Teks Eksposisi

Contoh Teks di dalam bahasa Indonesia ada berbagai macam dengan memiliki fungsi dan tujuan berbeda. Untuk menyampaikan informasi, kita bisa menggunakan contoh teks eksposisi sebagai pilihan yang tepat.

Hal ini karena tujuan dari teks eksposisi untuk memberikan informasi kepada pembaca yang mana berita tersebut nyata dan benar adanya.

Bentuk teks yang singkat, padat dan jelas, sehingga informasi yang disampaikan kepada pembaca akan lebih mudah dipahami.

Lantas apakah cukup sampai disitu saja dalam mengetahui apa itu teks eksposisi?

Pastinya, kita perlu mengetahui lebih jauh penjelasan detail secara lengkap. Mulai dari ciri-ciri, kaidah kebahasaan hingga aturan cara membuat atau penulisan.

Pengertian Teks Eksposisi

Pengertian Teks Eksposisi - Bosmeal.com

Apa yang dimaksud dengan teks eksposisi adalah jenis teks yang bersifat menjelaskan dan memberikan informasi secara ringkas, jelas dan akurat.

Informasi yang disampaikan harus berupa fakta yang ada, bersifat non-fiksi dan disampaikan dengan padat, singkat dan akurat.

Walaupun ditulis berdasarkan fakta, akan tetapi terkadang pendapat atau sudut pandang dari penulis ikut tercampur menjadi satu di dalam penjelasan suatu persoalan.  

Hal inilah yang membuat contoh teks eksposisi tidak jarang menampilkan gambar, statistik, grafik dan tabel maupun yang sejenisnya.

Bersandar dari pengertiannya, dapat dilihat bahwa tujuan teks eksposisi untuk memberikan informasi kepada pembaca semata, tanpa ada maksud untuk mempengaruhi pembaca.

Berbeda dengan contoh teks persuasif singkat tentang kesehatan yang bertujuan untuk mempengaruhi pembaca agar menjalankan pola hidup sehat.

Agar tujuan tersebut lebih mudah dipahami pembaca, maka didalam penulisannya berisikan tentang apa, siapa, kapan, dimana, mengapa dan bagaimana.

Ciri-ciri Teks Eksposisi

Ciri-ciri Teks Eksposisi
bosmeal.com

1. Bersifat Informatif

Seperti yang sudah disebutkan di dalam pengertian teks eksposisi, jika teks ini dibuat untuk memberikan informasi atau menambah wawasan bagi pembaca.

Karena itulah teks ini memiliki ciri bersifat informatif dengan berbagai informasi dan data yang akurat di dalamnya.

Teman-teman bisa menemukan dengan mudah beberapa contohnya di dalam kehidupan sehari-hari. Seperti contoh teks yang disajikan di koran, berita dan media informasi lainnya.

2. Objektif

Objektif sendiri artinya tidak memihak kepada siapapun. Adapun ciri-ciri dari objektif memiliki tanda-tanda menggunakan kata, frasa ataupun kalimat yang bersifat emosional sehingga membuat pembaca memihak. 

Kata yang digunakan didalamnya tidak memaksa pembaca untuk membenarkan opini penulis. Karena itulah pada umumnya contoh yang banyak ditemukan tidak menggunakan sudut pandang tertentu dalam penulisannya.

3. Informasi Berdasar dan Didukung Data yang Akurat

Untuk membuat teks eksposisi, kita memerlukan informasi serta data yang akurat. Karena informasi serta data yang akurat merupakan sebuah fakta yang terjadi dan tidak bisa direkayasa.

Untuk mendapatkan data yang akurat bisa didapatkan dari angka atau informasi-informasi lainnya yang bisa dipertanggungjawabkan.

Data serta fakta yang disajikan ini nantinya akan berkontribusi dan memberikan bukti konkrit terhadap informasi yang disajikan. 

Kita pun bisa melihat contoh teks eksposisi yang disertai dengan tabel, grafik hingga gambar atau yang lainnya.

4. Padat, Lugas dan Jelas

Hal ini karena informasi yang dibuat untuk pembaca berdasarkan paparan data dan fakta secara padat, lugas dan jelas. 

Teks yang disampaikan tidak perlu terlalu panjang, apalagi sampai bertele-tele sehingga membuat pembaca bisa dengan mudah menangkap informasi yang ingin disampaikan.

Poin terpenting di dalam teks eksposisi dapat menjawab 5W 1H yakni apa, siapa, kapan, dimana, mengapa dan bagaimana. 

Kemudian agar menjadi mudah dipahami, maka bahasa yang digunakan pun merupakan bahasa Indonesia yang baku.

Ciri-ciri terakhir ini hampir sama dengan ciri-ciri teks prosedur. Contoh teks prosedur membuat makanan yang ditulis dengan padat, singkat dan menggunakan bahasa baku.

Dengan mengetahui ciri-cirinya, diharapkan dapat membedakan antara jenis teks eksposisi, teks deskripsi ataupun jenis contoh teks lain yang hampir mirip.

Unsur-unsur Teks Eksposisi

Unsur-unsur Teks Eksposisi via bosmeal.com

1. Gagasan

Gagasan ini disebut juga dengan ide ataupun pendapat. Adapun isi dari gagasan adalah pernyataan yang mungkin berupa komentar, penilaian, saran, dorongan, bujukan atau yang lainnya

2. Fakta

Data dan fakta menjadi pondasi dalam membuat teks eksposisi, sehingga tidak akan bisa lepas dari dalam unsur ini. Fakta disini merupakan keadaan atau peristiwa yang benar-benar terjadi dan bukan karangan fiktif.

Peristiwa atau kejadian itu merupakan kenyataan; sesuatu yang benar-benar ada atau terjadi.

Adapun fungsi dari fakta di dalam untuk memperkuat gagasan sehingga diharapkan lebih meyakinkan khalayak atau pembaca.

Struktur Teks Eksposisi

Struktur Teks Eksposisi
via Dokumen bosmeal.com

1. Tesis atau Pernyataan Pendapat

Pernyataan pendapat merupakan pendapat penulis terhadap keseluruhan informasi yang akan dibahas.

Pada bagian ini berisikan tentang topik atau isu yang akan dibahas oleh penulis nantinya. Selain pernyataan pendapat oleh penulis, pada umumnya terdapat opini pendapat yang juga akan menempatkan posisi pembaca.

Maksudnya adalah apakah pembaca ini berada di sisi pro dengan opini penulis ataukah kontra dengan opini penulis.

2. Argumentasi

Setelah penulis menyampaikan pendapat atau tesisnya, maka perlu juga didukung argumentasi yang kuat.

Argumentasi atau penjelasan penulis harus disertai dengan fakta ilmiah untuk mendukung dan mengembangkan tesis sebelumnya (bagian pendahuluan).

Pada bagian ini untuk mendukung opini yang sudah diuraikan pada bagian sebelumnya, yakni bagian tesis. Dalam menyusun argumentasi dibuat dengan sistematis dan disertai dengan fakta dan data yang ada.

Sehingga tidak heran jika dalam bagian argumentasi dibuat hingga beberapa paragraf. Hal ini karena agar informasi yang disampaikan sistematis, runtut dan lengkap.

Semakin banyak data dan fakta yang ada akan semakin kuat opini yang disampaikan.

Karena alasan inilah, argumentasi menjadi bagian atau struktur teks eksposisi yang tidak bisa dipisahkan. 

3. Penegasan Ulang

Setelah memaparkan argumentasi dengan berbagai sudut pandang, maka dibutuhkanlah sebuah penegasan ulang.

Penegasan ulang ini berfungsi untuk menegaskan kembali dukungan terhadap tesis sebelumnya dan diikuti dengan kesimpulan.

Kemudian pada bagian ini biasanya juga menyebutkan ulang tesis atau pernyataan pendapat namun tidak disebutkan secara langsung. 

Selain itu juga terkadang di dalam penegasan ulang berisikan kumpulan dari bagian argumentasi yang tetap memberikan pilihan kepada pembaca untuk menentukan posisinya.

Dengan mengetahui struktur teks eksposisi yang benar, diharapkan kita bisa membuat sebuah contoh karangan eksposisi yang benar dan mudah difahami.

Jenis Teks Eksposisi

Jenis jenis Teks Eksposisi

1. Teks Eksposisi Proses

Teks yang berisikan tentang cara atau langkah untuk melakukan suatu hal yang dijelaskan secara rinci dari awal hingga akhir. 

Kita akan banyak menemukan contohnya pada buku panduan, petunjuk penggunaan sebuah produk, artikel tentang resep masakan maupun yang lainnya.

2. Teks Eksposisi Definisi

Penjelasan definisi disini adalah teks yang dibuat dengan tujuan untuk menjelaskan pengertian atau definisi suatu topik tertentu. 

Pada umumnya, teks eksposisi definisi berfokus pada karakteristik topik yang sedang dijelaskan. Kita bisa menemukan contohnya pada buku pembelajaran karena relatif lebih sederhana.

3. Teks Eksposisi Laporan

Sebuah teks yang berisikan tentang laporan tentang sebuah peristiwa tertentu atau laporan atas suatu penelitian tertentu.

Di dalamnya, informasi yang diangkat dan dipaparkan harus berupa peristiwa tertentu yang faktual dan aktual.  

Maka dari itulah karangan eksposisi laporan juga bisa disebut dengan teks eksposisi berita. Untuk contohnya dapat kita lihat di media koran atau media penyampaian informasi lain.

4. Teks Eksposisi Ilustrasi

Dalam membuat sebuah ilustrasi pun membutuhkan pendapat dan basis argumen yang kuat. Hal ini senada dengan jenis teks eksposisi yang keempat, yakni jenis ilustrasi.

Ilustrasi yang dimaksud adalah teks yang dibuat untuk memberikan gambaran secara rinci dan spesifik tentang sebuah topik atau ide tertentu. 

Dengan sebuah gambaran ide atau topik secara rinci maka pembaca akan dapat memahami  topik atau ide yang disajikan dengan baik.

Pada umumnya, ilustrasi dibuat dengan menggambarkan kesamaan sifat antara topik yang dibahas dengan topik lain yang serupa.

5. Teks Eksposisi Perbandingan

Di dalam membuat perbandingan, dibutuhkan data dan informasi yang akurat dan berimbang. Agar pembuatan perbandingan dapat objektif, maka kita bisa menulisnya dengan menggunakan jenis teks eksposisi perbandingan.

Perbandingan bermaksud teks yang disajikan dengan memuat gagasan utama yang kemudian diperbandingkan antara satu gagasan dengan gagasan lainnya.

Dengan membandingkan dua gagasan yang berbeda maka para pembaca akan lebih bisa memahami, membandingkan dengan pembahasan yang hanya fokus pada satu topik gagasan semata.

Adapun contoh perbandingannya dengan membandingkan dua hal yang setara atau sebanding.

6. Teks Eksposisi Pertentangan

Maksudnya adalah teks yang yang disajikan dari sisi yang bertentangan atau kontradiksi, dan pada umumnya berkaitan dengan topik lain. 

Adapun karanagn eksposisi pertentangan memiliki ciri khas dengan menggunakan konjungsi intrakalimat, yakni tetapi dan sedangkan.

Selain itu juga bisa menggunakan konjungsi antarkalimat seperti ‘meskipun demikian’, ‘akan tetapi’, ‘sebaliknya’ dan ‘namun’.

7. Teks Eksposisi Analisis

Penjelasana yaitu teks yang berisikan identifikasi gagasan utama menjadi per-sub bagian lalu dikembangkan secara berurutan.

Adapun cara membuat teks ini adalah dengan cara memisahkan suatu masalah dari gagasan utama menjadi beberapa sub bagian. 

Jika sudah dipisahkan, langkah selanjutnya adalah dari masing-masing sub bagian dikembangkan secara urut.

Sub bagian yang sudah dibagi ini nantinya akan diletakkan pada bagian argumen sebagai ide pokok untuk menyusun argumen pada teks eksposisi analisis.

8. Teks Eksposisi Klasifikasi

Menjelaskan pembagian atau pengelompokan terhadap sesuatu ke dalam kategori tertentu.

Adapun cara untuk membuat teks eksposisi klasifikasi ini adalah penulis harus membagi topik atau gagasan yang akan dibahas ke dalam kategori-kategori tertentu. 

Untuk proses pembuatannya bisa dilakukan dengan menggunakan dua pola, yakni dengan memisahkan gagasan atau topik ke kelompok lain.

Selain itu penulis juga bisa menyeragamkan topik tersebut menjadi satu kelompok atau Klasifikasi yang sama.

Kaidah Kebahasaan Teks Eksposisi

Kaidah Kebahasaan Teks Eksposisi
Gambar Dokumen via bosmeal.com

Adapun kaidah kebahasaan teks eksposisi adalah sebagai berikut:

1. Pronomina

Kaidah kebahasaan yang pertama adalah menggunakan pronomina. Pronomina atau disebut juga kata ganti merupakan jenis kata yang menggantikan nomina atau frasa nomina.

Adapun pronomina sendiri dapat diklasifikasikan menjadi dua macam yaitu:

a. Pronomina Persona

Klasifikasi yang pertama dari pronomina adalah pronomina persona atau kata ganti orang. Pronomina persona ini merupakan kata ganti untuk persona Tunggal maupun jamak.

Adapun contoh persona tunggal seperti ia, dia, anda, kamu, aku, saudara, -nya, -mu, -ku, si-. Kemudian contoh untuk persona Jamak seperti kita, kami, kalian, mereka, hadirin, para.

b. Pronomina Nonpersona 

Klasifikasi yang kedua dari pronomina adalah pronomina nonpersona atau kata ganti bukan orang.

Pronomina nonpersona ini merupakan kata ganti penunjuk dan juga penanya. Adapun contoh kata ganti penunjuk seperti ini, itu, sini, situ, sana. Sementara contoh kata ganti penanya seperti apa, mana, siapa.

2. Nomina dan Verba

Kaidah kebahasaan teks eksposisi yang kedua adalah nomina dan verba. Nomina sendiri merupakan kata benda, baik nyata maupun abstrak. 

Nomina sendiri di dalam kalimat berkedudukan sebagai subjek. Kemudian nomina sendiri jika dilihat dari bentuk dan maknanya, ada yang berbentuk nomina dasar maupun nomina turunan. 

Adapun contoh nomina dasar seperti gambar, meja, rumah, pisau; sementara contoh nomina turunan seperti perbuatan, pembelian, kekuatan, dll.

Selanjutnya verba sendiri merupakan kata kerja. Di dalam verba terkandung makna dasar perbuatan, proses, atau keadaan yang bukan sifat. Kemudian kedudukan verba sendiri di dalam kalimat biasanya  berfungsi sebagai predikat.

3. Konjungsi

Kaidah kebahasaan teks eksposisi yang terakhir adalah konjungsi atau disebut juga kata penghubung. Konjungsi sendiri digunakan untuk memperkuat suatu argumentasi.

Contoh kata penghubung atau konjungsi seperti pada kenyataannya, kemudian, lebih lanjut.

Kata penghubung atau konjungsi sendiri dapat digunakan untuk menata argumentasi dengan cara mengurutkan dari yang paling kuat menuju ke yang paling lemah atau sebaliknya.

Sehingga idealnya argumentasi itu tidak disajikan secara acak serta untuk menghubungkan suatu argumentasi dengan menggunakan kata hubung pada kenyataannya, kemudian, dan lebih lanjut. 

Cara Membuat Teks Eksposisi

Cara Membuat Teks Eksposisi
Langkah langkah Cara Membuat Teks Eksposisi yang Baik

1. Menentukan Topik yang akan Disajikan

Langkah pertama dalam cara membuat teks eksposisi adalah menentukan topik dan tema yang akan disajikan.

Dengan menentukan tema yang ada akan membuat penulis atau kita menjadi lebih fokus dalam pembahasan. Hal ini akan membuat penulis akan lebih menjiwai dalam pembuatannya

Adapun untuk sifat topik-topik yang dikembangkan dapat berupa materi tentang pendidikan, lingkungan, kesehatan ataupun hukum.

2. Menentukan Tujuan Karangan Eksposisi

Setelah topik dan tema didapatkan, tahap selanjutnya adalah menentukan tujuan dibuatnya teks eksposisi. Tujuan ini nantinya akan digunakan untuk memberikan penjelasan dan pemahaman kepada pembaca.

3. Memilih Data yang Sesuai dengan Tema

Setelah tema dan tujuan penulisan didapatkan, selanjutnya kita harus memilih data yang sesuai dengan tema yang kita angkat.

Data-data untuk menulis bisa diperoleh dari buku, majalah, pencarian di internet, surat kabar, maupun wawancara langsung.

4. Membuat Kerangka Karangan

Setelah semua data yang diperoleh dirasa cukup, langkah selanjutnya adalah membuat kerangka karangan atau outline terlebih dahulu.

Dalam membuat kerangka karangan contoh teks eksposisi, kita harus membuat kerangkanya secara lengkap dan juga sistematis.

5. Mengembangkan Kerangka Karangan

Setelah kerangka karangan atau outline sempurna, tahap selanjutnya adalah mengembangkan kerangka karangan tersebut. 

Pengembangan ini merupakan sebuat pembahasan secara lebih lengkap lagi agar ciri-ciri eksposisi yang bersifat informatif, objektif, dan logis dapat tersalurkan.

Di dalam pembahasan ini, kita atau penulis akan lebih menjelaskan secara detail mengenai maksud dan tujuan dari topik disertai dengan bukti-bukti yang konkret sebagai penunjang dari pembahasan itu.

6. Membuat Simpulan

Terakhir setelah pembahasan selesai, kita perlu membuat simpulan yang sesuai dengan tujuan penulisan teks eksposisi ini.

Di dalam membuat simpulan sendiri harus sejalan dan bahkan harus memperkuat tesis tersebut.

Jika tahap-tahap di atas dilakukan dengan berurutan bukan tidak mungkin kita akan bisa dengan mudah membuat contoh teks eksposisi.

Leave a Reply