Contoh Teks Editorial

Ketika teman-teman membaca sebuah surat kabar, pernahkah teman-teman menemukan kolom tajuk rencana atau teks editorial? Contoh teks editorial tentang kenaikan BBM misalnya.

Lantas apa sebenarnya fungsi dari teks editorial?

Secara singkat, teks editorial adalah teks atau artikel yang berisikan fakta, pendapat, maupun pandangan redaksi pemberitaan mengenai peristiwa yang terjadi di sekitarnya. Editorial seringkali dituliskan dengan tajuk rencana.

Teman-teman bisa menemukan contoh teks tersebut pada surat kabar, baik itu koran, majalah, berita elektronik maupun yang lainnya.

Editorial di dalam surat kabar sendiri berisikan pendapat atau opini dari pemimpin redaksi dengan tujuan untuk mengajak pembaca agar ikut berpikir mengenai isu yang sedang berkembang atau yang terjadi di sekitarnya.

Perlu teman-teman ketahui juga jika Editorial sendiri hampir sama dengan teks eksposisi. Hanya saja yang menjadi perbedaan adalah di dalam teks eksposisi tidak memiliki tujuan untuk mempenaruhi pembaca. Contoh teks eksposisi pendidikan misalnya.

Dari penjelasan singkat tersebut kira-kira teman-teman sudah punya gambaran belum? Kalau teman-teman masih bingung, yuk simak pengertian dan penjelasan, beserta contoh teks editorial berikut ini.

Pengertian Teks Editorial

Contoh Teks editorial Pengertian Teks Editorial
Pengertian Contoh Teks Editorial

Buat teman-teman yang masih penasaran dengan contoh teks editorial, teman-teman perlu mengetahui pengertiannya terlebih dahulu.

Teks editorial adalah suatu pendapat atau pandangan redaksi di dalam surat kabar terhadap suatu peristiwa yang aktual atau sedang menjadi perbincangan hangat pada saat diterbitkan. 

Contoh Teks editorial sendiri pada umumnya akan muncul secara rutin pada surat kabar atau majalah dengan mengangkat isu atau masalah yang aktual.

Isu tersebut bisa berupa politik, sosial, ekonomi, maupun permasalahan yang berkaitan dengan politik. Contoh teks editorial yang diangkat bisa berupa kenaikan bbm, reshuffle kabinet, kebijakan impor dll. 

Pendapat atau opini yang dibuat oleh tim redaksi dari Media terhadap isu aktual di masyarakat dianggap sebagai pandangan resmi suatu penerbit atau media.

Walaupun sebuah pendapat atau opini, akan tetapi penulisan tajuk rencana atau editorial tidak bisa dipandang sebelah mata. Harus ada bukti, fakta serta argumentasi yang logis di dalam penulisannya.

Tujuan Teks Editorial

Contoh Teks editorial Tujuan Teks Editorial
Tujuan Contoh Teks Editorial

Setelah teman-teman mengetahui pengertian editorial, teman-teman perlu juga mengetahui tujuan dari editorial itu sendiri.

Adapun tujuan teks editorial adalah untuk mengajak pembaca agar ikut memikirkan tentang isu aktual yang sedang hangat dibicarakan maupun yang sedang terjadi disekitar kita.

Selain itu juga editorial memiliki tujuan untuk menyampaikan pandangan atau opini redaksi terhadap isu yang sedang terjadi kepada pembaca.

Bukan mengajak pembaca untuk mengamini pendapat kita seperti dalam contoh teks persuasif tentang kesehatan.

Dengan mengetahui tujuan tersebut, maka ketika teman-teman membuat contoh teks editorial harus sesuai dengan tujuan yang sudah disebutkan di atas.

Ciri Ciri Teks Editorial

Contoh Teks editorial Ciri Ciri Teks Editorial
Ciri Ciri Contoh Teks Editorial

Di dalam membuat contoh teks editorial, teman-teman perlu melihat juga bagaimana ciri-ciri editorial.

Adapun ciri-ciri teks editorial adalah sebagai berikut.

1. Topik yang diangkat sedang berkembang serta dibicarakan oleh banyak orang atau hangat, bersifat aktual dan faktual.

2. Bersifat sistematis dan logis.

3. Merupakan suatu pendapat atau opini yang bersifat argumentative.

4. Menarik untuk dibaca karena ditulis dengan bentuk yang singkat, padat dan jelas.

5. Bersifat analisis.

6. Pemaparan dimulai dari fakta umum kemudian disusul dengan pemaparan pendapat.

Selain tajuk rencana, teman-teman perlu juga membaca contoh teks prosedur kompleks.

Struktur Teks Editorial

Contoh Teks editorial Struktur Teks Editorial
Struktur Contoh Teks Editorial

Adapun struktur teks editorial adalah sebagai berikut:

1. Pernyataan pendapat (tesis)

Struktur teks editorial yang pertama adalah tesis atau pernyataan pendapat. Pada bagian tesis ini, penulis menguunakan sudut pandangnya untuk membahas masalah yang akan dibahas.

Penyusunan tesis atau pernyataan pendapat pada umumnya berdasarkan sebuah teori yang akan diperkuat oleh argumen nantinya.

2. Argumentasi

Setelah pemaparan tesis atau pernyataan pendapat, bagian berikutnya yang harus ada adalah argumentasi. 

Argumentasi sendiri berfungsi sebagai bukti atau alasan untuk memperkuat pernyataan pendapat di dalam tesis 

Untuk membuat suatu argumentasi di dalam struktur teks editorial dibutuhkan dapat berupa pertanyaan umum/data hasil penelitian, pernyataan para ahli, maupun fakta-fakta berdasarkan referensi yang bisa dipercaya.

Di dalam membuat argumentasi, teman-teman bisa memanfaatkan teknik menulis teks eksplanasi. Mengapa harus menggunakan teks eksplanasi?

Hal in karena di dalam teks eksplanasi teman-teman dapat menjawab sebab akibat mengapa peristiwa tersebut dapat terjadi. Misalnya teman-teman akan menulis editorial tentang banjir.

Maka teman-teman dapat membangun argumen dengan menjelaskan penyebab dan akibat banjir. Hanya saja teman-teman tidak perlu menjelaskan secara detail seperti membuat contoh teks eksplanasi banjir.

Cukup ambil deretan penjelas atau sebab akibat dalam teks eksplanasi.

3. Pernyataan/Penegasan ulang pendapat (Reiteration)

Bagian ketiga dari struktur teks editorial adalah pernyataan atau penegasan ulang pendapat atau disebut dengan reiteration.

Pada bagian reiteratoin ini, penegasan ulang pendapat harus didukung oleh fakta-fakta masalah yang ada pada bagian argumentasi.

Fungsi penegasan ulang pendapat adalah untuk memperkuat argumentasi yang sudah dibuat. Adapun penegasan ulang ini berada di bagian akhir teks.

Kaidah Kebahasaan Teks Editorial

Contoh Teks editorial Kaidah Kebahasaan Teks Editorial
Kaidah Kebahasaan Teks Editorial

Setelah teman-teman mengetahui struktur teks editorial, teman-teman juga perlu mengetahui bagaimana kaidah kebahasaan teks editorial.

Berikut ini adalah kaidah kebahasaan teks editorial:

1. Adverbia

Kaidah kebahasaan yang pertama adalah adverbia. Adverbia adalah kata keterangan yang terdapat di dalam teks editorial. 

Tujuan menggunakan adverbia adalah untuk membuat pembaca meyakini terhadap teks yang dibahas.

Di dalam teks editorial, adverbia yang sering digunakan adalah adverbia frekuentatif. Kata yang digunakan dalam adverbia seperti contoh kata-kata selalu, biasanya, sering, kadang-kadang, jarang, sebagian besar waktu.

2. Konjungsi

Yang dimaksud dengan konjungsi adalah kata penghubung pada teks. Konjungsi sendiri banyak ditemukan antarkalimat. Contohnya seperti bahkan, malahan, dan sesungguhnya. 

3. Verba material

Yang disebut dengan verba material adalah verba atau kata kerja yang menunjukan perbuatan fisik atau peristiwa. Contohnya seperti membaca, menulis, dan memukul.

4. Verba relasional

Verba relasional merupakan verba atau kata kerja yang menyatakan hubungan intensitas (Pengertian A adalah C) dan milik (mengandung pengertian A memiliki C).

5. Verba mental

Verba mental merupakan verba atau kata kerja yang menunjukan persepsi (melihat, dan lainnya), afeksi (khawatir dan lainnya), dan kognisi (mengerti dan lainnya). Pada verba mental ini, penghindra dan fenomena turut berperan di dalamnya.

Macam-macam Teks Editorial

Contoh Teks editorial Macam-macam Teks Editorial
Macam-macam Teks Editorial

Setelah teman-teman mengetahui kaidah kebahasaan teks editorial, teman-teman juga perlu mengetahui bagaimana macam-macam atau jenis-jenis teks editorial.

Berikut ini jenis-jenis teks editorial yang perlu teman-teman ketahui.

1. Interpretative editorial

Interpretative editorial atau teks editorial penerjemahan adalah teks editorial yang bertujuan untuk menjelaskan isu dengan menyajikan fakta serta figur untuk memberikan pengetahuan.

2. Controversial editorial

Controversial editorial atau teks editorial kontroversi adalah teks editorial yang bertujuan untuk membuat pembaca percaya terhadap suatu isu atau untuk meyakinkan pembaca pada suatu isu yang berkembang.

Di dalam jenis editorial ini umumnya pendapat yang berlawanan akan digambarkan lebih buruk.

3. Explanatory editorial

explanatory editorial atau teks editorial penjelasan adalah jenis teks yang menyajikan masalah atau suatu isu agar dinilai oleh pembaca. 

Umumnya, teks editorial jenis ini memiliki tujuan untuk mengidentifikasi suatu masalah dan membuka mata masyarakat untuk memperhatikan suatu isu.

Langkah Penyusunan Teks Editorial

Contoh Teks editorial Langkah Penyusunan Teks Editorial
Langkah Penyusunan Teks Editorial

Dalam membuat contoh teks editorial, teman-teman perlu mengetahui langkah-langkah penyusunan teks editorial terlebih dahulu.

Berikut ini langkah-langkah penyusunan atau cara membuat teks editorial:

1. Menentukan Topik Pembahasan

Langkah pertama yang harus teman-teman lalui adalah menentukan topik pembahasan contoh teks editorial.

Topik pembahasan contoh teks editorial yang perlu dibahas disini adalah isu yang aktual, menarik, dan juga menjadi sorotan oleh masyarakat sehingga menjadi penting untuk dibahas.

Pembaca akan lebih menyukai topik terkini dan terhangat karena pembaca selalu ingin topik yang terbaru. Maka dari itu teman-teman perlu melakukan kajian atau riset topik terlebih dahulu.

Untuk bisa mendapatkan topik pembahasan contoh teks editorial, teman-teman bisa mencari ide melalui TV, koran, maupun internet.

2. Mengumpulkan Bahan

Setelah teman-teman mendapatkan topik pembahasan contoh teks editorial, teman-teman perlu mengumpulkan data berupa bahan-bahan atau referensi yang mendukung terhadap topik yang dibahas.

Meskipun sifat dari teks editorial adalah subjektif serta sebuah opini, tetapi harus tetap berdasarkan data dan fakta yang relevan untuk memperkuat opini yang sudah teman-teman buat.

Untuk mengumpulkan data yang ada, teman-teman bisa mencari referensinya melalui studi kepustakaan , wawancara, ataupun mencari informasi pendukung yang relevan melalui internet dengan catatan berdasarkan sumber yang kredibel atau terpercaya.

Selain itu juga teman-teman perlu mencari data berdasarkan pelaporan objektif dan melakukan penelitian terkait topik yang akan dibahas nantinya.

3. Membuat Kerangka Teks Editorial

Setelah semua bahan terkumpul, teman-teman jangan terburu-buru untuk membuat contoh teks editorial. 

Akan tetapi teman-teman perlu membuat outline atau kerangka karangan teks editorial. Dalam membuat kerangka karangan ini tidak boleh terlepas dari struktur teks editorial yang sudah disebutkan di atas.

Yang terpenting di dalam membuat kerangka karangan teks editorial adalh teman-teman perlu menulis poin-poin penting tentang permasalahan yang ingin dibahas nantinya.

Agar teman-teman lebih mudah dalam membuat kerangka karangan, teman-teman perlu juga membuat pertanyaan sebagai berikut:

Bagian Pernyataan Pendapat (Tesis)

a. Bagaimana sikap kita terhadap permasalahan tersebut? (pro, kontra, atau netral)

b. Bagaimana gambaran umum dari permasalahan tersebut?

Bagian Argumentasi

a. Bagaimana pendapat kita tentang permasalahan tersebut?

b. Apa saja fakta-fakta yang ada?

c. Bagaimana solusi yang ingin kita sampaikan?

Bagian Pernyataan Ulang Pendapat

a. Bagaimana pernyataan kita terhadap permasalahan tersebut? (penegasan ulang sikap)

b. Bagaimana simpulan dari pembahasan tersebut?

4. Mengembangkan Kerangka Tulisan

Setelah outline atau kerangka karangan teks editorial terbentuk, langkah selanjutnya adalah teman-teman tinggal mengembangkan kerangka karangan contoh teks editorial tersebut.

Di dalam membuat teks editorial, teman-teman perlu juga untuk membuat pernyataan atau argumen yang menarik serta komunikatif agar pembaca dapat memahami apa yang sedang ingin kita sampaikan.

Selain itu juga, di dalam membuat contoh teks editorial, teman-teman juga harus memperhatikan bahasa, fakta-fakta dan pendapat yang dikemukakan apakah sudah tepat atau belum bagi pembaca.

Selanjutnya di dalam memberikan pendapat, teman-teman juga perlu menyatakan ide atau pendapat penulis sendiri secara jelas dan menyajikannya dengan penjelasan yang menarik.

Disamping itu juga teman-teman perlu menjelaskan masalah secara objektif seperti saat seorang reporter melaporkan suatu kejadian. Disamping itu juga teman-teman perlu menekankan mengapa situasi ini penting untuk disampaikan.

Kemudian yang perlu teman-teman lakukan lainnya adalah ketika ada kutipan dan argumen seseorang yang belum jelas kebenarannya, teman-teman harus memberikan sudut pandang yang berlawanan.

Dalam memberikan sudut pandang yang berlawanan atau sanggahan, teman-teman perlu mengembangkan tulisan dengan menggunakan fakta, detail, angka, dan kutipan.

Hal penting lainnya di dalam mengembangkan contoh teks editorial adalah teman-teman perlu memberikan poin oposisi. 

Di dalam menulis contoh teks editorial, teman-teman perlu memiliki beberapa poin bagus yang dapat  diakui agar artikel yang sedang ditulis terlihat rasional.

Teman-teman perlu juga untuk mengulangi frase kunci untuk memperkuat ide ke dalam pikiran pembaca. Hal yang tidak kalah pentingnya adalah adanya solusi solusi yang realistis untuk masalah yang melampaui pengetahuan umum.

Teman-teman perlu juga untuk mendorong pemikiran kritis dan reaksi proaktif para pembaca dengan bumbu sebuah penutup yang menyatakan kembali mengenai pendapat teman-teman sebagai penulis.

Untuk lebih mudahnya, teman-teman bisa melihat contoh teks editorial di bawah.

5. Memberi Judul

Jika teks editorial yang teman-teman buat sudah selesai, tahap selanjutnya adalah memberikan judul yang sesuai dengan pembahasan.

Mengapa judul ini letaknya dibelakang? Hal ini karena judul itu menyesuaikan terhadap isi dari pembahasan, bukan isi pembahasan yang harus menyesuaikan judul. 

Kemudian dari segi revisi, akan lebih mudah merevisi judul daripada merevisi pembahasan. Merevisi judul hanya menyesuaikan pembahasan, tetapi jika merevisi pembahasan artinya adalah membuat ulang.

Di dalam membuat judul, teman-teman harus membuat dengan bahasa yang singkat dan semenarik mungkin agar dapat mengundang rasa penasaran dari para pembaca.

Teman-teman perlu mengingat bahwa pembaca akan melihat judul terlebih dahulu baru membaca isinya. Jadi teman-teman jangan sampai membuat judul yang terlihat membosankan.

6. Menyunting Teks

Setelah teks editorial selesai dibuat, jangan lupa untuk dibaca ulang mulai dari awal sampai akhir. 

Teman-teman perlu mencermati dan memperhatikan tiap paragraf, kalimat, serta ejaannya. Disamping itu juga teman-teman  juga perlu memperhatikan penggunaan kata baku dan kalimat yang efektif agar mudah dipahami oleh pembaca.

Dalam membaca ulang contoh teks editorial, jika teman-teman menemukan suatu kesalahan maka langsung perbaiki kesalahan tersebut.

Dengan mengikuti langkah-langkah penyusunan di atas, maka teman-teman akan dengan mudah membuat contoh teks editorial. Teman-teman jangan membolak balikkan langkahnya, agar penyusunan editorial dapat berjalan lancar.

Contoh Teks Editorial Singkat

Contoh Teks Editorial Singkat
Contoh Teks Editorial Singkat

Setelah teman-teman mengetahui tentang pengertian, struktur dan juga cara membuat teks prosedur, alangkah baiknya jika teman-teman melihat langsung contoh teks editorial singkat dengan judul “Belajar Online”

Belajar Online

Pernyataan Pendapat

Pandemi COVID 19 mengakibatkan banyaknya sekolah yang memutuskan untuk melaksanakan proses belajar mengajar secara online. 

Keputusan ini ini berdasarkan keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia yang menyarankan supaya melaksanakan sistem belajar secara online untuk mencegah penularan di sekolah. 

Melihat keputusan tersebut tampaknya merupakan hal yang mudah, akan tetapi nyatanya tidak semudah saat belajar di sekolah. 

Berbagai macam isu dan masalah banyak yang muncul selama proses belajar mengajar yang dilaksanakan secara online.

Argumentasi

Banyak kontroversi di kalangan orang tua terkait penerapan sekolah online. Keputusan sekolah online ini membuat para orang tua mau tidak mau mewajibkan mereka untuk menyediakan sarana online yang memadai.

Kebutuhan sarana ini salah satunya adalah kebutuhan gadget yang sesuai termasuk kuota bulanannya. Padahal tidak semua kalangan sanggup melaksanakan hal tersebut. 

Belum lagi ditambah permasalahan tingkat disiplin anak yang menurun saat belajar di rumah. 

Keadaan ini tentu harus menjadi perhatian dinas pendidikan setempat. Misalnya untuk kalangan yang terdampak dan merasa keberatan memerlukan bantuan penyediaan kuota internet belajar secara gratis.

Dengan bantuan layanan ini sedikit banyak akan membantu meringankan beban orang tua untuk membayar tagihan internet yang membengkak.

Kesimpulan

Salah satu cara untuk sedikit meredam masalah keputusan belajar online adalah dengan memberikan bantuan dari pemerintah terkait kepada kalangan yang kurang mampu.

Tanpa adanya bantuan dari pemerintah, maka akan semakin banyak orang tua yang kurang setuju jika belajar online diperpanjang hingga akhir tahun. 

Ketidaksetujuan ini terlebih bagi mereka yang berdampak secara ekonomi dan tidak memiliki cukup sarana dan prasarana untuk pelaksanaan belajar online tersebut.

Nah itu tadi contoh teks editorial singkat beserta strukturnya yang bisa teman-teman jadikan referensi. Semoga bermanfaat teman-teman.

Contoh Teks Editorial beserta Strukturnya

Contoh Teks Editorial beserta Strukturnya
Contoh Teks Editorial beserta Strukturnya

Selain contoh teks editor di atas, masih ada lagi contoh teks editorial beserta strukturnya dengan tema pendidikan yang berjudul “Full Day School”

Full Day School

Pernyataan Pendapat:

Pada masa anak-anak, pendidikan memang belum begitu dibutuhkan, akan tetapi pendidikan dibutuhkan pada waktu dewasa.

Karena hal itulah pendidikan merupakan faktor yang sangat penting dalam menunjang masa depan yang lebih baik. 

Bisa dibilang bahwa pendidikan merupakan kebutuhan semua manusia dan menjadi salah satu kunci dalam kemajuan sebuah bangsa. 

Argumentasi:

Mungkin banyak yang berpendapat jika pendidikan hanyalah di sekolah. Padahal kenyataannya pendidikan dikategorikan menjadi tiga, yakni: pendidikan formal, nonformal dan informal. 

Pendidikan formal merupakan pendidikan yang di dapatkan di dalam kelas atau sekolah. Kemudian pendidikan non formal merupakan pendidikan yang didapatkan di dalam organisasi kegiatan, misalnya Pramuka, PMR, Organisasi Pecinta Alam, dll.

Sementara pendidikan informal adalah semua pendidikan yang berada diluar yang disebutkan di atas. 

Pendidikan yang didapatkan pertama kali bukanlah pendidikan formal maupun non-formal, tetapi pendidikan informal. Hal ini karena sebelum kita masuk ke sekolah, terlebih dahulu kita akan mendapatkan pendidikan dari keluarga dan lingkungan masyarakat. 

Watak, kebiasaan, serta perilaku anak di masa depan merupakan hasil dari pendidikan informal.

Menurut Pasal 117 Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 menyatakan bahwa hasil pendidikan informal setara dengan pendidikan nonformal dan formal.

Kementerian Pendidikan dan Budaya atau Kemendikbud membuat sistem pendidikan formal dengan kurikulum 2013 yang menetapkan siswa/i sekolah baik SD, SMP, maupun SMA untuk mengikuti kegiatan belajar di sekolah selama 8 jam perhari dalam 5 hari efektif belajar.

Hari tersebut yakni dimulai dari Senin-Jumat.

Maka jika ditotalkan semua, maka kegiatan belajar mengajar di sekolah berlangsung selama 40 jam. Sementara di dalam sehari, waktu yang didapatkan untuk istirahat adalah 90 menit. 

Maka waktu istirahat yang didapatkan dalam waktu satu minggu hanyalah 8 jam. Dengan demikian, perbandingan antara waktu belajar dengan waktu istirahat yang diperoleh siswa/i adalah 1:5.

Sungguh miris hasilnya. Report College of Education and Human Development di dalam hasil penelitiannya menyatakan bahwa waktu yang efektif untuk belajar di kelas bagi siswa/i hanyalah 3-4 jam perhari. 

Berdasarkan penelitian, pukul 09.00-11.00 merupakan titik fokus otak manusia dalam berpikir. Alasannya adalah hormon stres kortisol pada waktu tersebut sedang berada dalam kadar sedang. 

Menariknya, semua golongan umur mengalami kondisi yang demikian. Kemudian pada pukul 13.00-15.00 merupakan waktu yang sangat tidak produktif untuk berpikir bagi otak.

Terlebih lagi suhu tubuh akan mengalami penurunan setelah makan siang dan sangat membantu penenangan untuk tidur. 

Sementara itu menurut Dr. Hiromi Shinya dalam buku nya The Miracle of Enzyme menyatakan bahwa bila kita diberikan waktu istirahat untuk tidur siang, maka produktivitas kerja akan meningkat. 

Pernyataan ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Rossi dan Nimmons (1991), yang menyatakan bahwa produktivitas akan lebih meningkat ketika para pembelajar diberikan waktu istirahat beberapa kali.

Dengan memberikan waktu istirahat, maka otak akan mendapatkan waktu untuk membuang memori yang tidak perlu. 

Hal ini berbanding terbalik dengan penerapan Full Day School. Full Day School membuat siswa/i pulang terlalu sore dan membuat mereka terlalu lelah untuk beraktifitas.

Bahkan setelah pulang pun, banyak dari para siswa/i yang memiliki kegiatan dengan langsung melanjutkan pergi les atau kursus, maupun pergi mengaji.

Ketika sampai rumah pun, mereka akan dihadapkan dengan PR (Pekerjaan Rumah) yang diberikan oleh guru di sekolah tetap memberikan PR (pekerjaan rumah).

Selain itu juga masih ada tugas jangka panjang yang memberatkan siswa/i. Padahal, waktu yang dihabiskan siswa/i sebagian besar berada di sekolah. 

Karena hal inilah, KPAI atau Komisi Perlindungan Anak Indonesia menilai kebijakan full day school ini berpotensial mengganggu pemenuhan hak dasar anak. 

Belum lagi kondisi anak yang berbeda-beda membuatnya tidak bisa disamaratakan antara satu dengan lainnya.

Menghabiskan waktu dengan durasi yang cukup lama bagi sebagian anak justru dapat mengganggu tumbuh kembangnya.

Pernyataan Ulang Pendapat:

Dengan demikian, manajemen waktu serta menjaga kesehatan sangat diperlukan oleh siswa/i agar tertata dengan baik.

Dalam kondisi ini, akan lebih pantas jika pemerintah melengkapi fasilitas-fasilitas serta sarana dan prasarana yang ada di sekolah, terlebih sekolah yang ada di Desa-desa, daerah terpencil, dan di daerah perbatasan. 

Dengan fasilitas yang baik akan membuat siswa/i menjadi fokus, tidak merasa jenuh serta merasa nyaman dalam belajar.

Contoh Teks Editorial tentang Kesehatan

Contoh Teks Editorial tentang Kesehatan
Contoh Teks Editorial tentang Kesehatan

Di bawah ini merupakan contoh teks editorial tentang kesehatan dengan judul “Perlunya Membatasi Konsumsi Gula pada Anak”

Perlunya Membatasi Konsumsi Gula pada Anak

Pernyataan Pendapat:

Pada masa sekarang ini sudah tidak bisa dipungkiri jika anak-anak lebih menyukai makanan atau jajanan instan maupun minuman dengan rasa yang manis-manis.

Selain itu banyak orang tua yang menuruti kemauan anaknya tanpa menyadari jika makanan dan minuman yang dijual di pasaran memiliki kandungan gula yang sangat tinggi.

Hasilnya banyak orang-orang di usia yang relatif muda sudah terkena penyakit diabetes.

Banyak orang yang baru usia 30-an sudah terkena diabetes. Oleh sebab itu, peran orang tua sangat diperlukan dalam mengatur konsumsi gula pada anak sejak dini. 

Argumentasi:

American Heart Association merekomendasikan bahwa 25 gram gula per hari merupakan batasan konsumsi gula untuk anak-anak. 25 gram gula tersebut sudah termasuk gula alami maupun tambahan. 

Gula alami sendiri terdapat dalam buah-buahan, nasi, serta makanan non-olahan lainnya. 

Sedangkan yang dimaksud dengan gula tambahan merupakan gula yang biasa ditambahkan saat proses produksi. 

Lebih lanjut yang perlu mendapatkan perhatian adalah jajanan yang mengandung gula dan banyak dijual di toko, terlebih minuman-minumannya. 

Minuman yang dijual di toko mayoritas mengandung gula tambahan yang tinggi.

Contohnya minuman yang banyak dikonsumsi oleh anak-anak adalah yoghurt dengan kandungan gula 27 gram, teh kemasan memiliki kandungan gula 25 gram, serta kopi-kopi kemasan dengan gulanya yang mencapai 18 gram.

Pernyataan Ulang Pendapat:

Gambaran di atas merupakan sedikit fakta dari tingginya kadar gula pada satu jenis jajanan. Padahal, anak-anak tidak hanya mengkonsumsi satu jenis makanan saja.

Karena hal itulah, peran orang tua sangat penting dalam memperhatikan makanan yang dikonsumsi anak-anak per harinya.

Nah itu tadi contoh teks editorial tentang kesehatan yang bisa menjadi referensi teman-teman. Cukup mudah bukan cara membuatnya?

Contoh Teks Editorial di Koran

Contoh Teks Editorial di Koran
Contoh Teks Editorial di Koran

Contoh teks editorial banyak ditemukan di berbagai macam koran. Salah satunya di Kompas yang menyediakan teks editorial dalam bentuk tajuk rencana maupun opini pribadi.

Di bawah ini merupakan salah satu contoh teks editorial di Koran Kompas yang dimuat 3 Januari 2020 dalam bentuk tajuk rencana dengan sedikit perubahan.

Perubahan Iklim dan Kebakaran Lahan 

Di Australia, kebakaran hutan telah memusnahkan jutaan hektar lahan. Sudah banyak korban yang tewas dan diperkirakan kebakaran belum akan berakhir dalam waktu dekat.

Setiap tahun terutama musim panas, bencana kebakaran terus terjadi di Australia. Keadaan cuaca panas dan kering membuat api dengan mudah menyala dan menyebar kemana-mana.

Pemicu alami dari kebakaran ini adalah sebagian besar terjadi karena adanya sambaran petir di pepohonan. Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Australia selalu berbahaya dan mematikan banyak orang.

Tercatat pada tahun 2009, ada 173 orang meninggal di Negara Bagian Victoria akibat kebakaran. 

Pada tahun itu pun bencana kebakaran hutan dikenang sebagai masa bencana kebakaran paling mematikan yang pernah terekam. 

Meskipun demikian, pada tahun ini musim kering tercatat sebagai yang paling parah. Cuaca yang begitu kering serta kencangnya hembusan angin menjadikan api menyebar dengan cepat.

Dengan demikian pemadaman menjadi jauh lebih sulit dilakukan. Biro Meteorologi Australia mengumumkan pada Desember 2019, bahwa negara itu mengalami salah satu periode kekeringan terburuk selama beberapa dekade terakhir. 

Gelombang panas pada bulan Desember lalu di beberapa tempat suhu rata-ratanya mencapai lebih dari 40 derajat celcius dan memecahkan rekor suhu rata-rata tertinggi nasional.

Adapun kebakaran yang terjadi pada tahun ini telah melenyapkan sekitar 4 juta hektar lahan. Kebakaran yang sudah berlangsung selama berminggu-minggu mengakibatkan setidaknya ada 17 orang meninggal, termasuk petugas pemadaman. 

Dampak lainnya yaitu puluhan orang hilang, sementara ribuan warga mengungsi, termasuk para turis. 

Bencana kebakaran diprediksi akan terus berlangsung, mengingat Australia baru memasuki musim panas dan biasanya suhu memuncak lagi pada Januari dan Februari.

Para ahli pun juga menyatakan bahwa perubahan iklim dapat memperburuk cakupan serta dampak dari bencana alam, seperti kebakaran dan banjir.

Kondisi alam yang kian ekstrem yakni suhu udara kian panas, cuaca kian kering, sementara di belahan lain hujan semakin deras, membuat bencana kian meluas.

Di tengah daya dukung terhadap lingkungan hidup seperti kepunahan spesies hewan, berkurangnya luasan lahan membuat manusia harus menghadapi ancaman bencana yang terjadi. 

Hal ini membuat warga masyarakat mau tidak mau harus menghadapi tekanan berat berupa perubahan iklim. 

Kebakaran lahan serta fenomena cuaca kering yang kian parah membuat suatu kemungkinan besar menjadi ”normal baru” di masa yang akan datang.

Fenomena yang terjadi baik itu kebakaran lahan maupun hujan ekstrem di belahan lainnya sudah saatnya untuk dilihat secara serius sebagai dampak dari perubahan iklim. 

Negara sudah seharusnya tidak menganggap bencana yang terjadi sebagai suatu hal biasa dan rutin. Oleh karena itulah, upaya pencegahan peningkatan suhu permukaan bumi perlu dilakukan. 

Salah satu caranya adalah dengan mengurangi emisi gas rumah kaca dan harus dilakukan bersama-sama oleh semua warga dunia.   

Contoh Teks Editorial Terbaru

Contoh Teks Editorial Terbaru
Contoh Teks Editorial Terbaru

Buat teman-teman yang mencari contoh teks editorial terbaru, teman-teman bisa melihat contoh teks editorial tentang sosial di bawah ini.

Pelayanan Rumah Sakit

Tesis

Masyarakat Indonesia beberapa waktu sebelumnya sudah memberikan pengaduan terkait pelayanan kesehatan. Dari semua aduan yang disampaikan, mayoritas mengadukan tentang pelayanan dokter untuk melayani pasien.

Argumentasi

Berhubungan dengan permasalahan aduan tersebut, sudah selayaknya bagi pemerintah untuk mengutamakan pelayanan dalam bidang kesehatan.

Salah satu solusi yang bisa dikerjakan adalah dengan cara memperbarui dan juga meningkatkan mutu dari semua dokter yang ada di Indonesia. 

Tujuan dan harapannya adalah agar supaya supaya pelayanan yang semakin meningkat serta turut memberikan kepuasan untuk seluruh kalangan masyarakat.

Total terdapat sekitar 268 kasus dari semua pengaduan yang disampaikan dan semua aduan ini dilaporkan kepada kementerian kesehatan. 

Akan tetapi laporan yang ada masih banyak yang belum diterima. Adapun ini dari pengaduan ini adalah kurang puasnya masyarakat terhadap sistem pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit.

Penegasan Ulang

Sampai sekarang masyarakat masih terus berharap akan meningkatnya pelayanan rumah sakit yang ada di negara Indonesia. Tujuannya adalah agar masyarakat merasa nyaman dengan administrasi pelayanan rumah sakit.

Nah itu tadi contoh teks editorial terbaru tentang sosial yang bisa teman-teman jadikan referensi.

Contoh Teks Editorial Beserta Analisisnya

Contoh Teks Editorial Beserta Analisisnya
Contoh Teks Editorial Beserta Analisisnya

Buat teman-teman yang sedang mencoba membuat contoh teks editorial beserta analisisnya secara lengkap, teman-teman bisa melihat contoh teks editorial di bawah ini.

Kebersihan Lingkungan di Sekolah

Yang dimaksud dengan lingkungan adalah suatu tempat yang berada di luar. Atau bisa diartikan juga sebagai suatu tempat yang berada disekitar makhluk hidup.

Lingkungan sendiri menjadi tempat tinggal, tumbuh dan melakukan segala aktivitas serta kegiatan bagi makhluk hidup.

Maka dari itu, melestarikan lingkungan merupakan hal yang mutlak dan harus dilakukan bagi setiap orang dan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata.

Peran dalam menjaga, melestarikan dan menyelamatkan lingkungan merupakan peran dari setiap orang. Dalam upaya diatas, tentu setiap orang memiliki peran masing-masing sesuai dengan kemampuan dan kapasitasnya.

Sebagai contoh berbagi peran adalah menjaga kebersihan di lingkungan sekolah. Bagi setiap warga sekolah, masing-masing memiliki tanggung jawab untuk menjaga serta merawat lingkungan. Baik itu buat siswa, guru bahkan hingga kepala sekolah.

Dengan menjaga kebersihan di sekolah akan tercipta lingkungan yang sehat dan juga nyaman. Hal ini karena menjaga kebersihan di Sekolah merupakan sesuatu yang penting.

Dengan lingkungan yang bersih akan dapat mendorong setiap siswa untuk belajar dengan semangat dan sungguh-sungguh. 

Bisa dibayangkan jika lingkungan yang digunakan belajar tidak bersih, maka dapat dipastikan setiap orang tidak akan merasa nyaman.

Agar tercipta lingkungan sekolah yang bersih dan nyaman bukanlah perkara yang mudah. Dibutuhkan peraturan atau tata tertib guna menjaga dan mendisiplinkan warga Sekolah dalam menjaga dan merawatnya.

Disamping itu juga perlu dibuatkan beberapa perlombaan tentang kebersihan masing-masing kelas. Dengan cara tersebut maka siswa akan lebih terdorong dan lebih rajin dalam melaksanakan kegiatan seperti piket kebersihan dan lain sebagainya.

Kemudian selain kegiatan menjaga kebersihan lingkungan, sekolah akan lebih bagus dan menarik jika membuat kegiatan berupa Sekolah peduli dan berbudaya.

Contoh kegiatan sekolah peduli dan berbudaya seperti membuat kegiatan penghematan daya atau energi, belajar membuat pupuk kompos.

Selain itu juga sekolah bisa membuat kegiatan berupa belajar mengelompokan dan mengelola sampah serta melakukan kegiatan yang berhubungan dengan pelestarian lingkungan.

Dengan berbagai macam kegiatan yang dibuat oleh sekolah, diharapkan para Siswa akan semakin sadar betapa pentingnya merawat serta menjaga lingkungan. 

Hal ini menunjukkan jika lingkungan sekolah merupakan tanggung jawab semua pihak yang ada di dalam lingkungan sekolah, baik itu Murid, Guru hingga Kepala Sekolah.

Analisis

Pernyataan Pendapat (Paragraf 1 sampai 6)

Yang dimaksud dengan lingkungan adalah suatu tempat yang berada di luar. Atau bisa diartikan juga sebagai suatu tempat yang berada disekitar makhluk hidup.

Lingkungan sendiri menjadi tempat tinggal, tumbuh dan melakukan segala aktivitas serta kegiatan bagi makhluk hidup.

Maka dari itu, melestarikan lingkungan merupakan hal yang mutlak dan harus dilakukan bagi setiap orang dan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata.

Peran dalam menjaga, melestarikan dan menyelamatkan lingkungan merupakan peran dari setiap orang.

Dalam upaya diatas, tentu setiap orang memiliki peran masing-masing sesuai dengan kemampuan dan kapasitasnya.

Sebagai contoh berbagi peran adalah menjaga kebersihan di lingkungan sekolah. Bagi setiap warga sekolah, masing-masing memiliki tanggung jawab untuk menjaga serta merawat lingkungan. Baik itu buat siswa, guru bahkan hingga kepala sekolah.

Argumentasi (Paragraf 7 sampai 14)

Dengan menjaga kebersihan di sekolah akan tercipta lingkungan yang sehat dan juga nyaman. Hal ini karena menjaga kebersihan di Sekolah merupakan sesuatu yang penting.

Dengan lingkungan yang bersih akan dapat mendorong setiap siswa untuk belajar dengan semangat dan sungguh-sungguh. 

Bisa dibayangkan jika lingkungan yang digunakan belajar tidak bersih, maka dapat dipastikan setiap orang tidak akan merasa nyaman.

Agar tercipta lingkungan sekolah yang bersih dan nyaman bukanlah perkara yang mudah. Dibutuhkan peraturan atau tata tertib guna menjaga dan mendisiplinkan warga Sekolah dalam menjaga dan merawatnya.

Disamping itu juga perlu dibuatkan beberapa perlombaan tentang kebersihan masing-masing kelas. Dengan cara tersebut maka siswa akan lebih terdorong dan lebih rajin dalam melaksanakan kegiatan seperti piket kebersihan dan lain sebagainya.

Kemudian selain kegiatan menjaga kebersihan lingkungan, sekolah akan lebih bagus dan menarik jika membuat kegiatan berupa Sekolah peduli dan berbudaya.

Contoh kegiatan sekolah peduli dan berbudaya seperti membuat kegiatan penghematan daya atau energi, belajar membuat pupuk kompos.

Selain itu juga sekolah bisa membuat kegiatan berupa belajar mengelompokan dan mengelola sampah serta melakukan kegiatan yang berhubungan dengan pelestarian lingkungan.

Penegasan Ulang (Paragraf 15 dan 16)

Dengan berbagai macam kegiatan yang dibuat oleh sekolah, diharapkan para Siswa akan semakin sadar betapa pentingnya merawat serta menjaga lingkungan. 

Hal ini menunjukkan jika lingkungan sekolah merupakan tanggung jawab semua pihak yang ada di dalam lingkungan sekolah, baik itu Murid, Guru hingga Kepala Sekolah.

Nah itu tadi contoh teks editorial beserta analisisnya yang bisa teman-teman jadikan referensi.

Tips Membuat Teks Editorial

Contoh Teks Editorial Tips Membuat Teks Editorial
Tips Membuat Teks Editorial

Setelah teman-teman mempelajari contoh teks editorial, teman-teman perlu juga memperhatikan tips membuat editorial berikut ini.

Tujuannya adalah agar contoh teks editorial yang dibuat oleh teman-teman lebih mengena kepada pembaca dan menjadi penting untuk dibaca.

Berikut ini tips membuat teks editorial:

1. Memperhatikan Konten Editorial

Di dalam membuat isi atau konten teks editorial, teman-teman pada umumnya perlu memperhatikan topik yang sedang hangat dan berkembang di masyarakat yang tersebar di masyarakat.

Akan tetapi teman-teman juga bisa mengangkat isu atau kasus lama maupun kasus yang belum terselesaikan. Di dalam menulis kasus lama, teman-teman perlu menemukan fakta baru terlebih dahulu.

Di dalam mengangkat atau memilih permasalahan, tujuannya tetap sama, yakni berupaya mempengaruhi pembaca dengan memberikan semua fakta dan menjawab kekhawatiran. Baik itu permasalahan terkini maupun permasalahan masa lampau.

Tema-tema yang sering dibahas dalam permasalahan terkini adalah tentang politik, kesehatan, bisnis, dan pendidikan.

Agar bahasan masalah menjadi komprehensif, teman-teman harus menawarkan saran dan menyampaikan beberapa kritik.

Adapun tema-tema yang sering dibahas dalam permasalahan masa lampau adalah tema tentang sejarah masa lampau, pemerintahan masa lampau, budaya, serta adat. 

Berbeda ketika membahas permasalahan terkini, ketika teman-teman membahas permasalahan masa lalu, teman-teman perlu mempersiapkan dan menginformasikan data yang ada.

Disamping itu juga perlu mempertimbangkan berbagai aspek dari kedua sisi yang bersangkutan sehingga akan menjadi pandangan yang ekstrim terhadap permasalahan yang diangkat.

2. Langkah Menulis Konten Editorial

Di dalam menulis contoh teks editorial, secara tidak langsung dapat memberikan dampak yang luar biasa pada isu-isu lokal dan kampanye politik. 

Teman-teman dapat menulis contoh teks editorial dengan bentuk teks nada serius, penuh dengan sarkasme, maupun dibuat dengan humor. 

Ketika teman-teman sudah memahami dasar-dasar dalam menulis teks editorial akan sangat terbantu dengan membuat karya yang cerdas dan terarah.

Sehingga terkadang di dalam menulis contoh teks editorial bisa menjadi menantang dan menakutkan. 

Berikut langkah-langkah menulis konten teks editorial.

1. Pastikan karya yang teman-teman buat tetap profesional dan kuat, serta jangan lupakan tentang beberapa pedoman saat menulis.

2. Sajikan argumen yang relevan dengan cara mengutip sebuah kutipan dari komunitas, bisnis, atau pemimpin politik.

3. HIndari penggunaan sintaks orang pertama atau kata “saya” karena dapat melemahkan dampak pernyataan penulis.

4. Fokuskan pembahasan topik dengan menghindari kalimat yang bertele-tele.

5. Kata-kata yang digunakan harus jelas, ringkas dan bebas dari istilah emotif.

6. Pandangan yang ditulis murni hasil pendapat sendiri dan bukan “pinjaman” dari contoh yang digunakan untuk inspirasi.

7. Cek kembali pedoman batasan konten serta jumlah kata agar contoh teks editorial teman-teman tidak ditolak karena alasan teknis.

8. Disisi lain, teman-teman harus peka terhadap permasalahan yang terjadi disekitar. Hal ini karena tidak ada kesepakatan tentang skala nilai secara menyeluruh serta kemungkinan menavigasi kontroversi ketika terjadi masalah.

Kiat Menyusun Teks Editorial

Contoh Teks editorial Kiat Menyusun Teks Editorial
Kiat Menyusun Teks Editorial

Adapun kiat untuk menyusun teks editorial adalah sebagai berikut:

1. Mulai dengan penjelasan objektif tentang isu/kontroversi, dan jangan lupa untuk menyertakan 5W1H. Disamping itu jangan lupa untuk memasukkan fakta dan kutipan dari sumber yang relevan.

2. Teman-teman sebagai penulis harus hadir sebagai oposisi. Artinya teman-teman sebagai penulis tidak perlu memaksakan suatu pendapat agar disetujui oleh pembaca. 

3. Teman-teman sebagai penulis dalam memposisikan sebagai pihak oposisi perlu menampilkannya dengan kuat. 

Teman-teman bisa menjadi pihak oposisi dari seseorang atau suatu lembaga. Artinya jika teman-teman menjadi pihak oposisi identifikasi orang-orang (khususnya yang berbeda pendapat), maka teman-teman perlu menggunakan fakta dan kutipan untuk menyatakan secara objektif pendapat mereka.

4. Teman-teman dapat memulai artikel dengan transisi dan secara langsung menyangkal keyakinan oposisi. 

Kemudian teman-teman dapat menarik fakta dan kutipan lain dari orang yang mendukung posisi penulis. 

Disamping itu juga teman-teman perlu memberikan poin valid dari oposisi yang akan membuat penulis tampil rasional. Pada titik inilah nantinya teman-teman dapat menggiring orang-orang untuk mempertimbangkan semua opsi.

5. Tips selanjutnya teman-teman masukkan juga sesuatu yang lain, seperti alasan / analogi yang masuk akal. 

Pada poin merupakan titik untuk mempertahankan pendapat teman-teman sebagai penulis dengan memberikan alasan yang rasional.

Dalam hal ini penulis bisa menggunakan kiasan sastra atau budaya yang bisa memberi kredibilitas yang tinggi.  Kutipan akan menjadi efektif jika dari sumber yang digunakan merupakan sumber yang dihormati. 

6. Teman-teman bisa menggunakan pertanyaan retoris sebagai sebuah kesimpulan yang efektif.

7. Terakhir, teman-teman tutup dengan pernyataan yang sulit dibantah serta berikan solusi untuk masalah atau informasi yang lebih mendalam agar dapat dibaca oleh pembaca.

Nah itu tadi Tips dan kiat-kiat dalam menyusun contoh teks editorial. 

Semoga teman-teman bisa menjadi lebih paham dan bisa membuat contoh teks editorial sendiri yang menarik untuk dibaca.

Jika teman-teman masih kebingungan, atau memberikan masukan, kritikan maupun yang lainnya, silahkan saja sampaikan pada kolom komentar. Sekian dan semoga bermanfaat.

Leave a Reply