mini adalah membuat cover. Cover sendiri merupakan halaman awal yang akan langsung terlihat dan menjadi yang pertama kali dilihat oleh pembimbing maupun penguji.

Dalam cover proposal skripsi sendiri pada umumnya berisikan judul, logo, nama penyusun, nomor induk mahasiswa, nama program studi, jurusan, nama universitas, dan paling bawah tahun pembuatan.

2. Membuat Lembar Judul

TAhap selanjutnya dalam pembuatan proposal skripsi mini adalah lembar judul. Pada lembar judul ini tidak semua kampus menggunakannya. Ada yang menggunakan ada yang tidak.

Untuk isi dari lembar judul sendiri hampir sama dengan cover, hanya saja tidak terdapat logo kampus dan juga nama kampus di bagian bawah.

Pada lembar judul hanya berisikan judul apa yang akan kita ajukan.

3. Membuat Lembar Pengesahan

Tahap selanjutnya dalam pembuatan proposal skripsi adalah membuat lembar pengesahan. Lembar pengesahan sendiri biasanya dibuatkan format oleh kampus masing-masing. 

Pada lembar judul hanya berisikan judul dan nama pembimbing serta pimpinan kampus dan prodi.

Pada lembar pengesahan ini kebanyakan tidak ditandatangani oleh dosen pembimbing skripsi. Proses penandatanganan biasanya dilakukan di akhir setelah semua skripsi selesai dilakukan.

Adapun bentuk ACC dari dosen pembimbing untuk mengikuti sidang proposal skripsi berupa tanda tangan pengesahan di cover saja.

4. Membuat Kata Pengantar

Selanjutnya dalam membuat proposal skripsi mini adalah kata pengantar. Di dalam contoh kata pengantar sendiri berisikan pernyataan pengantar dari penulis tentang maksud dan tujuan dari penulisan proposal skripsi.

Selain itu juga di dalam kata pengantar berisikan tentang ucapan terima kasih kepada pihak-pihak kampus dan pihak-pihak yang membantu penulis.

5. Membuat Daftar Isi

Daftar isi memang menjadi susunan proposal skripsi yang nomor 5, akan tetapi dalam pembuatannya, daftar isi tidak bisa dibuat di awal. Kita harus menunggu selesainya proposal skripsi baru bisa membuat contoh daftar isi.

Adapun kegunaan dari daftar isi adalah untuk memudahkan pembaca maupun penguji dalam menemukan bagian-bagian atau sub bab dalam proposal skripsi.

6. Membuat Daftar Tabel dan Gambar

Daftar tabel dan gambar sendiri sama dengan daftar isi, tidak bisa dibuat di awal. Fungsi dari daftar tabel dan gambar adalah untuk memudahkan pembaca maupun penguji dalam mencari tabel maupun gambar yang berkaitan dengan pembahasan.

Daftar tabel dan juga gambar ini dibuat hanya ketika kita memiliki tabel di dalam bahasan proposal skripsi.

Pembuatannya disendirikan, daftar tabel sendiri, daftar gambar sendiri. Jika di dalam proposal skripsi tidak ada tabel, maka kita tidak perlu membuat daftar tabel mya.

7. Membuat Daftar Lampiran

Point selanjutnya dalam membuat proposal skripsi mini adalah membuat daftar lampiran. DAftar lampiran sendiri merupakan lampiran-lampiran penting yang dibutuhkan untuk menyelesaikan skripsi, bisa lampiran surat penelitian, lampiran berkas, dan lain sebagainya.

8. Membuat BAB I Pendahuluan

Bab selanjutnya adalah bab I pendahuluan. Dalam bab ini terkadang tidak ditulis BAB I, akan tetapi ditulis proposal skripsi dan judul.

Kemudian dalam bab ini memiliki urutan isi berupa

  • Latar belakang
  • Rumusan masalah
  • Tujuan penelitian
  • Manfaat penelitian
  • Kerangka teori atau kerangka berpikir
  • Kerangka konsep
  • Metode penelitian
  • Serta teknik pengumpulan data
  • Teknik analisis data dan 
  • Sistematika penulisan

9. Membuat Daftar Pustaka

Setelah semua data lengkap, selanjutnya kita juga harus membuat daftar pustaka. Daftar pustaka sendiri digunakan sebagai daftar bahan referensi atau literatur yang sudah kita gunakan untuk melakukan penelitian.

Dalam menggunakan referensi itu bisa diambil dari buku, jurnal, penelitian sebelumnya, media.

Data-data yang kita masukkan yang bukan dari analisis pribadi maka harus disertakan dalam halaman daftar pustaka.

Kemudian salah satu cara paling mudah untuk membuat daftar pustaka adalah dengan cara copy paste footnote yang sudah kita gunakan. Lalu tinggal edit menurut kaidah daftar pustaka atau menurut aturan kampus masing-masing.

10. Membuat Lampiran

Lampiran sendiri dalam proposal skripsi kebanyakan jarang digunakan, baik itu untuk studi kepustakaan maupun penelitian lapangan.

Pada umumnya lampiran sendiri berupa scan atau fotokopi lampiran berkas-berkas yang dibutuhkan untuk melengkapi data-data penelitian dalam tugas akhir. 

Isi dari lampiran bisa berupa surat penelitian ataupun berkas-berkas dari tempat penelitian. Pada umumnya surat penelitian maupun berkas lainnya akan dibuatkan ketika sudah ujian atau sidang proposal.

Bagaimana teman-teman, sudah dapat mengidentifikasi contoh proposal skripsi mini? Atau malah kampus teman-teman menggunakan cara di atas?

Jangan Lewatkan: Contoh Penutup Makalah yang Baik dan Benar

2. Cara Membuat Proposal Skripsi Penuh

Setelah bersama kita mengetahui cara membuat proposal skripsi mini, selanjutnya kita pun juga harus mengetahui contoh proposal skripsi penuh.

Dalam penulisannya ada kesamaan mulai dari cover sampai daftar tabel, gambar dan juga lampiran. Hanya saja dalam konten atau sistematikanya menggunakan bab bab, yakni BAB I, II, dan III.

Berikut ini sistematika penulisan proposal skripsi penuh:

1. Membuat cover proposal skripsi

2. Membuat lembar judul

3. Membuat lembar pengesahan.

4. Membuat kata pengantar

5. Membuat daftar isi

6. Membuat daftar tabel dan gambar

7. Membuat daftar lampiran

8. Membuat isi proposal

9. Membuat daftar pustaka

10. Membuat lampiran

Untuk membuat isi proposal sendiri sebenarnya memiliki bentuk yang hampir sama dengan proposal skripsi mini.

Hanya saja dalam proposal skripsi penuh ini dibagi menjadi beberapa BAB sehingga akan lebih mudah dalam mengerjakan.

Berikut ini sistematika proposal skripsi penuh:

A) BAB I Pendahuluan

Dalam bab I pendahuluan ini tidak sebanyak proposal skripsi mini. Adapun isi dari bab I pendahuluan adalah

  • Latar Belakang Masalah
  • Perumusan Masalah
  • Batasan Masalah
  • Tujuan Penelitian
  • Manfaat Penelitian

B) BAB II Tinjauan Pustaka

Dalam bab 2 ini berisikan tinjauan pustaka. Tinjauan pustaka ini berisikan:

  • Landasan Teori
  • Kerangka Pemikiran

Nah dalam membuat landasan teori dan juga kerangka pemikiran, sebaiknya kita membuatnya sesuai dengan kebutuhan proposal.

Kita tidak perlu membuat landasan teoritis terlalu banyak, cukup ditulis apa yang dibutuhkan semata. Baru kemudian ketika sudah seminar proposal kita bisa menganalisis lebih jauh tentang tinjauan pustaka.

C) BAB III Metode Penelitian

Dalam bab 3 proposal penelitian penuh ini berisikan 

  • Tempat dan Waktu Penelitian
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Teknik Analisis Data
  • Analisis Sistem

Untuk mengembangkan contoh proposal skripsi menjadi susunan skripsi, tinggal tambahkan pemaparan data dan analisis yang ditutup dengan kesimpulan saja ya.

Sekarang teman-teman sudah bisa membedakan mana contoh proposal skripsi mini dan juga penuh bukan?

Sistematika Penulisan Proposal Skripsi

Sistematika Penulisan Proposal Skripsi - bosmeal.com
Sistematika Penulisan Proposal Skripsi

Setelah kita bersama mengetahui tentang cara membuat proposal skripsi, kita juga perlu mengetahui langkah-langkah dalam penyusunan sebuah proposal skripsi.

Adapun langkah-langkah dalam penyusunan proposal skripsi adalah

  1. Mencari ide penelitian serta apa yang akan diteliti yang kemudian dituangkan dalam bentuk proposal skripsi. Dalam mencari ide, sebaiknya dipikirkan sejak awal-awal masuk perkuliahan.
  2. Mencari referensi atau literatur baik berupa buku, jurnal, maupun media elektronik yang sesuai untuk mendukung proposal penelitian skripsi.
  3. Membuat outline latar belakang dan rumusan masalah terlebih dahulu agar point-point penting pembahasan dapat difokuskan dan lebih sistematis.
  4. Membuat tahapan penelitian dengan cara membuat diagram alir.
  5. Menentukan metode penelitian yang sesuai untuk memecahkan rumusan masalah yang telah dibuat beserta batasannya.
  6. Selanjutnya membuat judul proposal skripsi yang sesuai dengan penelitian. Dalam membuat judul proposal skripsi jang terlalu luas dan juga terlalu sempit.
    Usahakan sudah ada angan-angan mau dibawa kemana penelitian ini dan hipotesisnya seperti apa agar nantinya judul tidak menjadi penghambat penyusunan skripsi Anda.
  7. Menyusun outline proposal skripsi sesuai dengan kaidah atau panduan kampus masing-masing, mulai dari latar belakang hingga metode penelitian.
  8. Terakhir baru melengkapi outline proposal skripsi yang sudah dibuat serta jangan lupa untuk selalu berdiskusi dengan dosen pembimbing agar penulisan proposal skripsi dapat berjalan lancar.

Baca Juga: Contoh Proposal Usaha untuk UMKM

Cara Membuat Skripsi

Cara Membuat Proposal Skripsi - bosmeal.com
Cara Membuat Proposal Skripsi

Setelah bersama kita membicarakan tentang proposal skripsi, perlu kiranya juga kita mengetahui bagaimana cara membuat skripsi itu sendiri.

Cara membuat skripsi atau sistematika penulisan skripsi setiap kampus berbeda-beda. Akan tetapi secara umum memiliki kaidah yang sama, yakni:

1. Mengajukan Judul Skripsi 

Dalam proses ini kita mengajukan judul beserta outline latar belakang, rumusan masalah, tujuan, variabel, metode, dan teknik analisis untuk dilihat seberapa penting dan menariknya judul atau masalah ini untuk dibahas.

2. Mengajukan Proposal Skripsi

Setelah judul di ACC, berikutnya adalah menulis proposal skripsi. Untuk formatnya disesuaikan dengan kampus masing-masing. Nah teman-teman bisa mengikuti tips menyusun proposal skripsi di atas.

3. Seminar Proposal Skripsi

Setelah proses panjang penulisan skripsi dan juga melakukan bimbingan, tahapan selanjutnya adalah melakukan seminar proposal skripsi.

NAh dalam seminar ini teman-teman sebaiknya memfokuskan dalam hal latar belakang masalah dan juga metode penelitiannya.

4. Melakukan Penelitian Skripsi

Setelah seminar proposal dan mendapatkan keputusan bahwa proposal skripsi pantas untuk dilanjutkan, maka selanjutnya kita akan melakukan penelitian untuk mengumpulkan data dan menganalisisnya.

Data-data tersebut bisa berupa data lapangan maupun studi kepustakaan. Setelah dianalisis kemudian dibuat kesimpulan untuk menjawab sesuai dengan rumusan masalah.

5. Ujian Skripsi

Setelah melalui proses panjang menulis skripsi yang sesuai dengan sistematika penulisan skripsi kampus, tahapan selanjutnya adalah ujian skripsi.

Proses ini merupakan proses untuk melihat sejauh mana analisis yang kita lakukan dan juga membuktikan bahwa karya tulis skripsi ni merupakan karya tulis sendiri.

Untuk itulah penguasaan metode dan juga pembahasan sangat dibutuhkan agar ketika sidang kita tidak kewalahan dalam menjawab pertanyaan penguji.

6. Revisi

Setelah hasil keputusan ujian skripsi dinyatakan diterima dan lulus dengan beberapa catatan, maka selanjutnya kita harus sesegera mungkin melakukan revisi catatan yang sudah diberikan oleh penguji.

Jika kita masih belum paham dengan catatan tersebut, jangan sungkan-sungkan untuk menemui penguji dan meminta penjelasan mengenai maksud dari catatan tersebut.

Kumpulan Contoh Proposal Skripsi

Contoh Proposal Penelitian Skripsi - bosmeal.com
Contoh Proposal Penelitian Skripsi

Setelah kita bersama mengetahui apa itu skripsi dan sistematika penulisan proposal skripsi, akan lebih mudah lagi  jika mengetahui contoh proposal skripsi pendidikan pdf secara langsung.

Dengan melihat contoh proposal penelitian skripsi kuliah akan membuat teman-teman lebih mudah dalam membuatnya.

1. Contoh Proposal Skripsi Akuntansi

Contoh Proposal Skripsi Akutansi - bosmeal.com
Contoh Proposal Skripsi Akutansi

Untuk contoh yang pertama adalah contoh proposal skripsi akuntansi dengan judul Pengaruh Organisasi terhadap Sistem Akuntansi Keuangan Daerah yang ada di Kecamatan Sukamaju, Kabupaten Sukajaya.

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Berdasarkan perundang undangan pemerintah yang sudah dikeluarkan dan telah menunjukkan bahwasanya reformasi terhadap pengelolaan keuangan negara. 

Bukti peraturan perundang-undangan tentang reformasi terhadap pengelolaan keuangan negara adalah Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 yang berkaitan dengan Keuangan Negara.

Kemudian Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 yang berkaitan dengan Perbendaharaan Negara, serta Undang-undang Nomor 15 Tahun 2004 yang berkaitan dengan Pemeriksaan Pengelolaan Dana Serta Tanggung Jawab Keuangan Negara.

Berdasarkan materi perundang undangan yang ada kemudian diturunkan menjadi perda sebagai landasan hukum dalam menjalankan sistem keuangan daerah.

Penggunaan perundang-undangan tentunya dibutuhkan juga pengujian yang nyata. 

Kemudian penelitian ini dilakukan untuk menguji terhadap Faktor Keperlakukan Organisasi Pada Kegunaan Sistem Akuntansi Keuangan Daerah.

Untuk proses yang dilakukan adalah dengan cara menguji Sistem Akuntansi Keuangan Daerah yang ada di Kecamatan Sukamaju, Kabupaten Sukajaya.

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah faktor organisasi berpengaruh terhadap peningkatan Sistem Akuntansi Keuangan Daerah?
  2. Apakah organisasi dengan variabel intervening akan memberikan pengaruh terhadap peningkatan kegunaan Sistem Akuntansi Keuangan Daerah?

C. Tujuan Penelitian

  1. Untuk melakukan pengujian terhadap faktor organisasi dalam membantu meningkatkan kegunaan dari Sistem Akuntansi Keuangan Daerah
  2. Sebagai bentuk pengujian secara tidak langsung terhadap faktor-faktor organisasi tersebut dengan melalui variabel intervening sehingga dapat membantu di dalam meningkatkan konflik kongestif 

Untuk menurunkan konflik afektif yang pada waktunya dapat meningkatkan kegunaan dari Sistem Akuntansi Keuangan Daerah.

D. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat penelitian ini terbagi menjadi dua, yakni

1. Manfaat Secara Akademik

Mampu menambah literatur bidang yang berkaitan dengan Faktor Keperlakuan Organisasi dan kaitannya dengan Kegunaan Sistem Akuntansi Keuangan Daerah

2. Manfaat Secara Praktis

Sebagai bahan pertimbangan serta masukan untuk pemerintah daerah di dalam implementasinya terhadap kegunaan Sistem Akuntansi Keuangan Daerah.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

 

A. Pengertian Sistem Akuntansi Keuangan Daerah

Akuntansi adalah sebuah sistem. Sistem sendiri merupakan sebuah kesatuan tuan yang ditopang oleh beberapa sub sistem.

DI sisi lain, sistem juga bisa dikatakan sebagai satu kesatuan yang terdiri dari bagian-bagian kecil dan saling berhubungan satu dengan lainnya dilandasi tujuan tertentu di dalamnya.

Dalam melakukan tahapan siklus akuntansi dimulai dari jurnal, pembuatan transaksi, membuat laporan keuangan, jurnal penutupan, dan juga neraca setelah dilakukannya penutupan.

B. Faktor Keperlakukan Organisasi 

Organisasi sendiri menurut sistem implementasinya dibagi menjadi tiga aspek, yakni aspek dukungan atasan, kejelasan tujuan, dan juga aspek penelitian. 

Dari ketiga faktor tersebut, menurut Chenhall sendiri didefinisikan sebagai keterlibatan manajemen di dalam mengatur untuk kemajuan proyek dan juga menyediakan sumber daya yang memang diperlukan.

Sementara itu, kejelasan tujuan memiliki definisi sebagai sebuah kejelasan sasaran serta tujuan digunakannya Sistem Akuntansi Keuangan Daerah yang ada pada semua level organisasi. 

Lebih lanjut, pelatihan adalah sebuah usaha yang digunakan untuk mengarahkan. Kemudian pelatihan berfungsi untuk membantu dalam meningkatkan pemahaman yang berkaitan dengan sistem.

Nah itu tadi contoh proposal skripsi akuntansi singkat tanpa bab 3 yang bisa teman-teman buat contoh. Tidak begitu sulit bukan teman-teman untuk membuat contoh proposal skripsi?

Artikel Terkait: Contoh Proposal Pengajuan Dana

2. Contoh Proposal Skripsi Kualitatif

Contoh Proposal Skripsi Kualitatif - bosmeal.com
Contoh Proposal Skripsi Kualitatif

Selain contoh proposal skripsi akuntansi di atas, masih ada lagi contoh proposal skripsi pendidikan yang lain.

Berikut contoh proposal skripsi kualitatif pendidikan agama islam yang dikutip dari IAIN Salatiga dengan judul Peningkatan Hasil Belajar Fiqih Materi Sholat Fardhu dan Sujud Sahwi Melalui Model Kooperatif Tipe Student Team Achievement Divisions (STAD) Pada Siswa Kelas VII A MTs Sudirman Truko Bringin Kabupaten Semarang Tahun Pelajaran 2016/2017 oleh Gatot Prahoro.

Nah dalam contoh proposal skripsi pendidikan disini ada sedikit peringkasan bahasa dengan tanpa mengurangi pesan yang disampaikan.

Peningkatan Hasil Belajar Fiqih Materi Sholat Fardhu dan Sujud Sahwi Melalui Model Kooperatif Tipe Student Team Achievement Divisions (STAD) Pada Siswa Kelas VII A MTs Sudirman Truko Bringin Kabupaten Semarang Tahun Pelajaran 2016/2017

A. Latar Belakang

Proses interaksi belajar sangat dipengaruhi oleh beberapa komponen yakni: pendidik,  peserta  didik, materi pelajaran, metode pembelajaran, sarana prasarana, lingkungan, dan beberapa komponen lain yang mendukung dalam proses pembelajaran.

Kemudian komponen lain yang tidak kalah pentingnya adalah menumbuhkan daya tarik dan semangat belajar bagi peserta didik. 

Implikasinya pada pembelajaran adalah harus adanya pemberian pengalaman yang bervariasi dengan metode yang efektif dan bervariasi. 

Penggunaan metode yang tepat dan efektif sangat berperan sekali dalam pembelajaran fiqih. Tanpa metode yang tepat, suatu materi pelajaran tidak dapat terproses secara efektif dan efisien dalam kegiatan belajar mengajar menuju tujuan pendidikan yang diharapkan.

Jika metode pendidikan yang digunakan tidak efektif malah akan menjadi penghambat kelancaran proses belajar mengajar.

Kemudian berdasarkan pengamatan di lapangan, proses pembelajaran di sekolah dewasa ini kurang meningkatkan kreativitas siswa.

Para pendidik cenderung menggunakan metode konvensional secara monoton dalam  kegiatan  pembelajaran  di  kelas. Hal ini membuat proses belajar mengajar terkesan kaku dan didominasi oleh sang guru. 

Proses yang demikian membuat siswa menjadi pasif dalam pembelajaran. Maka dari itu, model pembelajaran tersebut harus ditingkatkan salah satunya dengan model Student Team Achievement Divisions (STAD).

Dengan menggunakan metode ini, siswa akan dibiasakan bekerja kelompok dan saling membantu dalam memahami materi fiqih pada shalat fardhu dan sujud sahwi.

Dengan demikian sangat diharapkan siswa lebih konsentrasi terhadap pelajaran, lebih senang, tertarik dengan pelajaran dan dapat menyelesaikan soal-soal yang berhubungan  dengan materi. 

B. Rumusan Masalah

Apakah metode kooperatif tipe STAD (Student Team Achievement Divisions) dapat meningkatkan hasil belajar fiqih materi Shalat Fardhu dan Sujud Sahwi kelas VII A MTs Sudirman Truko Bringin Kabupaten Semarang Tahun Pelajaran 2016/2017?

C. Tujuan Penelitian 

Untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar pada pelajaran fiqih materi Shalat Fardhu dan Sujud Sahwi kelas VII A MTs Sudirman Truko Bringin Kabupaten Semarang Tahun Pelajaran 2016/2017 dengan metode kooperatif tipe STAD (Student Team Achievement Divisions).

D. Manfaat penelitian 

1. Secara teoritis 

Diharapkan dapat dijadikan suatu inovasi baru dalam pendidikan dengan menggunakan metode pembelajaran STAD pada MTs.  

2. Secara praktis 

  • Menambah wawasan pengetahuan dalam penyelesaian kegagalan siswa dalam kegiatan belajar dan mengajarnya.
  • Memberikan pengalaman langsung kepada guru untuk memecahkan problematika secara sistematis dan terstruktur terkait dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD di madrasah, khususnya di kelas VII A MTs Sudirman Truko Bringin.  
  • Meningkatkan kesadaran guru untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran. 

E. Definisi Operasional

1. Peningkatan 

Menurut WJS Poerwadarminta peningkatan merupakan suatu bentuk hasil usaha mempertinggi atau membuat lebih. Sedangkan. Sedangkan kemampuan adalah kesanggupan, keterampilan, atau kekuatan.” 

2. Prestasi Belajar 

Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, prestasi adalah sesuatu  yang  dicapai. Sedangkan istilah belajar diartikan sebagai bagaimana siswa belajar memperoleh dan memproses pengetahuan, keterampilan, dan sikap. 

Kemudian prestasi belajar dalam penelitian ini merupakan suatu hasil yang sudah dicapai, dan dapat dilihat sebagai suatu proses.

Untuk itulah dibutuhkan pengoptimalan semua komponen belajar untuk membuat siswa terlibat dan aktif dalam proses memperoleh pengetahuan tersebut. 

3. Pembelajaran Kooperatif 

Secara umum, pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran yang secara sadar dan sengaja untuk mengembangkan interaksi antar siswa dalam memahami materi pelajaran 

4. Tipe STAD 

Slavin mengembangkan pembelajaran Tipe STAD yang merupakan salah satu tipe kooperatif yang menekankan adanya aktivitas dan interaksi diantara para siswa.

Tujuannya untuk saling memotivasi dan saling membantu para siswa dalam menguasai materi pelajaran guna mencapai prestasi yang maksimal. 

F. Kajian Pustaka

Penelitian kajian belajar fiqih dengan menggunakan metode STAD bukanlah yang pertama kali dilakukan.

Penelitian ini pernah dilakukan oleh Umar Faruk dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dengan judul peningkatan hasil belajar fiqih kelas VII dengan metode STAD di MTs Negeri Gunung Kidul Yogyakarta.

Hasil kesimpulannya, penerapan metode STAD pada mapel PAI dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Buktinya terdapat peningkatan dari  siklus I ke siklus II yang telah memenuhi klasikal ketuntasan penelitian yaitu 85%.

Selain penelitian di atas, penelitian dengan menggunakan penerapan metode STAD juga pernah dilakukan oleh Markus Widiyantoro dengan judul peningkatan hasil belajar Matematika melalui metode STAD bagi siswa kelas VIII di SMP N 1 Bringin Kabupaten Semarang.

Hasilnya penggunaan metode STAD dapat meningkatkan hasil belajar Matematika dengan nilai rata-rata 70 dan meningkat menjadi 82. JIka persentase pada siklus pertama 60%, dan meningkat pada siklus II menjadi 93%. 

Walaupun bukan merupakan penerapan pertama kali, akan tetapi terdapat perbedaan antara penelitian pertama dan penelitian penulis. Perbedaan itu terdapat pada materi yang dikaji atau diteliti.

Nah itu tadi sedikit ringkasan contoh proposal skripsi kualitatif pendidikan Agama Islam dari IAIN Surakarta. Untuk lebih jelasnya teman-teman dapat download contoh proposal skripsi pdf pada link tersebut ya.

3. Contoh Proposal Skripsi Hukum

Contoh Proposal Skripsi Hukum - bosmeal.com
Contoh Proposal Skripsi Hukum

Berikut ini contoh proposal skripsi hukum dengan judul Kedudukan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (Kppu) Dalam Sistem Ketatanegaraan Indonesia.

KEDUDUKAN KOMISI PENGAWAS PERSAINGAN USAHA (KPPU) DALAM SISTEM KETATANEGARAAN INDONESIA

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

KPPU Atau Kedudukan Komisi Pengawas Persaingan Usaha di dalam sistem ketatanegaraan Indonesia meninggalkan sebuah ketidakjelasan.

Hal ini mengingat tugas dan kewenangan dari Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU)  berkaitan dengan kewenangan lembaga Eksekutif, Yudikatif dan juga Legislatif. 

Dalam praktiknya, KPPU dapat membuat putusan (vonis), regulasi atau peraturan perundang-undangan serta sebagai pelaksana dari peraturan-perundang-undangan yang dibentuknya sendiri 

Di sisi lain, KPPU merupakan lembaga independen yang bertugas untuk mengawasi pelaksanaan Undang-Undang tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. 

Dengan banyaknya wewenang dan status dari KPPU, lantas dimanakah letak Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU)  dalam sistem ketatanegaraan di Indonesia?

apakah KPPU merupakan lembaga eksekutif, legislatif atau yudisial.

Sementara jika mengacu pada beberapa pendapat seperti John Locke tentang pemisahan kekuasaan maka kekuasaan negara dibagi menjadi tiga.

Diantaranya yakni: kekuasaan legislatif (membuat peraturan undang-undang), kekuasaan eksekutif (melaksanakan undang-undang yang di dalamnya termasuk kekuasaan mengadili), dan kekuasaan federatif (kekuasaan yang meliputi segala tindakan untuk mengamankan negara).

Sedangkan menurut Van Vollenhoven, fungsi fungsi kekuasaan negara terbagi menjadi empat bagian yang dikenal dengan “catur praja”.

Diantaranya yaitu: Regeling (fungsi legislatif); Bestuur (fungsi eksekutif); Rechtspraak (fungsi yudikatif); dan Politie (fungsi keamanan dan ketertiban negara)

Bentuk kekuasaan yang terbagi-bagi secara ideal bersinergi untuk menciptakan pemerintahan yang demokratis dan equal. 

Konsep pembagian atau pemisahan kekuasaan yang biasa disebut trias politika dapat menimbulkan penafsiran yang berbeda.

Terlebih jika masing-masing kekuasaan merasa mandiri dan menjadi superior, sehingga pada akhirnya akan menciptakan absolutisme baru di tiap lembaga.

Selanjutnya mengacu pada pendapat Montesquieu, sebagai penggagas dari trias politika, setiap kekuasaan tidak dapat terpisah sebab tak ada kekuasaan yang berdiri sendiri.

Untuk menjamin agar kekuasaan masing-masing tidak melampaui batas maka diperlukan suatu sistem checks and balances system (sistem pengawasan dan keseimbangan)

Fungsinya adalah setiap kekuasaan saling mengawasi dan mengontrol satu dengan yang lainnya. 

Selanjutnya jika melihat dari kewenangan yang didapatkan oleh KPPU, maka akan tampak beberapa kerancuan di dalam status lembaga tersebut.

Dari sinilah kemudian perlu kajian dan analisis lebih jauh mengenai kedudukan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dalam sistem ketatanegaraan Indonesia.

Hal ini mengingat posisi dan kedudukan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) yang masih belum jelas dalam sistem ketatanegaraan Indonesia.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan yang digunakan adalah:

1. Bagaimana kewenangan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) apabila dihubungkan dengan konsep pemisahan kekuasaan ?

2. Bagaimanakah kedudukan dan hubungan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dengan lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif di Indonesia ?

C. Tujuan Penulisan 

Untuk mendeskripsikan kewenangan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) apabila dihubungkan dengan konsep pemisahan kekuasaan.

Untuk menganalisis kedudukan dan hubungan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dengan lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif di Indonesia.

D. Manfaat Penelitian

1. Manfaat Teoritis

Untuk menambah pengetahuan penulis dalam mempelajari ilmu-ilmu yang berkaitan dengan Ilmu Hukum.

2. Manfaat Praktis

Dapat menjadi gambaran bagi masyarakat umum dan Pemerintah dalam upaya ius constituendum merancang fungsi dan kedudukan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) kedepan.

E. Kerangka Teoritis

1. Teori Pemisahan Kekuasaan

John Locke merupakan orang yang pertama kali mengembangkan teori trias politica atau pemisahan kekuasaan yang kemudian dikembangkan oleh Montesquieu.

Hal ini dilandasi dengan adanya kekuasaan yang memusat pada suatu pihak akan lebih cenderung disalahgunakan.

Oleh karena itulah muncul gagasan agar kekuasaan negara dipisah dan dipilah serta dibagikan kepada lembaga negara yang berbeda, sehingga terdapat mekanisme kontrol kekuasaan yang sistemik.

Di dalam konsep trias politika, pemerintahan yang berdaulat harus harus dipisahkan antara dua atau lebih kesatuan kuat yang bebas.

Hal ini untuk mencegah satu orang atau kelompok mendapatkan kuasa yang terlalu banyak. Tujuannya adalah agar tidak ada penyalahgunaan kekuasaan, antara legislatif, eksekutif dan yudikatif.

Kemudian, meskipun sudah dilakukan pemisahan kekuasaan, perlu dilakukan juga check and balance (pengawasan dan keseimbangan) diantara mereka.

2. Pengawasan Terhadap Trias Politica 

Untuk menjamin kekuasaan yang tidak melampaui batas, maka diperlukan checks and balances system (sistem pengawasan dan keseimbangan). 

Sistem Checks and balances menjadi sebuah tolak ukur kemapanan konsep negara hukum dalam rangka mewujudkan demokrasi. 

Prinsip yang digunakan adalah adanya upaya pengawasan dan keseimbangan antara badan-badan yang mengatur dalam tatanan pemisahan kekuasaan.

3. Konsep Trias Politica

Seperti yang sudah diketahui bersama jika Konsep Trias Politika merupakan ide pokok dalam Demokrasi Barat dan mulai berkembang sejak abad XVII dan XVIII.

Di dalam Trias Politika memiliki anggapan bahwa konsep kekuasaan terbagi menjadi tiga bagian, yaitu kekuasaan legislatif atau membuat undang-undang, kekuasaan eksekutif atau kekuasaan melaksanakan undang-undang, dan kekuasaan yudikatif atau kekuasaan mengadili atas pelanggaran undang-undang.

Pembagian kekuasaan ini sebaiknya tidak diserahkan kepada orang yang sama untuk mencegah penyalahgunaan kekuasaan.

Dengan begitu, hak-hak asasi warga negara diharapkan dapat lebih terjamin. 

Ide pemisahan ini memiliki tujuan untuk memelihara kebebasan politik. Tujuan ini tidak akan terbentuk tanpa adanya keamanan masyarakat dalam negeri.

Pembagian kekuasaan ini memiliki tugas dan fungsi masing-masing, baik itu legislatif, eksekutif maupun yudikatif. 

Akan tetapi kenyataannya, konsep trias politika yang ditawarkan oleh John Locke bukan untuk masyarakat secara umum, tetapi lebih dikaitkan dengan para kaum bangsawan semata.

Prakteknya, 3 kekuasaan dalam trias politika,  2 berada di tangan raja/ratu dan 1 berada di tangan kaum bangsawan. 

Konsep dari John Locke ini kemudian dikembangkan dan disempurnakan oleh Montesquieu. 

F. Metode Penelitian

Adapun metode penelitian ini menggunakan penelitian hukum normatif, yang mana merupakan pengkajian terhadap hal-hal yang berkaitan dengan status, kewenangan dan kedudukan dari Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) di dalam peraturan perundang-undangan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

Kajian itu baik dalam rangka aturannya maupun dalam rangka implementasinya di lapangan.

Selanjutnya untuk mendapatkan data yang lebih komprehensif maka metode penelitian dilakukan dengan dua cara, yakni studi kepustakaan (library research) dan juga studi lapangan (field research)

Kemudian proses pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan pendekatan analisis korelasional.

Tujuan dari metode pendekatan analisis ini adalah untuk menguji hubungan antara Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dengan Lembaga Eksekutif, Legislatif dan yudikatif.

Kemudian pengujian yang dilakukan dihubungkan dengan tugas dan kewenangan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) di Indonesia berdasarkan teori Pemisahan kekuasaan di Indonesia.

G. Sistematika Penulisan

Sudah menjadi hal yang wajar agar menjadi pembahasan yang runtut maka dibutuhkanlah rasionalisasi dan sistematika pembahasan. Adapun sistematika pembahasan penelitian yang hendak dilakukan adalah sebagai berikut.

Bab pertama merupakan bagian awal penelitian. Pada bab ini merupakan pendahuluan yang memaparkan latar belakang persoalan dan permasalahan yang akan dilakukan penelitian dalam tulisan ini.

Di dalam bagian awal penelitian ini menjelaskan juga tentang batasan-batasan penelitian yang dirangkum dalam pertanyaan-pertanyaan penelitian.

Dari situlah kemudian menjadi bahan analisis dalam pembahasan pada bab-bab berikutnya.

Memasuki bab selanjutnya, yakni bab 2 merupakan tinjauan kewenangan KPPU dalam sistem hukum Indonesia.

Hal yang dikaji dalam bab ini adalah sejarah berlakunya dasar hukum peraturan perundang-undangan tentang Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) maupun upaya-upaya sinergitas untuk meningkatkan tugas dan wewenang Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) di Indonesia.

Setelah mengetahui sejarah dari KPPU, kemudian sudah saatnya untuk memasuki bab ketiga penelitian.

Pada bab 3 penelitian ini membahas tentang kedudukan KPPU dalam sistem hukum Indonesia.

Adapun yang menjadi titik fokus dalam bab ketiga ini adalah untuk mengkaji lebih jauh tentang metodologi yang digunakan dalam menganalisis fungsi kelembagaan negara dengan KPPU ini.

Pembahasan dalam bab ketiga ini merupakan penjelasan dari langkah-langkah atau step metodis untuk menganalisa dan menjawab rumusan permasalahan dalam bab pertama.

Selanjutnya memasuki bab yang paling krusial yaitu bab analisis yang merupakan elemen kunci penelitian. 

Dalam bab ini akan dipaparkan analisis yang diberikan oleh penulis untuk memecahkan permasalahan yang muncul dalam bab satu.

Setelah memaparkan berbagai argumen dan perdebatan yang panjang, sudah saatnya untuk memasuki bab kelima yaitu bab penutup. Dalam bab ini berisikan kesimpulan dan saran.

Kesimpulan ini merupakan jawaban dari rumusan masalah pada bab pertama sekaligus solusi yang dimunculkan dalam permasalahan.

Nah itu tadi contoh proposal skripsi hukum yang bisa teman-teman jadikan acuan. 

Contoh proposal tugas akhir atau contoh proposal skripsi hukum di atas berbentuk proposal skripsi mini karena di dalamnya sudah mencangkup tiga bab yang dijadikan dalam satu bab.

Untuk contoh proposal tugas akhir atau contoh proposal skripsi hukum penuhnya mungkin bisa teman-teman buat sendiri saja ya.

Baca Lanjut: Contoh Abstrak Makalah yang Penting

4. Contoh Proposal Skripsi Pendidikan Kuantitatif

"<yoastmark

Kamu mahasiswa Pendidikan terkhusus PAI, dapat membaca contoh proposal skripsi pendidikan kuantitatif yang berjudul Pengaruh Hasil Belajar PAI terhadap Akhlak Siswa Kelas VII SMP N 1 Rembang.

Pengaruh Hasil Belajar PAI terhadap Akhlak Siswa Kelas VII SMP N 1 Rembang

A. Latar Belakang

Pendidikan merupakan suatu usaha sadar oleh keluarga, masyarakat maupun pemerintah dengan bentuk kegiatan berupa bimbingan, pengajaran, dan latihan, yang berlangsung di sekolah maupun diluar  sekolah.

Adapun tujuan dari pendidikan adalah untuk mempersiapkan peserta didik agar di masa yang akan datang dapat memainkan peranan dalam berbagai lingkungan hidup secara tepat

Bentuk-bentuk pendidikan dapat berupa pendidikan formal, non formal, dan informal dengan sistem pengalaman yang terprogram dan berlangsung berlangsung seumur hidup.

Tujuannya adalah untuk mengoptimalisasi pertimbangan kemampuan-kemampuan individu, agar di kemudian hari dapat memainkan peranan hidup secara tepat.

Akan tetapi pada masa sekarang, banyak problematika atau permasalahan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia, mulai dari permasalahan politik, ekonomi, hingga masalah agama. 

Dari problematika yang muncul memiliki imbas pada timbulnya krisis seperti krisis ekonomi, krisis kesehatan, hingga krisis akhlak.

Padahal budi pekerti atau akhlak merupakan titik sentral dalam pendidikan. Di dalam kehidupan semua orang terkhusus pada remaja, pendidikan agama memiliki peranan yang sangat penting.

Terlebih maraknya kasus degradasi moral pada remaja di negara Indonesia juga dampak negatif dari kemajuan teknologi informasi.

Tanpa diimbangi dengan keimanan di dalam diri remaja, membuat kasus tawuran antar pelajar, tindak kekerasan, berbicara kotor, pelecehan seksual, narkoba semakin bertambah. 

Di satu sisi, indikator keberhasilan pembelajaran dapat dilihat dari hasil yang diraih oleh peserta didik, khususnya pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.

Adanya sebuah pembelajaran yang baik, maka hasil maupun prestasi yang diperoleh peserta didik juga akan optimal.

Sehingga indikator keberhasilan dalam pembelajaran Agama Islam, peserta didik dapat mengalami perubahan dalam akhlak.

Senada dengan ajaran Islam yang salah satu misinya adalah membimbing manusia berakhlak mulia. Maka implikasinya, jika ada yang melanggar akhlak atau tata krama akan akan mendapat sanksi atau siksa dari Tuhan.

Disisi lain, hakikat akhlak sendiri merupakan suatu sifat yang tertanam pada diri manusia. Penanaman akhlak, baik dan buruknya tergantung dari pembentukan, pembinaan, dan juga pergaulan sehari-harinya.

Dengan adanya akhlak yang baik, maka semangat belajar pada siswa pun akan semakin baik, serta memiliki motivasi dan juga kemauan untuk belajar lebih baik lagi.

Sebaliknya, semakin rendah minat belajar maka akan menjadi semakin rendah pula akhlak yang dimiliki oleh siswa tersebut.

B. Rumusan Masalah 

1. Bagaimana hasil belajar PAI siswa Kelas VII SMP N 1 Rembang? 

2. Bagaimana akhlak siswa kelas Kelas VII SMP N 1 Rembang? 

3. Apakah ada pengaruh antara hasil belajar PAI terhadap akhlak siswa kelas Kelas VII SMP N 1 Rembang? 

C. Tujuan Penelitian 

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 

1. Menjelaskan hasil belajar siswa Kelas VII SMP N 1 Rembang. 

2. Menjelaskan akhlak siswa kelas VIII SMP Negeri 13 Malang. 

3. Menjelaskan pengaruh hasil belajar PAI terhadap akhlak siswa Kelas VII SMP N 1 Rembang. 

D. Manfaat Penelitian 

1. Manfaat teoritis 

a. Dengan adanya penelitian ini dapat dijadikan pertimbangan untuk lebih memperhatikan pengaruh hasil belajar terhadap akhlak siswa Kelas VII SMP N 1 Rembang. 

b. Menjadikan referensi mahasiswa untuk membahas kajian penelitian tentang hasil belajar PAI dan akhlak siswa Kelas VII SMP N 1 Rembang. 

2. Manfaat praktis 

a. Bagi sekolah, penelitian ini dapat dijadikan pertimbangan untuk lebih memperhatikan hasil belajar PAI terhadap akhlak siswa Kelas VII SMP N 1 Rembang. 

b. Bagi siswa, sebagai masukan bagi seluruh siswa Kelas VII SMP N 1 Rembang. 

E. Hipotesis Penelitian

Dalam membuat sebuah hipotesis penelitian tidak bisa dilakukan dengan serta merta.

Hal ini karena hipotesis merupakan suatu jawaban sementara terhadap masalah penelitian yang  secara  teoritis  dianggap  paling  mungkin  dan  paling  tinggi  tingkat kebenarannya.

Dalam hipotesis sendiri terbagi menjadi dua jenis, yakni hipotesis nol yang menyatakan tidak ada pengaruh / tidak ada hubungan / tidak ada perbedaan.

Jenis yang kedua adalah hipotesis alternatif yang menunjukkan ada pengaruh / ada hubungan / ada perbedaan. 

Selanjutnya, berdasarkan jenis hipotesis yang ada, maka hipotesis dari penelitian ini adalah 

1. Hasil belajar PAI tidak memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap akhlak siswa Kelas VII SMP N 1 Rembang. 

2. Hasil belajar PAI memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap akhlak siswa Kelas VII SMP N 1 Rembang.

F. Ruang Lingkup Penelitian 

Dalam penelitian ini mengingat kemampuan dari peneliti yang masih terbatas, ditambah lagi wakti, materi, fasilitas serta ilmu yang masih terbatas, maka peneliti memberikan batasan dalam bahasan.

Peneliti hanya akan membahas masalah yang berhubungan dengan hasil belajar PAI Kelas VII dan akhlak siswa Kelas VII serta pengaruh hasil belajar PAI terhadap akhlak siswa Kelas VII SMP N 1 Rembang. 

G. Orisinalitas Penelitian 

Penelitian yang sudah ada sekarang tidak akan bisa terlepas dari penelitian terdahulu. Baik itu secara keseluruhan maupun hanya sebagian.

Perbedaan antara penelitian terdahulu dengan sekarang hanyalah pada metode dan objek penelitiannya.

Begitu pula dengan penelitian ini, peneliti sendiri juga mengambil referensi dari penelitian terdahulu. Meskipun demikian, peneliti akan tetap menjaga orisinalitas dalam penelitian maupun hasil dari penelitian itu.

Maka dari itu, peneliti akan memaparkan dan menguraikan penelitian terdahulu serta persamaan maupun perbedaannya.

Penelitian yang pertama merupakan hasil penelitian dari Sri Sapitri Aryanti dengan judul penelitian pengaruh aktivitas pembelajaran pendidikan agama Islam terhadap akhlak siswa di SMP Negeri 3 Karangpawitan Garut.

Penelitian yang dilakukan oleh Sri Sapitri Aryanti dengan penulis memiliki persamaan yakni sama-sama menggunakan akhlak dalam variabel dependen.

Adapun yang membedakan antara penelitian yang dilakukan oleh Sri Sapitri Aryanti dengan peneliti adalah terletak pada variabel independennya, yaitu aktivitas pembelajaran pendidikan agama Islam, jumlah subjek penelitian, menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif.

Dari sini kemudian dapat dilihat orisinalitas penelitian yang ditulis peneliti adalah pengaruh hasil belajar PAI terhadap akhlak siswa Kelas VII SMP N 1 Rembang. 

Penelitian selanjutnya merupakan penelitian yang dilakukan oleh Ida Laela dengan judul pengaruh perhatian orang tua terhadap akhlak siswa kelas VIII di SMP 1 Yapkum Depok.

Adapun persamaan dalam penelitian yang dilakukan oleh Ida Laela dengan peneliti adalah sama-sama menggunakan akhlak dalam variabel dependen

Yang membedakan dengan penelitian yang dilakukan peneliti terdapat pada variabel independen adalah perhatian orang tua, kemudian tujuan penelitian, dan pembahasan.

Sementara penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah pengaruh hasil belajar PAI terhadap akhlak siswa kelas VII SMP N 1 Rembang.

H. Definisi Operasiona

Untuk menghindari terjadinya silang persepsi, maka dibutuhkanlah definisi operasional penelitian sekaligus batasan-batasannya.

Tujuannya untuk menyamakan penafsiran dan menghindari kesalahan-kesalahan pada pokok permasalahan.  

1. Pengaruh

Di dalam KBBI, pengaruh merupakan daya yang ada atau timbul dari sesuatu (baik itu manusia atau benda) yang ikut membentuk kepercayaan, watak atau perbuatan seseorang.

Segala kekuatan yang ada atau timbul dari suatu hal seperti, orang ataupun benda akan turut membentuk watak, kepercayaan, atau perbuatan seseorang.

2. Hasil Belajar PAI 

Sebuah hasil atau capaian yang diperoleh setelah melakukan proses pembelajaran disebut dengan hasil belajar.

Hasil dari perubahan-perubahan yang terjadi pada masing-masing siswa akibat dari adanya sebuah pengalaman baru di dalam proses pembelajaran mata pelajaran Pendidikan Agama Islam disebut dengan hasil belajar PAI. 

3. Akhlak Siswa 

Sebelum membahas mengenai akhlak siswa, ada baiknya melihat pengertian akhlak terlebih dahulu.

Akhlak sendiri merupakan suatu kondisi atau sifat yang telah meresap di dalam jiwa seseorang dan kemudian telah menjadi kebiasaan sehari-hari tanpa membutuhkan memikirkan atau  mempertimbangkannya terlebih  dahulu.

Selanjutnya yang dimaksud dengan akhlak siswa merupakan akhlak yang dimiliki oleh siswa atau peserta didik dalam kegiatan sehari-harinya.

I. Sistematika Pembahasan 

Untuk memudahkan penyajian data serta memahami maksud dan tujuan dari penelitian, maka peneliti akan memaparkan sistematika penulisan sebagai berikut

Pada bab pertama merupakan bab pendahuluan. Isinya berupa latar belakang masalah penelitian dan pentingnya masalah ini untuk diteliti.

Mulai rumusan masalah rumusan, tujuan penelitian, manfaat penelitian, hipotesis penelitian, ruang lingkup penelitian, originalitas penelitian, definisi operasional, dan juga sistematika pembahasan.

Memasuki bab kedua penelitian. Di dalam bab kedua berisikan tentang pendahuluan dan teori-teori dari para ahli sebagai penguat bahwa variabel bebas mempengaruhi variabel terikat.

Selanjutnya memasuki bab ketiga penelitian. Pada bab ketiga ini berisikan tentang metode data dalam pengumpulan data.

Antara lain: lokasi penelitian, jenis penelitian, pendekatan dan jenis penelitian, data dan sumber data, populasi dan sampel, instrumen penelitian, pengumpulan data, dan analisis data.

Memasuki bab keempat berisikan tentang tentang deskripsi lokasi penelitian, dan penyajian data yang telah diperoleh dari angket yang disebarkan pada responden.

Setelah semua data penelitian diperoleh, selanjutnya memasuki bab keempat yang berisikan tentang pembahasan terhadap temuan-temuan penelitian yang dikemukakan dalam hasil penelitian.

Setelah analisis selesai dilakukan, tiba saatnya untuk memasuki bab keenam. Pada bab ini merupakan sebuah kesimpulan dari hasil penelitian dan pembahasan.

Selain itu juga dalam bagian terakhir dicantumkan daftar rujukan atau daftar pustaka serta lampiran-lampiran pendukung skripsi.

Nah itu tadi contoh proposal skripsi pendidikan kuantitatif yang bisa teman-teman buat acuan. Teman teman bisa mengambil contoh skripsi bab 1 seperti di atas.

Nah buat teman-teman yang di kampusnya menggunakan bentuk proposal skripsi penuh dan agak kebingungan dengan bab 3 proposal skripsi, berikut ini kami kasih sedikit contoh bab 3 proposal skripsi 

Contoh Bab 3 Proposal Skripsi

Untuk bab 3 sendiri berisikan metode penelitian. Di dalam metode penelitian, selain menggunakan point-point yang disebutkan di atas pada cara membuat proposal skripsi penuh, teman-teman juga bisa memodifikasinya kok.

Berikut ini modifikasi contoh bab 3 proposal skripsi kuantitatif pendidikan dengan judul Pengaruh Hasil Belajar PAI terhadap Akhlak Siswa Kelas VII SMP N 1 Rembang

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

A. Desain penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, yakni melihat gejala-gejala hasil pengamatan dikonversikan ke dalam angka-angka yang dianalisis menggunakan  statistik. 

Dalam penerapannya, selain dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian ini juga termasuk penelitian eksperimen.

Dimana dalam pencarian datanya berusaha untuk mengontrol semua variabel yang mempengaruhi hasil kecuali variabel bebas.

Kemudian  ketika variabel bebas mempengaruhi variabel terikat maka dapat dikatakan  bahwa variabel bebas  menyebabkan atau mempengaruhi variabel terikat. 

Jadi tujuan dari penelitian ini adalah untuk untuk menjelaskan, meringkas, berbagai kondisi, situasi, atas berbagai variabel yang timbul di masyarakat yang menjadi objek penelitian itu berdasarkan apa yang terjadi.

B. Ruang lingkup penelitian

Dalam penelitian ini mengingat kemampuan dari peneliti yang masih terbatas, ditambah lagi wakti, materi, fasilitas serta ilmu yang masih terbatas.

Maka peneliti hanya akan membahas masalah yang berhubungan dengan hasil belajar PAI Kelas VII dan akhlak siswa Kelas VII serta pengaruh hasil belajar PAI terhadap akhlak siswa Kelas VII SMP N 1 Rembang.

C. Jenis dan Sumber data

Data sendiri merupakan bahan keterangan tentang objek penelitian. BErbagai keterangan maupun bahan dan juga semua informasi yang berkaitan dengan tujuan penelitian dapat dijadikan dasar kajian (analisis/kesimpulan).

Untuk data-data yang didapatkan dapat dikelompokkan menjadi dua jenis, yakni data primer dan data sekunder.

Data primer merupakan data yang didapatkan langsung dari objek penelitiannya. Dalam penelitian ini untuk mendapatkan data primer maka peneliti akan mengambil data dari peserta didik dengan melalui kuesioner.  

Data ini diperoleh langsung dari responden yang bersangkutan dengan cara membagikan  sejumlah kuesioner (angket penelitian) kepada objek penelitian yang diisi langsung oleh responden. 

Sementara data sekunder merupakan data pendukung atau data yang menjadi dukungan penelitian.

Sumber data sekunder ini seperti dokumentasi program pembelajaran dan literatur-literatur mengenai mata pelajaran PAI, serta dokumentasi tentang letak geografis, sejarah berdirinya lembaga, dan struktur organisasi sekolah SMP N 1 Rembang. 

D. Proses pengumpulan data

Pengumpulan data merupakan satu hal yang paling strategis dalam penelitian. Hal ini karena dengan tujuan utama dari penelitian adalah untuk mendapatkan data. Dalam pengumpulan data dapat dilakukan dengan berbagai setting, sumber, dan cara.

Adapun dalam penelitian ini teknik yang digunakan untuk pengumpulan data penelitian adalah dengan angket atau kuesioner dan dokumentasi.

Angket sendiri merupakan suatu teknik atau cara pengumpulan  data secara tidak langsung. Caranya yaitu peneliti tidak langsung bertanya yang kemudian dijawab oleh responden.

Akan tetapi peneliti memberikan lembar pertanyaan yang kemudian dijawab oleh responden. Sistem angket ini sangat berguna untuk penelitian kuantitatif karena memiliki bobot pertanyaan dengan ukuran yang jelas.

Sementara dokumentasi sendiri berupa dokumen atau catatan peristiwa yang sudah berlalu. Wujudnya bisa berupa tulisan, gambar, atau yang lainnya.

Dokumentasi sendiri digunakan untuk mencari data tentang struktur organisasi sekolah, nama guru, jabatan dan mata pelajaran yang diajarkan, data tentang pendidikan akhir guru, dan hal-hal lain yang relevan. 

E. Teknik Analisis

Setelah data terkumpul, selanjutnya dilakukan tahapan analisis data. Tujuannya adalah untuk memperoleh hasil dari pengumpulan penelitian yang akan diolah menggunakan metode kuantitatif.

Untuk tahapan analisis data dengan cara:

1. Mencari kelas interval, rentang interval serta panjang kelas 

2. Analisis dan tabulasi

3. Analisis Reliabilitas Angket dan Analisis Reliabilitas Dokumen

F. Hipotesis

Dalam membuat sebuah hipotesis penelitian tidak bisa dilakukan dengan serta merta. Hal ini karena hipotesis merupakan suatu jawaban sementara terhadap masalah penelitian yang  secara  teoritis  dianggap  paling  mungkin  dan  paling  tinggi  tingkat kebenarannya.

Dalam hipotesis sendiri terbagi menjadi dua jenis, yakni hipotesis nol yang menyatakan tidak ada pengaruh / tidak ada hubungan / tidak ada perbedaan.

Jenis yang kedua adalah hipotesis alternatif yang menunjukkan ada pengaruh / ada hubungan / ada perbedaan. 

Selanjutnya, berdasarkan jenis hipotesis yang ada, maka hipotesis dari penelitian ini adalah 

1. Hasil belajar PAI tidak memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap akhlak siswa Kelas VII SMP N 1 Rembang. 

2. Hasil belajar PAI memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap akhlak siswa Kelas VII SMP N 1 Rembang.

Nah itu tadi contoh bab 3 proposal skripsi singkat yang bisa teman-teman terapkan. Untuk penjelasannya bisa teman-teman kembangkan sendiri kok.

Setelah teman-teman selesai membuat proposal skripsi, teman-teman akan dihadapkan pada namanya sidang seminar proposal.

Nah sebelum melakukan sidang seminar proposal, harus menyiapkan ppt seminar proposal yang skripsi yang menarik dan tidak monoton. 

Dengan membuat contoh ppt seminar proposal skripsi yang menarik, akan membuat presentasi teman-teman tidak canggung dan monoton.

Buat yang pengen melihat contoh ppt proposal skripsi bisa dilihat atau download pada link tersebut.

Oh iya, sebelum presentasi proposal skripsi sebaiknya teman-teman membaca tips teknik presentasi dulu ya.

Itulah pembahasan contoh proposal skripsi singkat beserta tips yang menarik untuk presentasi agar bisa teman-teman terapkan. 

Jika punya contoh proposal skripsi lain maupun tips-tips lain agar presentasi proposal skripsi bisa menjadi menarik silahkan dibagikan pada kolom komentar ya.

Terima Kasih.

Contoh Proposal Penelitian

Contoh Proposal Penelitian Sederhana

Contoh proposal penelitian ilmiah atau proposal karya ilmiah biasanya digunakan sebagai landasan izin untuk menyelesaikan / melakukan suatu penelitian.

Bagi seseorang yang sudah terbiasa melakukan penelitian, proposal penelitian bisa juga digunakan untuk mendapatkan dana sponsor dari pihak yang memiliki kepentingan terhadap hasil penelitian.

Proposal sendiri merupakan sebuah karya ilmiah yang berisikan tentang desain penelitian secara detail yang dilandasi dengan latar belakang permasalahan, alasan, teori serta metode yang digunakan untuk memecahkan masalah penelitian.

Bagi teman-teman yang baru memulai “kenalan” dengan proposal karya ilmiah, baiknya perlu memahami terlebih dahulu seluk beluknya.

Tujuannya, agar teman-teman dapat membuat karya proposal penelitian ilmiah yang baik, memiliki sistematika penulisan proposal runtut dan benar.

Apa itu Proposal Penelitian?

apa itu pengertian proposal penelitian - bosmeal.com
Gambar apa itu pengertian proposal penelitian ilmiah

Sebelum membahas lebih jauh tentang lengkap beserta contoh proposal yang ada, alangkah baiknya mengetahui terlebih dulu pengertian proposal penelitian secara umum.

Proposal penelitian merupakan sebuah dokumen yang dibuat untuk mengusulkan sebuah kegiatan atau proyek penelitian.

Bisa dikatakan juga sebuah dokumen yang ditulis oleh seseorang, baik individu atau kelompok untuk menjelaskan permasalahan-permasalahan dan langkah menyelesaikan masalah secara ilmiah.

Dalam proposal penelitian secara garis besar harus bisa memberikan peta atau ringkasan informasi yang akan dibahas kepada pembaca atau pihak yang berkepentingan.

Di dalam proposal penelitian harus bisa memfokuskan pembahasan pada sebuah dampak atau evaluasi permasalahan yang diperlukan untuk melaksanakan rencana penelitian yang diusulkan secara strategis dan koheren.

Dari segi kualitas, proposal yang baik bukan dilihat dari seberapa hebat permasalahan atau ide yang teman-teman ajukan, tetapi seberapa dalam pembahasan yang akan teman-teman lakukan.

Selain itu juga proposal yang berkualitas akan dinilai berdasarkan seberapa runtut ide atau gagasan yang teman-teman sampaikan dalam tulisan.

Ide-ide atau gagasan dari proposal itu harus melalui pertimbangan topik-topik yang berhubungan yang kemudian dikerucutkan menjadi sebuah tema dan dibatasi dengan judul yang jelas.

Sebagai seorang peneliti, teman-teman harus siap menghadapi penolakan dan juga masukan atau kritikan karena ide atau gagasan yang kita buat tidak sesuai dengan mereka.

Problem yang sudah ada, baik permasalahan yang kita angkat dan juga tantangan dari pihak luar harus kita hadapi dengan cara membuat proposal yang berkualitas.

Agar bisa berkualitas, proposal yang teman-teman buat harus koheren, jelas, dan meyakinkan. Contoh proposal ilmiah tentang sosial.

Tujuan Proposal Penelitian

Tujuan Proposal Penelitian - bosmeal.com
Gambar Tujuan Proposal Penelitian Ilmiah

Secara garis besar tujuan proposal penelitian adalah untuk mendapatkan dukungan dan persetujuan dari penerima proposal dalam melangsungkan penelitian yang akan dilakukan.

Di dalam proposal penelitian terdapat suatu permasalahan dengan menunjukkan data-data konkrit dari permasalahan yang akan diangkat.

Data-data tersebut disajikan secara praktis dimana penelitian yang diusulkan harus dan penting untuk dilakukan.

Selanjutnya dalam membuat proposal penelitian perlu dilakukan tinjauan literatur yang luas untuk membedakan proposal yang kita buat dengan hasil penelitian yang sudah ada.

Dalam membuat proposal penelitian haruslah memberikan bukti-bukti persuasif bahwa ada kebutuhan untuk studi yang diusulkan dalam penelitian.

Kemudian untuk membuat tujuan proposal agar semakin jelas, selain menampilkan alasan perlunya proposal penelitian ini dilakukan, juga perlu dijelaskan pula metodologi penelitian yang akan dilakukan.

Dari sini dapat dikatakan tujuan proposal penelitian secara spesifik adalah menggarisbawahi bidang-bidang studi terperinci dan memastikan bahwa proposal penelitian yang disusun layak dan penting untuk dilakukan.

Jenis jenis Proposal Penelitian

Jenis jenis Proposal Penelitian Ilmiah - bosmeal.com
Gambar Jenis jenis Proposal Penelitian Ilmiah

Setelah kita mengetahui bersama tujuan dari proposal penelitian, ada baiknya jika kita juga mengetahui jenis-jenis proposal penelitian.

Adapun jenis-jenis proposal penelitian adalah sebagai berikut

1. Proposal Penelitian Kualitatif

Jenis proposal penelitian yang pertama adalah proposal penelitian kualitatif.

Proposal penelitian kualitatif dibuat dengan menggunakan metode pengumpulan data dari latar belakang alami.

Memanfaatkan diri peneliti sebagai sebuah instrumen kunci dalam penelitian untuk mengungkapkan permasalahan secara holistik kontekstual atau secara menyeluruh sesuai dengan konteks/apa adanya.

Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian deskriptif pada umumnya adalah pendekatan kualitatif dengan bentuk analisis yang bersifat deskriptif.

Sehingga hasil penelitian yang didapat merupakan data-data yang sudah mengalami pengolahan dan tidak terpaku pada angka-angka prosentase.

Di dalam menjalankan penelitian kualitatif, hal yang lebih dititik tekankan atau ditonjolkan lebih kepada proses dan makna (perspektif subyek) yang ada.

Adapun karakteristik dari penelitian kualitatif lebih kepada pewarnaan sifat dan bentuk laporannya.

Oleh karena itu bentuk susunan dari laporan penelitian kualitatif lebih kepada narasi yang ditampilkan bersifat kreatif dan mendalam serta menunjukkan karakteristik naturalistik yang penuh keotentikan data penelitian.

Contoh judul proposal penelitian kualitatif  Analisis Potensi Limbah Tebu Sebagai Bahan Bakar Pembangkit Listrik Energi Biomassa Di Pabrik Gula

2. Proposal Penelitian Kuantitatif

Proposal penelitian kuantitatif dibuat dengan menggunakan pendekatan deduktif-induktif.

Dikembangkan permasalahan beserta pemecahan yang diajukan untuk memperoleh pembenaran (verifikasi) dalam bentuk dukungan data empiris di lapangan.

Pendekatan deduktif-induktif merupakan suatu pendekatan yang diawali dari suatu kerangka teori, gagasan para ahli, ataupun pemahaman peneliti berdasarkan pengalamannya.

Adapun bentuk atau cara melakukan penelitian kuantitatif ini adalah dengan menggunakan data berupa angka sebagai alat menganalisis keterangan mengenai apa yang ingin diketahui

Kemudian dalam bentuknya, penelitian kuantitatif ini lebih banyak menggunakan logika hipotesis. Caranya yaitu dimulai dengan berfikir deduktif untuk menurunkan hipotesis.

Setelah itu melakukan pengujian di lapangan dan kesimpulan atau hipotesis tersebut ditarik berdasarkan data empiris.

Oleh karena itulah proposal penelitian kuantitatif ini lebih kepada menentukan indek-indek dan pengukuran empiris.

Data-data proposal penelitian yang ada kemudian dikembangkan menjadi sebuah permasalahan – permasalahan disertai dengan pemecahan masalahnya.

Kemudian diajukan untuk memperoleh pembenaran (verifikasi) dalam bentuk dukungan data empiris di lapangan.

3. Proposal Penelitian Pengembangan

Proposal penelitian pengembangan digunakan untuk memecahkan permasalahan yang aktual dengan metode pengkajian kegiatan atau penelitian yang sudah ada untuk dikembangkan menjadi rancangan yang baru.

Secara ringkasnya, proposal penelitian penelitian pengembangan ini bisa dibilang sebagai proposal yang meneliti masalah lanjutan yang pernah diteliti dan ditulis sebelumnya.

Adapun dalam penekanannya, jenis proposal penelitian pengembangan ini lebih menitik beratkan kepada teori-teori, konsep-konsep, prinsip-prinsip, atau temuan-temuan penelitian untuk memecahkan masalah yang ada.

Kemudian dari segi format penulisan atau pembuatan proposal penelitian pengembangan sangat berbeda dengan dengan proposal penelitian yang ditulis berdasarkan kegiatan penelitian.

Jenis proposal penelitian pengembangan ini ada karena dapat menjadi penghubung atau pemutus kesenjangan antara penelitian dasar dengan penelitian terapan.

Sehingga karakteristik kegiatan pengembangan dan kegiatan penelitian berorientasi pada hasil berbeda.

Walaupun sama-sama melakukan penelitian, tetapi penelitian pengembangan dilakukan untuk mengaplikasikan temuan atau teori untuk memecahkan suatu permasalahan, bukan untuk mencari jawaban atas suatu permasalahan.

4. Proposal Penelitian Kajian Pustaka

Proposal penelitian kajian pustaka dibuat dengan menggunakan bahan-bahan pustaka yang relevan untuk memecahkan suatu permasalahan yang pada dasarnya bertumpu pada penelaahan atau kajian kritis dan mendalam.

Adapun cara atau metode yang dilakukan adalah dengan mengumpulkan berbagai data dan juga informasi dari sumber pustaka yang relevan atau sesuai, kemudian disajikan dengan cara untuk keperluan baru.

Dalam proses pembuatannya, dibutuhkan bahan-bahan pustaka sebagai sumber ide untuk menggali pemikiran atau gagasan baru dan sebagai bahan dasar untuk melakukan deduksi dari pengetahuan yang telah ada.

Ini membuat hasil dari penelitian dapat dikembangkan kerangka teori baru, atau sebagai dasar pemecahan masalah.

[ BARU ] : Contoh Proposal Kegiatan yang Kreatif

 

Cara Membuat Judul Proposal Penelitian

Cara Membuat Judul Proposal Penelitian - bosmeal.com
Gambar Cara Membuat Judul Proposal Penelitian Ilmiah

Mungkin sebagian dari teman-teman agak kebingungan dalam menentukan judul penelitian. Selain tata cara atau aturan yang sudah disebutkan diatas, masih ada aturan-aturan tambahan yang harus teman-teman perhatikan. 

Terlepas teman-teman sudah mendapatkan pokok permasalahan atau belum, jika judul penelitian yang dibuat kurang atau tidak menarik maka orang akan menganggap sebelah mata penelitian kita.

Walaupun pokok permasalahan yang akan kita bahas itu sangat penting atau urgent.

Selain juga judul yang baik dan benar dapat diketahui dari cirinya yang tegas dan jelas dalam menunjukkan satu atau beberapa variabel bebas (independent variable).

Variabel ini yang dipandang sebagai faktor antecedent (sebab) dan satu variabel terikat (dependent variable) yang dipandang sebagai akibat, serta menunjukkan juga lokasi penelitian secara jelas.

Selanjutnya dalam pemilihan judul, walaupun di atas sudah dijelaskan tetapi cara membuatnya tidaklah sesederhana itu. 

Setelah point-point judul sudah didapatkan sesuai dengan tata cara di atas, teman-teman perlu juga melanjutkan dalam membuat starting point penyusunan proposal.

Starting point ini memiliki banyak kegunaan. Selain bisa digunakan sebagai asumsi asumsi atau anggapan dasar peneliti terhadap fenomena yang akan dikritisi pada penelitian, juga bisa dijadikan acuan untuk membuat kerangka proposal atau outline proposal penelitian. 

Adapun starting point yang perlu diperhatikan dalam cara membuat judul proposal penelitian sebagai berikut:

1. Memilih Kata Judul yang Menarik

Judul penelitian yang dibuat haruslah menarik minat kita sebagai peneliti. Apabila sejak awal judul yang sudah kita buat kurang menarik minat kita maka sebaiknya judul tersebut diganti saja. 

Judul yang menarik minat kita sebagai peneliti akan dapat membangkitkan keinginan serta niatan untuk menyelesaikan penelitian dengan sungguh-sungguh dengan melalui setiap langkah penelitian, terutama keinginan untuk memperoleh kebenaran ilmiah.

2. Memilih Judul yang Bisa Diselesaikan

Setelah judul yang kita buat menarik minat kita sebagai peneliti, kita juga harus bisa mengukur diri sendiri, mampu tidak kita menyelesaikan penelitian ini? 

Ini karena judul yang sudah selesai dibuat akan memiliki imbas yang besar kedepannya. Untuk itulah judul yang dipilih mampu untuk kita kerjakan sampai selesai.

Kita sebagai peneliti harus mampu mengukur kemampuan pengetahuan dan keterampilan.

Jika kita sudah memilih judul yang bisa kita kerjakan maka kita sebagai peneliti akan mampu memecahkan permasalahan dengan judul yang dipilih.

3. Memiliki Manfaat Praktis dan Penting Dilakukan

Apa jadinya jika penelitian yang sudah kita lakukan ternyata tidak ada manfaatnya? Untuk itulah ketika kita akan melakukan penelitian, ketika memilih judul maka sebagai peneliti kita harus memertimbangan manfaat dan kegunaan penelitian yang sangat penting. 

Penelitian yang sudah dilakukan dengan kerja keras, susah payah, hendaknya hasilnya berguna untuk diri, masyarakat dan ilmu pengetahuan.

4. Tersedia Cukup Data Untuk Judul Penelitian

Selanjutnya setelah tiga point terlewati, kita sebagai peneliti juga harus mempertimbangkan kecukupan data atau referensi. Ini menunjukkan penelitian yang kita lakukan bukan berawal dari hal yang kosong atau angan-angan belaka. 

Untuk itulah pemilihan judul penelitian hendaknya didukung oleh data yang cukup tersedia dan meyakinkan peneliti untuk menelitinya. 

Data-data penelitian yang dimaksud meliputi data sekunder serta data primer, dari kepustakaan yang ada untuk memperoleh teori dan konsep-konsep yang kelak digunakan untuk menyusun hipotesis penelitian.

5. Menghindari Duplikasi Judul

Hal yang tidak kalah penting dalam pembuatan judul adalah menghindari plagiasi.

Untuk itu sebelum judul penelitian dibuat, sebaiknya kita sebagai peneliti harus banyak-banyak mencari informasi judul penelitian yang sudah ada.

Ini untuk menghindari kesamaan judul, karena jika terdapat dua judul yang sama, orang sering mengatakan salah satunya tiruan atau plagiat.

Nah starting point di atas selain sebagai langkah awal menentukan judul secara tidak langsung juga bisa menjadi point-point latar belakang proposal penelitian. 

Starting point di atas cara membuat judul proposal penelitian diatas sangat berguna dalam membuat proposal penelitian.

Sebagai langkah awal pembuatan outline latar belakang proposal agar tidak semakin melebar dan pembahasan menjadi semakin fokus pada permasalahan yang akan diangkat atau diteliti.

Kumpulan Contoh Proposal Penelitian Ilmiah

Setelah kita membahas tentang tata cara pembuatan proposal penelitian, alangkah baiknya jika kita bersama mengetahui contoh proposal penelitian ilmiah langsung untuk lebih mudah memahaminya.

Dari teori-teori atau cara membuat proposal penelitian ditambah dengan contoh proposal penelitian ilmiah berikut, diharapkan akan semakin memudahkan kita dalam mengembangkan proposal penelitian yang akan kita buat.

Contoh proposal penelitian ini juga berguna untuk mengetahui lebih jauh bagaimana cara membuat proposal penelitian ilmiah yang kemudian kita implementasikan pada karya kita.

1. Contoh Proposal Penelitian Skripsi

Contoh Proposal Penelitian Skripsi - Bosmeal.com
Gambar Contoh Proposal Penelitian Skripsi pdf

Sebagai seorang peneliti tentunya tidak akan mengabaikan setiap permasalahan yang ada. Apalagi jika peneliti tersebut melakukan penelitian yang dikerjasamakan. 

Nah berikut ini contoh proposal penelitian skripsi tentang limbah tebu sebagai bahan bakar.

Judul Proposal Penelitian Skripsi : Analisis Potensi Limbah Tebu Sebagai Bahan Bakar Pembangkit Listrik Energi Biomassa Di Pabrik Gula

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan proposal penelitian Skripsi dengan judul Analisis Potensi Limbah Tebu Sebagai Bahan Bakar Pembangkit Listrik Energi Biomassa Di Pabrik Gula.

Selama pembuatan proposal ini, tidak terlepas dari bantuan dan dukungan dari berbagai pihak terutama kepada Dosen pembimbing skripsi dan juga teman-teman seperjuangan

Penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam penulisan proposal penelitian  ini dan jauh dari sempurna.

Untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk menyempurnakan penulisan penulisan proposal penelitian skripsi ini. Semoga penulisan penulisan proposal penelitian ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Amin.

 Blora,  8 Februari 2019

 

Penulis

 

BAB I 

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pada saat sekarang ini, di Indonesia sudah mulai merebak berbagai macam industri. Baik itu berskala kecil seperti industri rumahan maupun yang berskala besar seperti pabrik. 

Saat ini sudah banyak ditemukan berbagai macam industri walaupun letaknya di lingkungan yang dekat dengan pemukiman penduduk.

Letak industri yang dekat dengan pemukiman membuat mau tidak mau warga akan ikut merasakan dampak dari segi positif maupun negatifnya.

Dampak positif dari industri tersebut adalah terserapnya orang-orang lokal untuk bekerja di tempat tersebut.

Sedangkan dampak negatif yang ditimbulkan adalah pencemaran lingkungan baik itu berupa limbah gas, padat maupun cair.

Dari dampak pencemaran tersebut tentu yang paling terasa adalah limbah padat yang membutuhkan tempat berskala besar.

Limbah-limbah yang ada jika tidak ditangani segera bukan tidak mungkin akan merusak lingkungan sekitar.

Bila tidak ada penanganan terkait limbah-limbah pabrik bukan tidak mungkin jika perindustrian yang sudah ada tidak akan bisa bertahan lama tanpa adanya penanganan limbah industri miliknya.

Dalam penanganan limbah jika tidak diproses dengan baik dan benar maka bukan tidak mungkin yang pada dasarnya limbah tersebut memiliki nilai manfaat akan terbuang percuma.

Memang pada dasarnya masih banyak pabrik-pabrik yang membuang limbah begitu saja tanpa mengetahui lebih jauh manfaat dari limbah tersebut.

Akan tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa ada pula yang sudah menerapkan sistem pengolahan limbah untuk mengurangi dampak yang akan ditinggalkan.

Bahkan ada pula pabrik atau tempat usaha yang sudah memanfaatkan limbah agar menjadi sebuah produk yang mempunyai nilai jual dan manfaat.

Pengolahan tersebut tentunya melalui beberapa proses tertentu, tergantung tempat usaha.

Salah satu limbah yang sudah diolah dan menjadi sebuah produk baru adalah limbah atau sisa pembuatan gula.

Pengolahan limbah pembuatan pabrik gula ini dibuat menjadi kompos, batako dan lain sebagainya.

Adapun pengolahan limbah menjadi barang yang bermanfaat sangat penting dilakukan terutama untuk mengatasi permasalahan limbah di kota besar.

Seperti yang sudah diketahui bersama bahwa di kota-kota besar seringkali terjadi penumpukan sampah, limbah organik industri dan juga limbah pertanian dan perkebunan.

Kemudian salah satu cara memanfaatkan limbah pembuatan gula adalah dengan dibuat menjadi sistem pembangkit listrik atau generator biomass yang paling optimal.

Adapun bentuknya dengan menggunakan model sistem pembangkit listrik grid-connected. 

Untuk perhitungannya sendiri, hasil dari potensi biomassa tebu atau feedstock biomass dengan memanfaatkan ampas tebu sebagai sumber energi generator 1, generator 2, generator 3.

Kemudian dihitung penggunaan konsumsi daya pada industri yang dengan secara menyeluruh dengan menggunakan bantuan perangkat lunak yakni HOMER versi 2.68.

Kemudian dari hasil simulasi dan juga pengoptimalan dengan bantuan software HOMER menunjukkan bahwa secara keseluruhan sistem yang paling optimal untuk diterapkan di PT. Madubaru (PG/PS Madukismo) system pembangkit listrik (100%) dengan Grid PLN (0%).

Dalam penghitungannya, penggunaan konsumsi listrik dari PLN dihitung 0% karena konsumen tidak menggunakan menggunakan konsumsi listrik PLN.

Akan tetapi konsumen menggunakan pembangkit listrik hasil limbah tebu dan mampu menampung daya konsumsi seluruh sektor industri.

Dari hasil analisa aplikasi Homer Energy, total daya yang dihasilkan dari pembangkit 1,2 dan 3 adalah sebesar 15,024,411 kWh/tahun.

Berdasarkan data-data yang sudah ada di atas, penulis merasa perlu pengkajian lebih jauh terkait dengan pemanfaatan limbah tebu sebagai pembangkit listrik.

Untuk itulah penulis mengambil judul “Analisis Potensi Limbah Tebu Sebagai Pembangkit Listrik Energi Biomassa Di Pabrik Gula di PG.Madukismo Yogyakarta”.

B. Rumusan Masalah

Agar penelitian lebih terarah maka dibutuhkanlah rumusan masalah.

Adapun dalam penelitian ini rumusan masalahnya adalah sebagai berikut ini:

  1. Bagaimanakah potensi ampas tebu dalam penyediaan energi listrik?
  2. Bagaimana analisis penerapan ampas tebu di pabrik gula?

C. Batasan Masalah

Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka dalam pembahasan tugas akhir penelitian ini dibatasi pada :

  1. Pengambilan data hanya dilakukan Pabrik Gula Madukismo Yogyakarta.
  2. Analisis perhitungan daya dan beban hanya terpusat melalui Homer.

D. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah

  1. Untuk menghitung potensi ampas tebu dalam penyediaan energi listrik
  2. Untuk mengetahui hasil analisa energi biomassa tebu sebagai sumber energi listrik yang ramah lingkungan di masyarakat.

E. Manfaat Penelitian

Adapun hasil dari penelitian ini diharapkan memberikan manfaat ke berbagai pihak yaitu:

  1. Bagi penulis
    • Untuk menambah wawasan bagi peneliti dan juga menjadi pedoman untuk menghadapi masalah bahan bakar yang saat ini sedang dalam kondisi mengkhawatirkan.
  1. Bagi Universitas
    • Sebagai bahan referensi akademis dan keinsinyuran untuk pengembangan jurusan Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Yogyakarta selanjutnya.
  1. Bagi Masyarakat dan Industri
    • Dapat dijadikan sebagai penyedia energi listrik terbarukan yang ramah lingkungan.
    • Sebagai bahan referensi energi alternatif yang mandiri dan tidak tergantung pada energi fosil. 
    • Dapat meningkatkan kemandirian masyarakat dalam bidang energi alternatif untuk daerah yang tertinggal agar lebih maju dan sejahtera.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Landasan Teoritik

B. Telaah Pustaka

C. Kerangka Pemikiran

BAB III

METODE PENELITIAN

Adapun penelitian ini menggunakan metode penelitian study research atau penelitian studi pustaka. 

Adapun caranya adalah dengan cara melihat dan mencari literatur yang sudah ada untuk memperoleh data yang berhubungan dengan analisis pada penulisan tugas akhir.

Selain itu juga dalam pengumpulan data, penelitian ini menggunakan langkah field research atau penelitian lapangan.

Penelitian lapangan adalah penelitian yang berupa peninjauan ke lokasi serta berdiskusi atau wawancara dengan pihak-pihak yang terkait.

Hasil diskusi atau wawancara kemudian diolah untuk menjadi data yang layak dan dibutuhkan dalam penulisan tugas akhir ini. 

Adapun penyusunan laporan penelitian tugas akhir ini setelah dilakukan pengujian data-data dan analisa yang diperoleh dan disusun dalam sebuah laporan tertulis.

Nah itu tadi contoh proposal penelitian skripsi yang bisa teman-teman buat. Untuk BAB II TINJAUAN PUSTAKA sengaja tidak penulis cantumkan karena data tersebut bersifat pribadi. 

Buat para pembaca yang kami hormati, dalam membuat tinjauan pustaka, teman-teman bisa melihat kembali catatan yang sudah ada di atas.

Kemudian untuk BAB III Metode penelitian hanya penulis cantumkan secara ringkas saja. Teman-teman bisa mengembangkan sendiri contoh metodologi penelitian seperti yang sudah ada di atas.

Jangan lupa untuk banyak membaca buku-buku pendidikan tentang metodologi penelitian.

2. Contoh Proposal Penelitian Pendidikan

Contoh Proposal Penelitian Pendidikan - Bosmeal.com
Contoh Proposal Penelitian Pendidikan Kualitatif pdf

Jenis proposal pendidikan pada umumnya terbagi menjadi dua jenis yaitu proposal pendidikan kualitatif dan proposal pendidikan kuantitatif. 

Nah berikut ini contoh proposal pendidikan kualitatif yang bisa teman-teman kembangkan.

Judul: Upaya Guru BK dalam Meningkatkan Self Control Remaja Di MA Nurul Azhar Ngawi

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Bagi para remaja pastinya akan memasuki masa pubertas. Masa pubertas atau adolescensia merupakan masa perkembangan sifat tergantung pada (dependence) orang tua kearah kemandirian (independence), minat-minat seksual, perenungan diri, perhatian pada nilai-nilai estetika dan isu-isu moral.

Usia remaja sendiri merupakan usia yang berlangsung antara 11 – 13 tahun hingga 18 – 20 tahun dan merupakan masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa. 

Dalam perkembangan remaja sendiri sering muncul suatu pertanyaan “Sejauh mana remaja dapat mengamalkan nilai-nilai yang sudah di anutnya serta yang telah dicontohkan kepada mereka?”

Sebagai seorang remaja tentunya memiliki tugas perkembangan untuk mempelajari apa yang diharapkan oleh kelompoknya.

Kemudian menyesuaikan tingkah lakunya dengan harapan sosial tanpa bimbingan, pengawasan, motivasi, serta ancaman sebagaimana pada waktu kecil.

Seorang remaka juga memiliki kewajiabn untuk mampu mengendalikan tingkah lakunya karena dia bukan lagi tanggung jawabguru, orang tua atau orang lain.

Kohlberg dalam disertasi doktoralnya pada tahun 1958 yang judul “The Developmental of model of moral Think and choice in the years 10 to 16”.

Menyebutkan tahap-tahap perkembangan moral pada individu bisa di bagi yaitu sebagai berikut:

  1. Tingkat Prakonvensional

Pada tingkatan ini anak-anak akan lebih tanggap pada aturan-aturan budaya dan juga budaya mengenai baik atau buruk, benar atau salah. 

Akan tetapi semua itu semata-mata ditafsirkan sudut pandang sebab akibat fisik atau kenikmatan perbuatan (hukuman, keuntungan, pertukaran dan kebaikan).

  1. Tingkat Konvensional

Pada tahapan ini bentuk pola pkir anak hanyalah menurut pada harapan keluarga, kelompok ataupun bangsa.

Seorang anak pada tahap ini hanya memandang bahwa hal tersebut penting bagi dirinya sendiri, tanpa mengindahkan akibat yang segera dan nyata.

  1. Tingkat Pasca-konvensional

Dalam tahapan ini seorang anak sudah ada usaha untuk merumuskan nilai-nilai serta prinsip moral yang dimiliki keabsahan dan dapat diterapkan.

Mereka mencoba melepas dari otoritas kelompok atau orang yang berpegang terhadap prinsip-prinsip tersebut dan terlepas pula dari identifikasi individu sendiri dengan kelompok itu.

Piaget sendiri pun memiliki pendapat bahwa pada masa remaja, mereka sudah menjapai tahapan formal dalam kemampuan kognitifnya.

Sehingga pada masa ini yakni masa remaja mereka sudah dapat mempertimbangkan sema kemungkinan untuk mengatasi suatu problem dari beberapa sudut pandang serta berani mempertanggung jawabkan.

Hal ini membuat Kohlberg memiliki pendapat jika perkembangan moral ketiga diatas, maka tahap moralitas pasca-konvensional harus di gapai selama masa remaja.

Untuk bisa sampai pada tahap pasca-konvensional, perlu direrimanya dua tahapan prinsip, yakni dalam keyakinan moral harus ada fleksibilitas.

Ini membuat perbaikan dan perubahan standar moral memungkinkan untuk dilakukan jika menguntungkan semua anggota kelompok.

Tahapan yang kedua adalah bisa menyesuaikan diri dengan standar sosial serta ideal untuk menjahui hukuman sosial terhadap dirinya pribadi.

Hal ini menjadikan perkembangan moralnya tak lagi atas dasar keinginan pribadi, akan tetapi sudah mampu mernghormati orang lain.

Akan tetapi pada kenyataannya masih sulit menemukan remaja yang mencapai tahap pasca-konvensional. Selain itu bahkan seringkali ditemukan para remaja yang baru mencapai tahap prakonvensional.

Fenomena banyaknya remaja yang baru mencapai tahap prakonvensional masih banyak dijumpai. Pada umumnya mereka masih duduk di bangku SMA/SMK, seperti:

  1. Berperilaku tidak terpuji, meremehkan peraturan dan disiplin sekolah yang ada
  2. Senang berfoya-foya dan bergerombol/berkelompok
  3. Mentaati peraturan sekolah, karena satu hal, takut pada hukuman

Di kalangan remaja sering kali terdengar atau terlihat kasus perkelahian,tawuran terjadi antar remaja yang tidak jelas sebabnya. 

Bahkan pertikaian ini bisa meningkat menjadi permusuhan kelompok, yang dapat menimbulkan korban pada kedua belah pihak.

Banyaknya kasus atau kejadian tersebut akan berbanding terbalik dengan pertanyaan yang ditanyakan kepada pada remaja.

Jika mereka ditanya, apa yang menyebabkan para remaja berbuat kekerasan terhadap sesamanya? Kemudian apa yang menjadi masalah sehingga peristiwa yang “memalukan” itu bisa terjadi?

Para remaja mayoritas akan menjawab tidak tahu. Mereka tidak sadar mengapa mereka bisa begitu cepat tersulut amarahnya dan menjadi ikut berkelahi.

Fenomena yang terjadi di atas memberikan gambaran bahwa suatu upaya bagi para remaja untuk menggapai moralitas dewasa; mengganti konsep moral yang bersifat khusus dengan konsep moral yang bersifat umum. 

Serta merumuskan konsep yang baru dikembangkan dalam kode moral untuk pedoman tingkah laku, dan mengendalikan tingkah laku pribadi, adalah upaya yang tidak mudah dicapai bagi mayoritas remaja itu sendiri.

Kemudian menurut Rice, yang dimaksud masa remaja merupakan masa peralihan individu yang mempunyai kematangan. Pada masa tersebut, terdapat dua hal penting yang menyebabkan remaja melakukan pengendalian diri.

Yang pertama bersifat eksternal, yakni adanya perubahan dalam lingkungan. 

Perubahan ini terjadi ketika masyarakat dunia sedang mengalami banyak perubahan dengan begitu cepat. Perubahan ini dapat membawa berbagai dampak, baik dampak positif maupun dampak negatif bagi remaja.

Yang kedua bersifat internal, yakni karakteristik dalam diri remaja yang membuat relatif lebih bergejolak dibanding dengan masa perkembangan lainnya (storm and stress period).

Agar para remaja yang sedang mengalami perubahan cepat di dalam tubuhnya itu dapat menyesuaikan diri dengan keadaan perubahan tersebut, maka perlu dilakukan berbagai usaha baik dari pihak orang tua, guru maupun orang dewasa lainnya.

Sementara itu konselor yang salah tugasnya sebagai pembimbing adalah untuk mendidik. Demikian juga guru harus membantu murid-muridnya supaya mencapai tahap kedewasaan secara optimal.

Adapun maksud dari kedewasaan yang optimal atau sempurnya yakni sesuai dengan kodrat yang dimiliki murid.

Sementara guru sendiri memiliki peran untuk memperhatikan aspek-aspek pribadi pada setiap murid.

Aspek-aspek tersebut antara lain kematangan, kebutuhan, kemampuan, kecakapannya dan sebagainya supaya mereka dapat mencapai tingkat perkembangan dan kedewasaan yang optimal.

Peran serta terhadap remaja disamping orang tua, konselor di sekolah juga berperan penting dalam membantu remaja untuk mengatasi kesulitanya.

Seorang konselor harus memiliki keterbukaan hati untuk membantu kesulitan yang dialami oleh remaja. Ini akan menjadikan remaja sadar akan sikap serta tingkah lakunya yang kurang baik.

Seorang remaja diharapkan memilki kemampuan pengendalian diri (self control) yang matang, maka dia dapat lebih bisa mengendalikan dan menahan tingkah laku yang bersifat tidak terpuji dan merugikan orang lain. 

Selain itu juga diharapkan mampu mengendalikan serta menahan tingkah laku yang bertentangan pada norma-norma sosial yang berlaku.

Dari fenomena yang terdapat diatas penulis sangat tertarik untuk meneliti bagaimana pendidikan anak dalam keluarga buruh dengan judul “Upaya Guru Bk Dalam Meningkatkan Self Control Remaja Di Ma Nurul Azhar Ngawi”

B. Fokus Penelitian

Agar penelitian ini menjadi lebih fokus, maka penulis memfokuskan penelitian terhadap Guru BK dalam rangka meningkatkan Self Control siswa di MA Nurul Azhar Ngawi.

Adapun fokus penelitian ini tertuju pada tujuan, kegiatan sosial dan keagamaan yang dilakukan dalam meningkatkan self control hasil yang digapai, serta faktor pendukung dan penghambat.

C. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka ditarik rumusan masalah penelitian sebagai berikut:

  1. Bagaimanakah Upaya yang dilakukan Guru BK dalam meningkatkan Self Control siswa di MA Nurul Azhar Ngawi?
  2. Hasil apa yang digapai dalam meningkatkan self control siswa di MA Nurul Azhar Ngawi?
  3. Apa faktor saja pendukung dan penghambat terhadap peningkatan Self Control siswa di MA Nurul Azhar Ngawi?

D. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penelitain ini adalah sebagai berikut:

  1. Untuk mendiskripsikan upaya-upaya yang dilakukan Guru BK dalam angka meningkatkan self control siswa di MA Nurul Azhar Ngawi.
  2. Kemudian untuk menjelaskan hasil yang diraih dalam meningkatkan self control siswa di MA Nurul Azhar Ngawi.
  3. Untuk menguraikan faktor pendukung dan penghambat terhadap peningkatan self control siswa di MA Nurul Azhar Ngawi.

E. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat yang akan didapatkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut

  • Manfaat teoritis

Hasil dari penelitian ini diharapkan mampu memetakan tatacara Guru BK di MA Nurul Azhar Ngawi dalam memberikan bimbingan konseling dapat membentuk self control siswa.

  • Manfaat praktis

Adapun manfaat praktis dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan dan referensi di dalam menentukan kebijakan lebih lanjut bagi MA Nurul Azhar Ngawi mengenai peranan Guru BK dalam membantu siswa siswa untuk membentuk self control yang baik.

BAB II

STUDI KEPUSTAKAAN

Untuk memperkuat suatu penelitian, dibutuhkanlah yang namanya studi kepustakaan. Studi kepustakaan ini dilakukan dengan cara mencari serta menemukan teori-teori yang akan di jadikan landasan penelitian, yaitu:

Kontrol diri (Self Control) merupakan kemampuan untuk membimbing tingkah laku/etika sendiri; kemampuan untuk membimbing tingkah laku sendiri; kemampuan untuk menekan atau merintangi impuls-impuls atau etika laku impulsif.

Sementara Averill menyebut kontrol diri dengan istilah kontrol personal. Kemudian Averil membagi kontrol personal menjadi tiga jenis, yaitu:

  1. Kontrol perilaku atau Behavior Control terdiri dalam dua komponen, yaitu kemampuan mengatur pelaksanaan (regulated administration) dan kemampuan memodifikasi stimulus (stimulus modifiability).
  2. Kontrol kognitif atau Cognitive control terdiri dari dua komponen, yakni memperoleh informasi (information gain) dan melakukan penilaian (appraisal).
  3. Decisional Control adalah kemampuan seseorang dalam memilih hasil atau suatu tindakan berdasarkan pada sesuatu yang diyakini atau disetujui nya.

Kontrol diri di dalam menentukan pilihan dapat berfungsi dengan baik, dengan adanya suatu kesempatan, kebebasan atau kemungkinan pada diri individu untuk memilih berbagai kemungkinan tindakan.

Kemudian aspek-aspek yang digunakan untuk mengukur kontrol diri sebagai berikut:

  1. Kemampuan dalam mengontrol tingkah laku
  2. Kemudian kemampuan dalam mengontrol stimulus
  3. Kemampuan dalam mengantisipasi suatu peristiwa atau kejadian
  4. Selanjutnya kemampuan dalam menafsirkan peristiwa atau kejadian.
  5. Kemampuan dalam mengambil keputusan.

Bagi orang dewasa, terdapat tiga langkah untuk membangun kontrol diri pada anak yakni:

  1. Langkah pertama adalah memperbaiki perilaku terlebih dahulu. Bila perilaku orang dewasa sudah baik maka akan mudah dalam memberikan contoh control diri untuk anak dan menunjukkan bahwa hal tersebut merupakan prioritas utama.
  2. Langkah kedua yaitu membantu anak menumbuhkan sistem regulasi internal. Hal ini bisa bisa menjadi motivator bagi diri mereka sendiri khususnya.
  3. Langkah ketiga yaitu mengajarkan cara membantu anak menggunakan kontrol diri ketika menghadapi masalah dan stres. Dengan mengajarkan kepada anak cara untuk berfikir dahulu sebelum bertindak akan membuat mereka memilih sesuatu yang aman dan baik untuk dirinya maupun orang lain.

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif sendiri memiliki karakteristik yang alami atau natural setting. Dalam prosesnya, penelitian kualitataif lebih mementingkan proses daridapa hasil. 

Bukan berarti hasil itu tidak menjadi penting, tetapi proses pencarian data yang kemudian dideskripsikan dalam setiap langkah merupakan hal yang tidak bisa ditinggalkan. 

Proses analisis dalam penelitian kualitatif lebih cenderung menggunakan analisis induktif serta makna merupakan hal yang esensial.

Adapun dalam penelitian yang digunakan adalah penelitian studi kasus atau case study.

Penelitian studi kasus sendiri merupakan penelitian yang dilakukan secara intensif untuk mempelajari latar belakang keadaan sekarang, serta interaksi lingkungan suatu unit sosial individu, kelompok, lembaga, atau masyarakat.

B. Tempat Penelitian

Kegiatan penelitian ini dilakukan di MA Nurul Azhar Ngawi dengan pertimbangan MA atau Madrasah Aliyah yang setingkat dengan SMA memiliki konotasi perilaku yang tidak begitu baik menurut pandangan masyarakat. 

Ini membuat Konselor di MA sangat berperan dalam memantau penyimpangan perilaku para siswa di dalamnya

C. Instrumen Penelitian

Adapun instrumen penelitian ini yang menjadi instrumennya adalah peneliti itu sendiri. 

D. Sumber Data

Sumber data penelitian di bagi menjadi dua, yakni sumber data primer dan sumber data sekunder. Adapun dalam penelitian ini, sumber data primernya adalah kata-kata dan tindakan. 

Kemudian sumber data sekundernya adalah dokumen, data dan data-data yang mendukung lainnya.

E. Teknik Pengumpulan Data

Dalam mengumpulkan informasi penelitian, peneliti menggunakan teknik wawancara, observasi serta dokumentasi. 

Bagi seorang peneliti, fenomena penelitian kualitatif dapat di mengerti maksudnya secara baik. 

Dengan catatan jika penelitian dilakukan dengan interaksi dan subyek melalui wawancara mendalam dan observasi pada latar. 

Kemudian teknik pengumpulan data dengan cara wawancara dilakukan dengan percakapan yang memiliki maksud dan tujuan tertentu.

Proses wawancara memiliki maksud dan tujuan antara lain

  • Mengkonstruksi mengenai orang, kejadian, kegiatan organisasi, perasaan, motivasi, tuntutan, kepedulian dan lain sebagainya.
  • Mengkonstruksikan kebulatan-kebulatan demikian yang dialami pada masa lalu.

Dalam penelitian denann menggunakan teknik wawancara, yang digunakan oleh seorang peneliti adalah melakukan wawancara mendalam yang berhubungan dengan fokus permasalahan.

Ini membuat data-data yang dibutuhkan di dalam penelitian bisa didapatkan dan terkumpul secara maksimal.

Sementara subjek peneliti dengan teknik Purposive Sampling yakni pengambilan sampel yang bertujuan untuk memenuli kepentingan peneliti.

Adapun informan yang akan dijadikan sebagai sumber data adalah

  1. Kepala Sekolah MA Nurul Azhar Ngawi;
  2. Guru Bimbingan dan Konseling MA Nurul Azhar Ngawi;
  3. Seluruh Wali Kelas MA Nurul Azhar Ngawi

Selanjutnya dalam penelitian kualitatif, observasi diklarifikasikan menjadi tiga cara yakni:

Pertama, pengamat memposisikan diri sebagai partisipan maupun non partisipan. Artinya pengamat atau peneliti iku dalam kegiatan di dalamnya, masuk ke dalam sistemnya dan juga melakukan wawancara dan lain sebagainya.

Kedua, observasi dilakukan terus terang maupun penyamaran. Maksudnya dalam melakukan pengamatan, peneliti terlebih dahulu mengamati prosesnya dari luar untuk melihat keadaan riil di dalamnya sebagai landasan data awal penelitian sebelum memasuki sistem yang ada di dalamnya.

Ketiga, Setelaha melalui dua cara tersebut dan mendapartkan data yang ada maka peneliti kemudian memposisikan diri sebagai partisipan.

Selanjutnya teknik Dokumentasi dengan cara mengumpulkan data dari sumber non insani, sumber ini terdiri dari dokumen dan rekaman.

F. Teknik Analisis Data

Setelah proses pengumpulan data, tahap selanjutnya dalam meotodologi penelitian adalah menganalisis data yang sudah terkumpul.

Untuk menganalisis data, dibutuhkan teknik analisis data. Dalam teknik analisis data dibutuhkan pengelolahan dan analisa data.

Analisis data sendiri merupakan proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi.

Data-data yang sudah terkumpul kemudian disusun kedalam satu kategori, lalu menjabarkannya ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusunnya ke dalam pola, memilih mana yang penting dan akan dipelajari, serta membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh dirinya sendiri atau orang lain.

Adapun dalam penelitian ini, peneliti menggunakan analisis data kualitatif, sehingga analisis data selama dilapangan menggunakan model spradley.

Model spradley sendiri merupakan proses analisis data yang disesuaikan dengan tahapan dalam penelitian, adalah:

  1. Teknik analisis data tahap pertama menggunakan pengumpulan data grand tour question, yakni  memilih situasi sosial (place, actor, activity).
  2. Teknik analisis data tahap kedua setelah memasuki lapangan, dimulai dengan menetapkan seorang informan sebagai “key informan” yang merupakan informan yang, berwibawa dan dipercaya. Sehingga informan dapat “membukakan pintu” kepada peneliti untuk memasuki obyek penelitian.

Selanjutnya peneliti melakukan wawancara kepada informan tersebut, dan mencatat hasil wawancara yang dilakukan. 

Kemudian perhatian dari peneliti terhadap objek penelitian proses wawancara dengan cara mengajukan pertanyaan deskriptif.

Selanjutnya data-data hasil wawancara dianalisis agar menjadi lebih runtut. Terakhir hasil dari analisis wawancara berikutnya peneliti melakukan analisis domain.

  1. Teknik analisis data tahap ketiga adalah menentukan fokus dengan melakukan observasi terfokus. Proses analisis data pada tahap ini dilakukan menggunakan analisis taksonomi.
  2. Tahap keempat teknik analisis data adalah tahap selection dengan melakukan observasi terseleksi. Caranya peneliti mengajukan pertanyaan kontras, yang dilakukan dengan analisis komponensial.
  3. Memasuki tahap kelima, hasil darianalisis komponensial, melalui analisis tema peneliti menemukan tema-tema budaya. Pada tahapan terakhir ini peneliti menuliskan temuan-temian yang ada berdasarkan fokus peneliian yang dibuat dalam bentuk laporan penelitian kualitatif.

Nah itu tadi contoh proposal penelitian pendidikan tentang tindakan kelas yang dapat dijadikan acuan. 

Selain contoh proposal penelitian pendidikan di atas, perlu juga sekiranya dibuatkan rancangan anggaran belanja penelitian. Berikut ini contoh rencana anggaran biaya dalam proposal penelitian:

No KeteranganQty Harga  Jumlah 
1Lapangan   
akuesioner4 Rp         40.000 Rp         160.000
bbolpoin untuk mengisi kuesioner4 Rp         20.000 Rp            80.000
cinput data2 Rp      500.000 Rp      1.000.000
dkonsumsi 8 Rp      100.000 Rp         800.000
etransport8 Rp      200.000 Rp      1.600.000
ffotokopi1 Rp   3.000.000 Rp      3.000.000
gjilid10 Rp           5.000 Rp            50.000
2ATK   
akertas2 Rp         60.000 Rp         120.000
btinta printer4 Rp         50.000 Rp         200.000
cperawatan dan perbaikan komputer3 Rp      200.000 Rp         600.000
dperawatan dan perbaikan printer2 Rp      150.000 Rp         300.000
3HONORARIUM   
aKetua1 Rp   3.000.000 Rp      3.000.000
bsekretaris1 Rp   2.500.000 Rp      2.500.000
cAnggota1 Rp   2.000.000 Rp      2.000.000
dpenunjang penelitian1 Rp      500.000 Rp         500.000
epetugas survei4 Rp      100.000 Rp         400.000
4rapat-rapat   
akonsumsi rapat pembuatan proposal (3 kali)3 Rp      300.000 Rp         900.000
bsnack rapat pembuatan proposal3 Rp      150.000 Rp         450.000
ckonsumsi rapat pertengahan (2 kali)7 Rp      200.000 Rp      1.400.000
dsnack rapat pertengahan7 Rp      100.000 Rp         700.000
erapat pembuatan laporan penelitian (2 kali)7 Rp      200.000 Rp      1.400.000
 TOTAL   Rp   21.160.000

Dari contoh proposal penelitian pendidikan di atas bisa saja berbeda dengan penelitian kesehatan atau komunikasi.

Akan tetapi yang terpenting point-point penting dalam penelitian adalah tidak mengabaikan sistematika penelitian yang sudah ada.

Bagian Contoh Penutup Makalah yang Penting dan Harus ada

3. Contoh Proposal Penelitian Kuantitatif

Contoh Proposal Penelitian Kuantitatif - Bosmeal.com
Contoh Proposal Penelitian Kuantitatif pdf

Jenis jenis penelitian selain penelitian kualitatif juga terdapat penelitian kuantitatif. Jika hasil penelitian kualitatif lebih menekankan pada proses penelitian, maka penelitian kuantitatif lebih menekankan pada hasil penelitian yang bersifat empiris. 

Untuk lebih mudahnya berikut ini contoh proposal penelitian kuantitati tentang motivasi belajar siswa.

Judul penelitian: Pengaruh Aktivitas Bermain Game Online Terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas X SMA N 1 Pati

A. Latar Belakang Masalah

Dewasa ini, game online seakan sudah menjadi hal yang lumrah bahkan menjadi hal yang wajib dilakukan oleh berbagai kalanngan. Terutama kalangan pelajar.

Keberadaan game online mulai mempengaruhi segala aktivitas sehari-hari para pelajar. Kondisi yang demikian bisa dilihat dari kecenderungan para remaja terutama yang sudah memasuki jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA). 

Mereka lebih memilih untuk menghabiskan waktunya dengan bermain game online daripada kegiatan lainnya.

Hal ini jelas sangat mengkhawatirkan. Sebab para remaja usia sekolah seperti mereka seharusnya lebih baik menghabiskan waktu untuk kegiatan yang positif daripada “hanya” sekedar bermain game online.

Hal ini bukan berarti menganggap game online merupakan hal negatif. Akan tetapi dari perspektif sosiologi, seseorang yang menjadikan game online sebagai prioritas cenderung akan berkembang menjadi pribadi egosentris dan individualis.

Kedua sifat tersebut jelas sangat membahayakan bagi perkembangan individu yang bersangkutan ke depannya. 

Ditambah lagi berdasarkan hasil observasi pra penelitian yang sudah dilakukan pada tanggal 22-24 Februari 2018 di kelas X A-C SMA N 1 Playen ditemukan beberapa permasalahan. 

Prosentasi siswa kelas X A-C SMA N 1 Pati 60% para siswa menghabiskan waktunya untuk bermain game online.

Hasil prosentasi tersebut didapatkan dari pengambilan data dengan menggunakan metode angket. 

Kemudian dalam proses aktivitas pembalajaran para siswa kelas X A-C SMA N 1 Pati masih tergolong dalam kategori rendah, yang mana para siswa masih melakukan aktivitas lain dalam proses pembelajran.

Aktivitas tersebut diantaranya bermalas-malasan, tidur, bermain gadget, bercanda maupun berbicara ketika proses belajar mengajar berlangsung.

Permasalahan di atas tentunya dapat menghambat tujuan belajar itu sendiri. Para siswa tidak akan mencapai tujuan kognitif, afektif dan psikomotorik dari pembelajaran. 

Oleh karea itu perlu kiranya diadakan penelitian lebih lanjut dengan mengangkat judul “Pengaruh Aktivitas Bermain Game Online Terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas X SMA N 1 Pati”.

B. Pembatasan Masalah

Agar pembahasan dalam penelitian tidak melebar dan kemana-mana, maka dibutuhkan pembatasan masalah.

Demikian juga dalam penelitian ini, masalah yang dikaji adalah intensitas bermain game online yang dilakukan oleh siswa kelas X A-C SMA N 1 Pati yang tergolong tinggi.

Kemudian ditambah lagi motivasi belajar siswa kelas X A-C SMA N 1 Pati yang tergolong rendah.

C. Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah yang digunakan dalam penelitian ini adalah

Adakah pengaruh aktivitas bermain game online terhadap motivasi belajar siswa kelas X SMA N 1 Pati?

D. Tujuan Penelitian

Untuk mengetahui pengaruh aktivitas bermain game online terhadap motivasi belajar siswa kelas X SMA N 1 Pati

E. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat penelitian yang dilakukan dapat dibagi menjadi dua, yakni manfaat teoritik dan manfaat praktik

  1. Manfaat Teoritik
  1. Untuk menambah referensi kajian pengaruh game online terhadap motivasi belajar.
  2. Sebagai bahan acuan dan referensi pada penelitian sejenis yang dilakukan dimasa yang akan datang.
  1. Manfaat Praktis
  1. Untuk menambah pemahaman para pendidik tentang bahaya bermain game onlinte terhadap motovasi belajar siswa di sekolah.

F. Kajian Teori

Melihat latar belakang serta pembatasan masalah yang ada maka dalam proposal penelitian ini perlu kiranya dicantumkan dua teori, yakni motivasi belajar dan game online. 

Adapun kajian teori motivasi belajar melingkupi pengertian, fungsi, jenis, ciri-ciri, faktor yang mempengaruhi dan upaya untuk meningkatkannya. 

Sementara teori game online meliputi pengertian, jenis dan dampaknya terhadap kehidupan. Baik dari sisi positif maupun negatifnya.

G. Hipotesis

Berdasarkan masalah yang ada dapat diambil sebuah hipotesis jika terdapat pengaruh antara variabel aktivitas bermain game online dengan motivasi belajar siswa kelas X A-C SMA N 1 Pati.

H. Desain Penelitian

Adapun desain penelitian yang dilakukan ini menggunakan desain ex-post facto.

Desain ini bentuknya dimana peneliti berusaha untuk meneliti sesuatu fakta yang telah terjadi di lapangan. 

Sementara penelitian ini dilakukan dengan menggunakan model atau jenis penelitian kuantitatif sehingga menghasilkan data berupa kumpulan angka.

I. Populasi dan Sampel

Dalam penelitian ini, populasi dari penelitian merupakan seluruh siswa kelas X A-C SMA N 1 Pati yang berjumlah 90 orang.

Adapun sampel dalam penelitian ini setidaknya diambil 50% dari jumlah siswa masing-masing kelas untuk dijadikan subjek penelitian.

Untuk menentkan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik simple random sampling. Artinya peneliti memilih responden secara acak.

J. Instrumen Pengumpulan Data

Adapun isntrumen pengumpulan data penelitian ini adalah dengan menggunakan instrumen angket tertutup.

Angket tertutup sendiri merupaka angket yang menyediakan berbagai pertanyaan serta opsi jawaban yang sudah ditentukan sehingga responden hanya dapat memberikan jawaban atau tanggapan terbatas dengan pilihan yang sudah disediakan.

Di dalam angket sudah disusun berbagai macam pertanyyan variabel yang diteliti, yaitu aktivitas bermain game online dan motivasi belajar.

K. Validitas data

Setelah data didapatkan, maka tahap selanjutnya adalah uji validitas data. Uji validitas data ini menggunakan empat validitas yaitu isi (content), konstruk (construct), konkuren (Concurrent) dan prediksi (predictive). 

Sementara alat ukur yang akan digunakan oleh peneliti untuk menguji validitas data penelitian adalah Product Moment dari Karl Pearson.

Product Moment dari Karl Pearson atau yang disebut juga dengan Korelasi Product Moment (KPM) merupakan alat uji statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis asosiatif (uji hubungan) dua variabel bila datanya berskala interval atau rasio. 

Korelasi Product Momen atau KPM merupakan salah satu bentuk statistik parametris karena menguji data pada skala interval atau rasio.

Oleh karenanya ada syarat-syarat yang harus dilalui untuk dapat menerapkan alat ukur KPM, yaitu :

  1. Sampel diambil dengan teknik random (acak)
  2. Data yang akan diuji harus homogen
  3. Selanjutnya data yang akan diuji juga harus berdistribusi normal
  4. Data yang akan diuji bersifat linier

L. Analisis Data

Setelah dilihat validitas data, maka dibutuhkan pula analisis data. Dalam penelitian kuantitatif, teknik analisis data dibagi menjadi dua yakni kegiatan mendeskripsikan data dan melakukan uji statistik (inferensi).

Pendeskripsian data merupakan penggambaran data yang ada guna memperoleh bentuk nyata dari responden.

Hal ini akan membuat data yang ada menjadi mudah dimengerti peneliti atau orang lain yang tertarik dengan hasil penelitian yang dilakukan. 

Proses pendeskripsian data dilakukan bersamaan dengan uji statistik dengan pengukuran statistik deskriptif.

Nah itu tadi contoh proposal penelitian kuantitatif pendidikan tentang pengaruh game online terhadap motovasi belajar siswa.

Dalam contoh ini “mungkin” aga berbeda dengan sistematika penulisan proposal penelitian yang ada. 

Akan tetapi jika teman-teman perhatikan kembali, maka sub-sub bab yang ada akan memiliki kesamaan dengan sistematika penulisan di atas.

Jadi teman-teman tidak usah bingung ya.

4. Contoh Proposal Penelitian Kualitatif

Contoh Proposal Penelitian Kualitatif - Bosmeal.com
Contoh Proposal Penelitian Kualitatif Pendidikan pdf

Memang kebanyakan dalam pembuatan proposal jika tidak menggunakan pendekatan kuantitatif maka akan menggunakan pendekatan kualitatif.

Berikut ini contoh proposal penelitian kualitatif dari SMK N 1 Wirosari Kompetensi Keahlian Administrasi Perkantoran.

Judul Proposal penelitian : Pelaksanaan Strategi Pembelajaran Oleh Guru Kompetensi Keahlian Administrasi Perkantoran SMK N 1 Wirosari.

A. Latar Belakang Masalah

Sudah jamak diketahui jika mode pembelajaran di Indonesia kebanyakan masih didukung oleh keaktifan dari guru itu sendiri. 

Keaktifan guru ini yang dimaksud adalah keaktifan dalam hal menenrangkan semua pelajaran yang ada. 

Sehingga praktis para siswa hanya mendengarkan pelajaran yang ada. Keatifan guru ini seharusnya disambungkan dengan semangat belajar para siswa.

Akan tetapi nyatanya berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di kelas XI AP 1 dan 2 pada tanggal 1-7 April 2019 ditemukan beberapa permasalahan dalam kegiatan pembelajaran. 

Permasalahan tersebut adalah yang pertama Pertama, sumber belajar yang digunakan oleh guru dan siswa belum memadai.

Hal ini karena materi-materi atau bahan ajar kurikulum 2013 edisi revisi belum ada.

Kedua  motivasi belajar siswa masih rendah ketika kegiatan pembelajaran berlangsung. Banyak dari siswa yang melakukan aktivitas lain seperti berbicara, bercanda, bermain gadget hingga tidur saat pelajaran.

Ketiga, prestasi belajar siswa sebagian masih rendah yang mana nilai ulangan harian mereka 65% diantaranya belum mencapai kriteria ketuntasan minimal. 

Terakhir dari segi kompetensi keahlian administrasi perkantoran guru sendiri masih monoton atau belum bervariasi.

Strategi tersebut adalah ekspositori. Padahal dalam setiap mata pelajaran memiliki tujuan pembelajaran yang berbeda sehingga membutuhkan strategi yang berbeda pula.

Berdasarkan temuan dalam observasi ini, perlu kiranya dilakukan penelitian mengenai pelaksanaan strategi pembelajaran oleh guru.

Agar penelitian ini menjadi fokus maka , maka penelitian ini menggunakan judul “Pelaksanaan Strategi Pembelajaran Oleh Guru Kompetensi Keahlian Administrasi Perkantoran SMK N 1 wirosari”.

B. Pembatasan Masalah

Agar penelitian menjadi lebih fokus, maka dibutuhkanlah pembatasan masalah. Adapun dalam penelitian ini, lebih memfokuskan dalam penggunaan strategi pembelajaran guru kompetensi keahlian Administrasi Perkantoran yang belum bervariasi.

C. Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pelaksanaan strategi pembelajaran oleh guru kompetensi keahlian Administrasi Perkantoran SMK N 1 Wirosari?

D. Kajian Teori

Untuk dapat melaksanakan penelitian ini maka setidaknya dibutuhkanlah sebuah kajian teori. 

Adapun dalam penelitian ini dengan melihat tema yang ada, maka setidaknya terdapat tiga kajian teori utama.

Teori yang pertama adalah teori tentang strategi pembelajaran meliputi pengertian, komponen, jenis, perencanaan serta pelaksanaannya. 

Selanjutnya teori yang kedua adalah teori tentang metode pembelajaran yang terdiri dari pengertian, jenis dan perencanaannya. 

Adapun teori yang ketiga adalah teori tentang guru kompetensi keahlian Administrasi Perkantoran mulai dari pengertian, kompetensi, keterampilan mengajar dan perannya dalam kegiatan pembelajaran.

E. Desain Penelitian

Adapun desain atau bentuk penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan menggunakan pendekatan kualitatif, sehingga data yang dihasilkan dari penelitian berupa kalimat dan kata-kata. Bukan berbasiskan pada angka

F. Informan Penelitian

Adapun untuk dapat melakukan sebuah penelitian dibutuhkan sebuah informasi yang cukup. Untuk itulah dibutuhkan yang namanya informan penelitian. 

Informan penelitian ini sebagai subjek dalam penelitian yang terdiri dari guru dan siswa kelas X kompetensi keahlian Administrasi Perkantoran SMK N 1 Wirosari tahun ajaran 2018/2019.

Adapun pemilihan subjek penelitian berupa guru kompetensi keahlian Administrasi Perkantoran menggunakan teknik purposive sampling atau penilaian subjektif.

Dalam hal ini peneliti mengambil informasi dari guru-guru menurut penilaian subjektif. Jika guru tersebut dianggap memiliki informasi yang dibutuhkan, maka akan dimintai sebuah informasi tanpa melalui kualifikasi standar terlebih dahulu.

Sementara pemilihan subjek penelitian berupa siswa kelas X kompetensi keahlian Administrasi Perkantoran menggunakan teknik snowball sampling.

Penggunaan teknik snowball sampling ini dirasa cocok untuk penggalian informasi dari para siswa.  

G. Instrumen Pengumpulan Data

Dikarenakan penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif analitik dengan menggunakan pendekatan kualitatif, maka instrumen yang bisa digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi.

H. Teknik Analisis Data

Data yang sudah didapatkan, baik dari data observasi, wawancara maupun dokumentasi kemudian akan dianalisis lebih lanjut. Adapun cara untuk menganalisis data dengan menggunakan teknik analisis data interaktif. 

Dalam menggunakan teknik ini, peneliti harus menempuh tiga tahapan, yaitu penyajian data, reduksi data dan penarikan kesimpulan dari data.

I. Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data

Selanjutnya setelah semua data terkumpul, maka dibutuhkanlah sebuah verifikasi data untuk melihat keabsahan dari data tersebut. 

Adapun untuk memeriksa data-data yang ada dengan menggunakan triangulasi metode dan sumber. 

Triangulasi metode sendiri dapat dilakukan peneliti dengan membandingkan data hasil observasi, wawancara dan dokumentasi.

Kemudian, triangulasi sumber dapat dilakukan dengan membandingkan data wawancara informan guru satu dengan lainnya.

Nah itu tadi contoh proposal penelitian kualitatif yang bisa teman-teman buat acuan. Contoh proposal penelitian kualitatif di atas dibuat dengan sangat sederhana.

Yang terpenting pesan dari proposal tersampaikan dengan jelas dan tanpa meninggalkan kaidah sistematika penulisan proposal. 

Bagaimana teman-teman, mudah bukan cara membuat proposal penelitian kualitatif? Atau mungkin teman-teman memerlukan contoh proposal penelitian sederhana ? 

5. Contoh Proposal Penelitian Sederhana

Dari beberapa contoh proposal penelitian yang suda ada, mungkin diantara teman-teman merasa bentuknya terlalu panjang..

Agar lebih mudah dipahami, berikut ini contoh proposal penelitian sederhana dengan judul Problem Jurnalis Lingkungan SKH Pontianak Post dalam Memberitakan Kebakaran Kawasan Lahan dan Hutan di Kalimantan Barat.

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Negara Indonesia merupakan negara yang terdiri dari berbagai macam pulau. Banyaknya pulau yang ada menyimpan berbagai macam kekayaan dan sumber daya yang melimpah, baik itu berasal dari laut, hutan dan sebagainya.

Sementara itu, minyak masih menjadi sumber daya penyumbang pertama di Indonesia. Sementara  hutan menjadi sumber penyumbang devisa kedua pada masa Presiden soeharto.

Tercatat sektor hutan menyumbang devisa 3 Miliar US Dolar. 

Dalam industri kehutanan sendiri hasil produksinya memiliki beragam bentuk mulai dari kertas, kayu lapis, kayu log dan lain sebagainya.

Selain hutan juga dimanfaatkan untuk perkebunan seperti kelapa sawit, kopi, karet dan coklat. 

Pemanfaatan hutan untuk semua itu menjadi lebih masif dengan alasan untuk peningkatan ekonomi negara.

Proses pemanfaatan hutan yang tanpa mempertimbangkan aspek keberlanjutan lingkungan mendorong kerusakan lingkungan negara.

Kemudian salah satu wilayah yang paling masif dalam pemanfaatan hutan berada di Kalimantan. 

Seperti yang sudah diketahui bersama, luas hutan di Pulau Kalimantan sekitar 40,8 juta hektar. Area hutan tersebut tersebar di seluruh penjuru di pulau Kalimantan dan terbagi menjadi beberapa provinsi.

Akan tetapi pemanfaatan hutan tersebut tanpa diiringi dengan aspek keberlangsungan yang berupa pelestarian hutan. 

Hal ini dibuktikan dengan laju deforestasi hutan di Kalimantan mencapai 673 hektar setiap harinya yang menurut data Greenpeace.

Hal ini menyebabkan wilayah hutan di Kalimantan hanya tersisa 25,5 juta di tahun 2010.

Laju deforestasi hutan yang begitu tinggi membuat Indonesia dianugerahi sebagai negara dengan tingkat kerusakan hutan tercepat di dunia menurut Guiness Book of Record.

Selain itu faktor kebakaran hutan juga menjadi penyumbang laju deforestasi hutan di Indonesia.

Adapun wilayah Kalimantan yang paling sering mengalami kebakaran hutan berada di Provinsi Kalimantan Barat.

Pada tahun 2016, lebih tepatnya pada bulan Juni merupakan waktu terburuk bencana kebakaran hutan yang pernah dialami Kalimantan Barat. 

Kebakaran hutan yang terjadi pada bulan Juni 2016 terjadi di beberapa titik dan menyebabkan kota tertutupi asap pekat dan partikulat.

Dampaknya membuat aktivitas dan juga kesehatan masyarakat menjadi terganggu.

Dampak ini bisa menjadi lebih luas dari yang diberitakan oleh Media. Masih banyak lagi kasus-kasus dari deforestasi hutan yang tidak diberitakan oleh Media.

Padahal peran Media sangat diperlukan agar diketahui oleh masyarakat secara luas. Dampak yang dirasakan oleh kerusakan hutan bukan hanya dirasakan oleh masyarakat lokal, tetapi dirasakan oleh orang-orang di berbagai negara.

Kerusakan yang terjadi patut untuk diberitakan secara masif karena menyangkut hidup banyak orang. 

Pemberitaan ini dilakukan oleh jurnalis yang memang sudah berkecimpung di bidangnya. Namanya adalah jurnalis lingkungan.

Seorang yang berkecimpung dalam jurnalisme lingkungan sangat perlu untuk mengetahui kompleks permasalahan secara menyeluruh dari semua sisi agar menyajikan berita yang berimbang.

B. Rumusan Masalah

Untuk menjawab latar belakang yang ada maka dibutuhkanlah rumusan masalah.

Adapun dalam penelitian ini menggunakan rumusan masalah Apa permasalahan yang dihadapi oleh jurnalis lingkungan dari Pontianak Post dalam memberitakan kerusakan dan kebakaran lahan di Kalimantan Barat?

C. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan permasalahan yang dihadapi oleh jurnalis lingkungan dari Surat Kabar Harian (SKH) Pontianak Post dalam memberitakan kerusakan dan kebakaran lahan di Kalimantan Barat.

D. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat penelitian yang dilakukan adalah:

  • Manfaat Teoritis

Sebagai informasi lebih mendalam terkait jurnalisme lingkungan khususnya yang sangat berguna untuk pengembangan ilmu komunikasi.

  • Manfaat Praktis

Sebagai bahan untuk penelitian dalam bidang Jurnalisme Lingkungan di media massa Indonesia.

E. Metodologi Penelitian

a. Metode Penelitian

Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode penelitian kualitatif.

Metode ini berguna untuk memahami keseluruhan permasalahan yang dihadapi oleh Jurnalis Lingkungan di Pontianak Post.

b Jenis Penelitian

Adapun jenis penelitian yang digunakan dengan menggunakan jenis penelitian deskriptif. Penelitian dalam bentuk deskriptif lebih mengutamakan penjelasan kata-kata dan gambar.

Kegunaan dari penelitian deskriptif adalah untuk menganalisis data seakurat mungkin yang mendekati kondisi aslinya.

c. Metode Pengumpulan Data

Agar data dapat tertata dengan rapi maka dibutuhkanlah metode pengumpulan data. Data-data yang ada dibagi menjadi dua terlebih dahulu, yakni data primer dan data sekunder.

Data primer merupakan data yang diperoleh langsung di lapangan. Sedangkan data sekunder merupakan data yang diperoleh dari sumber lain.

Data sekunder dapat diambil dari departemen pemerintahan, maupun dalam bentuk struktur organisasi dan sebagainya.

d. Lokasi Pengumpulan Data

Adapun lokasi pengumpulan data ini mengambil dari Surat Kabar Harian Pontianak Post di Kalimantan Barat, Jalan Gajah Mada No. 2-4, Pontianak Selatan.

e. Objek Penelitian

Sementara itu objek penelitian dalam penelitian ini adalah problem yang dihadapi Jurnalis Lingkungan dari SKH Pontianak Post dalam meliput konflik lahan dan kebakaran hutan di Kalimantan Barat.

f. Metode Analisis Data

Dalam mengumpulkan data, perlu juga dilakukan analisis data. Adapun cara untuk menganalisis data dengan cara reduksi data, model data dan verifikasi kesimpulan.

Data-data tersebut didapatkan dalam bentuk catatan lapangan, foto, video, transkrip wawancara, dokumen yang dikeluarkan badan yang bertanggung jawab, serta jurnal.

Banyak Dicari: Contoh Surat Keterangan Kerja Terbaru

6. Contoh Metodologi Penelitian

Contoh Metodologi Penelitian - Bosmeal.com
Contoh Metodologi Penelitian Proposal Karya Ilmiah

Salah satu contoh metodologi penelitian skripsi karya Ikhsan Maksum dari Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tahun 2015.

Judul: Budaya Organisasi Kerja-kekeluargaan (Work-family Culture) Pada Pt. Gunung mas Gondanglegi Malang) dengan sedikit pengubahan dari bentuk aslinya. 

METODOLOGI PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif sendiri merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. 

Dalam penggunaannya, metode penelitian kualitatif merupakan sebuah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, yang mana instrumen kuncinya adalah peneliti itu sendiri.

Kemudian teknik pengumpulan data penelitian dilakukan dengan cara gabungan atau triangulasi.

Sementara teknik analisis data yang bersifat induktif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna daripada generalisasi.

Adapun pendekatan kualitatif sendiri merupakan suatu proses penelitian dan pemahaman yang berdasarkan pada metodologi yang menyelidiki suatu fenomena sosial dan masalah manusia. 

Dengan menggunakan jenis pendekatan kualitatif maka peneliti dapat memberikan potret utuh dan komplek. 

Untuk mendapatkan sebuah gambaran utuh dari penelitian maka peneliti akan meneliti kata-kata, laporan terinci dari pandangan responden, dan melakukan studi pada situasi yang alami.

Sementara itu, prosedur penelitian dengan menggunakan metodologi kualitatif akan menghasilkan data penelitian berupa data deskriptif yang berbentuk kata-kata baik secara tertulis maupun lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati.

Dalam prosesnya, penelitian kualitatif lebih menekankan pada bentuk paradigma fenomenologis.

Adapun objektivitasnya dibangun atas rumusan tentang situasi tertentu sebagaimana yang dihayati oleh individu atau kelompok sosial tertentu dan relevan dengan tujuan dari penelitian.

Karena dalam penelitian kualitatif ini seorang peneliti adalah instrumen kunci, maka peneliti harus menguasai bekal teori dan pengetahuan yang luas.

Sehingga peneliti dapat mengumpulkan data, menganalisis, dan mengkonstruksi obyek yang diteliti menjadi lebih jelas.

Jenis penelitian kualitatif ini lebih menekankan pada makna dan digunakan untuk mengetahui makna yang tersembunyi.

Selain itu juga penelitian kualitatif berfungsi untuk memahami interaksi sosial, untuk mengembangkan teori, untuk memastikan kebenaran data, dan meneliti sejarah perkembangan.

B. Pendekatan Penelitian

Adapun penelitian ini menggunakan pendekatan etnografi. Studi etnografi sendiri merupakan salah  satu  deskripsi  tentang  cara  mereka  berfikir,  hidup, berperilaku.

Etnografi sendiri bisa diartikan sebagai tulisan atau laporan tentang suatu suku bangsa yang ditulis oleh seorang antropolog atas hasil penelitian lapangan (field work) selama sekian bulan atau sekian tahun.

Dalam etnografi sendiri, baik sebagai laporan penelitian maupun sebagai metode penelitian dianggap sebagai asal-usul ilmu antropologi.

Adapun Inti dari etnografi sendiri merupakan sebuah upaya untuk memperlihatkan makna-makna tindakan dari kejadian yang menimpa orang yang ingin kita pahami.

Bentuk pemahaman makna-makna tersebut bisa dari kata-kata dan perbuatan atau yang lainnya.

Meskipun demikian, dalam tatanan masyarakat, orang akan tetap menggunakan sistem makna yang kompleks untuk mengatur tingkah laku mereka, memahami diri mereka sendiri dan orang lain, serta untuk memahami dunia tempat mereka hidup.

Adapun penggunaan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan etnografi ini dirancang untuk memasuki ceruk-ceruk wilayah kehidupan alami serta aktivitas tertentu yang menjadi karakter organisasi yang diteliti.

Sementara itu kekuatan utama dari etnografi adalah suatu pemahaman kontekstual yang timbul dari hubungan antar aspek yang berbeda dari fenomena yang diamati.

Adapun yang membedakan penelitian kualitatif metode etnografi dengan metode lain adalah penggunaan observatory participant sebagai teknik pengumpulan data.

Kemudian jangka waktu penelitian yang relatif panjang, berada dalam setting tertentu, wawancara yang mendalam dan tak terstruktur serta mengikutsertakan interpretasi penelitiannya.

Adapun langkah-langkah yang digunakan sebagai berikut:

  1. Menetapkan informan yang mengetahui budayanya dan terlibat langsung serta memiliki waktu yang cukup. 
  2. Melakukan wawancara. 
  3. Membuat catatan yang berupa laporan ringkas, jurnal lapangan dan analisis. 
  4. Mengajukan pertanyaan yang dimulai dari penjajakan, kerjasama dan partisipasi. 
  5. Melakukan analisis yang dikaitkan dengan simbol-simbol budaya dan makanan yang disampaikan informan. 
  6. Membuat analisis domain, membuat istilah mencakup dari pernyataan informan yang memiliki hubungan yang jelas. 
  7. Mengajukan pertanyaan struktural untuk melengkapi pertanyaan deskriptif. 
  8. Membuat analisis taksonomi, taksonomi adalah upaya pemfokusan pertanyaan yang telah diajukan. 
  9. Mengajukan pertanyaan yang kontras untuk menggali makna yang berbeda. 
  10. Membuat analisis komponen, sebaiknya dilakukan ketika dilapangan. 
  11. Menemukan tema.

Adapun hasil akhir dari penelitian penelitian komprehensif etnografi adalah suatu naratif deskriptif yang bersifat menyeluruh.

Ini juga disertai dengan interpretasi yang menginterpretasikan seluruh aspek-aspek kehidupan tersebut. 

Penelitian ini sendiri berusaha untuk mendapatkan informasi atau data selengkap mungkin mengenai budaya organisasi di PT. Gunung Mas Gondanglegi Malang. 

Adapun penggunaan teknik kualitatif ini sendiri digunakan sebagai pendekatan dalam penelitian ini.

Karena dengan teknik ini pemahaman realitas rasional sebagai realitas subjektif khususnya pekerja PT. Gunung Mas Gondanglegi Malang. 

Adapun proses observasi diharapkan mampu menggali pelaksanaan fungsi-fungsi budaya organisasi PT. Gunung Mas Gondanglegi Malang.

Lokasi penelitian

Adapun lokasi penelitian ini berada di Pabrik Karoseri Gunung Mas Gondanglegi yang berada di Jalan Trunojoyo.

Lebih tepatnya di jalan yang menghubungkan Kecamatan Kepanjen (Stadion Kanjuruhan) dengan Kecamatan Turen.

Data dan Jenis Data 

Dalam melakukan sebuah penelitian, data yang didapatkan harus disebutkan asal usulnya.

Adapun yang dimaksud dengan data adalah sekumpulan informasi, fakta-fakta, atau simbol-simbol yang menerangkan tentang keadaan objek penelitian. 

Sedangkan data yang sudah didapat akan dibagi menjadi dua macam yaitu:

1. Data Primer 

Adapun yang dimaksud dengan data primer adalah data yang didapatkan atau diperoleh langsung dari objek penelitian

Untuk mendapatkan data primer dalam penelitian ini adalah dengan cara wawancara dan observasi langsung dengan Pemilik dan karyawan pada PT. Gunung Mas Gondanglegi Malang.

2. Data Sekunder

Adapun yang dimaksud dengan data sekunder merupakan data yang didapatkan secara tidak langsung melalui media perantara.

Untuk bisa mendapatkan data sekunder dalam penelitian ini adalah dengan cara memperoleh data dari pihak intern maupun ekstern perusahaan.

Adapun bentuk data sekunder ini adalah dokumentasi perusahaan sebagai objek pendukung beberapa dokumen perusahaan, literatur-literatur dan penelitian terdahulu, serta informasi lain yang mendukung penelitian ini.

Kegunaan data sekunder ini adalah untuk mendukung data primer.

C. Metode Pengumpulan Data

Karena penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, maka teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan analisis dokumen, observasi, dan wawancara. 

Adapun teknik dan cara untuk mengumpulkan dan mengolah data yang didapat dari lapangan sehingga diharapkan penelitian ini berjalan dengan lancar dan sistematis.

Dalam penelitian ini metode pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi.

1. Observasi

Langkah pertama dalam pengumpulan data adalah dengan cara observasi. Dalam tahap observasi ini, peneliti memiliki dua peran sekaligus, yakni sebagai pengamat dan juga masuk sebagai salah satu bagian dari kelompok yang diamatinya.

Tahapan observasi dalam penelitian merupakan salah satu tahapan yang sangat penting karena pengamatan bisa digunakan untuk berbagai hal, termasuk dalam berargumen.

Proses observasi atau pengamatan dapat diklasifikasikan melalui bentuk peran di dalam kelompok maupun pengamatan tanpa peran. 

Maksud pengamatan tanpa peran adalah peneliti mengumpulkan data dengan mengamati kegiatan atau bertemu salah seorang tokoh atau yang lainnya tanpa ikut serta di dalam kegiatan kelompok tersebut.

Adapun dalam penelitian ini, peneliti dalam proses pengamatan dengan cara mengamati budaya organisasi secara langsung maupun tidak langsung pada PT. Gunung Mas Gondanglegi Malang.

2. Wawancara 

Dalam pengumpulan data, selain mengamati juga memerlukan wawancara di dalamnya. Adapun dalam wawancara diperlukan teknik yang terstruktur. 

Teknik wawancara yang terstruktur dapat memudahkan dalam pengumpulan data. Wawancara ini dilakukan bila peneliti telah mengetahui dengan pasti tentang informasi awal yang sudah diperoleh serta informasi apa yang akan diperoleh. 

Oleh sebab itu, peneliti harus menyiapkan instrumen penelitian berupa pertanyaan-pertanyaan tertulis untuk wawancara.

Selain itu juga peneliti harus membuat alternatif-alternatif jawaban yang kira-kira muncul dalam wawancara yang akan dilakukan.

3. Dokumentasi 

Dalam pengumpulan data, selain dengan pengamatan dan juga wawancara, dibutuhkan juga suatu dokumentasi. 

Dokumentasi sendiri digunakan untuk mempelajari berbagai macam sumber yang berada dalam perusahaan PT. Gunung Mas Gondanglegi Malang.

Dalam melakukan pendokumentasian tentunya harus didukung dengan sumber-sumber yang representatif. 

Sudah menjadi hal yang umum jika dokumen selalu digunakan sebagai salah satu sumber data karena dalam banyak hal dokumen sebagai sumber data dimanfaatkan untuk menguji, menafsirkan, bahkan untuk meramalkan.

Bahkan dalam penelitian sendiri dokumentasi menjadi hal yang wajib karena berbagai alasan yang dapat dipertanggung jawabkan seperti:

  1. Sebagai sumber data yang stabil, kaya, dan mendorong.
  2. Untuk bukti untuk suatu pengujian.
  3. Sebagai sumber data yang alamiah, sesuai dengan konteks, lahir, dan berada dalam konteks.
  4. Proses rekaman relatif murah dan tidak sukar diperoleh, tetapi dokumen harus dicari dan ditemukan dengan teknik kajian isi,
  5. Hasil pengkajian isi akan membuka kesempatan untuk lebih memperluas ilmu pengetahuan terhadap sesuatu yang diselidiki.

D. Metode Analisis Data

Setelah data-data terkumpul, masuk tahap berikutnya yaitu analisis data. Adapun dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik analisis model interaktif yang dikemukakan oleh Miles & Huberman.

Adapun teknik analisis data yang dilakukan yaitu dimulai dari tahapan pengumpulan data dilanjutkan dengan reduksi data, display data dan tahapan terakhir yaitu penarikan kesimpulan.  

Dalam tahapan pengumpulan data, peneliti berusaha untuk mendapatkan data-data yang relevan dari informan untuk dapat dijadikan sebagai landasan.

Dalam tahap pengumpulan data ini dilakukan sebelum penelitian ini dimulai agar data-data awal dapat dikumpulkan dan dijadikan acuan penelitian.

Setelah data didapatkan, tahapan selanjutnya yaitu reduksi data. Reduksi data ini adalah proses penyelekselaisian data untuk diambil data-data yang paling relevan untuk diteliti.

Data yang relevan ini dapat dijadikan sebagai rujukan maupun landasan dalam penelitian tentang tema yang sudah ditentukan oleh peneliti sebelum penelitian dilakukan.

Tahapan selanjutnya yaitu penampilan data atau display data. Dalam menampilkan data ini juga dibutuhkan teknik agar data yang sudah didapatkan dapat diolah dalam bentuk tulisan dan memiliki alur untuk tema yang jelas ke dalam matriks.

Data yang sudah ditampilkan ini selanjutnya dapat digunakan untuk menarik kesimpulan yang berisikan tentang uraian dari jawaban yang peneliti ajukan pada tujuan penelitian.

Adapun kesimpulan ini berlandaskan dengan hasil penelitian yang sudah peneliti lakukan selama proses penelitian dan pada akhirnya memberikan penjelasan simpulan dari jawaban pertanyaan penelitian yang diajukan.

Itulah contoh metodologi penelitian proposal karya ilmiah. Untuk contoh tujuan penelitian serta manfaatnya bisa download contoh proposal penelitian pdf, seliahkan klik link yang ada.

Cara Menentukan Metodologi Penelitian

Cara Menentukan Metodologi Penelitian - bosmeal.com
Cara Menentukan Metodologi Penelitian Proposal Karya Ilmiah

Setelah membuat judul penelitian dan mendapatkan pokok permasalahan yang akan diteliti, sering kali kita sebagai peneliti akan merasa kebingungan dalam menentukan metodologi penelitian. 

Jika permasalahan adalah sebuah barang yang masih mentah, maka dibutuhkan lah cara-cara untuk mengolahnya agar dapat menjadi bermanfaat. 

Anggap saja permasalahan itu sebagai daging, maka kita akan dihadapkan pada pertanyaan, mau diapakan daging tersebut? Mau digoreng, dibakar atau malah dibiarkan saja.

Ini sama seperti ketika kita melakukan penelitian, permasalahan yang sudah ada mau diapakan? 

Disinilah pentingnya untuk memilih metodologi penelitian yang tepat. Dengan memilih metode yang tepat maka masalah yang akan kita teliti akan mendapatkan penyelesaian yang tepat.

Dalam menentukan metode penelitian ada banyak pilihan. Ada metode historis, metode deskriptif, metode perkembangan, metode kasus, dan sebagainya.

Selain itu juga terdapat metode kuantitatif, metode kualitatif, dan sebagainya.

Seperti yang sudah disebutkan dalam sistematika penelitian, metode penelitian sendiri membicarakan mengenai tata cara pelaksanaan penelitian.

Kemudian yang dimaksud dengan metode penelitian merupakan tata cara bagaimana suatu penelitian akan dilaksanakan.

Dalam metode penelitian sendiri kita sebagai peneliti mungkin akan dibingungkan atau dikacaukan dengan prosedur penelitian atau teknik penelitian. 

Hal ini karena antara metode penelitian, prosedur penelitian dan teknik penelitian saling berhubungan dan sulit dibedakan. 

Prosedur penelitian merupakan alat-alat yang digunakan dalam mengukur atau mengumpulkan data penelitian. 

Sedangkan teknik penelitian merupakan cara untuk melaksanakan metode penelitian.

Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa metode penelitian melingkupi prosedur penelitian dan teknik penelitian.

Kemudian sebelum kita menentukan atau melaksanakan penelitian, terlebih dahulu kita harus bisa menjawab tiga buah pertanyaan, yaitu:

  1. Urutan kerja apakan yang harus dilakukan dalam melaksanakan penelitian?
  2. Alat-alat apakah yang akan digunakan dalam mengukur atau mengumpulkan data?
  3. Bagaimana melakukan penelitian tersebut?

Selanjutnya kita pun juga harus bisa membedakan antara teknik penelitian dengan metode penelitian. Lantas yang menjadi pertanyaan, Bagaimana cara membedakan teknik penelitian dan metode penelitian? 

Untuk membedakannya, kita yang dijelaskan atau dibicarakan merupakan penggunaan interview atau wawancara sebagai alat pengumpulan data, maka yang dibicarakan adalah teknik penelitian atau metodologi penelitian.

Jika yang dibicarakan adalah bagaimana penelitian dilakukan, yaitu dengan prosedur dan alat bagaimana suatu penelitian dilakukan, maka yang dibicarakan adalah metode penelitian.

Nah itu tadi contoh proposal penelitian ilmiah dan sederhana yang bisa teman-teman jadikan acuan. 

Buat teman-teman yang masih ingin download contoh proposal penelitian sederhana pdf silahkan klik link yang tersedia ya.

Silahakan dibagikan yaa, Semoga Bermanfaat. Atau kalau ada koreksi, silahkan tulis di kolom komentar ya.

Contoh Proposal Sponsorship

Cara Membuat Proposal Sponsorship

Contoh Proposal Sponsorship – Ketika kita membuat sebuah acara atau kegiatan yang melibatkan banyak orang maupun tidak, pasti akan membutuhkan biaya operasional.

Nah biaya operasional ini sangat berguna untuk men-support suatu acara atau kegiatan agar berjalan dengan lancar dan sesuai rencana.

Untuk mendapatkan biaya operasional pendanaan, pada umumnya dilakukan iuran antar anggota atau peserta kegiatan dan pencarian sponsor dengan membuat proposal sponsorship.

Dalam mencari sponsor, kita sebagai Event Organizer atau yang biasa dikenal dengan pembuat acara harus memberikan tawaran dan tujuan sama-sama mendapatkan manfaat di dalam proposal

Pihak sponsor tidak akan merasa dirugikan karena dana yang dikeluarkan digunakan dengan semestinya. Begitu juga pihak EO akan sangat terbantu dengan sponsor yang sudah diberikan.

Hal inilah yang akan membuat kita sebagai EO dalam sebuah acara tidak akan merasa kesulitan mencari sponsor karena para pihak sponsorship percaya bahwa kita tim yang jujur. 

Agar proposal sponsorship yang kita buat terlihat lebih menarik, yuk kita simak contoh desain proposal sponsorship kegiatan pada video ini.

Video Tips Membuat Desain Proposal Sponsorship yang Menarik

Tujuan Proposal Sponsorship

Tujuan Proposal Sponsorship - bosmeal.com
Gambar Tujuan Proposal Sponsorship

Dalam membuat contoh proposal sponsorship pastinya memiliki berbagai macam tujuan. Adapun tujuan dari proposal sponsorship adalah sebagai berikut:

  1. Untuk mendapatkan dana dari pihak sponsor.
  2. Untuk memperoleh dukungan  akan  suatu kegiatan yang akan dilaksanakan.
  3. Sebagai landasan dalam suatu pelaksanaan. 
  4. Untuk menginformasikan hal hal yang penting bagi pihak pihak dari suatu kegiatan.
  5. Untuk memperoleh informasi suatu kegiatan yang dilaksanakan.
  6. Untuk memudahkan penyelenggara dalam mendapatkan dukungan informasi.

Dengan mengetahui tujuan proposal sponsorship tentunya akan lebih memudahkan kita dalam membuat contoh proposal sponsorship event lomba misalnya.

Artikel Terkait: Contoh Proposal Kegiatan

Manfaat Proposal Sponsorship

Manfaat Proposal Sponsorship - bosmeal.com
Manfaat Proposal Sponsorship

Dalam membuat proposal sponsorship memiliki manfaat diantaranya sebagai berikut:

  1. Sebagai rencana untuk mengarahkan panitia dalam melaksanakan aktivitas atau kegiatan yang akan dilaksanakan.
  2. Sebagai media informasi kepada pihak-pihak yang ingin mengetahui kegiatan yang akan dilaksanakan, informasi ini baik disampaikan secara tertulis maupun tidak.
  3. Untuk meyakinkan para sponsor supaya mereka memberikan dukungan baik dukungan material maupun finansial demi mewujudkan kegiatan yang telah direncanakan.

Besarnya manfaat yang di dapatkan dari contoh proposal sponsorship akan sangat membantu kita dalam membuat event kegiatan yang membutuhkan dukungan lumayan banyak.

Dengan begitu beban kerja kita sebagai panitia akan sangat terbantu sekali karena adanya contoh proposal sponsorship.

Cara Membuat Proposal Sponsorship

Cara Membuat Proposal Sponsorship - bosmeal.com
Cara Membuat Proposal Sponsorship

Dalam membuat proposal sponsorship, ada baiknya kita tidak hanya mengandalkan dana dari sponsor, tetapi juga mencari pemasukan lain agar tidak muncul kesan yang aneh-aneh dari pihak sponsor”

 Sebelum kita membahas lebih jauh mengenai contoh proposal sponsorship, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu cara membuat contoh proposal sponsorship itu sendiri.

Dalam membuat proposal sponsorship kita harus memperhatikan hal-hal berikut, yaitu:

  1. Menggunakan bahasa yang jelas dan tegas, bukan bahasa yang bertele – tele sehingga pihak sponsor tidak kebingungan membaca proposal kalian.
  2. Menonjolkan keunggulan dari kegiatan yang kita buat dengan cara membuat rancangan kegiatan yang bisa menampung banyak orang atau peserta.
    Ini akan membuat donatur memiliki pertimbangan bisa atau tidaknya para peserta atau pengunjung membeli produk milik sponsor. Contoh proposal sponsorship event musik.
  3. Menentukan bentuk kerja sama dengan pihak sponsor. Kerja sama dengan pihak sponsor biasanya dalam bentuk menjualkan produk sponsor dengan target tertentu.

Selain itu juga terkadang kerjasama itu berupa pemasangan logo brand atau merek sponsor di poster, spanduk, banner, dll.

Sebagai catatan ketika mencari sponsor. Jika anggaran kegiatan yang kita buat membutuhkan budget yang cukup besar, biaasanya pihak sponsor atau donatur pun akan meminta timbal balik.

Bisa dengan cara menjualkan produk mereka dengan mendirikan stand di lokasi kegiatan atau bisa jadi sebagian sponsor berupa produk.

Akan tetapi jika anggaran kegiatan yang kita buat sedikit, maka biasanya pihak sponsor atau donatur tidak akan menuntut timbal balik yang besar.

Biasanya pihak sponsor akan meminta pemasangan logonya atau brand di kegiatan yang akan kita lakukan.

Disamping itu, dalam membuat proposal sponsorship, kita jangan berbohong dan mengada-ada kegiatan yang muluk-muluk. Apalagi membuat anggaran kegiatan yang dilebih-lebihkan dalam proposal. 

kita lebih baik membuat anggaran dana di dalam proposal sponsorship yang sesuai dengan kebutuhan kegiatan.

Hal ini karena kebanyakan pihak sponsor akan meminta Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) kegiatan beserta belanja kegiatan dari kita.

Dikarenakan perhitungan uang perusahaan dibuat dengan sangat rinci, maka jika kita tidak bisa melaporkan kegiatan beserta laporan keuangan, bukan tidak mungkin kita akan dituntut oleh pihak sponsor.

Baca Juga: Contoh Proposal Pengajuan Dana

Langkah langkah Membuat Proposal Sponsorship

Langkah langkah Membuat Proposal Sponsorship - bosmeal.com
Langkah langkah Membuat Proposal Sponsorship

Dalam membuat contoh proposal sponsorship dibutuhkan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Bahasa yang digunakan harus sopan, jelas, lugas dan juga detail. 

Agar proposal sponsorship yang kita buat menjadi menarik, maka kita harus membuat proposal sponsor dengan menggunakan jelas, lugas, sopan dan tidak bertele-tele agar mudah dipahami.

Dalam membuat proposal sponsorship, kita harus memilih kosakata yang tepat dan diusahakan tidak banyak kesalahan pengetikan.

Penggunaan bahasa yang jelas, lugas dan tidak bertele-tela karena kebanyakan pihak yang dituju akan membaca secara scanning dahulu, 

Baru kemudian jika proposal sponsorship yang kita buat dirasa menarik dan juga cocok dengan keinginan mereka, baik sebagai individu maupun perusahaan, maka pihak yang kita tuju akan membaca kembali proposal sponsorship.

Disamping itu juga pihak perusahaan yang akan kita berikan proposal sponsorship pun sudah banyak mendapatkan pengajuan proposal.

Sehingga kita harus membuat proposal sponsorship dengan detail dan tidak menimbulkan banyak tanda tanya dari pihak sponsor dan akhirnya mereka tidak ragu untuk memberikan dana acara. 

2. Membuat proposal yang berbeda dengan proposal orang lain.

Dalam menulis proposal sponsorship untuk ditujukan kepada perusahaan, pastikan kita memberikan penawaran yang menarik kepada perusahaan yang dituju.

Hal ini karena pihak perusahaan pastinya telah banyak menerima proposal sponsorship dan kebanyakan hanya tertuju pada iya atau tidaknya memberikan dana.

Maka dari itulah ketika kita membuat proposal sponsorship, kita pun juga harus menawarkan timbal balik yang mewakinkan seperti menampilkan brand perusahaan untuk iklan, tanda pengenal, buka stand atau bahkan menghadirkan maskot perusahaan di acara tersebut.

Dengan begitu pihak perusahaan akan senang hati melanjutkan kerjasama kegiatan dengan kita selaku pembuat acara kegiatan. 

3. Memberikan lampiran atau kolom khusus untuk menulis keinginan sponsor. 

Kebanyakan orang dan mungkin sebagian dari kita ketika mengajukan proposal sponsorship sudah mengunci pihak sponsor hanya mendapatkan A, B,C, dan D saja.

Hal ini kadang malah membuat pihak perusahaan tidak mau memberikan dana kepada EO.

Agar proposal sponsorship yang kita buat memiliki peluang lebih besar untuk dilirik perusahaan, maka kita harus membuat proposal menjadi berbeda dengan yang lain.

Kita harus memberikan lampiran atau kolom khusus untuk menulis apa yang diinginkan sponsor atau perusahaan di dalam acara yang kita buat. 

Dengan begitu proposal kita memiliki peluang untuk terjadi kerjasama berikutnya. Karena memang proposal sponsorship sangat jarang yang open perjanjian dengan pihak sponsor. 

4. Menunjukkan profesionalitas dan totalitas kepada pihak sponsor.

Buat kita yang masih baru dalam hal Event Organizer atau EO, kita pun harus mematangkan konsep acara secara internal atau dari dalam. 

Kita tidak boleh malu untuk belajar, membaca dan bertanya kepada ahlinya. Kita tidak bisa belajar dari pengalaman pribadi, karena tingkat keberhasilan dan kesuksesan kita masih belum bisa diprediksi.

Kita harus profesional dengan belajar dari mereka yang sudah ahli kemudian amati, tiru serta modifikasi baik proposal maupun kegiatannya.

Selain itu juga kita harus meniru cara mereka bekerja, fast respon, aktif dan terus bergerak. Selanjutnya kita pun juga harus menunjukkan totalitas kita dalam bekerja membuat event kegiatan.

Hal ini akan membuat pihak sponsor yakin dengan kita dan kita memang pantas untuk dipercayai dan memiliki hak untuk menerima dana acara dari contoh proposal sponsorship yang sudah kita buat.

Format Penulisan Proposal Sponsorship

Format Penulisan Proposal Sponsorship - bosmeal.com
Format Penulisan Proposal Sponsorship

Setelah kita bersama mengenal tata cara serta langkah-langkah dalam membuat proposal sponsorship, kita pun juga harus mengetahui format proposal sponsorship yang akan kita buat.

Untuk format sponsorship sendiri ada berbagai macam. Berikut ini salah satu format contoh proposal sponsorship yang dapat kita pelajari:

1. Halaman Judul / Cover

Format pertama dalam pembuatan proposal sponsorship adalah halaman judul atau cover.

Sebaiknya teman-teman membuat halaman judul dengan background putih. Kita juga harus menyesuaikan font yang memang sudah menjadi pilihan branding Anda. 

Selain menggunakan warna baground putih, kita juga bisa menggunakan baground warna biru untuk menunjukkan kesan kejujuran.

Kemudian kita juga bisa menggunakan baground warna orange jika kita ingin menonjolkan kesan menariknya suatu acara. 

Setiap warna selalu memiliki makna tersendiri. Maka dari itu kita perlu mempelajari terlebih dahulu serta memilih warna yang sesuai dengan konsep acara.  

2. Latar Belakang

Format selanjutnya adalah membuat latar belakang masalah yang menarik dan sesuai dengan kegiatan acara. 

Jika latar belakang pembuatan kegiatan kita memang sesuai dan juga menarik, maka pihak sponsor akan menjadi respek dengan kegiatan acara yang akan kita jalankan.

Di dalam latar belakang sendiri terdiri dari pendahuluan, isi, dan penutup, serta gambaran sketsa mini acara yang akan kita selenggarakan. 

Untuk membuat latar belakang sendiri sebaiknya kita menggunakan metode umum ke khusus. 

Hal ini untuk memudahkan pihak sponsor agar dapat menyimpulkan bahwa acara kita  memang cocok dengan branding mereka atau tidak. 

3. Tujuan Kegiatan

Untuk membuat tujuan kegiatan, kita harus menjabarkan tujuan kegiatan yang akan kita buat dengan spesifik.

Semakin jelas dan spesifik tujuan dan market kegiatannya maka akan semakin terbuka juga peluang pihak sponsor untuk menyetujui proposal kita. 

4. Nama dan Tema Kegiatan

Agar pihak sponsor menjadi lebih yakin dengan kegiatan yang akan kita buat, maka kita juga perlu ,membuat nama dan tema kegiatan yang sesuai dengan latar belakang serta tujuan kegiatan acara.

Untuk nama kegiatan sendiri berfungsi sebagai sebuah gambaran umum sedangkan tema kegiatan merupakan arah tujuan dari nama tersebut.

Dengan nama dan tema yang sesuai maka pihak sponsor akan dapat memberikan pertimbangan dan penilaian penilaian acara yang kita buat cocok untuk produk dan brand awareness pihak sponsor atau tidak

5. Bentuk Kegiatan

Hal penting selanjutnya yang harus ada dalam proposal sponsorship adalah bentuk atau desain kegiatan.

Kita harus menjelaskan secara rinci dan menuliskan secara lengkap kegiatan apa saja yang akan dilakukan. Kegiatan itu bisa berbentuk seminar, workshop, lomba seni, pameran lukisan, dan lainnya. 

Dengan begitu maka pihak sponsor akan mengetahui kegiatan apa yang akan kita buat sehingga pihak sponsor dapat menilai dan tidak ada kesan untuk menjatuhkan pihak sponsor nantinya. 

6. Peserta

Selain menjelaskan bentuk kegiatan yang akan berjalan, kita juga harus menuliskan ada berapa peserta yang hadir pada acara nantinya.

Untuk meyakinkan pihak sponsor, kita bisa menuliskan minimal serta maksimal peserta yang akan hadir pada acara tersebut.

Penulisan peserta ini selain memberikan gambaran acara kepada sponsor juga sangat membantu kita dalam menentukan besaran biaya yang kita butuhkan dalam acara tersebut.

7. Penyelenggara

Agar acara yang akan kita buat nantinya tidak dikatakan fiktif atau abal-abal, kita juga harus menuliskan penyelenggara atau panitia pelaksana di dalam acara tersebut serta siapa saja yang terlibat dan berkepentingan di dalamnya.

8. Jadwal dan Lokasi Kegiatan

Selain menjelaskan siapa saja penyelenggara serta panitia yang terlibat, kita pun juga harus menyebutkan hari, tanggal, waktu acara dan lokasi dengan jelas.

Dengan jadwal dan lokasi yang jelas maka akan membuat pihak sponsor menjadi lebih mudah untuk memberikan konfirmasi kesanggupan untuk berpartisipasi di dalam acara yang akan kita jalankan.

Kemudian jika terjadi sesuatu yang tidak terduga seperti bencana alam, penundaan acara dengan suatu alasan yang kuat, maka kita harus secepatnya menghubungi pihak sponsor.

9. Susunan Kegiatan

Tahap selanjutnya kita harus menjelaskan susunan kegiatan secara jelas dan mendetail, bahkan estimasi waktu kegiatan berjalan kepada pihak sponsor mulai awal hingga akhir.

11. Rencana Anggaran

Hal yang tidak boleh dilupakan dalam format pembuatan proposal adalah rencana anggaran kegiatan. Untuk membuat rencana anggaran kegiatan, kita harus membuatnya dengan rinci serta tidak perlu dilebih-lebihkan angkanya. 

Bisa jadi dengan anggaran yang dibuat lebih malah akan membuat pihak sponsor menarik diri untuk berkontribusi dalam acara yang akan kita buat nantinya.

12. Penutup

Untuk membuat penutup, kita harus menuliskan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak sponsor dan juga permohonan maaf jika terdapat kesalahan baik itu disengaja maupun tidak. Contoh Proposal Usaha.

1. Contoh Proposal Sponsorship Event

Contoh Proposal Sponsorship Event - bosmeal.com
Contoh Proposal Sponsorship Event

Setelah bersama kita mengetahui cara membuat serta format dari proposal sponsorship, alangkah baiknya jika kita bersama mengetahui contoh proposal sponsorship event kegiatan dengan judul Seminar Kepemudaan.

PROPOSAL SEMINAR KEPEMUDAAN

A. Latar Belakang

Pemuda merupakan salah satu pilar peradaban dan juga  penerus bangsa. Yang mana sebuah bangsa dan juga peradaban tidak akan bisa terlepas dari yang namanya pemuda.

Untuk itulah jika menginginkan kemajuan bangsa maka para pemudanya pun juga harus mempunyai karakter pemimpin masa depan, baik itu ideologi, intelektualitas, dan juga kepribadian.

Mengutip dari pernyataan Presiden Republik Indonesia pertama Ir. Soekarno bahwa “berikan aku sepuluh orang pemuda, niscaya mereka akan mampu mengubah dunia”.

Kata pemuda menjadi kunci untuk memajukan suatu peradaban dan bangsa serta dengan kedasyatan kekuatan seorang pemuda maka mereka akan dapat melahirkan karya cemerlang.

Akan tetapi harapan yang ada tidak sesuai dengan kondisi para pemuda terkini. Para pemuda Indonesia harus diakui jika mereka masih jauh dengan kata “pemuda ideal”.

Masih banyak para pemuda yang acuh tak acuh dengan isu-isu sosial yang terjadi di sekitar mereka. Banyak aktivitas-aktivitas yang tidak produktif dan terbuang percuma.

Jiwa kepemimpinan yang kurang menjadi catatan tersendiri atas rendahnya idealisme para pemuda.

Padahal masa muda sendiri merupakan masa-masa paling produktif dalam kehidupan manusia, baik dari segi ideologi, kepribadian dan juga intelektualitasnya.

Sehingga seharusnya masa muda ini dihabiskan untuk mengoptimalkan keilmuan, memperluas wawasan, mengembangkan potensi diri, dan hal-hal bermanfaat lainnya baik bagi diri sendiri maupun lingkungannya. 

Maka dari itulah untuk membangun para pemuda, kami para mahasiswa yang tergabung dalam Organisasi Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Masjid At-Tarbiyah di lingkungan STAI Muhammadiyah Malang, menyelenggarakan kegiatan yang bertajuk “Menjadi Pemuda Abad 21; Cerdas, Inovatif dan Berkarakter” 

Tujuan dari kegiatan ini adalah berusaha untuk menjawab tantangan tersebut. Selain itu juga event kegiatan ini merupakan salah satu upaya dalam proses pencerdasan dan memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk bangkit dan turut ambil bagian dalam kontribusi membangun bangsa.

B. Tujuan Kegiatan

  1. Untuk memberikan wawasan problematika keIndonesiaan dan andil pemuda sebagai pembawa perubahan yang paling potensial.
  2. Untuk memberikan edukasi kepada mahasiswa tentang kriteria pemuda yang berkualitas yang mampu menyongsong masa depan, baik dari segi kepribadian, intelektualitas dan ideologi.
  3. Untuk memberikan memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk berprestasi dan berkontribusi melalui tokoh-tokoh muda yang telah berkontribusi banyak bagi masyarakat dalam berbagai bidang.
  4. Untuk memberikan arah yang jelas kepada mahasiswa dalam mengembangkan potensi dirinya sebagai pemuda dan peran strategisnya dalam upaya perbaikan bangsa.

C. Nama dan Tema Kegiatan

Nama kegiatan ini adalah Seminar Kepemudaan dengan mengambil teman“Menjadi Pemuda Indonesia Abad 21; Cerdas, Inovatif, dan Berkarakter”

Dalam kegiatan kali ini akan dikupas tuntas bersama para narasumber yang terdiri dari kalangan akademisi, sociopreneur dan entrepreneur.

D. Bentuk Kegiatan

Adapun bentuk kegiatan ini berupa:

1. Seminar

2. Diskusi Forum

3. Bazar Buku

4. Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah

5. Pameran Pemenang Lomba Tulis

E. Sasaran Kegiatan

Adapun sasaran dari kegiatan ini terdiri dari

1. Mahasiswa STAI Muhammadiyah Malang

2. Mahasiswa Kampus Se-Kota Malang

3. Masyarakat Umum

F. Target Kegiatan

Estimasi peserta yang hadir pada kegiatan kali ini minimal berjumlah 200 peserta yang terdiri dari berbagai elemen.

Sedangkan maksimal peserta yang hadir berjumlah 700 peserta mulai dari Mahasiswa STAI Muhammadiyah MalangMalang, Mahasiswa se Kota Malang dan juga masyarakat umum

G. Waktu dan Lokasi Kegiatan

Rangkaian kegiatan ini insyaAllah akan dilaksanakan pada:

Hari dan tanggal     : Sabtu – Senin, 10 – 12 Agustus 2019

Waktu                       : Pukul 07.00 WIB- 17.00 WIB

Tempat                     : Aula Gedung C STAI Muhammadiyah Malang

H. Penyelenggara /Panitia Kegiatan

Adapun penyelenggara/panitia kegiatan ini terlampir.

I.. Susunan Kegiatan

Susunan kegiatan seminar kepemudaan terlampir

J. Rencana Anggaran Belanja Kegiatan

Rencana Belanja Kegiatan ini menghabiskan dana sebesar Rp 19.197.000 (Sembilan Belas Juta Seratus Sembilan Puluh Tujuh Ribu Rupiah) dengan rincian terlampir

K. Penutup

Demikianlah proposal kegiatan seminar kepemudaan ini kami buat dengan sebenar-benarnya.

Besar harapan kami agar bapak/ibu dapat membantu dan mendukung baik dalam bentuk moril maupun materil demi terciptanya kegiatan kepemudaan agar terwujudnya pemuda yang kritis terhadap lingkungan sekitarnya.

Jika ada kesalahan baik yang disengaja maupun tidak kami mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Mengetahui

Panitia Pelaksana Kegiatan Seminar Kepemudaan

Zaini Maftukhin

Ketua Pelaksana

Siti Muthmainnah

Sekretaris

Lampiran 1. Susunan Kepanitiaan Seminar Kepemudaan

Pelindung : Dr. Abdul Haris, M.Ag (Ketua STAI Muhammadiyah Malang)

Penasehat : Dr. H. Roibin M.H.I  (Ketua Ta’mir Masjid At-Tarbiyah)

Dr. H. Isroqunnajah, M.Ag (Kabag. Kemahasiswaan STAI Muhammadiyah Malang)

Penanggung Jawab : Ahmad Fuadi (Ketua LDK Masjid At-Tarbiyah)

Steering Committee (SC)

Lukman Hakim

Ahmad Fauzan

Afifatul K

Izzatul A.

Organizing Committee (OC)

Ketua Pelaksana : Zaini Maftukhin Att (082340004060)

Sekretaris : Siti Muthmainnah

Bendahara : Fahrun Nisa

Sie Acara

Subhan Efendi (Koordinator)

Ahmad Ari Sandi

Rizky Maulana

Sie. Pubdekdok

Muwafi Nur Hasan (Koordinator)

Ahmad Dimyati

Dea Ainun Nafis

Ainun Fuadah 

Lailatun Nafi’ah

Sie. Perkap dan Pendanaan

Arif Huda (Koordinator)

Harirotul Husniah

Siti Marfuah

Benny Abdul Madjid

Supangat

Sie. Perlombaan

Ahmad Ubaidillah al Musthofa (Koordinator)

Fatkhur Rifa’i

Anan Nihriroh Millati

Muzayyana

Trisnaji

Sie. Konsumsi

Anis Sahul (Koordinator)

Abdul Ma’ruf

Ma’ruf Amin

Nurul Wahidah

Nur Aini

Sie. Bazar

Khusnul Istiqomah (Koordinator)

Yahya Syaifudin

Ahmad Rizal

Sofia

Salma Annisa

Lampiran 2. Susunan Acara Seminar Kepemudaan 

Sabtu 10 Agustus 2019

07.00 – 08.00 Check in Peserta

08.00 – 08.30 Hiburan (Seni Religius STAI Muhammadiyah Malang)

08.30 – 09.30 Opening Ceremony Sekaligus Pembukaan Bazar 

09.30 – 10.00 Coffy Break

10.00 – 12.30 Seminar dipandu oleh Moderator

Pemaparan oleh Narasumber Pertama

(Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, M.Si)

Pemaparan oleh Narasumber Kedua

(Anies Baswedan, Ph.D)

Pemaparan oleh Narasumber Ketiga

(Dr. Handry Satriago, MBA)

12.30 13.30 Diskusi Interaktif

13.30 – 14.00 ISHOMA

14.00 – 16.00 Diskusi Panel 

16.00 – 17.00 Closing statement

Minggu, 11 Agustus 2019 

08.00 – 09.00 Registrasi Peserta Penulisan Karya Ilmiah

09.00 – 10.00 Opening Ceremony Penulisan karya Ilmiah

10.00 – 12.00 Pengenalan Karya Tulis Ilmiah

12.00 – 13.00 ISHOMA

13.00 – 15.00 Teknik Pembuatan Karya Tulis Ilmiah

15.00 – 15.30 Coffy Break

15.30 – 17.00 Teknik Pembuatan Karya Tulis Ilmiah Lanjutan

Senin, 12 Agustus 2019

08.00 – 10.00 Praktek Penulisan Karya Ilmiah

10.00 – 10.30 Coffy Break

10.30 – 12.00 Praktek Lanjutan

12.00 – 13.00 ISHOMA

13.00 – 15.30 Presentasi Hasil Karya Tulis Ilmiah

15.30 – 16.30 Penilaian dan Pengumuman Hasil Karya Terbaik

16.00 – 17.00 Penutupan Acara

Lampiran 3. Rincian Rencana Anggaran Belanja Kegiatan Seminar Kepemudaan

1. Estimasi Dana Kegiatan

Jumlah Pengeluaran : Rp 19.197.000

Jumlah Pemasukan : Rp 5.000.000

Kekurangan : Rp 14.197.000

2. Rincian Pemasukan

HTM peserta 200 orang (Harga @Rp 20.000 x 200 orang) : Rp 4.000.000

Kas Panitia : Rp 1.000.000

Total Pemasukan : Rp 5.000.000

3. Rincian Pengeluaran

1. Kesekretariatan

a. Fotocopy : Rp 50.000

b. Amplop : Rp 25.000

c. Penggandaan proposal : Rp 100.000

d. Fotocopy surat menyurat: Rp 25.000

e. ID Card Panitia 15 orang (Harga @ Rp 1.500 X 58 orang) : Rp 870.000

Jumlah : Rp 1.070.000

2. Acara

a. Honorarium Pemateri 3 orang (Harga @ Rp 2.000.000 X 3 orang) : Rp 6.000.000

b. Akomodasi pemateri 3 orang (Harga @ Rp 1.000.000 x 3 orang Rp.   3.000.000

c. Souvenir Pemateri dan Moderator 4 orang (Harga @ Rp 150.000 x 4 orang) Rp      600.000

d. Honorarium Tim Hiburan 1 Group : Rp 350.000

Jumlah : Rp 9.950.000

3. Perlengkapan, Publikasi dan Dokumentasi

a. Banner 2×3 Meter : Rp 120.000

b. Block note 200 pcs (Harga @ Rp 3000 x 200) : Rp 600.000

c. ID Card Panitia 66 orang (Harga @ Rp 2.000 x 66) : Rp 132.000

d. Pamflet 50 lembar (Harga @ Rp 3.500 x 50) : Rp 175.000

e. Roll-Banner 2 buah (Harga @ Rp 120.000 x 2) : Rp 240.000

f. Sewa LCD proyektor 3 hari (Harga @ Rp 50.000 x 3) : Rp 150.000

g. Sewa Sound System 3 hari (Harga @ Rp 100.000 x 3) : Rp 300.000

Jumlah : Rp 1.717.000

4. Konsumsi

a. Snack pemateri dan moderator 4 orang (Harga @Rp 5.000 x 4 orang x 3 hari) :Rp 60.00

b. Snack peserta 200 orang (@Rp 3.000 x 200 orang x 3 hari) : Rp 1.800.000

c. Makan Siang Pemateri dan Moderator 4 orang (Harga @ Rp 20.000 x 4 orang x 3 hari) : Rp 240.000

Jumlah : Rp 2.100.000

5. Fasilitas

a. Sertifikat 200 orang (Harga @Rp. 3.000 x 200 orang) : Rp 600.000

Jumlah : Rp 600.000

6. Bazaar

a. Tenda 4 buah (Harga @Rp 500.000 x 4) : Rp 2.000.000

b. Terpal 4 buah (Harga @Rp 50.000 x 4) : Rp 200.000

c. Kresek 4 pack (Harga @Rp 10.000 x 4) : Rp 40.000

d. Kwitansi 4 pack (Harga @Rp 5.000 x 4)  Rp 20.000

Jumlah : Rp 2.260.000

7. Perlombaan

a. Souvenir hasil pelatihan karya tulis ilmiah terbaik 3 kelompok (Harga @ Rp 500.000 x 3 kelompok) : Rp 1.500.000

Jumlah : Rp 1.500.000 

Total Pengeluaran: Rp 19.197.000

Jangan Lewatkan: Contoh Proposal Penelitian

SPONSORSHIP

SEMINAR NASIONAL KEPEMUDAAN 2017

LEMBAGA DAKWAH KAMPUS MASJID AT-TARBIYAH

STAI MUHAMMADIYAH MALANG

A. Kriteria

Agar acara event kegiatan Seminar Nasional Kepemudaan dapat berjalan dengan lancar maka dibutuhkan dana sebesar Rp 19.197.000.

Dari dana tersebut terdapat kekurangan dana sebesar ,-dan dengan kekurangan dana sebesar Rp 14.197.000. 

Maka dari itu dibutuhkanlah kerja sama dan juga partisipasi dari berbagai pihak baik instansi, perusahaan, maupun perorangan.

Adapun jenis bantuan partisipasi yang disediakan sehubungan dengan kegiatan tersebut adalah:

a. Sponsor Tunggal

b. Sponsor Utama

c. Sponsor Pendukung

d. Sponsor Kerjasama lain

e. Donatur

B. Keterangan

1. Sponsor Tunggal

Yang dimaksud dengan sponsor tunggal adalah pihak sponsor yang bersedia menyediakan dana sebesar 85% dari total kekurangan anggaran, yakni Rp 12.067.450.

Adapun dana yang disediakan bisa berbentuk tunai maupun non tunai berupa barang dan dikukuhkan dalam perjanjian tertulis yang tidak dapat diubah tanpa persetujuan kedua belah pihak.

Sponsor tunggal ini mendapatkan hak untuk mempromosikan produknya selama kegiatan berlangsung berupa:

1. Pemasangan spanduk di 5 titik area kegiatan Gedung STAI Muhammadiyah Malang.

2. Pemasangan umbul-umbul sebanyak 10 buah di sepanjang jalan menuju lokasi Bazar (Masjid At-Tarbiyah) STAI Muhammadiyah Malang.

3. Pemasangan nama sponsor pada tiap-tiap fasilitas peserta dan panitia, meliputi Co-Card, Block Note, Sertifikat dan banner utama.

4. Pemasangan nama sponsor pada pamflet dan baliho dengan ukuran sebesar 30% dari luas keseluruhan.

5. Pemberian kenang-kenangan hadiah oleh pihak sponsor

6. Pihak sponsor mendapatkan tempat untuk membuka stand promosi di Area kegiatan.

2. Sponsor Utama

Yang dimaksud dengan sponsor utama adalah pihak yang bersedia memberikan bantuan dana sebesar 50% dari total kekurangan anggaran, yakni Rp 7.098.500.

Sponsor utama sendiri mendapatkan hak berupa mempromosikan produknya selama kegiatan berlangsung Untuk itu sponsor berhak mempromosikan produk usahanya pada:

1. Pemasangan spanduk di 3 titik area kegiatan Gedung STAI Muhammadiyah Malang.

2. Pemasangan umbul-umbul sebanyak 5 buah di sepanjang jalan menuju lokasi Bazar (Masjid At-Tarbiyah) STAI Muhammadiyah Malang.

3. Pemasangan nama sponsor pada tiap-tiap fasilitas peserta dan panitia, meliputi Co-Card, Block Note, Sertifikat dan banner utama.

4. Pemberian kenang-kenangan hadiah oleh pihak sponsor

5. Pemasangan nama sponsor pada pamflet dan baliho dengan ukuran sebesar 15% dari luas keseluruhan.

3. Sponsor Pendukung

Yang dimaksud dengan sponsor pendukung adalah pihak sponsor yang bersedia memberikan bantuan dana sebesar 20% dari total kekurangan anggaran, yakni Rp 2.839.000.

Sponsor pendukung sendiri memiliki hak untuk mempromosikan produk usahanya selama kegiatan berlangsung, berupa:

1. Pemasangan spanduk sebanyak 3 buah di area Gedung STAI Muhammadiyah Malang

2. Pemasangan umbul-umbul sebanyak 5 buah disepanjang jalan menuju lokasi Bazar (Masjid At-Tarbiyah) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

3. Pemasangan nama sponsor pada fasilitas kegiatan yang berupa Co-card, Block Note, dan sertifikat yang digunakan oleh peserta dan panitia

4. Sponsor Khusus

Yang dimaksud dengan sponsor khusus adalah pihak sponsor yang bersedia untuk mengadakan kesepakatan bersama dengan penyelenggara diluar bentuk sponsorship diatas.

Adapun bentuk kerja sama yang kami tawarkan berupa bentuk barang atau jasa yang menjadi produk unggulan perusahaan berupa: 

1. Makanan dan minuman

2. Perlengkapan dokumentasi

3. Fasilitas Peserta

4. Dana Fresh Money

5. Dan Lain-lain

5. Donatur

Selain penawaran di atas, kami juga tidak menutup kemungkinan untuk menerima sumbangan yang sifatnya sukarela dan tidak mengikat dari para donatur, baik perorangan, perusahaan maupun instansi terkait.

KETENTUAN SPONSORSHIP DAN PENAWARAN ACARA

SEMINAR NASIONAL KEPEMUDAAN 2019 

LEMBAGA DAKWAH KAMPUS AT-TARBIYAH STAI MUHAMMADIYAH MALANG

Ketentuan-ketentuan sponsorship

1. Setiap sponsor yang berminat untuk kerjasama harus menandatangani surat perjanjian kerjasama terlebih dahulu.

2. Semua tarif yang dicantumkan di dalam sponsorship sudah termasuk pajak design, ongkos produksi, biaya pemasangan serta pajak reklame.

3. Apabila sponsor tersebut adalah sponsor tunggal, maka panitia memiliki hak untuk membatalkan paket sponsor yang sudah masuk lainnya dan juga mengembalikan seluruh biaya iklan yang telah dibayarkan kepada panitia.

4. Adapun batas waktu untuk materi Iklan, baik itu berupa logo, nama perusahaan atau instansi maupun nama produk, design art, dan lain-lain, paling lambat 1 minggu sebelum pelaksanaan kegiatan.

5. Adapun untuk perjanjian kontrak bisa dilakukan antara pembawa proposal dengan pihak sponsor.

6. Untuk ketentuan lain yang belum diatur dalam ketentuan diatas, termasuk bentuk partisipasi dalam bentuk lain akan diatur atas kesepakatan bersama.

Syarat-syarat pembayaran sponsorship

1. Pembayaran pertama minimal 50% dari kontrak dan atau dilunasi pada saat penandatanganan kontrak.

2. Pembayaran kedua berdasarkan atas kesepakatan bersama mengenai batas akhir pembayaran tersebut

3. Jika sampai batas tanggal yang sudah ditentukan ternyata belum ada pelunasan sesuai dengan kontrak, maka kami berhak untuk  mencantumkan iklan sponsor hanya dengan nilai yang telah dibayarkan saja.

Pembatalan partisipasi

1. Apabila uang muka sudah dibayarkan, maka 80% dari nilai total uang muka menjadi hak panitia.

2. Apabila pembayaran telah lunas, maka 50% dari perjanjian kontrak menjadi hak panitia dan sisanya akan dikembalikan ke pihak sponsor setelah dikurangi ongkos pengiriman.

Untuk informasi lebih lanjut hubungi :

Sekretariat : Komplek Masjid At-Tarbiyah STAI Muhammadiyah Malang Telp (0341) 565379 – Email : [email protected]

Contact Person :

Zaini Maftukhin (Ketua Pelaksana) : 082 340 004 06

Arif Huda (Pendanaan) : 085 457 471 817

Harirotul Husniah (Pendanaan) : 083 857 490 311

Nb: Harap diperiksa terlebih dahulu legitimasi dan identitas pembawa proposal.

Nah itu tadi contoh proposal sponsorship event seminar kepemudaan yang bisa teman-teman buat contoh.

Jika teman-teman mencari contoh desain proposal sponsorship, teman-teman bisa mengunduh contoh proposal sponsorship doc yang kami sediakan.

Semoga bisa berguna untuk bahan referensi kita bersama.

2. Contoh Proposal Sponsorship Lomba

Contoh Proposal Sponsorship Lomba - bosmeal.com
Contoh Proposal Sponsorship Lomba

Buat kita yang sedang mengadakan lomba, kita juga bisa membuat proposal sponsorship lomba dengan contoh sebagai berikut

Contoh proposal sponsorship lomba peraturan baris berbaris antar siswa SMA se kabupaten Blora.

PROPOSAL SPONSORSHIP LOMBA BARIS BERBARIS SISWA SMA

A. Latar Belakang

Salah satu dampak dari Globalisasi informasi di indonesia adalah terjadinya dekadensi terhadap moral para pelajar atau remaja.

Maka dari itulah perlunya ditanamkan semangat kebangsaan, kebersamaan, solidaritas serta disiplin kepemimpinan agar para remaja mampu menghargai perjuangan para pahlawan atau pendahulu bangsa.

Kemerdekaan serta upaya-upaya dalam pembangunan bangsa memiliki berbagai tujuan, salah satunya agar tercipta pemimpin bangsa yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berkepribadian pancasila.

Bertepatan dengan HUT Kemerdekaan RI yang ke 75, Perkumpulan BEM Kampus se Kabupaten Blora mengadakan Lomba Peraturan Baris-Berbaris (PBB) antar pelajar SMA se Kabupaten Blora untuk memberikan kesempatan dalam mengembangkan bakat dan minat terhadap kemampuan pelajar di bidang baris-berbaris.

B. Tujuan Kegiatan

Tujuan dari kegiatan lomba PBB ini adalah untuk : 

1. Meningkatkan semangat kebangsaan.

2. Menggalang kebersamaan serta solidaritas sosial antar pelajar se kabupaten Blora. 

3. Meningkatkan kedisiplinan dan kepemimpinan anak bangsa

C. Nama dan Tema Kegiatan

Nama dari kegiatan ini adalah Lomba Baris-Berbaris tingkat SMA se Kabupaten Blora tahun 2020. Adapun tema kegiatannya adalah Menumbuhkan Semangat Kebangsaan, Patriotisme dan Cinta Tanah Air 

D. Bentuk Kegiatan

1. PBB

2. Cerdas Cermat

3. Fotografi

4. Video pendek

E. Sasaran dan Target Kegiatan

Adapun sasaran kegiatan ini adalah

1. Siswa siswi SMA/SMK/MA atau sederajat se Kabupaten Blora

2. Siswa dan siswi SD, SMP, SMA atau sederajat se Kabupaten Blora

3. masyarakat umum Blora dan sekitarnya

Untuk target kegiatan ini adalah

1. Minimal peserta yang hadir adalah 500 orang dari siswa siswi dan juga umum

2. Meningkatkan kreatifitas siswa-siswi dalam berkarya

3. Meningkatkan motivasi dalam berlomba, berkreasi, berkarya serta sebagai disiplin bentuk rasa cinta kepada orang tua

F. Waktu dan Lokasi Kegiatan

Rangkaian kegiatan Lomba Baris-berbaris akan dilaksanakan pada:

1. technical Meeting

Hari/Tanggal : Minggu, 12 Juli 2020

Waktu : 13.00-17.00 WIB

Tempat : Gedung GOR Mustika Blora

2. Pelaksanaan Lomba

Hari/Tanggal : Sabtu – Minggu, 15 – 16 Agustus 2020

Waktu : 08.00 – 17.00 WIB

Tempat : GOR Mustika Blora

G. Susunan Panitia

Adapun susunan kepanitian ini terlampir

H. Susunan Kegiatan

Susunan kegiatan ini terlampir

I. Rencana Anggaran Belanja

Terlampir

J. Penutup

Demikian proposal kegiatan Lomba Baris-berbaris kami buat dengan sebenar-benarnya. besar harapan kami agar bapak/ibu berkenan untuk ikut mensukseskan kegiatan nantinya.

Atas bantuan dan partisipasinya kami haturkan banyak terima kasih.

Mengetahui

Panitia Pelaksana Lomba PBB se Kabupaten Blora

Hanung Nawisworo

Ketua Pelaksana

Nanda Puspitasari

Sekretaris

Lampiran 1. Susunan Panitia Lomba PBB tingkat SMA se Kabupaten Blora

Susunan Panitia Lomba PBB 

Tingkat SMA Sederajat Se-kabupaten Blora

Pelindung: Bupati Blora

Pembina: Hendra Takia, M.Pd

Penanggung Jawab : Taufiqur Rahman

Taufan

Ketua Pelaksana : Hanung Nawisworo

Wakil Ketua : Ahmad Musyafa’

Sekretaris : Nanda Puspitasari

Dzulfawaid Ahmad

Bendahara : Ahmad Muharrir

Eka Novianti

Seksi Acara

Ahmad Mahfudz (Koordinator)

Kholiqul Hadi

Tri Wahyu Ningsih

Seksi Perlengkapan

Ahmad Nur Alimin (Koordinator)

Sri Rahayu puspita Sari

Suwarno

Seksi Konsumsi

Yoga Saputra (Koordinator)

Desiana Nur Aini

Eka Puspitasari

Seksi Humas

Bimasena (Koordinator)

Angga Syaputra

Kurnia Syahputri

Seksi Dana

Handiyanto (Koordinator)

Heriyanto

Imam Samudra

Seksi Keamanan

Yasin Ahmad (Koordinator)

Wahyu Pradana

Angga Putra

Seksi Dokumentasi

Narendra (Koordinator)

Indah Puspita Sari

Baca Lengkap: Contoh Proposal Skripsi

Lampiran 2. Susunan Acara Lomba PBB tingkat SMA se Kabupaten Blora 

1. technical Meeting

Minggu, 12 Juli 2020

13.00-17.00 WIB Technical Meeting

2. Pelaksanaan Lomba

Sabtu, 15 Agustus 2020

08.00 – 09.00 Registrasi Peserta

09.00 – 09.45 Opening Ceremony

09.45 – 10.00 Persiapan Lomba Cerdas Cermat, Fotografi, dan Videografi

10.00 – 12.00 Lomba Cerdas Cermat, Fotografi dan Videografi Tahap 1

12.00 – 13.00 ISHOMA

13.00 – 17.00 Lomba Cerdas cermat, Fotografi, dan Videografi Tahap 2

Minggu 16 Agustus 2020

08.00 – 09.00 Registrasi Peserta

09.00 – 09.30 Opening Lomba PBB

09.30 – 15.00 Lomba PBB

15.00 – 16.00 Rapat Dewan Juri Lomba PBB

16.00 – 16.30 Pengumuman Pemenang Lomba PBB dan Penyerahan hadiah Lomba Cerdas Cermat, Fotografi dan Videografi

16.30 – 17.00 Penutup

Lampiran 3. Rencana Anggaran Belanja Kegiatan

1. Sekretariat

a. ATK : Rp 750.000

b. Tinta Printer 4 buah (Harga @ Rp 40.000) : Rp 160.000

Jumlah : Rp 910.000 

2. Seksi Acara

a. Honorarium Juri Cerdas Cermat 3 Orang (Harga @ Rp 300.000) : Rp 900.000

b. Honorarium Fotografi dan Videografi 3 Orang (Harga @ Rp 500.000) : Rp 1.500.000

c. Honorarium PBB 3 orang (Harga @ Rp 400.000) : Rp 1.200.000

Jumlah : Rp 3.600.000

3. Seksi Perlengkapan

a. Sewa Tenda 3 Set (Harga @ Rp 800.000) : Rp 2.400.000

b. Sewa Kursi 400 set (Harga @ Rp 1.000) : Rp 400.000

c. Sewa Sound System 2 hari (Harga @ Rp 500.000) : Rp 1.000.000

Jumlah : Rp 3.800.000

Seksi Konsumsi

a. Snack Peserta dan Tamu Undangan 800 Dus (Harga @ Rp 3.000) : Rp 2.400.000

b. Snack Dewan Juri 9 Dus (Harga @ Rp 5.000) : Rp 45.000

c. Makan Siang Peserta dan Tamu Undangan 800 Kotak (Harga @ Rp 20.000) : Rp 16.000.000

d. Makan Siang Dewan Juri 9 Dus (Harga @ Rp 30.000) : Rp 270.000

e. Makan Panitia 29 Dus x 2 hari (Rp 20.000) : Rp 1.160.000  

Jumlah : Rp 19.875.000

Seksi Humas

a. Transport pengantaran Surat : Rp 100.000

b. Pos Undangan : Rp 75.000

Jumlah : Rp 175.000

Seksi Dana

a. Penggandaan Proposal Kegiatan 18 Buah (Harga @ Rp 5.000) : Rp 90.000

b. Transport : Rp 75.000

Jumlah : Rp 165.000

Seksi Dokumentasi

a. Banner Acara 3 Buah (Harga @ Rp 100.000) : Rp 300.000

b. Sewa Foto Video : Rp 900.000

c. Editing Hasil Kegiatan : Rp 450.000

Jumlah : Rp 1.650.000

Total : 30.175.000 

Nah itu tadi contoh proposal sponsorship Lomba yang bisa teman-teman tiru. Selain contoh proposal sponsorship lomba, buat teman-teman yang membuat event seperti contoh proposal sponsorship event olahraga.

Kemudian jika teman-teman sedang membuat agenda seminar, sebaiknya buat sebuah proposal sponsorship dengan contoh berikut ini.

3. Contoh Proposal Sponsorship Seminar

Contoh Proposal Sponsorship Seminar
Contoh Proposal Sponsorship Seminar

Buat kite semua terlebih mahasiswa pastinya sudah tidak asing dengan yang namanya seminar.

Nah jika ada diantara teman-teman yang berniat mengadakan seminar terlebih tingkat nasional, maka sebaiknya teman-teman membuat proposal sponsorship contoh berikut ini.

Contoh proposal sponsorship seminar nasional oleh DEMA STAISA Jakarta.

A. Pendahuluan 

Puji syukur selalu kami haturkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan nikmat, taufiq, hidayah, serta karunia Nya kepada kita semua sehingga dapat merasakan nikmat sehat sehingga bisa menjalankan segala aktivitas tanpa halangan suatu apa pun.

Tidak lupa juga shalawat teriring salam tercurahkan kepada Nabi Besar Muhammad SAW, beserta keluarga dan para sahabatnya.

Sebagai sebuah organisasi intra kampus, DEMA STAISA Jakarta memiliki kegiatan yang bertujuan untuk menambah kajian wawasan tentang Arah Tujuan Pendidikan Bangsa Indonesia.  

Sistem pendidikan yang acapkali berubah membuat banyak dari kalangan guru dan juga murid yang kebingungan.

Butuh pemahaman yang cukup lama untuk bisa menerapkan program pendidikan Indonesia. 

Maka dari itulah dibutuhkan opini atau wacana yang mengarah kepada sebuah keputusan bersama untuk sama-sama memikirkan nasib pendidikan bangsa.

Dengan mengadakan seminar nasional yang diprakarsai oleh DEMA STAISA Jakarta inilah diharapkan menjadi pijakan awal untuk menentukan arah pendidikan bangsa.

Dengan narasumber yang sudah ahli dibidangnya inilah yang nantinya akan memberitahukan banyak kajian keilmuan buat para guru dan juga mahasiswa pada umumnya, serta khususnya kepada mahasiswa STAISA Jakarta.

Dengan mengangkat kajian Quo Vadis Pendidikan Bangsa ini diharapkan akan sangat membantu untuk pendidikan bangsa kedepannya.

Semoga kegiatan ini pun dapat memberikan manfaat bagi pihak-pihak yang terkait dan meningkatkan pengetahuan serta wawasan terhadap pihak-pihak terkait.

Kami berharap semua pihak dapat mendukung kegiatan yang akan kami selenggarakan ini.

Oleh karena itu, saran dan kritik kami harapkan demi kelancaran kegiatan yang akan kami selenggarakan ini.

B. Landasan Kegiatan

1. Tri Dharma Perguruan Tinggi

2. Program Kerja Dewan Eksekutif Mahasiswa STAISA 2013-2015

C. Tujuan

Tujuan yang Kami harapkan dari penyelenggaraan Seminar Nasional 2014 ini adalah

1. Sebagai forum kajian keilmuan antara mahasiswa dan akademisi mengenai Persatuan Mahasiswa Tarbiyah.

2. Memperluas wawasan mahasiswa, akademisi, serta masyarakat umum mengenai Pembacaan Arah Pendidikan Bangsa Indonesia Kedepannya

D. Nama dan Tema Kegiatan

Nama kegiatan ini adalah “Seminar Nasional” dengan mengambil tema “Quo Vadis Pendidikan Bangsa Indonesia”

E. Waktu dan Tempat

Acara ini akan diselenggarakan pada : 

Hari/Tanggal : Sabtu, 8 Februari 2014

Waktu : 08:00 WIB s.d. selesai 

Tempat : Aula STAISA Jakarta 

F. Target dan Sasaran

Mahasiswa/Pelajar dan Umum 300 orang 

Fasilitas peserta : 

1. Snack

2. Sertifikat

3. Doorprize

G. Susunan Acara

Terlampir 

H. Susunan Panitia

Terlampir 

I. Estimasi Dana

Terlampir 

J. Penutup

Demikian proposal kegiatan ini kami buat dengan sebenar-benarnya. kegiatan ini tidak akan bisa berjalan lancar tanpa bantuan dan kerjasama dari berbagai pihak.

Semoga bantuan dan kerjasama dari berbagai pihak tersebut dan dengan mengharapkan izin Allah swt semoga acara seminar nasional ini nantinya dapat berjalan tanpa ada halangan suatu apapun.

Kami pun berharap semoga amal ibadah kita selalu tertuju hanya untuk mendapatkan ridho-Nya serta diberi rahmat dan hidayah-Nya. Aamiin.

Mengetahui

Panitia Pelaksana Seminar Nasional

Muhammad Rizki Saputra

Ketua Pelaksana

Budi Gunawan

Sekretaris

Lampiran 1. Susunan Acara Seminar Nasional

Susunan Acara Seminar Nasional

“Quo Vadis Pendidikan Bangsa Indonesia

Sabtu, 8 Februari 2014

07.00 – 08.00 Registrasi Peserta

08.00 – 09.30 Opening Ceremony sekaligus pembukaan seminar

09.30 – 10.30 Presentasi Narasumber 1 oleh Anies Baswedan

10.30 – 11.30 Presentasi Narasumber 2 oleh Samiadji Herdjunanto

11.30 – 13.00 Diskusi panel

13.00 – 13.30 Penutupan

Lampiran 2. Susunan Panitia Seminar Nasional

Susunan Panitia Seminar Nasional Quo Vadis Pendidikan Bangsa tahun 2014

Pelindung : Ketua STAISA 

Penasehat : Waket III STAISA 

Penanggung Jawab  Ketua DEMA

Ketua Pelaksana : Muhammad Rizki Saputra

Sekretaris : Budi Gunawan

Bendahara : Fatimah

Seksi Acara 

Fatma Hapsari (Koordinator)

Lisa Sidowati

Dwi Saputra

Seksi Publikasi

Muhammad Rizky Awaluddin (Koordinator) 

Risma Aulia Sari

Muchammad Al Ghazali

Seksi Dekorasi Dokumentasi

Haris Sandi (Koordinator) 

Cahya Umi Lutfiana

Risma Arumsari

Seksi Perlengkapan

Taqiyuddin Ahmad (Koordinator)

Muhimmah

Andrianto

Seksi Konsumsi

Khoirun Nisa (Koordinator)

Rika Ayu Desi Hartatik 

Wahyu Pratama

Lampiran 3. Rencana Anggaran Belanja

Rencana Anggaran Belanja Kegiatan Seminar Nasional

1. Kesekretariatan

a. Proposal 15 Bandel (harga @ Rp 20.000) : Rp 300.000

b. Kertas F4 1 Rim : Rp 60.000

c. Kertas A4 1 Rim : Rp 55.000 

d. Surat Menyurat : Rp 100.000 

e. ATK : Rp 50.000

f. Sertifikat Peserta 300 lembar (Harga @ Rp 5.000) : Rp 1.500.000

Jumlah : Rp 2.065.000

2. Acara 

a. Honorarium Pemateri 2 orang (Harga @ Rp 4.000.000) : Rp 8.000.000

b. Souvenir Pemateri 2 buah (Harga @ Rp 100.000) : Rp 200.000

Jumlah : Rp 8.200.000

3. Publikasi

a. Transport : Rp 100.000

b. Pemasangan baliho 5 Titik (Harga @ Rp 20.000) : Rp 100.000

Jumlah : Rp 200.000 

4. Dekorasi dan Dokumentasi

a. Spanduk Utama 1 Buah : Rp 350.000

b. Pamflet 50 Lembar (Harga @ Rp 5.000) : Rp 250.000

c. X-Banner 2 Buah (Harga @ Rp 60.000) : Rp 120.000

d. Sewa Foto dan Video : Rp 750.000

Jumlah : Rp 1.470.000

5. Perlengkapan

a. Sewa Sound System : Rp 350.000

b. Kas Sewa Kursi 300 buah : Rp 500.000

c. Kas Kebersihan Ruangan : Rp 100.000

d. Konsumsi Penataan Ruangan : Rp 150.000

Jumlah : Rp 1.100.000

6. Konsumsi

a. Snack Peserta 300 Dus (Harga @ Rp 3.000) : Rp 900.000

b. Snack khusus 50 Dus (Harga @ Rp 5.000) : Rp 250.000

c. Snack Panitia 30 Dus ( Harga @ Rp 5.000) : Rp 150.000

d. Makan Siang Peserta 300 Kotak (Harga Rp 20.000) : Rp 6.000.000

e. Makan Siang Tamu Khusus 50 Kotak (Harga @ Rp 30.000) : Rp 1.500.000 

f. Makan Siang Panitia 30 Dus (Harga Rp 30.000) : Rp 900.000

Jumlah : Rp 9.700.000

Total : Rp 22.735.000

Total Pemasukan

Registrasi Peserta 300 orang (Harga @ Rp 30.000) : Rp 9.000.000

Kekurangan 

Pemasukan : Rp 9.000.000

Pengeluaran : Rp 22.735.000

Total : Rp -13.735.000

PENAWARAN SPONSORSHIP 

Kami panitia pelaksana Seminar Nasional “Quo Vadis Pendidikan Bangsa Indonesia” membuka kesempatan yang seluas-luasnya kepada semua pihak untuk dapat berpartisipasi dalam mendukung suksesnya kegiatan kami. 

Segmen pasar yang luas, momen yang menjanjikan, serta sarana promosi yang menguntungkan kami tawarkan pada semua pihak untuk dapat mempublikasikan dan mempromosikan kegiatan usaha dan bisnis untuk memperluas jaringan. 

Adapun bentuk kerjasama yang kami tawarkan adalah kerjasama Titanium, Platinum, Gold, Silver, dan Bronze dengan rincian ketentuan sebagai berikut : 

1. Kerjasama Titanium

Kerjasama Titanium merupakan kerjasama dimana pihak sponsor bersedia menanggung 100% dari kekurangan dana.

Adapun kerjasama Titanium maka pihak sponsor memiliki hak untuk:

1. berhak untuk melarang sponsor lainnya terlibat kerjasama

2. berhak melarang sponsor kompetitor untuk terlibat kerjasama 

3. mendapatkan 1 stand di lokasi kegiatan

4. promotor dapat melakukan presentasi sebelum atau sesudah acara kegiatan

5. promotor dapat memilih item anggaran

6. dipromosikan nama produk dan brand oleh MC selama acara

7. dipersilahkan memasang sendiri umbul umbul di sekitar lokasi sebanyak 15 buah

8. dicantumkan product dan Brand serta dipublikasikan di media sosia dan juga pamflet

9. dicantumkannya logo pada fasilitas peserta dan juga tamu undangan yakni, ID card, book note

10. dicantumkannya logo dalam X-banner, banner utama.

11. dicantumkannya logo pada sertifikat peserta

12. mendapatkan cinderamata dari penyelenggara

2. Kerjasama Platinum

Yang dimaksud dengan kerjasama platinum adalah kerjasama dimana pihak sponsor bersedia menanggung total 50% dari kekurangan dana.

Adapun hak yang didapatkan oleh sponsor adalah

1. berhak melarang sponsor kompetitor untuk terlibat kerjasama 

2. mendapatkan 1 stand di lokasi kegiatan

3. promotor dapat melakukan presentasi sebelum atau sesudah acara kegiatan

4. promotor dapat memilih item anggaran

5. dipromosikan nama produk dan brand oleh MC selama acara

6. dipersilahkan memasang sendiri umbul umbul di sekitar lokasi sebanyak 10 buah

7. dicantumkan product dan Brand serta dipublikasikan di media sosia dan juga pamflet

8. dicantumkannya logo pada fasilitas peserta dan juga tamu undangan yakni, ID card, book note

9. dicantumkannya logo dalam X-banner, banner utama.

10. dicantumkannya logo pada sertifikat peserta

11. mendapatkan cinderamata dari penyelenggara

3. Kerjasama Gold

Yang dimaksud dengan kerjasama gold adalah kerjasama dimana pihak sponsor bersedia menanggung 30% dari kekurangan dana.

Adapun hak yang didapatkan oleh pihak sponsor adalah

1. berhak melarang sponsor kompetitor untuk terlibat kerjasama 

2. mendapatkan 1 stand di lokasi kegiatan

3. promotor dapat memilih item anggaran

4. dipromosikan nama produk dan brand oleh MC selama acara

5. dipersilahkan memasang sendiri umbul umbul di sekitar lokasi sebanyak 5 buah

6. dicantumkan product dan Brand serta dipublikasikan di media sosia dan juga pamflet

7. dicantumkannya logo pada fasilitas peserta dan juga tamu undangan yakni, ID card, book note

8. dicantumkannya logo dalam X-banner, banner utama.

9. dicantumkannya logo pada sertifikat peserta

10. mendapatkan cinderamata dari penyelenggara

4. Kerjasama Silver

Yang dimaksud dengan kerjasama silver adalah kerjasama dimana pihak sponsor bersedia menanggung 20% dari kekurangan dana.

Adapun hak yang didapatkan oleh pihak sponsor adalah sebagai berikut

1. mendapatkan 1 stand di lokasi kegiatan

2. promotor dapat memilih item anggaran

3. dipromosikan nama produk dan brand oleh MC selama acara

4. dipersilahkan memasang sendiri umbul umbul di sekitar lokasi sebanyak 3 buah

5. dicantumkan product dan Brand serta dipublikasikan di media sosia dan juga pamflet

6. dicantumkannya logo pada fasilitas peserta dan juga tamu undangan yakni, ID card, book note

7. dicantumkannya logo dalam X-banner

8. dicantumkannya logo pada sertifikat peserta

5 Kerjasama Bronze

Yang dimaksud dengan kerjasama bronze adalah kerjasama dimana pihak sponsor bersedia menanggung 10% dari kekurangan dana.

Adapun hak yang didapatkan oleh pihak sponsor adalah

1. dipromosikan nama produk dan brand oleh MC selama acara

2. dipersilahkan memasang sendiri umbul umbul di sekitar lokasi sebanyak 3 buah

3. dicantumkan product dan Brand serta dipublikasikan di media sosia dan juga pamflet

4. dicantumkannya logo pada fasilitas peserta dan juga tamu undangan yakni, ID card, book note

5. dicantumkannya logo dalam X-banner

Catatan:

1 Bentuk kerjasama selain yang sudah dicantumkan di dalam proposal dapat langsung menghubungi panitia penyelenggara. 

2 Segala bentuk partisipasi serta kerjasama dilakukan dengan mengisi surat pernyataan kesediaan sponsor kerjasama rangkap dua, Surat terlampir.  

3 Hal-hal yang belum diatur di atas akan diatur kemudian.  

informasi lebih lanjut :  

Dewan Eksekutif Mahasiswa STAISA Jakarta

Contact Person:   

Muhammad Rizki Saputra

Handphone/WA (0896-5481-8410) 

Fatimah 

Handphone/WA (0812-8101-9927) 

Atas perhatian, partisipasi serta kerjasama dari semua pihak, kami segenap panitia kegiatan Seminar Nasional “Quo Vadis Pendidikan Bangsa Indonesia” mengucapkan banyak terima kasih.

Nah itu tadi contoh proposal sponsorship seminar pendidikan yang bisa teman-teman contoh.

Jika butuh yang lain seperti contoh proposal sponsorship yang menarik pdf dengan tema seminar bisa diunduh pada link tersebut. Bisa melalui contoh paper.

4. Contoh Proposal Sponsorship Event Pameran

Contoh Proposal Sponsorship Pameran
Contoh Proposal Sponsorship Pameran

Dalam membuat suatu event, entah itu pameran, event lomba, maupun event lainnya, teman-teman sebaiknya membuat contoh desain proposal sponsorship yang menarik.

Apalagi jika event yang teman-teman buat adalah event pameran, pastinya dengan bantuan pihak sponsor akan sangat membantu sekali ya.

Berikut ini contoh proposal sponsorship event pameran seni lukis yang bisa teman-teman buat referensi.

Sponsorship Pameran Seni Tari Kabupaten Lumajang

A. Gambaran Umum

Berbicara soal seni, apalagi seni tari, di setiap daerah memiliki potensi dan ciri khas masing-masing.

Seni sendiri merupakan suatu hal yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Salah satunya adalah seni tari. 

Dalam seni tari, terdapat banyak sekali perkembangan. Masing-masing dari tarian menggambarkan sebuah bentuk dan keindahan masing-masing.

Akan tetapi sayangnya seni tari ini mulai menggerus tarian tradisional yang sudah ada. Sehingga potensi perkembangan seni tari tradisional menjadi terhalang oleh munculnya tari-tari modern.

Dampak ini pun dirasakan di berbagai kota, salah satunya di Lumajang. Lumajang dengan berbagai macam seni tarinya sedikit demi sedikit mulai dilupakan. 

Jika hal ini dibiarkan, bukan tidak mungkin seni tari tradisional Lumajang akan hilang dengan sendirinya.

Maka dari itulah, kami aliansi mahasiswa lumajang bermaksud menggelar pameran seni tari khas Lumajang dengan harapan banyak orang terutama para kaum muda agar mengetahui dan tertarik untuk melestarikan seni tari Lumajang.

B. Dasar Pemikiran

Sebagai warga negara Indonesia hendaknya selalu cinta akan budaya dan produk lokalnya. Sudah menjadi kewajiban bagi warga negara untuk turut serta dalam melestarikan budaya bangsa, termasuk seni tari di dalamnya.

Kita para kaum muda sebagai salah satu generasi penerus bangsa telah diamanatkan untuk tetap menjaga dan membudidayakannya.

C. Tujuan Kegiatan

1. Untuk melestarikan budaya Nusantara pada umumnya dan khususnya di Lumajang

2. Sebagai wadah pengenalan sejarah tari di Lumajang

3. Untuk turut serta mengenalkan budaya tari pada kaum muda di Lumajang

D. Nama dan Tema Kegiatan

Nama kegiatan ini adalah “Pameran Seni Tari Lumajang” dengan tema kegiatan “Bersama membangun Budaya Bangsa”

E. Waktu dan Tempat Kegiatan

Pameran ini akan dilaksanakan pada:

Hari/Tanggal : Sabtu – Minggu, 19 – 20 Juli 2019

Tempat : Alun-alun Lumajang

F. Target dan Sasaran Kegiatan

Target kegiatan ini adalah adalah para pelajar mulai dari SMP sampai mahasiswa dan juga masyarakat umum dengan target 1500 pengunjung.

Adapun fasilitas kegiatan ini adalah:

1. Snack lomba

2. Doorprize

3. Ilmu yang bermanfaat

G. Susunan Acara

Susunan acara ini terbagi menjadi 

1. Bazar buku yang bertempat di barat alun – alun

2. Lomba tari remaja bertempat di panggung utama sebelah selatan

3. Pameran seni lukis tari tradisional bertempat di pojok barat alun-alun

4. Seminar tari tradisional bertempat di Pendopo Kabupaten

5. Pengenalan dan pembelajaran singkat tentang tari tradisional bertempat di sebelah timur alun-alun.

Adapun untuk rangkaian utama kegiatan terlampir 

H. Susunan Panitia

Terlampir

I. Estimasi Dana Kegiatan

Terlampir

J. Penutup 

Demikian proposal ini kami buat dengan sebenar-benarnya. Besar harapan kami agar bapak/ibu berkenan untuk turut serta membantu mensukseskan acara ini.

Semoga acara ini dapat berjalan dengan lancar dan tidak ada suatu halangan apapun. Atas bantuan dan dukungannya kami ucapkan banyak terima kasih.

Mengetahui

Panitia Pelaksana Lomba PBB se Kabupaten Blora

Suratno

Ketua Pelaksana

Avina Nur Amalia

Sekretaris

Lampiran 1. Susunan Acara Kegiatan

Susunan Acara Festival Seni Tari Lumajang

Sabtu, 19 Juli 2019

07.00 – 08.00 Registrasi peserta

08.00 – 09.30 Opening Ceremony

08.00 – 08.10 Pembukaan

08.10 – 08.30 Sambutan Ketua Panitia

08.30 – 08.45 Sambutan Bupati Lumajang Sekaligus membuka Acara

08.45 – 09.20 Pentas Seni Tari Savana

09.20 – 09.30 Penutup

09.30 – 09.45 Persiapan Seminar Sejarah Tari Lumajang

09.45 – 13.00 Seminar Sejarah Tari Lumajang

13.00 – 14.00 ISHOMA

14.00 – 16.30 Diskusi Panel Pegiat Seni Tari Lumajang

16.30 – 18.00 ISHOMA

18.00 – 22.30 Parade Tari Kebudayaan Lumajang

Minggu, 20 Juli 2019

05.00 – 08.00 CFD bersama Pegiat Tari Lumajang

08.00 – 12.00 Konser Kolaborasi Tari Tradisional Lumajang

12.00 – 13.00 ISHOMA

13.00 – 17.00 Lomba Tari Tradisional Lumajang

17.00 – 18.00 ISHOMA

18.00 – 22.00 Lanjutan Parade Tari Lumajang

22.00 – 23.00 Pengumuman dan Penampilan Pemenang Lomba Tari

23.00 – 23.30 Penutup

Lampiran 2. Susunan Panitia Pameran Tari Lumajang

Susunan Panitia Pameran Tari Lumajang Tahun 2019

Pelindung : Bupati Lumajang

Penasehat : Disparbud Lumajang

Penanggung Jawab : M Nur Yudha, M.S.I.

Ketua Panitia : Suratno 

Ketua I : Imanan

Ketua II: Indrawati Nur Ania

Sekretaris : Avina Nur Amalia

Wakil Sekretaris : Bayu Adi Putra

Bendahara : Nuri Syahbandi

Wanda 

Seksi-Seksi

Seksi Acara

M Wahid Hasyim (Koordinator)

Yohanes Giovanni

Anita Yuliana

Deviana Safara

Seksi Perlengkapan

Ahmad Faizin (Koordinator)

Ilham Ali

Desriana Nuraini

Ahmad Prayoga

Seksi Publikasi

Agus Prayoga (Koordinator)

Syaiful Bahri

Halimatus Sa’diyah

Kevin Pratama

Seksi Dekorasi Dokumentasi

Andik Pamungkas (Koordinator)

Hermansyah

Lutfiana

Indasah

Seksi Keamanan

Yoga Saputra (Koordinator)

Adi Nugraha

Dwi Yuliana

Eka Ariana

Seksi Pendanaan

Nurrizqi Doni Saputra (Koordinator)

Intan Permana

Rindu Denata

Nurul Fadli 

Lampiran 3. Estimasi Dana

Estimasi Dana kegiatan Pameran Seni Tari Lumajang

Persiapan

1. Belanja Bahan

a. ATK : Rp 850.000

b. Bahan Komputer : Rp 700.000

Jumlah : Rp 1.550.000

2. Proposal

a. Pembuatan Proposal Kegiatan : Rp 30.000

b. Penggandaan Proposal Kegiatan 30 Bandel (Harga @ Rp 15.000) : Rp 450.000

Jumlah : Rp 480.000

3. Belanja Barang Non Operasional Lainnya

a. Konsumsi Rapat Persiapan Kegiatan 3 Kali (Harga @Rp 300.000) : Rp 900.000 

b. Konsumsi Petugas Identifikasi Pameran Seni Tari di Lumajang 20 Orang (Harga @ Rp 15.000) : Rp 300.000

c. Konsumsi Petugas Rekrutmen dan Seleksi Seni Tari di Lumajang 20 Orang (Harga @ Rp 15.000) : Rp 300.000

Jumlah : 1.500.000

4. Biaya Perjalanan

a. Transport Petugas Identifikasi Pameran Seni Tari di Lumajang 20 Orang (Harga @ Rp 15.000) : Rp 300.000

b. Transport Petugas Rekrutmen dan Seleksi Seni Tari di Lumajang 20 Orang (Harga @ Rp 15.000) : Rp 300.000

Jumlah : 1.500.000

Acara 

1. Belanja Bahan Non Operasional

a. Pembuatan Banner Acara Utama : Rp 150.000

b. Sewa Sound System 2 Hari (Harga @ Rp 1.200.000) : Rp 2.400.000

c. Sewa Tenda acara 6 Set (Harga @ Rp 1.200.000) : Rp 7.200.000

d. Sewa Panggung : Rp 750.000

e. Sewa Kursi 1000 Buah (Harga @ Rp 1.000) : Rp 1.000.000

f. Konsumsi Tamu Khusus dan Panitia 100 Orang (Harga @ 20.000) : Rp 2.000.000

g. Konsumsi Group Tari 100 Orang (Harga @ Rp 20.000) : Rp 2.000.000

h. Snack 1.500 Kotak (Harga @ Rp 3.000) : 

i. Dokumentasi : Rp 300.000

Jumlah: Rp 15.800.000

2. Biaya Perjalanan

a. Transport Pemateri Seminar 2 Orang (Harga Rp 100.000) : Rp 200.000

b. Transport Dewan Juri 4 Orang (Harga @ Rp 100.000) : Rp 400.000

c. Transport Group Tari 10 Rombongan (Harga @ Rp 400.000) : Rp 4.000.000

Jumlah : Rp 4.600.000    

3. Honorarium

a. Honorarium Pemateri Seminar 2 Orang (Harga Rp 1.500.000) : Rp 3.000.000

b. Honorarium Dewan Juri 4 Orang (Harga @ Rp 1.500.000) : Rp 6.000.000

c. Honorarium Group Tari 10 Group (Harga @ Rp 2.000.000) : Rp 20.000.000

Jumlah : Rp 29.000.000

Laporan Kegiatan

a Pembuatan Laporan Kegiatan : Rp 200.000

b Cetak Laporan Kegiatan : Rp 30.000

c Penggandaan Laporan Kegiatan 10 Bandel (Harga @ Rp 30.000) : Rp 300.000

Jumlah : Rp 530.000 

Total Pengeluaran : Rp 54.960.000

Rencana Pemasukan

Registrasi Peserta Lomba 20 Group (Harga Rp 300.000) : Rp 6.000.000

Kas Anggota : Rp 3.000.000

Total : Rp 9.000.000

Kekurangan : Pemasukan – Pengeluaran

Rp 9.000.000 – Rp 54.960.000

= Rp – 45.960.000

Penawaran Sponsorship

Kami dari panitia Pameran Seni Tari sangat membuka kesempatan seluas luasnya kepada semua pihak untuk ikut berpartisipasi dalam mensukseskan dan melestarikan seni tari yang sudah ada.

Dengan segmen pasar yang luas serta promosi yang kami tawarkan kepada semua pihak dalam mempublikasikan usahanya di berbagai media yang ada.

Ada berbagai manfaat yang saling menguntungkan antara keduanya. Dengan menjadi sponsor acara yang kami tawarkan maka pihak sponsor akan mendapatkan manfaat antara lain:

a. Menggambarkan bahwa perusahaan yang menjadi sponsor peduli terhadap pelestarian budaya dan juga generasi muda. 

b. Mengedepankan dan memperkuat image bahwa produk dan perusahaan yang menjadi sponsor punya representatif disetiap kegiatan.

c. Meningkatkan dan mempertahankan citra yang menjadi sponsor adalah perusahaan yang sukses dan profesional

d. Meraih pemasaran yang luas sebab dipromosikan secara terprogram melalui media cetak, dan jejaring sosial juga Radio.

e. Mendapat atensi langsung dari pengunjung kegiatan Pameran Seni Tari Tradisional Lumajang.

Adapun tawaran kerjasama yang kami tawarkan adalah Sponsor Utama, Sponsor Platinum, Sponsor Gold

1. Sponsor Utama

Yang dimaksud dengan sponsor utama kegiatan ini adalah sponsor tunggal kegiatan.

Dengan menjadi sponsor utama ini akan mendapat bentuk penawaran eksklusif dengan kompensasi pembiayaan 100% dari kekurangan dana yang dibutuhkan yaitu Sebesar Rp.45.960.000.

Untuk perjanjiannya sendiri dikukuhkan dengan perjanjian tertulis yang tidak dapat diubah tanpa persetujuan kedua belah pihak.

Adapun kompensasi yang kami berikan untuk sponsor utama adalah :

1. Nama Kegiatan Menggandeng nama Sponsor Tunggal, seperti : “Pameran Seni Tari Tradisional Lumajang Bekerja Sama dengan (Nama Sponsor Utama)”

2. Promosi dan Penyebutan Nama Sponsor pada jejaring sosial media promosi cetak , radio & Pemasangan Banner di belakang panggung

3. Pemasangan Spanduk di tempat-tempat strategis dan di sekeliling tempat acara berlangsung.

4. Tidak ada space untuk sponsor lain selain sponsor tunggal.

2. Platinum Sponsorship

Yang dimaksud dengan platinum sponsorship adalah Sponsor yang menanggung kompensasi pembiayaan 75% dari kekurangan dana yang dibutuhkan yaitu sebesar Rp 34.470.000.

Untuk perjanjiannya sendiri dikukuhkan dengan perjanjian tertulis yang tidak dapat diubah tanpa persetujuan kedua belah pihak.

Adapun kompensasi yang kami berikan untuk platinum sponsorship adalah :

1. Pencantuman nama sponsor pada spanduk dengan ukuran lebih kecil dari sponsor utama.

2. Promosi dan Penyebutan Nama Sponsor kedua ( Co-Sponsor 1 ) dalam Jejaring sosial dan media publikasi cetak.

3. Diberikan hak memasang spanduk perusahaan sebanyak 10 buah spanduk dengan ukuran 2 x 2 meter.

4. Pencantuman Nama Sponsor pada Tag Panitia dan Tag Peserta dengan ukuran lebih kecil dari Sponsor Utama.

5. Slot waktu iklan 50 % dalam pengiklanan

3. Gold Sponsorship

Yang dimaksud dengan gold sponsorship adalah Adalah Sponsor yang menanggung kompensasi pembiayaan 50 % dari kekurangan dana yang dibutuhkan yaitu sebesar Rp 22.980.000.

Untuk perjanjiannya sendiri dikukuhkan dengan perjanjian tertulis yang tidak dapat diubah tanpa persetujuan kedua belah pihak.

Adapun kompensasi yang kami berikan untuk gold sponsorship adalah :

1. Pencantuman nama sponsor pada 2 spanduk dengan ukuran lebih kecil dari sponsor utama.

2. Promosi dan Penyebutan Nama Sponsor kedua ( Co-Sponsor 2 ) dalam Jejaring sosial dan media publikasi cetak.

3. Diberikan hak memasang spanduk perusahaan sebanyak 5 buah spanduk dengan ukuran 2 x 2 meter.

4. Pencantuman Nama Sponsor pada Tag Panitia & Tag Peserta  dengan ukuran lebih kecil dari Sponsor Utama.

5. Slot waktu iklan 25 % dalam iklan kegiatan.

Bentuk-bentuk kerjasama di atas memiliki tujuan untuk memperlancar proses kerjasama antara panitia dengan pihak partisipan, maka tidak menutup adanya negosiasi-negosiasi yang fleksibel demi kelangsungan acara.

Kami pun juga menyediakan lembar kerjasama khusus yang bisa dibicarakan terlebih dahulu agar kerjasama diantara kedua belah pihak dapat berjalan dengan maksimal.

Untuk keterangan lebih lanjut dan konfirmasi kesediaan silahkan menghubungi :

Suratno (085678990110)

Nuri Syahbandi (085225702900)

Nah itu tadi contoh proposal sponsorship event pameran yang bisa teman-teman jadikan referensi.

Jika masih mencari contoh proposal sponsorship event pdf seperti contoh proposal sponsorship event musik, silahkan download pada link yang tersedia ya.

Nah itu tadi Contoh Proposal Sponsorship pdf yang bisa teman-teman unduh. Semoga teman-teman suka dan semoga bermanfaat untuk kegiatan teman-teman ke depannya.

Contoh Proposal Pengajuan Dana

Contoh Proposal Pengajuan Dana Kegiatan Sekolah

Setelah membaca dengan teliti contoh proposal pengajuan dana untuk usaha maupun kegiatan yang kami sajikan, diharapkan tidak ada lagi kesalahan dalam membuat proposal yang dapat berujung gagal mendapatkan dana.

Dalam mencari donatur terkadang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Banyak hal yang merintanginya.

Mulai dari rasa kepercayaan donatur untuk mendonasikan uangnya hingga kemana saja proposal akan mendarat.

Salah satu cara untuk meyakinkan donatur tersebut adalah dengan membuat proposal pengajuan dana kegiatan atau usaha yang baik dan benar.

Dengan membuat proposal pengajuan dana yang baik dan benar maka akan lebih mudah dalam meyakinkan donatur. Bisa download file contoh proposal pengajuan dana kegiatan organisasi pdf untuk dibaca offline.

Jika teman-teman masih merasa kebingungan dalam membuat proposal pengajuan dana, tidak perlu khawatir ya.

Berikut ada 6 contoh proposal pengajuan dana baik untuk kegiatan maupun usaha:

1. Contoh Proposal Pengajuan Dana Kegiatan Lomba

Contoh Proposal Pengajuan Dana Kegiatan Lomba - bosmeal.com
Contoh Proposal Pengajuan Dana Kegiatan Lomba

Buat teman-teman yang sedang membuat kegiatan lomba, akan lebih mudah jika mencari donatur untuk diajak kerjasama.

Hal ini selain teman-teman mendapat suport dana juga berpotensi menambah jaringan dan juga kenalan untuk diajak kerjasama lebih jauh lagi.

Berikut ini adalah contoh proposal pengajuan dana kegiatan lomba futsal tingkat SMA se Kabupaten Blora yang bisa dijadikan referensi.

LOMBA FUTSAL TINGKAT SMA SE KABUPATEN BLORA

A. LATAR BELAKANG

Semakin hari perkembangan di dalam dunia olahraga terus mengalami perkembangan yang signifikan. Perkembangan ini mulai meningkat dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir.

Salah satu perkembangan dalam dunia olahraga yang sedang mengalami tren adalah futsal. Banyak para siswa SMA yang menyempatkan diri untuk bermain futsal, dan bahkan sering mengadakan pertandingan persahabatan lintas sekolah.

Akan tetapi sayangnya format pertandingan dalam bentuk perlombaan masih sangat jarang.

Ditambah lagi dengan potensi potensi muda yang terus bermunculan dan jika tidak dibuatkan wadah berupa perlombaan, dikhawatirkan potensi yang ada akan tenggelam oleh zaman.

Salah satu cara untuk menjaga dan bahkan mengembangkan potensi tersebut adalah dengan seringnya membuat kegiatan berupa perlombaan futsal.

Selain itu juga kegiatan lomba futsal ini bisa membuat para pemain lebih untuk mengaktualkan kreativitas dan sportivitas mereka dalam sebuah tournament/kompetisi.

Oleh karena itulah kami OSIS SMAN 1 Blora bermaksud untuk lebih memberikan ruang kepada para pemain untuk mengembangkan bakatnya sehingga kami bertujuan untuk mengadakan perlombaan futsal antar SMA se Kabupaten Blora.

B. LANDASAN HUKUM 

Adapun yang menjadi landasan kegiatan ini adalah : 

  • Program kerja Divisi Olahraga OSIS SMAN 1 Blora masa bakti 2017/2018

C. TUJUAN KEGIATAN

1. Untuk mengembangkan potensi olahraga futsal siswa SMA se Kabupaten Blora.

2. Untuk melatih sportivitas dan kreativitas olahraga futsal siswa SMA se Kabupaten Blora.

3. Untuk menambah/mengakrabkan tim-tim futsal SMA se kabupaten Blora.

4. Untuk melaksanakan program kerja.

D. BENTUK DAN NAMA KEGIATAN

Kegiatan ini diselenggarakan oleh OSIS SMAN 1 Blora dengan nama SAMIN CUP

E. SASARAN KEGIATAN

Adapun untuk sasaran kegiatan ini adalah siswa SMA se Kabupaten Blora

F. WAKTU DAN TEMPAT KEGIATAN LOMBA

Hari          : Sabtu – Minggu

Tanggal    :  18 – 19 November 2017

Tempat     :  GOR Mustika Blora

Tempat Pendaftaran: Kantor OSIS SMAN 1 Blora

G. BENTUK KEGIATAN

Pertandingan Futsal

Bentuk atau format pertandingan menggunakan sistem pool pada saat penyisihan dan sistem gugur pada putaran kedua.

Top Score Player

Pemain yang mencetak gol terbanyak dalam pertandingan ini.

The Best Keeper

Keeper yang menjaga gawangnya secara maksimum dalam pertandingan ini.

The Best Player

Pemain yang bermain secara individu dengan baik.

H. PESERTA LOMBA

Untuk peserta lomba futsal tingkat SMA se Kabupaten Blora ini adalah para siswa yang mewakili SMA masing-masing dengan daftar terlampir.

I. PELAKSANA KEGIATAN

Adapun pelaksana kegiatan ini berada dibawah naungan OSIS SMAN 1 Blora dengan susunan panitia terlampir

J. RENCANA ANGGARAN BIAYA

Adapun rencana anggaran biaya kegiatan lomba futsal tingkat SMA se Kabupaten Blora ini sebesar Rp 10.000.000 dengan rincian terlampir.

K. PENUTUP

Demikian proposal pengajuan dana kegiatan lomba ini kami buat dengan sebenar-benarnya. kami berharap agar kegiatan ini dapat berjalan lancar sebagaimana mestinya.

Atas segala bantuan baik moril maupun materil yang sudah diberikan bapak/ibu kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.

Hanya Tuhan Yang Maha Esak Allah swt yang dapat membalas segala kebaikan dan semoga menjadi suatu amalan yang bernilai tinggi di hadapan-Nya.

Akhir kata kami haturkan terima kasih yang sebesar-besarnya, semoga dengan pengajuan ini kita dapat mengikuti lomba dan dapat berjalan dengan lancar sebagaimana yang diharapkan.

Nah itu tadi contoh proposal pengajuan dana futsal yang bisa teman-teman jadikan acuan. Untuk contoh proposal kegiatan yang lain bisa ke kumpulan contoh proposal.

Atau mungkin teman-teman punya agenda contoh proposal pengajuan dana kegiatan sekolah? Yuk silahkan berbagi ya.

2. Contoh Proposal Pengajuan Dana untuk Usaha

Contoh Proposal Pengajuan Dana untuk Usaha - bosmeal.com
Contoh Proposal Pengajuan Dana untuk Usaha

Siapa bilang proposal pengajuan dana hanya bisa digunakan untuk kegiatan. Contoh proposal pengajuan dana pun juga bisa digunakan untuk usaha.

Berikut ini contoh proposal pengajuan dana untuk usaha pengembangan bisnis jajanan pasar.

Proposal Pengajuan Dana Untuk Usaha Bisnis Jajanan Pasar

A. Latar Belakang

Salah satu permasalahan bagi para pelaku usaha mikro dan juga pelaku usaha kecil adalh terbatasnya modal usaha.

Keterbatasan akan modal ini bukan hanya sewaktu akan memulai usaha, tetapi juga ketika akan melakukan ekspansi bisnis.

Karena itulah dibutuhkan peran investor atau pemilik modal agar pelaku usaha mikro atau pelaku usaha kecil dapat berkembang.

Selanjutnya salah satu kelompok usaha yang pada saat ini membutuhkan bantuan modal usaha adalah kelompok ibu-ibu RT 004 RW 006 Kelurahan Jetis Kecamatan Blora Kabupaten Blora.

Kelompok usaha kecil ini sedang berusaha mengembangkan bisnis jajanan pasar dan terkendala keterbatasan modal, sehingga rencana pengembangan usaha pada saat ini tidak dapat dilanjutkan

B. Profil Usaha

Kelompok ibu-ibu RT 004 RW 006 Kelurahan Jetis Kecamatan Blora Kabupaten Blora dalam menjalankan bisnis jual beli jajanan pasar sudah berlangsung sejak 2019. 

Pada awalnya produksi jajanan pasar ini hanya memiliki satu tempat usaha dan produksi.

Akan tetapi kini sudah memiliki empat cabang usaha dengan tempat yang berbeda-beda dan tersebar di dua kecamatan.

Pada saat ini kelompok ibu ibu ini memiliki konsumen dengan jumlah sudah cukup banyak yang omzet hariannya mencapai Rp 5.000.000

Menariknya, para konsumen jajanan pasar ini cukup beragam. Mulai dari perorangan hingga kelompok selalu menikmati jajanan pasar ini. Bahkan tidak jarang pula jajanan pasar ini dibeli untuk dijual kembali oleh pengecer.

Hal ini menjadikan bisnis jajanan pasar yang dijalankan oleh  kelompok ibu-ibu RT 004 RW 006 Kelurahan Jetis berpotensi untuk menambah angka penjualan.

C. Permasalahan

Dengan melihat grafik penjualan bulanan yang stabil bahkan naik, maka kelompok usaha kecil ini memiliki tujuan ingin menambah produksi.

Akan tetapi dikarenakan keterbatasan dana,maka hal tersebut urung dilakukan.

Adapun kendala yang terjadi antara lain peralatan yang kurang memadai sehingga modal membeli bahan baku yang tidak banyak.

D. Perkiraan Kebutuhan Dana

Untuk mengembangkan proyeksi pertumbuhan usaha selama satu hingga empat tahun kedepan maka kami lampirkan perkiraan kebutuhan dana.

Selain itu juga kami cantumkan gambaran keuntungan yang bisa didapatkan investor sebagai hasil investasi dengan rincian terlampir.

E. Penutup

Demikian proposal ini kami buat untuk diajukan. Besar harapan kami agar Bapak/Ibu mempertimbangkan permohonan tersebut sehingga kelompok usaha ini dapat terus berkembang. 

Semoga Allah swt Tuhan Yang Maha Esa membalas semua bantuan usaha yang telah bapak/ibu berikan kepada kami.

Atas perhatiannya, kami mengucapkan terima kasih.

Nah itu tadi contoh proposal pengajuan dana untuk usaha yang bisa dijadikan referensi. Untuk yang lebih lengkap lagi bisa ke contoh proposal usaha.

Jika teman-teman mencari contoh cover proposal pengajuan dana secara lengkap bisa dilihat dan download pada link yang tersedia.

3. Contoh Proposal Pengajuan Dana Ke Perusahaan

Contoh Proposal Pengajuan Dana ke Perusahaan - bosmeal.com
Contoh Proposal Pengajuan Dana ke Perusahaan

Selain contoh proposal pengajuan dana untuk usaha, teman-teman juga bisa menggunakan proposal pengajuan dana ke perusahaan untuk membantu usaha agar lebih berkembang. 

Seperti apa bentuk contoh proposal pengajuan dana ke perusahaan? Simak dibawah ini ya.

PROPOSAL PENGAJUAN DANA KE PT BIOFARMA

A. PENDAHULUAN

Bandung merupakan salah satu tujuan wisata yang populer di Indonesia. Di Bandung sendiri memiliki banyak tempat wisata, salah satunya adalah Teras Cihampelas.

Tempat wisata Cihampelas sendiri beralamatkan di Jl. Cihampelas No.162, Cipaganti ini memiliki daya tarik yang sangat kuat baik bagi pembeli maupun penjual.

Banyaknya penjual di Teras Cihampelas yang menawarkan berbagai macam produk unggulan seperti kaos souvenir, tas, oleh oleh khas Bandung, dan juga kuliner memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Para pelaku usaha yang lumayan banyak ini membuat mereka berlomba lomba untuk menarik konsumen dengan berbagai macam cara.

Walaupun memiliki manfaat, tetapi tidak dipungkiri jika usaha ini membuat sebagian pelaku usaha yang lain meredup sehingga membutuhkan inovasi yang berbeda dengan pelaku usaha yang lain.

Di sisi lain, tidak jarang pula bagi sebagian pelaku usaha memiliki kendala lain, salah satunya adalah kendala akan modal usaha yang terbatas.

Maka dari itulah kami mengajukan permohonan bantuan dana untuk tambahan modal usaha teman saya di Teras Cihampelas

B. LATAR BELAKANG

Di Teras Cihampelas sendiri dengan banyaknya penjual dan tidak jarang pula mereka menjual produk yang sama persis seperti yang lainnya.

Adapun tujuan saya mengajukan proposal ini adalah untuk membantu teman saya yang berjualan di komplek wisata Teras Cihampelas agar bisa mengembangkan usaha souvenir khas Bandung sehingga bisa menghidupi kebutuhannya sehari-hari.

Saya sendiri adalah seorang laki-laki berusia 27 tahun dan teman saya ini adalah seorang perempuan berusia 25 tahun.

Dia tinggal bersama neneknya di sebuah rumah kontrak di Jl. Cihampelas GG. Cimaung RT. 07/07 kelurahan tamansari kecamatan bandung wetan.

Sejak kecil dia sudah bersama neneknya dikarenakan kedua orang tuanya sudah meninggal karena kecelakaan.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya, dia masih bersyukur karena masih bisa tercukupi, walaupun dengan keadaan yang sederhana.

Walaupun demikian dia tidak putus asa dan terus berusaha lebih karena kebutuhan hidup semakin hari semakin tinggi. 

Maka dari itulah saya berkeinginan membantu teman saya dengan mengajukan mengajukan proposal permohonan bantuan dana untuk tambahan modal usaha yang dijalaninya.

C. MAKSUD DAN TUJUAN

Adapun maksud dan tujuan dari permohonan dana bantuan ini adalah untuk mengembangkan potensi usaha di Teras Cihampelas sehingga dapat meningkatkan taraf hidup bagi anggota keluarga

D. USAHA

Adapun jenis usaha yang saya ajukan untuk teman saya ini adalah usaha oleh-oleh souvenir khas Kota Bandung.

Di Komplek yang digunakan oleh teman saya ini, usaha souvenir sendiri masih belum banyak yang menyamainya.

Dengan sentuhan inovasi penjualan dan masih jarangnya orang yang berjualan souvenir maka saya merasa ini merupakan sebuah peluang bagi teman saya dalam menciptakan sebuah inovasi yang berbeda dengan pelaku usaha lain. 

Selain usaha souvenir oleh-oleh khas Bandung, di situ juga terdapat aneka minuman dengan harga yang murah dan juga ditunjang dengan spot foto sehingga kedepannya usaha tersebut akan semakin berkembang.

E. ANGGARAN DANA YANG DIAJUKAN

Adapun rencana anggaran dana yang diajukan adalah sebesar Rp 7.500.000 dengan rincian terlampir

F. PENUTUP

Demikianlah proposal pengajuan dana ini saya buat dengan sebenar-benarnya. Besar harapan saya agar proposal pengajuan dana ini menjadi sebuah pertimbangan untuk kemudian direalisasikan. 

Semoga niat dan usaha baik ini mendapat kemudahan dan keridlaan dari Allah swt Tuhan Yang Maha Esa.

Atas perhatian dan bantuannya saya ucapkan banyak terima kasih.

Nah itu tadi contoh proposal pengajuan dana ke perusahaan yang bisa menjadi pertimbangan. Bagaimana cara membuatannya, mudah bukan?

4. Contoh Proposal Pengajuan Dana Kegiatan Organisasi

Contoh Proposal Pengajuan Dana Kegiatan Organisasi - bosmeal.com
Contoh Proposal Pengajuan Dana Kegiatan Organisasi

Buat teman-teman yang menjadi pengurus baru karang taruna pasti membutuhkan satu kebutuhan yang namanya seragam.

Walaupun kelihatannya sepele, tetapi seragam merupakan salah satu identitas wajib yang harus ada dalam karang taruna.

Nah dalam membuat seragam sendiri teman-teman bisa membuat proposal proposal karang taruna pengajuan dana seragam.

Bila teman-teman masih kebingungan silahkan dilihat contoh proposal proposal karang taruna pengajuan dana seragam berikut ini.

PROPOSAL

KARANG TARUNA DHARMA KENCANA

DUKUH BANGOAN DESA JIKEN KECAMATAN JIKEN

Sekretariat: Bangoan RT 04 RW 08, Jiken, Jiken Telp. 082328676328

 

 

 

TAHUN 2019

 

KARANG TARUNA DHARMA KENCANA

DUKUH BANGOAN DESA JIKEN KECAMATAN JIKEN

Sekretariat: Bangoan RT 04 RW 08, Jiken, Jiken Telp. 082328676328

 Nomor             : 001/KT-DK/P/XI/2019                                   Jiken, 30 November 2019

Lampiran         : 1 (satu) proposal

Hal                   : Permohonan Bantuan

 

Kepada Yth.

Ibu Kepala Desa Jiken

 di tempat

Assalamu’alaikum wr. wb.

Dalam rangka untuk menciptakan kerapian serta kekompakan dari Karang Taruna “Dharma Kencana” dalam berbagai kegiatan maka kami dari pengurus Karang Taruna “Dharma Kencana dukuh Bangoan Desa Jiken memohon kepada ibu kepala desa untuk membantu kami dalam hal pengadaan seragam tersebut.

Adapun total biaya yang kami perlukan untuk pengadaan seragam tersebut adalah Rp 4.000.000,00 (Empat Juta Rupiah) dengan rincian terlampir dalam proposal 

Demikian surat pengantar proposal yang bisa kami buat dan kami sampaikan, atas partisipasi dan bantuannya kami ucapkan banyak terima kasih.

Mengetahui

Ketua Karang Taruna

Ahmad Faizin

Ketua RT 04

Tugiman

Ketua RT 05 

Wakimin

Menyetujui,

Ketua RW 08

Sugiyono

A. PENDAHULUAN

Organisasi karang taruna merupakan wadah pengembangan generasi muda untuk bergerak di bidang sosial agar semakin menumbuhkan dan mengembangkan kesadaran dan tanggung jawab sosial dari,oleh, dan untuk masyarakat. 

Di setiap tempat, karang taruna memiliki tugas pokok untuk menanggulangi kesejahteraan sosial yang  dihadapi generasi muda, baik yang bersifat preventif, rehabilitative maupun pengembangan potensi generasi muda di lingkungannya.

Dalam menjalankan tugas pokoknya hampir selalu berjalan bersama-sama dengan pemerintah dan komponen masyarakat lainnya

Karang taruna Dharma Kencana sendiri merupakan bagian kelompok dari karang taruna desa jiken dengan anggota pemuda pemudi RT 04 dan 05 RW 08 Dukuh Bangoan Desa Jiken.

Dengan sebagian besar pengurus berasal dari keluarga berekonomi pas pasan cenderung rendah sehingga kurang mampu untuk membeli seragam untuk keperluan sinoman dan kegiatan kepemudaan lainya. 

Maka dari itulah kami memiliki maksud dan tujuan memohon dukungan dana untuk memenuhi kebutuhan prasarana kami.

Selain itu juga untuk meningkatkan semangat dan kekompakan para pemuda dalam berkontribusi pembangunan kampung kami.

B. LANDASAN KEGIATAN

Adapun landasan kegiatan pengadaan seragam ini berdasarkan pada hasil musyawarah pembina dan pengurus karang taruna RT 04 dan 05, RW 08 Dukuh Bangooan Desa Jiken pada tanggal 17 Oktober 2019 mengenai “Perencanaan pelaksanaan pengadaan seragam karang taruna Dharma Kencana Dukuh Bangoan Desa Jiken”.

C. TEMA

Adapun tema kegiatan pengadaan karang taruna yaitu:

“Keserasian dan Kekompakan sebagai bagian dari persaudaraan”.

D. TUJUAN

Adapun tujuan pengadaan seragam karang taruna ini adalah sebagai berikut:

1. Untuk menciptakan kerapian anggota karang taruna saat melakukan kegiatan sosial / kemasyarakatan.

2. Untuk menumbuhkan rasa kebersamaan dan persaudaraan antar anggota karang taruna Dharma Kencana, RT 04 dan 05 RW 08 Dukuh Bangooan Desa Jiken.

3. Untuk membuat para anggota lebih bertanggung jawab dan berdisiplin tinggi dalam berbagai kegiatan.

4. Untuk meningkatkan rasa percaya diri terhadap anggota karang taruna Dharma Kencana dalam menghadapi era globalisasi yang semakin berkembang pesat.

5. Untuk melatih jiwa berorganisasi, khususnya dalam kepanitiaan dan manajemen kegiatan.

E. SASARAN

Adapun sasaran kegiatan karang taruna ini adalah:

1. Anggota karang taruna Dharma Kencana  Dwi Manunggal, RT 04 dan  05 RW 08 Dukuh Bangooan Desa Jiken.

2. Masyarakat di lingkungan RT 04 dan  05 RW 08 Dukuh Bangooan Desa Jiken

F. ESTIMASI ANGGARAN

Adapun untuk estimasi rencana anggaran belanja sebesar Rp 4.000.000 dengan rincian terlampir.

G. SUSUNAN STRUKTUR ORGANISASI

Adapun struktur organisasi karang taruna Dharma Kencana RT 04 dan  05 RW 08 Dukuh Bangooan Desa Jiken terlampir

H. PENUTUP

Demikianlah proposal pengajuan dana seragam karang taruna yang bisa kami sampaikan.

Besar harapan kami semoga dengan pengadaan seragam bagi karang taruna ini dapat bermanfaat bagi semua pihak. 

Oleh karena itulah kami sangat mengharapkan dukungan serta partisipasi dari semua pihak dalam rangka mensukseskan pengadaan seragam karang taruna tersebut.

Atas perhatian dan kerjasama dari semua pihak kami mengucapkan terima kasih dan semoga amal kebaikan Bapak / Ibu mendapatkan pahala dari Allah SWT. Aamiin

Jiken, 30 November 2019

Panitia

Ketua Karang Taruna

Ahmad Faizin

Sekretaris

Supriyono

Mengetahui

Ketua RT 04

Tugiman

Ketua RT 05 

Wakimin

Menyetujui,

Ketua RW 08

Sugiyono

Lampiran I Rencana Anggaran Belanja Seragam

1. Seragam Putra

a). Baju Batik lengan pendek 25 orang ( Harga @ Rp 50.000) = Rp 1.250.000

2 Seragam Putri

a). Baju Batik lengan panjang 25 orang (Harga @ Rp 70.000) = Rp 1.750.000

b). Jilbab / Kerudung 25 orang (Harga @ Rp 20.000) = Rp 500.000

3. Kokard 50 buah (Harga @ Rp 5.000) = Rp 250.000

Total = Rp 3.750.000 

Rancangan Anggaran Biaya

A. Pemasukan

1. Iuran anggota               : Rp 25.000 x 50 = Rp 1.250.000

2. Kas Karang Taruna       : Rp 1.000.000,00

Total Pemasukan            : Rp 2.250.000                                                                                

B. Pengeluaran

1. Seragam                   : Rp 3.750.000                  

2. Kesekretarisan          : Rp 250.000                                                       

Total Pengeluaran        : Rp 4.000.000

Total Kekurangan = Pemasukan – Pengeluaran

   = Rp 2.250.000 – Rp 4.000.000

   = – Rp 1.750.000               

Lampiran II Susunan Struktur Organisasi Karang Taruna Dukuh Bangoan Desa Jiken 

SUSUNAN STRUKTUR ORGANISASI

Pelindung                   :Bp. Tugiman (Ketua RT 04) dan Bp. Wakimin (Ketua RT 05) 

Penasehat                   : Bp. Kamin

Penanggung Jawab    : Bp. Sugiyono

Ketua I                        : Ahmad Faizin

Ketua II                       : Sunarto

Sekretaris I                  : Supriyono

Sekretaris II                 : Anggita Sari

Bendahara I                 : Lilik Herlina

Bendahara II                : Muhammad Zul Fawaid

Anggota                       :

1. Adi Saputra

2. Sopyan Wahyudi

3. Andika Pratama

4. Sahrul Kurniawan

5. Budi Utomo

6. Nur Alif Wiguna

7. M.Nur Alimin 

8. Alfin Nikmah

9. Maulin Nikmah

10. Imam Utomo

11. Nida Nur Khasanah

12. Nia Arumsari

13. Nur Muliana Mufida

14. Nurul Fadlilah

15. Bina Apriliani 

16. Wulan Intan Purnama

17. Rizka Khubrotun Nisa

18. Meinila Nur Aisyah

19. Siti Sulistyorini

20. Imam Hanafi

21. Sukarjan

22. Aditya setiawan

23. Sigit Purnomo

24. Ninik Rahayu

25. Heriyanto 

26. Dony Saputra

27. Istiqomah

28. Desiana N

29. Siti Maryani

30. Sri Jumiati

31. Slamet Widodo 

32. Dyah purnamawati 

33. Dyah Ayu V

34. Inggit Sukmawati

35. Dewi nur fadila

36. Tutik  Nur Santi

37. Supangat

38. Abdul Mufid

39. Nia Rizki Puspitasari

40. Nila Aprilia

41. Puji Rahayu

42. Eka Puspitasari

43. Indah mayangsari

44. Nur Aeni

45. Nurul Ummah

Nah itu tadi contoh proposal pengajuan dana kegiatan pengadaan seragam karang taruna lengkap dengan contoh cover proposal pengajuan dana.

Artikel Terkait: Contoh Proposal Penelitian

5. Contoh Proposal Pengajuan Dana Kegiatan Sekolah