Contoh Teks Editorial

Ketika membaca sebuah surat kabar, pernahkah kalian menemukan kolom tajuk rencana atau opini? Contoh teks editorial kesehatan misalnya.

Sebenarnya, teks editorial sama dengan teks opini. Ini karena memiliki karakter unik yang biasa dikatakan sebagai pengantar.

Dikatakan demikian karena posisinya tidak selalu dihalaman utama. Editorial bukanlah konten daftar isi yang menceritakan keseluruhan edisi yang dicetak. Sehingga teks editorial disebut juga dengan tajuk rencana.

Kalian bisa menemukan contoh teks tersebut pada surat kabar, baik itu koran, majalah, berita elektronik maupun yang lainnya.

Perlu kalian ketahui juga jika Editorial sendiri hampir sama dengan teks eksposisi. Hanya saja yang menjadi perbedaan adalah di dalam teks eksposisi tidak memiliki tujuan untuk mempengaruhi pembaca. Contoh teks eksposisi misalnya.

Untuk lebih jelasnya, yuk kalian simak penjelasan materinya mulai dari pengertian dan penjelasan, beserta contoh teks editorial dan strukturnya yang terbaru mulai tahun 2016, 2017, 2018, januari 2019, hingga 2020 berikut ini.

Pengertian Teks Editorial

Pengertian Teks Editorial

Teks editorial adalah suatu pendapat atau pandangan redaksi di dalam surat kabar terhadap suatu peristiwa yang aktual atau sedang menjadi perbincangan hangat pada saat diterbitkan. 

Contoh teks editorial atau tajuk rencana singkat pada umumnya akan muncul rutin di koran surat kabar atau majalah dengan mengangkat isu atau masalah yang aktual. Tentang kesehatan, lingkungan, pendidikan, politik, sekolah dan bencana alam.

Pendapat atau opini yang dibuat oleh tim redaksi dari Media terhadap isu aktual di masyarakat dianggap sebagai pandangan resmi suatu penerbit atau media.

Walaupun sebuah pendapat atau opini, akan tetapi penulisan tajuk rencana atau editorial tidak bisa dipandang sebelah mata. Harus ada bukti, fakta serta argumentasi yang logis di dalam penulisannya.

Tujuan, Manfaat dan Sifat Teks Editorial

Tujuan Teks Editorial

ManfaatSifatTujuan
Memberikan informasi kepada pembacaLogis dan sistematisUntuk mengajak pembaca agar ikut memikirkan tentang isu aktual yang sedang hangat dibicarakan maupun yang sedang terjadi disekitar kita
Untuk merangsang pemikiran pembacaBersifat ArgumentativeUntuk menyampaikan pandangan atau opini redaksi terhadap isu yang sedang terjadi kepada pembaca
Agar pembaca tergerak untuk bertindakMenggunakan kalimat yang singkat, padat dan jelas sehingga menarik untuk dibaca

Sehingga dapat berfungsi bukan hanya mengajak pembaca untuk mengamini pendapat kita seperti dalam contoh teks persuasif tentang kesehatan, tetapi untuk memberikan wacana kepada pembaca.

Ciri Ciri Teks Editorial

Contoh Teks Editorial Ciri ciri Teks Editorial
Ciri Teks Editorial

Ciri ciri teks editorial adalah:

  1. Topik yang diangkat sedang berkembang serta dibicarakan oleh banyak orang atau hangat, bersifat aktual dan faktual.
  2. Bersifat sistematis dan logis.
  3. Merupakan suatu pendapat atau opini yang bersifat argumentative.
  4. Menarik untuk dibaca karena ditulis dengan bentuk yang singkat, padat dan jelas.
  5. Bersifat analisis.
  6. Pemaparan dimulai dari fakta umum kemudian disusul dengan pemaparan pendapat.

Selain contoh teks editorial/opini, kalian juga perlu membaca contoh teks prosedur kompleks.

Struktur Teks Editorial

Contoh Teks Editorial Struktur Teks Editorial
Struktur Teks Editorial

Teks editorial mempunyai struktur:

1. Pengenalan Isu (tesis)

Pada bagian tesis ini, penulis menggunakan sudut pandangnya untuk membahas suatu permasalahan.

Penyusunan tesis atau pernyataan pendapat pada umumnya berisikan peristiwa persoalan aktual, fenomenal, dan kontroversial.

2. Argumentasi

Argumentasi merupakan bukti atau alasan yang berguna untuk memperkuat pernyataan di dalam tesis 

Dalam membuat argumentasi harus berdasarkan pernyataan umum/data hasil penelitian, pernyataan para ahli, maupun fakta-fakta berdasarkan referensi yang bisa dipercaya.

Untuk membuat argumentasi, kalian bisa memanfaatkan teknik menulis dalam contoh teks eksplanasi banjir untuk dapat menjawab sebab akibat mengapa peristiwa tersebut dapat terjadi. 

3. Pernyataan/Penegasan ulang pendapat (Reiteration)

Reiteration merupakan bagian yang berisikan penegasan ulang pendapat yang didukung dengan fakta pada bagian argumentasi untuk memperkuat/menegaskan pendapat.Adapun penegasan ulang ini berada di bagian akhir teks.

Kaidah Kebahasaan Teks Editorial

Contoh Teks Editorial Kaidah Kebahasaan Teks Editorial
Ciri Kebahasaan Teks Editorial

Kaidah kebahasaan teks editorial:

1. Adverbia frekuentatif 

Adverbia frekuentatif yaitu adverbia yang mempertegas ekspresi kepastian. Contoh: selalu, biasanya, sering, kadang kadang, jarang, dan kerap.

2. Konjungsi

Dalam teks editorial menggunakan konjungsi eksternal temporal, konjungsi internal penegasan, dan konjungsi kausalitas/sebab-akibat.

3. Verba material

Verba material lebih menekankan adanya proses dalam melakukan sesuatu. Proses material membutuhkan dua partisipan yang disebut pelaku dan yang dikenai pelaku.  

4. Verba mental

Verba mental adalah verba yang menjelaskan proses dalam merasakan. Ruang lingkup verba mental yakni:

  • Persepsi: melihat, mendengar, mencium, mengecap, meraba
  • Afeksi: suka, takut, benci
  • Kognisi: berpikir, memahami, mengetahui

Verba mental pun dalam prosesnya terdapat dua partisipan yakni:

  • yang merasakan (perasaan sadar untuk melihat, merasakan, atau berpikir) 
  • fenomena (hal yang dirasakan atau dipikirkan) 

5. Verba relasional 

Verba relasional merupakan proses untuk menjadi sesuatu. Terdapat tiga tipe verba relasional, yakni: 

  • Intensif a adalah b (membentuk hubungan persamaan antara dua entitas) 
  • Keadaan a ada pada b (mendefinisikan suatu entitas berada pada suatu tempat, waktu, atau sikap) 
  • Posesif/kepemilikan a memiliki b (mengidentifikasi bahwa satu entitas memiliki yang lain) 

Sementara setiap proses verba relasional akan menciptakan dua model, yaitu:

  • Atributif (b adalah atributif untuk a) yakni membutuhkan penanda dan petanda atau penyandang dan sandangan 
  • Identifikatif (b adalah identitas bagi a), yakni membutuhkan dua partisipan, yang disebut token dan yang teridentifikasi dan partisipan nilai dan pengidentifikasi. 

6. Modalitas

Modalitas adalah teknik penulis untuk menyatakan sikap dalam komunikasi. Bentuk modalitas ada beragam, diantaranya:

  • Menyatakan kepastian: memang, niscaya, pasti, sungguh, sangat, tentu, tidak, bukan
  • Menyatakan kesangsian: agaknya, barangkali, mungkin, rasanya, rupanya
  • keinginan: semoga, mudah mudahan
  • Larangan: jangan
  • Keheranan: mustahil

Penggunaan modalitas ini terdapat pada tesis teks editorial atau tajuk rencana, yakni adanya penggunaan kalimat pendapat dan pandangan seorang penulis terhadap suatu permasalahan.

Jenis Teks Editorial

Contoh Teks Editorial Jenis Teks Editorial
tipe teks editorial

Jenis jenis teks editorial:

1. Interpretative Editorial

Interpretative editorial (teks editorial penerjemahan), editorial yang bertujuan menjelaskan isu dengan menyajikan fakta serta figur untuk memberikan pengetahuan.

2. Controversial Editorial

Controversial editorial (teks editorial kontroversi), editorial yang bertujuan untuk membuat pembaca percaya (yakin) terhadap suatu isu yang berkembang. Pada umumnya pendapat yang berlawanan akan digambarkan lebih buruk. Contoh teks editorial/opini politik.

3. Explanatory Editorial

Explanatory editorial (teks editorial penjelasan), jenis teks yang menyajikan masalah atau isu agar dinilai oleh pembaca. 

Umumnya, teks editorial jenis ini memiliki tujuan untuk mengidentifikasi suatu masalah dan membuka mata masyarakat agar memperhatikan masalah tersebut.

Kumpulan Contoh Teks Editorial

1. Contoh Teks Editorial Singkat

Contoh Teks Editorial Singkat
Contoh Teks Editorial Singkat beserta Strukturnya

Belajar Online

Pernyataan Pendapat

Pandemi COVID 19 mengakibatkan banyak sekolah yang memutuskan untuk melaksanakan proses belajar mengajar secara online. 

Keputusan ini ini berdasarkan keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia yang menyarankan supaya melaksanakan sistem belajar secara online untuk mencegah penularan di sekolah. 

Melihat keputusan tersebut tampaknya merupakan hal yang mudah, akan tetapi nyatanya tidak semudah saat belajar di sekolah. 

Berbagai macam isu dan masalah banyak yang muncul selama proses belajar mengajar yang dilaksanakan secara online.

Argumentasi

Banyak kontroversi di kalangan orang tua terkait penerapan sekolah online. Keputusan sekolah online ini membuat para orang tua mau tidak mau mewajibkan mereka untuk menyediakan sarana online yang memadai.

Kebutuhan sarana ini salah satunya adalah kebutuhan gadget yang sesuai termasuk kuota bulanannya. Padahal tidak semua kalangan sanggup melaksanakan hal tersebut. 

Belum lagi ditambah permasalahan tingkat disiplin anak yang menurun saat belajar di rumah. 

Keadaan ini tentu harus menjadi perhatian dinas pendidikan setempat. Misalnya untuk kalangan yang terdampak dan merasa keberatan memerlukan bantuan penyediaan kuota internet belajar secara gratis.

Dengan bantuan layanan ini sedikit banyak akan membantu meringankan beban orang tua untuk membayar tagihan internet yang membengkak.

Kesimpulan

Salah satu cara untuk sedikit meredam masalah keputusan belajar online adalah dengan memberikan bantuan dari pemerintah terkait kepada kalangan yang kurang mampu.

Tanpa adanya bantuan dari pemerintah, maka akan semakin banyak orang tua yang kurang setuju jika belajar online diperpanjang hingga akhir tahun. 

Ketidaksetujuan ini terlebih bagi mereka yang berdampak secara ekonomi dan tidak memiliki cukup sarana dan prasarana untuk pelaksanaan belajar online tersebut.

2. Contoh Teks Editorial beserta Strukturnya

Contoh Teks Editorial beserta Strukturnya
Teks Editorial Full Day School

Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas bangsa adalah dengan meningkatkan mutu pendidikannya. Hal ini kemudian dibuatlah sistem pendidikan full day school. Tujuannya adalah untuk meningkatkan karakter siswa.

Akan tetapi bagaimana kenyataannya? Yuk, kalian simak teks editorial tentang full day school di bawah ini.

Full Day School

Tesis:

Pendidikan merupakan faktor yang sangat penting dalam menunjang masa depan yang lebih baik. Selain itu salah satu kunci dalam kemajuan sebuah bangsa adalah dengan pendidikan. 

Argumentasi:

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Kurikulum 2013 menetapkan format kegiatan belajar di sekolah selama 8 jam perhari dalam 5 hari efektif belajar.

Jika ditotalkan, kegiatan belajar mengajar di sekolah berlangsung selama 40 jam. Sementara di dalam sehari, waktu yang didapatkan untuk istirahat adalah 90 menit. 

Sehingga waktu istirahat dalam waktu satu minggu hanyalah 8 jam. Maka perbandingan antara waktu belajar dengan waktu istirahat adalah 1:5.

Sungguh miris hasilnya. Report College of Education and Human Development di dalam hasil penelitiannya menyatakan bahwa waktu yang efektif untuk belajar hanyalah 3-4 jam perhari. 

Berdasarkan penelitian, pukul 09.00-11.00 merupakan titik fokus otak manusia dalam berpikir. 

Menariknya, semua golongan umur mengalami kondisi tersebut. Kemudian pada pukul 13.00-15.00 merupakan waktu yang sangat tidak produktif untuk berpikir bagi otak.

Hal ini berbanding terbalik dengan Full Day School yang membuat siswa/i pulang terlalu sore sehingga terlalu lelah untuk beraktifitas. Belum lagi mereka masih memiliki kegiatan lain dan kewajiban mengerjakan PR. 

Karena hal inilah, KPAI atau Komisi Perlindungan Anak Indonesia menilai kebijakan Full Day School ini berpotensial mengganggu pemenuhan hak dasar anak. 

Pernyataan Ulang:

Dalam kondisi ini, akan lebih pantas jika pemerintah melengkapi fasilitas-fasilitas yang ada di sekolah, terlebih sekolah yang ada di desa, daerah terpencil, dan perbatasan. 

Dengan fasilitas yang baik akan membuat siswa/i menjadi fokus, tidak merasa jenuh serta merasa nyaman dalam belajar.

3. Contoh Teks Editorial tentang Kesehatan

Contoh Teks Editorial tentang Kesehatan
contoh teks editorial tentang kesehatan beserta strukturnya

Perlunya Membatasi Konsumsi Gula pada Anak

Pernyataan Pendapat:

Pada masa sekarang sudah tidak bisa dipungkiri jika anak-anak lebih menyukai makanan atau jajanan instan maupun minuman dengan rasa yang manis-manis.

Selain itu banyak orang tua yang menuruti kemauan anaknya tanpa menyadari jika makanan dan minuman yang dijual di pasaran memiliki kandungan gula yang sangat tinggi.

Hasilnya banyak orang-orang di usia yang relatif muda sudah terkena penyakit diabetes.

Banyak orang yang baru usia 30-an sudah terkena diabetes. Oleh sebab itu, peran orang tua sangat diperlukan dalam mengatur konsumsi gula pada anak sejak dini. 

Argumentasi:

American Heart Association merekomendasikan bahwa 25 gram gula per hari merupakan batasan konsumsi gula untuk anak-anak. 25 gram gula tersebut sudah termasuk gula alami maupun tambahan. 

Gula alami terdapat dalam buah-buahan, nasi, serta makanan non-olahan lainnya. Sedangkan yang dimaksud dengan gula tambahan merupakan gula yang biasa ditambahkan saat proses produksi. 

Lebih lanjut yang perlu mendapatkan perhatian adalah jajanan yang mengandung gula dan banyak dijual di toko, terlebih minuman-minumannya. 

Minuman yang dijual di toko mayoritas mengandung gula tambahan yang tinggi.

Contoh minuman yang banyak dikonsumsi oleh anak-anak adalah yoghurt dengan kandungan gula 27 gram, teh kemasan memiliki kandungan gula 25 gram, serta kopi-kopi kemasan dengan gulanya yang mencapai 18 gram.

Pernyataan Ulang Pendapat:

Gambaran di atas merupakan sedikit fakta dari tingginya kadar gula pada satu jenis jajanan. Padahal, anak-anak tidak hanya mengkonsumsi satu jenis makanan saja.

Karena hal itulah, peran orang tua sangat penting dalam memperhatikan makanan yang dikonsumsi anak-anak per harinya.

4. Contoh Teks Editorial di Koran

Contoh Teks Editorial di Koran
contoh teks editorial dan strukturnya

Contoh teks editorial koran banyak ditemukan di kompas, sindo dan lain sebagainya. Teks editorial di koran disebut tajuk rencana. 

Tajuk rencana merupakan artikel utama dalam surat kabar yang berisikan pandangan redaksi terhadap isu yang diterbitkan.

Adapun contoh teks editorial di Koran Kompas yang dimuat 3 Januari 2020 dengan sedikit perubahan bisa dilihat di bawah ini.

Perubahan Iklim dan Kebakaran Lahan 

Kebakaran hutan di Australia telah memusnahkan jutaan hektar lahan. Sudah banyak korban yang tewas dan diperkirakan kebakaran belum akan berakhir dalam waktu dekat.

Tercatat pada tahun 2009, ada 173 orang meninggal di Negara Bagian Victoria akibat kebakaran dan dikenang sebagai masa bencana kebakaran paling mematikan yang pernah terekam. 

Meskipun demikian, pada tahun ini musim kering tercatat sebagai yang paling parah. Cuaca yang begitu kering serta kencangnya hembusan angin menjadikan api menyebar dengan cepat.

Dengan demikian pemadaman menjadi lebih sulit dilakukan. Biro Meteorologi Australia mengumumkan pada Desember 2019, bahwa negara itu mengalami salah satu periode kekeringan terburuk selama beberapa dekade terakhir. 

Gelombang panas pada bulan Desember lalu dengan suhu rata-rata mencapai lebih dari 40 derajat celcius dan memecahkan rekor suhu rata-rata tertinggi nasional.

Adapun kebakaran yang terjadi pada tahun ini telah melenyapkan sekitar 4 juta hektar lahan dan sudah berlangsung selama berminggu-minggu. Salah satu dampaknya adalah ada 17 orang meninggal, termasuk petugas pemadaman. 

Bencana kebakaran diprediksi akan terus berlangsung, mengingat Australia baru memasuki musim panas dan biasanya suhu memuncak lagi pada Januari dan Februari.

Kebakaran lahan serta fenomena cuaca kering yang kian parah membuat suatu kemungkinan menjadi ”normal baru” di masa yang akan datang.

Negara sudah seharusnya tidak menganggap bencana yang terjadi sebagai suatu hal biasa dan rutin. Oleh karena itulah, upaya pencegahan peningkatan suhu permukaan bumi perlu dilakukan. 

Salah satu caranya adalah dengan mengurangi emisi gas rumah kaca dan harus dilakukan bersama-sama oleh semua warga dunia.

Menganalisis Teks Editorial

StrukturKeterangan
Pernyataan Pendapat (Paragraf 1 dan 2)Kebakaran hutan di Australia telah memusnahkan jutaan hektar lahan. Sudah banyak korban yang tewas dan diperkirakan kebakaran belum akan berakhir dalam waktu dekat.

Tercatat pada tahun 2009, ada 173 orang meninggal di Negara Bagian Victoria akibat kebakaran dan dikenang sebagai masa bencana kebakaran paling mematikan yang pernah terekam. 
Argumentasi (Paragraf 3 sampai 8)Meskipun demikian, pada tahun ini musim kering tercatat sebagai yang paling parah. Cuaca yang begitu kering serta kencangnya hembusan angin menjadikan api menyebar dengan cepat.

Dengan demikian pemadaman menjadi lebih sulit dilakukan. Biro Meteorologi Australia mengumumkan pada Desember 2019, bahwa negara itu mengalami salah satu periode kekeringan terburuk selama beberapa dekade terakhir. 

Gelombang panas pada bulan Desember lalu dengan suhu rata-rata mencapai lebih dari 40 derajat celcius dan memecahkan rekor suhu rata-rata tertinggi nasional.

Adapun kebakaran yang terjadi pada tahun ini telah melenyapkan sekitar 4 juta hektar lahan dan sudah berlangsung selama berminggu-minggu. Salah satu dampaknya adalah ada 17 orang meninggal, termasuk petugas pemadaman. 

Bencana kebakaran diprediksi akan terus berlangsung, mengingat Australia baru memasuki musim panas dan biasanya suhu memuncak lagi pada Januari dan Februari.

Kebakaran lahan serta fenomena cuaca kering yang kian parah membuat suatu kemungkinan menjadi ”normal baru” di masa yang akan datang.
Penegasan Ulang (Paragraf 9 dan 10)Negara sudah seharusnya tidak menganggap bencana yang terjadi sebagai suatu hal biasa dan rutin. Oleh karena itulah, upaya pencegahan peningkatan suhu permukaan bumi perlu dilakukan. 

Salah satu caranya adalah dengan mengurangi emisi gas rumah kaca dan harus dilakukan bersama-sama oleh semua warga dunia.

5. Contoh Teks Editorial Terbaru

Contoh Teks Editorial Terbaru
Contoh Teks Editorial Terbaru beserta Strukturnya

Pelayanan Rumah Sakit

Tesis

Masyarakat Indonesia beberapa waktu sebelumnya sudah memberikan pengaduan terkait pelayanan kesehatan. Dari semua aduan yang disampaikan, mayoritas mengadukan tentang pelayanan dokter untuk melayani pasien.

Argumentasi

Berhubungan dengan permasalahan aduan tersebut, sudah selayaknya bagi pemerintah untuk mengutamakan pelayanan dalam bidang kesehatan.

Salah satu solusi yang bisa dikerjakan adalah dengan cara memperbarui dan meningkatkan mutu semua dokter di Indonesia. 

Tujuan dan harapannya adalah agar supaya supaya pelayanan yang semakin meningkat serta turut memberikan kepuasan untuk seluruh kalangan masyarakat.

Total terdapat sekitar 268 kasus dari semua pengaduan yang disampaikan dan semua aduan ini dilaporkan kepada kementerian kesehatan. 

Akan tetapi masih banyak laporan yang belum diterima. Adapun inti dari pengaduan ini adalah kurang puasnya masyarakat terhadap sistem pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit.

Penegasan Ulang

Sampai sekarang masyarakat masih terus berharap akan meningkatnya pelayanan rumah sakit yang ada di negara Indonesia. Tujuannya adalah agar masyarakat merasa nyaman dengan administrasi pelayanan rumah sakit.

6. Contoh Teks Editorial Beserta Analisisnya

Contoh Teks Editorial Beserta Analisisnya
Contoh Teks Editorial dan Analisisnya

Transparansi Data Penerima Bantuan Sosial

Bantuan sosial sering kali menjadi polemik. Ini merupakan salah satu imbas dari kurangnya publikasi penerima Bantuan Sosial.

Agar polemik ini tidak semakin berlanjut perlu kiranya jika data penerima bantuan sosial dibuka kepada publik sebelum disalurkan. 

Tujuannya agar data penerima bantuan sosial dapat diketahui semua orang dan teruji secara publik.

Untuk publikasinya dapat dengan cara online maupun ditempelkan di balai desa/kantor kelurahan. Jika perlu, ditempelkan di rumah rukun tetangga. 

Dengan dipublikasinya data maka akan dapat diketahui mana warga yang layak mendapatkan bantuan dan mana yang tidak. Sehingga transparansi dan akuntabilitas data akan lebih terjamin.

Masyarakat pun akan lebih mudah dalam berpartisipasi mengoreksi data yang salah. Misalnya ketika ada warga miskin tak masuk data dan ada warga mampu yang masuk data. 

Proses pendataan warga miskin layak mendapatkan bantuan sebenarnya dimulai dari bawah.

Usulan tersebut kemudian naik naik ke pemerintah desa/kelurahan, pemerintah kecamatan, pemerintah kabupaten/kota, hingga ke pusat di bawah kementerian terkait atau lembaga negara terkait. 

Nyatanya proses pendataan ini selalu saja memunculkan data-data invalid sehingga bantuan sosial salah sasaran.

Di sisi lain Kementerian Sosial telah menyediakan sistem pencarian data penerima bantuan sosial tunai, yaitu di laman cekbansos.kemensos.go.id. 

Tujuannya agar masyarakat dapat melihat status peserta dengan catatan memiliki nomor induk kependudukan dan nomor kartu keluarga yang bersangkutan.

Masyarakat dapat melihat dengan cara memilih identitas kepesertaan yang diinginkan, memasukkan nomor kepesertaan dari identitas yang dipilih, dan seterusnya. 

Yang menjadi persoalan adalah ketika analisis data yang muncul menunjukkan anomali. Misalnya ada warga punya Kartu Keluarga Sejahtera tapi tak masuk database, penduduk tidak miskin malah masuk data penerima bantuan sosial.

Bias lainnya adalah penduduk yang benar-benar miskin malah tidak masuk dalam database dan tidak ada sistem yang real time untuk mengoreksi. Sehingga dibutuhkan publikasi data sejak di tingkat bawah untuk mencegah kesalahan tersebut.

StrukturKeterangan
Pernyataan Pendapat (Paragraf 1 sampai 4)Bantuan sosial sering kali menjadi polemik. Ini merupakan salah satu imbas dari kurangnya publikasi penerima Bantuan Sosial.
Agar polemik ini tidak semakin berlanjut perlu kiranya jika data penerima bantuan sosial dibuka kepada publik sebelum disalurkan.
Tujuannya agar data penerima bantuan sosial dapat diketahui semua orang dan teruji secara publik.
Untuk publikasinya dapat dengan cara online maupun ditempelkan di balai desa/kantor kelurahan. Jika perlu, ditempelkan di rumah rukun tetangga.
Argumentasi (Paragraf 5 sampai 9)Dengan dipublikasinya data maka akan dapat diketahui mana warga yang layak mendapatkan bantuan dan mana yang tidak. Sehingga transparansi dan akuntabilitas data akan lebih terjamin.
Masyarakat pun akan lebih mudah dalam berpartisipasi mengoreksi data yang salah. Misalnya ketika ada warga miskin tak masuk data dan ada warga mampu yang masuk data.
Proses pendataan warga miskin layak mendapatkan bantuan sebenarnya dimulai dari bawah.
Usulan tersebut kemudian naik naik ke pemerintah desa/kelurahan, pemerintah kecamatan, pemerintah kabupaten/kota, hingga ke pusat di bawah kementerian terkait atau lembaga negara terkait.
Nyatanya proses pendataan ini selalu saja memunculkan data-data invalid sehingga bantuan sosial salah sasaran.
Penegasan Ulang (Paragraf 10 sampai 14)Di sisi lain Kementerian Sosial telah menyediakan sistem pencarian data penerima bantuan sosial tunai, yaitu di laman cekbansos.kemensos.go.id.
Tujuannya agar masyarakat dapat melihat status peserta dengan catatan memiliki nomor induk kependudukan dan nomor kartu keluarga yang bersangkutan.
Masyarakat dapat melihat dengan cara memilih identitas kepesertaan yang diinginkan, memasukkan nomor kepesertaan dari identitas yang dipilih, dan seterusnya.
Yang menjadi persoalan adalah ketika analisis data yang muncul menunjukkan anomali. Misalnya ada warga punya Kartu Keluarga Sejahtera tapi tak masuk database, penduduk tidak miskin malah masuk data penerima bantuan sosial.
Bias lainnya adalah penduduk yang benar-benar miskin malah tidak masuk dalam database dan tidak ada sistem yang real time untuk mengoreksi.
Sehingga dibutuhkan publikasi data sejak di tingkat bawah untuk mencegah kesalahan tersebut.

7. Contoh Teks Editorial tentang Lingkungan

 

Contoh Teks Editorial tentang Lingkungan
Contoh Teks Editorial Lingkungan

Kebersihan di Lingkungan Rumah

Tesis

Membicarakan soal lingkungan berarti membahas tentang segala sesuatu yang berada disekitar makhluk hidup dan merupakan tempat tinggal bagi seluruh makhluk hidup. Hal ini menjadikan sebuah kewajiban bagi manusia untuk melestarikan lingkungan.

Dalam menjaga kelestarian lingkungan bisa dimulai dari hal terkecil, yakni menjaga kebersihan di lingkungan keluarga. Semua anggota keluarga harus menjaga kebersihan rumahnya agar nyaman digunakan.

Argumentasi

Menjaga kebersihan lingkungan rumah merupakan hal yang mudah dilakukan tetapi cukup sulit dikerjakan.

Padahal jika lingkungan di rumah terjaga kebersihannya, maka akan tercipta kehidupan yang aman, sejuk, dan sehat.

Dengan menjaga kebersihan di lingkungan rumah masing-masing maka akan tercipta sebuah desa yang bersih dan mampu menjadi desa unggulan dalam menjaga lingkungan.

Agar tercipta sebuah lingkungan keluarga yang bersih dan nyaman, maka dari itu diperlukan langkah-langkah untuk menjaga lingkungan rumah, seperti: membuat aturan tentang kebersihan dan kelestarian lingkungan rumah, menyediakan tempat sampah dan juga terdapat pengolahan sampah agar memiliki nilai manfaat yang lebih.

Selain itu perlu juga penekanan budaya membuang sampah pada tempatnya, penghematan energi, melakukan kegiatan pemilahan sampah.

Penegasan ulang

Dengan melakukan kegiatan menjaga kebersihan lingkungan rumah akan membuat rumah tampak bersih, sejuk, indah dan nyaman ditempati.

Hal ini karena secara keseluruhan, kebersihan rumah menjadi tanggung jawab bersama, bukan tanggung jawab orang tua, anak, apalagi pembantu semata.

Jika kesadaran menjaga kebersihan lingkungan rumah ini dibangun sejak dini maka diharapkan generasi selanjutnya akan menjadi anak-anak yang cerdas, bermutu, berwawasan lingkungan, dan mampu menerapkan sikap cinta dan peduli lingkungan baik di rumah, sekolah maupun masyarakat.

8. Contoh Teks Editorial tentang Pendidikan

Contoh Teks Editorial Tentang Pendidikan
Contoh Gambar Teks Editorial Pendidikan

Di masa sekarang, pendidikan kembali menjadi sorotan. Banyak teks editorial tentang pendidikan dengan tema perubahan kurikulum, perubahan sistem pendidikan online, hingga banyaknya orang-orang berpendidikan tinggi banyak yang terjerat korupsi. Sehingga kita dapat menemukan berbagai contoh teks editorial tema pendidikan. 

Berikut ini terdapat judul contoh teks editorial tentang pendidikan beserta strukturnya dengan judul pendidikan hanya menghasilkan orang pintar bukan orang terdidik. 

Tesis

Pada era sekarang, marak terjadi tindak pidana suap, korupsi dan sebagainya. Mirisnya para pelaku tersebut mayoritas merupakan orang-orang yang mengenyam pendidikan yang cukup tinggi. Mereka merupakan orang-orang bergelar sarjana serta lulusan universitas ternama.

Melihat fenomena yang terjadi maka ada yang salah dengan pola pendidikan formal kita. Sehingga pola pendidikan ini memerlukan pengkajian ulang.

Argumentasi

Tidak bisa dipungkiri jika format pendidikan formal sekarang hanya mengajarkan tentang ilmu dunia. Akibatnya pendidikan hanya menghasilkan orang pintar bukan orang terdidik dan tidak mempunyai budi pekerti yang baik.

Imbasnya adalah mereka menjadi menjadi orang yang jahat, maling, serta menindas kaum yang lemah.

Padahal orang-orang tersebut seharusnya menjadi penolong dan pemimpin yang yang bermanfaat bagi banyak orang, bukan hanya segolongan.

Banyak kita temukan di media jika orang-orang yang tertangkap kasus korupsi dan penyuapan merupakan orang terhormat di negeri ini.

Bahkan banyak juga yang mengaku beragama dan berpendidikan tinggi tetapi tidak mencerminkan pendidikan dan agamanya.

Mirisnya mereka yang tertangkap tetap terlihat tenang dan tersenyum lebar seolah mereka tidak bersalah dan menyukai perbuatannya.

Apakah mereka tidak pernah tahu dan belajar bahwa memakan uang yang bukan haknya itu merupakan perbuatan tercela, berdosa dan haram hukumnya.

Atau memang mereka sudah tidak memiliki akal sehat dan terputus urat malunya?

Penegasan Ulang

Oleh karena itu, sistem pendidikan formal saat ini harus segera dievaluasi kembali. Agar hasil dari pendidikan tidak hanya menciptakan orang-orang yang gemar mencari uang, tapi juga mempunyai akhlak yang baik.

9. Contoh Teks Editorial tentang Lingkungan Sekolah

Contoh Teks Editorial tentang Lingkungan Sekolah
Contoh Teks Editorial tentang Peraturan Membuang Sampah di Lingkungan Sekolah

Kebersihan Lingkungan di Sekolah

Yang dimaksud dengan lingkungan adalah suatu tempat yang berada di luar. Atau bisa diartikan juga sebagai suatu tempat yang berada disekitar makhluk hidup.

Lingkungan menjadi tempat tinggal, tumbuh dan melakukan segala aktivitas serta kegiatan bagi makhluk hidup.

Maka dari itu, melestarikan lingkungan merupakan hal yang mutlak dan harus dilakukan bagi setiap orang dan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata.

Peran dalam menjaga, melestarikan dan menyelamatkan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu setiap orang memiliki peran masing-masing sesuai dengan kemampuan dan kapasitasnya.

Sebagai contoh berbagi peran adalah menjaga kebersihan di lingkungan sekolah. Menjaga serta merawat lingkungan sekolah merupakan tanggung jawab bersama, baik itu buat siswa, guru bahkan kepala sekolah.

Dengan menjaga kebersihan di sekolah akan tercipta lingkungan yang sehat dan nyaman. Hal ini karena menjaga kebersihan di Sekolah merupakan sesuatu yang penting.

Jika lingkungannya bersih maka akan mendorong siswa untuk belajar dengan semangat dan sungguh-sungguh. Bayangkan jika lingkungan belajar tidak bersih, maka dapat dipastikan setiap orang tidak akan merasa nyaman.

Untuk menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dan nyaman bukanlah perkara mudah. Butuhkan peraturan atau tata tertib guna menjaga dan mendisiplinkan warga Sekolah dalam menjaga dan merawatnya.

Disamping itu perlu dibuatkan perlombaan kebersihan kelas. Dengan demikian siswa akan lebih terdorong dan rajin dalam melaksanakan kegiatan seperti piket kebersihan dan lain sebagainya.

Selain itu, sekolah akan lebih bagus dan menarik jika membuat kegiatan berupa Sekolah peduli dan berbudaya. Contohnya seperti membuat kegiatan penghematan daya atau energi, belajar membuat pupuk kompos.

Sekolah bisa membuat kegiatan berupa belajar mengelompokan dan mengolah sampah serta melakukan kegiatan yang berhubungan dengan pelestarian lingkungan.

Dengan berbagai macam kegiatan, diharapkan para Siswa akan semakin sadar betapa pentingnya merawat serta menjaga lingkungan. 

Hal ini menunjukkan jika lingkungan sekolah merupakan tanggung jawab semua pihak yang ada di dalam lingkungan sekolah.

Analisis Teks Editorial

StrukturKeterangan
Pernyataan Pendapat (Paragraf 1 sampai 5)Yang dimaksud dengan lingkungan adalah suatu tempat yang berada di luar. Atau bisa diartikan juga sebagai suatu tempat yang berada disekitar makhluk hidup.

Lingkungan menjadi tempat tinggal, tumbuh dan melakukan segala aktivitas serta kegiatan bagi makhluk hidup.

Maka dari itu, melestarikan lingkungan merupakan hal yang mutlak dan harus dilakukan bagi setiap orang dan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata.

Peran dalam menjaga, melestarikan dan menyelamatkan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu setiap orang memiliki peran masing-masing sesuai dengan kemampuan dan kapasitasnya.

Sebagai contoh berbagi peran adalah menjaga kebersihan di lingkungan sekolah. Menjaga serta merawat lingkungan sekolah merupakan tanggung jawab bersama, baik itu buat siswa, guru bahkan kepala sekolah.
Argumentasi (Paragraf 6 sampai 11)Dengan menjaga kebersihan di sekolah akan tercipta lingkungan yang sehat dan nyaman. Hal ini karena menjaga kebersihan di Sekolah merupakan sesuatu yang penting.

Jika lingkungannya bersih maka akan mendorong siswa untuk belajar dengan semangat dan sungguh-sungguh. Bayangkan jika lingkungan belajar tidak bersih, maka dapat dipastikan setiap orang tidak akan merasa nyaman.

Untuk menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dan nyaman bukanlah perkara mudah. Butuhkan peraturan atau tata tertib guna menjaga dan mendisiplinkan warga Sekolah dalam menjaga dan merawatnya.

Disamping itu perlu dibuatkan perlombaan kebersihan kelas. Dengan demikian siswa akan lebih terdorong dan rajin dalam melaksanakan kegiatan seperti piket kebersihan dan lain sebagainya.

Selain itu, sekolah akan lebih bagus dan menarik jika membuat kegiatan berupa Sekolah peduli dan berbudaya. Contohnya seperti membuat kegiatan penghematan daya atau energi, belajar membuat pupuk kompos.

Sekolah bisa membuat kegiatan berupa belajar mengelompokan dan mengolah sampah serta melakukan kegiatan yang berhubungan dengan pelestarian lingkungan.
Penegasan Ulang (Paragraf 12 dan 13)Dengan berbagai macam kegiatan, diharapkan para Siswa akan semakin sadar betapa pentingnya merawat serta menjaga lingkungan. 

Hal ini menunjukkan jika lingkungan sekolah merupakan tanggung jawab semua pihak yang ada di dalam lingkungan sekolah.

10. Contoh Teks Editorial tentang Politik

Contoh Teks Editorial tentang Politik

Baliho Politik di tengah Pandemi

Pernyataan Pendapat (Tesis)

Tahun 2024 masih cukup lama, tetapi dimana-mana sudah nampak baliho bakal calon presiden kita. Setiap bakal calon pasti telah menyiapkan strategi untuk meyakinkan masyarakat. Salah satunya dengan membuat visi misi.

Mereka ingin membuktikan jika memang pantas dipilih Agar pada waktunya nanti mereka dapat terpilih sebagai kandidat kuat calon presiden RI. 

Argumentasi

Memang tidak salah jika para kandidat tersebut mulai mempublikasikan dirinya. Tujuannya agar masyarakat secara luas bisa lebih mengenalnya. Akan tetapi publikasi yang terlalu dini di saat bangsa ini sedang melawan pandemi terasa begitu miris.

Belum lagi baliho-baliho yang dipasang hanya monoton dan begitu-begitu saja. Tidak ada hal penting yang disampaikan kepada masyarakat selain foto dan namanya saja.

Sehingga pemasangan ini menuai tudingan keras di tengah masyarakat dan dianggap menyalahi hati nurani.

menurut Cahyo Seftyono, salah satu pengamat politik Universitas Negeri Semarang mengatakan jika dilihat dari strategi politik maka kampanye dengan menggunakan baliho sejatinya sah-sah saja.

Hanya saja akan lebih elegan jika baliho tersebut didesain lebih edukatif dan inovatif, sehingga akan lebih mengena di masyarakat.

Jika baliho didesain lebih menarik, bukan hanya asal tampil maka akan lebih berpotensi untuk dipilih para politisi dan mereka yang ada dibalik layar.

Lebih lanjut Cahyo pun mengungkapkan jika tujuan pemasangan baliho tersebut untuk mendongkrak popularitas mereka di pilpres 2024.

Jika strategi yang digunakan hanya asal tampil saja maka bukan tidak mungkin jika masyarakat akan menjadi antipati terhadap politik. Apalagi di tengah pandemi yang sedang terjadi ini.

Penegasan Ulang

Oleh sebab itu alangkah baiknya jika mereka baik itu instruksi atau pun inisiatif sendiri sebaiknya lebih berfokus pada kesehatan bangsa. Sama-sama bertujuan membantu penanganan pandemi ini. Bukan hanya sekedar mensukseskan diri sendiri agar menang di pilpres 2024 nanti.

Cara Membuat Teks Editorial

Contoh Teks Editorial Cara Membuat Teks Editorial
cara membuat teks editorial

Berikut langkah-langkah dalam menulis teks editorial adalah

1. Menentukan Topik Pembahasan

Topik pembahasan contoh teks editorial yang perlu dibahas adalah isu yang aktual, menarik, dan menjadi sorotan oleh masyarakat.

Pembaca akan lebih menyukai topik terkini dan terhangat karena selalu ingin topik yang terbaru. Maka dari itu kalian perlu melakukan kajian atau riset topik terlebih dahulu.

Untuk bisa mendapatkan topik pembahasan contoh teks editorial, kalian bisa mencari ide melalui TV, koran, maupun internet.

2. Mengumpulkan Bahan

Setelah mendapatkan topik contoh teks editorial, kalian perlu mengumpulkan data berupa bahan-bahan serta referensi yang mendukung pembahasan.

Meskipun bersifat subjektif, tetapi opini yang dibuat harus tetap berdasarkan data dan fakta yang relevan.

Untuk mengumpulkan data, kalian bisa mencari referensinya melalui studi kepustakaan , wawancara, maupun mencari di inernet. Dengan catatan berdasarkan sumber yang kredibel atau terpercaya.

Disamping itu, kalian juga perlu mencari data berdasarkan pelaporan objektif dan melakukan penelitian terkait topik yang dibahas nantinya.

3. Membuat Kerangka Teks Editorial

Setelah semua bahan terkumpul, kalian perlu membuat outline atau kerangka karangan contoh teks editorial. Dalam membuat kerangka karangan ini tidak boleh terlepas dari struktur teks editorial.

Yang terpenting di dalam membuat kerangka karangan teks editorial adalah menulis poin-poin penting tentang permasalahan yang ingin dibahas nantinya.

Agar lebih mudah dalam membuat kerangka karangan, kalian perlu membuat pertanyaan sebagai berikut:

Bagian Pernyataan Pendapat (Tesis)

  • Bagaimana sikap kita terhadap permasalahan tersebut? (pro, kontra, atau netral)
  • Bagaimana gambaran umum dari permasalahan tersebut?

Bagian Argumentasi

  • Bagaimana pendapat kita tentang permasalahan tersebut?
  • Apa saja fakta-fakta yang ada?
  • Bagaimana solusi yang ingin kita sampaikan?

Bagian Pernyataan Ulang Pendapat

  • Bagaimana pernyataan kita terhadap permasalahan tersebut? (penegasan ulang sikap)
  • Bagaimana simpulan dari pembahasan tersebut?

4. Mengembangkan Kerangka Tulisan

Setelah outline terbentuk, langkah selanjutnya adalah mengembangkan kerangka karangan contoh teks editorial tersebut.

Di dalam membuat teks editorial, kalian perlu membuat pernyataan atau argumen yang menarik serta komunikatif agar pembaca dapat memahami apa yang ingin kalian sampaikan.

Selain itu, dalam membuat contoh teks editorial, kalian harus memperhatikan bahasa, fakta-fakta dan pendapat yang dikemukakan. Apakah pendapat tersebut sudah tepat atau belum bagi pembaca.

Di dalam memberikan pendapat, kalian perlu menyatakan ide atau pendapat penulis sendiri secara jelas dan menyajikannya dengan penjelasan yang menarik.

Disamping itu juga kalian perlu menjelaskan masalah secara objektif seperti saat seorang reporter melaporkan suatu kejadian. Jangan lupa untuk menambahkan penjelasan penekanan mengapa situasi ini penting untuk disampaikan.

Nah, ketika ada kutipan dan argumen seseorang yang belum jelas kebenarannya, kalian harus memberikan sudut pandang yang berlawanan.

Untuk memberikan sudut pandang yang berlawanan atau sanggahan, kalian perlu mengembangkan tulisan dengan menggunakan fakta, detail, angka, dan kutipan.

Hal penting lainnya di dalam mengembangkan contoh teks editorial adalah memberikan poin oposisi. 

Di dalam menulis contoh teks editorial, kalian juga perlu memiliki beberapa poin bagus yang dapat diakui. Tujuannya agar artikel yang sedang ditulis terlihat rasional.

Kalian juga perlu untuk mengulangi frase kunci untuk memperkuat ide ke dalam pikiran pembaca. Hal yang tidak kalah pentingnya adalah adanya solusi yang realistis untuk masalah yang melampaui pengetahuan umum.

Kalian perlu juga untuk mendorong pemikiran kritis dan reaksi proaktif para pembaca dengan bumbu sebuah penutup yang menyatakan kembali mengenai pendapat kalian sebagai penulis.

Untuk lebih mudahnya, simak contoh teks editorial di bawah.

5. Memberi Judul

Jika teks editorial sudah selesai dibuat, tahap selanjutnya adalah memberikan judul yang sesuai dengan pembahasan.

Mengapa judul ini letaknya dibelakang? Hal ini karena judul itu menyesuaikan terhadap isi dari pembahasan, bukan isi pembahasan yang harus menyesuaikan judul. 

Kemudian dari segi revisi, akan lebih mudah merevisi judul daripada merevisi pembahasan. Merevisi judul hanya menyesuaikan pembahasan, tetapi jika merevisi pembahasan artinya adalah membuat ulang.

Di dalam membuat judul, kalian harus membuat dengan bahasa yang singkat dan semenarik mungkin agar dapat mengundang rasa penasaran dari para pembaca.

kalian perlu mengingat bahwa pembaca akan melihat judul terlebih dahulu baru membaca isinya. Jadi jangan sampai membuat judul yang terlihat membosankan.

6. Menyunting Teks

Setelah teks editorial selesai dibuat, jangan lupa untuk dibaca ulang mulai dari awal sampai akhir. Cermati dan perhatikan tiap paragraf, kalimat, serta ejaannya.

Disamping itu perhatikan juga penggunaan kata baku dan kalimat yang efektif agar mudah dipahami oleh pembaca.

Dalam membaca ulang contoh teks editorial, jika kalian menemukan suatu kesalahan maka langsung perbaiki kesalahan tersebut.

Dengan mengikuti langkah-langkah penyusunan di atas, maka kalian akan lebih mudah membuat contoh teks editorial. Ingat, jangan membolak balikkan langkahnya, agar penyusunannya dapat berjalan lancar.

Jika kalian masih kebingungan, atau ingin memberikan masukan, kritikan maupun yang lainnya, silahkan saja sampaikan pada kolom komentar. Sekian dan semoga bermanfaat.

Leave a Reply