Contoh Proposal Penelitian

Contoh Proposal Penelitian Sederhana

Contoh proposal penelitian ilmiah atau proposal karya ilmiah biasanya digunakan sebagai landasan izin untuk menyelesaikan / melakukan suatu penelitian.

Bagi seseorang yang sudah terbiasa melakukan penelitian, proposal penelitian bisa juga digunakan untuk mendapatkan dana sponsor dari pihak yang memiliki kepentingan terhadap hasil penelitian.

Proposal sendiri merupakan sebuah karya ilmiah yang berisikan tentang desain penelitian secara detail yang dilandasi dengan latar belakang permasalahan, alasan, teori serta metode yang digunakan untuk memecahkan masalah penelitian.

Bagi teman-teman yang baru memulai dengan proposal karya ilmiah, baiknya perlu memahami terlebih dahulu seluk beluk dari proposal penelitian.

Tujuannya agar teman-teman dapat membuat karya proposal penelitian ilmiah yang baik, memiliki sistematika penulisan proposal runtut dan benar.

Apa itu Proposal Penelitian?

apa itu pengertian proposal penelitian - bosmeal.com
Gambar apa itu pengertian proposal penelitian ilmiah

Sebelum membahas lebih jauh tentang proposal penelitian beserta contoh proposal yang ada, alangkah baiknya mengetahui terlebih dulu pengertian proposal penelitian.

Proposal penelitian sendiri merupakan sebuah dokumen yang dibuat untuk mengusulkan sebuah kegiatan atau proyek penelitian.

Bisa dikatakan juga bahwa proposal penelitian merupakan dokumen yang ditulis oleh seseorang, baik individu atau kelompok untuk menjelaskan permasalahan-permasalahan dan langkah menyelesaikan masalah secara ilmiah.

Dalam proposal penelitian secara garis besar harus bisa memberikan peta atau ringkasan informasi yang akan dibahas kepada pembaca atau pihak yang berkepentingan.

Di dalam proposal penelitian harus bisa memfokuskan pembahasan pada sebuah dampak atau evaluasi permasalahan yang diperlukan untuk melaksanakan rencana penelitian yang diusulkan secara strategis dan koheren.

Dari segi kualitas, proposal yang baik bukan dilihat dari seberapa hebat permasalahan atau ide yang teman-teman ajukan, tetapi seberapa dalam pembahasan yang akan teman-teman lakukan.

Selain itu juga proposal yang berkualitas akan dinilai berdasarkan seberapa runtut ide atau gagasan yang teman-teman sampaikan dalam tulisan.

Ide-ide atau gagasan dari proposal itu harus melalui pertimbangan topik-topik yang berhubungan yang kemudian dikerucutkan menjadi sebuah tema dan dibatasi dengan judul yang jelas.

Sebagai seorang peneliti, teman-teman harus siap menghadapi penolakan dan juga masukan atau kritikan karena ide atau gagasan yang kita buat tidak sesuai dengan mereka.

Problem yang sudah ada, baik permasalahan yang kita angkat dan juga tantangan dari pihak luar harus kita hadapi dengan cara membuat proposal yang berkualitas.

Agar bisa berkualitas, proposal yang teman-teman buat harus koheren, jelas, dan meyakinkan. Contoh proposal ilmiah tentang sosial.

Tujuan Proposal Penelitian

Tujuan Proposal Penelitian - bosmeal.com
Gambar Tujuan Proposal Penelitian Ilmiah

Dalam membuat proposal penelitian tentunya memiliki tujuan masing-masing. Akan tetapi, secara garis besar tujuan dari proposal penelitian itu adalah untuk menyajikan permasalahan-permasalahan yang akan kita angkat dengan menunjukkan data-data yang ada.

Kemudian data-data tersebut disajikan secara praktis di mana studi atau penelitian yang diusulkan harus dan penting untuk dilakukan.

Selanjutnya dalam membuat proposal penelitian perlu dilakukan tinjauan literatur yang luas untuk membedakan proposal yang kita buat dengan hasil penelitian yang sudah ada.

Dalam membuat proposal penelitian haruslah memberikan bukti-bukti persuasif bahwa ada kebutuhan untuk studi yang diusulkan dalam penelitian.

Kemudian untuk membuat tujuan proposal agar semakin jelas, selain menampilkan alasan perlunya proposal penelitian ini dilakukan, juga perlu dijelaskan pula metodologi penelitian yang akan dilakukan.

Dalam menjelaskan metodologi penelitian perlu dijelaskan secara terperinci agar penelitian yang akan kita lakukan menjadi konsisten dengan persyaratan profesional atau bidang akademik dan pernyataan tentang hasil yang diharapkan dan/atau manfaat yang diperoleh dari penyelesaian studi atau penelitian.

Dari sini dapat dikatakan tujuan proposal penelitian secara spesifik adalah menggarisbawahi bidang-bidang studi terperinci dan memastikan bahwa proposal penelitian yang disusun layak dan penting untuk dilakukan.

Jenis jenis Proposal Penelitian

Jenis jenis Proposal Penelitian Ilmiah - bosmeal.com
Gambar Jenis jenis Proposal Penelitian Ilmiah

Setelah kita mengetahui bersama tujuan dari proposal penelitian, ada baiknya jika kita juga mengetahui jenis-jenis proposal penelitian.

Adapun jenis-jenis proposal penelitian adalah sebagai berikut

1. Proposal Penelitian Kualitatif

Jenis proposal penelitian yang pertama adalah proposal penelitian kualitatif.

Proposal penelitian kualitatif sendiri merupakan suatu proposal yang dibuat dengan menggunakan metode pengumpulan data dari latar belakang alami dan memanfaatkan diri peneliti sebagai sebuah instrumen kunci dalam penelitian untuk mengungkapkan permasalahan secara holistik kontekstual atau secara menyeluruh dan sesuai dengan konteks/apa adanya.

Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian deskriptif pada umumnya adalah pendekatan kualitatif dengan bentuk analisis yang bersifat deskriptif.

Sehingga hasil penelitian yang didapat merupakan data-data yang sudah mengalami pengolahan dan tidak terpaku pada angka-angka prosentase.

Di dalam menjalankan penelitian kualitatif, hal yang lebih dititik tekankan atau ditonjolkan lebih kepada proses dan makna (perspektif subyek) yang ada.

Adapun karakteristik dari penelitian kualitatif lebih kepada pewarnaan sifat dan bentuk laporannya.

Oleh karena itu bentuk susunan dari laporan penelitian kualitatif lebih kepada narasi yang ditampilkan bersifat kreatif dan mendalam serta menunjukkan karakteristik naturalistik yang penuh keotentikan data penelitian.

Contoh judul proposal penelitian kualitatif  Analisis Potensi Limbah Tebu Sebagai Bahan Bakar Pembangkit Listrik Energi Biomassa Di Pabrik Gula

2. Proposal Penelitian Kuantitatif

Jenis proposal penelitian selanjutnya adalah proposal penelitian kuantitatif.

Proposal penelitian kuantitatif sendiri merupakan proposal yang dibuat dengan menggunakan pendekatan deduktif-induktif yang kemudian dikembangkan menjadi permasalahan beserta pemecahan yang diajukan untuk memperoleh pembenaran (verifikasi) dalam bentuk dukungan data empiris di lapangan.

Pendekatan deduktif-induktif merupakan suatu pendekatan yang diawali dari suatu kerangka teori, gagasan para ahli, ataupun pemahaman peneliti berdasarkan pengalamannya.

Adapun bentuk atau cara melakukan penelitian kuantitatif ini adalah dengan menggunakan data berupa angka sebagai alat menganalisis keterangan mengenai apa yang ingin diketahui

Kemudian dalam bentuknya, penelitian kuantitatif ini lebih banyak menggunakan logika hipotesis. Caranya yaitu dimulai dengan berfikir deduktif untuk menurunkan hipotesis.

Setelah itu melakukan pengujian di lapangan dan kesimpulan atau hipotesis tersebut ditarik berdasarkan data empiris.

Oleh karena itulah proposal penelitian kuantitatif ini lebih kepada menentukan indek-indek dan pengukuran empiris.

Data-data proposal penelitian yang ada kemudian dikembangkan menjadi sebuah permasalahan – permasalahan disertai dengan pemecahan masalahnya.

Kemudian diajukan untuk memperoleh pembenaran (verifikasi) dalam bentuk dukungan data empiris di lapangan.

3. Proposal Penelitian Pengembangan

Jenis proposal penelitian selanjutnya adalah proposal penelitian pengembangan.

Yang dimaksud dengan proposal penelitian pengembangan sendiri adalah proposal yang digunakan memecahkan permasalahan yang aktual dengan cara atau metode pengkajian  kegiatan atau penelitian yang sudah ada untuk dikembangkan atau dibuat menjadi rancangan atau produk yang baru.

Secara ringkasnya, proposal penelitian penelitian pengembangan ini bisa dibilang sebagai proposal yang meneliti masalah lanjutan yang pernah diteliti dan ditulis sebelumnya.

Adapun dalam penekanannya, jenis proposal penelitian pengembangan ini lebih menitik beratkan kepada teori-teori, konsep-konsep, prinsip-prinsip, atau temuan-temuan penelitian untuk memecahkan masalah yang ada.

Kemudian dari segi format penulisan atau pembuatan proposal penelitian pengembangan sangat berbeda dengan dengan proposal penelitian yang ditulis berdasarkan kegiatan penelitian.

Jenis proposal penelitian pengembangan ini ada karena dapat menjadi penghubung atau pemutus kesenjangan antara penelitian dasar dengan penelitian terapan.

Sehingga karakteristik kegiatan pengembangan dan kegiatan penelitian berorientasi pada hasil berbeda.

Walaupun sama-sama melakukan penelitian, tetapi penelitian pengembangan dilakukan untuk mengaplikasikan temuan atau teori untuk memecahkan suatu permasalahan, bukan untuk mencari jawaban atas suatu permasalahan.

4. Proposal Penelitian Kajian Pustaka

Jenis proposal penelitian selanjutnya adalah proposal penelitian kajian pustaka.

Proposal penelitian kajian pustaka sendiri merupakan proposal yang dibuat dengan menggunakan bahan-bahan pustaka yang relevan untuk memecahkan suatu permasalahan yang pada dasarnya bertumpu pada penelaahan atau kajian kritis dan mendalam.

Adapun cara atau metode yang dilakukan adalah dengan mengumpulkan berbagai data dan juga informasi dari sumber pustaka yang relevan atau sesuai, kemudian disajikan dengan cara untuk keperluan baru.

Dalam proses pembuatannya, dibutuhkan bahan-bahan pustaka sebagai sumber ide untuk menggali pemikiran atau gagasan baru dan sebagai bahan dasar untuk melakukan deduksi dari pengetahuan yang telah ada.

Ini membuat hasil dari penelitian dapat dikembangkan kerangka teori baru, atau sebagai dasar pemecahan masalah.

[ BARU ] : Contoh Proposal Kegiatan yang Kreatif

Sistematika Penulisan Proposal Penelitian

Sistematika Penulisan Proposal Penelitian Ilmiah- bosmeal.com
Sistematika Penulisan Proposal Penelitian

Setelah kita mengetahui bersama jenis-jenis proposal penelitian, kita juga perlu mengetahui sistematika penulisan proposal.

Dari keempat jenis yang sudah disebutkan di atas, secara umum memiliki kesamaan dalam penulisan atau cara membuat proposal penelitian.

Secara umum, sistematika penulisan proposal penelitian atau cara membuat proposal terdiri dari:

1. Menentukan Nama atau Judul Proposal Penelitian

Untuk menentukan nama atau judul proposal tidak bisa serta merta. Kita perlu juga menentukan masalah apa yang akan kita jadikan penelitian.

Setelah pokok masalah, agar kajian tidak semakin meluas, maka dibutuhkan juga yang namanya pembatasan ruang lingkup masalah.

Setelah pokok permasalahan didapatkan kemudian ruang lingkupnya dibatasi, selanjutnya kita buat judul yang relevan, lugas dan sederhana tetapi tetap spesifik.

Selain dengan menentukan pokok masalah dan juga pembatasan ruang lingkup, kita juga perlu membaca referensi-referensi yang ada dan juga menggali informasi tentang hasil dari penelitian yang sejenis.

Ini bertujuan untuk membuat pembeda antara penelitian yang akan kita lakukan dengan hasil penelitian yang sudah ada.

Dalam perjalanannya bukan tidak mungkin judul yang awalnya kita buat akan mendapatkan revisi, entah sedikit maupun banyak.

Nah buat teman-teman yang terpaksa merubah judul jangan risau ya. Hal ini karena merubah judul tidak akan merubah konten atau isi proposal yang kita buat.

Lebih baik merubah judul proposal daripada judul tetap tetapi harus merubah konten atau isinya.

2. Pendahuluan

Setelah judul selesai kita buat, kita pun juga harus membuat pendahuluannya terlebih dahulu. Di dalam pendahuluan proposal itu sendiri setidaknya teman-teman harus menyertakan unsur-unsur dasar dalam proposal. Unsur-unsur tersebut adalah

A. Latar Belakang

Latar belakang ini merupakan uraian atau penjelasan pentingnya masalah ini ditulis. Untuk bisa membuat latar belakang yang baik, teman-teman harus bisa menentukan perbedaan atau ketidak sesuaian antara teori dan kenyataan.

Jika antara teori dan kenyataan tidak ada masalah maka dapat dipastikan proposal penelitian teman-teman akan diabaikan.

Contoh proposal penelitian kemiskinan dengan mengambil fokus pada karakteristik kemiskinan. Kemudian teori yang digunakan atau lebih lazim diketahui orang adalah sudah adanya standar kemiskinan yang ditentukan oleh negara.

Akan tetapi pada kenyataannya standar kemiskinan ini masih ambigu dan saling tumpang tindih.

Kemudian muncullah solusi penelitian yang diajukan untuk melihat standar kemiskinan agar bisa menjadi standar yang padu.

Dari sinilah kemudian bisa dilihat bagaimana penelitian yang akan kita jalankan. Untuk itulah teman-teman harus bisa jeli dalam membaca masalah dan kemudian melihat teori yang ada. Apakah sudah sesuai atau belum.

Kemudian agar penelitian yang akan teman-teman lakukan menjadi lebih berbobot, tampilkan juga data-data baik itu dari media massa terpercaya maupun melihat kondisi suatu keadaan.

Adapun untuk contoh contoh latar belakang proposal penelitian bisa dilihat di bawah dalam bab Contoh Proposal Penelitian.

B. Rumusan Masalah

Setelah latar belakang penelitian sudah kita buat, selanjutnya teman-teman perlu juga membuat rumusan masalahnya. Rumusan masalah dalam penelitian merupakan elemen kunci yang membuat penelitian kita menarik atau tidak.

Walaupun kelihatannya sederhana, kita “hanya membuat pertanyaan” yang kemudian dijawab dengan melakukan proses penelitian, tetapi sebenarnya tidaklah sederhana.

Untuk membuat rumusan masalah yang berkualitas, teman-teman perlu melihat berbagai referensi yang relevan dan juga kajian-kajian atau hasil penelitian agar penelitian kita nanti tidak sia-sia.

Setelah melalui berbagai pertimbangan, selanjutnya teman-teman bisa membuat rumusan masalah dengan bahasa yang lugas, dan memiliki manfaat. Selain itu juga pastikan rumusan masalah yang kita buat memiliki keterikatan tentang judul.

Contoh proposal penelitian karakteristik kemiskinan di Bondowoso. Nah dari judul tersebut kita bisa membuat rumusan masalah bagaimana karakteristik kemiskinan di Bondowoso?

C. Tujuan Penelitian

Setelah rumusan masalah selesai, kita juga perlu membuat tujuan penelitian. Nah membuat tujuan penelitian ini memang terbilang mudah kok. Asal rumusan masalah sudah dibuat maka kita bisa membuat tujuan penelitian ini.

Nah dibalik kemudahan tersebut, teman-teman perlu mengetahui juga cara membuat tujuan penelitian agar memiliki nilai dan manfaat kedepannya.

Ini karena tujuan penelitian itu sendiri merupakan sebuah indikasi kemana arah penelitian itu dilakukan. Atau dengan kata lain mau diapakan data-data serta informasi yang akan didapatkan dari penelitian itu.

Dalam membuat tujuan penelitian, teman-teman harus membuatnya dalam bentuk pernyataan yang konkret, yang dapat diamati dan dapat diukur. Jadi bukan kalimat tanya.

Adapun tujuan dari penelitian secara umum dapat dikelompokkan menjadi tiga. Yaitu untuk menemukan ilmu yang baru, mengembangkan pengetahuan yang sudah ada dan yang terakhir untuk menguji pengetahuan yang ada.

D. Manfaat Penelitian

Setelah teman-teman menjelaskan bagaimana tujuan proposal penelitian, selanjutnya perlu juga ditampilkan manfaat penelitian.

Adapun manfaat penelitian sendiri merupakan uraian manfaat yang dirasakan atau dihasilkan dari penelitian yang sudah kita lakukan. Kita bebas memikirkan manfaat apa yang akan yang akan dihasilkan dari penelitian kita.

Semakin kritis penelitian yang kita buat akan semakin besar manfaat yang akan didapatkan.

Nah dalam penelitian, kita harus mengetahui jenis manfaat dalam penelitian. Jenis manfaat dalam penelitian ada dua, yakni manfaat secara teoritis dan manfaat secara praktis.

Adapun manfaat teoritis dalam penelitian adalah sebagai sebuah verifikasi terhadap teori yang sudah ada. Fungsi dari manfaat teoritis adalah untuk menggugurkan atau memperkuat teori yang kita gunakan tersebut.

Kemudian munculnya manfaat teoritis dilatarbelakangi oleh ketidakpuasan atau keraguan terhadap teori yang sudah ada sehingga dilakukan penyidikan kembali secara untuk dibuktikan secara empiris.

sementara manfaat penelitian secara praktis adalah sebagai sarana memecahkan masalah praktis. Pada umumnya manfaat praktis penelitian tidak hanya tertuju pada satu objek, tetap juga bisa bermanfaat untuk berbagai macam objek.

Nah jika teman-teman punya angan-angan tentang manfaat penelitian bisa juga dimasukkan semuanya.

Sangat PentingContoh Abstrak Makalah dan Cara Membuatnya

3. Tinjauan Pustaka

Bab selanjutnya setelah pendahuluan adalah tinjauan pustaka. Pada bab tinjauan pustaka ini merupakan penjelasan tema penelitian yang terkait dalam bentuk review literatur atau hasil penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya.

Pada umumnya bab tinjauan pustaka ini didukung dengan teori yang mencantumkan sitasi dari peneliti sebelumnya.

Selanjutnya untuk membuat bab tinjauan pustaka harus menggunakan literatur harus relevan dan up to date.

Kemudian dalam bab tinjauan pustaka juga memuat dasar teori ataupun definisi konseptual dari istilah-istilah yang digunakan dalam penelitian nantinya.

Nah pada penelitian kuantitatif, bab tinjauan pustaka ini digunakan untuk menyusun hipotesis, sementara untuk penelitian kualitatif, bab tinjauan pustaka digunakan untuk menyusun kerangka teoritis.

Kemudian untuk membuat bab tinjauan pustaka setidaknya kita harus menjelaskan tiga pokok sub bab, yakni Landasan teoritik, telaah pustaka dan juga kerangka pemikiran.

A. Landasan Teoritik

Sub bab pertama dalam tinjauan pustaka adalah Landasan teoritik. Untuk penamaan sub babnya, mungkin teman-teman akan menemukan istilah yang berbeda.

Ada yang menyebutnya landasan teori, kajian teoritik dan juga ada yang menempatkan penegasan Istilah dalam sub bab tinjauan pustaka.

Landasan teori sendiri merupakan salah satu bagian yang tidak terpisahkan dalam suatu penelitian. Ini karena dalam landasan teori memuat  tentang teori-teori dan juga hasil penelitian yang berasal dari studi kepustakaan.

Oleh karena itulah landasan teori juga sering disebut dengan kerangka teori. Kemudian pada umumnya kerangka Teori sendiri sendiri terbentuk dari beberapa konsep.

Konsep tersebut terdiri dari definisi dan juga referensi yang akan digunakan untuk literatur ilmiah yang sangat relevan, teori yang digunakan untuk studi atau penelitian.

Pada bagian ini pulalah kita harus memberikan pemahaman mengenai teori dan juga konsep yang relevan dengan topik penelitian yang dibahas dan yang berkaitan dengan bidang pengetahuan yang lebih luas yang sedang dipertimbangkan.

B. Telaah Pustaka

Setelah kita bersama membahas tentang landasan teoritik, sub bab selanjutnya yang tidak boleh kita lewatkan adalah telaah pustaka.

Telaah pustaka sendiri merupakan suatu review atau ulasan dari pemahaman dokumentasi dari hasil yang dipublikasikan dan yang tidak dipublikasikan dari sumber sekunder pada bidang minat peneliti.

Tujuan review ini adalah untuk membedakan antara penelitian yang sudah ada dengan penelitian yang kita lakukan.

Dalam telaah pustaka ini, selain kira menampilkan hasil karya maupun teori, kita juga bebas memberikan masukan, kritikan , baik itu kelebihan maupun kekurangan dari tulisan atau penelitian tersebut.

Selain itu juga dalam telaah pustaka, kita bisa membandingkan antara penelitian satu dengan yang lainnya. Kita pun juga bisa mengomentari asalkan dapat dipertanggungjawabkan.

C. Kerangka Pemikiran

Sub bab selanjutnya dalam telaah pustaka adalah kerangka pemikiran. Kerangka pemikiran sendiri merupakan sebuah rancangan atau garis besar yang telah digagas oleh peneliti dalam merancang proses penelitian yang akan dilakukan.

Di dalam kerangka pemikiran kita memberikan penjelasan sementara terhadap gejala yang menjadi objek permasalahan. Nah penjelasan ini kemudian akan diuji dalam penelitian.

Dalam penyusunannya, kerangka pemikiran diambil berdasarkan tinjauan pustaka hasil penelitian yang relevan atau terikat.

kemudian agar alur pemikiran terlihat meyakinkan, dibutuhkan kriteria utama yaitu alur-alur pemikiran yang logis dalam membangun suatu berpikir yang membuahkan kesimpulan berupa hipotesis.

Selanjutya permasalahan – permasalahan yang sudah diidentifikasi berdasarkan latar belakang akan dihubungkan dengan teori sehingga ditemukan pula pemecahan atas permasalahan yang telah diidentifikasi tersebut.

Ini bertujuan agar dapat menjawab atau menerangkan masalah yang telah diidentifikasi itu.

4. Metodologi Penelitian

Bab selanjutnya dalam penyusunan proposal penelitian adalah adanya metodologi penelitian. Pada bab ini mungkin sebagian dari kita ada yang mencantumkan metode penelitian, bukan metodologi penelitian.

Metodologi penelitian sendiri merupakan sekumpulan kegiatan, peraturan serta prosedur yang dipakai oleh peneliti suatu disiplin ilmu.

Dalam metodologi juga dikatakan sebagai suatu analisis teoritis tentang sebuah metode atau cara. 

Sementara penelitian sendiri merupakan sebuah penyajian  yang sistematis dengan tujuan untuk meningkatkan jumlah pengetahuan.

Kemudian metodologi disebut juga suatu analisis teoritis sistematis dari metode yang diterapkan pada bidang studi.

Di dalam metodologi penelitian sendiri terdiri dari analisis teoritis dari tubuh metode dan prinsip-prinsip yang terkait dengan cabang pengetahuan. Bi

asanya, ini mencakup konsep seperti paradigma, model teoritis, fase dan teknik kuantitatif atau kualitatif.

Dari sini bisa dikatakan juga bahwa metodologi merupakan studi tentang metode, pertimbangan filosofis dan analitis dasar. Kegunaannya untuk melihat kesesuaian dan batas logis dari berbagai pendekatan dan perspektif pada penelitian itu sendiri.

Selanjutnya metodologi penelitian ini merupakan salah satu titik krusial kelanjutan dalam penelitian. 

Sebagus apapun proposal penelitian skripsi yang kita buat jika tidak sesuai dengan metode penelitian maka penelitian kita akan menjadi percuma.

Kemudian dalam bab metodologi penelitian ini akan berisikan mengenai bagaimana penelitian tersebut dilakukan.

Pada titik inilah yang kemudian bisa dijadikan acuan untuk membedakan mana jenis penelitian kuantitatif, kualitatif, pengembangan maupun kajian pustaka.

5. Manajemen Penelitian

Dalam bab 4 proposal penelitian, ada sedikit perbedaan teman-teman. Perbedaan itu terletak pada rencana pelaksanaan penelitian.

Nah dalam proposal penelitian selain skripsi, manajemen penelitian sangatlah diperlukan.

Adapun dalam manajemen penelitian ini setidaknya teman-teman harus menampilkan orang-orang yang terlibat dalam penelitian, baik itu individu maupun kelompok.

Kemudian teman-teman harus mencantumkan jadwal pelaksanaan kegiatan dan juga rincian anggaran belanja kegiatan.

A. Pelaksana Kegiatan Penelitian

Sub bab dalam manajemen penelitian yang tidak bisa kita abaikan adalah pelaksana kegiatan. Bagaimana mungkin penelitian dapat berjalan jika dalam proposal tidak disebutkan siapa yang bertanggung jawab. 

Pelaksana kegiatan penelitian menjadi sangat wajib untuk dilampirkan jika proposal penelitian yang kita buat akan dikerjasamakan dengan pihak lain. 

Mereka pun akan melihat orang-orang di dalamnya, mempunyai kapasitas yang mumpuni atau tidak. 

Atau paling tidak orang yang diajak kerja sama dapat dimintai pertanggung jawaban atas hasil penelitian yang sudah dilakukan.

B. Jadwal Pelaksanaan Penelitian

Pencantuman jadwal kegiatan penelitian ini merupakan hal yang sangat urgen. Apalagi jika proposal kegiatan ini dikerjasamakan.

Berbeda lagi jika proposal penelitian teman-teman merupakan proposal penelitian skripsi, jadwal pelaksanaan kegiatan walaupun penting tetapi bukan menjadi suatu keharusan yang dicantumkan dalam proposal. 

Buat teman-teman yang membuat proposal penelitian selain skripsi pastikan membuat jadwal penelitian seefisien dan serinci mungkin. 

Anggaran Belanja Penelitian di dalam proposal penelitian selain skripsi wajib teman-teman lampirkan rincian belanja penelitian. 

Rincian anggaran belanja penelitian ini sangat penting agar teman-teman bisa menyesuaikan finansial yang ada dengan luaran hasil penelitian. 

Selain untuk mengatur finansial yang ada, rincian anggaran penelitian ini dibuat juga berguna untuk proposal penelitian yang dikerjasamakan.

Dengan munculnya rincian rancangan belanja maka pihak yang diajak kerja sama pun akan memiliki keyakinan dengan penelitian kita.

6. Daftar Pustaka

Bab terakhir dalam proposal penelitian adalah daftar pustaka. Teman-teman pastinya sudah tidak asing dengan yang namanya daftar pustaka bukan. 

Daftar pustaka sendiri merupakan tulisan referensi atau sumber rujukan dalam membuat proposal penelitian. 

Untuk penempatannya berada di halaman paling belakang proposal penelitian. Daftar pustaka dalam proposal penelitian akan semakin bertambah jika proposal penelitian teman-teman disetujui. 

Kemudian untuk membuat daftar pustaka tidak hanya tinggal ditulis referensinya, tetapi dengan menggunakan kaidah penulisan daftar pustaka.

Adapun kaidah atau cara penulisan daftar pustaka akan lebih mudah dihafalkan dengan menyingkatnya menjadi NA-TA-JU-KO-PEN. 

NA kepanjangan dari nama pengarang, kemudian TA kepanjangan dari tahun terbit, lalu JU merupakan kepanjangan dari judul buku. 

Selanjutnya KO sendiri merupakan kepanjangan dari kota tempat buku diterbitkan dan PEN merupakan kepanjangan dari penerbit buku.

Adapun manfaat dari pencantuman daftar pustaka adalah menunjukkan sumber rujukan yang kita gunakan dan juga menghindarkan dari plagiasi karya orang lain.

Selanjutnya selain bab – bab yang sudah disebutkan diatas, teman-teman juga bisa melampirkan anggota tim penelitian atau lainnya yang dirasa perlu untuk mendukung dan meyakinkan banyak pihak dalam penelitian.

Kemudian dari sistematika cara penulisan proposal di atas dapat dibuat kerangka proposal sebagai berikut:

HALAMAN JUDUL

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

Latar Belakang

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Landasan Teoritik

Telaah Pustaka

Kerangka Pemikiran

BAB III METODOLOGI

Metode Penelitian

Teknik Pengumpulan Data

Teknik Analisis Data

BAB IV MANAJEMEN PENELITIAN 

Pelaksana Kegiatan Penelitian

Jadwal Pelaksanaan Penelitian

Anggaran Belanja Penelitian

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

Dari sistematika penulisan proposal penelitian diatas mungkin akan berbeda antara penelitian satu dan lainnya.

Sebagai contoh proposal penelitian skripsi dengan contoh proposal penelitian yang dikerjasamakan.

Pastinya susunan babnya akan mengalami perbedaan. Akan tetapi secara umum biasanya penulisan struktur proposal penelitian akan meliputi beberapa poin diatas.

Selain itu juga terkadang dalam contoh proposal penelitian juga terdapat kata pengantar penelitian. Untuk contoh kata pengantar proposal penelitian bisa dilihat di bawah

Nah dari sistematika proposal penelitian di atas, kiranya masih perlu dijelaskan kembali terkait cara pembuatan judul proposal penelitian dan juga contoh metodologi penelitian.

Cara Membuat Judul Proposal Penelitian

Cara Membuat Judul Proposal Penelitian - bosmeal.com
Gambar Cara Membuat Judul Proposal Penelitian Ilmiah

Mungkin sebagian dari teman-teman agak kebingungan dalam menentukan judul penelitian. Selain tata cara atau aturan yang sudah disebutkan diatas, masih ada aturan-aturan tambahan yang harus teman-teman perhatikan. 

Terlepas teman-teman sudah mendapatkan pokok permasalahan atau belum, jika judul penelitian yang dibuat kurang atau tidak menarik maka orang akan menganggap sebelah mata penelitian kita.

Walaupun pokok permasalahan yang akan kita bahas itu sangat penting atau urgent. selain juga judul yang baik dan benar dapat diketahui dari cirinya yang tegas dan jelas dalam menunjukkan satu atau beberapa variabel bebas (independent variable).

Variabel ini yang dipandang sebagai faktor antecedent (sebab) dan satu variabel terikat (dependent variable) yang dipandang sebagai akibat, serta menunjukkan juga lokasi penelitian secara jelas.

Selanjutnya dalam pemilihan judul, walaupun di atas sudah dijelaskan tetapi cara membuatnya tidaklah sesederhana itu. 

Setelah point-point judul sudah didapatkan sesuai dengan tata cara di atas, teman-teman perlu juga melanjutkan dalam membuat starting point penyusunan proposal.

Starting point ini memiliki banyak kegunaan. Selain bisa digunakan sebagai asumsi asumsi atau anggapan dasar peneliti terhadap fenomena yang akan dikritisi pada penelitian, juga bisa dijadikan acuan untuk membuat kerangka proposal atau outline proposal penelitian. 

Adapun starting point yang perlu diperhatikan dalam menentukan judul penelitian adalah sebagai berikut:

1. Membuat Judul yang menarik

Judul penelitian yang dibuat haruslah menarik minat kita sebagai peneliti. Apabila sejak awal judul yang sudah kita buat kurang menarik minat kita maka sebaiknya judul tersebut diganti saja. 

Judul yang menarik minat kita sebagai peneliti akan dapat membangkitkan keinginan serta niatan untuk menyelesaikan penelitian dengan sungguh-sungguh dengan melalui setiap langkah penelitian, terutama keinginan untuk memperoleh kebenaran ilmiah.

2. Memilih Judul yang Bisa Diselesaikan

Setelah judul yang kita buat menarik minat kita sebagai peneliti, kita juga harus bisa mengukur diri sendiri, mampu tidak kita menyelesaikan penelitian ini? 

Ini karena judul yang sudah selesai dibuat akan memiliki imbas yang besar kedepannya. Untuk itulah judul yang dipilih mampu untuk kita kerjakan sampai selesai.

Kita sebagai peneliti harus mampu mengukur kemampuan pengetahuan dan keterampilan.

Jika kita sudah memilih judul yang bisa kita kerjakan maka kita sebagai peneliti akan mampu memecahkan permasalahan dengan judul yang dipilih.

3. Judul Memiliki Manfaat atau Kegunaan Praktis dan Penting Dilakukan

Apa jadinya jika penelitian yang sudah kita lakukan ternyata tidak ada manfaatnya? Untuk itulah ketika kita akan melakukan penelitian, ketika memilih judul maka sebagai peneliti kita harus memertimbangan manfaat dan kegunaan penelitian yang sangat penting. 

Penelitian yang sudah dilakukan dengan kerja keras, susah payah, hendaknya hasilnya berguna untuk diri, masyarakat dan ilmu pengetahuan.

4. Tersedianya Cukup Data Untuk Judul Penelitian

Selanjutnya setelah tiga point terlewati, kita sebagai peneliti juga harus mempertimbangkan kecukupan data atau referensi. Ini menunjukkan penelitian yang kita lakukan bukan berawal dari hal yang kosong atau angan-angan belaka. 

Untuk itulah pemilihan judul penelitian hendaknya didukung oleh data yang cukup tersedia dan meyakinkan peneliti untuk menelitinya. 

Data-data penelitian yang dimaksud meliputi data sekunder serta data primer, dari kepustakaan yang ada untuk memperoleh teori dan konsep-konsep yang kelak digunakan untuk menyusun hipotesis penelitian.

5. Menghindari Kesamaan atau Duplikasi Judul

Hal yang tidak kalah penting dalam pembuatan judul adalah menghindari plagiasi.

Untuk itu sebelum judul penelitian dibuat, sebaiknya kita sebagai peneliti harus banyak-banyak mencari informasi judul penelitian yang sudah ada.

Ini untuk menghindari kesamaan judul, karena jika terdapat dua judul yang sama, orang sering mengatakan salah satunya tiruan atau plagiat.

Nah starting point di atas selain sebagai langkah awal menentukan judul secara tidak langsung juga bisa menjadi point-point latar belakang proposal penelitian. 

Starting point di atas sangat berguna untuk menentukan judul penelitian dan juga sebagai langkah awal pembuatan outline latar belakang proposal agar tidak semakin melebar dan pembahasan menjadi semakin fokus pada permasalahan yang akan diangkat atau diteliti.

Cara Menentukan Metodologi Penelitian

Cara Menentukan Metodologi Penelitian - bosmeal.com
Cara Menentukan Metodologi Penelitian Proposal Karya Ilmiah

Setelah membuat judul penelitian dan mendapatkan pokok permasalahan yang akan diteliti, sering kali kita sebagai peneliti akan merasa kebingungan dalam menentukan metodologi penelitian. 

Jika permasalahan adalah sebuah barang yang masih mentah, maka dibutuhkan lah cara-cara untuk mengolahnya agar dapat menjadi bermanfaat. 

Anggap saja permasalahan itu sebagai daging, maka kita akan dihadapkan pada pertanyaan, mau diapakan daging tersebut? Mau digoreng, dibakar atau malah dibiarkan saja.

Ini sama seperti ketika kita melakukan penelitian, permasalahan yang sudah ada mau diapakan? 

Disinilah pentingnya untuk memilih metodologi penelitian yang tepat. Dengan memilih metode yang tepat maka masalah yang akan kita teliti akan mendapatkan penyelesaian yang tepat.

Dalam menentukan metode penelitian ada banyak pilihan. Ada metode historis, metode deskriptif, metode perkembangan, metode kasus, dan sebagainya.

Selain itu juga terdapat metode kuantitatif, metode kualitatif, dan sebagainya.

Seperti yang sudah disebutkan dalam sistematika penelitian, metode penelitian sendiri membicarakan mengenai tata cara pelaksanaan penelitian.

kemudian yang dimaksud dengan metode penelitian merupakan tata cara bagaimana suatu penelitian akan dilaksanakan.

Dalam metode penelitian sendiri kita sebagai peneliti mungkin akan dibingungkan atau dikacaukan dengan prosedur penelitian atau teknik penelitian. 

Hal ini karena antara metode penelitian, prosedur penelitian dan teknik penelitian saling berhubungan dan sulit dibedakan. 

Prosedur penelitian merupakan alat-alat yang digunakan dalam mengukur atau mengumpulkan data penelitian. 

Sedangkan teknik penelitian merupakan cara untuk melaksanakan metode penelitian.

Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa metode penelitian melingkupi prosedur penelitian dan teknik penelitian.

Kemudian sebelum kita menentukan atau melaksanakan penelitian, terlebih dahulu kita harus bisa menjawab tiga buah pertanyaan, yaitu:

  1. Urutan kerja apakan yang harus dilakukan dalam melaksanakan penelitian?
  2. Alat-alat apakah yang akan digunakan dalam mengukur atau mengumpulkan data?
  3. Bagaimana melakukan penelitian tersebut?

Selanjutnya kita pun juga harus bisa membedakan antara teknik penelitian dengan metode penelitian. Lantas yang menjadi pertanyaan, Bagaimana cara membedakan teknik penelitian dan metode penelitian? 

Untuk membedakannya, kita yang dijelaskan atau dibicarakan merupakan penggunaan interview atau wawancara sebagai alat pengumpulan data, maka yang dibicarakan adalah teknik penelitian atau metodologi penelitian.

Jika yang dibicarakan adalah bagaimana penelitian dilakukan, yaitu dengan prosedur dan alat bagaimana suatu penelitian dilakukan, maka yang dibicarakan adalah metode penelitian.

Banyak Dicari: Contoh Surat Keterangan Kerja Terbaru

Contoh Metodologi Penelitian

Contoh Metodologi Penelitian - Bosmeal.com
Contoh Metodologi Penelitian Proposal Karya Ilmiah

Setelah kita bersama membahas tentang cara menentukan metodologi penelitian, ada baiknya kita juga melihat contoh metodologi penelitian secara langsung. 

Berikut ini contoh metodologi penelitian skripsi karya Ikhsan Maksum dari Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tahun 2015 dengan judul Budaya Organisasi Kerja-kekeluargaan (Work-family Culture) Pada Pt. Gunung mas Gondanglegi Malang) dengan sedikit pengubahan dari bentuk aslinya. 

METODOLOGI PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif sendiri merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. 

Dalam penggunaannya, metode penelitian kualitatif merupakan sebuah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, yang mana instrumen kuncinya adalah peneliti itu sendiri.

Kemudian teknik pengumpulan data penelitian dilakukan dengan cara gabungan atau triangulasi.

Sementara teknik analisis data yang bersifat induktif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna daripada generalisasi.

Adapun pendekatan kualitatif sendiri merupakan suatu proses penelitian dan pemahaman yang berdasarkan pada metodologi yang menyelidiki suatu fenomena sosial dan masalah manusia. 

Dengan menggunakan jenis pendekatan kualitatif maka peneliti dapat memberikan potret utuh dan komplek. 

Untuk mendapatkan sebuah gambaran utuh dari penelitian maka peneliti akan meneliti kata-kata, laporan terinci dari pandangan responden, dan melakukan studi pada situasi yang alami.

Sementara itu, prosedur penelitian dengan menggunakan metodologi kualitatif akan menghasilkan data penelitian berupa data deskriptif yang berbentuk kata-kata baik secara tertulis maupun lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati.

Dalam prosesnya, penelitian kualitatif lebih menekankan pada bentuk paradigma fenomenologis.

Adapun objektivitasnya dibangun atas rumusan tentang situasi tertentu sebagaimana yang dihayati oleh individu atau kelompok sosial tertentu dan relevan dengan tujuan dari penelitian.

Karena dalam penelitian kualitatif ini seorang peneliti adalah instrumen kunci, maka peneliti harus menguasai bekal teori dan pengetahuan yang luas.

Sehingga peneliti dapat mengumpulkan data, menganalisis, dan mengkonstruksi obyek yang diteliti menjadi lebih jelas.

Jenis penelitian kualitatif ini lebih menekankan pada makna dan digunakan untuk mengetahui makna yang tersembunyi.

Selain itu juga penelitian kualitatif berfungsi untuk memahami interaksi sosial, untuk mengembangkan teori, untuk memastikan kebenaran data, dan meneliti sejarah perkembangan.

B. Pendekatan Penelitian

Adapun penelitian ini menggunakan pendekatan etnografi. Studi etnografi sendiri merupakan salah  satu  deskripsi  tentang  cara  mereka  berfikir,  hidup, berperilaku.

Etnografi sendiri bisa diartikan sebagai tulisan atau laporan tentang suatu suku bangsa yang ditulis oleh seorang antropolog atas hasil penelitian lapangan (field work) selama sekian bulan atau sekian tahun.

Dalam etnografi sendiri, baik sebagai laporan penelitian maupun sebagai metode penelitian dianggap sebagai asal-usul ilmu antropologi.

Adapun Inti dari etnografi sendiri merupakan sebuah upaya untuk memperlihatkan makna-makna tindakan dari kejadian yang menimpa orang yang ingin kita pahami.

Bentuk pemahaman makna-makna tersebut bisa dari kata-kata dan perbuatan atau yang lainnya.

Meskipun demikian, dalam tatanan masyarakat, orang akan tetap menggunakan sistem makna yang kompleks untuk mengatur tingkah laku mereka, memahami diri mereka sendiri dan orang lain, serta untuk memahami dunia tempat mereka hidup.

Adapun penggunaan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan etnografi ini dirancang untuk memasuki ceruk-ceruk wilayah kehidupan alami serta aktivitas tertentu yang menjadi karakter organisasi yang diteliti.

Sementara itu kekuatan utama dari etnografi adalah suatu pemahaman kontekstual yang timbul dari hubungan antar aspek yang berbeda dari fenomena yang diamati.

Adapun yang membedakan penelitian kualitatif metode etnografi dengan metode lain adalah penggunaan observatory participant sebagai teknik pengumpulan data.

Kemudian jangka waktu penelitian yang relatif panjang, berada dalam setting tertentu, wawancara yang mendalam dan tak terstruktur serta mengikutsertakan interpretasi penelitiannya.

Adapun langkah-langkah yang digunakan sebagai berikut:

  1. Menetapkan informan yang mengetahui budayanya dan terlibat langsung serta memiliki waktu yang cukup. 
  2. Melakukan wawancara. 
  3. Membuat catatan yang berupa laporan ringkas, jurnal lapangan dan analisis. 
  4. Mengajukan pertanyaan yang dimulai dari penjajakan, kerjasama dan partisipasi. 
  5. Melakukan analisis yang dikaitkan dengan simbol-simbol budaya dan makanan yang disampaikan informan. 
  6. Membuat analisis domain, membuat istilah mencakup dari pernyataan informan yang memiliki hubungan yang jelas. 
  7. Mengajukan pertanyaan struktural untuk melengkapi pertanyaan deskriptif. 
  8. Membuat analisis taksonomi, taksonomi adalah upaya pemfokusan pertanyaan yang telah diajukan. 
  9. Mengajukan pertanyaan yang kontras untuk menggali makna yang berbeda. 
  10. Membuat analisis komponen, sebaiknya dilakukan ketika dilapangan. 
  11. Menemukan tema.

Adapun hasil akhir dari penelitian penelitian komprehensif etnografi adalah suatu naratif deskriptif yang bersifat menyeluruh.

Ini juga disertai dengan interpretasi yang menginterpretasikan seluruh aspek-aspek kehidupan tersebut. 

Penelitian ini sendiri berusaha untuk mendapatkan informasi atau data selengkap mungkin mengenai budaya organisasi di PT. Gunung Mas Gondanglegi Malang. 

Adapun penggunaan teknik kualitatif ini sendiri digunakan sebagai pendekatan dalam penelitian ini.

Karena dengan teknik ini pemahaman realitas rasional sebagai realitas subjektif khususnya pekerja PT. Gunung Mas Gondanglegi Malang. 

Adapun proses observasi diharapkan mampu menggali pelaksanaan fungsi-fungsi budaya organisasi PT. Gunung Mas Gondanglegi Malang.

Lokasi penelitian

Adapun lokasi penelitian ini berada di Pabrik Karoseri Gunung Mas Gondanglegi yang berada di Jalan Trunojoyo.

Lebih tepatnya di jalan yang menghubungkan Kecamatan Kepanjen (Stadion Kanjuruhan) dengan Kecamatan Turen.

Data dan Jenis Data 

Dalam melakukan sebuah penelitian, data yang didapatkan harus disebutkan asal usulnya.

Adapun yang dimaksud dengan data adalah sekumpulan informasi, fakta-fakta, atau simbol-simbol yang menerangkan tentang keadaan objek penelitian. 

Sedangkan data yang sudah didapat akan dibagi menjadi dua macam yaitu:

1. Data Primer 

Adapun yang dimaksud dengan data primer adalah data yang didapatkan atau diperoleh langsung dari objek penelitian

Untuk mendapatkan data primer dalam penelitian ini adalah dengan cara wawancara dan observasi langsung dengan Pemilik dan karyawan pada PT. Gunung Mas Gondanglegi Malang.

2. Data Sekunder

Adapun yang dimaksud dengan data sekunder merupakan data yang didapatkan secara tidak langsung melalui media perantara.

Untuk bisa mendapatkan data sekunder dalam penelitian ini adalah dengan cara memperoleh data dari pihak intern maupun ekstern perusahaan.

Adapun bentuk data sekunder ini adalah dokumentasi perusahaan sebagai objek pendukung beberapa dokumen perusahaan, literatur-literatur dan penelitian terdahulu, serta informasi lain yang mendukung penelitian ini.

Kegunaan data sekunder ini adalah untuk mendukung data primer.

C. Metode Pengumpulan Data

Karena penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, maka teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan analisis dokumen, observasi, dan wawancara. 

Adapun teknik dan cara untuk mengumpulkan dan mengolah data yang didapat dari lapangan sehingga diharapkan penelitian ini berjalan dengan lancar dan sistematis.

Dalam penelitian ini metode pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi.

1. Observasi

Langkah pertama dalam pengumpulan data adalah dengan cara observasi. Dalam tahap observasi ini, peneliti memiliki dua peran sekaligus, yakni sebagai pengamat dan juga masuk sebagai salah satu bagian dari kelompok yang diamatinya.

Tahapan observasi dalam penelitian merupakan salah satu tahapan yang sangat penting karena pengamatan bisa digunakan untuk berbagai hal, termasuk dalam berargumen.

Proses observasi atau pengamatan dapat diklasifikasikan melalui bentuk peran di dalam kelompok maupun pengamatan tanpa peran. 

Maksud pengamatan tanpa peran adalah peneliti mengumpulkan data dengan mengamati kegiatan atau bertemu salah seorang tokoh atau yang lainnya tanpa ikut serta di dalam kegiatan kelompok tersebut.

Adapun dalam penelitian ini, peneliti dalam proses pengamatan dengan cara mengamati budaya organisasi secara langsung maupun tidak langsung pada PT. Gunung Mas Gondanglegi Malang.

2. Wawancara 

Dalam pengumpulan data, selain mengamati juga memerlukan wawancara di dalamnya. Adapun dalam wawancara diperlukan teknik yang terstruktur. 

Teknik wawancara yang terstruktur dapat memudahkan dalam pengumpulan data. Wawancara ini dilakukan bila peneliti telah mengetahui dengan pasti tentang informasi awal yang sudah diperoleh serta informasi apa yang akan diperoleh. 

Oleh sebab itu, peneliti harus menyiapkan instrumen penelitian berupa pertanyaan-pertanyaan tertulis untuk wawancara.

Selain itu juga peneliti harus membuat alternatif-alternatif jawaban yang kira-kira muncul dalam wawancara yang akan dilakukan.

3. Dokumentasi 

Dalam pengumpulan data, selain dengan pengamatan dan juga wawancara, dibutuhkan juga suatu dokumentasi. 

Dokumentasi sendiri digunakan untuk mempelajari berbagai macam sumber yang berada dalam perusahaan PT. Gunung Mas Gondanglegi Malang.

Dalam melakukan pendokumentasian tentunya harus didukung dengan sumber-sumber yang representatif. 

Sudah menjadi hal yang umum jika dokumen selalu digunakan sebagai salah satu sumber data karena dalam banyak hal dokumen sebagai sumber data dimanfaatkan untuk menguji, menafsirkan, bahkan untuk meramalkan.

Bahkan dalam penelitian sendiri dokumentasi menjadi hal yang wajib karena berbagai alasan yang dapat dipertanggung jawabkan seperti:

  1. Sebagai sumber data yang stabil, kaya, dan mendorong.
  2. Untuk bukti untuk suatu pengujian.
  3. Sebagai sumber data yang alamiah, sesuai dengan konteks, lahir, dan berada dalam konteks.
  4. Proses rekaman relatif murah dan tidak sukar diperoleh, tetapi dokumen harus dicari dan ditemukan dengan teknik kajian isi,
  5. Hasil pengkajian isi akan membuka kesempatan untuk lebih memperluas ilmu pengetahuan terhadap sesuatu yang diselidiki.

D. Metode Analisis Data

Setelah data-data terkumpul, masuk tahap berikutnya yaitu analisis data. Adapun dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik analisis model interaktif yang dikemukakan oleh Miles & Huberman.

Adapun teknik analisis data yang dilakukan yaitu dimulai dari tahapan pengumpulan data dilanjutkan dengan reduksi data, display data dan tahapan terakhir yaitu penarikan kesimpulan.  

Dalam tahapan pengumpulan data, peneliti berusaha untuk mendapatkan data-data yang relevan dari informan untuk dapat dijadikan sebagai landasan.

Dalam tahap pengumpulan data ini dilakukan sebelum penelitian ini dimulai agar data-data awal dapat dikumpulkan dan dijadikan acuan penelitian.

Setelah data didapatkan, tahapan selanjutnya yaitu reduksi data. Reduksi data ini adalah proses penyelekselaisian data untuk diambil data-data yang paling relevan untuk diteliti.

Data yang relevan ini dapat dijadikan sebagai rujukan maupun landasan dalam penelitian tentang tema yang sudah ditentukan oleh peneliti sebelum penelitian dilakukan.

Tahapan selanjutnya yaitu penampilan data atau display data. Dalam menampilkan data ini juga dibutuhkan teknik agar data yang sudah didapatkan dapat diolah dalam bentuk tulisan dan memiliki alur untuk tema yang jelas ke dalam matriks.

Data yang sudah ditampilkan ini selanjutnya dapat digunakan untuk menarik kesimpulan yang berisikan tentang uraian dari jawaban yang peneliti ajukan pada tujuan penelitian.

Adapun kesimpulan ini berlandaskan dengan hasil penelitian yang sudah peneliti lakukan selama proses penelitian dan pada akhirnya memberikan penjelasan simpulan dari jawaban pertanyaan penelitian yang diajukan. 

Itulah contoh metodologi penelitian proposal karya ilmiah. Untuk contoh tujuan penelitian serta manfaatnya bisa download contoh proposal penelitian pdf, seliahkan klik link yang ad.

Contoh Proposal Penelitian Ilmiah

Setelah kita membahas tentang tata cara pembuatan proposal penelitian, alangkah baiknya jika kita bersama mengetahui contoh proposal penelitian ilmiah langsung untuk lebih mudah memahaminya.

Dari teori-teori atau cara membuat proposal penelitian ditambah dengan contoh proposal penelitian ilmiah berikut, diharapkan akan semakin memudahkan kita dalam mengembangkan proposal penelitian yang akan kita buat.

Contoh proposal penelitian ini juga berguna untuk mengetahui lebih jauh bagaimana cara membuat proposal penelitian ilmiah yang kemudian kita implementasikan pada karya kita.

1. Contoh Proposal Penelitian Skripsi

Contoh Proposal Penelitian Skripsi - Bosmeal.com
Gambar Contoh Proposal Penelitian Skripsi pdf

Sebagai seorang peneliti tentunya tidak akan mengabaikan setiap permasalahan yang ada. Apalagi jika peneliti tersebut melakukan penelitian yang dikerjasamakan. 

Nah berikut ini contoh proposal penelitian skripsi tentang limbah tebu sebagai bahan bakar.

Judul Penelitian Skripsi : Analisis Potensi Limbah Tebu Sebagai Bahan Bakar Pembangkit Listrik Energi Biomassa Di Pabrik Gula

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan proposal penelitian Skripsi dengan judul Analisis Potensi Limbah Tebu Sebagai Bahan Bakar Pembangkit Listrik Energi Biomassa Di Pabrik Gula.

Selama pembuatan proposal ini, tidak terlepas dari bantuan dan dukungan dari berbagai pihak terutama kepada Dosen pembimbing skripsi dan juga teman-teman seperjuangan

Penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam penulisan proposal penelitian  ini dan jauh dari sempurna.

Untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk menyempurnakan penulisan penulisan proposal penelitian skripsi ini. Semoga penulisan penulisan proposal penelitian ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Amin.

 Blora,  8 Februari 2019

 

Penulis

 

BAB I 

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pada saat sekarang ini, di Indonesia sudah mulai merebak berbagai macam industri. Baik itu berskala kecil seperti industri rumahan maupun yang berskala besar seperti pabrik. 

Saat ini sudah banyak ditemukan berbagai macam industri walaupun letaknya di lingkungan yang dekat dengan pemukiman penduduk.

Letak industri yang dekat dengan pemukiman membuat mau tidak mau warga akan ikut merasakan dampak dari segi positif maupun negatifnya.

Dampak positif dari industri tersebut adalah terserapnya orang-orang lokal untuk bekerja di tempat tersebut.

Sedangkan dampak negatif yang ditimbulkan adalah pencemaran lingkungan baik itu berupa limbah gas, padat maupun cair.

Dari dampak pencemaran tersebut tentu yang paling terasa adalah limbah padat yang membutuhkan tempat berskala besar.

Limbah-limbah yang ada jika tidak ditangani segera bukan tidak mungkin akan merusak lingkungan sekitar.

Bila tidak ada penanganan terkait limbah-limbah pabrik bukan tidak mungkin jika perindustrian yang sudah ada tidak akan bisa bertahan lama tanpa adanya penanganan limbah industri miliknya.

Dalam penanganan limbah jika tidak diproses dengan baik dan benar maka bukan tidak mungkin yang pada dasarnya limbah tersebut memiliki nilai manfaat akan terbuang percuma.

Memang pada dasarnya masih banyak pabrik-pabrik yang membuang limbah begitu saja tanpa mengetahui lebih jauh manfaat dari limbah tersebut.

Akan tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa ada pula yang sudah menerapkan sistem pengolahan limbah untuk mengurangi dampak yang akan ditinggalkan.

Bahkan ada pula pabrik atau tempat usaha yang sudah memanfaatkan limbah agar menjadi sebuah produk yang mempunyai nilai jual dan manfaat.

Pengolahan tersebut tentunya melalui beberapa proses tertentu, tergantung tempat usaha.

Salah satu limbah yang sudah diolah dan menjadi sebuah produk baru adalah limbah atau sisa pembuatan gula.

Pengolahan limbah pembuatan pabrik gula ini dibuat menjadi kompos, batako dan lain sebagainya.

Adapun pengolahan limbah menjadi barang yang bermanfaat sangat penting dilakukan terutama untuk mengatasi permasalahan limbah di kota besar.

Seperti yang sudah diketahui bersama bahwa di kota-kota besar seringkali terjadi penumpukan sampah, limbah organik industri dan juga limbah pertanian dan perkebunan.

Kemudian salah satu cara memanfaatkan limbah pembuatan gula adalah dengan dibuat menjadi sistem pembangkit listrik atau generator biomass yang paling optimal.

Adapun bentuknya dengan menggunakan model sistem pembangkit listrik grid-connected. 

Untuk perhitungannya sendiri, hasil dari potensi biomassa tebu atau feedstock biomass dengan memanfaatkan ampas tebu sebagai sumber energi generator 1, generator 2, generator 3.

Kemudian dihitung penggunaan konsumsi daya pada industri yang dengan secara menyeluruh dengan menggunakan bantuan perangkat lunak yakni HOMER versi 2.68.

Kemudian dari hasil simulasi dan juga pengoptimalan dengan bantuan software HOMER menunjukkan bahwa secara keseluruhan sistem yang paling optimal untuk diterapkan di PT. Madubaru (PG/PS Madukismo) system pembangkit listrik (100%) dengan Grid PLN (0%).

Dalam penghitungannya, penggunaan konsumsi listrik dari PLN dihitung 0% karena konsumen tidak menggunakan menggunakan konsumsi listrik PLN.

Akan tetapi konsumen menggunakan pembangkit listrik hasil limbah tebu dan mampu menampung daya konsumsi seluruh sektor industri.

Dari hasil analisa aplikasi Homer Energy, total daya yang dihasilkan dari pembangkit 1,2 dan 3 adalah sebesar 15,024,411 kWh/tahun.

Berdasarkan data-data yang sudah ada di atas, penulis merasa perlu pengkajian lebih jauh terkait dengan pemanfaatan limbah tebu sebagai pembangkit listrik.

Untuk itulah penulis mengambil judul “Analisis Potensi Limbah Tebu Sebagai Pembangkit Listrik Energi Biomassa Di Pabrik Gula di PG.Madukismo Yogyakarta”.

B. Rumusan Masalah

Agar penelitian lebih terarah maka dibutuhkanlah rumusan masalah.

Adapun dalam penelitian ini rumusan masalahnya adalah sebagai berikut ini:

  1. Bagaimanakah potensi ampas tebu dalam penyediaan energi listrik?
  2. Bagaimana analisis penerapan ampas tebu di pabrik gula?

C. Batasan Masalah

Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka dalam pembahasan tugas akhir penelitian ini dibatasi pada :

  1. Pengambilan data hanya dilakukan Pabrik Gula Madukismo Yogyakarta.
  2. Analisis perhitungan daya dan beban hanya terpusat melalui Homer.

D. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah

  1. Untuk menghitung potensi ampas tebu dalam penyediaan energi listrik
  2. Untuk mengetahui hasil analisa energi biomassa tebu sebagai sumber energi listrik yang ramah lingkungan di masyarakat.

E. Manfaat Penelitian

Adapun hasil dari penelitian ini diharapkan memberikan manfaat ke berbagai pihak yaitu:

  1. Bagi penulis
    • Untuk menambah wawasan bagi peneliti dan juga menjadi pedoman untuk menghadapi masalah bahan bakar yang saat ini sedang dalam kondisi mengkhawatirkan.
  1. Bagi Universitas
    • Sebagai bahan referensi akademis dan keinsinyuran untuk pengembangan jurusan Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Yogyakarta selanjutnya.
  1. Bagi Masyarakat dan Industri
    • Dapat dijadikan sebagai penyedia energi listrik terbarukan yang ramah lingkungan.
    • Sebagai bahan referensi energi alternatif yang mandiri dan tidak tergantung pada energi fosil. 
    • Dapat meningkatkan kemandirian masyarakat dalam bidang energi alternatif untuk daerah yang tertinggal agar lebih maju dan sejahtera.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Landasan Teoritik

B. Telaah Pustaka

C. Kerangka Pemikiran

BAB III

METODE PENELITIAN

Adapun penelitian ini menggunakan metode penelitian study research atau penelitian studi pustaka. 

Adapun caranya adalah dengan cara melihat dan mencari literatur yang sudah ada untuk memperoleh data yang berhubungan dengan analisis pada penulisan tugas akhir.

Selain itu juga dalam pengumpulan data, penelitian ini menggunakan langkah field research atau penelitian lapangan.

Penelitian lapangan adalah penelitian yang berupa peninjauan ke lokasi serta berdiskusi atau wawancara dengan pihak-pihak yang terkait.

Hasil diskusi atau wawancara kemudian diolah untuk menjadi data yang layak dan dibutuhkan dalam penulisan tugas akhir ini. 

Adapun penyusunan laporan penelitian tugas akhir ini setelah dilakukan pengujian data-data dan analisa yang diperoleh dan disusun dalam sebuah laporan tertulis.

Nah itu tadi contoh proposal penelitian skripsi yang bisa teman-teman buat. Untuk BAB II TINJAUAN PUSTAKA sengaja tidak penulis cantumkan karena data tersebut bersifat pribadi. 

Buat para pembaca yang kami hormati, untuk membuat tinjauan pustaka, teman-teman bisa melihat kembali catatan yang sudah ada di atas.

Kemudian untuk BAB III Metode penelitian hanya penulis cantumkan secara ringkas saja. Teman-teman bisa mengembangkan sendiri contoh metodologi penelitian seperti yang sudah ada di atas.

Jangan lupa untuk banyak membaca buku-buku pendidikan tentang metodologi penelitian.

2. Contoh Proposal Penelitian Pendidikan

Contoh Proposal Penelitian Pendidikan - Bosmeal.com
Contoh Proposal Penelitian Pendidikan Kualitatif pdf

Jenis proposal pendidikan pada umumnya terbagi menjadi dua jenis yaitu proposal pendidikan kualitatif dan proposal pendidikan kuantitatif. 

Nah berikut ini contoh proposal pendidikan kualitatif yang bisa teman-teman kembangkan dengan judul Upaya Guru BK dalam Meningkatkan Self Control Remaja Di MA Nurul Azhar Ngawi

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Bagi para remaja pastinya akan memasuki masa pubertas. Masa pubertas atau adolescensia merupakan masa perkembangan sifat tergantung pada (dependence) orang tua kearah kemandirian (independence), minat-minat seksual, perenungan diri, perhatian pada nilai-nilai estetika dan isu-isu moral.

Usia remaja sendiri merupakan usia yang berlangsung antara 11 – 13 tahun hingga 18 – 20 tahun dan merupakan masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa. 

Dalam perkembangan remaja sendiri sering muncul suatu pertanyaan “Sejauh mana remaja dapat mengamalkan nilai-nilai yang sudah di anutnya serta yang telah dicontohkan kepada mereka?”

Sebagai seorang remaja tentunya memiliki tugas perkembangan untuk mempelajari apa yang diharapkan oleh kelompoknya.

Kemudian menyesuaikan tingkah lakunya dengan harapan sosial tanpa bimbingan, pengawasan, motivasi, serta ancaman sebagaimana pada waktu kecil.

Seorang remaka juga memiliki kewajiabn untuk mampu mengendalikan tingkah lakunya karena dia bukan lagi tanggung jawabguru, orang tua atau orang lain.

Kohlberg dalam disertasi doktoralnya pada tahun 1958 yang judul “The Developmental of model of moral Think and choice in the years 10 to 16”.

Menyebutkan tahap-tahap perkembangan moral pada individu bisa di bagi yaitu sebagai berikut:

  1. Tingkat Prakonvensional

Pada tingkatan ini anak-anak akan lebih tanggap pada aturan-aturan budaya dan juga budaya mengenai baik atau buruk, benar atau salah. 

Akan tetapi semua itu semata-mata ditafsirkan sudut pandang sebab akibat fisik atau kenikmatan perbuatan (hukuman, keuntungan, pertukaran dan kebaikan).

  1. Tingkat Konvensional

Pada tahapan ini bentuk pola pkir anak hanyalah menurut pada harapan keluarga, kelompok ataupun bangsa.

Seorang anak pada tahap ini hanya memandang bahwa hal tersebut penting bagi dirinya sendiri, tanpa mengindahkan akibat yang segera dan nyata.

  1. Tingkat Pasca-konvensional

Dalam tahapan ini seorang anak sudah ada usaha untuk merumuskan nilai-nilai serta prinsip moral yang dimiliki keabsahan dan dapat diterapkan.

Mereka mencoba melepas dari otoritas kelompok atau orang yang berpegang terhadap prinsip-prinsip tersebut dan terlepas pula dari identifikasi individu sendiri dengan kelompok itu.

Piaget sendiri pun memiliki pendapat bahwa pada masa remaja, mereka sudah menjapai tahapan formal dalam kemampuan kognitifnya.

Sehingga pada masa ini yakni masa remaja mereka sudah dapat mempertimbangkan sema kemungkinan untuk mengatasi suatu problem dari beberapa sudut pandang serta berani mempertanggung jawabkan.

Hal ini membuat Kohlberg memiliki pendapat jika perkembangan moral ketiga diatas, maka tahap moralitas pasca-konvensional harus di gapai selama masa remaja.

Untuk bisa sampai pada tahap pasca-konvensional, perlu direrimanya dua tahapan prinsip, yakni dalam keyakinan moral harus ada fleksibilitas.

Ini membuat perbaikan dan perubahan standar moral memungkinkan untuk dilakukan jika menguntungkan semua anggota kelompok.

Tahapan yang kedua adalah bisa menyesuaikan diri dengan standar sosial serta ideal untuk menjahui hukuman sosial terhadap dirinya pribadi.

Hal ini menjadikan perkembangan moralnya tak lagi atas dasar keinginan pribadi, akan tetapi sudah mampu mernghormati orang lain.

Akan tetapi pada kenyataannya masih sulit menemukan remaja yang mencapai tahap pasca-konvensional. Selain itu bahkan seringkali ditemukan para remaja yang baru mencapai tahap prakonvensional.

Fenomena banyaknya remaja yang baru mencapai tahap prakonvensional masih banyak dijumpai. Pada umumnya mereka masih duduk di bangku SMA/SMK, seperti:

  1. Berperilaku tidak terpuji, meremehkan peraturan dan disiplin sekolah yang ada
  2. Senang berfoya-foya dan bergerombol/berkelompok
  3. Mentaati peraturan sekolah, karena satu hal, takut pada hukuman

Di kalangan remaja sering kali terdengar atau terlihat kasus perkelahian,tawuran terjadi antar remaja yang tidak jelas sebabnya. 

Bahkan pertikaian ini bisa meningkat menjadi permusuhan kelompok, yang dapat menimbulkan korban pada kedua belah pihak.

Banyaknya kasus atau kejadian tersebut akan berbanding terbalik dengan pertanyaan yang ditanyakan kepada pada remaja.

Jika mereka ditanya, apa yang menyebabkan para remaja berbuat kekerasan terhadap sesamanya? Kemudian apa yang menjadi masalah sehingga peristiwa yang “memalukan” itu bisa terjadi?

Para remaja mayoritas akan menjawab tidak tahu. Mereka tidak sadar mengapa mereka bisa begitu cepat tersulut amarahnya dan menjadi ikut berkelahi.

Fenomena yang terjadi di atas memberikan gambaran bahwa suatu upaya bagi para remaja untuk menggapai moralitas dewasa; mengganti konsep moral yang bersifat khusus dengan konsep moral yang bersifat umum. 

Serta merumuskan konsep yang baru dikembangkan dalam kode moral untuk pedoman tingkah laku, dan mengendalikan tingkah laku pribadi, adalah upaya yang tidak mudah dicapai bagi mayoritas remaja itu sendiri.

Kemudian menurut Rice, yang dimaksud masa remaja merupakan masa peralihan individu yang mempunyai kematangan. Pada masa tersebut, terdapat dua hal penting yang menyebabkan remaja melakukan pengendalian diri.

Yang pertama bersifat eksternal, yakni adanya perubahan dalam lingkungan. 

Perubahan ini terjadi ketika masyarakat dunia sedang mengalami banyak perubahan dengan begitu cepat. Perubahan ini dapat membawa berbagai dampak, baik dampak positif maupun dampak negatif bagi remaja.

Yang kedua bersifat internal, yakni karakteristik dalam diri remaja yang membuat relatif lebih bergejolak dibanding dengan masa perkembangan lainnya (storm and stress period).

Agar para remaja yang sedang mengalami perubahan cepat di dalam tubuhnya itu dapat menyesuaikan diri dengan keadaan perubahan tersebut, maka perlu dilakukan berbagai usaha baik dari pihak orang tua, guru maupun orang dewasa lainnya.

Sementara itu konselor yang salah tugasnya sebagai pembimbing adalah untuk mendidik. Demikian juga guru harus membantu murid-muridnya supaya mencapai tahap kedewasaan secara optimal.

Adapun maksud dari kedewasaan yang optimal atau sempurnya yakni sesuai dengan kodrat yang dimiliki murid.

Sementara guru sendiri memiliki peran untuk memperhatikan aspek-aspek pribadi pada setiap murid.

Aspek-aspek tersebut antara lain kematangan, kebutuhan, kemampuan, kecakapannya dan sebagainya supaya mereka dapat mencapai tingkat perkembangan dan kedewasaan yang optimal.

Peran serta terhadap remaja disamping orang tua, konselor di sekolah juga berperan penting dalam membantu remaja untuk mengatasi kesulitanya.

Seorang konselor harus memiliki keterbukaan hati untuk membantu kesulitan yang dialami oleh remaja. Ini akan menjadikan remaja sadar akan sikap serta tingkah lakunya yang kurang baik.

Seorang remaja diharapkan memilki kemampuan pengendalian diri (self control) yang matang, maka dia dapat lebih bisa mengendalikan dan menahan tingkah laku yang bersifat tidak terpuji dan merugikan orang lain. 

Selain itu juga diharapkan mampu mengendalikan serta menahan tingkah laku yang bertentangan pada norma-norma sosial yang berlaku.

Dari fenomena yang terdapat diatas penulis sangat tertarik untuk meneliti bagaimana pendidikan anak dalam keluarga buruh dengan judul “Upaya Guru Bk Dalam Meningkatkan Self Control Remaja Di Ma Nurul Azhar Ngawi”

B. Fokus Penelitian

Agar penelitian ini menjadi lebih fokus, maka penulis memfokuskan penelitian terhadap Guru BK dalam rangka meningkatkan Self Control siswa di MA Nurul Azhar Ngawi.

Adapun fokus penelitian ini tertuju pada tujuan, kegiatan sosial dan keagamaan yang dilakukan dalam meningkatkan self control hasil yang digapai, serta faktor pendukung dan penghambat.

C. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka ditarik rumusan masalah penelitian sebagai berikut:

  1. Bagaimanakah Upaya yang dilakukan Guru BK dalam meningkatkan Self Control siswa di MA Nurul Azhar Ngawi?
  2. Hasil apa yang digapai dalam meningkatkan self control siswa di MA Nurul Azhar Ngawi?
  3. Apa faktor saja pendukung dan penghambat terhadap peningkatan Self Control siswa di MA Nurul Azhar Ngawi?

D. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penelitain ini adalah sebagai berikut:

  1. Untuk mendiskripsikan upaya-upaya yang dilakukan Guru BK dalam angka meningkatkan self control siswa di MA Nurul Azhar Ngawi.
  2. Kemudian untuk menjelaskan hasil yang diraih dalam meningkatkan self control siswa di MA Nurul Azhar Ngawi.
  3. Untuk menguraikan faktor pendukung dan penghambat terhadap peningkatan self control siswa di MA Nurul Azhar Ngawi.

E. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat yang akan didapatkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut

  • Manfaat teoritis

Hasil dari penelitian ini diharapkan mampu memetakan tatacara Guru BK di MA Nurul Azhar Ngawi dalam memberikan bimbingan konseling dapat membentuk self control siswa.

  • Manfaat praktis

Adapun manfaat praktis dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan dan referensi di dalam menentukan kebijakan lebih lanjut bagi MA Nurul Azhar Ngawi mengenai peranan Guru BK dalam membantu siswa siswa untuk membentuk self control yang baik.

BAB II

STUDI KEPUSTAKAAN

Untuk memperkuat suatu penelitian, dibutuhkanlah yang namanya studi kepustakaan. Studi kepustakaan ini dilakukan dengan cara mencari serta menemukan teori-teori yang akan di jadikan landasan penelitian, yaitu:

Kontrol diri (Self Control) merupakan kemampuan untuk membimbing tingkah laku/etika sendiri; kemampuan untuk membimbing tingkah laku sendiri; kemampuan untuk menekan atau merintangi impuls-impuls atau etika laku impulsif.

Sementara Averill menyebut kontrol diri dengan istilah kontrol personal. Kemudian Averil membagi kontrol personal menjadi tiga jenis, yaitu:

  1. Kontrol perilaku atau Behavior Control terdiri dalam dua komponen, yaitu kemampuan mengatur pelaksanaan (regulated administration) dan kemampuan memodifikasi stimulus (stimulus modifiability).
  2. Kontrol kognitif atau Cognitive control terdiri dari dua komponen, yakni memperoleh informasi (information gain) dan melakukan penilaian (appraisal).
  3. Decisional Control adalah kemampuan seseorang dalam memilih hasil atau suatu tindakan berdasarkan pada sesuatu yang diyakini atau disetujui nya.

Kontrol diri di dalam menentukan pilihan dapat berfungsi dengan baik, dengan adanya suatu kesempatan, kebebasan atau kemungkinan pada diri individu untuk memilih berbagai kemungkinan tindakan.

Kemudian aspek-aspek yang digunakan untuk mengukur kontrol diri sebagai berikut:

  1. Kemampuan dalam mengontrol tingkah laku
  2. Kemudian kemampuan dalam mengontrol stimulus
  3. Kemampuan dalam mengantisipasi suatu peristiwa atau kejadian
  4. Selanjutnya kemampuan dalam menafsirkan peristiwa atau kejadian.
  5. Kemampuan dalam mengambil keputusan.

Bagi orang dewasa, terdapat tiga langkah untuk membangun kontrol diri pada anak yakni:

  1. Langkah pertama adalah memperbaiki perilaku terlebih dahulu. Bila perilaku orang dewasa sudah baik maka akan mudah dalam memberikan contoh control diri untuk anak dan menunjukkan bahwa hal tersebut merupakan prioritas utama.
  2. Langkah kedua yaitu membantu anak menumbuhkan sistem regulasi internal. Hal ini bisa bisa menjadi motivator bagi diri mereka sendiri khususnya.
  3. Langkah ketiga yaitu mengajarkan cara membantu anak menggunakan kontrol diri ketika menghadapi masalah dan stres. Dengan mengajarkan kepada anak cara untuk berfikir dahulu sebelum bertindak akan membuat mereka memilih sesuatu yang aman dan baik untuk dirinya maupun orang lain.

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif sendiri memiliki karakteristik yang alami atau natural setting. Dalam prosesnya, penelitian kualitataif lebih mementingkan proses daridapa hasil. 

Bukan berarti hasil itu tidak menjadi penting, tetapi proses pencarian data yang kemudian dideskripsikan dalam setiap langkah merupakan hal yang tidak bisa ditinggalkan. 

Proses analisis dalam penelitian kualitatif lebih cenderung menggunakan analisis induktif serta makna merupakan hal yang esensial.

Adapun dalam penelitian yang digunakan adalah penelitian studi kasus atau case study.

Penelitian studi kasus sendiri merupakan penelitian yang dilakukan secara intensif untuk mempelajari latar belakang keadaan sekarang, serta interaksi lingkungan suatu unit sosial individu, kelompok, lembaga, atau masyarakat.

B. Tempat Penelitian

Kegiatan penelitian ini dilakukan di MA Nurul Azhar Ngawi dengan pertimbangan MA atau Madrasah Aliyah yang setingkat dengan SMA memiliki konotasi perilaku yang tidak begitu baik menurut pandangan masyarakat. 

Ini membuat Konselor di MA sangat berperan dalam memantau penyimpangan perilaku para siswa di dalamnya

C. Instrumen Penelitian

Adapun instrumen penelitian ini yang menjadi instrumennya adalah peneliti itu sendiri. 

D. Sumber Data

Sumber data penelitian di bagi menjadi dua, yakni sumber data primer dan sumber data sekunder. Adapun dalam penelitian ini, sumber data primernya adalah kata-kata dan tindakan. 

Kemudian sumber data sekundernya adalah dokumen, data dan data-data yang mendukung lainnya.

E. Teknik Pengumpulan Data

Dalam mengumpulkan informasi penelitian, peneliti menggunakan teknik wawancara, observasi serta dokumentasi. 

Bagi seorang peneliti, fenomena penelitian kualitatif dapat di mengerti maksudnya secara baik. 

Dengan catatan jika penelitian dilakukan dengan interaksi dan subyek melalui wawancara mendalam dan observasi pada latar. 

Kemudian teknik pengumpulan data dengan cara wawancara dilakukan dengan percakapan yang memiliki maksud dan tujuan tertentu.

Proses wawancara memiliki maksud dan tujuan antara lain

  • Mengkonstruksi mengenai orang, kejadian, kegiatan organisasi, perasaan, motivasi, tuntutan, kepedulian dan lain sebagainya.
  • Mengkonstruksikan kebulatan-kebulatan demikian yang dialami pada masa lalu.

Dalam penelitian denann menggunakan teknik wawancara, yang digunakan oleh seorang peneliti adalah melakukan wawancara mendalam yang berhubungan dengan fokus permasalahan.

Ini membuat data-data yang dibutuhkan di dalam penelitian bisa didapatkan dan terkumpul secara maksimal.

Sementara subjek peneliti dengan teknik Purposive Sampling yakni pengambilan sampel yang bertujuan untuk memenuli kepentingan peneliti.

Adapun informan yang akan dijadikan sebagai sumber data adalah

  1. Kepala Sekolah MA Nurul Azhar Ngawi;
  2. Guru Bimbingan dan Konseling MA Nurul Azhar Ngawi;
  3. Seluruh Wali Kelas MA Nurul Azhar Ngawi

Selanjutnya dalam penelitian kualitatif, observasi diklarifikasikan menjadi tiga cara yakni:

Pertama, pengamat memposisikan diri sebagai partisipan maupun non partisipan. Artinya pengamat atau peneliti iku dalam kegiatan di dalamnya, masuk ke dalam sistemnya dan juga melakukan wawancara dan lain sebagainya.

Kedua, observasi dilakukan terus terang maupun penyamaran. Maksudnya dalam melakukan pengamatan, peneliti terlebih dahulu mengamati prosesnya dari luar untuk melihat keadaan riil di dalamnya sebagai landasan data awal penelitian sebelum memasuki sistem yang ada di dalamnya.

Ketiga, Setelaha melalui dua cara tersebut dan mendapartkan data yang ada maka peneliti kemudian memposisikan diri sebagai partisipan.

Selanjutnya teknik Dokumentasi dengan cara mengumpulkan data dari sumber non insani, sumber ini terdiri dari dokumen dan rekaman.

F. Teknik Analisis Data

Setelah proses pengumpulan data, tahap selanjutnya dalam meotodologi penelitian adalah menganalisis data yang sudah terkumpul.

Untuk menganalisis data, dibutuhkan teknik analisis data. Dalam teknik analisis data dibutuhkan pengelolahan dan analisa data.

Analisis data sendiri merupakan proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi.

Data-data yang sudah terkumpul kemudian disusun kedalam satu kategori, lalu menjabarkannya ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusunnya ke dalam pola, memilih mana yang penting dan akan dipelajari, serta membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh dirinya sendiri atau orang lain.

Adapun dalam penelitian ini, peneliti menggunakan analisis data kualitatif, sehingga analisis data selama dilapangan menggunakan model spradley.

Model spradley sendiri merupakan proses analisis data yang disesuaikan dengan tahapan dalam penelitian, adalah:

  1. Teknik analisis data tahap pertama menggunakan pengumpulan data grand tour question, yakni  memilih situasi sosial (place, actor, activity).
  2. Teknik analisis data tahap kedua setelah memasuki lapangan, dimulai dengan menetapkan seorang informan sebagai “key informan” yang merupakan informan yang, berwibawa dan dipercaya. Sehingga informan dapat “membukakan pintu” kepada peneliti untuk memasuki obyek penelitian.

Selanjutnya peneliti melakukan wawancara kepada informan tersebut, dan mencatat hasil wawancara yang dilakukan. 

Kemudian perhatian dari peneliti terhadap objek penelitian proses wawancara dengan cara mengajukan pertanyaan deskriptif.

Selanjutnya data-data hasil wawancara dianalisis agar menjadi lebih runtut. Terakhir hasil dari analisis wawancara berikutnya peneliti melakukan analisis domain.

  1. Teknik analisis data tahap ketiga adalah menentukan fokus dengan melakukan observasi terfokus. Proses analisis data pada tahap ini dilakukan menggunakan analisis taksonomi.
  2. Tahap keempat teknik analisis data adalah tahap selection dengan melakukan observasi terseleksi. Caranya peneliti mengajukan pertanyaan kontras, yang dilakukan dengan analisis komponensial.
  3. Memasuki tahap kelima, hasil darianalisis komponensial, melalui analisis tema peneliti menemukan tema-tema budaya. Pada tahapan terakhir ini peneliti menuliskan temuan-temian yang ada berdasarkan fokus peneliian yang dibuat dalam bentuk laporan penelitian kualitatif.

Nah itu tadi contoh proposal penelitian pendidikan tentang tindakan kelas yang dapat dijadikan acuan. 

Selain contoh proposal penelitian pendidikan di atas, perlu juga sekiranya dibuatkan rancangan anggaran belanja penelitian. Berikut ini contoh rencana anggaran biaya dalam proposal penelitian

 

No KeteranganQty Harga  Jumlah 
1Lapangan   
akuesioner4 Rp         40.000 Rp         160.000
bbolpoin untuk mengisi kuesioner4 Rp         20.000 Rp            80.000
cinput data2 Rp      500.000 Rp      1.000.000
dkonsumsi 8 Rp      100.000 Rp         800.000
etransport8 Rp      200.000 Rp      1.600.000
ffotokopi1 Rp   3.000.000 Rp      3.000.000
gjilid10 Rp           5.000 Rp            50.000
2ATK   
akertas2 Rp         60.000 Rp         120.000
btinta printer4 Rp         50.000 Rp         200.000
cperawatan dan perbaikan komputer3 Rp      200.000 Rp         600.000
dperawatan dan perbaikan printer2 Rp      150.000 Rp         300.000
3HONORARIUM   
aKetua1 Rp   3.000.000 Rp      3.000.000
bsekretaris1 Rp   2.500.000 Rp      2.500.000
cAnggota1 Rp   2.000.000 Rp      2.000.000
dpenunjang penelitian1 Rp      500.000 Rp         500.000
epetugas survei4 Rp      100.000 Rp         400.000
4rapat-rapat   
akonsumsi rapat pembuatan proposal (3 kali)3 Rp      300.000 Rp         900.000
bsnack rapat pembuatan proposal3 Rp      150.000 Rp         450.000
ckonsumsi rapat pertengahan (2 kali)7 Rp      200.000 Rp      1.400.000
dsnack rapat pertengahan7 Rp      100.000 Rp         700.000
erapat pembuatan laporan penelitian (2 kali)7 Rp      200.000 Rp      1.400.000
 TOTAL   Rp   21.160.000

Dari contoh proposal penelitian pendidikan di atas bisa saja berbeda dengan penelitian kesehatan atau komunikasi. Akan tetapi yang terpenting point-point penting dalam penelitian adalah tidak mengabaikan sistematika penelitian yang sudah ada.

Bagian Contoh Kata Penutup Makalah yang Penting dan Harus ada

3. Contoh Proposal Penelitian Kuantitatif

Contoh Proposal Penelitian Kuantitatif - Bosmeal.com
Contoh Proposal Penelitian Kuantitatif pdf

Jenis jenis penelitian selain penelitian kualitatif juga terdapat penelitian kuantitatif. Jika hasil penelitian kualitatif lebih menekankan pada proses penelitian, maka penelitian kuantitatif lebih menekankan pada hasil penelitian yang bersifat empiris. 

Untuk lebih mudahnya berikut ini contoh proposal penelitian kuantitati tentang motivasi belajar siswa.

Judul penelitian: Pengaruh Aktivitas Bermain Game Online Terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas X SMA N 1 Pati

A. Latar Belakang Masalah

Dewasa ini, game online seakan sudah menjadi hal yang lumrah bahkan menjadi hal yang wajib dilakukan oleh berbagai kalanngan. Terutama kalangan pelajar.

Keberadaan game online mulai mempengaruhi segala aktivitas sehari-hari para pelajar. Kondisi yang demikian bisa dilihat dari kecenderungan para remaja terutama yang sudah memasuki jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA). 

Mereka lebih memilih untuk menghabiskan waktunya dengan bermain game online daripada kegiatan lainnya.

Hal ini jelas sangat mengkhawatirkan. Sebab para remaja usia sekolah seperti mereka seharusnya lebih baik menghabiskan waktu untuk kegiatan yang positif daripada “hanya” sekedar bermain game online.

Hal ini bukan berarti menganggap game online merupakan hal negatif. Akan tetapi dari perspektif sosiologi, seseorang yang menjadikan game online sebagai prioritas cenderung akan berkembang menjadi pribadi egosentris dan individualis.

Kedua sifat tersebut jelas sangat membahayakan bagi perkembangan individu yang bersangkutan ke depannya. 

Ditambah lagi berdasarkan hasil observasi pra penelitian yang sudah dilakukan pada tanggal 22-24 Februari 2018 di kelas X A-C SMA N 1 Playen ditemukan beberapa permasalahan. 

Prosentasi siswa kelas X A-C SMA N 1 Pati 60% para siswa menghabiskan waktunya untuk bermain game online.

Hasil prosentasi tersebut didapatkan dari pengambilan data dengan menggunakan metode angket. 

Kemudian dalam proses aktivitas pembalajaran para siswa kelas X A-C SMA N 1 Pati masih tergolong dalam kategori rendah, yang mana para siswa masih melakukan aktivitas lain dalam proses pembelajran.

Aktivitas tersebut diantaranya bermalas-malasan, tidur, bermain gadget, bercanda maupun berbicara ketika proses belajar mengajar berlangsung.

Permasalahan di atas tentunya dapat menghambat tujuan belajar itu sendiri. Para siswa tidak akan mencapai tujuan kognitif, afektif dan psikomotorik dari pembelajaran. 

Oleh karea itu perlu kiranya diadakan penelitian lebih lanjut dengan mengangkat judul “Pengaruh Aktivitas Bermain Game Online Terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas X SMA N 1 Pati”.

B. Pembatasan Masalah

Agar pembahasan dalam penelitian tidak melebar dan kemana-mana, maka dibutuhkan pembatasan masalah.

Demikian juga dalam penelitian ini, masalah yang dikaji adalah intensitas bermain game online yang dilakukan oleh siswa kelas X A-C SMA N 1 Pati yang tergolong tinggi.

Kemudian ditambah lagi motivasi belajar siswa kelas X A-C SMA N 1 Pati yang tergolong rendah.

C. Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah yang digunakan dalam penelitian ini adalah

Adakah pengaruh aktivitas bermain game online terhadap motivasi belajar siswa kelas X SMA N 1 Pati?

D. Tujuan Penelitian

Untuk mengetahui pengaruh aktivitas bermain game online terhadap motivasi belajar siswa kelas X SMA N 1 Pati

E. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat penelitian yang dilakukan dapat dibagi menjadi dua, yakni manfaat teoritik dan manfaat praktik

  1. Manfaat Teoritik
  1. Untuk menambah referensi kajian pengaruh game online terhadap motivasi belajar.
  2. Sebagai bahan acuan dan referensi pada penelitian sejenis yang dilakukan dimasa yang akan datang.
  1. Manfaat Praktis
  1. Untuk menambah pemahaman para pendidik tentang bahaya bermain game onlinte terhadap motovasi belajar siswa di sekolah.

F. Kajian Teori

Melihat latar belakang serta pembatasan masalah yang ada maka dalam proposal penelitian ini perlu kiranya dicantumkan dua teori, yakni motivasi belajar dan game online. 

Adapun kajian teori motivasi belajar melingkupi pengertian, fungsi, jenis, ciri-ciri, faktor yang mempengaruhi dan upaya untuk meningkatkannya. 

Sementara teori game online meliputi pengertian, jenis dan dampaknya terhadap kehidupan. Baik dari sisi positif maupun negatifnya.

G. Hipotesis

Berdasarkan masalah yang ada dapat diambil sebuah hipotesis jika terdapat pengaruh antara variabel aktivitas bermain game online dengan motivasi belajar siswa kelas X A-C SMA N 1 Pati.

H. Desain Penelitian

Adapun desain penelitian yang dilakukan ini menggunakan desain ex-post facto.

Desain ini bentuknya dimana peneliti berusaha untuk meneliti sesuatu fakta yang telah terjadi di lapangan. 

Sementara penelitian ini dilakukan dengan menggunakan model atau jenis penelitian kuantitatif sehingga menghasilkan data berupa kumpulan angka.

I. Populasi dan Sampel

Dalam penelitian ini, populasi dari penelitian merupakan seluruh siswa kelas X A-C SMA N 1 Pati yang berjumlah 90 orang.

Adapun sampel dalam penelitian ini setidaknya diambil 50% dari jumlah siswa masing-masing kelas untuk dijadikan subjek penelitian.

Untuk menentkan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik simple random sampling. Artinya peneliti memilih responden secara acak.

J. Instrumen Pengumpulan Data

Adapun isntrumen pengumpulan data penelitian ini adalah dengan menggunakan instrumen angket tertutup.

Angket tertutup sendiri merupaka angket yang menyediakan berbagai pertanyaan serta opsi jawaban yang sudah ditentukan sehingga responden hanya dapat memberikan jawaban atau tanggapan terbatas dengan pilihan yang sudah disediakan.

Di dalam angket sudah disusun berbagai macam pertanyyan variabel yang diteliti, yaitu aktivitas bermain game online dan motivasi belajar.

K. Validitas data

Setelah data didapatkan, maka tahap selanjutnya adalah uji validitas data. Uji validitas data ini menggunakan empat validitas yaitu isi (content), konstruk (construct), konkuren (Concurrent) dan prediksi (predictive). 

Sementara alat ukur yang akan digunakan oleh peneliti untuk menguji validitas data penelitian adalah Product Moment dari Karl Pearson.

Product Moment dari Karl Pearson atau yang disebut juga dengan Korelasi Product Moment (KPM) merupakan alat uji statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis asosiatif (uji hubungan) dua variabel bila datanya berskala interval atau rasio. 

Korelasi Product Momen atau KPM merupakan salah satu bentuk statistik parametris karena menguji data pada skala interval atau rasio.

Oleh karenanya ada syarat-syarat yang harus dilalui untuk dapat menerapkan alat ukur KPM, yaitu :

  1. Sampel diambil dengan teknik random (acak)
  2. Data yang akan diuji harus homogen
  3. Selanjutnya data yang akan diuji juga harus berdistribusi normal
  4. Data yang akan diuji bersifat linier

L. Analisis Data

Setelah dilihat validitas data, maka dibutuhkan pula analisis data. Dalam penelitian kuantitatif, teknik analisis data dibagi menjadi dua yakni kegiatan mendeskripsikan data dan melakukan uji statistik (inferensi).

pendeskripsian data merupakan penggambaran data yang ada guna memperoleh bentuk nyata dari responden.

Hal ini akan membuat data yang ada menjadi mudah dimengerti peneliti atau orang lain yang tertarik dengan hasil penelitian yang dilakukan. 

Proses pendeskripsian data dilakukan bersamaan dengan uji statistik dengan pengukuran statistik deskriptif.

Nah itu tadi contoh proposal penelitian kuantitatif pendidikan tentang pengaruh game online terhadap motovasi belajar siswa.

Dalam contoh ini “mungkin” aga berbeda dengan sistematika penulisan proposal penelitian yang ada. 

Akan tetapi jika teman-teman perhatikan kembali, maka sub-sub bab yang ada akan memiliki kesamaan dengan sistematika penulisan di atas.

Jadi teman-teman tidak usah bingung ya.

4. Contoh Proposal Penelitian Kualitatif

Contoh Proposal Penelitian Kualitatif - Bosmeal.com
Contoh Proposal Penelitian Kualitatif Pendidikan pdf

Teman-teman pastinya sudah sangat familiar dengan proposal kualitatif. Memang kebanyakan dalam pembuatan proposal jika tidak menggunakan pendekatan kuantitatif maka akan menggunakan pendekatan kualitatif.

Berikut ini contoh proposal penelitian kualitatif dengan judul penelitian “Pelaksanaan Strategi Pembelajaran Oleh Guru Kompetensi Keahlian Administrasi Perkantoran SMK N 1 Wirosari.

Judul Proposal penelitian : Pelaksanaan Strategi Pembelajaran Oleh Guru Kompetensi Keahlian Administrasi Perkantoran SMK N 1 Wirosari.

A. Latar Belakang Masalah

Sudah jamak diketahui jika mode pembelajaran di Indonesia kebanyakan masih didukung oleh keaktifan dari guru itu sendiri. 

Keaktifan guru ini yang dimaksud adalah keaktifan dalam hal menenrangkan semua pelajaran yang ada. 

Sehingga praktis para siswa hanya mendengarkan pelajaran yang ada. Keatifan guru ini seharusnya disambungkan dengan semangat belajar para siswa.

Akan tetapi nyatanya berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di kelas XI AP 1 dan 2 pada tanggal 1-7 April 2019 ditemukan beberapa permasalahan dalam kegiatan pembelajaran. 

Permasalahan tersebut adalah yang pertama Pertama, sumber belajar yang digunakan oleh guru dan siswa belum memadai.

Hal ini karena materi-materi atau bahan ajar kurikulum 2013 edisi revisi belum ada.

Kedua  motivasi belajar siswa masih rendah ketika kegiatan pembelajaran berlangsung. Banyak dari siswa yang melakukan aktivitas lain seperti berbicara, bercanda, bermain gadget hingga tidur saat pelajaran.

Ketiga, prestasi belajar siswa sebagian masih rendah yang mana nilai ulangan harian mereka 65% diantaranya belum mencapai kriteria ketuntasan minimal. 

Terakhir dari segi kompetensi keahlian administrasi perkantoran guru sendiri masih monoton atau belum bervariasi.

Strategi tersebut adalah ekspositori. Padahal dalam setiap mata pelajaran memiliki tujuan pembelajaran yang berbeda sehingga membutuhkan strategi yang berbeda pula.

Berdasarkan temuan dalam observasi ini, perlu kiranya dilakukan penelitian mengenai pelaksanaan strategi pembelajaran oleh guru.

Agar penelitian ini menjadi fokus maka , maka penelitian ini menggunakan judul “Pelaksanaan Strategi Pembelajaran Oleh Guru Kompetensi Keahlian Administrasi Perkantoran SMK N 1 wirosari”.

B. Pembatasan Masalah

Agar penelitian menjadi lebih fokus, maka dibutuhkanlah pembatasan masalah. Adapun dalam penelitian ini, lebih memfokuskan dalam penggunaan strategi pembelajaran guru kompetensi keahlian Administrasi Perkantoran yang belum bervariasi.

C. Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pelaksanaan strategi pembelajaran oleh guru kompetensi keahlian Administrasi Perkantoran SMK N 1 Wirosari?

D. Kajian Teori

Untuk dapat melaksanakan penelitian ini maka setidaknya dibutuhkanlah sebuah kajian teori. 

Adapun dalam penelitian ini dengan melihat tema yang ada, maka setidaknya terdapat tiga kajian teori utama.

Teori yang pertama adalah teori tentang strategi pembelajaran meliputi pengertian, komponen, jenis, perencanaan serta pelaksanaannya. 

Selanjutnya teori yang kedua adalah teori tentang metode pembelajaran yang terdiri dari pengertian, jenis dan perencanaannya. 

Adapun teori yang ketiga adalah teori tentang guru kompetensi keahlian Administrasi Perkantoran mulai dari pengertian, kompetensi, keterampilan mengajar dan perannya dalam kegiatan pembelajaran.

E. Desain Penelitian

Adapun desain atau bentuk penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan menggunakan pendekatan kualitatif, sehingga data yang dihasilkan dari penelitian berupa kalimat dan kata-kata. Bukan berbasiskan pada angka

F. Informan Penelitian

Adapun untuk dapat melakukan sebuah penelitian dibutuhkan sebuah informasi yang cukup. Untuk itulah dibutuhkan yang namanya informan penelitian. 

Informan penelitian ini sebagai subjek dalam penelitian yang terdiri dari guru dan siswa kelas X kompetensi keahlian Administrasi Perkantoran SMK N 1 Wirosari tahun ajaran 2018/2019.

Adapun pemilihan subjek penelitian berupa guru kompetensi keahlian Administrasi Perkantoran menggunakan teknik purposive sampling atau penilaian subjektif.

Dalam hal ini peneliti mengambil informasi dari guru-guru menurut penilaian subjektif. Jika guru tersebut dianggap memiliki informasi yang dibutuhkan, maka akan dimintai sebuah informasi tanpa melalui kualifikasi standar terlebih dahulu.

Sementara pemilihan subjek penelitian berupa siswa kelas X kompetensi keahlian Administrasi Perkantoran menggunakan teknik snowball sampling.

Penggunaan teknik snowball sampling ini dirasa cocok untuk penggalian informasi dari para siswa.  

G. Instrumen Pengumpulan Data

Dikarenakan penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif analitik dengan menggunakan pendekatan kualitatif, maka instrumen yang bisa digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi.

H. Teknik Analisis Data

Data yang sudah didapatkan, baik dari data observasi, wawancara maupun dokumentasi kemudian akan dianalisis lebih lanjut. Adapun cara untuk menganalisis data dengan menggunakan teknik analisis data interaktif. 

Dalam menggunakan teknik ini, peneliti harus menempuh tiga tahapan, yaitu penyajian data, reduksi data dan penarikan kesimpulan dari data.

I. Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data

Selanjutnya setelah semua data terkumpul, maka dibutuhkanlah sebuah verifikasi data untuk melihat keabsahan dari data tersebut. 

Adapun untuk memeriksa data-data yang ada dengan menggunakan triangulasi metode dan sumber. 

Triangulasi metode sendiri dapat dilakukan peneliti dengan membandingkan data hasil observasi, wawancara dan dokumentasi.

Kemudian, triangulasi sumber dapat dilakukan dengan membandingkan data wawancara informan guru satu dengan lainnya

Nah itu tadi contoh proposal penelitian kualitatif yang bisa teman-teman buat acuan. Contoh proposal penelitian kualitatif di atas dibuat dengan sangat sederhana.

Yang terpenting pesan dari proposal tersampaikan dengan jelas dan tanpa meninggalkan kaidah sistematika penulisan proposal. 

Bagaimana teman-teman, bisa bukan cara membuatnya? Atau mungkin teman-teman memerlukan contoh proposal penelitian sederhana lainnya? 

Berikut ini contoh proposal penelitian sederhana lainnya

5. Contoh Proposal Penelitian Sederhana

Dari contoh-contoh proposal penelitian di atas, mungkin diantara teman-teman merasa bentuknya terlalu panjang dan lain sebagainya.

Nah agar lebih mudah dipahami, berikut ini contoh proposal penelitian sederhana dengan judul Problem Jurnalis Lingkungan SKH Pontianak Post dalam Memberitakan Kebakaran Kawasan Lahan dan Hutan di Kalimantan Barat. 

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Negara Indonesia merupakan negara yang terdiri dari berbagai macam pulau. Banyaknya pulau yang ada menyimpan berbagai macam kekayaan dan sumber daya yang melimpah, baik itu berasal dari laut, hutan dan sebagainya.

Sementara itu, minyak masih menjadi sumber daya penyumbang pertama di Indonesia. Sementara  hutan menjadi sumber penyumbang devisa kedua pada masa Presiden soeharto.

Tercatat sektor hutan menyumbang devisa 3 Miliar US Dolar. 

Dalam industri kehutanan sendiri hasil produksinya memiliki beragam bentuk mulai dari kertas, kayu lapis, kayu log dan lain sebagainya.

Selain hutan juga dimanfaatkan untuk perkebunan seperti kelapa sawit, kopi, karet dan coklat. 

Pemanfaatan hutan untuk semua itu menjadi lebih masif dengan alasan untuk peningkatan ekonomi negara.

Proses pemanfaatan hutan yang tanpa mempertimbangkan aspek keberlanjutan lingkungan mendorong kerusakan lingkungan negara.

Kemudian salah satu wilayah yang paling masif dalam pemanfaatan hutan berada di Kalimantan. 

Seperti yang sudah diketahui bersama, luas hutan di Pulau Kalimantan sekitar 40,8 juta hektar. Area hutan tersebut tersebar di seluruh penjuru di pulau Kalimantan dan terbagi menjadi beberapa provinsi.

Akan tetapi pemanfaatan hutan tersebut tanpa diiringi dengan aspek keberlangsungan yang berupa pelestarian hutan. 

Hal ini dibuktikan dengan laju deforestasi hutan di Kalimantan mencapai 673 hektar setiap harinya yang menurut data Greenpeace.

Hal ini menyebabkan wilayah hutan di Kalimantan hanya tersisa 25,5 juta di tahun 2010.

Laju deforestasi hutan yang begitu tinggi membuat Indonesia dianugerahi sebagai negara dengan tingkat kerusakan hutan tercepat di dunia menurut Guiness Book of Record.

Selain itu faktor kebakaran hutan juga menjadi penyumbang laju deforestasi hutan di Indonesia.

Adapun wilayah Kalimantan yang paling sering mengalami kebakaran hutan berada di Provinsi Kalimantan Barat.

Pada tahun 2016, lebih tepatnya pada bulan Juni merupakan waktu terburuk bencana kebakaran hutan yang pernah dialami Kalimantan Barat. 

Kebakaran hutan yang terjadi pada bulan Juni 2016 terjadi di beberapa titik dan menyebabkan kota tertutupi asap pekat dan partikulat.

Dampaknya membuat aktivitas dan juga kesehatan masyarakat menjadi terganggu.

Dampak ini bisa menjadi lebih luas dari yang diberitakan oleh Media. Masih banyak lagi kasus-kasus dari deforestasi hutan yang tidak diberitakan oleh Media.

Padahal peran Media sangat diperlukan agar diketahui oleh masyarakat secara luas. Dampak yang dirasakan oleh kerusakan hutan bukan hanya dirasakan oleh masyarakat lokal, tetapi dirasakan oleh orang-orang di berbagai negara.

Kerusakan yang terjadi patut untuk diberitakan secara masif karena menyangkut hidup banyak orang. 

Pemberitaan ini dilakukan oleh jurnalis yang memang sudah berkecimpung di bidangnya. Namanya adalah jurnalis lingkungan.

Seorang yang berkecimpung dalam jurnalisme lingkungan sangat perlu untuk mengetahui kompleks permasalahan secara menyeluruh dari semua sisi agar menyajikan berita yang berimbang.

B. Rumusan Masalah

Untuk menjawab latar belakang yang ada maka dibutuhkanlah rumusan masalah.

Adapun dalam penelitian ini menggunakan rumusan masalah Apa permasalahan yang dihadapi oleh jurnalis lingkungan dari Pontianak Post dalam memberitakan kerusakan dan kebakaran lahan di Kalimantan Barat?

C. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan permasalahan yang dihadapi oleh jurnalis lingkungan dari Surat Kabar Harian (SKH) Pontianak Post dalam memberitakan kerusakan dan kebakaran lahan di Kalimantan Barat.

D. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat penelitian yang dilakukan adalah:

  • Manfaat Teoritis

Sebagai informasi lebih mendalam terkait jurnalisme lingkungan khususnya yang sangat berguna untuk pengembangan ilmu komunikasi.

  • Manfaat Praktis

Sebagai bahan untuk penelitian dalam bidang Jurnalisme Lingkungan di media massa Indonesia.

E. Metodologi Penelitian

a. Metode Penelitian

Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode penelitian kualitatif.

Metode ini berguna untuk memahami keseluruhan permasalahan yang dihadapi oleh Jurnalis Lingkungan di Pontianak Post.

b Jenis Penelitian

Adapun jenis penelitian yang digunakan dengan menggunakan jenis penelitian deskriptif. Penelitian dalam bentuk deskriptif lebih mengutamakan penjelasan kata-kata dan gambar.

Kegunaan dari penelitian deskriptif adalah untuk menganalisis data seakurat mungkin yang mendekati kondisi aslinya.

c. Metode Pengumpulan Data

Agar data dapat tertata dengan rapi maka dibutuhkanlah metode pengumpulan data. Data-data yang ada dibagi menjadi dua terlebih dahulu, yakni data primer dan data sekunder.

Data primer merupakan data yang diperoleh langsung di lapangan. Sedangkan data sekunder merupakan data yang diperoleh dari sumber lain.

Data sekunder dapat diambil dari departemen pemerintahan, maupun dalam bentuk struktur organisasi dan sebagainya.

d. Lokasi Pengumpulan Data

Adapun lokasi pengumpulan data ini mengambil dari Surat Kabar Harian Pontianak Post di Kalimantan Barat, Jalan Gajah Mada No. 2-4, Pontianak Selatan.

e. Objek Penelitian

Sementara itu objek penelitian dalam penelitian ini adalah problem yang dihadapi Jurnalis Lingkungan dari SKH Pontianak Post dalam meliput konflik lahan dan kebakaran hutan di Kalimantan Barat.

f. Metode Analisis Data

Dalam mengumpulkan data, perlu juga dilakukan analisis data. Adapun cara untuk menganalisis data dengan cara reduksi data, model data dan verifikasi kesimpulan.

Data-data tersebut didapatkan dalam bentuk catatan lapangan, foto, video, transkrip wawancara, dokumen yang dikeluarkan badan yang bertanggung jawab, serta jurnal.

Nah itu tadi contoh proposal penelitian ilmiah dan sederhana yang bisa teman-teman jadikan acuan. 

Buat teman-teman yang masih ingin download contoh proposal penelitian sederhana pdf silahkan klik link yang tersedia ya.

Silahakan dibagikan yaa, Semoga Bermanfaat.

Contoh Proposal Kegiatan

Membuat Contoh Proposal Kegiatan

Contoh Proposal Kegiatan – Kamu ingin mengajukan sebuah kegiatan dengan menggunakan proposal? Namun belum tahu bagaimana cara membuat proposal kegiatan?

Membuat kegiatan sendiri tidaklah semudah yang dibayangkan. Sebelum suatu kegiatan berjalan dibutuhkan sebuah rencana yang matang.

Tahapan sebelum kegiatan itu adalah persiapan. Kita butuh mengetahui lebih banyak contoh proposal kegiatan lengkap agar bisa menguasainya.

Karena kurangnya pengalaman, seringkali membuat teman-teman merasa kebingungan dalam memulai tahapan ini.

Sebenarnya cara yang paling mudah dalam melaksanakan tahapan persiapan kegiatan adalah membuat proposal dengan melihat contoh proposal kegiatan sebelumnya.

Namun, pada sebagian orang membuat proposal merupakan hal yang melelahkan karena membutuhkan banyak hal yang harus dipikirkan.

TIDAK MASALAH! Karena Kamu tidak termasuk.

Semoga membuat proposal akan menjadi mudah setelah membaca berbagai referensi contoh proposal yang Kami bahas dengan rinci dan teliti.

Sebelum menyimak contoh proposal kegiatan beserta cara membuatnya, teman juga bisa belajar membuat contoh proposal pengajuan dana kegiatan seperti video di bawah ini:

NB: Jika Kamu benar benar belum paham proposal dan cara membuatnya, sangat disarankan untuk membaca dengan teliti pada setiap bagian.

Pengertian Proposal Kegiatan

Sudah tahukah teman-teman, proposal merupakan sebuah rencana kegiatan yang dituangkan dalam bentuk tulisan yang terkonsep.

Proposal kegiatan juga bisa dibilang sebagai sebuah perencanaan kegiatan acara yang sudah tersusun dalam bentuk tulisan.

Dalam membuat perencanaan proposal harus ditulis secara matang, teliti dan juga harus sistematis.

Dalam membuat proposal kegiatan ini bertujuan untuk mengurutkan ide-ide dan konsep yang akan dijalankan selama kegiatan.

Nah salah satu kegunaan proposal, selain berguna untuk menjabarkan ide juga bisa digunakan untuk mengajukan suatu permohonan dana, sponsor serta untuk mengurus perizinan suatu kegiatan dan masih banyak lainnya.

Nah ketika teman-teman membuat suatu kegiatan, peran proposal kegiatan ini tidak dapat dikesampingkan.

Dengan begitu maka teman-teman sebisa mungkin untuk membuat sebuah proposal kegiatan dengan maksimal.

Dari sana dapat disimpulkan bahwa proposal adalah rancangan kegiatan yang sudah disusun secara sistematis dan terperinci sesuai dengan standar pelaksanaan kegiatan yang kemudian diajukan kepada para pihak yang dikehendaki untuk mendapatkan persetujuan, bantuan maupun izin dan yang lainnya.

Artikel Menarik: Contoh Kata Pengantar yang Benar

Fungsi dan Tujuan Proposal

Setelah kita mengetahui pengertian proposal, kita juga harus mengetahui juga fungsi dan tujuan dari proposal kegiatan Suatu proposal dibuat selalu memiliki sebuah tujuan.

Begitu pun dengan proposal kegiatan. Ada berbagai macam tujuan dibuatnya proposal kegiatan, diantaranya adalah

  1. Untuk mendapatkan izin kegiatan
  2. Proposal Kegiatan bertujuan untuk mendapatkan dukungan kegiatan
  3. .Untuk mendapatkan dukungan dana dari sponsor selama kegiatan berlangsung.

Setelah kita mengetahui tujuan dari proposal, kita juga perlu mengetahui fungsi dari proposal itu sendiri. Adapun fungsi dari proposal kegiatan diantaranya adalah

  1. Sebagai pengajuan rencana kegiatan kepada pihak terkait, seperti pemerintah atau yang lainnya.
  2. Proposal kegiatan berfungsi Sebagai pengajuan permohonan dana kepada pihak sponsor
  3. Sebagai data atau pelaporan dalam melakukan kegiatan

Nah itu tadi fungsi dan tujuan dari proposal kegiatan. Bagaimanapun bentuk kegiatan yang teman-teman buat tidak akan bisa terlepas dari ketiga fungsi dan tujuan proposal kegiatan tersebut.

Ciri ciri Proposal Kegiatan

Proposal sendiri memiliki beragam bentuk. Contoh proposal kegiatan, proposal penelitian, proposal skripsi dan lain sebagainya.

Masing-masing jenis proposal tersebut tentunya memiliki ciri khas tersendiri, begitu pula dengan proposal kegiatan. Berikut ini ciri-ciri proposal kegiatan yang perlu teman-teman ketahui

  1. Proposal terdiri dari latar belakang kegiatan, maksud dan tujuan kegiatan yang akan dilaksanakan.
  2. Penulisan proposal dibuat secara terperinci, jelas dan sistematis dalam menjabarkan kegiatan yang akan dilakukan.
  3. Di dalam proposal berisikan tentang gambaran umum event atau kegiatan yang akan dilakukan dan diberikan kepada pihak yang bertanggung jawab maupun pihak sponsor.
  4. Proposal kegiatan biasanya ditulis oleh kelompok maupun perorangan yang mengajukan adanya event maupun kegiatan.
  5. Dalam membuat Proposal kegiatan jauh sebelum kegiatan dilakukan dan dan diserahkan kepada pihak yang terkait maksimal 1 bulan sebelum kegiatan agar tidak mendadaknya persiapan
  6. Proposal kegiatan dibuat dengan tujuan untuk memberitahukan kegiatan yang akan dijalankan ke depannya.
  7. Di dalam Proposal kegiatan sendiri bersifat persuasif yang artinya sebuah proposal memiliki tujuan untuk meyakinkan banyak pihak maupun sponsor agar turut serta membantu suatu kegiatan tersebut.
  8. Proposal kegiatan sifatnya menjalin kerjasama untuk menyelenggarakan event atau kegiatan yang akan dilakukan.

Nah itu tadi beberapa ciri-ciri proposal kegiatan yang sering dilihat dalam sebuah proposal. Sekarang teman-teman bisa melihat secara langsung bukan ciri-cirinya.

Struktur Proposal

Format Struktur Proposal Kegiatan - Bosmeal.com
Gambar Struktur Proposal Kegiatan Doc

Setelah kita mengetahui bagaimana ciri-ciri proposal kegiatan, alangkah baiknya jika kita pun mengetahui struktur proposal kegiatan.

Dengan mengetahui struktur proposal kegiatan akan lebih memudahkan kita dalam membuat contoh proposal kegiatan sendiri nantinya.

Adapun struktur proposal kegiatan yang harus ada dalam penyusunan proposal adalah sebagai berikut:

1. Halaman Judul

Halaman pertama yang harus ada dalam proposal kegiatan adalah cover atau halaman judul. Dalam halaman judul ini berisikan tentang nama atau judul kegiatan yang akan dilakukan.

Selain nama kegiatan, terdapat juga logo penyelenggara, nama penyelenggara. Untuk lebih mudah memahaminya kita bisa melihat contoh cover proposal kegiatan yang bertebaran di internet

Dalam membuat halaman judul harus dibuat secara rapi, sistematis, dan juga jelas agar tidak membingungkan pihak yang diajak kerjasama..

2. Pendahuluan

Setelah halaman judul, struktur proposal kegiatan selanjutnya adalah Pendahuluan. Dalam pendahuluan ini berisikan latar belakang kegiatan dan tujuan kegiatan.

Latar Belakang Kegiatan

Dalam membuat kegiatan pastinya akan selalu ada hal yang melatar belakangi kegiatan tersebut. seperti contoh latar belakang proposal kegiatan 17 Agustusan

Dalam membuat latar belakang umumnya didahului dengan penjelasan yang bersifat umum kemudian mengerucut ke hal-hal yang bersifat khusus.

Penyusunan latar belakang ini harus dibuat secara runtut agar orang-orang yang akan diajak kerjasama dapat memahami secara utuh bagaimana latar belakang kegiatan yang akan berjalan nantinya.

Tujuan Kegiatan

Setiap sesuatu pastinya memiliki sebuah tujuan, begitu pula dengan sebuah kegiatan. pastinya akan selalu ada tujuan dari sebuah kegiatan.

Tujuan ini merupakan harapan atau keinginan yang tercapai dari adanya suatu event atau kegiatan yang dijalankan.

Nah tujuan-tujuan yang ingin dicapai oleh pihak penyelenggara ini harus dituangkan dalam bentuk proposal agar pihak-pihak yang akan diajak kerjasama dapat paham dengan tujuan penyelenggara.

3. Isi Proposal

Setelah kita membuat Pendahuluan dalam proposal kegiatan, struktur proposal selanjutnya yang harus ada adalah isi proposal.

Adapun isi proposal ini merupakan sebuah gambaran umum dari kegiatan yang akan dilaksanakan.

Berikut ini cakupan isi proposal yang harus ada:

Tema Kegiatan

Isi proposal yang pertama adalah tema kegiatan. Tema kegiatan ini sangat penting agar pihak yang diajak kerjasama dapat mengetahui jenis kegiatan yang akan dilakukan.

Tanpa adanya tema kegiatan akan membuat pihak-pihak yang diajak kerjasama pun enggan untuk menerimanya.

Disamping itu ketika membuat tema harus jelas dan mewakili dari sebuah kegiatan secara utuh.

Sasaran

Setelah kita selesai dengan tema kegiatan, hal lain yang tidak kalah pentingnya dalam struktur proposal adalah sasaran kegiatan. Sasaran kegiatan ini sendiri meliputi peserta kegiatan.

Dalam membuat sasaran kegiatan sebaiknya dipetakan kriteria-kriteria orang-orang yang akan mengikuti kegiatan tersebut secara jelas. Biasanya sasaran kegiatan disebut juga dengan peserta kegiatan.

Jadwal Kegiatan

Point selanjutnya yang harus ada dalam struktur proposal kegiatan adalah jadwal kegiatan. Jadwal kegiatan wajib ada dalam proposal kegiatan.

Jika jadwal kegiatan tidak ada maka kegiatan ini akan dianggap sebagai kegiatan abal-abal. Pencantuman waktu ini juga berperan penting kepada pihak yang akan kita ajak kerjasama.

Jika kita menyerahkan proposal kegiatan dengan jarak waktu yang mepet, misalnya 3 minggu, maka pihak-pihak yang akan diajak kerjasama akan menolaknya.

Untuk itu sebaiknya teman-teman selesaikan semua urusan proposal maksimal 1 bulan sebelum acara dimulai.

Jarak waktu 1 bulan ini agar pihak-pihak yang diajak kerjasama bisa menyusun jadwal acaranya agar tidak berbenturan waktu dengan acara lainnya.

Susunan Acara

Setelah waktu dan tempat sudah ditentukan, hal lain yang harus ada dalam proposal kegiatan adalah susunan acara kegiatan. Susunan acara kegiatan ini merupakan salah satu hal yang vital dalam proposal.

Hal ini karena susunan acara bisa menjadi gambaran dari tema kegiatan yang sudah dibuat.

Selain itu juga bisa menunjukkan kualitas kegiatan yang akan kita lakukan.

Di dalam susunan acara sendiri terdapat waktu dan tempat acara pelaksanaan, jenis acara serta penanggung jawab acara tersebut.

Susunan Panitia

Setelah susunan acara, struktur proposal kegiatan yang harus ada adalah susunan kepanitiaan.

Susunan kepanitian ini sendiri merupakan orang-orang yang terlibat dalam suatu acara lengkap dengan tanggung jawab dan jabatan masing-masing.

Jika tidak ada susunan kepanitiaan yang dijelaskan dalam proposal kegiatan nantinya dikhawatirkan tidak akan berjalan dengan lancar karena orang-orang yang ada di dalamnya tidak sadar akan tanggung jawabnya.

Selain itu juga ketika mengajak banyak pihak yang terlibat dalam acara akan memudahkan mereka dalam berkomunikasi selama kegiatan.

Anggaran Kegiatan

Hal berikutnya yang harus ada dalam struktur proposal kegiatan adalah anggaran kegiatan.

Anggaran kegiatan sendiri merupakan rincian dana segala kebutuhan yang diperlukan selama kegiatan. Dalam membuat anggaran kegiatan, sebisa mungkin kita buat secara detail dan terperinci

4. Penutup

Point berikutnya dalam struktur proposal adalah adanya sebuah penutup proposal kegiatan.

Adapun isi dari penutup ini adalah harapan dari kita kepada pihak-pihak yang akan diajak kerjasama agar ikut berpartisipasi di dalamnya.

Partisipasi itu bisa bentuk izin, dukungan sponsorship atau pun yang lainnya sehingga acara dapat berjalan lancar tanpa adanya suatu halangan.

Nah itu tadi struktur proposal yang wajib ada ketika membuat suatu proposal kegiatan. Kita bisa menambahkan beberapa poin yang menurut kita itu penting.

Akan tetapi secara umum, struktur proposal yang digunakan banyak orang adalah struktur point di atas.

Jangan Lewatkan: Contoh Kata Penutup Makalah yang Benar

Cara Membuat Proposal Kegiatan

Format Membuat Contoh Proposal Kegiatan - Bosmeal.com
Membuat Contoh Proposal Kegiatan Sekolah PDF

Agar proposal kegiatan kita bisa bernilai, maka kita haruslah bisa menuangkan ide-ide untuk menyusun proposal.

Ide-ide yang ada kemudian dituangkan dalam penyusunan proposal kegiatan. Langkah ini sebagai bentuk contoh proposal pengajuan kegiatan yang akan dilakukan nantinya.

Dalam menyusun sebuah proposal dibutuhkanlah cara membuat proposal yang tepat dan tersampaikan isinya. Adapun cara membuat proposal yang baik dan benar adalah sebagai berikut.

1. Menentukan Topik

Langkah pertama sebelum membuat proposal kegiatan adalah menentukan topik terlebih dahulu.

Penentuan topik ini merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam menyusun sebuah proposal kegiatan.

Jika topik kita tidak sesuai dengan apa yang diharapkan banyak orang dan kurang menarik maka hampir bisa dipastikan proposal kegiatan kita akan sepi peminat atau bahkan tidak disetujui oleh berbagai pihak.

Untuk itu dalam menentukan topik kegiatan diusahakan untuk dibuat semenarik mungkin serta sejelas mungkin.

Ini bertujuan agar para pihak yang diajak kerjasama dapat menangkap ide atau topik yang kita buat.

2. Menentukan Struktur Proposal

Setelah kita menentukan topik yang akan digunakan, langkah selanjutnya adalah menentukan struktur proposal.

Apa artinya jika topik kegiatan dibuat uwaw dan menarik tetapi struktur proposal yang dibuat amburadul.

Sebuah proposal akan menjadi menarik jika kita bisa membuat struktur proposal menjadi menarik.

Dalam membuat struktur proposal, setidaknya di dalamnya kita menyebutkan latar belakang kegiatan, tema kegiatan, tujuan dan manfaat kegiatan, sasaran dan juga rencana anggaran biaya kegiatan.

Dengan minimal struktur proposal tersebut nantinya para pihak yang diajak kerjasama minimal bisa memahami topik atau kegiatan yang akan kita buat.

Nah dalam membuat struktur proposal, semakin lengkap isi strukturnya akan semakin baik.

3. Membuat Outline atau Kerangka Proposal

Setelah struktur proposal kita buat, selanjutnya sebelum kita membuat proposal utuhnya, sebaiknya terlebih dahulu buat outline proposal kegiatan.

Outline proposal kegiatan ini merupakan kerangka ide-ide pokok yang akan dikembangkan dalam proposal.

Pembuatan Outline proposal kegiatan ini bertujuan agar pembahasan dan penyampaian pesan yang tertulis dalam proposal tidak melebar kemana-mana.

Dengan membuat outline atau kerangka proposal maka kita nantinya akan lebih mudah dalam melakukan penyusunan proposal kegiatan.

4. Objektivitas Proposal

Dalam membuat outline kita kita bisa mengarang bebas sesuai dengan apa yang ada dalam ide kita. Ide yang sudah kita buat yang kemudian dijadikan topik lalu dijabarkan.

Penjabaran ide ini melalui yang namanya outline. Dalam membuat outline pun harus berdasarkan pada fakta dan problematika yang terjadi di lapangan.

Jangan sampai teman-teman membuat sebuah proposal berdasarkan karangan pribadi tanpa melihat data dan fakta yang terjadi.

Jika penulisan proposal tidak sesuai dengan data dan fakta maka proposal itu tidak akan bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya.

5. Memperhatikan Format Penulisan

Hal yang tidak kalah pentingnya dalam pembuatan proposal adalah memperhatikan format penulisan.

Dalam menulis proposal kita harus menggunakan bahasa yang formal dan baku, bukan dengan bahasa yang “gaul”.

Selain itu juga dalam menulis proposal kita harus menyampaikannya seefektif mungkin dan tidak bertele-tele.

Dalam format penulisan proposal kita juga harus menghindari kesalahan ejaan dan kesalahan penulisan.

Jika format penulisan proposal kita sudah benar dan tersusun rapi maka orang-orang yang melihat akan memberikan kesan rapi dan dan mudah dipahami.

6. Membuat Kesimpulan

Setelah proposal kita susun secara terstruktur, sistematis dan menggunakan format penulisan yang sesuai, langkah berikutnya kita harus memberikan kesimpulan.

Apa artinya jika kita menyusun sebuah proposal secara matang tetapi tidak memberikan kesimpulan suatu kegiatan.

Dalam membuat kesimpulan proposal kegiatan nantinya akan lebih memudahkan para pihak yang akan diajak kerjasama dalam melakukan kegiatan.

Nah selain langkah-langkah diatas, teman-teman pun juga membutuhkan lembar pengesahan. Teman-teman bisa mencari contoh lembar pengesahan proposal kegiatan yang bertebaran di dunia maya.

Contoh Proposal Kegiatan

Setelah kita mempelajari berbagai macam hal yang berkaitan dengan proposal kegiatan, akankah lebih mudah jika kita membuat contoh proposal kegiatan secara rinci.

Tujuan contoh ini agar teman-teman bisa memahami cara membuat proposal kegiatan secara utuh. Berikut ini beberapa contoh proposal kegiatan  lengkap yang dapat dipelajari bersama:

 1. Contoh Proposal Kegiatan Sekolah

Format Contoh Proposal Kegiatan Sekolah - Bosmeal.com
Download Contoh Proposal Kegiatan Sekolah PDF

kegiatan sekolah memang mengasyikkan bukan teman-teman. Apalagi jika kegiatan sekolah tersebut didukung oleh banyak pihak. Tentunya kegiatan itu akan menjadi lebih asyik dan menyenangkan.

Nah agar kegiatan teman-teman bisa didukung banyak pihak sebaiknya teman-teman membuat proposal kegiatan sekolah lengkap.

Berikut ini contoh proposal kegiatan sekolah yang bisa teman-teman buat acuan.

Proposal Kegiatan Pentas Seni dalam Rangka HUT SMA Bhakti Mulia 2 ke 19 

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kegiatan Pentas Seni merupakan sebuah kegiatan yang menampilkan kreasi maupun bakat dari setiap siswa baik secara individu maupun berkelompok.

Dengan menampilkan berbagai kreasi maka akan dapat ditemukan bakat-bakat terpendam dari para siswa yang tidak akan bisa didapatkan melalui mata pelajaran setiap harinya. 

Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMA Bhakti Mulia 2 merupakan penyelenggara dari kegiatan pentas seni ini.

Pentas seni ini selain ditujukan kepada siswa SMA Bhakti Mulia 2 juga ditujukan kepada seluruh masyarakat sekitar.

Selain itu juga pentas seni ini diadakan untuk memperingati hari kelahiran SMA Bhakti Mulia 2 yang ke 19.

Maka dari itu Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMA Bhakti Mulia 2 bermaksud untuk memperingati hari ulang tahun SMA Bhakti Mulia 2 dengan cara mengadakan pentas seni di lingkungan sekolah.

B. Tujuan Kegiatan

Adapun tujuan kegiatan ini adalah

  1. Menggali potensi dan bakat Siswa SMA Bhakti Mulia 2.
  2. Meningkatkan kreativitas siswa SMA Bhakti Mulia 2.
  3. Memperingati Hari Ulang Tahun SMA Bhakti mulia 2 yang ke 19.

ISI PROPOSAL 

A. Tema Kegiatan 

Adapun kegiatan pentas seni ini mengambil tema “Seni Budaya Kesenian Bersama”.

Dengan tema ini kemudian bersama-sama mengajak para siswa untuk mencintai seni dan budaya mereka.

B. Sasaran Kegiatan

 Adapun sasaran kegiatan pentas seni ini adalah para siswa SMA Bhakti Mulia 2 secara menyeluruh, baik individu maupun kelompok

C. Jadwal Kegiatan

Adapun jadwal kegiatan pentas seni ini akan berjalan selama 3 hari dimulai dari

Hari: Senin – Rabu 

Tanggal: 9 – 11 November 2020

D. Susunan Acara 

Adapun susunan acara yang akan berjalan nantinya sebagai berikut:

Hari Senin, 9 November 2020

07.00-08.00 Registrasi peserta

08.00-09.00 Opening Ceremony

09.00-10.00 Pembukaan

10.00-12.00 Persiapan Lomba

12.00-13.00 ISHOMA

13.00-15.00 penampilan Pentas Seni Kategori Individu

15.00 istirahat dan pulang 

Hari Selasa, 10 November 2020

07.00 – 08.00 Persiapan lomba hari kedua

08.00-12.00 Penampilan Pentas Seni Kategori Individu

12.00-13.00 ISHOMA 

13.00-15.00 Penampilan Pentas Seni Kategori Kelompok

15.00 Istirahat dan pulang

Hari Rabu 11 November 2020

07.00-08.00 Persiapan Pentas Seni Hari ketiga

08.00-12.00 Penampilan Pentas Seni Kategori Kelompok

12.00-13.00 ISHOMA

13.00-15.00 Penutup dan penampilan pemenang Lomba masing-masing kategori

E. Susunan Panitia

Acara ini tidak akan bisa terlaksana tanpa adanya susunan panitia kegiatan. Adapun susunan panitia Pentas Seni SMA Bhakti Mulia 2 Sebagai berikut:

Pelindung:

    1. Kepala Sekolah
    2. Waka Kesiswaan

Penanggung Jawab:

    • Ketua OSIS SMA Bhakti Mulia 2

Ketua:

    • Candra Mukti

Wakil Ketua:

    • Dina Pratiwi

Sekretaris:

    1. Wahyu Pratama
    2. Oktaviana

Bendahara:

    1. Angga Saputra
    2. Sofiana

Seksi Acara:

    1. M. Yuda 
    2. Arina Manasikana

Seksi Humas:

    • Dika Pradana

Seksi Konsumsi:

    1. Anggi Widya
    2. Lailatun Nafi’ah

Seksi Perlengkapan:

    • Puguh Ariadi

Seksi Dekorasi Dokumentasi:

    • M. Nur Hasan

Seksi Keamanan:

    • Anang Rifa’i

F. Anggaran Kegiatan

untuk menunjang kegiatan Pentas seni dalam rangka perayaan hari ulang tahun SMA bhakti Mulia 2 maka setidaknya dibutuhkan pembiayaan.

Pembiayaan ini dimaksudkan agar acara dapat berjalan dengan lancar dan meriah.

Adapun anggaran kegiatan ini sebesar Rp. 17.800.000 dengan rincian sebagai berikut:

Kegiatan ini mendapatkan dana dari sebagai berikut.

Rincian Pemasukan

1. Kas SMA Bhakti Mulia 2 : Rp. 2.000.000

2. Dana Iuran Siswa SMA Bhakti Mulia 2 : Rp. 3.500.000

3. Dana donatur wali murid SMA Bhakti Mulia 2 : Rp. 1.500.000

4. Dana pihak sponsor Utama : Rp. 6.000.000

5. Dana pihak sponsor lainnya: Rp. 2.000.000

6. Sumbangan lain yang tidak mengikat : Rp. 3.000.000

Total : Rp. 18.000.000

Biaya Pengeluaran

  1. Kesekretariatan
    • ATK: Rp. 500.000
  1. Acara
    1. Kostum dan make up : Rp. 1.250.000
    2. Honorarium Dewan juri (3 orang) : Rp. 900.000
  1. Konsumsi
    1. Snack: Rp. 1.500.000
    2. Makan siang: Rp 4.500.000
  1. Humas
    • Transport: Rp. 300.000
  1. Perlengkapan
    1. Panggung : Rp. 1.200.000
    2. Sound system : Rp. 2.500.000
    3. Stand untuk jualan : Rp. 450.000
    4. Alat musik : Rp. 900.000
  1. Dekorasi Dokumentas
    1. Banner : Rp. 250.000
    2. Sewa Foto dan Video: Rp. 1.250.000 
    3. Lampu sorot : Rp. 900.000
  1. Keamanan
    • Barikade (pagar pembatas) : Rp. 700.000
  1. Lain-lain : Rp. 700.000

Total : Rp. 17.800.000

G. Penutup

Demikianlah proposal ini kami buat dengan sebenar-benarnya. Semoga acara ini dapat berjalan dengan sebagaimana mestinya. Atas bantuan dan partisipasinya kami ucapkan banyak terima kasih.

Jepara, 5 September 2020

Proposal Kegiatan Pentas Seni dalam Rangka HUT SMA Bhakti Mulia 2 ke 19 

 

Candra Mukti

Ketua Panitia

Wahyu Pratama

Sekretaris

Mengetahui

 

Abdul Ghofar

Ketua OSIS

Nah itu tadi contoh proposal kegiatan sekolah tentang pentas seni. Teman-teman juga bis menggantinya dengan kegiatan lainnya kok.

Bagaimana teman-teman cukup mudah ditiru bukan contoh proposal kegiatan sekolah di atas?

2. Contoh Proposal Kegiatan Desa

Format Contoh Proposal Kegiatan Desa - Bosmeal.com
Membuat Contoh Proposal Kegiatan Desa

Buat teman-teman yang sudah bersentuhan dengan masyarakat desa pastinya sudah tidak asing dengan berbagai kegiatan di dalamnya.

Berbagai kegiatan itu tentunya membutuhkan perizinan dan juga pendanaan.

Nah agar kegiatan berjalan lancar, langkah pertama yang harus teman-teman lakukan adalah membuat proposal kegiatannya.

Jika teman-teman masih bingung bagaimana cara membuat proposal kegiatan desa, berikut ini contoh proposal kegiatan desa dengan judul kegiatan kegiatan bersih desa.

Proposal Kegiatan Bersih Desa di Desa Sidomulyo

Pendahuluan

A. Latar Belakang

Kebersihan merupakan sebagian dari iman. Kebersihan merupakan kunci dari kesehatan. Dengan menjaga kebersihan maka akan bisa meminimalisir penyakit yang ditimbulkan.

Menjaga kebersihan terkadang menjadi hal yang memberatkan karena kebiasaan buruk manusia yang selalu menunda-nunda pekerjaan.

Padahal menjaga kebersihan bisa dilakukan melalui hal-hal yang mudah dan sederhana, misalnya menyiapkan tempat sampah di setiap rumah. 

Untuk bisa menjaga kebersihan bisa dilakukan dengan berbagai banyak hal, seperti pembuatan bank sampah ataupun daur ulang sampah menjadi hal-hal yang berharga.

Maka dari itu kami karang taruna desa Sidomulyo mencoba membuat kegiatan bersih desa yang nantinya pada akhir tahun akan ditentukan pemenangnya.

B. Tujuan Kegiatan

Adapun tujuan kegiatan bersih desa di Desa Sidomulyo ini adalah agar terciptanya desa yang bersih serta mampu memanfaatkan sampah menjadi sesuatu yang berharga

Isi Proposal

A. Tema Kegiatan

Adapun kegiatan bersih desa ini mengambil tema “desa yang bersih dan kreatif”.

Dengan tema ini kemudian bersama-sama mengajak para masyarakat untuk menjaga kebersihan dan meningkatkan kreativitas masyarakat.

B. Sasaran Kegiatan

 Adapun sasaran kegiatan pentas seni ini adalah para masyarakat di Desa Sidomulyo 

C. Jadwal Kegiatan

Adapun kegiatan bersih desa ini dilakukan selama kurun waktu 3 bulan yakni selama bulan 1 Juni sampai dengan 30 Agustus 2020. Untuk kegiatan puncak akan dilakukan pada 31 Agustus 2020

D. Susunan Acara

Adapun Susunan acara yang akan berjalan nantinya sebagai berikut:

Hari Senin 1 Juni – Minggu 30 Agustus 2020

Kegiatan kebersihan dan pendaur ulangan sampah

Senin 31 Agustus 2020

07.00-08.00 Registrasi peserta

08.00-09.00 Opening Ceremony

09.00-10.00 Pembukaan pameran lomba daur ulang sampah

10.00-18.00 Pameran lomba daur ulang sampah

18.00-19.00 ISHOMA

19.00-21.00 Hiburan dari pemuda karang taruna Desa Sidomulyo

21.00 – Selesai penutup dan pengumuman pemenang lomba

E. Susunan Panitia

Acara ini tidak akan bisa terlaksana tanpa adanya susunan panitia kegiatan.

Adapun susunan panitia Bersih Desa dan Lomba Pendaur ulangan sampah di Desa Sidomulyo adalah sebagai berikut:

Pelindung

  • Kepala Desa

Penanggung Jawab

  • Ketua Karang Taruna Desa Sidomulyo

Ketua

  • Niken Anis

Wakil Ketua:

  • Dian Angga Putra

Sekretaris:

  • Wahyu Pradana

Bendahara:

  1. Anggi Widya
  2. Sofia Ainiyah

Seksi – Seksi

1. Seksi Acara: M. Syaiful Huda

2. Seksi Humas dan Publikasi: Ahmad Saiful Mujib

3. Seksi Konsumsi: Nisaul Falah

4. Seksi Perlengkapan: Puguh

5. Seksi Dekorasi Dokumentasi: Muwafi Nur Huda

6. Seksi Keamanan: Angga Saputra

F. Anggaran Kegiatan

untuk menunjang kegiatan bersih desa dan juga lomba pendaur ulangan sampah di Desa Sidomulyo maka setidaknya dibutuhkan pembiayaan.

Pembiayaan ini dimaksudkan agar acara dapat berjalan dengan lancar dan meriah.

Adapun anggaran kegiatan ini sebesar Rp. 10.750.000 dengan rincian sebagai berikut:

Kegiatan ini mendapatkan dana dari sebagai berikut.

Rincian Pemasukan

Kas Karang Taruna Desa Sidomulyo : Rp. 4.000.000

Dana iuran sukarela dari warga Desa Sidomulyo : Rp. 5.000.000

Sumbangan lain yang tidak mengikat : Rp. 2.000.000

Total : Rp. 11.000.000

Biaya Pengeluaran

  1. Kesekretariatan
    • ATK: Rp. 700.000
  1. Acara
    • Honorarium Dewan Juri (3 orang) : Rp. 900.000
  1. Konsumsi
    1. Snack: Rp. 2.000.000
    2. makan tamu undangan (30 orang) : Rp 20.000 x 30 = Rp 600.000
  1. Humas dan Publikasi
    • Transport: Rp. 150.000
    • Brosur : Rp. 250.000
    • Banner publikasi (3 buah) : Rp 60.000 x 3 = Rp. 180.000
  1. Perlengkapan
    1. Panggung : Rp. 700.000
    2. Sound system : Rp. 1.500.000
  1. Dekorasi Dokumentasi
    1. Banner acara : Rp. 250.000
    2. Sewa Foto dan Video: Rp. 1.250.000 
  1. Keamanan
    • Barikade (pagar pembatas) : Rp. 700.000
  1. Hadiah Lomba
    1. Piala 1 set: Rp. 350.00
    2. Cinderamata pemenang lomba: Rp 520.000
  1. Lain-lain : Rp. 700.000

Total : Rp. 10.750.000

G. Penutup

Demikianlah proposal ini kami buat dengan sebenar-benarnya. Semoga acara ini dapat berjalan dengan sebagaimana mestinya.

Atas bantuan dan partisipasinya kami ucapkan banyak terima kasih.

Sidomulyo, 5 Mei 2020

Proposal Kegiatan Bersih Desa dan Pendaur Ulang Sampah Desa Sidomulyo 

 

Niken Anis

Ketua

Wahyu Pradana

Sekretaris

 

Mengetahui

 

Reza Surya

Ketua Karang Taruna

Itu tadi contoh proposal kegiatan desa yang bisa dijadikan acuan. Bagaimana teman-teman tertarik ?

Atau mungkin teman-teman punya contoh proposal kegiatan lainnya? Yuk saling berbagi teman-teman.

Penting Banget: Contoh Surat Keterangan Kerja yang Benar

3. Contoh Proposal Kegiatan Kampus

Format Contoh Proposal Kegiatan Kampus - Bosmeal.com
Gambar Contoh Proposal Kegiatan Kampus PDF

Dunia perkuliahan memang penuh tantangan. Dalam perkuliahan tidak hanya diajarkan tentang mata kuliah, tetapi juga bagaimana membangun sebuah jaringan dan juga ruang kebebasan berekspresi. 

Kebebasan dalam berekspresi itu bisa diwujudkan dalam bentuk kegiatan yang bisa dirasakan oleh banyak orang, seperti contoh kegiatan kampus lomba menulis essay.

Berikut ini contoh proposal kegiatan kampus:

Proposal Lomba Essay Tingkat Internal Kampus STAI Khozinatul Ulum Blora

Pendahuluan

A. Latar Belakang

Indonesia ditetapkan oleh BNN sebagai darurat narkoba. Gerakan islam radikal pun tidak bisa dipandang sebelah mata, dikarenakan mengalami perkembangan yang cukup signifikan.

Salah satu indikasinya adalah gerakan- gerakan yang ingin mendirikan khilafah islamiyah.

Tradisi baca dan tulis menulis pun di lingkungan kampus STAI Khozinatul Ulum masih relatif rendah.

Karena itu perlu dicarikan stimulus agar minat baca dan tulis menulis mengalami sedikit perkembangan.

Dalam menumbuhkan  minat baca dan tulis menulis kepada Mahasiswa, perlu diadakan sebuah kegiatan yang dapat memancing minat baca dan kreativitas menulis para Mahasiswa.

Salah satunya dengan mengadakan acara lomba penulisan essay. Maka dari itu kami anggap penting kegiatan ini.

B. Tujuan Kegiatan

Adapun tujuan kegiatan lomba essay tingkat internal Kampus STAI Khozinatul Ulum Blora adalah untuk meningkatkan minat membaca dan kreativitas menulis mahasiswa di tingkatan internal Kampus STAI Khozinatul Ulum Blora

Isi Proposal

A. Nama Kegiatan

adapun nama kegiatan ini adalah Lomba Essay Tingkat Internal Kampus STAI Khozinatul Ulum Blora dengan mengambil tema kegiatan “Menulis membuka Jendela Dunia”.

Tema ini memiliki harapan agar para mahasiswa di STAI Khozinatul Ulum semakin mengembangkan minat baca yang kemudian bisa dituangkan dalam sebuah karya ilmiah.

B. Tema Lomba

Tema Lomba Essay Tingkat Internal Kampus STAI Khozinatul Ulum Blora yaitu:

  1. Indonesia Darurat Narkoba
  2. Terorisme/ Islam Radikal/ Radikalisme di Indonesia

C. Waktu dan Tempat

  1. Waktu pengumpulan terakhir naskah Lomba Essay Tingkat Internal Kampus STAI Khozinatul Ulum Blora pada tanggal 23 Februari 2019
  2. Lomba Essay Tingkat Internal Kampus STAI Khozinatul Ulum Blora bertempat di Kampus STAI Khozinatul Ulum Blora.

D. Peserta

Adapun peserta dalam Lomba Essay Tingkat Internal Kampus STAI Khozinatul Ulum Blora adalah Mahasiswa STAI Khozinatul Ulum Blora.

E. Susunan Panitia

Adapun kepanitiaan ini langsung dipegang oleh Departemen Komunikasi Informasi Dan Pers BEM STAI Khozinatul Ulum Blora dengan susunan anggota sebagai berikut:

  1. Siti Iklima (Koordinator)
  2. Nurul Munjiah (Bendahara)
  3. Siti Musyarofah (Anggota)
  4. Nur Rohmad (Anggota)

F. Kebutuhan Lomba

Adapun kebutuhan Lomba Tingkat Internal Kampus STAI Khozinatul Ulum Blora terlampir.

G. Penutup

Demikian proposal ini kami buat dengan sebenar-benarnya dalam Lomba Essay Tingkat Internal Kampus STAI Khozinatul Ulum Blora.

Selanjutnya kami ucapkan banyak terima kasih atas semua pihak yang membantu terlaksananya Lomba essay tingkat internal kampus STAI Khozinatul Ulum Blora.

 

Blora, 4 Februari 2019

 

Siti Iklima

Departemen Komunikasi Informasi Dan Pers

Abdul Wahab

Presiden BEM

 

Mengetahui,

 

Yunus Bakhtiar R, M.S.I

Pembantu Ketua III Bidang Kemahasiswaan

Lampiran Kebutuhan Lomba

No Jenis Kebutuhan Satuan Harga Jumlah

1. Hadiah Lomba  

  1. Juara I : Rp. 100.000 
  2. Juara II : Rp. 75.000 
  3. Juara III : Rp. 50.000

2.  Kertas sertifikat (3 lembar) : 3 x Rp. 2.000 = Rp. 6.000 

  Jumlah : Rp. 231.000

 

Siti Iklima

Departemen Komunikasi Informasi Dan Pers

Nani Vidiya Wati

Bendahara BEM

Itulah salah satu contoh kegiatan kampus lomba essay. Dengan banyaknya kegiatan postif, akan membuat kita semakin berkembang. Selamat melakukan aktivitas ya.

4. Contoh Proposal Kegiatan Pramuka

Format Contoh Proposal Kegiatan Pramuka - Bosmeal.com
Membuat Contoh Proposal Kegiatan Pramuka PDF

Pramuka merupakan salah satu kegiatan ekstrakulikuler yang diadakan di sekolah.

Walaupun merupakan kegiatan ekstra, nyatanya pramuka memiliki banyak peminat dan juga manfaat.

Agar pramuka bisa tetap eksis, salah satunya adalah dengan melakukan berbagai kegiatan. Kegiatan itu bisa berbagai macam hal, salah satunya adalah perkemahan.

Untuk membuat kegiatan sendiri, langkah yang paling awal dilakukan adalah menuliskan ide atau konsep kegiatan dalam bentuk proposal.

Buat teman-teman yang masih kebingungan bagaimana proposal kegiatan pramuka, berikut ini ada contoh proposal kegiatan pramuka perkemahan yang bisa dijadikan referensi.

Proposal Perkemahan Penggalang Dalam Rangka Pelatihan dan Evaluasi Kenaikan Tingkat

A. Latar Belakang

Pramuka merupakan suatu organisasi ekstra yang diselenggarakan beriringan dengan pendidikan kepanduan di indonesia.

Perlu diketahui bersama jika dalam pramuka memiliki tingkatan-tingkatan mulai dari tingkat siaga, penggalang, penegak, Bantara, laksana.

Adapun tujuan dari pramuka sendiri adalah untuk mempersiapkan diri serta ikut serta dalam membangun Indonesia dengan cara melatih kedisiplinan,  kreativitas, mandiri dan juga kerja sama.

Pramuka sendiri sudah menjadi bagian yang sangat penting dalam upaya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara sebagaimana yang tertuang dalam pembukaan UUD 1945.

Untuk mewujudkan semua itu dibutuhkan suatu pelatihan dini atau di tingkat penggalang agar visi misi tersebut bisa menjadi lebih optimal.

Hal ini karena pelatihan dini merupakan salah satu upaya yang efektif dalam membangun karakter – karakter yang cerdas, peduli terhadap sesama, lingkungan serta rasa nasionalisme dan patriotisme yang ada.

Agar usaha tersebut dapat tercapai, dibutuhkan tekad dan juga kegiatan yang menarik, bermutu, serta mengandung pendidikan yang sesuai dengan perkembangan peserta didik untuk naik ke tingkat selanjutnya.

Adapun kegiatan itu adalah dengan  Menyelenggarakan “Perkemahan penggalangan”

B. Dasar Pemikiran

Adapun yang mendasari kegiatan perkemahan penggalangan ini adalah:

  1. Program Kerja Penggalang Tahun 2019/2020.
  2. Anggaran Dasar Gerakan Pramuka Bab II pasal 4 tentang tugas pokok Gerakan Pramuka yang berbunyi “Gerakan Pramuka mempunyai tugas pokok menyelenggarakan pendidikan kepramukaan bagi kaum muda guna menumbuhkan tunas bangsa agar menjadi generasi yang lebih baik, bertanggungjawab, mampu membina dan mengisi kemerdekaan serta membangun dunia yang lebih baik”.
  3. Anggaran Dasar Gerakan Pramuka Bab II pasal 5 tentang fungsi Gerakan Pramuka yang berbunyi “Gerakan Pramuka berfungsi sebagai penyelenggara pendidikan nonformal di luar sekolah dan di luar keluarga sebagai wadah pembinaan serta pengembangan kaum muda dilandasi Sistem Among, Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan”. 
  4. Sebagai bahan evaluasi pramuka penggalang dalam mempersiapkan diri untuk masuk ke tingkat selanjutnya.

C. Tujuan Kegiatan

Adapun tujuan diadakannya perkemahan penggalangan inji adalah:

  1. Untuk menumbuhkan jiwa patriotisme dan nasionalisme dalam diri anggota pramuka.
  2. Agar anggota pramuka dapat berperan aktif dalam mencintai organisasi Kepanduan (Kepramukaan). 
  3. Untuk menjalin persahabatan sesama anggota Pramuka. 
  4. Sebagai sarana untuk menumbuhkan kreativitas anggota di bidang Kepramukaan. 
  5. Untuk menambah serta meningkatkan wawasan para anggota tentang Kepramukaan.
  6. Sebagai pengembangan serta membina minat, bakat dan kemampuan anggota Pramuka. 
  7. Untuk mengenalkan anggota Pramuka terhadap lingkungan, ikut memelihara, menjaga, serta melestarikan lingkungan alam sekitarnya.
  8. Sebagai sarana untuk meningkatkan anggota Pramuka yang disiplin, mandiri dan selalu berpikiran positif.
  9. Untuk menciptakan anggota Pramuka yang berdasarkan dasa darma dan Trisatya.
  10. Untuk menumbuhkan mental dan fisik anggota Pramuka yang baik.

D.  Tema Kegiatan  

Adapun tema kegiatan ini adalah Melalui perkemahan mari wujudkan pramuka yang kompetitif dan kreatif.

Harapan yang dituju dari tema ini adalah untuk terbentuknya anggota pramuka yang benar-benar menguasai kepramukaan tingkat penggalang serta Melatih dan mengevaluasi dalam kenaikan tingkat selanjutnya.

E. Waktu Dan Tempat Kegiatan

Agar kegiatan perkemahan berjalan dengan maksimal maka kegiatan ini dilakukan dengan rincian waktu dan tempat sebagai berikut:

Hari / Tanggal : Sabtu – Minggu, 18 – 19 Juli 2020

Tempat / rute : Lapangan Krida Loka

F. Peserta

Untuk peserta kegiatan ini merupakan seluruh anggota Pramuka Penggalang SMP Islam Al Banjari Blora beserta segenap pengurus OSIS

G. Susunan Panitia  

Agar acara kegiatan perkemahan dapat berjalan dengan lancar, setidaknya dibutuhkan susunan kepanitiaan sebagai berikut:

Penanggung Jawab: M. Amin, S.Ag.

Ketua Pelaksana: M. Imanan

Wakil Ketua: M. Nur Rohim

Sekretaris: Haris Setiawan

Bendahara: Siti Nur Azizah

Koordinator Seksi Acara:

    1. Muhammad Mahfudz
    2. Ahmad Dimyati

Seksi Konsumsi: Nur Istiana

Seksi Keamanan: Denny Indrayana

H. Susunan Acara

Untuk memperlancar kegiatan perkemahan dibutuhkan susunan acara yang terperinci. Adapun susunan acara perkemahan adalah sebagai berikut:

Sabtu, 18 Juli 2020

  1. 12.00 – 13.30 Registrasi Peserta
  2. 13.30 – 15.00 Persiapan dan Pemberangkatan
  3. 15.00 – 15.30 Sholat Ashar
  4. 15.30 – 17.00 Pembukaan acara
  5. 17.00 – 19.30 ISHOMA
  6. 19.30 – 22.00 Sharing dan Ramah tamah
  7. 22.00 – 04.00 Berselancar ke Pulau Kapas

Minggu, 19 Juli 2020

  1. 04.00 – 05.00 Sholat Subuh
  2. 05.00 – 06.30 Sarapan
  3. 06.30 – 08.00 Bersih-bersih
  4. 08.00 – 09.00 Senam bugar
  5. 09.00 – 13.00 Hiking
  6. 13.00 – 15.00 ISHOMA
  7. 15.00 – 17.00 Materi
  8. 17.00 – 19.30 ISHOMA
  9. 19.30 – 22.00 Games
  10. 22.00 Sayonara           

I. Rencana Anggaran Belanja

Untuk menunjang kegiatan perkemahan maka setidaknya dibutuhkan dana kegiatan atau anggaran belanja.

Adapun rencana anggaran belanja ini sebesar Rp. 1.600.000 dengan rincian sebagai berikut:

  1. ATK Rp 450.000
  2. Transportasi Rp. 300.000
  3. Konsumsi Panitia 2 hari Rp. 250.000
  4. Beli bahan makanan (Sayur + Bumbu) Rp. 350.000
  5. Lain-lain Rp. 250.000

Jumlah Rp. 1.600.000

 J. Penutup 

Demikian proposal ini disusun agar menjadi pertimbangan pihak sekolah untuk menjadi sebuah gambaran kegiatan.

Dengan adanya proposal ini kami berharap pihak sekolah, terlebih kepala sekolah memberikan izin kegiatan perkemahan, pelatihan serta evaluasi dalam Kenaikan tingkat selanjutnya.

Kami pun mengharapkan bantuan serta partisipasi dari semua pihak yang terkait untuk menunjang suksesnya kegiatan ini sesuai dengan harapan semoga rencana ini dapat terlaksana dengan baik dan hasil yang sebagaimana mestinya. 

Selanjutnya kami pun memohon maaf jika terdapat kekeliruan dalam penyusunan proposal ini.

Kemudian atas dukungan dari berbagai pihak sangat kami harapkan kedepannya.

Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

 

Blora, 1 Juni 2020

Pembina Pramuka

 

Amin, S.Ag

 Mengetahui,

Kepala Sekolah

 

Salim Kasmani, M.S.I

Waka Kesiswaan

 

Ali Mahmudi S.Pd

Nah itulah contoh proposal kegiatan pramuka yang bisa dijadikan acuan. Selamat berkegiatan teman-teman anggota pramuka.

5. Contoh Proposal Kegiatan 17 Agustus Di Masyarakat

Format Contoh Proposal Kegiatan 17 Agustus - Bosmeal.com
Membuat Contoh Proposal Kegiatan 17 Agustusan di Masyarakat

Sudah menjadi hal yang lumrah jika setiap hari Kemerdekaan atau 17 Agustus selalu diadakan berbagai kegiatan.

Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengenang perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan dan juga untuk mengisi kemerdekaan.

Ketika mengadakan sebuah kegiatan pastinya diharapkan semua itu berjalan dengan maksimal. Nah agar kegiatan berjalan maksimal dibutuhkan yang namanya proposal.

Buat yang masih bingung bagaimana bentuk proposalnya, berikut ini contoh proposal kegiatan 17 Agustus di Masyarakat yang bisa dijadikan referensi.

Proposal Kegiatan 17 Agustus 2019 Desa Kapuan

A. Latar Belakang

17 Agustus merupakan hari yang sangat bersejarah bagi bangsa Indonesia. Hal ini karena pada tanggal tersebut merupakan hari kemerdekaan negara Indonesia.

Guna memperingati hari kemerdekaan Indonesia, sudah sewajarnya bagi bangsa Indonesia untuk memperingatinya.

Peringatan hari kemerdekaan itu bukan semata untuk bersenang-senang, tetapi mengucapkan syukur dan mengenang perjuangan bangsa.

Butuh perjuangan yang luar biasa untuk bisa memperoleh kemerdekaan Negara. Ada jasa para pahlawan yang rela berkorban baik jiwa raga maupun harta. 

Maka dari itu kita sebagai warga negara berkewajiban untuk meneruskan perjuangan para pahlawan yang telah gugur mendahului kita.

Dalam meneruskan perjuangan tersebut dengan cara mengisi kemerdekaan yang sudah dicapai dengan hal-hal yang berguna. 

Untuk mengisi kemerdekaan yang sudah tercapai, kita masyarakat Desa Kapuan pun juga turut berpartisipasi dalam mengisi kemerdekaan.

Bentuk atau cara dalam mengisi kemerdekaan bagi kita masyarakat desa Kapuan adalah dengan cara melakukan tasyakuran dan juga berbagai kegiatan lomba. 

Kegiatan-kegiatan ini untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur mendahului kita semua.

Maka dari itu kami sebagai panitia kegiatan perayaan 17 Agustus 2019 akan mengadakan tasyakuran dan juga Lomba – lomba bagi bagi masyarakat Desa Kapuan dengan semangat “Menuju Indonesia Maju”.

B. Landasan Kegiatan

Dalam melaksanakan kegiatan peringatan 17 Agustus 2019 di Desa kapuan kami panitia menggunakan landasan kegiatan sebagai berikut:

  1. UUD 1945
  2. Pancasila
  3. Hasil Kesepakatan musyawarah masyarakat Desa Kapuan pada 25 April 2019.

C. Nama dan Tema Kegiatan

Adapun nama kegiatan ini adalah tasyakuran dan lomba dalam memperingati HUT Republik Indonesia yang ke 74 dengan tema “Menuju Indonesia Maju”.

D. Maksud dan Tujuan kegiatan

Adapun maksud dari diadakannya kegiatan peringatan 17 Agustus 2019 ini adalah 

  1. Untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur mendahului kita
  2. Sebagai wujud rasa syukur atas kemerdekaan yang sudah didapatkan bangsa Indonesia

Sementara tujuan dari diadakannya peringatan 17 Agustus 2019 ini adalah

  1. Untuk mengajak warga Desa kapuan dalam memperingati jasa para pahlawan yang telah gugur mendahului kita.
  2. Sebagai sarana untuk memupuk rasa cinta dan bangga terhadap tanah air Indonesia
  3. Untuk tetap menjaga silaturahmi antar sesama warga masyarakat Desa Kapuan.
  4. Menumbuhkan rasa sportivitas pada masyarakat Desa Kapuan dalam mengikuti lomba.
  5. Untuk menumbuhkan rasa kekeluargaan, persatuan serta kesatuan terhadap masyarakat di Desa Kapuan

E. Bentuk Kegiatan

Kegiatan ini akan dilaksanakan dalam memperingati HUT RI yang ke 74. Kami selaku panitia pelaksana kegiatan akan mengadakan tasyakuran dan beberapa lomba untuk anak- anak juga ibu- ibu.

Adapun lomba yang akan diadakan nanti adalah sebagai berikut:

Lomba anak – anak kategori individu

  1. Lomba balap kelereng
  2. Lomba balap karung
  3. Lomba pukul air
  4. Lomba makan kerupuk
  5. Lomba pecah balon
  6. Lomba memasukkan paku dalam botol

Lomba anak – anak kategori kelompok

  1. Lomba bakiak
  2. Lomba futsal

Lomba kategori ibu- ibu

  1. Makan kerupuk
  2. Tarik tambang

F. Waktu dan Pelaksanaan Kegiatan

Untuk kegiatan tasyakuran dan lomba peringatan 17 Agustus 2019 akan diadakan pada:

Hari : Jum’at s/d Minggu

Tanggal : 16 s/d 18 Agustus 2019

Tempat : lapangan desa Kapuan

G. Susunan Panitia

Pelindung : Kepala Desa Kapuan

Penanggung Jawab : Karang taruna Desa Kapuan

Ketua Panitia : Roziqin

Wakil Ketua : Maria Ulfa

Sekretaris : Rohana

Bendahara : Gita Aprilia

Seksi Acara:

    1. Nur Alimin
    2. Nila Aprilia

Seksi Perlengkapan:

    1. Ahmad Faizin
    2. Ahmad Rifa’i

Seksi Dokumentasi :

    1. Maftuh
    2. Saifullah

Sie konsumsi:

    1. Nadia
    2. Anung fitriana

H. Rincian Estimasi Biaya Kegiatan

Untuk menunjang kegiatan tasyakuran dan lomba dalam rangka peringatan 17 Agustus 2019 maka setidaknya dibutuhkan dana kegiatan atau anggaran belanja kegiatan.

Adapun rencana anggaran belanja kegiatan ini sebesar Rp. 2.340.000 dengan rincian sebagai berikut:

  1. ATK : Rp 350.000
  2. Tumpengan: Rp 750.000
  3. Bakiak (6 pasang) : 6 x Rp 6.000 = Rp 60.000
  4. Kerupuk (500 biji) : 500 x Rp 100 = Rp 50.000
  5. Balon (50 buah) : 50 x Rp 400 = Rp 20.000
  6. Karung (10 buah) : 10 x Rp 2.000 = Rp 20.000
  7. Kertas kado (5 buah) : 5 x Rp 1.000 = Rp 5.000
  8. Tali tambang (1 buah) : Rp 20.000
  9. Benang/ tali (1 roll) : Rp 5.000
  10. Hadiah : Rp 1.500.000
  11. konsumsi panitia & juri : Rp 200.000
  12. Kelereng (2 pack) : 2 x Rp 5.000 = Rp 10.000
  13. Lain-lain : Rp 100.000

Jumlah Rp 2.340.000

I. Peserta Kegiatan

Untuk peserta kegiatan tasyakuran dan lomba – lomba dalam rangka peringatan 17 Agustus 2019 diikuti oleh warga masyarakat Desa Kapuan.

Sementara lomba-lomba diikuti oleh anak- anak dan juga ibu- ibu dengan cara mendaftar ke panitia pelaksana kegiatan Lomba dan diharap mengikuti alur pendaftaran yang sudah ditentukan.

J. Manual Acara Kegiatan

adapun untuk manual Acara kegiatan tasyakuran dan lomba – lomba dalam rangka peringatan 17 Agustus 2019 sebagai berikut:

Jum’at 16 Agustus 2019

18.30 – 19.30 Doa bersama menyambut hari kemerdekaan

19.30 – 20.00 Persiapan nonton film bersama

20.00 – Selesai Nonton Film Soekarno : Indonesia Merdeka

Sabtu 17 Agustus 2019

07.00 – 09.00 Upacara Kemerdekaan

09.00 – 10.00 Pendaftaran Lomba

10.00 – 17.00 Lomba kategori anak-anak 

Minggu 18 Agustus 2019

07.00 – 08.00 Bersih Desa

08.00 – 17.00 Lanjutan Lomba anak-anak disambung lomba ibu-ibu

17.00 – 18.30 ISHOMA

18.30 – 19.30 Penyerahan hadiah pemenang lomba 

19.30 – Selesai dan Penutupan 

K. Penutup

Demikianlah proposal tasyakuran dan Lomba dalam rangka memperingati 17 Agustus 2019 ini kami buat untuk diajukan agar bisa menjadi bahan pertimbangan dan. Atas perhatian serta kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.

 

Blora, 10 Juli 2019

Mengetahui,

Panitia Tasyakuran dan Lomba Dalam Rangka Memperingati 17 Agustus 2019

 

Roziqin

Ketua 

Rohana

Sekretaris

Kepala Desa Kapuan

Sunyoto

Nah itu tadi contoh proposal 17 Agustusan yang bisa kita jadikan pedoman.

Bagaimana teman-teman dengan contoh proposal kegiatan 17 Agustusan di atas? Mudah bukan.

6. Contoh Proposal Kegiatan Pentas Seni

Membuat Contoh Proposal Kegiatan Pentas Seni - Bosmeal.com
Gambar Contoh Proposal Kegiatan Pentas Seni PDF

Buat teman-teman yang masih kebingungan ketika membuat pentas seni di sekolah, terlebih dahulu teman-teman harus membuat proposal. Proposal ini berguna sebagai bahan pertimbangan izin dan gambaran kegiatan yang ada.

Buat yang masih bingung, teman-teman bisa melihat contoh proposal kegiatan yang sudah ada.

Selain itu juga teman -teman bisa melihat contoh proposal kegiatan pentas seni dalam rangka perpisahan siswa siswi kelas XII SMK Muhammadiyah Malang berikut:

Proposal Pelaksanaan Pentas Seni (Pensi) dalam Rangka Perpisahan Siswa-Siswi Kelas Xii SMK Muhammadiyah Malang

Pendahuluan

A. Latar Belakang

Masa kelulusan bagi siswa siswi kelas XII memang merupakan moment yang sangat ditunggu – tunggu. Setelah berjuang dalam kelas selama kelas X sampai dengan XII akhirnya tiba saatnya merayakan kelulusan.

Moment kelulusan yang sudah ditunggu – tunggu haruslah dilakukan dengan cara yang baik. Cara yang baik dalam merayakan kelulusan itu dengan cara mengembangkan kreativitas kesenian para siswa.

Seni sendiri merupakan salah satu kreatifitas yang patutnya dikembangkan lebih jauh lagi. Adapun salah satu cara untuk mengembaangkan kesenian adalah dengan melalui Pentas Seni.

Untuk melancarkan kegiatan maka OSIS SMK Muhammadiyah Malang akan mengadakan pentas seni yang melibatkan berbagai macam siswa di setiap kelasnya.

pentas seni ini  dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan apresiasi siswa dalam dunia seni dan juga melatih rasa percaya diri yang masih sangat kurang.

Pentas seni ini juga menjadi ajang hiburan bagi siswa yang sebentar lagi akan siap menjalani ujian semester.

Yang lebih penting lagi, kegiatan pentas seni ini ditujukan kepada kelas XII SMK Muhammadiyah Malang yang akan merayakan kelulusannya. Maka dari itulah, OSIS SMK  merasa perlu untuk mengadakan acara ini dengan tema “Parade Seni Budaya”

B. Tujuan Kegiatan

Adapun tujuan acara kegiatan Pentas seni ini adalah :

  1. Untuk mempererat tali silaturahmi antar sesama siswa dan siswi dan alumni SMK Muhammadiyah Malang.
  2. Sebagai sarana untuk memupuk semangat bekerja sama dalam satu tujuan baik dalam lingkup sekolah maupun masyarakat.
  3. Untuk meningkatkan kreativitas siswa SMK Muhammadiyah Malang terutama dalam bidang seni
  4. Sebagai sarana hiburan bagi siswa SMK Muhammadiyah Malang.

Isi Proposal

A. Tema

Adapun nama kegiatan ini adalah pelaksanaan pentas seni (pensi) dalam rangka perpisahan siswa-siswi kelas XII SMK Muhammadiyah Malang dengan tema “Parade Seni Budaya” 

B. Macam-macam Kegiatan

Adapun kegiatan yang akan dilaksanakan yaitu:

  1. Pentas Drama
  2. Tari Budaya Nusantara
  3. Band

C. Peserta

Untuk peserta kegiatan kali ini adalah para siswa SMK Muhammadiyah Malang mulai kels X sampai kelas XII.

D. Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Adapun waktu dan tempat pelaksanaan kegiatan pelaksanaan pentas seni (pensi) dalam rangka perpisahan siswa-siswi kelas XII SMK Muhammadiyah Malang ini adalah:

  • Hari dan Tanggal : Sabtu, 18 Mei 2019
  • Pukul : 12.30 – 22.30
  • Tempat : Halaman SMK Muhammadiyah Malang

E. Susunan Acara Kegiatan

Adapun kegiatan yang akan berjalan adalah sebagai berikut:

Sabtu 18 Mei 2019

12.30 – 13.30 Registrasi Peserta

13.30 – 14.30 Opening Ceremony

14.30 – 15.00 Persiapan Pensi

15.00 – 17.00 Pentas Drama

17.00 – 18.30 ISHOMA

18.30 – 20.30 Tari Budaya Nusantara

20.30 – 22.00 Pentas Band

22.00 – 22.30 Penutupan Kegiatan 

F. Susunan Kepanitian

Adapun susunan panitia yang akan berjalan pada kegiatan kali ini adalah sebagai berikut:

Pelindung: H. M. Ridwan M.pd (Kepala Sekolah)

Pengarah: Sutrisno, S.Pd

Penanggung Jawab: Imam Asnawi (Ketua OSIS)

Ketua Panitia: Ahmad Heriyanto

Sekretaris: Afiyatus Zuhriyah

Bendahara: Yuliana Suryantik

Seksi acara:

    1. Siti Mustafidah
    2. Imam jauhari

Seksi Humas:

    1. M. Amin
    2. Soim Daiman

Seksi Keamanan:

    1. Aribowo
    2. Imam Bustomi

Seksi Dekorasi dan Dokumentasi:

    1. Ahmad Syadzili
    2. Zaini Maftukhin

Seksi Konsumsi :

    1. Ratna Ayu Ningtyas
    2. Umi Nadzifa

Seksi Perlengkapan :

    1. Ahmad Faizin
    2. Imam Anshori

G. Anggaran Dana

Untuk menunjang kegiatan pelaksanaan pentas seni (pensi) dalam rangka perpisahan siswa-siswi kelas XII SMK Muhammadiyah Malang maka setidaknya dibutuhkan dana kegiatan atau anggaran belanja kegiatan.

Adapun rencana anggaran belanja kegiatan ini sebesar Rp. 10.150.000 dengan rincian sebagai berikut:

Rincian Pemasukan

  1. Dana kas sekolah: Rp. 750.000
  2. Partisipasi siswa: Rp. 1.500.000
  3. Dana sponsor Utama: Rp. 4.500.000
  4. Sumbangan tidak mengikat: Rp. 3.000.000
  5. Dana partisipasi guru: Rp. 500.000

Total: Rp. 10.250.000

Rincian Pengeluaran

1. Sekretaris

    • ATK : Rp 750.000

2. Seksi Humas

    • Transport : Rp. 300.000

3. Seksi Keamanan

    • Penataan Parkir : Rp. 150.000

4. Seksi Dekorasi dan Dokumentasi

    1. Desain dan Penataan Panggung: Rp. 450.000
    2. Sewa Foto dan Video : Rp. 1.000.000
    3. Banner Panggung: Rp. 200.000

5. Seksi Konsumsi

    1. Makan Panitia : Rp. 300.000
    2. Makan Peserta : Rp. 1.500.000
    3. Makan Guru dan Tamu Undangan : Rp. 750.000 

6. Seksi Perlengkapan

    1. Sewa Panggung : Rp. 1.250.000
    2. Sewa Sound System : Rp. 1.500.000
    3. Lampu sorot : Rp. 700.000
    4. Sewa kostum dan  Alat Musik: Rp. 1.300.000

Total: Rp. 10.150.000

H. Penutup

Demikian proposal kegiatan ini kami buat dengan sebenar-benarnya. Kami mengharapkan dukungan juga partisipasi dari berbagai pihak agar kegiatan ini nantinya bisa berjalan dengan lancar tanpa ada halangan suatu apapun.

Atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan banyak terima kasih.

 

Disahkan

Malang, 5 April 2019

 

Panitia Pelaksana Kegiatan Pelaksanaan Pentas Seni (Pensi) Dalam Rangka Perpisahan Siswa-siswi Kelas XII SMK Muhammadiyah Malang

 

Ahmad Heriyanto

Ketua

Afiyatus Zuhriyah

Sekretaris

Mengetahui,

Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah Malang

 

M. Ridwan M.pd

Bagaimana teman-teman contoh proposal kegiatan di atas? Cukup mudah bukan cara membuatnya.

7. Contoh Proposal Kegiatan Bakti Sosial

Format Contoh Proposal Kegiatan Bakti Sosial - Bosmeal.com
Membuat Contoh Proposal Kegiatan Bakti Sosial

Seperti halnya ketika hendak membuat kegiatan bakti sosial maka langkah pertama yang harus teman-teman tempuh adalah sesegera mungkin menyusun proposal. 

Bila teman-teman masih kebingungan dengan cara membuat proposalnya, yuk simak contoh proposal kegiatan bakti sosial tentang santunan anak yatim desa Harjowinangun berikut ini:

Proposal Kegiatan Bakti Sosial Menyambut Bulan Ramadhan 2019 Desa Harjowinangun

A. Latar Belakang

Bulan puasa sebentar lagi tiba. Banyak orang yang begitu mengharapkan datangnya bulan puasa. Bulan puasa atau yang juga dikenal dengan bulan Ramadhan merupakan bulan yang begitu dinantikan oleh masyarakat Muslim. 

Pada bulan yang begitu mulia ini merupakan bulan untuk setiap muslim berpuasa. Selain itu juga pada bulan dimana al-Qur’an diturunkan.

Bulan puasa merupakan bulan kemenangan bagi setiap muslim, dimana setiap amal perbuatan dilipat gandakan pahalanya.

Segala sesuatu yang kita kerjakan seperti nafas, berdzikir, bahkan tidur pun bagi orang yang berpuasa akan dinilai ibadah dan mendapatkan pahala yang luar biasa.

Kita sebagai seorang muslim harus mengerti dan memahami setiap keutamaan yang ada dalam bulan puasa. Bulan puasa menjadi kesempatan bagi kita untuk terus meningkat kan amal ibadah dan ketakwaan kita kepada Allah swt.

Salah satu cara untuk meningkatkan ibadah dan ketakwaan itu adalah dengan cara meningkatkan untuk bersedekah.

Untuk itulah kami dari karang taruna desa Harjowinangun mengajak kepada setiap orang untuk bersedekah guna menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.

Selain itu juga, ikut merasakan penderitaan saudara kita yang kurang beruntung dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. 

B. Nama Kegiatan

Adapun nama kegiatan ini adalah Bakti Sosial Desa Harjowinangun dalam Rangka Menyambut Bulan Suci Ramadhan 2019 dengan tema “Sucikan Diri dengan Berbagi, Pererat Silaturahim”.

C. Tujuan Kegiatan

Adapun tujuan dari kegiatan bakti sosial menyambut bulan Ramadhan 2019 Desa Harjowinangun adalah:

  1. Melaksanakan program kerja karang taruna Desa Harjowinangun.
  2. Untuk menumbuhkan rasa peduli terhadap anak yatim dan lansia Desa Harjowinangun.
  3. Sebagai sarana untuk mempererat tali silaturahim antar sesama warga masyarakat Desa Harjowinangun.
  4. Untuk menambah amal ibadah dan meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah swt.
  5. Menambah amal ibadah.

D. Pelaksanaan Kegiatan

Waktu pelaksanaan kegiatan bakti sosial menyambut Bulan Ramadhan 2019 Desa Harjowinangun pada:

Hari dan Tanggal : Sabtu – Minggu, 4 – 5 Mei 2019 

Tempat : Pendopo Desa Harjowinangun 

E. Bentuk Kegiatan

Adapun bentuk kegiatan bakti sosial menyambut bulan Ramadhan 2019 Desa Harjowinangun yang akan berjalan adalah sebagai berikut:

  1. Santunan Yatim Piatu
  2. Santunan Lanjut Usia
  3. Training Motivasi

Rincian bentuk kegiatan terlampir.

F. Manfaat Kegiatan

Adapun manfaat kegiatan bakti sosial menyambut bulan Ramadhan 2019 Desa Harjowinangun yang akan berjalan adalah sebagai berikut:

  1. Agar orang-orang di sekitar kita merasa terbantu dengan uluran tangan kita
  2. Untuk menumbuhkan kepedulian kita terhadap sesama manusia.
  3. Agar jalinan silaturahim kita semakin terjaga.

G. Sasaran Kegiatan

Adapun sasaran kegiatan bakti sosial menyambut bulan Ramadhan 2019 Desa Harjowinangun yang akan berjalan adalah sebagai berikut:

  1. Anak yatim/piatu/yatim piatu usia SD dan SMP Desa Harjowinangun.
  2. Orang tua lanjut usia Desa Harjowinangun
  3. Para anak-anak sekolah SD sampai SMP

H. Susunan Acara

Adapun susunan acara kegiatan bakti sosial menyambut bulan Ramadhan 2019 Desa Harjowinangun yang akan berjalan terlampir.

I. Susunan Panitia

Adapun susunan panitia kegiatan bakti sosial menyambut bulan Ramadhan 2019 Desa Harjowinangun yang akan berjalan terlampir.

J. Rencana Anggaran

Adapun rencana anggaran belanja kegiatan bakti sosial menyambut bulan Ramadhan 2019 Desa Harjowinangun yang akan berjalan terlampir.

K. Penutup

Demikianlah proposal ini kami buat dengan sebagaimana mestinya untuk disampaikan dan menjadi pertimbangan banyak pihak yang berkepentingan di dalamnya.

Semoga dengan adanya proposal ini dapat memberikan gambaran kegiatan yang akan dilaksanakan dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan tahun 2019.

Kami pun sangat mengharapkan dukungan dan bantuan dari semua pihak agar kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar. Atas perhatian dan dukungannya kami ucapkan banyak terima kasih.

Harjowinangun, 5 April 2019

 

Proposal Kegiatan Bakti Sosial Menyambut Bulan Ramadhan 2019 Desa Harjowinangun

Slamet Riyadi

Ketua

Fitri Nur Jannah

Sekretaris

Mengetahui,

Kepala Desa Harjowinangun

 

M. Ridwan M.pd

Lampiran I Bentuk Kegiatan

Adapun bentuk acara kegiatan bakti sosial menyambut bulan suci Ramadhan 2019 adalah:

  1. Santunan Anak Yatim/Piatu/ Yatim dan Piatu Se-Desa Harjowinangun
    • Santunan ini merupakan bentuk kepedulian kita terhadap anak-anak yatim/piatu/yatim piatu agar beban mereka bisa sedikit lebih ringan dan dapat menunjang kegiatan belajar mereka agar lebih giat dan rajin belajar.
    • Untuk pemberian santunan itu berupa: Peralatan sekolah (tas, buku, sepatu, dll)
    • Untuk penyerahan santunan akan diberikan sebelum kegiatan training motivasi di hari pertama kegiatan.
  1. Santunan Kepada Orang-orang Lanjut Usia Desa Harjowinangun
    • Adapun santunan kepada orang-orang lanjut usia ini memiliki tujuan untuk meringankan beban hidup mereka di masa tuanya.
    • Adapun bentuk bantuan ini berupa paket sembako untuk kebutuhan sehari-hari seperti beras, mie instan, gula, teh, dll.
    • Untuk penyerahan santuan sendiri akan diantarkan langsung ke rumah masing-masing penerima.
  1. Training Motivasi 

Adapun kegiatan selanjutnya adalah training motivasi yang ditujukan kepada anak-anak mulai SD sampai dengan SMP.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menumbuhkan semangat belajar anak-anak agar mencari ilmu setinggi tingginya. 

Lampiran II Susunan Acara 

Adapun lampiran selanjutnya adalah susunan acara kegiatan bakti sosial menyambut bulan suci Ramadhan sebagai berikut:

Sabtu 4 Mei 2019

08.00 – 09.00 Registrasi peserta

09.00 – 10.00 Opening ceremony 

10.00 – 11.00 Penyerahan santuan 

11.00 – 12.00 Training Motivasi season I

12.00 13.00 ISHOMA

13.00 – 15.00 Training Motivasi season 2

15.00 – 15.30 Penutupan acara

Minggu 5 Mei 2019

08.00 – 12.00 Penyerahan paket sembako kepada lanjut usia

Lampiran III Susunan Panitia

Susunan panitia kegiatan bakti sosial menyambut bulan Ramadhan adalah:

Penanggung Jawab:

  • Sukirno selaku Kepala Desa Harjowinangun

Penasehat:

  • Agus Susanto, S.Pd.I  selaku Ketua Karang Taruna Desa Harjowinangun

Ketua Pelaksana:

  • Slamet Riyadi

Wakil Ketua:

  • Anung Fitriana

Sekretaris:

  • Fitri Nur Jannah

Bendahara:

  1. Hanifah Rizki Palupi
  2. Siti  Purwanti

Seksi-seksi

  1. Sie Acara:
    1. Istiqomah 
    2. Ninik Rahayu
  1. Seksi Humas:
    1. Dwi Saputro
    2. Eri Edi Setiawan
  1. Seksi Perlengkapan:
    1. Sutarto
    2. Panijan
  1. Seksi konsumsi:
    1. Eka Arumsari
    2. Fitri Wijayanti
  1. Seksi Dokumentasi:
    1. Taufikur Rahman
    2. Sigit Purwanto

Lampiran IV Rencana Anggaran Belanja

Rencana anggaran belanja kegiatan bakti sosial menyambut bulan Ramadhan adalah sebagai berikut

Pemasukan:

  • Kas Karang taruna : Rp. 3.000.000  

Pengeluaran

  1. ATK : Rp. 300.000
  2. Cetak proposal (10 jilid) : 10 x Rp. 10.000 = Rp. 100.000
  3. Santunan anak yatim piatu (30 Anak) : 30 x Rp 200.000 = Rp. 6.000.000
  4. Paket sembako lansia (50 orang) : 50 x Rp. 200.000 = Rp 10.000.000
  5. Cetak Banner dan pamflet : Rp. 500.000
  6. Honorarium Pemateri : Rp. 300.000
  7. Doorprize training motivasi : Rp. 200.000  
  8. Dokumentasi : Rp. 150.000
  9. Sewa soundsystem : Rp. 300.000  
  10. Transport pendistribusian paket sembako : Rp. 75.000
  11. Lain-lain : Rp 300.000  

Jumlah Pengeluaran : Rp. 18.225.000

Kekurangan Dana

  • Pengeluaran  : Rp. 18.225.000
  • Pemasukan   : Rp.    3.000.000
  • Total              : Rp. 15.225.000

Jumlah dana yg di butuhkan : Rp. 15.225.000

Nah itu tadi contoh proposal kegiatan lengkap yang bisa teman-teman coba. Selain kegiatan santuan, dalam bakti sosial teman-teman bisa juga membuat kegiatan pameran.

Untuk langkahnya sama, teman-teman harus membuat contoh proposal kegiatan pameran agar bisa mengurus izin dengan lebih mudah.

Selain contoh diatas, teman-teman juga bisa download contoh proposal kegiatan sekolah pdf dengan klik link yang tersedia. Jika teman-teman membuat contoh proposal kegiatan lengkap lain bisa share disini juga ya.

Yuk kita berbagi contoh proposal kegiatan kita.