Jenis Kain Katun

Sudah menjadi rahasia umum, jika dari berbagai jenis kain, bahan yang paling banyak digunakan dan beredar di pasaran adalah bahan katun. Sehingga sering digunakan untuk membuat berbagai macam pakaian.

Selain itu, cotton juga memiliki banyak penggemar karena berbagai banyak kelebihan yang ditawarkan. Bukan hanya itu saja, berbagai jenis kain cotton yang mudah didapatkan dan banyak beredar di pasaran juga menjadi salah satu alasan kuat mengapa bahan ini begitu terkenal di berbagai kalangan.

Kalian pun bisa membuat berbagai macam pakaian dengan memanfaatkan kain katun. Walaupun memang setiap jenis-jenis kain katun terbaik tentu memiliki kualitas yang berbeda, namun tetap akan memberikan kualitas yang baik.

Kalian bisa mendapatkannya dengan mudah, mulai dari pasar, toko bahkan di toko online. Memang sih ada berbagai jenis-jenis kain katun yang adem dan bahkan sering kali membuat kalian bingung, bukan?

Nah agar mendapatkan katun yang sesuai kebutuhan, sebaiknya simak terlebih dahulu berbagai macam jenis kain katun di bawah ini.

Pengertian Kain Katun

Kain Katun Pengertian Kain Katun

Kain katun adalah kain yang dibuat dengan bahan-bahan alami berupa serat kapas. Karena itulah seringkali disebut dengan cotton. Ini karena memang benang yang digunakan sebagai penyusun jenis kain katun berasal dari serat kapas.

Karakteristik dan Ciri ciri Kain Katun

Kain Katun Karakteristik dan Ciri ciri Kain Katun

Kain katun memiliki karakteristik berupa seratnya yang halus. Bahkan di beberapa jenis, katun sangat lembut layaknya bahan sutra velvet. Bahan yang ringan dan nyaman digunakan menjadikan katun menjadi rujukan dalam memilih pakaian.

Bahan katun seringkali dipakai sebagai bahan dasar pembuatan kaos. Selain itu, ada beberapa jenis katun yang mudah kusut saat digunakan.

Selain itu, karakteristik jenis bahan katun ada yang tipis dan ada yang tebal. Biasanya cotton yang tipis digunakan sebagai bahan dasar pembuatan kaos. Sementara cotton yang tebal digunakan sebagai bahan dasar pembuatan jaket. Walaupun dibilang tebal, namun nyatanya tetap ringan saat digunakan.

Dari penjelasan tersebut ciri ciri kain katun dapat diringkas sebagai berikut:

  • Jenis kain katun memiliki sifat yang kuat dan tahan lama, namun tetap memerlukan perawatan khusus.
  • mempunyai tekstur yang halus dan lembut karena terbuat dari serat alami yakni kapas.
  • Umumnya tidak memberikan dampak iritasi atau alergi pada kulit.
  • Mudah menyerap keringat sehingga tidak membuat kulit menjadi lembab.
  • Ramah digunakan dalam segala cuaca, baik panas maupun dingin.
  • Memiliki sensasi adem dan sejuk ketika bersentuhan dengan kulit.

Jenis Jenis Kain Katun

Walaupun sama-sama berasal dari kapas, namun tetap mempunyai perbedaan antara bahan cotton satu dengan yang lainnya. Kalian bisa melihat jenis kain katun dan gambarnya di bawah.

Adapun jenis kain katun yang banyak digunakan masyarakat Indonesia tersebut diantaranya:

1. Bahan Katun Biasa

Jenis Kain Katun Biasa

Disebut dengan katun biasa karena memiliki harga yang cukup ekonomis dibandingkan jenis katun lainnya. Kualitasnya pun terbilang standar, bahkan memiliki grade dibawah. 

Adapun yang menjadi ciri khasnya yakni memiliki motif yang bervariasi, seperti kotak, garis, bunga, dan lainnya. Ciri lain yang yang dimiliki katun biasa yakni pada bagian tepinya tidak mempunyai ciri-ciri spesifik, misal kode warna.

Walaupun berada pada grade bawah, tapi tetap memiliki daya serap yang cukup bagus. Selain itu, kain katun biasa sendiri memiliki daya tahan yang cukup lama. Kalian bisa mendapatkannya di toko kain maupun dengan mengunjungi toko online di bawah.

2. Jenis Kain Katun Supernova

Jenis Kain Katun Supernova

Karakteristik utama jenis supernova yaitu memiliki bahan yang cukup lembut, dingin, dan halus, serta termasuk kedalam bahan ringan.

Jika kalian amati kembali, tekstur Supernova memiliki tampak secara jelas serat-serat benang halusnya yang terburai dengan tipis pada permukaan lainnya. Inilah yang menjadi ciri khas pada jenis bahan ini.

Pada umumnya, Supernova digunakan sebagai bahan dasar pembuatan pakaian seperti yaitu busana gamis, jilbab, dan baju koko.

3. Jenis Kain Katun Ima

Jenis Kain Katun Ima

Jenis kain katun ima merupakan salah satu produk yang diimpor dari Jepang. Untuk ketebalannya sendiri, kain Ima bisa dibilang setara dengan Supernova.

Sementara dari segi kualitas dan ketahanan, kain Ima berada di atas Supernova. Biasanya, jenis Ima digunakan sebagai bahan dasar pembuatan pakaian seperti jilbab, seragam, baju koko, hingga busana gamis. 

Bahan Ima sendiri memiliki beberapa jenis. walaupun sekilas tampak sama, namun ternyata memiliki karakteristik dan perbedaan masing-masing. Adapun macam macam jenis kain katun Ima yaitu:

A. Ima Polos

Sesuai namanya, Ima polos tidak memiliki motif pada permukaannya. Biasanya, Ima polos digunakan sebagai bahan dasar pembuatan produk busana misalnya hem, baju, kemeja, rok, maupun gamis.

B. Ima Slub

Jenis kain katun Ima slub hampir sama dengan Ima polos. Hanya saja Katun Ima slub memiliki ciri khas berupa adanya serat bergaris yang saling bersilangan. Selain itu, katun Ima slub secara jelas nampak seperti linen, namun lebih halus.

Biasanya, Ima slub digunakan sebagai bahan dasar pembuatan jilbab tidak instan pashmina Ima dan segiempat ima. Ini karena ima slub memiliki tekstur serat yang unik serta tampilannya yang simpel dan terurai atau rawis.

C. Ima Royal Platinum

Jenis kain katun Ima royal platinum memiliki tekstur kotak-kotak kecil yang tampak secara jelas pada permukaannya. Bukan hanya itu saja, namun jenis kain ini juga memiliki karakteristik yang ringan, tidak jatuh, dan tidak menerawang.

4. Kain Katun Madinah

Jenis Kain Katun Madinah

Merupakan jenis bahan yang memiliki karakteristik sangat lembut, ringan, dingin, tidak menerawang dan juga jenis kain katun yang jatuh. Kualitasnya pun sangat pas jika dijadikan sebagai bahan dasar pembuatan jilbab maupun busana gamis.

Banyak dibaca:  Bahan Kain Hyget: Pengertian, Karakteristik, Jenis, Kelebihan dan Kekurangan

Kemudian jika kalian amati kembali, kain ini hampir sama dengan katun supernova karena sama-sama memiliki serabut yang nampak halus. Hanya saja yang menjadi pembeda yaitu bahan katun Madinah memiliki kualitas satu tingkat diatas Supernova. Makanya tak heran jika harganya pun terbilang cukup mahal.

Biasanya kain katun Madina digunakan sebagai bahan dasar pembuatan rok, jilbab, maupun gamis. 

Kalian pun juga harus berhati-hati pada saat mencuci bahan kain ini. Pada saat mencuci, sebaiknya tidak usah menyikatnya. Cukup dengan dikucek secara perlahan saja. Tujuannya agar kain tidak cepat rusak.

5. Katun Linen Euro

Jenis Kain Katun Linen Euro

Jenis lainnya yang tak kalah menarik yaitu Linen Euro. Diantara beberapa jenis lainnya, Linen euro memiliki serat benang yang paling besar dan longgar.

Selain itu, karakteristik jenis kain katun linen memiliki tekstur agak kaku. Akan tetapi tekstur inilah yang menjadikan kain ini mempunyai kualitas yang bagus.

Biasanya, Linen Euro digunakan sebagai bahan pembuatan produk baju casual. Hal ini karena kain ini memiliki sifat yang lembut dan dingin ketika digunakan. Sehingga pada saat cuaca panas, kalian tidak akan merasa kepanasan.

6. Kain Katun Toyobo

Jenis Kain Katun Toyobo

Produk lain yang juga berasal dari Jepang adalah kain Toyobo. Toyobo memiliki serat yang rapat sehingga membuatnya tidak tembus pandang. Toyobo merupakan salah satu jenis kain katun untuk gamis.

Ada banyak produk pria dan wanita yang memanfaatkan bahan toyobo import sebagai bahan dasar pembuatannya, misalnya gamis dan baju koko.  Sama seperti katun Ima, jenis kain katun toyobo pun memiliki beberapa jenis, yakni:

A. Toyobo Original Import

Toyobo original import memiliki karakteristik yang tidak kaku, ringan, halus, tidak menerawang, dingin, tetapi sedikit licin. Jika dilihat dari kualitasnya, maka jenis katun toyobo original import termasuk dalam kelas eksklusif dan merupakan jenis kain katun premium.

Biasanya Toyobo merupakan salah satu jenis kain katun untuk dress. gamis, seragam kantor, jilbab, dan baju koko. 

B. Toyobo Fodu Import Premium

Fodu import premium memiliki karakteristik serat yang sangat rapat dan sedikit tebal. Selain itu, ciri khas lainnya adalah permukaan kain yang terlihat mengkilap sehingga akan memberikan kesan yang sangat berkelas bagi pemakainya.

7. Kain Katun Jepang Polos Tokai Senko

Jenis Kain Katun Jepang

Selain kedua jenis kain import di atas, masih ada produk lainnya, namanya Tokai Senko. Kain ini merupakan produk Lokal Jepang yang sudah mendapatkan lisensi resmi dari Jepang. Teksturnya sudah terkenal karena kehalusannya dan nyaman digunakannya.

Salah satu ciri khas dari jenis kain katun jepang polos tokai senko yakni bahan yang cukup tebal, warna tahan lama, serta tekstur kain yang halus. Selain itu, walaupun sudah dicuci berulang kali tidak membuat serat benangnya mudah terurai.

Selain itu, kain cotton ini juga memiliki serat yang lembut dengan 90% hingga 100% berkualitas premium. dari segi tampilannya, kain ini memiliki warna yang lebih mengkilap, dan glossy, serta serta tidak mudah luntur ataupun pudar.

Di Bagian sisinya sendiri terdapat sebuah tulisan japan design ataupun kode warna yang terdapat pada kain itu sendiri. Kemudian dari segi daya serapnya sendiri, Jika dibandingkan dengan kain katun biasa, katun jepang memiliki daya serap yang cukup bagus. Sehingga tidak heran jika harganya pun tergolong mahal. 

8. Kain Katun Rayon

Jenis Kain Katun Rayon

Jenis kain katun rayon dibuat dari serat semi sintetis yang berasal dari sebuah polimer organik atau hasil percampuran dua buah bahan yakni serat rayon, dan serat kapas. 

Bahan Rayon memiliki ciri khas berupa teksturnya yang ringan, dingin, sedikit licin dan bercahaya atau berkilau. Selain itu, kain ini juga memiliki daya serap keringat yang cukup bagus.  

Biasanya rayon digunakan sebagai bahan dasar pembuatan kemeja, mukena, dan sejenisnya. Cotton Rayon memiliki keunggulan berupa produknya yang sejuk ketika digunakan tapi tetap terasa ringan, dan juga licin saat digunakan berjalan.

Hanya saja bahan kain rayon memiliki kekurangan yakni kain cepat kusut. Sehingga kalian perlu menyetrika terlebih dahulu sebelum mengenakannya. Ada berbagai pilihan rayon motif maupun polos dengan harga yang cukup terjangkau.

Biasanya jenis rayon digunakan sebagai bahan dasar pembuatan busana muslim seperti gamis, mukena dan koko. 

9. Flanel

Jenis Kain Katun Flanel

Flanel sendiri merupakan salah satu jenis kain katun untuk kemeja pria. Jenis Flanel dibuat dari wol sehingga mampu memberikan kehangatan saat digunakan.

Karakteristik dari flanel yaitu teksturnya yang sangat tebal, lembut dan sedikit berbulu seperti kain fleece premium. Selain itu, kain ini juga sangat nyaman digunakan karena mudah menyerap keringat maupun panas. 

Flanel dibuat dengan memakai teknik tenun plain wave pada salah satu bagiannya, dan proses penyikatan memakai sebuah mesin. Tujuannya agar permukaan kain terasa lebih lembut. 

Sementara pada saat membuat Flanel motif kotak-kotak, proses pewarnaan benang telah dilakukan terlebih dahulu sebelum melakukan proses tenun.

Karena termasuk dalam jenis kain katun tebal sehingga dipasaran sendiri, Flanel biasanya dijadikan sebagai bahan dasar pembuatan kemeja motif kotak-kotak.

10. Cotton Combed

Jenis Kain Katun Combed

Macam jenis kain katun combed sering disebut juga dengan cotton combed. Kain ini dibuat setelah melalui proses pemisahan antara serat-serat kapas panjang dan pendek pada kain. Serat-serat yang sudah terpisahkan ini kemudian dipintal menjadi benang. 

Tujuan pemisahan ini agar kain menjadi semakin halus dan tidak berbulu. Biasanya kain cotton combed digunakan sebagai bahan dasar pembuatan kaos distro. Selain itu, cotton combed juga memiliki tingkatan, yakni 20s, 24s, dan 30s.

Tingkatan angka ini menunjukkan sebuah ukuran pada benang yang dipakai sebagai pembuatannya. Sehingga semakin tinggi tingkatannya akan menunjukkan semakin tipis pula benangnya. Selain itu, tingkatan ini juga menunjukkan tingkat kelemasan atau kelenturan pada kain.

Banyak dibaca:  Bahan Kain Drill: Karakteristik, Jenis, Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan Bahan Kain Katun

Kain Katun Pengertian Kain Katun

Kain katun sendiri memiliki kelebihan yang tidak dimiliki jenis kain lainnya. Adapun kelebihan tersebut diantaranya:

1. Kain Lebih Nyaman

Kain katun sendiri sudah terkenal nyaman digunakan. Hal ini karena berkaitan dengan karakteristik bahan yang terkenal lembut dan tidak kasar sama sekali ketika digunakan. Kalian pun tidak akan risih saat mengenakan pakaian berbahan kapas ini.

2. Adem Saat Digunakan

Selain terkenal akan kenyamanannya, juga populer karena sensasi sejuk dan juga adem saat digunakan. Sehingga tidak heran jika jenis ini sering digunakan sebagai bahan baku pembuatan kaos. Sehingga, walaupun cuaca panas, kalian tidak akan merasa gerah.

3. Bahan Lebih Kuat

Jenis kain katun sendiri sudah terkenal akan ketahanannya yang lebih kuat jika dibandingkan dengan jenis kain lainnya. Hal ini membuatnya mampu bertahan dalam waktu yang lama serta tidak mudah robek ketika digunakan.

Bahkan jika kalian memiliki aktivitas yang padat sekalipun tetap akan aman dan nyaman digunakan. Selain itu, walaupun kalian sering mencucinya secara berulang-ulang tidak akan membuatnya cepat robek dan melar.

4. Mudah Menyerap Keringat

Kelebihan lainnya yaitu mudah menyerap keringat dan air. Jika kebanyakan kain jika sudah terkena keringat akan menjadi bau, kalian tidak akan menemukan masalah pada jenis ini. Pakaian pun tidak akan menjadi bau saat terkena keringat.

Hal ini tentu menjadi nilai plus karena adanya kenyamanan yang ekstra kepada penggunanya tanpa khawatir pakaian menjadi apek dan pengap.

5. Tidak Membuat Alergi

Sudah disebutkan di atas jika serat kain yang terkenal halus akan sangat bisa meminimalisir timbulnya alergi bagi pengguna. Alasan lainnya, keringat yang diserap oleh kain pun tidak akan meninggalkan bakteri pada kulit.

Kalian pun tidak perlu khawatir akan terasa gatal saat mengenakan pakaian berbahan kapas ini. Walaupun cuaca sangat panas, keringat akan mudah diserap oleh kain dan kalian akan benar-benar sangat nyaman ketika mengenakan.

Kekurangan Bahan Katun

Kain Katun Kekurangan Bahan Katun

Walaupun memiliki kelebihan, nyatanya pakaian yang dibuat dari bahan kapas juga tak luput dari kekurangan. walaupun bisa dibilang kekurangan cotton lebih sedikit dari pada kain lainnya. Adapun kekurangan kain katun diantaranya:

1. Mudah Kusut

karena dibuat dari bahan serat alami serta memiliki karakteristik tebal sehingga membuatnya mudah sekali kusut ketika digunakan. Namun tenang saja, kalian bisa menggosok pakaian terlebih dahulu sebelum dikenakan. Tujuannya agar pakaian yang akan kalian gunakan tetap rapi dan tidak nampak kusut.

2. Beberapa Ada yang Menerawang

Dari segi ketebalan, jenis bahan cotton memiliki ketebalan yang berbeda-beda. Ada yang tebalnya maksimal dan ada juga yang tebalnya minimal atau tipis. Nah kain yang tebalnya paling minimal ini umumnya memiliki sifat agak menerawang. 

Sehingga kalian perlu menggunakan pakaian dalaman tambahan agar tubuh kalian tidak terekspos saat mengenakannya.

3. Mudah Luntur

Sudah diakui jika banyak cotton yang ada di pasaran mudah luntur ketika dicuci. Hal ini biasanya terjadi karena proses pewarnaan yang tidak sempurna. karena itulah membuatnya menjadi mudah luntur dan membuat warnanya menjadi pudar.  

Tips Merawat Pakaian Berbahan Katun

Kain Katun Cara Merawat Kain Katun

Agar pakaian katun kalian tetap bagus, dibutuhkanlah penanganan yang tepat  pada saat pencucian dan pengeringan, seperti halnya saat mencuci gamis bahan tile. Dengan menggunakan penanganan yang tepat maka serat alami pada pakaian akan tetap terjaga. 

Adapun cara merawat kain katun agar awet yaitu:

1. Cuci Secara Manual

Agar kain lebih awet, sebaiknya kalian cuci pakaian katun dengan cara manual. Mencuci pakaian cotton dengan mesin cuci bisa membuat pakaian menjadi melar dan memiliki pori-pori kasar. 

Selain itu, jangan gunakan pemutih karena hanya akan merusak kain. Akan lebih baik jika kalian menggunakan deterjen plus pelembut agar pakaian tetap halus dan lembut.

Namun jika kalian terpaksa mencuci memakai mesin cuci, pastikan untuk memisahkan pakaian katun yang berat dan ringan.

2. Jangan Menyikat dan Mengucek Terlalu Keras

Jangan pernah menyikat pakaian berbahan cotton karena dapat merusak seratnya. Sebaiknya kucek dan peras pakaian dengan perlahan agar tidak merusak serat kain dan membuatnya menjadi melar.

3. Perhatikan Noda Pada Pakaian

Sebelum dicuci, periksa pakaian terlebih dahulu, apakah ada noda yang menempel atau tidak. Jika terdapat noda yang membandel, kalian bisa menggunakan pembersih khusus untuk menghilangkannya. 

3. Proses Pengeringan

Pada saat menjemur pakaian cotton, sebaiknya jemur di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung dengan cara terbalik (posisi luar pakaian berada di dalam). Tujuannya agar warna tidak pakaian memudar pada saat dikeringkan.

4. Proses Menyetrika Pakaian

Karena pakaian katun mudah kusut maka pakaian perlu disetrika pada saat akan digunakan. Pada saat menyetrika, pastikan pakaian sudah dalam keadaan kering dan atur setrika dengan suhu hangat. 

Jika suhunya terlalu panas malah akan membuat pakaian mudah terbakar dan meninggalkan bekas noda kuning pada pakaian. 

5. Proses penyimpanan

Jika sudah disetrika, sebaiknya simpan pakaian dengan cara digantung di ruangan atau di lemari yang kering atau bersuhu ruangan. Tujuannya agar pakaian tidak kusut, terhindar dari suhu lembab dan sinar matahari langsung.

Penutup

Nah itu tadi beberapa jenis kain katun yang bagus beserta kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dengan memanfaatkan bahan cotton, kalian bisa menciptakan berbagai busana seperti rok atau gamis, hijab, celana kain dan lain sebagainya. 

Jika kalian sedang mencari berbagai jenis bahan katun, segera saja kunjungi toko di bawah ini:

Cek di Tokopedia

Cek di Shopee

Sekian pembahasan jenis-jenis kain katun dan gambarnya dari bosmeal.com. semoga informasi di atas dapat menambah wawasan gaya hidup kalian dan pengetahuan kalian soal jenis kain katun yang ada di Indonesia. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply