Contoh Teks Negosiasi

Teman-teman pastinya sudah sangat familiar dengan kegiatan tawar menawar, bukan? Baik itu tawar menawar secara langsung maupun menggunakan teks. Tawar menawar sendiri sering disebut juga dengan negosiasi. Contoh teks negosiasi jual beli.

Dalam prosesnya, negosiasi sering digunakan dalam banyak hal, mulai dari urusan yang sepele, jual beli hingga pengusaha dan pihak bank.

Teman-teman pastinya pernah melakukan tawar menawar dalam urusan jual beli? Atau pernah minta uang ke mama tapi memerlukan proses negosiasi yang alot? Atau pernah bekerja dengan teman tetapi waktunya tidak cocok?

Semua kejadian yang sudah disebutkan diatas merupakan sebagian kecil dari contoh teks di dalam proses tawar menawar.

Lantas mengapa negosiasi sering dilakukan oleh orang banyak? Hal ini karena tujuan dari sebuah negosiasi adalah untuk mencari penyelesaian dan menghasilkan keputusan yang saling menguntungkan.

Proses negosiasi ini sangat penting dilakukan, karena dengan negosiasi dapat tercipta berbagai macam keputusan. Kemudian di dalam membuat keputusan, dibutuhkanlah sebuah contoh teks prosedur sederhana untuk negosiasi yang sederhana.

Keputusan tersebut dapat berupa terciptanya jalinan kerjasama antara institusi, badan usaha ataupun perorangan dalam suatu kegiatan atau usaha dengan dasar saling pengertian.

Akan tetapi, nyatanya proses negosiasi tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Perlu tata cara dan aturan agar tujuan dari sebuah negosiasi bisa tercapai.

Lantas bagaimanakah tata cara dari sebuah teks negosiasi itu? Yuk teman-teman simak penjelasannya di bawah ini.

Pengertian Teks Negosiasi

Contoh Teks Negosiasi Pengertian Teks Negosiasi
Contoh Pengertian Teks Negosiasi

Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, negosiasi memiliki dua pengertian. Pengertian yang pertama, negosiasi merupakan proses tawar menawar dengan cara berunding guna mencapai kesepakatan bersama antara kedua belah pihak, baik itu individu, kelompok, organisasi maupun yang lainnya.

Selanjutnya negosiasi juga dapat diartikan sebagai sebuah proses penyelesaian sengketa secara damai dengan melalui perundingan antara pihak-pihak yang bersengketa.

Selain itu, negosiasi juga dapat diartikan sebagai sebuah interaksi sosial yang berfungsi untuk mencapai kesepakatan diantara pihak-pihak yang memiliki kepentingan yang berbeda-beda.

Lantas apa yang dimaksud dengan teks negosiasi?

Kemudian yang dimaksud teks negosiasi adalah teks yang memiliki tujuan untuk mencapai kesepakatan bersama di antara pihak-pihak yang mempunyai berbagai macam kepentingan yang berbeda.

Dari pengertian tersebut, teman-teman dapat mengambil kata kunci dalam negosiasi adalah adanya perbedaan kepentingan. Jika tidak ada perbedaan kepentingan, maka tidak perlu dilakukan negosiasi.

Di dalam negosiasi ini, pihak-pihak yang berbeda atau berseberangan duduk bersama untuk berdialog untuk mengurangi perbedaan-perbedaan di setiap hal.

Tujuan dari dialog yang dilakukan adalah untuk mencari unsur-unsur yang sama sehingga terjadilah kata sepakat.

Maka dari itulah hasil dari negosiasi tersebut harus mempunyai persetujuan dari semua pihak sehingga hasil akhir berupa kesepakatan bersama dapat disetujui oleh semua pihak.

Teman-teman dapat menemukan contoh teks negosiasi dalam bentuk dialog (drama), gabungan antara narasi dan dialog (seperti pada cerpen), pada surat penawaran dan permintaan barang dan lain sebagainya.

Ciri-Ciri Teks Negosiasi

Contoh Teks Negosiasi Ciri-ciri Teks Negosiasi
Contoh Ciri ciri Teks Negosiasi

Setelah teman-teman mengetahui pengertian dari teks negosiasi, mungkin teman-teman sudah bisa mengira-ngira bagaimana ciri ciri teks negosiasi.

Ciri-ciri teks negosiasi adalah sebagai berikut: 

  1. Mengarah pada tujuan praktis.
  2. Terdapat partisipan, yakni orang yang berperan atau pemeran dalam contoh teks tersebut. Adapun maksud dari partisipan di sini adalah pihak yang menyampaikan pengajuan atau pihak yang menawar di dalam negosiasi. 
  3. Menyangkut rencana yang belum terjadi. 
  4. Selalu melibatkan dua belah pihak atau lebih.
  5. Terdapat kepentingan yang berbeda dari pihak yang terlibat.
  6. Berisi pengajuan dan penawaran dari pihak yang memiliki kepentingan yang berbeda.
  7. Menghasilkan kesepakatan dan keputusan yang saling menguntungkan di dalam negosiasi. 
  8. Memprioritaskan kepentingan bersama.
  9. Kegiatan komunikasi langsung.
  10. Terdapat ungkapan yang bersifat persuasif atau membujuk/mengajak di dalam contoh teks negosiasi tersebut.
  11. Berbentuk dialog atau diubah menjadi monolog.

Tujuan dan Manfaat Negosiasi

Contoh Teks Negosiasi Tujuan dan Manfaat Teks Negosiasi
Contoh Tujuan dan Manfaat Teks Negosiasi

Seperti yang sudah disinggung di dalam ciri teks negosiasi jika tujuan dari negosiasi untuk menghasilkan kesepakatan. Selain itu, teks negosiasi juga memiliki tujuan sebagai berikut:

  1. Untuk mencapai kesepakatan yang memiliki kesamaan persepsi, saling pengertian dan mendapatkan persetujuan.
  2. Untuk mencapai penyelesaian atau jalan keluar dari masalah yang dihadapi bersama.
  3. Guna mencapai kondisi yang saling menguntungkan dan tidak ada yang dirugikan
  4. Guna mencapai kesepakatan yang dapat diterima kedua belah pihak, baik dalam melakukan transaksi, menyelesaikan sengketa atau perselisihan pendapat.
  5. Sebagai sarana mencari penyelesaian atau jalan tengah 

Adapun manfaat dari teks negosiasi yaitu guna menciptakan jalinan kerja sama antara institusi, badan usaha, maupun perorangan dalam melakukan suatu usaha dan kegiatan bersama atas dasar saling pengertian.

Kaidah Kebahasaan Negosiasi

Contoh Teks Negosiasi Kaidah Kebahasaan teks Negosiasi
Contoh Kaidah Kebahasaan teks Negosiasi

Agar proses negosiasi berjalan dengan lancar, maka teman-teman perlu memperhatikan kaidah kebahasaan teks negosiasi.

Adapun Kaidah kebahasaan teks negosiasi adalah sebagai berikut:

  1. Menggunakan kalimat tanya, berita, maupun perintah yang berimbang. Hal ini berkaitan dengan negosiasi yang berupa percakapan sehari-hari dan kalimat tersebut dapat muncul secara bergantian.
  2. Menggunakan kalimat yang menyatakan keinginan atau harapan. Hal ini tentunya sangat berkaitan dengan fungsi dan tujuan dari negosiasi yakni menyatakan keinginan dan mengkompromikannya dengan membicarakannya. Oleh karenanya bisanya ditandai dengan menggunakan kata-kata seperti: mohon, boleh, harap, minta, mudah-mudahan.
  3. Menggunakan kalimat bersyarat. Kalimat bersyarat yakni kalimat yang ditandai dengan kata-kata: seandainya, bila, kalau, jika, apabila. Hal tersebut sangat terkait dengan syarat yang diajukan oleh masing-masing pihak yang melakukan negosiasi.
  4. Banyak menggunakan konjungsi penyebab atau kausalitas. Karena di dalam teks negosiasi akan banyak argumen yang disampaikan oleh masing-masing pihak untuk memperjelas suatu alasan. Maka dari itulah mereka menungkapkan berbagai macam alasan yang terkait dengan penggunaan konjungsi penyebaban. Misal: sebab, soalnya, karena, akibatnya, oleh karena itu. Misalnya konjungsi di dalam contoh teks editorial di Koran.
  5. Terdapat ungkapan persuasif atau bahasa untuk membujuk. Contoh teks persuasif beserta strukturnya.
  6. Berisi pasangan tuturan.
  7. Didasari argumen yang kuat disertai fakta. Caranya dengan membangun argumen yang logis, rapat, mengikat dan juga hati-hati.

Nah itu tadi struktur kebahasaan teks negosiasi yang perlu teman-teman ketahui. Dengan menggunakan struktur di atas, setidaknya akan membuat teman-teman mampu melakukan suatu negosiasi yang sesuai.

Masalah negosiasi teman-teman berhasil atau tidak, itu tergantung skill dan kecakapan masing-masing.

Struktur Teks Negosiasi

Contoh Teks Negosiasi Struktur Teks Negosiasi
Contoh Struktur Teks Negosiasi

Di dalam teks negosiasi, setidaknya terdapat berbagai struktur yang menyusun teks negosiasi hingga menjadi satu kesatuan yang utuh.

Setidaknya terdapat 7 bagian di dalam struktur teks negosiasi, yaitu:

  1. Orientasi: Orientasi merupakan kalimat pembuka. Pada umumnya dimulai dengan ucapan salam, sapaan, atau ucapan lainnya untuk memulai sebuah interaksi sosial. Adapun fungsi orientasi ini adalah untuk memulai negosiasi.
  2. Permintaan: Di dalam permintaan, pembeli akan mengungkapkan keinginannya untuk membeli atau mendapatkan suatu barang yang dimaksud.
  3. Pemenuhan: Setelah pembeli mengutarakan permintaannya, penjual akan berusaha mencari barang itu dan menyatakan mampu memenuhi permintaan tersebut. Kemudian penjual memberikan nilai atau harga yang harus dibayar untuk memenuhi permintaan tersebut.
  4. Penawaran: penawaran merupakan puncak dari negosiasi. Proses penawaran ini terjadi ketika pembeli belum/tidak setuju dengan harga yang diberikan penjual. Maka pembeli dan penjual akan berada dalam tahapan ini, yakni kedua pihak saling tawar menawar.
  5. Persetujuan: Jika penawaran yang disampaikan pembeli dirasa sudah pas, maka penjual akan melakukan persetujuan. Akan tetapi sebelum penjual menyetujuinya, biasanya penjual akan melakukan pertimbangan, apakah harga yang ditawar tetap menguntungkan atau tidak. Jika cocok, maka terjadilah kesepakatan antara kedua belah pihak terhadap negosiasi yang telah dilakukan.
  6. Pembelian: Jika kesepakatan telah tercapai, pembeli akan mengambil keputusan untuk membayar barang yang ingin dibeli dengan harga yang sudah disetujui atau tidak.
  7. Penutup: Struktur teks negosiasi yang terakhir merupakan penutup. Di dalam penutup, biasanya terdapat ucapan salam, ungkapan terima kasih, atau ucapan lainnya. Tujuannya adalah untuk menutup sebuah aktivitas negosiasi.

Nah struktur teks negosiasi yang sudah disampaikan diatas merupakan struktur teks negosiasi jual beli teman-teman.

Kemudian untuk struktur negosiasi yang lain, misal pemecahan masalah, tentunya akan menyesuaikan strukturnya dan tidak perlu bagian pembelian. 

Pola Penyajian Teks Negosiasi

Contoh Teks Negosiasi Pola Penyajian Teks Negosiasi
Contoh Pola Penyajian Teks Negosiasi

Untuk membuat teks negosiasi, setidaknya teman-teman bisa menggunakan tiga pola penyajian.

Adapun ketiga pola penyajian teks negosiasi adalah sebagai berikut:

  1. Teks Negosiasi Dialog. Untuk menyajikan sebuah teks negosiasi, teman-teman bisa membuatnya dalam bentuk dialog. Nah di dalam bentuk dialog, maka teman-teman dapat menuliskannya dengan menggunakan kalimat langsung.
  2. Teks Negosiasi Narasi (Cerita Pendek). Penyajian teks negosiasi ini dibuat dengan penyusunan seperti sebuah cerpen singkat yang didalamnya menceritakan suatu cerita yang mana didalamnya terdapat adanya proses penawaran atau negosiasi.
  3. Teks Negosiasi Gabungan. Penyajian teks negosiasi gabungan merupakan pola penyajian teks yang disusun menjadi sebuah cerita yang digabung dengan dialog kalimat langsung. Adapun di dalam pola penyajian ini lebih menekankan pada kronologi dan waktu kejadian.

Jenis-jenis Teks Negosiasi

Contoh Teks Negosiasi Jenis-jenis Teks Negosiasi
Contoh Jenis-jenis Teks Negosiasi

Di dalam negosiasi sendiri dapat dibagi menjadi beberapa jenis. Untuk pembagian jenis teks negosiasi dapat dikategorikan berdasarkan untung rugi, situasi serta jumlah negosiator atau orang yang melakukan negosiasi. 

1. Negosiasi Berdasarkan Untung Rugi

Negosiasi untung rugi merupakan negosiasi yang dikelompokkan berdasarkan hasil dan keadaan negosiasi yang tengah terjadi.

Adapun jenis teks negosiasi berdasarkan untung rugi adalah sebagai berikut:

  • Negosiasi menghindari konflik (lose-lose)

Jenis negosiasi ini memiliki tujuan untuk menghindari potensi konflik di antara negosiator. Hal ini karena tidak ada yang diuntungkan di dalam konflik yang timbul tersebut.

  • Negosiasi kolaborasi (win-win)

Berbeda dengan negosiasi menghindari konflik, negosiasi kolaborasi merupakan proses negosiasi dimana para negosiator di masing-masing pihak berusaha untuk mencapai suatu kesepakatan dengan menggabungkan masing-masing kepentingan.

  • Negosiasi akomodasi (lose-win)

Yang dimaksud dengan negosiasi akomodasi merupakan jenis negosiasi yang mana salah satu pihak dari negosiator memiliki sedikit keunggulan dan cenderung akan merugi, sementara pihak lainnya akan mendapatkan keuntungan yang cukup besar. 

Negosiasi akomodasi terjadi karena sebelumnya telah terjadi negosiasi yang tidak seimbang dan merugikan salah satu pihak negosiator. Maka untuk mengurangi dampak kerugian yang didapatkan, dilakukanlah negosiasi akomodasi.

  • Negosiasi dominasi (win-lose),

Selanjutnya negosiasi dominasi merupakan jenis negosiasi yang mana salah satu pihak negosiator mendapatkan keuntungan yang sangat besar, sementara pihak lain mendapatkan keuntungan yang kecil. Jenis negosiasi ini merupakan lawan dari negosiasi akomodasi. 

2. Negosiasi Berdasarkan Situasi

Negosiasi berdasarkan situasi merupakan negosiasi yang didasarkan pada kondisi dan situasi yang sedang terjadi.

Adapun negosiasi berdasarkan situasi terbagi menjadi dua jenis yakni:

  • Negosiasi formal

Negosiasi formal merupakan proses negosiasi yang terjadi dalam situasi formal. Maksud dari formal disini adalah terjadinya negosiasi atas dasar sebuah perjanjian hukum serta para negosiator adalah pihak instansi maupun lembaga yang memiliki payung hukum.

Misalnya contoh teks negosiasi antar perusahaan, instansi pemerintah, lembaga pendidikan ataupun yang lainnya.

Di dalam negosiasi formal ini, jika ada salah satu pihak negosiator yang melanggar kesepakatan, maka dapat diperkarakan ke ranah hukum.

  • Negosiasi non formal atau informal

Negosiasi non formal atau informal merupakan negosiasi yang dapat dilakukan oleh siapa pun, kapan pun tanpa perjanjian khusus dan hukum yang memayungi. Contoh teks negosiasi jual beli di pasar.

Nah negosiasi semacam ini tidaklah membutuhkan sebuah perjanjian khusus hitam diatas putih atau yang melibatkan hukum.

3. Negosiasi Berdasarkan Jumlah Negosiator

jenis terakhir dari teks negosiasi adalah berdasarkan jumlah negosiator. Memang pada umumnya, negosiasi terjadi di antara kedua belah pihak saja. Akan tetapi ada kalanya negosiasi juga melibatkan lebih dari dua pihak. 

Adapun jenis negosiasi berdasarkan jumlah negosiator terbagi menjadi dua, yakni:

  • Negosiasi dengan pihak penengah

Dari namanya teman-teman pasti sudah dapat mengira-ngira bukan? Nah di dalam jenis negosiasi ini tidak hanya dilakukan oleh kedua belah pihak semata, tetapi ada penengah diantara keduanya.

Penengah ini memiliki tugas untuk menyampaikan serta menyimpulkan hasil akhir dari negosiasi tersebut.

Contoh misalnya negosiasi di pengadilan. Di dalam proses pengadilan, pihak yang melakukan negosiasi merupakan pihak penggugat dan tergugat. Sedangkan posisi hakim serta seluruh sistem pengadilan merupakan pihak penengahnya.

  • Negosiasi tanpa pihak penengah

Jenis negosiasi ini merupakan kebalikan dari negosiasi dengan pihak penengah. Yang mana proses negosiasi ini dilakukan tanpa adanya pihak yang menengahi. Sehingga hasil dari negosiasi ini sangat tergantung pada keputusan pihak yang bernegosiasi.

Contoh Teks Negosiasi

Setelah teman-teman selesai dengan berbagai penjelasan terkait dengan teks negosiasi, selanjutnya teman-teman juga perlu mengetahui bagaimana contoh teks negosiasi.

Adapun contoh teks negosiasi adalah sebagai berikut: 

1. Contoh Teks Negosiasi Beserta Strukturnya

Contoh Teks Negosiasi Beserta Strukturnya
Contoh Teks Negosiasi Beserta Strukturnya

Pembelian Laptop

Orientasi

Penjual: Mari, sini, Kak, lihat-lihat dulu! Disini murah-murah. Silahkan, mau cari apa?

Permintaan

Pembeli: Ada Laptop Acer Aspire A514 , tidak?

Pemenuhan

Penjual: Ada, Kak.

Pembeli: Berapa harganya?

Penjual: 11,3 juta, Kak.

Penawaran

Pembeli: Wah, kok mahal sekali? Di internet, saya lihat harganya 10,7 juta.

Penjual: Kalo saya jualnya harga segitu malah gak bisa balik modal, Kak.

Pembeli: Turunin lagi boleh ya? 10,8 juta bagaimana?

Penjual: Belum boleh, Kak. Tipe laptop ini masih baru kak. Sebelas juta deh.

Pembeli: Wah, cuma turun tiga ratus ribu? Sepuluh juta sembilan ratus ribu, bagaimana, Mbak?

Penjual: Waduh, masih rugi, Kak. Begini saja deh, Sebelas juta tak kasih bonus tas, sama mousenya. Itu sudah murah, loh, kak.

Persetujuan

Pembeli: Hmm…gratis tas sama mouse nya, ya?

Penjual: Iya kak. Sebelas juta sudah gratis tas sama mouse nya.

Pembeli: Baik mbak, ini uangnya.

Penjual: Ini barangnya, kak. Silahkan diperiksa terlebih dahulu. Garansi satu tahun ya, Kak.

Penutup

Pembeli: Ya. Terima kasih ya.

Penjual: Sama-sama. Silahkan datang lagi!

2. Contoh Teks Negosiasi Jual Beli

Contoh Teks Negosiasi Jual Beli
Contoh Teks Negosiasi Jual Beli

Negosiasi Harga Jaket

Orientasi

Pembeli: “Selamat sore, mbak”

Penjual: “Selamat sore kembali mas. Maaf ada yang bisa saya bantu? ”

Permintaan

Pembeli: “Jaket yang ini, ada yang ukurannya L mbak”

Pemenuhan

Penjual: “Oh iya mbak sebentar saya carikan…” (sambil mencari ukuran yang sesuai dengan permintaan pembeli)

Pembeli: “Iya mbak”

Penjual: “Ini mas yang ukuran L masih ada dua”

Pembeli: “Siap mbak. Saya coba dahulu”

Penjual: “Iya mas”

Pembeli: “Jadinya… berapa mbk harga jaket yang ukuran L ini?”

Penjual: “Yang itu 400 ribu, mas”

Penawaran

Pembeli: “Gak bisa kurang, mbak?”

Penjual: “Duh, gimana ya mas”

Pembeli: “350 ribu ya mbak?”

Penjual: “Wah, ga bisa mas. Jaket ini kualitas bagus. 100% original”

Pembeli: “Saya tambah 10 ribu deh mbak, jadi 360 ribu mbak”

Penjual: “Tambah dikit lagi mas”

Persetujuan

Pembeli: “Yasudah 370 ribu deh mbak”

Penjual: “Belum boleh mas, 380 ribu saya lepas jaket ini buat mas”

Pembeli: “Kemahalan itu. Bulan kemarin saya beli disini cuma 360 ribu mbak”

Penjual: “Sekarang harga dollar naik mas, jadi harga dari produsen lebih mahal mas”

Pembeli: “Ya Sudah 380 ribu saya ambil jaket ini. Itu penawaran terakhir saya”

Penjual: “Baiklah saya terima tawaran nya mas. Apa ada yang mau dibeli lagi mas?”

Pembeli: “Ini saja mbak”

Penjual: “Baiklah mas”

Penutup

Pembeli: “Ini uangnya mbak” (sambil menyerahkan uang ke penjual)

Penjual: “Terima kasih, mas” (menyerahkan jaket)

Pembeli: “Selamat sore”

Penjual: “Selamat sore”

3. Contoh Teks Negosiasi Singkat

Contoh Teks Negosiasi Singkat
Contoh Teks Negosiasi Singkat

Negosiasi Membeli Sepatu

Pada Jum’at sore, seorang anak remaja yang bernama Eko berkunjung ke sebuah toko hendak membeli sepatu. Eko membeli sepatu karena sepatunya yang lama telah rusak.

Ia pun mendatangi toko penjual sepatu yang sudah terkenal di kawasan pertokoan.

Setelah sampai di toko yang dituju, Eko pun bertanya kepada penjual yang ada di sekitaran rak sepatu tentang kisaran harga dan kualitas sepatu yang dijual di toko tersebut.

“Mbak, saya sedang mencari sepatu buat santai yang harganya terjangkau. Kira-kira yang mana yah mbak?”

“Oh iya mas, harga sepatu di sini bermacam-macam, mulai dari harga Rp. 100.000 sampai Rp. 500.000 mas.”

“Oh begitu ya mbak. Bolehkah saya melihat-lihat sepatunya dulu mbak? Siapa tahu model dan warnanya ada yang cocok mbak?”

“Boleh mas, di sebelah sini sama saya mas”

Eko pun berjalan mengikuti penjual sambil melihat-lihat sepatu yang berjejer rapi dengan berbagai warna dan merk yang berbeda

Saat berjalan, Eko melihat salah satu sepatu yang membuatnya tertarik. Ia menyukai merk, model dan juga warna dari sepatu tersebut. Ia pun memutuskan untuk menghampiri rak tersebut dan menanyakan harga sepatu itu ke penjual.

“Permisi mbak, kalau boleh tahu harga sepatu yang ini berapa yah mbak?”

“Kalau sepatu yang ini harganya Rp. 300.000 mas”

Eko merasa jika harga dari tersebut cukup mahal. Akan tetapi ia terlanjur suka dengan sepatu itu. Maka, Eko pun memutuskan untuk menawarnya.

“harganya kok mahal banget ya mbak, apa tidak bisa dinego?”

“Aduh mas, sepatu ini kualitasnya bagus, selain itu juga keluaran terbaru mas, mangkanya harganya segitu mas. Memangnya mau nawar berapa mas?”

“Rp. 200.000 aja mas sepatunya”

“Yah mas, kalau harga segitu belum boleh mas.”

“Saya tambah deh mas Rp. 30.000, jadi Rp. 230.000 bagaimana mbak?”

“Maaf mas, kalau harga segitu belum boleh. Turunnya terlalu banyak mas. Atau begini saja mas, saya turunin jadi Rp. 280.000 bagaimana? Itu sudah harga yang paling murah.”

“Turunin dikit dong mbak, Rp. 260.000 aja yah.”

“Duhh, iya deh mas kalau begitu, sepatunya boleh diambil dengan harga segitu”

Setelah mereka berdua sepakat dengan harga sepatunya, penjual pun membawa sepatu tersebut menuju tempat kasir untuk membayar harga sepatu.

Akhirnya, Eko pun mendapatkan sepatu yang ia inginkan.

4. Contoh Teks Negosiasi Jual Beli di Pasar

Contoh Teks Negosiasi Jual Beli di Pasar
Contoh Teks Negosiasi Jual Beli di Pasar

Pembeli: “Selamat pagi, di sini ada kangkung, bayam sama jagung, bu?”

Penjual: “Oh iya, pagi dek. Itu ada dek, bayam, kangkung ada di sebelah kiri, kalau jagungnya itu dek ada di bagian depan, ya.”

Pembeli: “Kangkung 3 ikat berapa, bu?”

Penjual: “Kangkungnya 3 ikat Rp. 6.000 dek.”

Pembeli: “Kalau bayamnya 3 ikat berapa bu?, sama jagungnya 2 bungkus?

Penjual: “Untuk bayamnya, 3 ikat Rp. 6000 juga dek, jagungnya 2 bungkus Rp. 5000.”

Pembeli: “Wah, mahal bu, gak bisa turun harganya bu?”

Penjual: “Wah, gak bisa dek, udah mepet itu semua dek”

Pembeli: “Kalau semua Rp. 15.000 bagaimana, bu? Boleh kan”

Penjual: “Em, ya sudah dek gak apa-apa deh.”

Pembeli: “Ya sudah, dibungkus ya, dan ini uangnya bu, pas.”

Penjual: “Baik, terima kasih dek.”

5. Contoh Teks Negosiasi dalam Bentuk Narasi

Contoh Teks Negosiasi dalam Bentuk Narasi
Contoh Teks Negosiasi dalam Bentuk Narasi

Sudah lebih dari dua bulan, para penduduk desa Sido Makmur resah dan gelisah karena adanya pembangunan jalan yang melintasi area makam desa.

Rencana pembangunan ini awalnya diusulkan oleh sekretaris Desa dan sudah lama dibahas di wilayah Desa.

Adapun tujuan atau rencana pembangunan ini memiliki tujuan untuk mempermudah akses ke Jalan utama, sehingga warga tidak perlu memutar arah yang cukup lumayan.

Rencana ini pun ditindak lanjuti dengan pengukuran area yang akan terkena badan jalan oleh staf Desa.

Akan tetapi secara tiba-tiba, pada Minggu sore para warga mendatangi rumah RT untuk mengadakan pertemuan secara mendadak.

Tujuannya adalah untuk membahas rencana pembangunan jalan baru tersebut.

“Bapak-bapak ibu-ibu dan para warga semua yang saya hormati, sebenarnya saya tahu apa yang bapak ibu sekalian risaukan terkait pembangunan jalan ini. 

Akan tetapi marilah kita bicarakan masalah ini dengan baik-baik dan kita cari solusinya bersama-sama. 

Saya selaku ketua RT yang merupakan kepanjangan tangan dari bapak Kepala Desa akan menjelaskan bagaimana rencana pembangunan tersebut.” kata Pak RT membuka pertemuan.

“Mohon maaf Pak RT, begini, dari sebagian warga masyarakat disini menilai jika pembangunan jalan tersebut kurang tepat. 

Hal ini karena badan jalan yang akan dibangun akan mengenai area makam, dan kami tidak setuju dengan rencana tersebut” Kata seorang warga.

Memang betul seperti itu nantinya. Memang ada beberapa makam yang akan dilewati badan jalan. Akan tetapi mengingat pentingnya jalan ini dibuat karena sangat dibutuhkan oleh seluruh warga di Desa kita ini. 

Dengan adanya jalan ini, nantinya kita bisa lebih cepat ke jalan utama, tidak perlu memutar arah dulu untuk bisa ke jalan utama” kata Pak RT menjelaskan.

“Apa rencana pembangunan jalan ini tidak bisa dipindahkan ke lokasi lain selain makam pak? Area yang dibangun itu kan area pekuburan dan kami tidak mau jika makam keluarga kami di rusak karena pembangunan jalan baru ini,” Sahut warga lainnya.

“Wah, kalau pembangunan dipindahkan ke lokasi lain itu tidak mungkin pak. Hal ini karena dana Desa kita sangat terbatas.

Kalau pembangunan dipindahkan, nantinya pengeluarannya tidak akan cukup buat pembebasan lahan dan pembangunannya pak.

Nah berbeda jika kita membangun di atas lokasi pemakaman tersebut, kita tidak perlu melakukan pembebasan karena tanahnya adalah milik desa,” Pak RT menjelaskan.

Untuk persoalan makam yang terdampak pembangunan, kita pihak Desa tetap akan memperlakukannya dengan layak. 

Jadi nantinya makam yang terdampak pembangunan akan kita pindahkan ke tempat lain di dalam komplek pemakaman. Pihak Desa juga akan menanggung semua biaya pembuatan makam baru.” Pungkas Pak RT

“Kalau memang rencana dari Desa seperti itu, kami setuju saja, asalkan makam yang terdampak dipindahkan dengan makam yang baru dan layak. 

Kami juga sadar bahwa jalan yang akan dibuat ini sangat penting buat warga, hanya saja kami risau dengan makam tersebut,”. Balas salah satu warga.

“Jika memang demikian, kiranya bapak Ibu dan juga warga sekalian sudah sepakat dengan pembangunan jalan itu.

Saya selaku ketua RT dan juga perwakilan Desa sangat berterima kasih kepada bapak-ibu sekalian karena mau membicarakan permasalahan ini secara baik-baik dan menerima rencana pembangunan jalan tersebut” kata Pak RT senang.

Contoh Soal:

1. Bahasa yang digunakan untuk membujuk dalam teks negosiasi adalah…

a. Imperative

b. Deklaratif

​c. Ekspresif

d. Interogatif

e. Persuasif

Jawaban:

Dari pertanyaan tersebut, jawaban yang tepat adalah “e. persuasif”. Persuasif merupakan bahasa yang digunakan untuk membujuk di dalam teks negosiasi. Contohnya: turunin ya, bolehlah.

2. Apakah orientasi dalam teks negosiasi sama dengan perkenalan?

Jawaban:

Dari pertanyaan diatas, di dalam teks negosiasi, orientasi TIDAK SAMA dengan perkenalan. Adapun makna sejenis dari orientasi merupakan peninjauan untuk menentukan sikap yang tepat dan benar. Sikap tersebut baik itu arah, tempat, dan sebagainya 

Sementara perkenalan adalah hal, perbuatan, berkenalan, memperkenalkan.

Jadi dari kedua keterangan tersebut maka dapat ditarik kesimpulan jika orientasi tidak sama dengan perkenalan.

3. Bahasa yang digunakan untuk menyatakan sesuatu dalam teks negosiasi adalah…

Jawaban:

Dari pertanyaan tersebut, untuk menyatakan sesuatu di dalam teks negosiasi adalah dengan menggunakan adalah bahasa yang santun dan persuasif

Hal ini karena berkaitan dengan negosiasi itu sendiri, agar dapat mencapai kesepakatan bersama kemampuan mempengaruhi pihak lain dengan dengan bahasa yang tepat sangat diperlukan.

Agar tujuan tersebut tercapai, maka perlu menggunakan bahasa yang santun dan persuasif. Untuk penjelasan lebih lanjut, teman-teman bisa membaca kembali penjelasannya di atas di dalam bab kaidah kebahasaan teks negosiasi.

4. Kalimat yang digunakan untuk menanyakan sesuatu dalam teks negosiasi adalah…

Jawaban:

kalimat yang berisikan pertanyaan atau disebut juga Interogatif.

Nah itu tadi berbagai penjelasan teks negosiasi beserta contoh contohnya. Di dalam negosiasi ini, pengembangan sebuah bujukan atau persuasif sangat dibutuhkan untuk memuluskan kesepakatan.

Selain itu juga teman-teman bisa melihat contoh teks eksposisi beserta strukturnya untuk menambah wawasan teman-teman. Jika ada kritik, saran, masukan, atau pertanyaan silahkan teman-teman sampaikan di kolom komentar.

Leave a Reply