Contoh Proposal Penelitian

Contoh proposal penelitian ilmiah atau proposal karya ilmiah biasanya digunakan sebagai landasan izin untuk menyelesaikan / melakukan suatu penelitian.

Bagi seseorang yang sudah terbiasa melakukan penelitian, proposal penelitian bisa juga digunakan untuk mendapatkan dana sponsor dari pihak yang memiliki kepentingan terhadap hasil penelitian.

Proposal sendiri merupakan sebuah karya ilmiah yang berisikan tentang desain penelitian secara detail yang dilandasi dengan latar belakang permasalahan, alasan, teori serta metode yang digunakan untuk memecahkan masalah penelitian.

Bagi teman-teman yang baru memulai “kenalan” dengan proposal karya ilmiah, baiknya perlu memahami terlebih dahulu seluk beluknya.

Tujuannya, agar teman-teman dapat membuat karya proposal penelitian ilmiah yang baik, memiliki sistematika penulisan proposal runtut dan benar.

Apa itu Proposal Penelitian?

apa itu pengertian proposal penelitian - bosmeal.com
Gambar apa itu pengertian proposal penelitian ilmiah

Sebelum membahas lebih jauh tentang lengkap beserta contoh proposal yang ada, alangkah baiknya mengetahui terlebih dulu pengertian proposal penelitian secara umum.

Proposal penelitian merupakan sebuah dokumen yang dibuat untuk mengusulkan sebuah kegiatan atau proyek penelitian.

Bisa dikatakan juga sebuah dokumen yang ditulis oleh seseorang, baik individu atau kelompok untuk menjelaskan permasalahan-permasalahan dan langkah menyelesaikan masalah secara ilmiah.

Dalam proposal penelitian secara garis besar harus bisa memberikan peta atau ringkasan informasi yang akan dibahas kepada pembaca atau pihak yang berkepentingan.

Di dalam proposal penelitian harus bisa memfokuskan pembahasan pada sebuah dampak atau evaluasi permasalahan yang diperlukan untuk melaksanakan rencana penelitian yang diusulkan secara strategis dan koheren.

Dari segi kualitas, proposal yang baik bukan dilihat dari seberapa hebat permasalahan atau ide yang teman-teman ajukan, tetapi seberapa dalam pembahasan yang akan teman-teman lakukan.

Selain itu juga proposal yang berkualitas akan dinilai berdasarkan seberapa runtut ide atau gagasan yang teman-teman sampaikan dalam tulisan.

Ide-ide atau gagasan dari proposal itu harus melalui pertimbangan topik-topik yang berhubungan yang kemudian dikerucutkan menjadi sebuah tema dan dibatasi dengan judul yang jelas.

Sebagai seorang peneliti, teman-teman harus siap menghadapi penolakan dan juga masukan atau kritikan karena ide atau gagasan yang kita buat tidak sesuai dengan mereka.

Problem yang sudah ada, baik permasalahan yang kita angkat dan juga tantangan dari pihak luar harus kita hadapi dengan cara membuat proposal yang berkualitas.

Agar bisa berkualitas, proposal yang teman-teman buat harus koheren, jelas, dan meyakinkan. Contoh proposal ilmiah tentang sosial.

Tujuan Proposal Penelitian

Tujuan Proposal Penelitian - bosmeal.com
Gambar Tujuan Proposal Penelitian Ilmiah

Secara garis besar tujuan proposal penelitian adalah untuk mendapatkan dukungan dan persetujuan dari penerima proposal dalam melangsungkan penelitian yang akan dilakukan.

Di dalam proposal penelitian terdapat suatu permasalahan dengan menunjukkan data-data konkrit dari permasalahan yang akan diangkat.

Data-data tersebut disajikan secara praktis dimana penelitian yang diusulkan harus dan penting untuk dilakukan.

Selanjutnya dalam membuat proposal penelitian perlu dilakukan tinjauan literatur yang luas untuk membedakan proposal yang kita buat dengan hasil penelitian yang sudah ada.

Dalam membuat proposal penelitian haruslah memberikan bukti-bukti persuasif bahwa ada kebutuhan untuk studi yang diusulkan dalam penelitian.

Kemudian untuk membuat tujuan proposal agar semakin jelas, selain menampilkan alasan perlunya proposal penelitian ini dilakukan, juga perlu dijelaskan pula metodologi penelitian yang akan dilakukan.

Dari sini dapat dikatakan tujuan proposal penelitian secara spesifik adalah menggarisbawahi bidang-bidang studi terperinci dan memastikan bahwa proposal penelitian yang disusun layak dan penting untuk dilakukan.

Jenis jenis Proposal Penelitian

Jenis jenis Proposal Penelitian Ilmiah - bosmeal.com
Gambar Jenis jenis Proposal Penelitian Ilmiah

Setelah kita mengetahui bersama tujuan dari proposal penelitian, ada baiknya jika kita juga mengetahui jenis-jenis proposal penelitian.

Adapun jenis-jenis proposal penelitian adalah sebagai berikut

1. Proposal Penelitian Kualitatif

Jenis proposal penelitian yang pertama adalah proposal penelitian kualitatif.

Proposal penelitian kualitatif dibuat dengan menggunakan metode pengumpulan data dari latar belakang alami.

Memanfaatkan diri peneliti sebagai sebuah instrumen kunci dalam penelitian untuk mengungkapkan permasalahan secara holistik kontekstual atau secara menyeluruh sesuai dengan konteks/apa adanya.

Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian deskriptif pada umumnya adalah pendekatan kualitatif dengan bentuk analisis yang bersifat deskriptif.

Sehingga hasil penelitian yang didapat merupakan data-data yang sudah mengalami pengolahan dan tidak terpaku pada angka-angka prosentase.

Di dalam menjalankan penelitian kualitatif, hal yang lebih dititik tekankan atau ditonjolkan lebih kepada proses dan makna (perspektif subyek) yang ada.

Adapun karakteristik dari penelitian kualitatif lebih kepada pewarnaan sifat dan bentuk laporannya.

Oleh karena itu bentuk susunan dari laporan penelitian kualitatif lebih kepada narasi yang ditampilkan bersifat kreatif dan mendalam serta menunjukkan karakteristik naturalistik yang penuh keotentikan data penelitian.

Contoh judul proposal penelitian kualitatif  Analisis Potensi Limbah Tebu Sebagai Bahan Bakar Pembangkit Listrik Energi Biomassa Di Pabrik Gula

2. Proposal Penelitian Kuantitatif

Proposal penelitian kuantitatif dibuat dengan menggunakan pendekatan deduktif-induktif.

Dikembangkan permasalahan beserta pemecahan yang diajukan untuk memperoleh pembenaran (verifikasi) dalam bentuk dukungan data empiris di lapangan.

Pendekatan deduktif-induktif merupakan suatu pendekatan yang diawali dari suatu kerangka teori, gagasan para ahli, ataupun pemahaman peneliti berdasarkan pengalamannya.

Adapun bentuk atau cara melakukan penelitian kuantitatif ini adalah dengan menggunakan data berupa angka sebagai alat menganalisis keterangan mengenai apa yang ingin diketahui

Kemudian dalam bentuknya, penelitian kuantitatif ini lebih banyak menggunakan logika hipotesis. Caranya yaitu dimulai dengan berfikir deduktif untuk menurunkan hipotesis.

Setelah itu melakukan pengujian di lapangan dan kesimpulan atau hipotesis tersebut ditarik berdasarkan data empiris.

Oleh karena itulah proposal penelitian kuantitatif ini lebih kepada menentukan indek-indek dan pengukuran empiris.

Data-data proposal penelitian yang ada kemudian dikembangkan menjadi sebuah permasalahan – permasalahan disertai dengan pemecahan masalahnya.

Kemudian diajukan untuk memperoleh pembenaran (verifikasi) dalam bentuk dukungan data empiris di lapangan.

3. Proposal Penelitian Pengembangan

Proposal penelitian pengembangan digunakan untuk memecahkan permasalahan yang aktual dengan metode pengkajian kegiatan atau penelitian yang sudah ada untuk dikembangkan menjadi rancangan yang baru.

Secara ringkasnya, proposal penelitian penelitian pengembangan ini bisa dibilang sebagai proposal yang meneliti masalah lanjutan yang pernah diteliti dan ditulis sebelumnya.

Adapun dalam penekanannya, jenis proposal penelitian pengembangan ini lebih menitik beratkan kepada teori-teori, konsep-konsep, prinsip-prinsip, atau temuan-temuan penelitian untuk memecahkan masalah yang ada.

Kemudian dari segi format penulisan atau pembuatan proposal penelitian pengembangan sangat berbeda dengan dengan proposal penelitian yang ditulis berdasarkan kegiatan penelitian.

Jenis proposal penelitian pengembangan ini ada karena dapat menjadi penghubung atau pemutus kesenjangan antara penelitian dasar dengan penelitian terapan.

Sehingga karakteristik kegiatan pengembangan dan kegiatan penelitian berorientasi pada hasil berbeda.

Walaupun sama-sama melakukan penelitian, tetapi penelitian pengembangan dilakukan untuk mengaplikasikan temuan atau teori untuk memecahkan suatu permasalahan, bukan untuk mencari jawaban atas suatu permasalahan.

4. Proposal Penelitian Kajian Pustaka

Proposal penelitian kajian pustaka dibuat dengan menggunakan bahan-bahan pustaka yang relevan untuk memecahkan suatu permasalahan yang pada dasarnya bertumpu pada penelaahan atau kajian kritis dan mendalam.

Adapun cara atau metode yang dilakukan adalah dengan mengumpulkan berbagai data dan juga informasi dari sumber pustaka yang relevan atau sesuai, kemudian disajikan dengan cara untuk keperluan baru.

Dalam proses pembuatannya, dibutuhkan bahan-bahan pustaka sebagai sumber ide untuk menggali pemikiran atau gagasan baru dan sebagai bahan dasar untuk melakukan deduksi dari pengetahuan yang telah ada.

Ini membuat hasil dari penelitian dapat dikembangkan kerangka teori baru, atau sebagai dasar pemecahan masalah.

[ BARU ] : Contoh Proposal Kegiatan yang Kreatif

 

Cara Membuat Judul Proposal Penelitian

Cara Membuat Judul Proposal Penelitian - bosmeal.com
Gambar Cara Membuat Judul Proposal Penelitian Ilmiah

Mungkin sebagian dari teman-teman agak kebingungan dalam menentukan judul penelitian. Selain tata cara atau aturan yang sudah disebutkan diatas, masih ada aturan-aturan tambahan yang harus teman-teman perhatikan. 

Terlepas teman-teman sudah mendapatkan pokok permasalahan atau belum, jika judul penelitian yang dibuat kurang atau tidak menarik maka orang akan menganggap sebelah mata penelitian kita.

Walaupun pokok permasalahan yang akan kita bahas itu sangat penting atau urgent.

Selain juga judul yang baik dan benar dapat diketahui dari cirinya yang tegas dan jelas dalam menunjukkan satu atau beberapa variabel bebas (independent variable).

Variabel ini yang dipandang sebagai faktor antecedent (sebab) dan satu variabel terikat (dependent variable) yang dipandang sebagai akibat, serta menunjukkan juga lokasi penelitian secara jelas.

Selanjutnya dalam pemilihan judul, walaupun di atas sudah dijelaskan tetapi cara membuatnya tidaklah sesederhana itu. 

Setelah point-point judul sudah didapatkan sesuai dengan tata cara di atas, teman-teman perlu juga melanjutkan dalam membuat starting point penyusunan proposal.

Starting point ini memiliki banyak kegunaan. Selain bisa digunakan sebagai asumsi asumsi atau anggapan dasar peneliti terhadap fenomena yang akan dikritisi pada penelitian, juga bisa dijadikan acuan untuk membuat kerangka proposal atau outline proposal penelitian. 

Adapun starting point yang perlu diperhatikan dalam cara membuat judul proposal penelitian sebagai berikut:

1. Memilih Kata Judul yang Menarik

Judul penelitian yang dibuat haruslah menarik minat kita sebagai peneliti. Apabila sejak awal judul yang sudah kita buat kurang menarik minat kita maka sebaiknya judul tersebut diganti saja. 

Judul yang menarik minat kita sebagai peneliti akan dapat membangkitkan keinginan serta niatan untuk menyelesaikan penelitian dengan sungguh-sungguh dengan melalui setiap langkah penelitian, terutama keinginan untuk memperoleh kebenaran ilmiah.

2. Memilih Judul yang Bisa Diselesaikan

Setelah judul yang kita buat menarik minat kita sebagai peneliti, kita juga harus bisa mengukur diri sendiri, mampu tidak kita menyelesaikan penelitian ini? 

Ini karena judul yang sudah selesai dibuat akan memiliki imbas yang besar kedepannya. Untuk itulah judul yang dipilih mampu untuk kita kerjakan sampai selesai.

Kita sebagai peneliti harus mampu mengukur kemampuan pengetahuan dan keterampilan.

Jika kita sudah memilih judul yang bisa kita kerjakan maka kita sebagai peneliti akan mampu memecahkan permasalahan dengan judul yang dipilih.

3. Memiliki Manfaat Praktis dan Penting Dilakukan

Apa jadinya jika penelitian yang sudah kita lakukan ternyata tidak ada manfaatnya? Untuk itulah ketika kita akan melakukan penelitian, ketika memilih judul maka sebagai peneliti kita harus memertimbangan manfaat dan kegunaan penelitian yang sangat penting. 

Penelitian yang sudah dilakukan dengan kerja keras, susah payah, hendaknya hasilnya berguna untuk diri, masyarakat dan ilmu pengetahuan.

4. Tersedia Cukup Data Untuk Judul Penelitian

Selanjutnya setelah tiga point terlewati, kita sebagai peneliti juga harus mempertimbangkan kecukupan data atau referensi. Ini menunjukkan penelitian yang kita lakukan bukan berawal dari hal yang kosong atau angan-angan belaka. 

Untuk itulah pemilihan judul penelitian hendaknya didukung oleh data yang cukup tersedia dan meyakinkan peneliti untuk menelitinya. 

Data-data penelitian yang dimaksud meliputi data sekunder serta data primer, dari kepustakaan yang ada untuk memperoleh teori dan konsep-konsep yang kelak digunakan untuk menyusun hipotesis penelitian.

5. Menghindari Duplikasi Judul

Hal yang tidak kalah penting dalam pembuatan judul adalah menghindari plagiasi.

Untuk itu sebelum judul penelitian dibuat, sebaiknya kita sebagai peneliti harus banyak-banyak mencari informasi judul penelitian yang sudah ada.

Ini untuk menghindari kesamaan judul, karena jika terdapat dua judul yang sama, orang sering mengatakan salah satunya tiruan atau plagiat.

Nah starting point di atas selain sebagai langkah awal menentukan judul secara tidak langsung juga bisa menjadi point-point latar belakang proposal penelitian. 

Starting point di atas cara membuat judul proposal penelitian diatas sangat berguna dalam membuat proposal penelitian.

Sebagai langkah awal pembuatan outline latar belakang proposal agar tidak semakin melebar dan pembahasan menjadi semakin fokus pada permasalahan yang akan diangkat atau diteliti.

Kumpulan Contoh Proposal Penelitian Ilmiah

Setelah kita membahas tentang tata cara pembuatan proposal penelitian, alangkah baiknya jika kita bersama mengetahui contoh proposal penelitian ilmiah langsung untuk lebih mudah memahaminya.

Dari teori-teori atau cara membuat proposal penelitian ditambah dengan contoh proposal penelitian ilmiah berikut, diharapkan akan semakin memudahkan kita dalam mengembangkan proposal penelitian yang akan kita buat.

Contoh proposal penelitian ini juga berguna untuk mengetahui lebih jauh bagaimana cara membuat proposal penelitian ilmiah yang kemudian kita implementasikan pada karya kita.

1. Contoh Proposal Penelitian Skripsi

Contoh Proposal Penelitian Skripsi - Bosmeal.com
Gambar Contoh Proposal Penelitian Skripsi pdf

Sebagai seorang peneliti tentunya tidak akan mengabaikan setiap permasalahan yang ada. Apalagi jika peneliti tersebut melakukan penelitian yang dikerjasamakan. 

Nah berikut ini contoh proposal penelitian skripsi tentang limbah tebu sebagai bahan bakar.

Judul Proposal Penelitian Skripsi : Analisis Potensi Limbah Tebu Sebagai Bahan Bakar Pembangkit Listrik Energi Biomassa Di Pabrik Gula

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan proposal penelitian Skripsi dengan judul Analisis Potensi Limbah Tebu Sebagai Bahan Bakar Pembangkit Listrik Energi Biomassa Di Pabrik Gula.

Selama pembuatan proposal ini, tidak terlepas dari bantuan dan dukungan dari berbagai pihak terutama kepada Dosen pembimbing skripsi dan juga teman-teman seperjuangan

Penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam penulisan proposal penelitian  ini dan jauh dari sempurna.

Untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk menyempurnakan penulisan penulisan proposal penelitian skripsi ini. Semoga penulisan penulisan proposal penelitian ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Amin.

 Blora,  8 Februari 2019

 

Penulis

 

BAB I 

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pada saat sekarang ini, di Indonesia sudah mulai merebak berbagai macam industri. Baik itu berskala kecil seperti industri rumahan maupun yang berskala besar seperti pabrik. 

Saat ini sudah banyak ditemukan berbagai macam industri walaupun letaknya di lingkungan yang dekat dengan pemukiman penduduk.

Letak industri yang dekat dengan pemukiman membuat mau tidak mau warga akan ikut merasakan dampak dari segi positif maupun negatifnya.

Dampak positif dari industri tersebut adalah terserapnya orang-orang lokal untuk bekerja di tempat tersebut.

Sedangkan dampak negatif yang ditimbulkan adalah pencemaran lingkungan baik itu berupa limbah gas, padat maupun cair.

Dari dampak pencemaran tersebut tentu yang paling terasa adalah limbah padat yang membutuhkan tempat berskala besar.

Limbah-limbah yang ada jika tidak ditangani segera bukan tidak mungkin akan merusak lingkungan sekitar.

Bila tidak ada penanganan terkait limbah-limbah pabrik bukan tidak mungkin jika perindustrian yang sudah ada tidak akan bisa bertahan lama tanpa adanya penanganan limbah industri miliknya.

Dalam penanganan limbah jika tidak diproses dengan baik dan benar maka bukan tidak mungkin yang pada dasarnya limbah tersebut memiliki nilai manfaat akan terbuang percuma.

Memang pada dasarnya masih banyak pabrik-pabrik yang membuang limbah begitu saja tanpa mengetahui lebih jauh manfaat dari limbah tersebut.

Akan tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa ada pula yang sudah menerapkan sistem pengolahan limbah untuk mengurangi dampak yang akan ditinggalkan.

Bahkan ada pula pabrik atau tempat usaha yang sudah memanfaatkan limbah agar menjadi sebuah produk yang mempunyai nilai jual dan manfaat.

Pengolahan tersebut tentunya melalui beberapa proses tertentu, tergantung tempat usaha.

Salah satu limbah yang sudah diolah dan menjadi sebuah produk baru adalah limbah atau sisa pembuatan gula.

Pengolahan limbah pembuatan pabrik gula ini dibuat menjadi kompos, batako dan lain sebagainya.

Adapun pengolahan limbah menjadi barang yang bermanfaat sangat penting dilakukan terutama untuk mengatasi permasalahan limbah di kota besar.

Seperti yang sudah diketahui bersama bahwa di kota-kota besar seringkali terjadi penumpukan sampah, limbah organik industri dan juga limbah pertanian dan perkebunan.

Kemudian salah satu cara memanfaatkan limbah pembuatan gula adalah dengan dibuat menjadi sistem pembangkit listrik atau generator biomass yang paling optimal.

Adapun bentuknya dengan menggunakan model sistem pembangkit listrik grid-connected. 

Untuk perhitungannya sendiri, hasil dari potensi biomassa tebu atau feedstock biomass dengan memanfaatkan ampas tebu sebagai sumber energi generator 1, generator 2, generator 3.

Kemudian dihitung penggunaan konsumsi daya pada industri yang dengan secara menyeluruh dengan menggunakan bantuan perangkat lunak yakni HOMER versi 2.68.

Kemudian dari hasil simulasi dan juga pengoptimalan dengan bantuan software HOMER menunjukkan bahwa secara keseluruhan sistem yang paling optimal untuk diterapkan di PT. Madubaru (PG/PS Madukismo) system pembangkit listrik (100%) dengan Grid PLN (0%).

Dalam penghitungannya, penggunaan konsumsi listrik dari PLN dihitung 0% karena konsumen tidak menggunakan menggunakan konsumsi listrik PLN.

Akan tetapi konsumen menggunakan pembangkit listrik hasil limbah tebu dan mampu menampung daya konsumsi seluruh sektor industri.

Dari hasil analisa aplikasi Homer Energy, total daya yang dihasilkan dari pembangkit 1,2 dan 3 adalah sebesar 15,024,411 kWh/tahun.

Berdasarkan data-data yang sudah ada di atas, penulis merasa perlu pengkajian lebih jauh terkait dengan pemanfaatan limbah tebu sebagai pembangkit listrik.

Untuk itulah penulis mengambil judul “Analisis Potensi Limbah Tebu Sebagai Pembangkit Listrik Energi Biomassa Di Pabrik Gula di PG.Madukismo Yogyakarta”.

B. Rumusan Masalah

Agar penelitian lebih terarah maka dibutuhkanlah rumusan masalah.

Adapun dalam penelitian ini rumusan masalahnya adalah sebagai berikut ini:

  1. Bagaimanakah potensi ampas tebu dalam penyediaan energi listrik?
  2. Bagaimana analisis penerapan ampas tebu di pabrik gula?

C. Batasan Masalah

Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka dalam pembahasan tugas akhir penelitian ini dibatasi pada :

  1. Pengambilan data hanya dilakukan Pabrik Gula Madukismo Yogyakarta.
  2. Analisis perhitungan daya dan beban hanya terpusat melalui Homer.

D. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah

  1. Untuk menghitung potensi ampas tebu dalam penyediaan energi listrik
  2. Untuk mengetahui hasil analisa energi biomassa tebu sebagai sumber energi listrik yang ramah lingkungan di masyarakat.

E. Manfaat Penelitian

Adapun hasil dari penelitian ini diharapkan memberikan manfaat ke berbagai pihak yaitu:

  1. Bagi penulis
    • Untuk menambah wawasan bagi peneliti dan juga menjadi pedoman untuk menghadapi masalah bahan bakar yang saat ini sedang dalam kondisi mengkhawatirkan.
  1. Bagi Universitas
    • Sebagai bahan referensi akademis dan keinsinyuran untuk pengembangan jurusan Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Yogyakarta selanjutnya.
  1. Bagi Masyarakat dan Industri
    • Dapat dijadikan sebagai penyedia energi listrik terbarukan yang ramah lingkungan.
    • Sebagai bahan referensi energi alternatif yang mandiri dan tidak tergantung pada energi fosil. 
    • Dapat meningkatkan kemandirian masyarakat dalam bidang energi alternatif untuk daerah yang tertinggal agar lebih maju dan sejahtera.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Landasan Teoritik

B. Telaah Pustaka

C. Kerangka Pemikiran

BAB III

METODE PENELITIAN

Adapun penelitian ini menggunakan metode penelitian study research atau penelitian studi pustaka. 

Adapun caranya adalah dengan cara melihat dan mencari literatur yang sudah ada untuk memperoleh data yang berhubungan dengan analisis pada penulisan tugas akhir.

Selain itu juga dalam pengumpulan data, penelitian ini menggunakan langkah field research atau penelitian lapangan.

Penelitian lapangan adalah penelitian yang berupa peninjauan ke lokasi serta berdiskusi atau wawancara dengan pihak-pihak yang terkait.

Hasil diskusi atau wawancara kemudian diolah untuk menjadi data yang layak dan dibutuhkan dalam penulisan tugas akhir ini. 

Adapun penyusunan laporan penelitian tugas akhir ini setelah dilakukan pengujian data-data dan analisa yang diperoleh dan disusun dalam sebuah laporan tertulis.

Nah itu tadi contoh proposal penelitian skripsi yang bisa teman-teman buat. Untuk BAB II TINJAUAN PUSTAKA sengaja tidak penulis cantumkan karena data tersebut bersifat pribadi. 

Buat para pembaca yang kami hormati, dalam membuat tinjauan pustaka, teman-teman bisa melihat kembali catatan yang sudah ada di atas.

Kemudian untuk BAB III Metode penelitian hanya penulis cantumkan secara ringkas saja. Teman-teman bisa mengembangkan sendiri contoh metodologi penelitian seperti yang sudah ada di atas.

Jangan lupa untuk banyak membaca buku-buku pendidikan tentang metodologi penelitian.

2. Contoh Proposal Penelitian Pendidikan

Contoh Proposal Penelitian Pendidikan - Bosmeal.com
Contoh Proposal Penelitian Pendidikan Kualitatif pdf

Jenis proposal pendidikan pada umumnya terbagi menjadi dua jenis yaitu proposal pendidikan kualitatif dan proposal pendidikan kuantitatif. 

Nah berikut ini contoh proposal pendidikan kualitatif yang bisa teman-teman kembangkan.

Judul: Upaya Guru BK dalam Meningkatkan Self Control Remaja Di MA Nurul Azhar Ngawi

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Bagi para remaja pastinya akan memasuki masa pubertas. Masa pubertas atau adolescensia merupakan masa perkembangan sifat tergantung pada (dependence) orang tua kearah kemandirian (independence), minat-minat seksual, perenungan diri, perhatian pada nilai-nilai estetika dan isu-isu moral.

Usia remaja sendiri merupakan usia yang berlangsung antara 11 – 13 tahun hingga 18 – 20 tahun dan merupakan masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa. 

Dalam perkembangan remaja sendiri sering muncul suatu pertanyaan “Sejauh mana remaja dapat mengamalkan nilai-nilai yang sudah di anutnya serta yang telah dicontohkan kepada mereka?”

Sebagai seorang remaja tentunya memiliki tugas perkembangan untuk mempelajari apa yang diharapkan oleh kelompoknya.

Kemudian menyesuaikan tingkah lakunya dengan harapan sosial tanpa bimbingan, pengawasan, motivasi, serta ancaman sebagaimana pada waktu kecil.

Seorang remaka juga memiliki kewajiabn untuk mampu mengendalikan tingkah lakunya karena dia bukan lagi tanggung jawabguru, orang tua atau orang lain.

Kohlberg dalam disertasi doktoralnya pada tahun 1958 yang judul “The Developmental of model of moral Think and choice in the years 10 to 16”.

Menyebutkan tahap-tahap perkembangan moral pada individu bisa di bagi yaitu sebagai berikut:

  1. Tingkat Prakonvensional

Pada tingkatan ini anak-anak akan lebih tanggap pada aturan-aturan budaya dan juga budaya mengenai baik atau buruk, benar atau salah. 

Akan tetapi semua itu semata-mata ditafsirkan sudut pandang sebab akibat fisik atau kenikmatan perbuatan (hukuman, keuntungan, pertukaran dan kebaikan).

  1. Tingkat Konvensional

Pada tahapan ini bentuk pola pkir anak hanyalah menurut pada harapan keluarga, kelompok ataupun bangsa.

Seorang anak pada tahap ini hanya memandang bahwa hal tersebut penting bagi dirinya sendiri, tanpa mengindahkan akibat yang segera dan nyata.

  1. Tingkat Pasca-konvensional

Dalam tahapan ini seorang anak sudah ada usaha untuk merumuskan nilai-nilai serta prinsip moral yang dimiliki keabsahan dan dapat diterapkan.

Mereka mencoba melepas dari otoritas kelompok atau orang yang berpegang terhadap prinsip-prinsip tersebut dan terlepas pula dari identifikasi individu sendiri dengan kelompok itu.

Piaget sendiri pun memiliki pendapat bahwa pada masa remaja, mereka sudah menjapai tahapan formal dalam kemampuan kognitifnya.

Sehingga pada masa ini yakni masa remaja mereka sudah dapat mempertimbangkan sema kemungkinan untuk mengatasi suatu problem dari beberapa sudut pandang serta berani mempertanggung jawabkan.

Hal ini membuat Kohlberg memiliki pendapat jika perkembangan moral ketiga diatas, maka tahap moralitas pasca-konvensional harus di gapai selama masa remaja.

Untuk bisa sampai pada tahap pasca-konvensional, perlu direrimanya dua tahapan prinsip, yakni dalam keyakinan moral harus ada fleksibilitas.

Ini membuat perbaikan dan perubahan standar moral memungkinkan untuk dilakukan jika menguntungkan semua anggota kelompok.

Tahapan yang kedua adalah bisa menyesuaikan diri dengan standar sosial serta ideal untuk menjahui hukuman sosial terhadap dirinya pribadi.

Hal ini menjadikan perkembangan moralnya tak lagi atas dasar keinginan pribadi, akan tetapi sudah mampu mernghormati orang lain.

Akan tetapi pada kenyataannya masih sulit menemukan remaja yang mencapai tahap pasca-konvensional. Selain itu bahkan seringkali ditemukan para remaja yang baru mencapai tahap prakonvensional.

Fenomena banyaknya remaja yang baru mencapai tahap prakonvensional masih banyak dijumpai. Pada umumnya mereka masih duduk di bangku SMA/SMK, seperti:

  1. Berperilaku tidak terpuji, meremehkan peraturan dan disiplin sekolah yang ada
  2. Senang berfoya-foya dan bergerombol/berkelompok
  3. Mentaati peraturan sekolah, karena satu hal, takut pada hukuman

Di kalangan remaja sering kali terdengar atau terlihat kasus perkelahian,tawuran terjadi antar remaja yang tidak jelas sebabnya. 

Bahkan pertikaian ini bisa meningkat menjadi permusuhan kelompok, yang dapat menimbulkan korban pada kedua belah pihak.

Banyaknya kasus atau kejadian tersebut akan berbanding terbalik dengan pertanyaan yang ditanyakan kepada pada remaja.

Jika mereka ditanya, apa yang menyebabkan para remaja berbuat kekerasan terhadap sesamanya? Kemudian apa yang menjadi masalah sehingga peristiwa yang “memalukan” itu bisa terjadi?

Para remaja mayoritas akan menjawab tidak tahu. Mereka tidak sadar mengapa mereka bisa begitu cepat tersulut amarahnya dan menjadi ikut berkelahi.

Fenomena yang terjadi di atas memberikan gambaran bahwa suatu upaya bagi para remaja untuk menggapai moralitas dewasa; mengganti konsep moral yang bersifat khusus dengan konsep moral yang bersifat umum. 

Serta merumuskan konsep yang baru dikembangkan dalam kode moral untuk pedoman tingkah laku, dan mengendalikan tingkah laku pribadi, adalah upaya yang tidak mudah dicapai bagi mayoritas remaja itu sendiri.

Kemudian menurut Rice, yang dimaksud masa remaja merupakan masa peralihan individu yang mempunyai kematangan. Pada masa tersebut, terdapat dua hal penting yang menyebabkan remaja melakukan pengendalian diri.

Yang pertama bersifat eksternal, yakni adanya perubahan dalam lingkungan. 

Perubahan ini terjadi ketika masyarakat dunia sedang mengalami banyak perubahan dengan begitu cepat. Perubahan ini dapat membawa berbagai dampak, baik dampak positif maupun dampak negatif bagi remaja.

Yang kedua bersifat internal, yakni karakteristik dalam diri remaja yang membuat relatif lebih bergejolak dibanding dengan masa perkembangan lainnya (storm and stress period).

Agar para remaja yang sedang mengalami perubahan cepat di dalam tubuhnya itu dapat menyesuaikan diri dengan keadaan perubahan tersebut, maka perlu dilakukan berbagai usaha baik dari pihak orang tua, guru maupun orang dewasa lainnya.

Sementara itu konselor yang salah tugasnya sebagai pembimbing adalah untuk mendidik. Demikian juga guru harus membantu murid-muridnya supaya mencapai tahap kedewasaan secara optimal.

Adapun maksud dari kedewasaan yang optimal atau sempurnya yakni sesuai dengan kodrat yang dimiliki murid.

Sementara guru sendiri memiliki peran untuk memperhatikan aspek-aspek pribadi pada setiap murid.

Aspek-aspek tersebut antara lain kematangan, kebutuhan, kemampuan, kecakapannya dan sebagainya supaya mereka dapat mencapai tingkat perkembangan dan kedewasaan yang optimal.

Peran serta terhadap remaja disamping orang tua, konselor di sekolah juga berperan penting dalam membantu remaja untuk mengatasi kesulitanya.

Seorang konselor harus memiliki keterbukaan hati untuk membantu kesulitan yang dialami oleh remaja. Ini akan menjadikan remaja sadar akan sikap serta tingkah lakunya yang kurang baik.

Seorang remaja diharapkan memilki kemampuan pengendalian diri (self control) yang matang, maka dia dapat lebih bisa mengendalikan dan menahan tingkah laku yang bersifat tidak terpuji dan merugikan orang lain. 

Selain itu juga diharapkan mampu mengendalikan serta menahan tingkah laku yang bertentangan pada norma-norma sosial yang berlaku.

Dari fenomena yang terdapat diatas penulis sangat tertarik untuk meneliti bagaimana pendidikan anak dalam keluarga buruh dengan judul “Upaya Guru Bk Dalam Meningkatkan Self Control Remaja Di Ma Nurul Azhar Ngawi”

B. Fokus Penelitian

Agar penelitian ini menjadi lebih fokus, maka penulis memfokuskan penelitian terhadap Guru BK dalam rangka meningkatkan Self Control siswa di MA Nurul Azhar Ngawi.

Adapun fokus penelitian ini tertuju pada tujuan, kegiatan sosial dan keagamaan yang dilakukan dalam meningkatkan self control hasil yang digapai, serta faktor pendukung dan penghambat.

C. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka ditarik rumusan masalah penelitian sebagai berikut:

  1. Bagaimanakah Upaya yang dilakukan Guru BK dalam meningkatkan Self Control siswa di MA Nurul Azhar Ngawi?
  2. Hasil apa yang digapai dalam meningkatkan self control siswa di MA Nurul Azhar Ngawi?
  3. Apa faktor saja pendukung dan penghambat terhadap peningkatan Self Control siswa di MA Nurul Azhar Ngawi?

D. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penelitain ini adalah sebagai berikut:

  1. Untuk mendiskripsikan upaya-upaya yang dilakukan Guru BK dalam angka meningkatkan self control siswa di MA Nurul Azhar Ngawi.
  2. Kemudian untuk menjelaskan hasil yang diraih dalam meningkatkan self control siswa di MA Nurul Azhar Ngawi.
  3. Untuk menguraikan faktor pendukung dan penghambat terhadap peningkatan self control siswa di MA Nurul Azhar Ngawi.

E. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat yang akan didapatkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut

  • Manfaat teoritis

Hasil dari penelitian ini diharapkan mampu memetakan tatacara Guru BK di MA Nurul Azhar Ngawi dalam memberikan bimbingan konseling dapat membentuk self control siswa.

  • Manfaat praktis

Adapun manfaat praktis dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan dan referensi di dalam menentukan kebijakan lebih lanjut bagi MA Nurul Azhar Ngawi mengenai peranan Guru BK dalam membantu siswa siswa untuk membentuk self control yang baik.

BAB II

STUDI KEPUSTAKAAN

Untuk memperkuat suatu penelitian, dibutuhkanlah yang namanya studi kepustakaan. Studi kepustakaan ini dilakukan dengan cara mencari serta menemukan teori-teori yang akan di jadikan landasan penelitian, yaitu:

Kontrol diri (Self Control) merupakan kemampuan untuk membimbing tingkah laku/etika sendiri; kemampuan untuk membimbing tingkah laku sendiri; kemampuan untuk menekan atau merintangi impuls-impuls atau etika laku impulsif.

Sementara Averill menyebut kontrol diri dengan istilah kontrol personal. Kemudian Averil membagi kontrol personal menjadi tiga jenis, yaitu:

  1. Kontrol perilaku atau Behavior Control terdiri dalam dua komponen, yaitu kemampuan mengatur pelaksanaan (regulated administration) dan kemampuan memodifikasi stimulus (stimulus modifiability).
  2. Kontrol kognitif atau Cognitive control terdiri dari dua komponen, yakni memperoleh informasi (information gain) dan melakukan penilaian (appraisal).
  3. Decisional Control adalah kemampuan seseorang dalam memilih hasil atau suatu tindakan berdasarkan pada sesuatu yang diyakini atau disetujui nya.

Kontrol diri di dalam menentukan pilihan dapat berfungsi dengan baik, dengan adanya suatu kesempatan, kebebasan atau kemungkinan pada diri individu untuk memilih berbagai kemungkinan tindakan.

Kemudian aspek-aspek yang digunakan untuk mengukur kontrol diri sebagai berikut:

  1. Kemampuan dalam mengontrol tingkah laku
  2. Kemudian kemampuan dalam mengontrol stimulus
  3. Kemampuan dalam mengantisipasi suatu peristiwa atau kejadian
  4. Selanjutnya kemampuan dalam menafsirkan peristiwa atau kejadian.
  5. Kemampuan dalam mengambil keputusan.

Bagi orang dewasa, terdapat tiga langkah untuk membangun kontrol diri pada anak yakni:

  1. Langkah pertama adalah memperbaiki perilaku terlebih dahulu. Bila perilaku orang dewasa sudah baik maka akan mudah dalam memberikan contoh control diri untuk anak dan menunjukkan bahwa hal tersebut merupakan prioritas utama.
  2. Langkah kedua yaitu membantu anak menumbuhkan sistem regulasi internal. Hal ini bisa bisa menjadi motivator bagi diri mereka sendiri khususnya.
  3. Langkah ketiga yaitu mengajarkan cara membantu anak menggunakan kontrol diri ketika menghadapi masalah dan stres. Dengan mengajarkan kepada anak cara untuk berfikir dahulu sebelum bertindak akan membuat mereka memilih sesuatu yang aman dan baik untuk dirinya maupun orang lain.

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif sendiri memiliki karakteristik yang alami atau natural setting. Dalam prosesnya, penelitian kualitataif lebih mementingkan proses daridapa hasil. 

Bukan berarti hasil itu tidak menjadi penting, tetapi proses pencarian data yang kemudian dideskripsikan dalam setiap langkah merupakan hal yang tidak bisa ditinggalkan. 

Proses analisis dalam penelitian kualitatif lebih cenderung menggunakan analisis induktif serta makna merupakan hal yang esensial.

Adapun dalam penelitian yang digunakan adalah penelitian studi kasus atau case study.

Penelitian studi kasus sendiri merupakan penelitian yang dilakukan secara intensif untuk mempelajari latar belakang keadaan sekarang, serta interaksi lingkungan suatu unit sosial individu, kelompok, lembaga, atau masyarakat.

B. Tempat Penelitian

Kegiatan penelitian ini dilakukan di MA Nurul Azhar Ngawi dengan pertimbangan MA atau Madrasah Aliyah yang setingkat dengan SMA memiliki konotasi perilaku yang tidak begitu baik menurut pandangan masyarakat. 

Ini membuat Konselor di MA sangat berperan dalam memantau penyimpangan perilaku para siswa di dalamnya

C. Instrumen Penelitian

Adapun instrumen penelitian ini yang menjadi instrumennya adalah peneliti itu sendiri. 

D. Sumber Data

Sumber data penelitian di bagi menjadi dua, yakni sumber data primer dan sumber data sekunder. Adapun dalam penelitian ini, sumber data primernya adalah kata-kata dan tindakan. 

Kemudian sumber data sekundernya adalah dokumen, data dan data-data yang mendukung lainnya.

E. Teknik Pengumpulan Data

Dalam mengumpulkan informasi penelitian, peneliti menggunakan teknik wawancara, observasi serta dokumentasi. 

Bagi seorang peneliti, fenomena penelitian kualitatif dapat di mengerti maksudnya secara baik. 

Dengan catatan jika penelitian dilakukan dengan interaksi dan subyek melalui wawancara mendalam dan observasi pada latar. 

Kemudian teknik pengumpulan data dengan cara wawancara dilakukan dengan percakapan yang memiliki maksud dan tujuan tertentu.

Proses wawancara memiliki maksud dan tujuan antara lain

  • Mengkonstruksi mengenai orang, kejadian, kegiatan organisasi, perasaan, motivasi, tuntutan, kepedulian dan lain sebagainya.
  • Mengkonstruksikan kebulatan-kebulatan demikian yang dialami pada masa lalu.

Dalam penelitian denann menggunakan teknik wawancara, yang digunakan oleh seorang peneliti adalah melakukan wawancara mendalam yang berhubungan dengan fokus permasalahan.

Ini membuat data-data yang dibutuhkan di dalam penelitian bisa didapatkan dan terkumpul secara maksimal.

Sementara subjek peneliti dengan teknik Purposive Sampling yakni pengambilan sampel yang bertujuan untuk memenuli kepentingan peneliti.

Adapun informan yang akan dijadikan sebagai sumber data adalah

  1. Kepala Sekolah MA Nurul Azhar Ngawi;
  2. Guru Bimbingan dan Konseling MA Nurul Azhar Ngawi;
  3. Seluruh Wali Kelas MA Nurul Azhar Ngawi

Selanjutnya dalam penelitian kualitatif, observasi diklarifikasikan menjadi tiga cara yakni:

Pertama, pengamat memposisikan diri sebagai partisipan maupun non partisipan. Artinya pengamat atau peneliti iku dalam kegiatan di dalamnya, masuk ke dalam sistemnya dan juga melakukan wawancara dan lain sebagainya.

Kedua, observasi dilakukan terus terang maupun penyamaran. Maksudnya dalam melakukan pengamatan, peneliti terlebih dahulu mengamati prosesnya dari luar untuk melihat keadaan riil di dalamnya sebagai landasan data awal penelitian sebelum memasuki sistem yang ada di dalamnya.

Ketiga, Setelaha melalui dua cara tersebut dan mendapartkan data yang ada maka peneliti kemudian memposisikan diri sebagai partisipan.

Selanjutnya teknik Dokumentasi dengan cara mengumpulkan data dari sumber non insani, sumber ini terdiri dari dokumen dan rekaman.

F. Teknik Analisis Data

Setelah proses pengumpulan data, tahap selanjutnya dalam meotodologi penelitian adalah menganalisis data yang sudah terkumpul.

Untuk menganalisis data, dibutuhkan teknik analisis data. Dalam teknik analisis data dibutuhkan pengelolahan dan analisa data.

Analisis data sendiri merupakan proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi.

Data-data yang sudah terkumpul kemudian disusun kedalam satu kategori, lalu menjabarkannya ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusunnya ke dalam pola, memilih mana yang penting dan akan dipelajari, serta membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh dirinya sendiri atau orang lain.

Adapun dalam penelitian ini, peneliti menggunakan analisis data kualitatif, sehingga analisis data selama dilapangan menggunakan model spradley.

Model spradley sendiri merupakan proses analisis data yang disesuaikan dengan tahapan dalam penelitian, adalah:

  1. Teknik analisis data tahap pertama menggunakan pengumpulan data grand tour question, yakni  memilih situasi sosial (place, actor, activity).
  2. Teknik analisis data tahap kedua setelah memasuki lapangan, dimulai dengan menetapkan seorang informan sebagai “key informan” yang merupakan informan yang, berwibawa dan dipercaya. Sehingga informan dapat “membukakan pintu” kepada peneliti untuk memasuki obyek penelitian.

Selanjutnya peneliti melakukan wawancara kepada informan tersebut, dan mencatat hasil wawancara yang dilakukan. 

Kemudian perhatian dari peneliti terhadap objek penelitian proses wawancara dengan cara mengajukan pertanyaan deskriptif.

Selanjutnya data-data hasil wawancara dianalisis agar menjadi lebih runtut. Terakhir hasil dari analisis wawancara berikutnya peneliti melakukan analisis domain.

  1. Teknik analisis data tahap ketiga adalah menentukan fokus dengan melakukan observasi terfokus. Proses analisis data pada tahap ini dilakukan menggunakan analisis taksonomi.
  2. Tahap keempat teknik analisis data adalah tahap selection dengan melakukan observasi terseleksi. Caranya peneliti mengajukan pertanyaan kontras, yang dilakukan dengan analisis komponensial.
  3. Memasuki tahap kelima, hasil darianalisis komponensial, melalui analisis tema peneliti menemukan tema-tema budaya. Pada tahapan terakhir ini peneliti menuliskan temuan-temian yang ada berdasarkan fokus peneliian yang dibuat dalam bentuk laporan penelitian kualitatif.

Nah itu tadi contoh proposal penelitian pendidikan tentang tindakan kelas yang dapat dijadikan acuan. 

Selain contoh proposal penelitian pendidikan di atas, perlu juga sekiranya dibuatkan rancangan anggaran belanja penelitian. Berikut ini contoh rencana anggaran biaya dalam proposal penelitian:

No KeteranganQty Harga  Jumlah 
1Lapangan   
akuesioner4 Rp         40.000 Rp         160.000
bbolpoin untuk mengisi kuesioner4 Rp         20.000 Rp            80.000
cinput data2 Rp      500.000 Rp      1.000.000
dkonsumsi 8 Rp      100.000 Rp         800.000
etransport8 Rp      200.000 Rp      1.600.000
ffotokopi1 Rp   3.000.000 Rp      3.000.000
gjilid10 Rp           5.000 Rp            50.000
2ATK   
akertas2 Rp         60.000 Rp         120.000
btinta printer4 Rp         50.000 Rp         200.000
cperawatan dan perbaikan komputer3 Rp      200.000 Rp         600.000
dperawatan dan perbaikan printer2 Rp      150.000 Rp         300.000
3HONORARIUM   
aKetua1 Rp   3.000.000 Rp      3.000.000
bsekretaris1 Rp   2.500.000 Rp      2.500.000
cAnggota1 Rp   2.000.000 Rp      2.000.000
dpenunjang penelitian1 Rp      500.000 Rp         500.000
epetugas survei4 Rp      100.000 Rp         400.000
4rapat-rapat   
akonsumsi rapat pembuatan proposal (3 kali)3 Rp      300.000 Rp         900.000
bsnack rapat pembuatan proposal3 Rp      150.000 Rp         450.000
ckonsumsi rapat pertengahan (2 kali)7 Rp      200.000 Rp      1.400.000
dsnack rapat pertengahan7 Rp      100.000 Rp         700.000
erapat pembuatan laporan penelitian (2 kali)7 Rp      200.000 Rp      1.400.000
 TOTAL   Rp   21.160.000

Dari contoh proposal penelitian pendidikan di atas bisa saja berbeda dengan penelitian kesehatan atau komunikasi.

Akan tetapi yang terpenting point-point penting dalam penelitian adalah tidak mengabaikan sistematika penelitian yang sudah ada.

Bagian Contoh Penutup Makalah yang Penting dan Harus ada

3. Contoh Proposal Penelitian Kuantitatif

Contoh Proposal Penelitian Kuantitatif - Bosmeal.com
Contoh Proposal Penelitian Kuantitatif pdf

Jenis jenis penelitian selain penelitian kualitatif juga terdapat penelitian kuantitatif. Jika hasil penelitian kualitatif lebih menekankan pada proses penelitian, maka penelitian kuantitatif lebih menekankan pada hasil penelitian yang bersifat empiris. 

Untuk lebih mudahnya berikut ini contoh proposal penelitian kuantitati tentang motivasi belajar siswa.

Judul penelitian: Pengaruh Aktivitas Bermain Game Online Terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas X SMA N 1 Pati

A. Latar Belakang Masalah

Dewasa ini, game online seakan sudah menjadi hal yang lumrah bahkan menjadi hal yang wajib dilakukan oleh berbagai kalanngan. Terutama kalangan pelajar.

Keberadaan game online mulai mempengaruhi segala aktivitas sehari-hari para pelajar. Kondisi yang demikian bisa dilihat dari kecenderungan para remaja terutama yang sudah memasuki jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA). 

Mereka lebih memilih untuk menghabiskan waktunya dengan bermain game online daripada kegiatan lainnya.

Hal ini jelas sangat mengkhawatirkan. Sebab para remaja usia sekolah seperti mereka seharusnya lebih baik menghabiskan waktu untuk kegiatan yang positif daripada “hanya” sekedar bermain game online.

Hal ini bukan berarti menganggap game online merupakan hal negatif. Akan tetapi dari perspektif sosiologi, seseorang yang menjadikan game online sebagai prioritas cenderung akan berkembang menjadi pribadi egosentris dan individualis.

Kedua sifat tersebut jelas sangat membahayakan bagi perkembangan individu yang bersangkutan ke depannya. 

Ditambah lagi berdasarkan hasil observasi pra penelitian yang sudah dilakukan pada tanggal 22-24 Februari 2018 di kelas X A-C SMA N 1 Playen ditemukan beberapa permasalahan. 

Prosentasi siswa kelas X A-C SMA N 1 Pati 60% para siswa menghabiskan waktunya untuk bermain game online.

Hasil prosentasi tersebut didapatkan dari pengambilan data dengan menggunakan metode angket. 

Kemudian dalam proses aktivitas pembalajaran para siswa kelas X A-C SMA N 1 Pati masih tergolong dalam kategori rendah, yang mana para siswa masih melakukan aktivitas lain dalam proses pembelajran.

Aktivitas tersebut diantaranya bermalas-malasan, tidur, bermain gadget, bercanda maupun berbicara ketika proses belajar mengajar berlangsung.

Permasalahan di atas tentunya dapat menghambat tujuan belajar itu sendiri. Para siswa tidak akan mencapai tujuan kognitif, afektif dan psikomotorik dari pembelajaran. 

Oleh karea itu perlu kiranya diadakan penelitian lebih lanjut dengan mengangkat judul “Pengaruh Aktivitas Bermain Game Online Terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas X SMA N 1 Pati”.

B. Pembatasan Masalah

Agar pembahasan dalam penelitian tidak melebar dan kemana-mana, maka dibutuhkan pembatasan masalah.

Demikian juga dalam penelitian ini, masalah yang dikaji adalah intensitas bermain game online yang dilakukan oleh siswa kelas X A-C SMA N 1 Pati yang tergolong tinggi.

Kemudian ditambah lagi motivasi belajar siswa kelas X A-C SMA N 1 Pati yang tergolong rendah.

C. Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah yang digunakan dalam penelitian ini adalah

Adakah pengaruh aktivitas bermain game online terhadap motivasi belajar siswa kelas X SMA N 1 Pati?

D. Tujuan Penelitian

Untuk mengetahui pengaruh aktivitas bermain game online terhadap motivasi belajar siswa kelas X SMA N 1 Pati

E. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat penelitian yang dilakukan dapat dibagi menjadi dua, yakni manfaat teoritik dan manfaat praktik

  1. Manfaat Teoritik
  1. Untuk menambah referensi kajian pengaruh game online terhadap motivasi belajar.
  2. Sebagai bahan acuan dan referensi pada penelitian sejenis yang dilakukan dimasa yang akan datang.
  1. Manfaat Praktis
  1. Untuk menambah pemahaman para pendidik tentang bahaya bermain game onlinte terhadap motovasi belajar siswa di sekolah.

F. Kajian Teori

Melihat latar belakang serta pembatasan masalah yang ada maka dalam proposal penelitian ini perlu kiranya dicantumkan dua teori, yakni motivasi belajar dan game online. 

Adapun kajian teori motivasi belajar melingkupi pengertian, fungsi, jenis, ciri-ciri, faktor yang mempengaruhi dan upaya untuk meningkatkannya. 

Sementara teori game online meliputi pengertian, jenis dan dampaknya terhadap kehidupan. Baik dari sisi positif maupun negatifnya.

G. Hipotesis

Berdasarkan masalah yang ada dapat diambil sebuah hipotesis jika terdapat pengaruh antara variabel aktivitas bermain game online dengan motivasi belajar siswa kelas X A-C SMA N 1 Pati.

H. Desain Penelitian

Adapun desain penelitian yang dilakukan ini menggunakan desain ex-post facto.

Desain ini bentuknya dimana peneliti berusaha untuk meneliti sesuatu fakta yang telah terjadi di lapangan. 

Sementara penelitian ini dilakukan dengan menggunakan model atau jenis penelitian kuantitatif sehingga menghasilkan data berupa kumpulan angka.

I. Populasi dan Sampel

Dalam penelitian ini, populasi dari penelitian merupakan seluruh siswa kelas X A-C SMA N 1 Pati yang berjumlah 90 orang.

Adapun sampel dalam penelitian ini setidaknya diambil 50% dari jumlah siswa masing-masing kelas untuk dijadikan subjek penelitian.

Untuk menentkan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik simple random sampling. Artinya peneliti memilih responden secara acak.

J. Instrumen Pengumpulan Data

Adapun isntrumen pengumpulan data penelitian ini adalah dengan menggunakan instrumen angket tertutup.

Angket tertutup sendiri merupaka angket yang menyediakan berbagai pertanyaan serta opsi jawaban yang sudah ditentukan sehingga responden hanya dapat memberikan jawaban atau tanggapan terbatas dengan pilihan yang sudah disediakan.

Di dalam angket sudah disusun berbagai macam pertanyyan variabel yang diteliti, yaitu aktivitas bermain game online dan motivasi belajar.

K. Validitas data

Setelah data didapatkan, maka tahap selanjutnya adalah uji validitas data. Uji validitas data ini menggunakan empat validitas yaitu isi (content), konstruk (construct), konkuren (Concurrent) dan prediksi (predictive). 

Sementara alat ukur yang akan digunakan oleh peneliti untuk menguji validitas data penelitian adalah Product Moment dari Karl Pearson.

Product Moment dari Karl Pearson atau yang disebut juga dengan Korelasi Product Moment (KPM) merupakan alat uji statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis asosiatif (uji hubungan) dua variabel bila datanya berskala interval atau rasio. 

Korelasi Product Momen atau KPM merupakan salah satu bentuk statistik parametris karena menguji data pada skala interval atau rasio.

Oleh karenanya ada syarat-syarat yang harus dilalui untuk dapat menerapkan alat ukur KPM, yaitu :

  1. Sampel diambil dengan teknik random (acak)
  2. Data yang akan diuji harus homogen
  3. Selanjutnya data yang akan diuji juga harus berdistribusi normal
  4. Data yang akan diuji bersifat linier

L. Analisis Data

Setelah dilihat validitas data, maka dibutuhkan pula analisis data. Dalam penelitian kuantitatif, teknik analisis data dibagi menjadi dua yakni kegiatan mendeskripsikan data dan melakukan uji statistik (inferensi).

Pendeskripsian data merupakan penggambaran data yang ada guna memperoleh bentuk nyata dari responden.

Hal ini akan membuat data yang ada menjadi mudah dimengerti peneliti atau orang lain yang tertarik dengan hasil penelitian yang dilakukan. 

Proses pendeskripsian data dilakukan bersamaan dengan uji statistik dengan pengukuran statistik deskriptif.

Nah itu tadi contoh proposal penelitian kuantitatif pendidikan tentang pengaruh game online terhadap motovasi belajar siswa.

Dalam contoh ini “mungkin” aga berbeda dengan sistematika penulisan proposal penelitian yang ada. 

Akan tetapi jika teman-teman perhatikan kembali, maka sub-sub bab yang ada akan memiliki kesamaan dengan sistematika penulisan di atas.

Jadi teman-teman tidak usah bingung ya.

4. Contoh Proposal Penelitian Kualitatif

Contoh Proposal Penelitian Kualitatif - Bosmeal.com
Contoh Proposal Penelitian Kualitatif Pendidikan pdf

Memang kebanyakan dalam pembuatan proposal jika tidak menggunakan pendekatan kuantitatif maka akan menggunakan pendekatan kualitatif.

Berikut ini contoh proposal penelitian kualitatif dari SMK N 1 Wirosari Kompetensi Keahlian Administrasi Perkantoran.

Judul Proposal penelitian : Pelaksanaan Strategi Pembelajaran Oleh Guru Kompetensi Keahlian Administrasi Perkantoran SMK N 1 Wirosari.

A. Latar Belakang Masalah

Sudah jamak diketahui jika mode pembelajaran di Indonesia kebanyakan masih didukung oleh keaktifan dari guru itu sendiri. 

Keaktifan guru ini yang dimaksud adalah keaktifan dalam hal menenrangkan semua pelajaran yang ada. 

Sehingga praktis para siswa hanya mendengarkan pelajaran yang ada. Keatifan guru ini seharusnya disambungkan dengan semangat belajar para siswa.

Akan tetapi nyatanya berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di kelas XI AP 1 dan 2 pada tanggal 1-7 April 2019 ditemukan beberapa permasalahan dalam kegiatan pembelajaran. 

Permasalahan tersebut adalah yang pertama Pertama, sumber belajar yang digunakan oleh guru dan siswa belum memadai.

Hal ini karena materi-materi atau bahan ajar kurikulum 2013 edisi revisi belum ada.

Kedua  motivasi belajar siswa masih rendah ketika kegiatan pembelajaran berlangsung. Banyak dari siswa yang melakukan aktivitas lain seperti berbicara, bercanda, bermain gadget hingga tidur saat pelajaran.

Ketiga, prestasi belajar siswa sebagian masih rendah yang mana nilai ulangan harian mereka 65% diantaranya belum mencapai kriteria ketuntasan minimal. 

Terakhir dari segi kompetensi keahlian administrasi perkantoran guru sendiri masih monoton atau belum bervariasi.

Strategi tersebut adalah ekspositori. Padahal dalam setiap mata pelajaran memiliki tujuan pembelajaran yang berbeda sehingga membutuhkan strategi yang berbeda pula.

Berdasarkan temuan dalam observasi ini, perlu kiranya dilakukan penelitian mengenai pelaksanaan strategi pembelajaran oleh guru.

Agar penelitian ini menjadi fokus maka , maka penelitian ini menggunakan judul “Pelaksanaan Strategi Pembelajaran Oleh Guru Kompetensi Keahlian Administrasi Perkantoran SMK N 1 wirosari”.

B. Pembatasan Masalah

Agar penelitian menjadi lebih fokus, maka dibutuhkanlah pembatasan masalah. Adapun dalam penelitian ini, lebih memfokuskan dalam penggunaan strategi pembelajaran guru kompetensi keahlian Administrasi Perkantoran yang belum bervariasi.

C. Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pelaksanaan strategi pembelajaran oleh guru kompetensi keahlian Administrasi Perkantoran SMK N 1 Wirosari?

D. Kajian Teori

Untuk dapat melaksanakan penelitian ini maka setidaknya dibutuhkanlah sebuah kajian teori. 

Adapun dalam penelitian ini dengan melihat tema yang ada, maka setidaknya terdapat tiga kajian teori utama.

Teori yang pertama adalah teori tentang strategi pembelajaran meliputi pengertian, komponen, jenis, perencanaan serta pelaksanaannya. 

Selanjutnya teori yang kedua adalah teori tentang metode pembelajaran yang terdiri dari pengertian, jenis dan perencanaannya. 

Adapun teori yang ketiga adalah teori tentang guru kompetensi keahlian Administrasi Perkantoran mulai dari pengertian, kompetensi, keterampilan mengajar dan perannya dalam kegiatan pembelajaran.

E. Desain Penelitian

Adapun desain atau bentuk penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan menggunakan pendekatan kualitatif, sehingga data yang dihasilkan dari penelitian berupa kalimat dan kata-kata. Bukan berbasiskan pada angka

F. Informan Penelitian

Adapun untuk dapat melakukan sebuah penelitian dibutuhkan sebuah informasi yang cukup. Untuk itulah dibutuhkan yang namanya informan penelitian. 

Informan penelitian ini sebagai subjek dalam penelitian yang terdiri dari guru dan siswa kelas X kompetensi keahlian Administrasi Perkantoran SMK N 1 Wirosari tahun ajaran 2018/2019.

Adapun pemilihan subjek penelitian berupa guru kompetensi keahlian Administrasi Perkantoran menggunakan teknik purposive sampling atau penilaian subjektif.

Dalam hal ini peneliti mengambil informasi dari guru-guru menurut penilaian subjektif. Jika guru tersebut dianggap memiliki informasi yang dibutuhkan, maka akan dimintai sebuah informasi tanpa melalui kualifikasi standar terlebih dahulu.

Sementara pemilihan subjek penelitian berupa siswa kelas X kompetensi keahlian Administrasi Perkantoran menggunakan teknik snowball sampling.

Penggunaan teknik snowball sampling ini dirasa cocok untuk penggalian informasi dari para siswa.  

G. Instrumen Pengumpulan Data

Dikarenakan penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif analitik dengan menggunakan pendekatan kualitatif, maka instrumen yang bisa digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi.

H. Teknik Analisis Data

Data yang sudah didapatkan, baik dari data observasi, wawancara maupun dokumentasi kemudian akan dianalisis lebih lanjut. Adapun cara untuk menganalisis data dengan menggunakan teknik analisis data interaktif. 

Dalam menggunakan teknik ini, peneliti harus menempuh tiga tahapan, yaitu penyajian data, reduksi data dan penarikan kesimpulan dari data.

I. Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data

Selanjutnya setelah semua data terkumpul, maka dibutuhkanlah sebuah verifikasi data untuk melihat keabsahan dari data tersebut. 

Adapun untuk memeriksa data-data yang ada dengan menggunakan triangulasi metode dan sumber. 

Triangulasi metode sendiri dapat dilakukan peneliti dengan membandingkan data hasil observasi, wawancara dan dokumentasi.

Kemudian, triangulasi sumber dapat dilakukan dengan membandingkan data wawancara informan guru satu dengan lainnya.

Nah itu tadi contoh proposal penelitian kualitatif yang bisa teman-teman buat acuan. Contoh proposal penelitian kualitatif di atas dibuat dengan sangat sederhana.

Yang terpenting pesan dari proposal tersampaikan dengan jelas dan tanpa meninggalkan kaidah sistematika penulisan proposal. 

Bagaimana teman-teman, mudah bukan cara membuat proposal penelitian kualitatif? Atau mungkin teman-teman memerlukan contoh proposal penelitian sederhana ? 

5. Contoh Proposal Penelitian Sederhana

Dari beberapa contoh proposal penelitian yang suda ada, mungkin diantara teman-teman merasa bentuknya terlalu panjang..

Agar lebih mudah dipahami, berikut ini contoh proposal penelitian sederhana dengan judul Problem Jurnalis Lingkungan SKH Pontianak Post dalam Memberitakan Kebakaran Kawasan Lahan dan Hutan di Kalimantan Barat.

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Negara Indonesia merupakan negara yang terdiri dari berbagai macam pulau. Banyaknya pulau yang ada menyimpan berbagai macam kekayaan dan sumber daya yang melimpah, baik itu berasal dari laut, hutan dan sebagainya.

Sementara itu, minyak masih menjadi sumber daya penyumbang pertama di Indonesia. Sementara  hutan menjadi sumber penyumbang devisa kedua pada masa Presiden soeharto.

Tercatat sektor hutan menyumbang devisa 3 Miliar US Dolar. 

Dalam industri kehutanan sendiri hasil produksinya memiliki beragam bentuk mulai dari kertas, kayu lapis, kayu log dan lain sebagainya.

Selain hutan juga dimanfaatkan untuk perkebunan seperti kelapa sawit, kopi, karet dan coklat. 

Pemanfaatan hutan untuk semua itu menjadi lebih masif dengan alasan untuk peningkatan ekonomi negara.

Proses pemanfaatan hutan yang tanpa mempertimbangkan aspek keberlanjutan lingkungan mendorong kerusakan lingkungan negara.

Kemudian salah satu wilayah yang paling masif dalam pemanfaatan hutan berada di Kalimantan. 

Seperti yang sudah diketahui bersama, luas hutan di Pulau Kalimantan sekitar 40,8 juta hektar. Area hutan tersebut tersebar di seluruh penjuru di pulau Kalimantan dan terbagi menjadi beberapa provinsi.

Akan tetapi pemanfaatan hutan tersebut tanpa diiringi dengan aspek keberlangsungan yang berupa pelestarian hutan. 

Hal ini dibuktikan dengan laju deforestasi hutan di Kalimantan mencapai 673 hektar setiap harinya yang menurut data Greenpeace.

Hal ini menyebabkan wilayah hutan di Kalimantan hanya tersisa 25,5 juta di tahun 2010.

Laju deforestasi hutan yang begitu tinggi membuat Indonesia dianugerahi sebagai negara dengan tingkat kerusakan hutan tercepat di dunia menurut Guiness Book of Record.

Selain itu faktor kebakaran hutan juga menjadi penyumbang laju deforestasi hutan di Indonesia.

Adapun wilayah Kalimantan yang paling sering mengalami kebakaran hutan berada di Provinsi Kalimantan Barat.

Pada tahun 2016, lebih tepatnya pada bulan Juni merupakan waktu terburuk bencana kebakaran hutan yang pernah dialami Kalimantan Barat. 

Kebakaran hutan yang terjadi pada bulan Juni 2016 terjadi di beberapa titik dan menyebabkan kota tertutupi asap pekat dan partikulat.

Dampaknya membuat aktivitas dan juga kesehatan masyarakat menjadi terganggu.

Dampak ini bisa menjadi lebih luas dari yang diberitakan oleh Media. Masih banyak lagi kasus-kasus dari deforestasi hutan yang tidak diberitakan oleh Media.

Padahal peran Media sangat diperlukan agar diketahui oleh masyarakat secara luas. Dampak yang dirasakan oleh kerusakan hutan bukan hanya dirasakan oleh masyarakat lokal, tetapi dirasakan oleh orang-orang di berbagai negara.

Kerusakan yang terjadi patut untuk diberitakan secara masif karena menyangkut hidup banyak orang. 

Pemberitaan ini dilakukan oleh jurnalis yang memang sudah berkecimpung di bidangnya. Namanya adalah jurnalis lingkungan.

Seorang yang berkecimpung dalam jurnalisme lingkungan sangat perlu untuk mengetahui kompleks permasalahan secara menyeluruh dari semua sisi agar menyajikan berita yang berimbang.

B. Rumusan Masalah

Untuk menjawab latar belakang yang ada maka dibutuhkanlah rumusan masalah.

Adapun dalam penelitian ini menggunakan rumusan masalah Apa permasalahan yang dihadapi oleh jurnalis lingkungan dari Pontianak Post dalam memberitakan kerusakan dan kebakaran lahan di Kalimantan Barat?

C. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan permasalahan yang dihadapi oleh jurnalis lingkungan dari Surat Kabar Harian (SKH) Pontianak Post dalam memberitakan kerusakan dan kebakaran lahan di Kalimantan Barat.

D. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat penelitian yang dilakukan adalah:

  • Manfaat Teoritis

Sebagai informasi lebih mendalam terkait jurnalisme lingkungan khususnya yang sangat berguna untuk pengembangan ilmu komunikasi.

  • Manfaat Praktis

Sebagai bahan untuk penelitian dalam bidang Jurnalisme Lingkungan di media massa Indonesia.

E. Metodologi Penelitian

a. Metode Penelitian

Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode penelitian kualitatif.

Metode ini berguna untuk memahami keseluruhan permasalahan yang dihadapi oleh Jurnalis Lingkungan di Pontianak Post.

b Jenis Penelitian

Adapun jenis penelitian yang digunakan dengan menggunakan jenis penelitian deskriptif. Penelitian dalam bentuk deskriptif lebih mengutamakan penjelasan kata-kata dan gambar.

Kegunaan dari penelitian deskriptif adalah untuk menganalisis data seakurat mungkin yang mendekati kondisi aslinya.

c. Metode Pengumpulan Data

Agar data dapat tertata dengan rapi maka dibutuhkanlah metode pengumpulan data. Data-data yang ada dibagi menjadi dua terlebih dahulu, yakni data primer dan data sekunder.

Data primer merupakan data yang diperoleh langsung di lapangan. Sedangkan data sekunder merupakan data yang diperoleh dari sumber lain.

Data sekunder dapat diambil dari departemen pemerintahan, maupun dalam bentuk struktur organisasi dan sebagainya.

d. Lokasi Pengumpulan Data

Adapun lokasi pengumpulan data ini mengambil dari Surat Kabar Harian Pontianak Post di Kalimantan Barat, Jalan Gajah Mada No. 2-4, Pontianak Selatan.

e. Objek Penelitian

Sementara itu objek penelitian dalam penelitian ini adalah problem yang dihadapi Jurnalis Lingkungan dari SKH Pontianak Post dalam meliput konflik lahan dan kebakaran hutan di Kalimantan Barat.

f. Metode Analisis Data

Dalam mengumpulkan data, perlu juga dilakukan analisis data. Adapun cara untuk menganalisis data dengan cara reduksi data, model data dan verifikasi kesimpulan.

Data-data tersebut didapatkan dalam bentuk catatan lapangan, foto, video, transkrip wawancara, dokumen yang dikeluarkan badan yang bertanggung jawab, serta jurnal.

Banyak Dicari: Contoh Surat Keterangan Kerja Terbaru

6. Contoh Metodologi Penelitian

Contoh Metodologi Penelitian - Bosmeal.com
Contoh Metodologi Penelitian Proposal Karya Ilmiah

Salah satu contoh metodologi penelitian skripsi karya Ikhsan Maksum dari Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tahun 2015.

Judul: Budaya Organisasi Kerja-kekeluargaan (Work-family Culture) Pada Pt. Gunung mas Gondanglegi Malang) dengan sedikit pengubahan dari bentuk aslinya. 

METODOLOGI PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif sendiri merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. 

Dalam penggunaannya, metode penelitian kualitatif merupakan sebuah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, yang mana instrumen kuncinya adalah peneliti itu sendiri.

Kemudian teknik pengumpulan data penelitian dilakukan dengan cara gabungan atau triangulasi.

Sementara teknik analisis data yang bersifat induktif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna daripada generalisasi.

Adapun pendekatan kualitatif sendiri merupakan suatu proses penelitian dan pemahaman yang berdasarkan pada metodologi yang menyelidiki suatu fenomena sosial dan masalah manusia. 

Dengan menggunakan jenis pendekatan kualitatif maka peneliti dapat memberikan potret utuh dan komplek. 

Untuk mendapatkan sebuah gambaran utuh dari penelitian maka peneliti akan meneliti kata-kata, laporan terinci dari pandangan responden, dan melakukan studi pada situasi yang alami.

Sementara itu, prosedur penelitian dengan menggunakan metodologi kualitatif akan menghasilkan data penelitian berupa data deskriptif yang berbentuk kata-kata baik secara tertulis maupun lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati.

Dalam prosesnya, penelitian kualitatif lebih menekankan pada bentuk paradigma fenomenologis.

Adapun objektivitasnya dibangun atas rumusan tentang situasi tertentu sebagaimana yang dihayati oleh individu atau kelompok sosial tertentu dan relevan dengan tujuan dari penelitian.

Karena dalam penelitian kualitatif ini seorang peneliti adalah instrumen kunci, maka peneliti harus menguasai bekal teori dan pengetahuan yang luas.

Sehingga peneliti dapat mengumpulkan data, menganalisis, dan mengkonstruksi obyek yang diteliti menjadi lebih jelas.

Jenis penelitian kualitatif ini lebih menekankan pada makna dan digunakan untuk mengetahui makna yang tersembunyi.

Selain itu juga penelitian kualitatif berfungsi untuk memahami interaksi sosial, untuk mengembangkan teori, untuk memastikan kebenaran data, dan meneliti sejarah perkembangan.

B. Pendekatan Penelitian

Adapun penelitian ini menggunakan pendekatan etnografi. Studi etnografi sendiri merupakan salah  satu  deskripsi  tentang  cara  mereka  berfikir,  hidup, berperilaku.

Etnografi sendiri bisa diartikan sebagai tulisan atau laporan tentang suatu suku bangsa yang ditulis oleh seorang antropolog atas hasil penelitian lapangan (field work) selama sekian bulan atau sekian tahun.

Dalam etnografi sendiri, baik sebagai laporan penelitian maupun sebagai metode penelitian dianggap sebagai asal-usul ilmu antropologi.

Adapun Inti dari etnografi sendiri merupakan sebuah upaya untuk memperlihatkan makna-makna tindakan dari kejadian yang menimpa orang yang ingin kita pahami.

Bentuk pemahaman makna-makna tersebut bisa dari kata-kata dan perbuatan atau yang lainnya.

Meskipun demikian, dalam tatanan masyarakat, orang akan tetap menggunakan sistem makna yang kompleks untuk mengatur tingkah laku mereka, memahami diri mereka sendiri dan orang lain, serta untuk memahami dunia tempat mereka hidup.

Adapun penggunaan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan etnografi ini dirancang untuk memasuki ceruk-ceruk wilayah kehidupan alami serta aktivitas tertentu yang menjadi karakter organisasi yang diteliti.

Sementara itu kekuatan utama dari etnografi adalah suatu pemahaman kontekstual yang timbul dari hubungan antar aspek yang berbeda dari fenomena yang diamati.

Adapun yang membedakan penelitian kualitatif metode etnografi dengan metode lain adalah penggunaan observatory participant sebagai teknik pengumpulan data.

Kemudian jangka waktu penelitian yang relatif panjang, berada dalam setting tertentu, wawancara yang mendalam dan tak terstruktur serta mengikutsertakan interpretasi penelitiannya.

Adapun langkah-langkah yang digunakan sebagai berikut:

  1. Menetapkan informan yang mengetahui budayanya dan terlibat langsung serta memiliki waktu yang cukup. 
  2. Melakukan wawancara. 
  3. Membuat catatan yang berupa laporan ringkas, jurnal lapangan dan analisis. 
  4. Mengajukan pertanyaan yang dimulai dari penjajakan, kerjasama dan partisipasi. 
  5. Melakukan analisis yang dikaitkan dengan simbol-simbol budaya dan makanan yang disampaikan informan. 
  6. Membuat analisis domain, membuat istilah mencakup dari pernyataan informan yang memiliki hubungan yang jelas. 
  7. Mengajukan pertanyaan struktural untuk melengkapi pertanyaan deskriptif. 
  8. Membuat analisis taksonomi, taksonomi adalah upaya pemfokusan pertanyaan yang telah diajukan. 
  9. Mengajukan pertanyaan yang kontras untuk menggali makna yang berbeda. 
  10. Membuat analisis komponen, sebaiknya dilakukan ketika dilapangan. 
  11. Menemukan tema.

Adapun hasil akhir dari penelitian penelitian komprehensif etnografi adalah suatu naratif deskriptif yang bersifat menyeluruh.

Ini juga disertai dengan interpretasi yang menginterpretasikan seluruh aspek-aspek kehidupan tersebut. 

Penelitian ini sendiri berusaha untuk mendapatkan informasi atau data selengkap mungkin mengenai budaya organisasi di PT. Gunung Mas Gondanglegi Malang. 

Adapun penggunaan teknik kualitatif ini sendiri digunakan sebagai pendekatan dalam penelitian ini.

Karena dengan teknik ini pemahaman realitas rasional sebagai realitas subjektif khususnya pekerja PT. Gunung Mas Gondanglegi Malang. 

Adapun proses observasi diharapkan mampu menggali pelaksanaan fungsi-fungsi budaya organisasi PT. Gunung Mas Gondanglegi Malang.

Lokasi penelitian

Adapun lokasi penelitian ini berada di Pabrik Karoseri Gunung Mas Gondanglegi yang berada di Jalan Trunojoyo.

Lebih tepatnya di jalan yang menghubungkan Kecamatan Kepanjen (Stadion Kanjuruhan) dengan Kecamatan Turen.

Data dan Jenis Data 

Dalam melakukan sebuah penelitian, data yang didapatkan harus disebutkan asal usulnya.

Adapun yang dimaksud dengan data adalah sekumpulan informasi, fakta-fakta, atau simbol-simbol yang menerangkan tentang keadaan objek penelitian. 

Sedangkan data yang sudah didapat akan dibagi menjadi dua macam yaitu:

1. Data Primer 

Adapun yang dimaksud dengan data primer adalah data yang didapatkan atau diperoleh langsung dari objek penelitian

Untuk mendapatkan data primer dalam penelitian ini adalah dengan cara wawancara dan observasi langsung dengan Pemilik dan karyawan pada PT. Gunung Mas Gondanglegi Malang.

2. Data Sekunder

Adapun yang dimaksud dengan data sekunder merupakan data yang didapatkan secara tidak langsung melalui media perantara.

Untuk bisa mendapatkan data sekunder dalam penelitian ini adalah dengan cara memperoleh data dari pihak intern maupun ekstern perusahaan.

Adapun bentuk data sekunder ini adalah dokumentasi perusahaan sebagai objek pendukung beberapa dokumen perusahaan, literatur-literatur dan penelitian terdahulu, serta informasi lain yang mendukung penelitian ini.

Kegunaan data sekunder ini adalah untuk mendukung data primer.

C. Metode Pengumpulan Data

Karena penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, maka teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan analisis dokumen, observasi, dan wawancara. 

Adapun teknik dan cara untuk mengumpulkan dan mengolah data yang didapat dari lapangan sehingga diharapkan penelitian ini berjalan dengan lancar dan sistematis.

Dalam penelitian ini metode pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi.

1. Observasi

Langkah pertama dalam pengumpulan data adalah dengan cara observasi. Dalam tahap observasi ini, peneliti memiliki dua peran sekaligus, yakni sebagai pengamat dan juga masuk sebagai salah satu bagian dari kelompok yang diamatinya.

Tahapan observasi dalam penelitian merupakan salah satu tahapan yang sangat penting karena pengamatan bisa digunakan untuk berbagai hal, termasuk dalam berargumen.

Proses observasi atau pengamatan dapat diklasifikasikan melalui bentuk peran di dalam kelompok maupun pengamatan tanpa peran. 

Maksud pengamatan tanpa peran adalah peneliti mengumpulkan data dengan mengamati kegiatan atau bertemu salah seorang tokoh atau yang lainnya tanpa ikut serta di dalam kegiatan kelompok tersebut.

Adapun dalam penelitian ini, peneliti dalam proses pengamatan dengan cara mengamati budaya organisasi secara langsung maupun tidak langsung pada PT. Gunung Mas Gondanglegi Malang.

2. Wawancara 

Dalam pengumpulan data, selain mengamati juga memerlukan wawancara di dalamnya. Adapun dalam wawancara diperlukan teknik yang terstruktur. 

Teknik wawancara yang terstruktur dapat memudahkan dalam pengumpulan data. Wawancara ini dilakukan bila peneliti telah mengetahui dengan pasti tentang informasi awal yang sudah diperoleh serta informasi apa yang akan diperoleh. 

Oleh sebab itu, peneliti harus menyiapkan instrumen penelitian berupa pertanyaan-pertanyaan tertulis untuk wawancara.

Selain itu juga peneliti harus membuat alternatif-alternatif jawaban yang kira-kira muncul dalam wawancara yang akan dilakukan.

3. Dokumentasi 

Dalam pengumpulan data, selain dengan pengamatan dan juga wawancara, dibutuhkan juga suatu dokumentasi. 

Dokumentasi sendiri digunakan untuk mempelajari berbagai macam sumber yang berada dalam perusahaan PT. Gunung Mas Gondanglegi Malang.

Dalam melakukan pendokumentasian tentunya harus didukung dengan sumber-sumber yang representatif. 

Sudah menjadi hal yang umum jika dokumen selalu digunakan sebagai salah satu sumber data karena dalam banyak hal dokumen sebagai sumber data dimanfaatkan untuk menguji, menafsirkan, bahkan untuk meramalkan.

Bahkan dalam penelitian sendiri dokumentasi menjadi hal yang wajib karena berbagai alasan yang dapat dipertanggung jawabkan seperti:

  1. Sebagai sumber data yang stabil, kaya, dan mendorong.
  2. Untuk bukti untuk suatu pengujian.
  3. Sebagai sumber data yang alamiah, sesuai dengan konteks, lahir, dan berada dalam konteks.
  4. Proses rekaman relatif murah dan tidak sukar diperoleh, tetapi dokumen harus dicari dan ditemukan dengan teknik kajian isi,
  5. Hasil pengkajian isi akan membuka kesempatan untuk lebih memperluas ilmu pengetahuan terhadap sesuatu yang diselidiki.

D. Metode Analisis Data

Setelah data-data terkumpul, masuk tahap berikutnya yaitu analisis data. Adapun dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik analisis model interaktif yang dikemukakan oleh Miles & Huberman.

Adapun teknik analisis data yang dilakukan yaitu dimulai dari tahapan pengumpulan data dilanjutkan dengan reduksi data, display data dan tahapan terakhir yaitu penarikan kesimpulan.  

Dalam tahapan pengumpulan data, peneliti berusaha untuk mendapatkan data-data yang relevan dari informan untuk dapat dijadikan sebagai landasan.

Dalam tahap pengumpulan data ini dilakukan sebelum penelitian ini dimulai agar data-data awal dapat dikumpulkan dan dijadikan acuan penelitian.

Setelah data didapatkan, tahapan selanjutnya yaitu reduksi data. Reduksi data ini adalah proses penyelekselaisian data untuk diambil data-data yang paling relevan untuk diteliti.

Data yang relevan ini dapat dijadikan sebagai rujukan maupun landasan dalam penelitian tentang tema yang sudah ditentukan oleh peneliti sebelum penelitian dilakukan.

Tahapan selanjutnya yaitu penampilan data atau display data. Dalam menampilkan data ini juga dibutuhkan teknik agar data yang sudah didapatkan dapat diolah dalam bentuk tulisan dan memiliki alur untuk tema yang jelas ke dalam matriks.

Data yang sudah ditampilkan ini selanjutnya dapat digunakan untuk menarik kesimpulan yang berisikan tentang uraian dari jawaban yang peneliti ajukan pada tujuan penelitian.

Adapun kesimpulan ini berlandaskan dengan hasil penelitian yang sudah peneliti lakukan selama proses penelitian dan pada akhirnya memberikan penjelasan simpulan dari jawaban pertanyaan penelitian yang diajukan.

Itulah contoh metodologi penelitian proposal karya ilmiah. Untuk contoh tujuan penelitian serta manfaatnya bisa download contoh proposal penelitian pdf, seliahkan klik link yang ada.

Cara Menentukan Metodologi Penelitian

Cara Menentukan Metodologi Penelitian - bosmeal.com
Cara Menentukan Metodologi Penelitian Proposal Karya Ilmiah

Setelah membuat judul penelitian dan mendapatkan pokok permasalahan yang akan diteliti, sering kali kita sebagai peneliti akan merasa kebingungan dalam menentukan metodologi penelitian. 

Jika permasalahan adalah sebuah barang yang masih mentah, maka dibutuhkan lah cara-cara untuk mengolahnya agar dapat menjadi bermanfaat. 

Anggap saja permasalahan itu sebagai daging, maka kita akan dihadapkan pada pertanyaan, mau diapakan daging tersebut? Mau digoreng, dibakar atau malah dibiarkan saja.

Ini sama seperti ketika kita melakukan penelitian, permasalahan yang sudah ada mau diapakan? 

Disinilah pentingnya untuk memilih metodologi penelitian yang tepat. Dengan memilih metode yang tepat maka masalah yang akan kita teliti akan mendapatkan penyelesaian yang tepat.

Dalam menentukan metode penelitian ada banyak pilihan. Ada metode historis, metode deskriptif, metode perkembangan, metode kasus, dan sebagainya.

Selain itu juga terdapat metode kuantitatif, metode kualitatif, dan sebagainya.

Seperti yang sudah disebutkan dalam sistematika penelitian, metode penelitian sendiri membicarakan mengenai tata cara pelaksanaan penelitian.

Kemudian yang dimaksud dengan metode penelitian merupakan tata cara bagaimana suatu penelitian akan dilaksanakan.

Dalam metode penelitian sendiri kita sebagai peneliti mungkin akan dibingungkan atau dikacaukan dengan prosedur penelitian atau teknik penelitian. 

Hal ini karena antara metode penelitian, prosedur penelitian dan teknik penelitian saling berhubungan dan sulit dibedakan. 

Prosedur penelitian merupakan alat-alat yang digunakan dalam mengukur atau mengumpulkan data penelitian. 

Sedangkan teknik penelitian merupakan cara untuk melaksanakan metode penelitian.

Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa metode penelitian melingkupi prosedur penelitian dan teknik penelitian.

Kemudian sebelum kita menentukan atau melaksanakan penelitian, terlebih dahulu kita harus bisa menjawab tiga buah pertanyaan, yaitu:

  1. Urutan kerja apakan yang harus dilakukan dalam melaksanakan penelitian?
  2. Alat-alat apakah yang akan digunakan dalam mengukur atau mengumpulkan data?
  3. Bagaimana melakukan penelitian tersebut?

Selanjutnya kita pun juga harus bisa membedakan antara teknik penelitian dengan metode penelitian. Lantas yang menjadi pertanyaan, Bagaimana cara membedakan teknik penelitian dan metode penelitian? 

Untuk membedakannya, kita yang dijelaskan atau dibicarakan merupakan penggunaan interview atau wawancara sebagai alat pengumpulan data, maka yang dibicarakan adalah teknik penelitian atau metodologi penelitian.

Jika yang dibicarakan adalah bagaimana penelitian dilakukan, yaitu dengan prosedur dan alat bagaimana suatu penelitian dilakukan, maka yang dibicarakan adalah metode penelitian.

Nah itu tadi contoh proposal penelitian ilmiah dan sederhana yang bisa teman-teman jadikan acuan. 

Buat teman-teman yang masih ingin download contoh proposal penelitian sederhana pdf silahkan klik link yang tersedia ya.

Silahakan dibagikan yaa, Semoga Bermanfaat. Atau kalau ada koreksi, silahkan tulis di kolom komentar ya.

Leave a Reply