Sistematika Penulisan Proposal

Sistematika Penulisan Proposal Penelitian Ilmiah- bosmeal.com
Sistematika Penulisan Proposal Penelitian

Setelah kita mengetahui bersama jenis jenis proposal penelitian, kita juga perlu mengetahui sistematika penulisan proposal.

Dari keempat jenis yang sudah disebutkan di atas, secara umum memiliki kesamaan dalam penulisan atau cara membuat proposal penelitian.

Secara umum, sistematika penulisan proposal penelitian atau cara membuat proposal terdiri dari:

1. Menentukan Judul Proposal

Untuk menentukan nama atau judul proposal tidak bisa serta merta. Kita perlu juga menentukan masalah apa yang akan kita jadikan penelitian.

Setelah pokok masalah, agar kajian tidak semakin meluas, maka dibutuhkan juga yang namanya pembatasan ruang lingkup masalah.

Setelah pokok permasalahan didapatkan kemudian ruang lingkupnya dibatasi, selanjutnya kita buat judul yang relevan, lugas dan sederhana tetapi tetap spesifik.

Selain dengan menentukan pokok masalah dan juga pembatasan ruang lingkup, kita juga perlu membaca referensi-referensi yang ada dan juga menggali informasi tentang hasil dari penelitian yang sejenis.

Ini bertujuan untuk membuat pembeda antara penelitian yang akan kita lakukan dengan hasil penelitian yang sudah ada.

Dalam perjalanannya bukan tidak mungkin judul yang awalnya kita buat akan mendapatkan revisi, entah sedikit maupun banyak.

Nah buat teman-teman yang terpaksa merubah judul jangan risau ya. Hal ini karena merubah judul tidak akan merubah konten atau isi proposal yang kita buat.

Lebih baik merubah judul proposal daripada judul tetap tetapi harus merubah konten atau isinya.

2. Pendahuluan

Setelah judul selesai kita buat, kemudian membuat pendahuluannya terlebih dahulu. Di dalam pendahuluan proposal, ada beberapa unsur yang harus dibuat.

Unsur-unsur dasar dalam prposal tersebut adalah:

A. Latar Belakang

Latar belakang ini merupakan uraian atau penjelasan pentingnya masalah ini ditulis. Untuk bisa membuat latar belakang yang baik, teman-teman harus bisa menentukan perbedaan atau ketidak sesuaian antara teori dan kenyataan.

Jika antara teori dan kenyataan tidak ada masalah maka dapat dipastikan proposal penelitian teman-teman akan diabaikan.

Contoh proposal penelitian kemiskinan dengan mengambil fokus pada karakteristik kemiskinan. Kemudian teori yang digunakan atau lebih lazim diketahui orang adalah sudah adanya standar kemiskinan yang ditentukan oleh negara.

Akan tetapi pada kenyataannya standar kemiskinan ini masih ambigu dan saling tumpang tindih.

Kemudian muncullah solusi penelitian yang diajukan untuk melihat standar kemiskinan agar bisa menjadi standar yang padu.

Dari sinilah kemudian bisa dilihat bagaimana penelitian yang akan kita jalankan. Untuk itulah teman-teman harus bisa jeli dalam membaca masalah dan kemudian melihat teori yang ada. Apakah sudah sesuai atau belum.

Kemudian agar penelitian yang akan teman-teman lakukan menjadi lebih berbobot, tampilkan juga data-data baik itu dari media massa terpercaya maupun melihat kondisi suatu keadaan.

Adapun untuk contoh contoh latar belakang proposal penelitian bisa dilihat di bawah dalam bab Contoh Proposal Penelitian.

B. Rumusan Masalah

Setelah latar belakang penelitian sudah kita buat, selanjutnya teman-teman perlu juga membuat rumusan masalahnya. Rumusan masalah dalam penelitian merupakan elemen kunci yang membuat penelitian kita menarik atau tidak.

Walaupun kelihatannya sederhana, kita “hanya membuat pertanyaan” yang kemudian dijawab dengan melakukan proses penelitian, tetapi sebenarnya tidaklah sederhana.

Untuk membuat rumusan masalah yang berkualitas, teman-teman perlu melihat berbagai referensi yang relevan dan juga kajian-kajian atau hasil penelitian agar penelitian kita nanti tidak sia-sia.

Setelah melalui berbagai pertimbangan, selanjutnya teman-teman bisa membuat rumusan masalah dengan bahasa yang lugas, dan memiliki manfaat. Selain itu juga pastikan rumusan masalah yang kita buat memiliki keterikatan tentang judul.

Contoh proposal penelitian karakteristik kemiskinan di Bondowoso. Nah dari judul tersebut kita bisa membuat rumusan masalah bagaimana karakteristik kemiskinan di Bondowoso?

C. Tujuan Penelitian

Setelah rumusan masalah selesai, kita juga perlu membuat tujuan penelitian. Nah membuat tujuan penelitian ini memang terbilang mudah kok. Asal rumusan masalah sudah dibuat maka kita bisa membuat tujuan penelitian ini.

Nah dibalik kemudahan tersebut, teman-teman perlu mengetahui juga cara membuat tujuan penelitian agar memiliki nilai dan manfaat kedepannya.

Ini karena tujuan penelitian itu sendiri merupakan sebuah indikasi kemana arah penelitian itu dilakukan. Atau dengan kata lain mau diapakan data-data serta informasi yang akan didapatkan dari penelitian itu.

Dalam membuat tujuan penelitian, teman-teman harus membuatnya dalam bentuk pernyataan yang konkret, yang dapat diamati dan dapat diukur. Jadi bukan kalimat tanya.

Adapun tujuan dari penelitian secara umum dapat dikelompokkan menjadi tiga. Yaitu untuk menemukan ilmu yang baru, mengembangkan pengetahuan yang sudah ada dan yang terakhir untuk menguji pengetahuan yang ada.

D. Manfaat Penelitian

Setelah teman-teman menjelaskan bagaimana tujuan proposal penelitian, selanjutnya perlu juga ditampilkan manfaat penelitian.

Adapun manfaat penelitian sendiri merupakan uraian manfaat yang dirasakan atau dihasilkan dari penelitian yang sudah kita lakukan. Kita bebas memikirkan manfaat apa yang akan yang akan dihasilkan dari penelitian kita.

Semakin kritis penelitian yang kita buat akan semakin besar manfaat yang akan didapatkan.

Nah dalam penelitian, kita harus mengetahui jenis manfaat dalam penelitian. Jenis manfaat dalam penelitian ada dua, yakni manfaat secara teoritis dan manfaat secara praktis.

Adapun manfaat teoritis dalam penelitian adalah sebagai sebuah verifikasi terhadap teori yang sudah ada. Fungsi dari manfaat teoritis adalah untuk menggugurkan atau memperkuat teori yang kita gunakan tersebut.

Kemudian munculnya manfaat teoritis dilatarbelakangi oleh ketidakpuasan atau keraguan terhadap teori yang sudah ada sehingga dilakukan penyidikan kembali secara untuk dibuktikan secara empiris.

sementara manfaat penelitian secara praktis adalah sebagai sarana memecahkan masalah praktis. Pada umumnya manfaat praktis penelitian tidak hanya tertuju pada satu objek, tetap juga bisa bermanfaat untuk berbagai macam objek.

Nah jika teman-teman punya angan-angan tentang manfaat penelitian bisa juga dimasukkan semuanya.

Sangat PentingContoh Abstrak Makalah dan Cara Membuatnya

3. Tinjauan Pustaka

Bab selanjutnya setelah pendahuluan adalah tinjauan pustaka. Pada bab tinjauan pustaka ini merupakan penjelasan tema penelitian yang terkait dalam bentuk review literatur atau hasil penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya.

Pada umumnya bab tinjauan pustaka ini didukung dengan teori yang mencantumkan sitasi dari peneliti sebelumnya.

Selanjutnya untuk membuat bab tinjauan pustaka harus menggunakan literatur harus relevan dan up to date.

Kemudian dalam bab tinjauan pustaka juga memuat dasar teori ataupun definisi konseptual dari istilah-istilah yang digunakan dalam penelitian nantinya.

Nah pada penelitian kuantitatif, bab tinjauan pustaka ini digunakan untuk menyusun hipotesis, sementara untuk penelitian kualitatif, bab tinjauan pustaka digunakan untuk menyusun kerangka teoritis.

Kemudian untuk membuat bab tinjauan pustaka setidaknya kita harus menjelaskan tiga pokok sub bab, yakni Landasan teoritik, telaah pustaka dan juga kerangka pemikiran.

A. Landasan Teoritik

Sub bab pertama dalam tinjauan pustaka adalah Landasan teoritik. Untuk penamaan sub babnya, mungkin teman-teman akan menemukan istilah yang berbeda.

Ada yang menyebutnya landasan teori, kajian teoritik dan juga ada yang menempatkan penegasan Istilah dalam sub bab tinjauan pustaka.

Landasan teori sendiri merupakan salah satu bagian yang tidak terpisahkan dalam suatu penelitian. Ini karena dalam landasan teori memuat  tentang teori-teori dan juga hasil penelitian yang berasal dari studi kepustakaan.

Oleh karena itulah landasan teori juga sering disebut dengan kerangka teori. Kemudian pada umumnya kerangka Teori sendiri sendiri terbentuk dari beberapa konsep.

Konsep tersebut terdiri dari definisi dan juga referensi yang akan digunakan untuk literatur ilmiah yang sangat relevan, teori yang digunakan untuk studi atau penelitian.

Pada bagian ini pulalah kita harus memberikan pemahaman mengenai teori dan juga konsep yang relevan dengan topik penelitian yang dibahas dan yang berkaitan dengan bidang pengetahuan yang lebih luas yang sedang dipertimbangkan.

B. Telaah Pustaka

Setelah kita bersama membahas tentang landasan teoritik, sub bab selanjutnya yang tidak boleh kita lewatkan adalah telaah pustaka.

Telaah pustaka sendiri merupakan suatu review atau ulasan dari pemahaman dokumentasi dari hasil yang dipublikasikan dan yang tidak dipublikasikan dari sumber sekunder pada bidang minat peneliti.

Tujuan review ini adalah untuk membedakan antara penelitian yang sudah ada dengan penelitian yang kita lakukan.

Dalam telaah pustaka ini, selain kira menampilkan hasil karya maupun teori, kita juga bebas memberikan masukan, kritikan, baik itu kelebihan maupun kekurangan dari tulisan atau penelitian tersebut.

Selain itu juga dalam telaah pustaka, kita bisa membandingkan antara penelitian satu dengan yang lainnya. Kita pun juga bisa mengomentari asalkan dapat dipertanggungjawabkan.

C. Kerangka Pemikiran

Sub bab selanjutnya dalam telaah pustaka adalah kerangka pemikiran. Kerangka pemikiran sendiri merupakan sebuah rancangan atau garis besar yang telah digagas oleh peneliti dalam merancang proses penelitian yang akan dilakukan.

Di dalam kerangka pemikiran kita memberikan penjelasan sementara terhadap gejala yang menjadi objek permasalahan. Nah penjelasan ini kemudian akan diuji dalam penelitian.

Dalam penyusunannya, kerangka pemikiran diambil berdasarkan tinjauan pustaka hasil penelitian yang relevan atau terikat.

kemudian agar alur pemikiran terlihat meyakinkan, dibutuhkan kriteria utama yaitu alur-alur pemikiran yang logis dalam membangun suatu berpikir yang membuahkan kesimpulan berupa hipotesis.

Selanjutya permasalahan – permasalahan yang sudah diidentifikasi berdasarkan latar belakang akan dihubungkan dengan teori sehingga ditemukan pula pemecahan atas permasalahan yang telah diidentifikasi tersebut.

Ini bertujuan agar dapat menjawab atau menerangkan masalah yang telah diidentifikasi itu.

4. Metodologi Penelitian

Bab selanjutnya dalam penyusunan proposal penelitian adalah adanya metodologi penelitian. Pada bab ini mungkin sebagian dari kita ada yang mencantumkan metode penelitian, bukan metodologi penelitian.

Metodologi penelitian sendiri merupakan sekumpulan kegiatan, peraturan serta prosedur yang dipakai oleh peneliti suatu disiplin ilmu.

Dalam metodologi juga dikatakan sebagai suatu analisis teoritis tentang sebuah metode atau cara. 

Sementara penelitian sendiri merupakan sebuah penyajian  yang sistematis dengan tujuan untuk meningkatkan jumlah pengetahuan.

Kemudian metodologi disebut juga suatu analisis teoritis sistematis dari metode yang diterapkan pada bidang studi.

Di dalam metodologi penelitian sendiri terdiri dari analisis teoritis dari tubuh metode dan prinsip-prinsip yang terkait dengan cabang pengetahuan. Bi

asanya, ini mencakup konsep seperti paradigma, model teoritis, fase dan teknik kuantitatif atau kualitatif.

Dari sini bisa dikatakan juga bahwa metodologi merupakan studi tentang metode, pertimbangan filosofis dan analitis dasar. Kegunaannya untuk melihat kesesuaian dan batas logis dari berbagai pendekatan dan perspektif pada penelitian itu sendiri.

Selanjutnya metodologi penelitian ini merupakan salah satu titik krusial kelanjutan dalam penelitian. 

Sebagus apapun proposal penelitian skripsi yang kita buat jika tidak sesuai dengan metode penelitian maka penelitian kita akan menjadi percuma.

Kemudian dalam bab metodologi penelitian ini akan berisikan mengenai bagaimana penelitian tersebut dilakukan.

Pada titik inilah yang kemudian bisa dijadikan acuan untuk membedakan mana jenis penelitian kuantitatif, kualitatif, pengembangan maupun kajian pustaka.

5. Manajemen Proposal Penelitian

Dalam bab 4 proposal penelitian, ada sedikit perbedaan teman-teman. Perbedaan itu terletak pada rencana pelaksanaan penelitian.

Nah dalam proposal penelitian selain skripsi, manajemen penelitian sangatlah diperlukan.

Adapun dalam manajemen penelitian ini setidaknya teman-teman harus menampilkan orang-orang yang terlibat dalam penelitian, baik itu individu maupun kelompok.

Kemudian teman-teman harus mencantumkan jadwal pelaksanaan kegiatan dan juga rincian anggaran belanja kegiatan.

A. Pelaksana Kegiatan Penelitian

Sub bab dalam manajemen penelitian yang tidak bisa kita abaikan adalah pelaksana kegiatan. Bagaimana mungkin penelitian dapat berjalan jika dalam proposal tidak disebutkan siapa yang bertanggung jawab. 

Pelaksana kegiatan penelitian menjadi sangat wajib untuk dilampirkan jika proposal penelitian yang kita buat akan dikerjasamakan dengan pihak lain. 

Mereka pun akan melihat orang-orang di dalamnya, mempunyai kapasitas yang mumpuni atau tidak. 

Atau paling tidak orang yang diajak kerja sama dapat dimintai pertanggung jawaban atas hasil penelitian yang sudah dilakukan.

B. Jadwal Pelaksanaan Penelitian

Pencantuman jadwal kegiatan penelitian ini merupakan hal yang sangat urgen. Apalagi jika proposal kegiatan ini dikerjasamakan.

Berbeda lagi jika proposal penelitian teman-teman merupakan proposal penelitian skripsi, jadwal pelaksanaan kegiatan walaupun penting tetapi bukan menjadi suatu keharusan yang dicantumkan dalam proposal. 

Buat teman-teman yang membuat proposal penelitian selain skripsi pastikan membuat jadwal penelitian seefisien dan serinci mungkin. 

Anggaran Belanja Penelitian di dalam proposal penelitian selain skripsi wajib teman-teman lampirkan rincian belanja penelitian. 

Rincian anggaran belanja penelitian ini sangat penting agar teman-teman bisa menyesuaikan finansial yang ada dengan pengeluaran hasil penelitian. 

Selain untuk mengatur finansial yang ada, rincian anggaran penelitian ini dibuat juga berguna untuk proposal penelitian yang dikerjasamakan.

Dengan munculnya rincian rancangan belanja maka pihak yang diajak kerja sama pun akan memiliki keyakinan dengan penelitian kita.

6. Daftar Pustaka

Bab terakhir dalam proposal penelitian adalah daftar pustaka. Teman-teman pastinya sudah tidak asing dengan yang namanya daftar pustaka bukan. 

Daftar pustaka sendiri merupakan tulisan referensi atau sumber rujukan dalam membuat proposal penelitian. 

Untuk penempatannya berada di halaman paling belakang proposal penelitian. Daftar pustaka dalam proposal penelitian akan semakin bertambah jika proposal penelitian teman-teman disetujui. 

Kemudian untuk membuat daftar pustaka tidak hanya tinggal ditulis referensinya, tetapi dengan menggunakan kaidah penulisan daftar pustaka.

Adapun kaidah atau cara penulisan daftar pustaka akan lebih mudah dihafalkan dengan menyingkatnya menjadi NA-TA-JU-KO-PEN. 

NA kepanjangan dari nama pengarang, kemudian TA kepanjangan dari tahun terbit, lalu JU merupakan kepanjangan dari judul buku. 

Selanjutnya KO sendiri merupakan kepanjangan dari kota tempat buku diterbitkan dan PEN merupakan kepanjangan dari penerbit buku.

Adapun manfaat dari pencantuman daftar pustaka adalah menunjukkan sumber rujukan yang kita gunakan dan juga menghindarkan dari plagiasi karya orang lain.

Selanjutnya selain bab bab yang sudah disebutkan diatas, teman-teman juga bisa melampirkan anggota tim penelitian atau lainnya yang dirasa perlu untuk mendukung dan meyakinkan banyak pihak dalam penelitian.

Kemudian dari sistematika cara penulisan proposal di atas dapat dibuat kerangka proposal sebagai berikut:

HALAMAN JUDUL

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

Latar Belakang

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Landasan Teoritik

Telaah Pustaka

Kerangka Pemikiran

BAB III METODOLOGI

Metode Penelitian

Teknik Pengumpulan Data

Teknik Analisis Data

BAB IV MANAJEMEN PENELITIAN 

Pelaksana Kegiatan Penelitian

Jadwal Pelaksanaan Penelitian

Anggaran Belanja Penelitian

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

Dari sistematika penulisan proposal penelitian diatas mungkin akan berbeda antara penelitian satu dan lainnya.

Sebagai contoh proposal skripsi dengan contoh proposal penelitian yang dikerjasamakan.

Pastinya susunan babnya akan mengalami perbedaan. Akan tetapi secara umum biasanya sistematika penulisan struktur proposal akan meliputi beberapa poin diatas.

Selain itu juga terkadang dalam contoh proposal penelitian juga terdapat kata pengantar penelitian. Untuk contoh kata pengantar proposal penelitian bisa dilihat pada link yang tersedia.

Nah dari sistematika penulisan proposal penelitian di atas, kiranya masih perlu dijelaskan kembali terkait cara pembuatan judul proposal penelitian dan juga contoh metodologi penelitian.

Leave a Reply