Contoh Teks Anekdot

Dalam bahasa Indonesia, teman-teman mengenal berbagai macam teks. Contoh misalnya teks anekdot yang berfungsi untuk mengkritik tetapi dengan cara lucu.

Ada juga contoh teks prosedur dalam kehidupan sehari hari yang sering teman-teman temukan di dalam bungkus makanan instan seperti membuat mie rebus. Selain itu masih banyak contoh teks dengan berbagai kegunaan dan fungsi lainnya.

Teman-teman mungkin akan berpendapat jika anekdot merupakan sebuah cerita singkat yang lucu dan menghibur yang mungkin merupakan hiburan semata.

Atau mungkin ada juga yang berpendapat jika anekdot “hanya” memiliki kesan menghibur dengan bahasa yang lucu semata, bukan?

Pendapat semacam itu tidak sepenuhnya salah kok. Hanya saja jika dalami lebih jauh, maka teman-teman akan menemukan pesan dan juga kritikan di dalamnya.

Teman-teman bisa menemukan pesan dan kritikan yang tersirat di dalam suatu anekdot dengan cara membaca berbagai referensi yang ada.

Referensi tersebut dapat bersumber dari internet, buku, majalah maupun maupun dengan menyimak penjelasan teks anekdot berikut ini:

Pengertian Teks Anekdot

Contoh Teks Anekdot Pengertian Teks Anekdot
Pengertian Teks Anekdot

Perlu teman-teman ketahui bersama jika anekdot berasal dari bahasa Yunani, “an” dan “ekdote”.

An artinya tidak dan ekdote artinya penampilan, publikasi. Jadi dapat dikatakan jika anekdot sebagai sesuatu yang tidak ditampakkan atau dipublikasikan.  

Hal ini karena fungsinya bukan hanya untuk menghibur pembaca semata, tetapi lebih menekankan pemberian pesan secara tersirat atau tersembunyi. 

Perlu teman-teman ketahui jika anekdot sudah ada sejak zaman dahulu. Menurut sejarah penyampaian kritik atas ketidaksesuaian tidak disampaikan dengan cara frontal.

Akan tetapi penyampaiannya diakukan dengan cara candaan-candaan. Cara ini menjadi langkah jitu dalam menyampaikan sindiran dan kritikan kepada pihak lain.

Kemudian secara istilah teks anekdot adalah teks yang menampilkan cerita pendek dan lucu dengan pesan tersirat di dalamnya.

Pada umumnya cerita yang dibuat diangkat dari kisah manusia dan kehidupannya. Sehingga pada umumnya dibuat dengan bertemakan kondisi sosial dan masyarakat. 

Dengan demikian, kita dapat memahami teks anekdot dan dapat memanfaatkannya sebagai sarana untuk tujuan menyampaikan kritik, tetapi tidak dengan cara yang kasar dan menyakiti.

Ciri-ciri Teks Anekdot

Contoh Teks Anekdot Ciri-ciri Teks Anekdot
Ciri-ciri Teks Anekdot

Ciri teks anekdot terbagi menjadi dua, yakni ciri utama dan ciri tambahan. Adapun ciri-ciri utamanya adalah sebagai berikut:

  1. Menampilkan jalan cerita yang lucu, humoris dan juga menggelitik.
  2. Terselipkan sebuah kritik/saran dalam bentuk sindiran kepada pihak lain, baik itu secara langsung maupun tidak langsung

Selain kedua ciri-ciri utama di atas, masih ada lagi ciri-ciri tambahan dalam teks anekdot. Hanya saja ciri-ciri tambahan ini sifatnya sebagai pelengkap semata.

Fungsinya adalah sebagai alat untuk mempermudah dalam menyampaikan dan memahami anekdot itu sendiri. Ciri-ciri tambahan nya adalah sebagai berikut:

1. Berawal dari kenyataan atau realitas yang ada

Sebuah kenyataan atau realitas yang ada dapat menjadi  anekdot. Akan tetapi setelah itu, akan mengalami proses kreatif sehingga menjadikannya berbeda.

2. Mengandung percakapan

Di dalam anekdot pada umumnya mengandung percakapan agar alurnya lebih mudah dipahami oleh pembaca.

3. Ditujukan kepada pihak yang memiliki kekuasaan atau kewenangan. 

Untuk melakukan kritikan dan sindiran pasti terdapat pihak yang disindir. Penggunaannya sendiri bukan hanya ditujukan untuk pemegang kekuasaan dan wewenang, tetapi juga ada yang ditujukan hanya kepada tetangga atau keluarga.

Struktur Teks Anekdot

Contoh Teks Anekdot Struktur Teks Anekdot
Contoh Struktur Teks Anekdot

Struktur teks anekdot sebagai berikut:

1. Abstraksi

Dalam anekdot, abstraksi bermakna sebagai gambaran awal cerita. Lebih lanjut, abstraksi merupakan bagian pertama dalam struktur yang berisikan gambaran umum dari sebuah cerita.

Untuk membuat gambaran umum yang menarik, teman-teman bisa menggunakan teknik contoh teks deskripsi singkat agar abstraksi yang dibuat menjadi lebih umum dan menarik.

Adapun fungsi dan kegunaan abstraksi adalah untuk menggambarkan setting tempat, waktu, dan tentang apa yang akan disampaikan nantinya.

2. Orientasi

Orientasi lebih mengarah pada latar atau suasana awal cerita. Lebih lanjut di dalamnya berisikan tentang awal mula dan latar belakang terjadinya suatu peristiwa yang ada pada cerita.

Dengan demikian dapat dikatakan jika orientasi memberikan gambaran bagaimana suasana dan kondisi seperti apa kisah itu terjadi.

3. Event

Setelah orientasi atau suasana awal cerita disampaikan, maka dibutuhkanlah struktul lanjutan berupa event. Event sendiri menunjukkan rangkaian kejadian awal dalam kisah tersebut. 

Event-event yang ada akan saling berhubungan dan menguatkan hingga masuk ke adegan atau kalimat utama. Sementara di dalam teknik stand up comedy sendiri, event mungkin bisa dianalogikan sebagai bagian set-up.

4. Krisis

Krisis merupakan klimaks atau puncak dari event-event sebelumnya yang harus diselesaikan. Bisa dibilang jika krisis merupakan puncak dari permasalahan.

Sementara di dalam teknik stand up comedy, krisis dapat dikatakan sebagai set up terakhir.

5. Reaksi

Setelah munculnya krisis atau puncak pemasalahan, maka dibutuhkanlah reaksi. Reaksi merupakan penyelesaian masalah yang timbul di bagian krisis.

Penyelesaian masalah yang ditunjukkan disini adalah bagaimana cara sang tokoh utama menyelesaikan krisis yang dihadapi. 

Di dalam reaksi ini pula akan terkuak alasan tokoh utama tersebut melakukannya. Selain itu juga reaksi merupakan bagian inti dalam anekdot. Wujud kelucuan ini merupakan bentuk reaksi yang berbeda dari penyelesaian cerita

6. Koda

Setelah reaksi tersampaikan dengan baik, maka dibutuhkanlah penutup yang baik pula. Di dalam struktur anekdot, penutup disebut juga dengan koda.

Koda merupakan bagian yang menceritakan tentang perubahan atau ekspresi maupun suasana lingkungan di akhir cerita. 

Dengan memahami struktur di atas, teman-teman akan dapat membedah, memahami maupun membuat contoh anekdot sendiri.

Untuk struktur yang sudah disebutkan diatas sendiri tidak bersifat baku. Setiap satu struktur dari contoh anekdot bisa terdiri dari satu atau beberapa kalimat.

Terkadang ada juga struktur yang ditampilkan dan ada juga yang tidak ditampilkan. Ada juga yang tidak menampilkan koda atau abstraksi tetapi tidak menghilangkan fungsi keduanya.

Kaidah Kebahasaan Teks Anekdot

Contoh Teks Anekdot Kaidah Kebahasaan Teks Anekdot
Contoh Kaidah Kebahasaan Teks Anekdot

Kaidah kebahasaan teks anekdot:

  1. Penulisan menggunakan kata keterangan waktu lampau atau yang sudah lewat seperti dahulu, waktu itu, kemarin, dan lain sebagainya
  2. Pernyataan peristiwa menggunakan kata hubung atau konjungsi
  3. Menggunakan kata kerja material
  4. Bersifat kronologis atau penulisan berurutan sesuai dengan waktu terjadinya peristiwa
  5. Memuat kalimat perintah
  6. Menggunakan kalimat yang retorik atau kalimat pertanyaan yang tidak perlu dijawab
  7. Menggunakan bahasa kreatif dan efektif
  8. Menggunakan bahasa yang humoris atau lucu
  9. Mengandung kebenaran tertentu
  10. Terkadang memiliki pembahasan isi yang membuat pembaca jengkel atau kesal.
  11. Sesuai dengan struktur teks anekdot 

Langkah Menyusun Teks Anekdot

Contoh Teks Anekdot Langkah Menyusun Teks Anekdot
Contoh Langkah Menyusun Teks Anekdot

Langkah-langkah penyusunan teks anekdot tidak akan terlepas dari pemilihan topik, pembuatan kerangka, serta mengembangkan tulisan.

Berikut ini langkah-langkah menyusun teks anekdot :

1. Menentukan Topik

Dalam membuat anekdot, pastinya teman-teman butuh untuk menentukan topik yang akan dibahas. Contoh misalnya teks anekdot dengan topik :

  • pendidikan
  • politik
  • hukum
  • ekonomi
  • sosial
  • budaya dan lain sebagainya.

Selain topik, teman-teman juga perlu menentukan objek serta tujuan dibuatnya suatu anekdot.

Apakah dibuat dengan tujuan untuk menyindir seseorang, menceritakan kejadian lucu maupun menyampaikan pesan moral kepada pembaca.

2. Mengumpulkan Bahan

Bahan-bahan yang akan dimuat dalam membuat anekdot pada umumnya adalah :

  1. Pesan moral apa yang akan disampaikan
  2. Humor seperti apa yang akan disampaikan
  3. Kepada siapa target pesan moral itu
  4. Bagaimana tata cara penyampaian cerita
  5. Bagaimana urutan peristiwanya, dan seterusnya.

Semua bahan-bahan untuk membuat anekdot harus teman-teman kumpulkan terlebih dahulu. Baru setelah semua bahan terkumpul, dapat dibuat contoh teks anekdot yang singkat dan lucu.

3. Menyusun Kerangka

Setelah bahan-bahan terkumpul, apa yang perlu teman-teman lakukan? Teman-teman perlu menyusun menyusun kerangka terlebih dahulu.

Di dalam penyusunan kerangka harus berpedoman dengan struktur yang sudah disebutkan diatas. Dalam setiap struktur, teman-teman harus membuat point-point penting untuk membuat contoh teks anekdot nantinya.

Setelah kerangka itu selesai, teman-teman tinggal menyusunnya terlebih dahulu agar menjadi contoh teks anekdot yang sudah utuh.

4. Mengembangkan Kerangka

Jika kerangka yang teman-teman susun sudah dirasa cukup, maka teman-teman bisa mengembangkan kerangka tersebut untuk menjadi jalan cerita yang utuh.

Untuk membuat jalan cerita yang utuh, perlu menarasikan cerita sesuai dengan kerangka serta bahan-bahan yang sudah dibuat.

Dengan demikian, maka pengembangan kerangka akan menjadi contoh teks anekdot yang menghibur serta menarik untuk dibaca.

5. Menyunting Teks

Setelah anekdot selesai dibuat, jangan lupa untuk membaca ulang atau menyunting anekdot yang sudah teman-teman buat tadi. 

Caranya adalah membaca ulang anekdot yang sudah teman-teman buat kemudian merevisi atau mengedit bahasa maupun kata agar menjadi lebih baik, benar dan juga menarik.

Teman-teman harus memperhatikan setiap kata yang sudah ditulis. Tujuannya untuk melihat apakah ada kesalahan penulisan maupun ejaannya.

Jika terdapat kesalahan maka teman-teman harus segera memperbaikinya agar tidak kelupaan nantinya.

Kumpulan Contoh Anekdot

1. Contoh Teks Anekdot beserta Strukturnya

Contoh Teks Anekdot beserta Strukturnya
Contoh Teks Anekdot beserta Strukturnya

Kasih Uang Habis Perkara

Abstraksi

Ada seorang dosen dari Fakultas Hukum sedang memberikan mata kuliah hukum pidana.

Orientasi

Pada saat dosen tersebut sedang memberikan pengantar mata kuliah hukum pidana, tiba-tiba Ahmad bertanya.

Ahmad: “Maaf pak mau nanya, apakah kepanjangan dari KUHP?.”

Krisis

Mendapatkan pertanyaan tersebut, bapak dosen tidak langsung menjawab, melainkan dilempar kepada Dino.

Bapak Dosen: “Saudara Dino, coba bantu saya untuk menjawab pertanyaan saudara Ahmad”

Dengan santai Dino menjawab, “Kasih Uang Habis Perkara pak!”, Jawabnya.

Mahasiswa lain dalam satu kelas langsung tertawa mendengarnya. Sementara bapak Dosen masih geleng-geleng kepala sambil memberikan pertanyaan kepada Dino.

Bapak Dosen: “Coba saudara Dino, jelaskan darimana anda bisa menjawab seperti itu?!”.

Dengan tenangnya Dino Menjawab pertanyaan bapak dosen, dari peribahasa jawa pak yang mengatakan bahwa pengalaman adalah guru yang terbaik pak!.

Reaksi

Sontak semua mahasiswa dalam satu ruangan tercengang dan saling memandang satu dengan lainnya. Baru kemudian mereka mulai tertawa keras.

Koda

Perlahan gelak tawa mahasiswa mulai reda dan kelas pun kembali normal lalu mata kuliah pun dilanjutkan dengan tenang.

2. Contoh Teks Anekdot Pendidikan

Contoh Teks Anekdot Pendidikan 2
Contoh Teks Anekdot Pendidikan

Sekolah Bertaraf Internasional

Pada suatu siang di sebuah sekolah SMA Bertaraf Internasional, ada seorang guru yang memberikan pengumuman kepada muridnya di kelas XI IPA 2.

Guru: “Anak-anak semua, ada kabar bahagia buat kita semua. Sekarang sekolah kita tercinta akan menjadi Sekolah Bertaraf Internasional. Untuk menyambut momen bahagia ini, 

Guru : “Anak-anak, ada kabar gembira untuk kita semua. Sekolah kita ini sebentar lagi akan Ibu Guru akan bertanya kepada anak-anakku tercinta.

Apa yang sudah kalian siapkan untuk menyambut SBI ini?”

Wahyu pun mengangkat tangan nya: “saya akan belajar bahasa Inggris agar saya menjadi mahir bu”.

Ibu guru pun memuji antusias Wahyu. Kemudian tiba-tiba Ibu Guru bertanya kepada Imam. 

Ibu guru: “Imam apa rencanamu untuk menyambut SBI ini?

Imam menjawab dengan ogah-ogahan: “Saya akan menyiapkan banyak uang bu”

Mendengar jawaban tersebut, Sontak ibu guru kembali bertanya kepada Imam.

Ibu Guru: “Kenapa seperti itu Imam?

Ya jelas harus siap banyak uang bu. Jika sekolah kita nantinya berstatus SBI, pasti bayarnya akan lebih mahal. Selain itu juga pasti nantinya akan ada iuran buat ini itu dan lainnya. Masak bayarnya sama aja bu, timpal Imam.

Ibu guru pun mencoba menerangkan: “Imam kok jawabnya begitu sih? Gini lo Imam, Sekolah bertaraf Internasional itu artinya sekolah kita setara dengan sekolah-sekolah yang ada di luar negeri sana. 

Imam pun menjawab: “Kalau menurut saya itu SBI bukan sekolah bertaraf Internasional bu, tetapi Sekolah Bertarif Internasional.

Mendengar jawaban Imam, bu guru hanya bisa tersenyum dan tidak bisa membalas jawaban Imam.

Akhirnya Ibu guru tersebut melanjutkan materi pelajaran yang sempat tertunda agar suasana kelas menjadi kondusif kembali.

3. Contoh Teks Anekdot Menyindir Teman

Contoh Teks Anekdot Menyindir Teman
Contoh Teks Anekdot Menyindir Teman

Contekan

SMA Bina Bangsa tengah mengadakan ujian akhir semester genap. Dina dan Erna duduk bersebelahan.

Dalam hal akademis, keduanya bertolak belakang, Dina adalah anak yang pandai sementara Erna bisa dibilang pas-pasan.

Pada suatu waktu, ujian fisika tengah berlangsung dan Erna sangat malas mengerjakan dan frustasi karena dia lemah soal hitung-hitungan.

Erna pun menyenggol Dina sambil berbisik untuk meminta bantuan.

Dina pun menjawab sambil berbisik: “Aku belum siap”

Erna pun menanti dengan sabar sambil membaca soal-soalnya. Dua menit berselang, Dina tiba-tiba berdiri dan maju kedepan untuk mengumpulkan lembar jawabannya. 

Melihat hal itu embuat Erna terkejut, sebab tadi Dina mengatakan jika dia belum siap.

erna merasa dikhianati oleh Dina dan menyumpahinya.

Setelah ujian Fisika selesai, Erna mendatangi Dina dengan perasaan emosi sambil bertanya kepada kepada Dina.

Erna: “Katanya tadi kamu belum siap, tapi mengapa malah ngumpulin lembar jawabnya duluan!”

“Iya aku belum siap untuk ngasih tau kamu” Jawab Dina dengan santai.

Mendengar jawaban itu membuat Erna menjadi geram, “Dasar, kamu gak setia kawan banget sama aku!”

Dina pun membalas: “Dasar jiwa koruptor kamu!”

“Apa maksudmu koruptor!” Balas Erna

Dina pun menjawab dengan santai: “Emang koruptor kaya kamu ini, menghalalkan segala cara untuk mendapatkan tujuannya, meskipun dengan curang.

Mencontek itu merupakan bibit korupsi. Jangan salahkan jika para pejabat sukanya korupsi. Orang murid-muridnya aja sudah punya bibit korupsi sejak dini, bagaimana besarnya nanti coba”

Erna pun terdiam mendengar jawaban dari Dina yang dirasa benar adanya.

4. Contoh Teks Anekdot Pendek

Contoh Teks Anekdot Pendek
Contoh Teks Anekdot Pendek

Pencuri Sandal Vs Koruptor

Pada suatu persidangan, hakim memutuskan untuk menjatuhkan hukuman selama 5 tahun kepada Doni, pemuda berusia 25 tahun.

Doni terbukti bersalah karena mencuri sepasang sepatu di suatu Masjid.

Doni pun protes: “Maaf pak Hakim, saya keberatan, sepasang sepatu bekas harganya kan cuma Rp 50.000, tetapi mengapa saya dihukum sampai 5 tahun penjara?

Sementara para koruptor cuma dihukum ringan, padahal mereka menghabiskan uang rakyat dan uang yang dicuri pun lebih banyak jumlahnya!”

Hakim: “Sekarang saya tanya kepada saudara, saudara merugikan satu orang senilai Rp 50.000. Sementara koruptor merugikan 250 juta orang dengan korupsi sebanyak Rp 3 Miliar.

Coba sekarang saudara hitung, Rp 3 Miliar dibagi 250 juta orang maka setiap 1 orang hanya akan rugi Rp 12”

Doni yang masih bingung bertanya: “lalu?”

Hakim: “Lalu apa? Nilai kerugian yang sudah saudara lakukan jauh lebih merugikan daripada koruptor. Maka saya memberikan saudara hukuman yang lebih berat daripada koruptor”

Doni: (Pingsan).

5. Contoh Teks Anekdot Singkat

Contoh Teks Anekdot Singkat
Contoh Teks Anekdot Singkat

Bersedekah

Suatu hari terdapat pengemis yang sudah tua sedang meminta-minta kepada anak muda yang sedang duduk di tepi jalan.

Nak, sedekahnya nak” Kata pengemis itu.

Melihat ada pengemis, anak muda itu pun mengambil uang lima ribuan dari tas kecilnya kemudian berkata.

Anak muda: “Kembaliannya pak tiga ribu”.

Tanpa disangka pengemis itu mengambil uang dari kaleng sambil berkata: “Ini nak kembaliannya”.

Anak muda itu menerima kembaliannya.

“Loh, pak, uang kembaliannya kok empat ribu?” Gumam si pemuda dengan heran.

“Tidak apa-apa nak, saya ikhlas, anggap saja sedekah dari saya”. Jawab pengemis dengan santai.

6. Contoh Teks Anekdot Dialog

Contoh Teks Anekdot Dialog
Contoh Teks Anekdot Dialog

Soal yang Mudah

Suatu hari ketika ulangan akhir semester ganjil di SD Sukadana sedang berlangsung, Bu Indri sedang mengawasi mereka.

Ujian sudah dimulai sejak dua puluh menit yang lalu dan suasana ruangan terlihat tegang. Bu Indri pun berkeinginan untuk membuat suasana kelas menjadi lebih rileks

Bu Indri: “Bagaimana anak-anak, Mudah bukan soalnya?”

Murid-murid: “Mudah kok, Mudah banget malah bu Guru.”

Bu Indri: “Syukur Alhamdulillah jika memang gampang-gampang semua”

Ridwan: “Mudah sih bu soalnya, tetapi jawabannya susah”

Bu Indri: “Kok bisa sih, emang kamu tidak belajar apa Ridwan?”

Imam: “Kalau Ridwan sih gak pernah belajar bu, lha tiap malam ngajakin mabar Mobile Legend.”

Bu Indri: “Pantesan.”

7. Contoh Teks Anekdot Singkat beserta Strukturnya

Contoh Teks Anekdot Singkat beserta Strukturnya
Contoh Teks Anekdot Singkat beserta Strukturnya

Kereta dan Penjual Kupat Tahu

Abstraksi

Suatu hari terdapat penjual kupat tahu yang berjualan yang berjalan menuju Pasar Tugu Mustika

Orientasi

Seperti biasa setiap pagi sampai siang, penjual kupat tahu berdagang di depan SMAN 2 Wakanda. Pada siang hari jam 12 siang, seperti biasa dia mengambil jalan pintas dengan cara menyusuri rel kereta api menuju Pasar Tugu Mustika.

Krisis

Tetapi secara kebetulan dagangannya sudah habis karena dibeli oleh orang di tepi rel kereta.

Penjual kupat tahu pun membersihkan piring berwarna merah tersebut dan mengeringkannya dengan cara dikibas-kibaskan.

Akan tetapi ternyata dari kejauhan terlihat kereta api yang sedang melintas. Masinis yang melihat tanda merah dikibas-kibaskan langsung kaget dan menginjak rem keras-keras.

Ada sesuatu yang darurat serta membahayakan pikirnya.

Kereta api pun berhenti tepat di samping penjual kupat tahu.

Masinis: “Ada apa, pak?”

Penjual kupat tahu: “Tidak ada apa-apa pak, hanya tinggal bumbu kupat tahunya saja”.

Reaksi

Seketika itu Masinis turun lalu memukuli penjual kupat tahu.

Koda

Masinis pun menjalankan Kereta api meninggalkan penjual tahu kupat.

8. Contoh Teks Anekdot Pendidikan

Contoh Teks Anekdot Pendidikan
Contoh Teks Anekdot Pendidikan

Sampah Banjir

Abstraksi

Suatu pagi di dalam kelas, ibu Guru menanyai murid-muridnya.

Orientasi

Ibu Guru: “Murid-murid, coba sebutkan salah satu problem pemerintah yang sering kalian temui dalam berita.”

Handra: “Kalau itu mudah Bu, Semua orang juga sudah pada tahu bu.”

Ibu Guru: “Kalau begitu apa salah satu problem pemerintah itu Hendra?

Krisis

Hendra: “Problemnya ya banjir itu bu”.

Ibu Guru: “Tepat sekali Hendra. Coba Hendra sebutkan daerah mana yang sering kebanjiran?”

Reaksi

Hendra: “Gedung DPR Bu!”

Ibu Guru: “Kok bisa Gedung DPR?”

Koda

Hendra: “Permasalahan banjir kan gara-gara terlalu banyak sampah yang duduk di Gedung DPR sana bu!”

9. Contoh Teks Anekdot Politik

Contoh Teks Anekdot Politik
Contoh Teks Anekdot Politik

Kepanjangan DPR dan MPR

Abstraksi

Pada suatu hari di sekolah, Ibu guru sedang menanyai murid-muridnya.

Orientasi

Ibu Guru: “Anak-anak, coba sebutkan kepanjangan dari DPR dan MPR!”

Angga: “Kalau itu sih gampang bu”

Ibu Guru: “Kalau begitu apa kepanjangannya?”

Krisis

Angga: “Kepanjangan dari MPR adalah Mengkibuli Perasaan Rakyat, sedangkan kepanjangan DPR adalah Dedengkot Perampok Rakyat!”

Ibu Guru: “Husss! Ngawur kamu Angga!”

Reaksi

Angga: “Hahahahaha, ups, kalau begitu apa dong Bu?” (Dengan wajah pura-pura tidak tahu)

Ibu Guru: “Kepanjangan dari MPR adalah Menggandakan Problem Rakyat, sedangkan kepanjangan DPR adalah Departemen Penipu Rakyat!”

Koda

Semua murid: “Hahahahaha, bisa aja bu Guru ini”

10. Contoh Teks Anekdot Kebersihan

Contoh Teks Anekdot Kebersihan
Contoh Teks Anekdot Kebersihan

Petugas Kebersihan

Pada suatu pagi di sekolah, ada seorang petugas kebersihan yang sedang menyapu halaman sekolah. Tiba-tiba dari gerbang sekolah muncul seorang siswa yang melemparkan sampah ke sembarang tempat.

petugas kebersihan pun emosi dan menghentikan pekerjaannya sambil berteriak kencang.

“Woy, liat-liat dong kalo buang sampah. Jangan main lempar saja, gak tau apa saya capek-capek bersihinnya”.

Siswa tersebut pun diam dan menghentikan langkahnya. petugas kebersihan memilih untuk menghampirinya.

“Mas, kalo buang sampah bisa gak langsung dibuang ke tempatnya? Saya sudah membersihkannya” kata petugas kebersihan dengan perasaan kesal.

“Maaf sebelumnya ya pak, saya bukan bermaksud untuk buang sampah sembarangan” jawab pria itu. 

Masih alesan aja, padahal udah jelas-jelas ketahuan buang sampah sembarangan” sahut petugas kebersihan.

 

“Jadi gini Pak, hobi saya kan main basket. Tadi itu saya sedang mencoba latihan dengan melempar sampah ke tong sampah di sana”,ujar siswa tersebut sambil menunjuk tong sampah di dekatnya.

Petugas kebersihan pun pergi sambil bergumam dalam hati “ada-ada saja, dasar anak jaman sekarang, makin aneh saja”.

Perbedaan Anekdot dengan Humor

Setelah teman-teman melihat contoh anekdot yang sudah disebutkan di atas, apakah teman-teman menganggap jika anekdot itu merupakan humor?

Walaupun kelihatannya sama, akan tetapi anekdot dan humor itu merupakan dua hal yang berbeda. 

Anekdot merupakan cerita singkat yang menarik, lucu, mengesankan dan diambil dari kejadian nyata. Selain itu juga anekdot lebih sering berhubungan dengan orang penting atau terkenal.

Sementara humor merupakan sesuatu yang lucu dan juga dengan keadaan yang menggelikan hati. Humor tidak harus dibuat berdasarkan kejadian nyata dan hanya berisi hiburan.  

Di dalam humor tidak ada pesan yang disampaikan kepada pembaca, Hanya berfungsi untuk hiburan semata. Walaupun begitu, teman-teman dapat memanfaatkan humor untuk sebuah negosiasi.

Teman-teman dapat menyelipkan sebuah humor di dalam proses jual beli, contoh teks negosiasi jual beli misalnya. Untuk lebih jelasnya, teman-teman bisa menyimak perbedaan anekdot dan humor di bawah ini:

1. Ide cerita 

Teks anekdot mengambil cerita berdasarkan dari peristiwa nyata. Sementara ide cerita humor berasal dari rekaan atau imajinasi semata. 

2. Isi

Isi dari teks anekdot terkait dengan masalah tokoh publik atau masalah yang menyangkut orang banyak. Sementara isi dari humor berisikan masalah-masalah umum atau kehidupan sehari-hari.

3. Fungsi komunikasi

Tujuan dibuatnya teks anekdot untuk mengkomunikasikan atau menyampaikan kritik maupun sindiran secara halus. Sementara humor hanya bertujuan untuk hiburan semata. 

4. Makna tersirat 

Di dalam anekdot selalu memiliki makna yang tersirat untuk disampaikan kepada pembacanya. Sementara humor tidak memiliki makna atau pesan tersirat yang disampaikan kepada pembaca. 

5. Bentuk 

Setiap teks memiliki bentuk yang berbeda-beda. Pembuatan anekdot selalu menggunakan struktur teks yang terdiri dari abstraksi, orientasi, krisis, reaksi, dan koda. Sementara pembuatan humor tidak memiliki bentuk yang pasti, lebih bebas dan tidak memiliki aturan yang mengikat. 

Untuk lebih mudahnya, silahkan teman-teman simak perbedaan anekdot dan humor dalam bentuk tabel:

Contoh Teks Anekdot Perbedaan Anekdot dan Humor
Perbedaan Anekdot dan Humor

Itu tadi perbedaan anekdot dan humor yang perlu teman-teman ketahui. Teman-teman dapat membuat anekdot dan memanfaatkannya sebagai sarana untuk, menyampaikan kritik, tetapi tidak dengan cara yang kasar dan menyakiti.

Selain itu juga untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang kita hadapi di dunia nyata. Setelah teman-teman selesai membaca kumpulan buku anekdot, teman-teman bisa membuatnya menjadi contoh teks ulasan buku sebagai hasil penilaian pribadi maupun yang lainnya.

Atau mungkin teman-teman punya contoh teks anekdot lainnya? Yuk sampaikan di kolom komentar teman-teman. Semoga bermanfaat teman-teman.

Leave a Reply