Niat dan Tata Cara Sholat Idul Adha

Bacaan Niat Sholat Idul Adha

Hari raya idul qurban tinggal menunggu hari. Ibadah sunnah muakkadah pagi hari dimulai dari persiapan tata cara dan niat sholat idul adha kemudian memperhatikan khutbah idul adha dengan seksama.

Sholat Idul Adha dilaksanakan pada pagi hari tanggal 10 bulan Dzulhijjah setiap tahunnya. Adapun untuk tahun ini jatuh pada tanggal 20 Juli 2021 atau 10 Dzulhijjah 1442 Hijriyah.

Dua hari sebelumnya kita disunahkan untuk niat puasa idul adha yang biasa kita sebut dengan niat puasa tarwiyah dan niat puasa arafah idul adha.

Shalat Idul Adha sendiri hukumnya adalah sunnah muakkad atau sunnah yang dianjurkan.

Karena itulah kita sebagai umat muslim sangat dianjurkan untuk menjalankan shalat Idul Adha ketika hari raya Idul Qurban tiba.

Hukum Menjalankan Sholat Idul Adha

Hukum menjalankan shalat Idul Adha menurut jumhur ulama atau sebagian besar ulama adalah sunnah muakkadah atau sunnah yang sangat dianjurkan.

Adapun yang menjadi dasar dari hukum shalat idul adha adalah:

خَمْسُ صَلَوَاتٍ فِى الْيَوْمِ وَاللَّيْلَةِ . فَقَالَ هَلْ عَلَىَّ غَيْرُهَا قَالَ لاَ ، إِلاَّ أَنْ تَطَوَّعَ

Artinya:

“Sholat lima waktu dalam sehari semalam.” Orang itu bertanya lagi, “Apakah ada kewajiban (sholat) lain?” Beliau menjawab, “Tidak, kecuali engkau mengerjakan sholat sunnah.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Sementara itu, di dalam Mazhab Hambali menyebutkan jika hukum shalat idul adha adalah fardhu kifayah bagi mereka yang diwajibkan untuk sholat Jumat. 

Adapun konsekuensi hukumnya adalah jika sudah ada orang Islam yang sudah mengerjakannya, maka gugurlah kewajiban menjalankan sholat hari raya idul adha.

Sebaliknya jika di dalam suatu daerah tidak ada yang menjalankannya, maka berdosalah semua yang tinggal di daerah tersebut.

Sementara dari mazhab Hanafi menyebutkan jika hukum melaksanakan shalat Idul Adha adalah fardhu ‘ain bagi mereka yang diwajibkan untuk Sholat Jum’at.

Adapun konsekuensi hukumnya adalah mereka yang sudah diwajibkan tetapi tidak menjalankan akan mendapatkan dosa.

Dasar hukum yang digunakan adalah berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Ummu Athiyah R.A:

أَمَرَنَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ أَنْ نُخْرِجَ فِيْ عِيْدَيْنِ العَوَاطِقَ وَالْحُيَّضَ لِيَشْهَدْناَ الخَيْرَ وَدَعْوَةَ الْمُسْلِمِيْنَ وَتَعْتَزِلَ الْحُيَّضُ الْمُصَلِّى

Artinya:

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kami keluar menghadiri shalat ‘id bersama budak-budak perempuan dan perempuan-perempuan yang sedang haid untuk menyaksikan kebaikan-kebaikan dan mendengarkan khutbah. Namun beliau menyuruh perempuan yang sedang haid menjauhi tempat shalat.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Niat Sholat Idul Adha

Niat Sholat Idul Adha
Niat Sholat Idul Adha

Salah satu rukun sholat yang utama adalah niat. Begitu pula ketika menjalankan sholat hari raya idul adha.

Tanpa adanya niat sholat Idul Adha yang benar maka ibadah yang kita lakukan lebih sulit diterima di sisi Allah SWT. 

Adapun melafalkan atau mengucapkan niat dengan lisan zahir, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama. 

Menurut mazhab Maliki dan Madzhab Imam Abu Hanifah, melafalkan niat shalat sebelum takbiratul ihram tidak disyariatkan, kecuali bagi orang yang was-was atau ragu terhadap niatnya sendiri. 

Berbeda dengan pendapat dari menurut mazhab Syafi’i dan pengikut mazhab Hanbali yang mengatakan jika melafalkan niat hukumnya sunnah.

Alasannya adalah melafalkan niat sebelum takbir dapat membantu untuk mengokohkan hati. 

Tujuan pelafalan niat agar seseorang lebih khusyuk dalam melaksanakan shalat. Baik melafalkan niat dengan lisan atau tidak, keduanya tetap sah dilakukan selama memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku.

Adapun niat shalat Idul Adha sebagai imam adalah:

أُصَلِّيْ سُنَّةً لعِيْدِ اْلأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا لِلهِ تَعَــــــــالَى

“Ushallii sunnatan liidil adha rok’ataini imaaman lillahi ta’alaa”

Artinya: “Aku berniat salat Iduladha dua rakaat sebagai imam karena Allah ta’ala”.

Sedangkan niat sholat Idul Adha sebagai makmum adalah:

أُصَلِّيْ سُنَّةً لعِيْدِ اْلأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَــــــــالَى

“Ushallii sunnatan liidil adha rok’ataini makmuman lillahi ta’alaa”. 

Artinya: “Aku berniat salat Iduladha dua rakaat sebagai makmum karena Allah ta’ala.”

Adapun niat doa sholat idul adha arab dan artinya secara lengkap adalah:

أُصَلِّيْ سُنَّةً  لِعِيْدِ الْأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ (مَأْمُوْمًاإِمَامًا)  للهِ تَعَالَى

“Ushallii sunnatan liidil adlha rak‘ataini mustaqbilal qiblati (ma’muuman/imaaman) lillahi ta‘alaa” 

Artinya: “Aku niat melaksanakan shalat sunnah Idul Adha dua rakaat, menghadap kiblat (sebagai makmum/imam) karena Allah Ta‘ala.”

Selain itu buat kita yang tidak bisa melafalkan niat shalat Idul Adha dengan bahasa Arab, maka kita tetap bisa melafalkan doa sholat idul adha dengan menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa setempat.

Pelafalan niat ini merupakan alat bantu untuk lebih memantapkan hati dan fokus sama niat sholat Idul Adha.  

Tata Cara Sholat Idul Adha

Niat Sholat Idul Adha Tata Cara Sholat Idul Adha
Niat Shalat Idul Adha dan Tata Cara Sholat Idul Adha

Adapun tata cara sholat Idul Adha sendiri sama dengan ketika menjalankan shalat Idul Fitri.

Shalat hari raya idul adha tidak perlu mengumandangkan adzan dan Iqomah. Tetapi cukup diganti dengan takbir untuk mengagungkan Allah SWT.

Kemudian sholat hari raya idul adha ini sunah dilakukan di tanah lapang dan juga masjid.

Adapun dasar kesunahan ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Abu Said Al-Khudri RA, ia berkata: “Rasulullah SAW biasa keluar pada hari raya Idulfitri dan Iduladha menuju tanah lapang,” (H.R. Bukhari dan Muslim).

Adapun tata cara sholat Idul Adha adalah sebagai berikut:

  1. Niat sholat Idul Adha sebagaimana yang sudah disebutkan di atas
  2. Takbiratul ihram
  3. Membaca doa iftitah
  4. Takbir (jumlah takbir sholat idul adha tujuh kali pada rakaat satu). Diantara takbir tersebut dianjurkan membaca (setelah nomor 22 atau klik disini)
  5. Membaca surah Al-Fatihah
  6. Membaca salah satu surah atau ayat dalam Al-Qur’an. Pada rakaat pertama bacaan shalat idul adha yang dianjurkan adalah membaca surah al-A’la.
  7. Rukuk dengan tuma’ninah
  8. I’tidal dengan tuma’ninah
  9. Sujud pertama dengan tuma’ninah
  10. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
  11. Sujud kedua dengan tuma’ninah
  12. Duduk sejenak dengan tuma’ninah kemudian bangkit mengerjakan rakaat kedua
  13. Takbir (jumlah takbir sholat idul adha lima kali untuk rakaat kedua). Untuk sela-sela diantara takbir dianjurkan membaca anjuran di atas seperti rakaat pertama.
  14. Membaca surah Al-Fatihah
  15. Membaca salah satu surah atau ayat dalam Al-Qur’an. Pada rakaat ini, yakni rakaat kedua bacaan shalat idul adha yang dianjurkan adalah membaca surah Al-Ghasyiyah.
  16. Rukuk dengan tuma’ninah
  17. I’tidal dengan tuma’ninah
  18. Sujud pertama dengan tuma’ninah
  19. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
  20. Sujud kedua dengan tuma’ninah
  21. Duduk tasyahud akhir
  22. Salam.

Setelah itu dilanjutkan dengan pembacaan khutbah idul adha.

**  اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

“Allahu akbar kabiiroo, walhamdulillahi katsiroo, wa subhanallahi bukrata wa’ashiilaa”.

Artinya: “Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Maha Suci Allah, baik waktu pagi dan petang.”

Selain bacaan di atas, di sela-sela takbir juga boleh membaca:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

“Subhanallah, walhamdulillah, walaa ilaaha illallah wallahu akbar”.

Artinya: “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah maha besar.”

Mengingat prosesi penyembelihan hewan qurban dilaksanakan setelah shalat Idul Adha hingga hari tasyrik terakhir, maka maka disunahkan untuk mendirikan salat Ied di awal waktu.

Tujuannya agar penyembelihan kurban bisa dilakukan dengan maksimal. 

Adapun bagi yang akan berkurban disembelih sendiri, ketika akan menyembelih hewan qurban kita harus membaca doa menyembelih hewan qurban sesuai sunnah terlebih dahulu.

Tempat dan Waktu Sholat Idul Adha

Niat Sholat Idul Adha Tempat dan Waktu Sholat Idul Adha
Niat Sholat Idul Adha – Tempat dan Waktu Sholat Idul Adha

Jadwal sholat idul adha jam berapa?

Waktu untuk menjalankan shalat hari raya idul adha dimulai ketika matahari terbit hingga masuk waktu shalat dzuhur. 

Tempat untuk melaksanakan shalat Idul Adha bisa di masjid, mushola atau tanah lapang.

Adapun dasar yang digunakan sebagai pijakan adalah berdasarkan hadis yang diriwayatkan dari Abu Said al-Khudri yang mengatakan:

 كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَخْرُجُ يَوْمَ الْفِطْرِ وَ اْلأَضْحَى إِلَى الْمُصَلَّى. فَأَوَّلُ شَيْئٍ يَبْدَأُ بِهِ الصَّلاَة، ثُمَّ يَنْصَرِفُ فَيَقُوْمُ مُقَابِلَ النَّاسِ، وَ النَّاسُ جُلُوْسٌ عَلَى صُفُوْفِهِمْ، فَيَعِظُهُمْ وَ يُوْصِيْهِمْ وَ يَأْمُرُهُمْ. فَإِنْ كَانَ يُرِيْدُ أَنْ يَقْطَعَ بَعْثًا قَطَعَهُ، أَوْ يَأْمُرُ بِشَيْئٍ أَمَرَ بِهِ ثُمَّ يَنْصَرِفُ 

Artinya:

“Rasulullah SAW biasa keluar menuju musholla (tanah lapang/lapangan) pada hari Idul Fitri dan Adha. Hal pertama yang beliau lakukan adalah shalat. Kemudian beliau berpaling menghadap manusia yang sedang duduk di shaf-shaf mereka. Lantas beliau memberi nasihat, wasiat, dan perintah.

Jika beliau ingin mengutus satu utusan maka beliau memutuskannya. Atau bila beliau ingin memerintahkan sesuatu maka beliau memerintahkannya dan kemudian berpaling ….” (H.R. Bukhari, Muslim dan Nasa’i)

Adapun dalam hadis di atas disebutkan menuju mushola atau tempat yang digunakan untuk sholat. 

Merujuk pada sejarah Nabi sendiri, dahulu Nabi keluar ke tanah lapang dan meninggalkan masjid nabawi untuk mengerjakan sholat Id.

Hal ini karena masjid Nabawi tidak dapat menampung banyaknya jamaah. 

Berbeda dengan tanah lapang yang dapat menampung banyak jamaah. Hanya saja pada waktu itu masjid nabawi belum sebesar sekarang ini yang dapat menampung ratusan ribu bahkan jutaan jamaah.

Nah dalam menjalankan shalat idul Adha, antara di lapangan atau di masjid, teman-teman perlu melihat situasi dan kondisinya.

Jika tanah lapang (lapangan) lebih luas daripada masjid, maka yang lebih utama dilakukan di tanah lapang.

Akan tetapi jika tanah lapang lebih sempit daripada masjid, maka yang lebih utama dilakukan di masjid. Kecuali ketika hujan maka perbandingan luas lahan tidak menjadi soal, karena harus dilaksanakan ditempat tertutup.

Kemudian jika ternyata antara masjid dan lapangan memiliki daya tampung yang sama, maka merujuk pada gologan ulama  syafi’iyyah bahwa menjalankan sholat id di masjid lebih utama daripada lapangan.

Hal ini karena kaum muslimin bisa mendapat dua pahala yakni dari sholat dan keberadaannya di masjid. 

Adapun waktu sholat Idul Adha menurut jumhur ulama, dimulai dari matahari setinggi tombak sampai waktu zawal (matahari bergeser ke barat).

Adapun Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam biasa mempercepat pelaksanaan sholat ini karena agar kaum muslimin memiliki lebih banyak waktu untuk menyembelih hewan qurban.

Sudah Tau Niat Puasa Senin Kamis yang Benar?

Sunah Sholat Idul Adha

Niat Sholat Idul Adha Sunah - Sunah Sholat Idul Adha
Niat Sholat Idul Adha dan Sunah Sholat Idul Adha

Di dalam menjalankan sholat Idul adha, baik sebelum maupun sesudah sholat, terdapat sunnah sholat Idul Adha yang bisa teman-teman kerjakan.

Adapun amalan sunah sebelum idul adha adalah sebagai berikut:

1. Niat Mandi Sholat Idul Adha

Rasulullah biasa mandi sebelum berangkat sholat ‘id. Demikian pula para sahabat.

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَغْتَسِلُ يَوْمَ الْفِطْرِ وَيَوْمَ الأَضْحَى

Artinya:

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam biasa mandi pada hari raya Idul Fitri dan Idul Adha.” (H.R. Ibnu Majah)

2. Menggunakan Pakaian Terbaik

Ketika akan melaksanakan sholat Id, Rasulullah selalu memerintahkan sahabat mengenakan pakaian terbaik. Adapun dasar sunah sholat Idul Adha ini berdasarkan hadis dari Hasan As Sibthi:

أمرنا رسول الله صلى الله عليه وسلم في العيدين أن نلبس أجود ما نجد ، وأن نتطيب بأجود ما نجد

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kami agar pada hari raya mengenakan pakaian terbagus dan wangi-wangian terbaik.” (H.R. Hakim)

3. Memakai Wewangian Sebelum Sholat Idul Adha

Anjuran atau kesunahan ini tertuju kepada kaum muslimin semata, sebagaimana hadis yang sudah disebutkan di atas.

Adapun memakai wangi-wangian buat kaum muslimat tidak dianjurkan memakai wangi-wangian, apalagi menggunakan parfum yang baunya tajam karena ada hadits yang melarangnya.

4. Mengajak Keluarga dan Anak-anak

Sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Ummu Athiyah jika Rasulullah memerintahkan seluruh wanita untuk menghadiri sholat id. 

5. Takbiran Saat Menuju Tempat Sholat Idul Adha

Dalam hari raya Idul Fitri disunahkan mengucapkan atau membaca takbir semenjak terbenamnya matahari pada tanggal 9 Dzulhijjah hingga tenggelamnya matahari tanggal 13 tasyrik.

Adapun lafadz takbir, boleh dua kali takbir, boleh pula tiga kali takbir seperti di bawah ini

اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَاَللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, tidak ada ilah kecuali Allah, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala pujian hanya untuk-Nya.”

اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَاَللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, tidak ada ilah kecuali Allah, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala pujian hanya untuk-Nya.”

6. Berjalan Kaki Menuju Tempat Sholat Idul Adha

Ketika berangkat maupun pulang dari shalat idul Adha kita disunnahkan untuk berjalan kaki. Hal ini karena setiap langkah kaki kita akan dihitung menjadi ibadah. 

Kecuali jika memang kita tidak bisa jalan kaki karena ada hajat, misal jaraknya yang sangat jauh. Adapun dasar sunah sholat Idul Adha ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan dari Ibnu Umar R.A.:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَخْرُجُ إِلَى الْعِيدِ مَاشِيًا وَيَرْجِعُ مَاشِيًا

Artinya:

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berangkat shalat ‘id dengan berjalan kaki, begitu pula ketika pulang.” (H.R. Ibnu Majah)

7. Melewati Jalan yang Berbeda

Sunah sholat Idul Adha lainnya yang perlu kita ketahui adalah disunnahkan mengambil jalan berbeda saat pergi dan pulang. Hal ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan Sebagaimana hadits dari Jabir radhiyallahu ‘anhu:

كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا كَانَ يَوْمُ عِيدٍ خَالَفَ الطَّرِيقَ

Artinya:

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika shalat ‘id, beliau lewat jalan yang berbeda saat berangkat dan pulang.” (H.R. Bukhari)

8. Menyegerakan Sholat Idul Adha

Disunnahkan pula ketika shalat idul adha untuk menyegerakan dimulainya sholat. Hal ini karena agar waktu penyembelihan hewan qurban menjadi lebih longgar dan tidak mepet.

Demikian pembahasan tata cara dan niat sholat Idul Adha lengkap dengan hukum dan amalan sunah yang dapat dilakukan. Semoga dapat menambahkan keberkahan di hari Idul Adha untuk kita semua.

Jika dirasa masih ada yang materi yang kurang, silahkan tuliskan di kolom komentar.

Silahkan di share ya. Semoga bermanfaat.

Niat Puasa Arafah

Niat Puasa Arafah

Setelah kita menyelesaikan puasa tarwiyah 8 Dzulhijjah, pada tanggal 9 Dzulhijjah kita juga di sunnahkan berpuasa dengan niat puasa arafah.

Waktu puasa Arafah ini bertepatan dengan wukufnya para jamaah haji di Padang Arafah. Sehingga para jamaah haji tidak diperbolehkan atau dilarang untuk menjalankan puasa sunnah sebelum Idul Adha yang istimewa ini.

Untuk puasa arafah 2020 dilaksanakan pada 30 Juli. Sedangkan menurut perhitungan hisab tahun ini puasa arafah dilaksanakan pada tanggal 19 Juli 2021 atau 9 Dzulhijjah 1442 Hijriyah.

Lantas bagaimana niat puasa arafah bulan dzulhijjah dan apa saja keutamaannya? Yuk teman-teman simak penjelasan dari bosmeal.com di bawah ini. 

Bacaan Niat Puasa Arafah

Niat Puasa Arafah
Niat Puasa Arafah

Kata “Arafa” berasal dari bahasa Arab yang artinya mengetahui. Hal ini karena mengacu pada sejarah Nabi Ibrahim itu sendiri.

Dimana setelah Nabi Ibrahim berfikir dan merenung tentang mimpinya. Kemudian di hari berikutnya Nabi Ibrahim menyadari sekaligus memahami makna mimpinya sebagai wahyu dari Allah. 

Puasa arafah adalah puasa sunnah yang dikerjakan pada tanggal 9 Dzulhijjah setiap tahunnya.

Puasa arafah sangat dianjurkan bagi umat Islam yang tidak melakukan perjalanan jauh atau sedang tidak melakukan wukuf di padang Arafah pada hari itu.

Tata cara melakukan puasa arafah sama seperti puasa ramadhan ataupun niat puasa senin kamis. Menahan makan, minum dan segala hal yang dapat membatalkan puasa dimulai terbitnya fajar hingga matahari terbenam.

Untuk berbuka puasa bisa menggunakan berbagai resep menu buka puasa yang sehat ya.

Usahakan niat puasa arafah dulu sebelum terbit fajar ya. Niat puasa ini dapat diucapkan sebelum masuk waktu fajar atau pada malam harinya.

Akan tetapi jika ternyata teman-teman lupa membaca niat pada malam hari, maka teman-teman masih bisa niat puasa pada pagi sampai siang hari. 

Dengan catatan teman-teman belum makan, minum atau melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.

Adapun bacaan niat puasa arafah idul adha beserta artinya seperti di bawah ini:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ يَوْمِ عَرَفَةَ لِلهِ تَعَالَى   

Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnati Arafah lillahi ta‘ala

Artinya, “Aku berniat puasa sunnah Arafah esok hari karena Allah SWT.”

Jika kelupaan niat di malam hari atau sebelum subuh, maka bisa menggunakan lafadz ini:

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ عَرَفَةَ لِلهِ تَعَالَى   

Nawaitu shauma hadzal yaumi ‘an ada’i sunnati Arafah lillahi ta‘ala.

Artinya, “Aku berniat puasa sunnah Arafah hari ini karena Allah SWT.”

Bacaan Niat Puasa Tarwiyah

Berikut niat puasa tarwiyah dalam bahasa arab dan artinya:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ يَوْمِ التَّرْوِيَةِ لِلهِ تَعَالَى 

Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnati yaumit tarwiyah lillahi ta‘ala.

Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Tarwiyah esok hari karena Allah SWT.”

Ada yang baru: Khutbah Idul Adha

Keutamaan Puasa Arafah Bulan Dzulhijjah

Niat Puasa Arafah Keutamaan Puasa Arafah
Keutamaan Puasa Arafah

Adapun keutamaan puasa Arafah adalah dihapus dosanya selama 2 tahun yakni satu tahun yang  sudah berlalu dan satu tahun yang akan datang.

Dasar dalil yang digunakan adalah hadist riwayat Imam Muslim bahwasannya Rasulullah ﷺ bersabda:

   صوم يوم عرفة يكفر سنتين ماضية ومستقبلة وصوم يوم عاشوراء يكفر سنة ماضية   

Artinya:

“Puasa hari Arafah dapat menghapus dosa dua tahun yakni dosa yang telah lalu dan akan datang, dan puasa Asyura (tanggal 10 Muharram) menghapus dosa setahun yang lalu,” (HR Muslim).

Adapun maksud hadis di atas, dosa-dosa yang dihapuskan merupakan dosa kecil, bukan dosa besar.

Selain dihapuskan dosanya selama dua tahun, hikmah puasa arafah lainnya seperti puasa 1000 hari di luar hari arafah.

Adapun hadits puasa arafah berdasarkan dalam riwayat Imam Baihaqi melalui Sayyidah Aisyah رضي الله عنه:

 عن عائشة قالت كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول صيام يوم عرفة كصيام ألف يوم  

Artinya,

“Dari Sayyidah Aisyah رضي الله عنه, ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, ‘(Keutamaan) Puasa hari Arafah seperti puasa 1000 hari (di luar hari Arafah),” (HR Baihaqi).

Hari arafah juga dikenal dengan hari yang paling utama (afdhal al ayyam). Hal ini karena selain dapat menghapuskan dosa dua tahun juga pada hari arafah, Allah membebaskan hamba-hamba-Nya di neraka.

Adapun dalil puasa arafah seperti yang diriwayatkan Imam Muslim:

مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ مِنْ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ

Artinya:

“Tidak ada hari yang lebih banyak dari Allah yang dikeluarkan dari api neraka selama hari Arafah.”

Nah itu tadi lafaz niat dan keutamaan puasa arafah yang perlu teman-teman ketahui. Dengan mengetahui fadhilah akan didapatkan, semoga kita lebih bersemangat lagi dalam menjakannya. 

Semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT, dosa-dosa kita dihapuskan dan pahala kita selalu bertambah setiap hari serta memperoleh ridlo ALlooh. 

Mudah-mudahan kita menjadi bagian dari orang-orang yang mendapat keberkahan di Hari Raya Idul Adha 1442 H. 

Jika ada pertanyaan atau masih kebingungan silahkan teman-teman sampaikan di kolom komentar ya.

Semoga bermanfaat untuk kita semua ya. Silahkan dishare juga.  ~ Terima Kasih ~

Niat Puasa Senin Kamis

Niat Puasa Senin Kamis Latin dan Arab

Begitu istimewanya Agama Islam dalam memandang hati, ketika baru memiliki Niat Puasa Senin Kamis saja sudah bernilai ibadah dan mendapatkan satu pahala.

Padahal, puasa sunah senin kamis tersebut jika dilakukan maka orang yang berpuasa akan mendapatkan pahala, tetapi jika di tinggalkan tidak akan mendapatkan dosa.

Untuk puasa sunah, sebenarnya ada berbagai macam. Ada yang namanya puasa sunah 6 hari bulan Syawal, puasa tasu’an, puasa hari Arafah, puasa ayyamul bidh, puasa asyura’ ataupun puasa daud.

Dari beberapa puasa sunah, yang menarik untuk dibahas kali ini adalah puasa sunah senin dan kamis. Dimana puasanya diamalkan pada hari senin dan kamis.

Keutamaan puasa sunah sudah banyak dijelaskan dalam hadist. Selain itu, amalan puasa sering dikerjakan oleh Rasulullah SAW.

Bacaan Niat Puasa Senin Kamis dan Doa Berbukanya

Niat Puasa Senin Kamis Latin dan Arab - Bosmeal.com
Niat Puasa Senin Kamis Latin dan Arab

Sebelum kita mengetahui keutamaan dari amalan puasa ini, terlebih dulu baiknya kita ketahui bagaimana bacaan niat puasa senin kamis latin dan arab itu sendiri.

Untuk melakukan doa niat puasa senin kamis sendiri bisa dengan menggunakan bahasa Arab, latin Indonesia atau terjemahannya.

Perlu diketahui niat puasa senin kamis di bulan rajab sebenarnya sama saja dengan puasa senin dan kamis di bulan lain.

Hanya saja, apabila kita juga memiliki niat puasa sunnah rajab, kita bisa mendapatkan pahala double atau berkali lipat.

Kemudian melakukan bacaan niat puasa senin kamis sekaligus membayar hutang puasa ramadhan merupakan hal yang tidak dibenarkan.

Hal ini sesuai dengan yang disampaikan para ulama bahwa menggabungkan bacaan niat puasa senin kamis dan qadha bayar hutang puasa termasuk menggabungkan suatu amal wajib dengan sunnah sekaligus.

Dimana amal wajib dan sunah harus diniatkan secara terpisah atas dasar perbedaan hukum fikihnya.

Berbeda apabila kita menggabungkan niat puasa senin kamis dengan puasa ayyamul bidh. Hal ini dibolehkan karena amal yang dilakukan sama sama amal sunnah.

Bagaimana Agar Saat Qadha Sekaligus Bayar Hutang Puasa Ramadhan mendapatkan pahala niat puasa senin kamis juga?

Para ulama kita mengajarkan bahwa, kalau sedang membayar hutang puasa ramadhan ya kita lakukan di hari senin dan kamis. Namun tetap satu niat yakni: qadha puasa atau membayar hutang puasa.

Terus pahala niat puasa sunah pada hari senin dan kamis gimana?

Insya Allah untuk pahala, ALlooh lebih mengetahui pahala terbaik yang akan diberikan kepada kita sebagai hamba-Nya.

Berikut bacaan niat puasa senin kamis latin dan arab:

Bacaan Niat Puasa Sunah Hari Senin

Berikut niat puasa hari senin arab:

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ اْلاِثْنَيْنِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Berikut niat puasa hari senin latin:

Nawaitu shouma yaumal itsnaini sunnatal lillahi ta’aalaa

Artinya:

Saya niat berpuasa hari senin, sunnah karena Allah ta’ala.

Bacaan Niat Puasa Sunah Hari Kamis

Sedangkan niat puasa hari kamis arab adalah:

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْخَمِيْسِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Niat puasa hari kamis latin adalah:

Nawaitu shouma yaumal khomiisi sunnatal lillahi ta’aalaa

Artinya:

Saya niat puasa hari kamis, sunnah karena Allah ta’ala.

Untuk cara niat puasa senin kamis sendiri tidak diwajibkan melafalkan pada malam hari atau sebelum terbit fajar. Berbeda dengan puasa wajib seperti puasa ramadhan yang harus diniati sebelum terbit fajar.

Dengan demikian puasa ini juga bisa dilakukan oleh anak yang sedang belajar berpuasa.

Walaupun niat puasanya sendiri boleh di kerjakan pada pada pagi hari, tetapi tetap ada syarat yang tidak boleh dilewatkan yaitu belum makan atau minum dan belum mengerjakan hal hal yang membatalkan puasa.

Bacaan Doa Berbuka Puasa Senin Kamis

Setelah kita melakukan niat puasa senin kamis tentunya selama seharian kita menjalankan puasa.

Nah pada saatnya berbuka kita disunahkan berdoa buka puasa terlebih dahulu. Adapun untuk doa berbuka puasanya sama dengan doa buka puasa wajib yaitu:

اَللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Allahumma laka shumtu wabika aamantu wa’alaa rizqika afthortu birohmatika yaa arhamar roohimiin

Untuk artinya sebagai berikut:

Ya Allah karena-Mu aku berpuasa, dengan-Mu aku beriman, dan atas rizkiMu aku berbuka (puasa), dengan rahmat-Mu ya Allah wahai zat yang maha pengasih.

Menu berbuka silahkan: Resep Menu Buka Puasa

Fadhilah dan Keutamaan Puasa Senin Kamis

Fadhilah Niat Puasa Senin Kamis dan Doa Berbukanya - Bosmeal.com
Gambar Fadhilah dan Keutamaan Niat Puasa Senin Kamis dan Doa Berbukanya

Dengan mengetahui fadhilah dan keutamaannya, diharapkan kita akan lebih bersemangat untuk menjalankannya.

Tidak sedikit dan saudara kita kaum muslim yang melakukan niat puasa senin kamis untuk meminta sesuatu hajat kesuksesan, jodoh atau anak.

Hal tersebut boleh boleh saja dilakukan. Akan tetapi, niat puasa senin kamis terbaik ataupun ibadah sunnah lainnya sebaiknya kita perbaiki dan perbarui niat lagi hanya untuk mendapat ridho ALlooh سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎.

Lebih indah dan perlu kita yakini lagi bahwa apabila kita melakukan puasa sunnah tersebut, kita telah beramal sesuai dengan sunah Nabi ﷺ.

Sehingga semoga kita termasuk umat yang digolongkan mencintai Nabi ﷺ karena telah melakukan amal yang juga dilakukan oleh Nabi ﷺ.

Kemudian, keutamaan puasa sunah hari senin dan kamis yang lain bisa merujuk pada hadist berikut:

وَقََالَ تُعَرَّضَ الأَعْمَالُ يَوْمَ الْاِثْنَيْنِ وَالْخَمِيْسِ فَأَحَبُّ أَنْ يُعَرَّضَ عَمَلِيْ وَأَنَا صَائِمٌ – رَوَاهٌ التِّرْمِذِيْ 

Rasulullah bersabda: “Amal amal itu diperlihatkan kepada Allah pada hari Senin dan Kamis, maka aku senang (gembira) sekali ketika amalku diperlihatkan dan aku sedang berpuasa” Hadis riwayat Imam at-Tirmidzi.

Dari hadis di atas jelas mengenai keutamaan dari puasa senin dan kamis. Dengan puasa sunah ini, kita bisa berperilaku dan lebih berusaha meningkatkan amal amal kita setiap harinya.

Baca Juga Contoh Khutbah Idul Fitri

Manfaat Puasa Sunah Senin Kamis dalam Kesehatan

Bacaan Doa Niat Puasa Senin Kamis Sesuai Sunnah Rasul dan Manfaatnya - Bosmeal.com
Bacaan Doa Niat Puasa Senin Kamis Sesuai Sunnah Rasul dan Manfaatnya

Ketika menjalankan ibadah puasa pasti kita akan mendapatkan banyak manfaat yang terkandung di dalamnya.

Selain mendapatkan pahala, puasa juga bermanfaat terhadap kesehatan kita. Berikut beberapa manfaat puasa senin dan kamis untuk kesehatan kita.

1. Menurunkan Berat Badan

Pada saat puasa, kita tidak akan makan dan minum selama 12 jam lebih.

Dengan kita tidak makan dan minum dalam kuran waktu tersebut, menurut penelitian yang ada, pada saat berpuasa tubuh akan membakar lemak-lemak dalam tubuh kita secara efektif.

Ini akan lebih efektif daripada hanya dengan melakukan diet biasa. 

Akan tetapi jika pada waktu berbuka kita makan dengan berlebih, bukannya berat badan menjadi turun malah yang terjadi sebaliknya, berat badan akan menjadi naik. Jadi kita harus tetap memperhatikan berat badan.

2. Meningkatkan Sensitivitas Insulin

Manfaat selanjutnya dari puasa sunah senin dan kamis adalah untuk meningkatkan sensitivitas insulin dan memungkinkan untuk menoleransi karbohidrat dan glukosa lebih baik daripada ketika tidak berpuasa.

Dengan melakukan puasa, menurut penelitian insulin akan menjadi lebih efisien dalam memerintahkan sel untuk menyerap glukosa dalam darah sehingga tidak ada penumpukan gula dalam darah.

3. Mempercepat Metabolisme

Melakukan puasa maka secara otomatis selama 12 jam kita tidak makan apa apa dan membuat pencernaan kita beristirahat.

Dengan beristirahatnya pencernaan karena tidak ada makanan yang masuk maka akan membuat energi metabolisme dalam tubuh untuk membakar kalori menjadi lebih efisien. 

Jika pencernaan kita buruk karena banyaknya berbagai macam makanan yang masuk, hal ini dapat mempengaruhi kemampuan metabolisme kita dan juga pembakaran lemak kita.

4. Dapat Memperpanjang Umur 

Pada dasarnya takdir seseorang sudah ditentukan oleh Allah swt, baik itu lahir, jodoh maupun kematian.

Kita manusia hanya bisa berusaha semaksimal mungkin untuk selalu hidup dalam jalan kebaikan. 

Salah satu caranya adalah dengan berpuasa sunah. Entah kita percaya atau tidak bahwa dengan sering berpuasa sunah senin dan kamis akan dapat memperpanjang umur kita.

Hal ini karena semakin sedikit makanan yang kita makan akan semakin lama kita hidup di dunia.

Ada sebuah penelitian yang telah membuktikan bahwa pada orang dengan budaya tertentu memiliki usia lebih lama karena diet mereka.

Akan tetapi kita tidak perlu masuk dengan komunitas dan budaya asing untuk bisa memperpanjang usia. Kita bisa juga rutin melakukan amalan puasa sunah pada hari senin dan kamis sebagai salah satu caranya.

Dengan berpuasa maka kita tidak akan mendapatkan asupan makanan sehingga membuat metabolisme tubuh kita menjadi efektif.

Semakin tua usia akan membuat metabolisme semakin lambat, sebaliknya semakin muda maka metabolisme akan semakin cepat dan efisien.

Please Skip: Kumpulan Nama Bayi Laki laki Islami Paling Bagus

5. Meningkatkan Rasa Lapar 

Dengan berpuasa kita akan merasakan lapar yang sesungguhnya.

Sehingga orang orang dengan berat badan berlebih akan kesulitan untuk menerima sinyal rasa lapar yang benar. Dikarenakan sinyal rasa lapar tidak benar membuatnya selalu merasa lapar dan membuat pola makan yang berlebih.

Jika kita renungkan kembali dan mengandaikan puasa sebagai tombol reset, maka semakin sering kita berpuasa akan semakin bagus bagi hormon dalam tubuh kita untuk mengirim sinyalnya.

Dengan kita mengalami rasa lapar, hormon akan mengirimkan sinyal itu dan membuat kita akan menjadi lebih cepat kenyang dan tidak berlebihan ketika makan.

6. Meningkatkan Pola Makan 

Bagi orang orang yang memiliki gangguan pola makan berlebih akan sangat sulit untuk menata ulang pola makan yang berkualitas.

Dengan melakukan ibadah puasa, maka mau tidak mau kita akan menunggu waktu berbuka dan kemudian makan dengan makanan yang sesuai dengan kebutuhannya tanpa dibebani oleh pekerjaan lainnya.  

7. Meningkatkan Fungsi Otak

Manfaat selanjutnya dari puasa adalah bisa meningkatkan fungsi otak. Hal ini karena dengan berpuasa akan meningkatkan produksi protein dan sering disebut faktor neurotropik yang diturunkan dari otak (BDNF).

Nah BDNF sendiri akan mengaktifkan sel batang otak untuk diubah menjadi neuron baru, serta  memicu banyak bahan kimia lain yang meningkatkan kesehatan saraf.

Protein-protein yang diturunkan ini akan melindungi sel-sel otak dari perubahan yang terkait dengan penyakit Alzheimer dan Parkinson. 

8. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Selain dapat mengurangi kerusakan akibat radikal bebas puasa sunah juga dapat mengatur kondisi peradangan dalam tubuh serta membuat sel-sel kanker kelaparan.

Nah jika kita melihat di alam liar, ketika hewan itu sakit, dia akan berhenti untuk makan dan memfokuskan diri untuk beristirahat.

Hal ini merupakan cara utama untuk mengurangi rasa stres pada sistem internal mereka dan sistem kekebalan tubuh akan fokus melawan penyakit atau infeksi.

Sementara manusia merupakan satu satunya spesies yang akan terus mencari makanan walaupun dia sedang sakit dan bahkan dia akan tetap mencari walaupun tidak dibutuhkannya. 

9. Berkontribusi Pada Pencerahan Diri

Point selanjutnya mengenai manfaat dari berpuasa sunah senin dan kamis adalah mampu membuat kita menjadi lebih terhubung dengan kehidupan selama latihan membaca, meditasi, yoga, dan seni bela diri dll.

Tanpa adanya makanan yang masuk dalam sistem pencernaan kita maka akan membuat ruang untuk lebih banyak energi dalam tubuh kita.

Pencernaan sendiri merupakan salah satu penyerap energi yang paling banyak pada sistem didalam tubuh kita. Dengan melakukan puasa maka memungkinkan kita untuk merasa lebih baik, baik secara sadar maupun fisik. 

Kondisi tubuh yang lebih ringan serta pikiran yang lebih jernih, akan membuat kita menjadi lebih sadar dan bersyukur atas hal-hal yang ada di sekitar kita. 

10. Membantu Membersihkan Kulit dan Mencegah Jerawat

Pencernaan yang cenderung tidak bekerja maka energi yang biasanya digunakan untuk pencernaan akan memfokuskan diri pada regenerasi sistem lainnya seperti kulit dan sebagainya.

Itulah sedikit manfaat dari menjalankan ibadah puasa sunah yang kita bahas kali ini. Setelah mengetahui manfaat yang sebegitu banyaknya, semoga kita bisa lebih semangat menjalankannya.

Jangan lupa untuk selalu meniatkan puasa kita mengharapkan ridha Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى.