Contoh Teks Anekdot

Teks di dalam bahasa Indonesia memiliki berbagai macam fungsi dan kegunaan. Contoh misalnya teks anekdot yang berfungsi untuk mengkritik tetapi dengan cara lucu.

Ada juga contoh teks prosedur dalam kehidupan sehari hari yang sering teman-teman temukan di dalam bungkus makanan instan seperti membuat mie rebus, dan masih banyak contoh teks dengan berbagai kegunaan dan fungsi lainnya.

Teman-teman mungkin akan berpendapat jika anekdot “hanya” memiliki kesan yang menghibur dengan bahasa yang lucu semata, bukan?

Pendapat semacam itu tidak sepenuhnya salah kok. Hanya saja jika teman-teman dalami lebih jauh, maka teman-teman akan menemukan pesan dan juga kritikan di dalamnya.

Teman-teman bisa menemukan pesan dan kritikan yang tersirat di dalam suatu anekdot dengan cara membaca berbagai referensi yang ada.

Referensi tersebut dapat bersumber dari internet, buku, majalah maupun maupun dengan menyimak penjelasan teks anekdot berikut ini:

Pengertian Teks Anekdot

Contoh Teks Anekdot Pengertian Teks Anekdot
Pengertian Teks Anekdot

Sebelum membahas lebih jauh mengenai apa itu anekdot, ada baiknya teman-teman mengetahui pengertian teks anekdot terlebih dahulu.

Perlu teman-teman ketahui bersama jika anekdot berasal dari bahasa Yunani, “an” dan “ekdote”.

An artinya tidak dan ekdote artinya penampilan, publikasi. Jadi dapat dikatakan jika anekdot sebagai sesuatu yang tidak ditampakkan atau dipublikasikan.  

Melihat asal kata anekdot sendiri, maka dapat dikatakan jika anekdot bukan hanya berfungsi untuk menghibur pembaca semata, akan tetapi lebih kepada pemberian pesan secara tersirat atau tersembunyi.

Selain itu juga dapat dikatakan jika anekdot merupakan sebuah cerita singkat yang lucu dan menghibur yang mungkin merupakan kisah manusia dan kehidupannya.

Hal ini juga berkaitan dengan sejarah masa lalu, yang mana pada masa itu penyampaian kritik atas ketidaksesuaian tidak disampaikan dengan cara frontal. Akan tetapi penyampaian kritik itu dengan cara candaan-candaan atau anekdot.

Kemudian secara istilah teks anekdot adalah teks yang menampilkan cerita pendek dan lucu dengan pesan tersirat di dalamnya. 

Sementara pesan yang terkandung di dalam sebuah anekdot pada umumnya mengandung sebuah pesan moral, sindiran atau kritik terhadap sesuatu. Sehingga pada umumnya anekdot dibuat dengan bertemakan kondisi sosial dan masyarakat. 

Penyampaian kritikan atau sindiran yang dibalut dengan bahasa sindiran yang halus serta lucu menjadi sebuah cara jitu untuk menyampai kan sindiran atau kritikan kepada pihak lain.

Sehingga dapat dikatakan jika menggunakan anekdot untuk memberikan kritikan atau sindiran merupakan salah satu cara cerdas dalam menyikapi permasalahan.

Ciri-ciri Teks Anekdot

Contoh Teks Anekdot Ciri-ciri Teks Anekdot
Ciri-ciri Teks Anekdot

Setelah teman-teman mengetahui bersama bagaimana pengertian anekdot, teman-teman pun juga harus mengetahui ciri dari anekdot itu sendiri.

Ciri teks anekdot terbagi menjadi dua, yakni ciri utama dan ciri tambahan. Adapun ciri-ciri utamanya adalah sebagai berikut:

1. Menampilkan jalan cerita yang lucu, humoris dan juga menggelitik.

2. Terselipkan sebuah kritik/saran kepada pihak lain berupa sindiran di dalamnya baik itu secara langsung maupun tidak langsung

Selain kedua ciri-ciri utama anekdot, masih ada lagi ciri-ciri tambahan anekdot. Hanya saja ciri-ciri tambahan ini sifatnya sebagai pelengkap semata.

Fungsinya adalah sebagai alat untuk mempermudah dalam penyampaian dan pemahaman anekdot itu sendiri. Adapun ciri-ciri tambahan di dalam anekdot adalah sebagai berikut:

1. Berawal dari kenyataan atau realitas yang ada

Sebuah kenyataan atau realitas yang ada sudah menjadi anekdot, akan tetapi setelah menjadi anekdot, akan mengalami proses kreatif sehingga menjadikannya berbeda.

2. Mengandung percakapan

Di dalam anekdot pada umumnya mengandung percakapan agar alurnya lebih mudah dipahami oleh pembaca.

3. Ditujukan kepada pihak yang memiliki kekuasaan atau kewenangan. 

Untuk melakukan kritikan atau sindiran pastinya ada pihak yang disindir. Penggunaan anekdot sendiri bukan hanya untuk yang memiliki kekuasaan atau wewenang, tetapi juga ada yang ditujukan hanya kepada tetangga atau keluarga.

Nah itu tadi ciri-ciri teks anekdot yang bisa teman-teman fahami. Dengan adanya ciri-ciri tersebut maka akan memudahkan teman-teman untuk dapat membedakan dan membuat contoh anekdot sendiri nantinya.

Struktur Teks Anekdot

Contoh Teks Anekdot Struktur Teks Anekdot
Struktur Teks Anekdot

Setelah teman-teman mengetahui ciri-ciri anekdot, Selanjutnya teman-teman juga perlu mengetahui struktur teks anekdot. 

Adapun struktur teks anekdot sebagai berikut:

1. Abstraksi

Di dalam sebuah anekdot, abstraksi bermakna sebagai gambaran awal cerita. Lebih lanjut, abstraksi merupakan bagian pertama dalam struktur anekdot berisikan gambaran umum dari sebuah cerita.

Untuk membuat gambaran umum yang menarik, teman-teman bisa menggunakan teknik contoh teks deskripsi singkat agar abstraksi yang dibuat menjadi lebih umum dan menarik.

Adapun fungsi dan kegunaan abstraksi ini adalah untuk menggambarkan setting tempat, waktu, dan tentang apa anekdot tersebut nantinya.

2. Orientasi

Struktur yang kedua di dalam anekdot adalah orientasi. Orientasi sendiri lebih mengarah pada latar atau suasana awal cerita.

Lebih lanjut di dalam orientasi berisikan tentang awal mula dan latar belakang terjadinya suatu peristiwa yang ada dalam cerita.

Dengan demikian dapat dikatakan jika orientasi Orientasi memberikan gambaran bagaimana suasana dan kondisi seperti apa kisah dalam anekdot itu terjadi.

3. Event

Setelah orientasi atau suasana awal cerita disampaikan, maka dibutuhkanlah struktul lanjutan berupa event. Event sendiri menunjukkan rangkaian kejadian awal dalam kisah tersebut. 

Di dalam anekdot, event-event yang ada akan saling berhubungan dan menguatkan hingga masuk ke adegan atau kalimat utama. 

Sementara di dalam teknik stand up comedy sendiri, event mungkin bisa dianalogikan sebagai bagian set-up.

4. Krisis

Struktur anekdot selanjutnya adalah krisis. Krisis dalam anekdot sendiri adalah klimaks atau puncak dari event-event sebelumnya yang harus diselesaikan.

Bisa dibilang jika krisis merupakan puncak dari permasalahan. Sementara di dalam teknik stand up comedy, krisis dapat dikatakan sebagai set up terakhir.

5. Reaksi

Setelah munculnya krisis atau puncak pemasalahan, maka dibutuhkanlah reaksi dalam anekdot. Reaksi merupakan penyelesaian masalah yang timbul di bagian krisis.

Penyelesaian masalah yang ditunjukkan disini adalah bagaimana cara sang tokoh utama menyelesaikan krisis yang dihadapi. 

Di dalam reaksi ini pula akan terkuak alasan tokoh utama tersebut melakukannya. Selain itu juga reaksi merupakan bagian inti dari anekdot, yang mana kelucuan ini terwujud atas reaksi yang berbeda dari yang umumnya.

6. Koda

Setelah reaksi tersampaikan dengan baik, maka dibutuhkanlah penutup yang baik pula. Penutup ini merupakan salah satu bagian penting di dalam pembuatan anekdot. Nah di dalam struktur anekdot, penutup disebut juga dengan koda.

Koda ini merupakan bagian yang menceritakan tentang perubahan atau ekspresi maupun suasana lingkungan di akhir anekdot. 

Dengan memahami struktur anekdot diatas, teman-teman akan dapat membedah, memahami maupun membuat contoh anekdot sendiri.

Untuk struktur yang sudah disebutkan diatas sendiri tidak bersifat baku. Setiap satu struktur dari contoh anekdot bisa terdiri dari satu atau beberapa kalimat.

Terkadang ada juga struktur yang ditampilkan dan ada juga yang tidak ditampilkan. Ada juga yang tidak menampilkan koda atau abstraksi tetapi tidak menghilangkan fungsi keduanya.

Kaidah Kebahasaan Teks Anekdot

Contoh Teks Anekdot Kaidah Kebahasaan Teks Anekdot
Kaidah Kebahasaan Teks Anekdot

Setelah teman-teman mengetahui struktur anekdot, selanjutnya teman-teman juga harus mengetahui kaidah kebahasaan teks anekdot.

Kaidah kebahasaan ini sendiri akan membuat teman-teman memiliki pegangan penggunaan bahasa yang tepat ketika membuat contoh anekdot singkat maupun anekdot lainnya. 

Berikut ini kaidah kebahasaan teks anekdot:

1. Penulisan menggunakan kata keterangan waktu lampau atau yang sudah lewat seperti dahulu, waktu itu, kemarin, dan lain sebagainya

2. Pernyataan peristiwa menggunakan kata hubung atau konjungsi

3. Menggunakan kata kerja material

4. Bersifat kronologis atau penulisan berurutan sesuai dengan waktu terjadinya peristiwa

5. Memuat kalimat perintah

6. Menggunakan kalimat yang retorik atau kalimat pertanyaan yang tidak perlu dijawab

7. Menggunakan bahasa kreatif dan efektif

8. Menggunakan bahasa yang humoris atau lucu

9. Mengandung kebenaran tertentu

10. Terkadang memiliki pembahasan isi yang membuat pembaca jengkel atau kesal.

11. Sesuai dengan struktur teks anekdot 

Nah itu tadi kaidah kebahasaan teks anekdot. Dengan mengetahui kaidah kebahasaan teks anekdot akan membuat teman-teman menjadi lebih mudah dalam membuat contoh anekdot nantinya.

Langkah Menyusun Teks Anekdot

Contoh Teks Anekdot Langkah Menyusun Teks Anekdot
Langkah Menyusun Teks Anekdot

Setelah teman-teman memahami pengertian, ciri-ciri, struktur serta kaidah kebahasaan dari teks anekdot, teman-teman juga harus mengetahui bagaimana menyusun teks anekdot itu sendiri.

Dengan mengetahui tata cara atau langkah menyusun teks anekdot akan membuat teman-teman bisa membuat  anekdot yang baik dan benar serta menarik.

Langkah-langkah penyusunan teks anekdot sendiri tidak akan terlepas dari pemilihan topik, pembuatan kerangka, serta mengembangkan tulisan.

Berikut ini langkah-langkah menyusun teks anekdot

1. Menentukan Topik

Langkah menyusun teks anekdot yang pertama adalah menentukan topik yang akan dibahas.

Dalam membuat anekdot, pastinya kita butuh menentukan topik. Misalnya anekdot dengan topik pendidikan, politik, hukum, sosial, budaya dan lain sebagainya.

Selain menentukan topik untuk dapat membuat anekdot, teman-teman juga perlu untuk menentukan objek serta tujuan dibuatya suatu anekdot.

Apakah anedot tersebut dibuat dengan tujuan untuk menyindir seseorang, menceritakan kejadian lucu maupun menyampaikan pesan moral kepada pembaca.

2. Mengumpulkan Bahan

Setelah topik teks anekdot ditentukan, langkah menyusun teks anekdot selanjutnya adalah mengumpulkan bahan-bahan.

Bahan-bahan tersebut adalah hal-hal yang akan dimuat dalam membuat anekdot, seperti:

1. Pesan moral apa yang akan disampaikan

2. Humor seperti apa yang akan disampaikan

3. Kepada siapa target pesan moral itu

4. Bagaimana tatacara penyampaian cerita

5. Bagaimana urutan peristiwanya, dan seterusnya.

Semua bahan-bahan untuk membuat anekdot harus teman-teman kumpulkan terlebih dahulu. Baru setelah semua bahan terkumpul, teman-teman dapat membuat contoh teks anekdot yang singkat dan lucu.

3. Menyusun Kerangka

Setelah bahan-bahan terkumpul, apa yang perlu teman-teman lakukan? Teman-teman perlu menyusun menyusun kerangka terlebih dahulu.

Di dalam penyusunan kerangka ini teman-teman harus berpedoman dengan struktur yang sudah disebutkan diatas.

Selanjutnya di dalam setiap struktur yang ada, teman-teman harus membuat point-point penting untuk membuat sendiri contoh anekdot nantinya.

Setelah kerangka itu selesai, teman-teman tinggal menyusunnya terlebih dahulu agar menjadi contoh teks anekdot yang sudah utuh.

4. Mengembangkan Kerangka

Jika kerangka yang teman-teman susun sudah dirasa cukup, maka teman-teman bisa mengembangkan kerangka tersebut untuk menjadi jalan cerita yang utuh.

Untuk membuat jalan cerita yang utuh, maka teman-teman perlu menarasikan cerita sesuai dengan kerangka serta bahan-bahan yang sudah dibuat.

Dengan demikian maka pengembangan kerangka yang sudah terkonsep ini akan menjadi contoh teks anekdot yang menghibur serta menarik untuk dibaca.

5. Menyunting Teks

Setelah anekdot selesai dibuat, jangan lupa untuk membaca ulang atau menyunting anekdot yang sudah teman-teman buat tadi. 

Penyuntingan ini adalah berupa membaca ulang anekdot yang sudah teman-teman buat kemudian merevisi atau mengedit bahasa maupun kata agar menjadi lebih baik, benar dan juga menarik.

Teman-teman harus memperhatikan setiap kata yang sudah teman-teman tulis untuk melihat apakah ada kesalahan penulisan maupun ejaannya. Jika terdapat kesalahan maka teman-teman harus segera memperbaikinya agar tidak kelupaan nantinya.

Nah itu tadi langkah menyusun untuk menyusun anekdot. Cukup mudah bukan caranya?

Kumpulan Contoh Anekdot

Setelah kita membahas berbagai macam unsur di dalam anekdot, tentunya akan membuat teman-teman menjadi sedikit lebih faham apa itu teks anekdot.

Akan tetapi rasanya belum lengkap jika kita belum mengetahui contoh teks anekdot secara langsung. Berikut ini kumpulan contoh teks anekdot yang bisa teman-teman jadikan referensi

1. Contoh Teks Anekdot beserta Strukturnya

Contoh Teks Anekdot beserta Strukturnya
Contoh Teks Anekdot beserta Strukturnya

Di bawah ini merupakan contoh teks anekdot beserta strukturnya dengan tema politik yang berjudul Kasih Uang Habis Perkara

Kasih Uang Habis Perkara

Abstraksi

Ada seorang dosen dari Fakultas Hukum sedang memberikan mata kuliah hukum pidana.

Orientasi

Pada saat dosen tersebut sedang memberikan pengantar mata kuliah hukum pidana, tiba-tiba Ahmad bertanya.

Ahmad: “Maaf pak mau nanya, apakah kepanjangan dari KUHP?.”

Krisis

Mendapatkan pertanyaan tersebut, bapak dosen tidak langsung menjawab, melainkan dilempar kepada Dino.

Bapak Dosen: “Saudara Dino, coba bantu saya untuk menjawab pertanyaan saudara Ahmad”

Dengan santai Dino menjawab, “Kasih Uang Habis Perkara pak!”, Jawabnya.

Mahasiswa lain dalam satu kelas langsung tertawa mendengarnya. Sementara bapak Dosen masih geleng-geleng kepala sambil memberikan pertanyaan kepada Dino.

Bapak Dosen: “Coba saudara Dino, jelaskan darimana anda bisa menjawab seperti itu?!”.

Dengan tenangnya Dino Menjawab pertanyaan bapak dosen, dari peribahasa jawa pak yang mengatakan bahwa pengalaman adalah guru yang terbaik pak!.

Reaksi

Sontak semua mahasiswa dalam satu ruangan tercengang dan saling memandang satu dengan lainnya. Baru kemudian mereka mulai tertawa keras.

Koda

Perlahan gelak tawa mahasiswa mulai reda dan kelas pun kembali normal lalu mata kuliah pun dilanjutkan dengan tenang.

Nah itu tadi contoh teks anekdot beserta strukturnya yang bisa teman-teman nikmati. Atau mungkin teman-teman memiliki contoh teks anekdot tentang hukum beserta strukturnya? Yuk sharing teman-teman.

2. Contoh Teks Anekdot Pendidikan

Contoh Teks Anekdot Pendidikan 2
Contoh Teks Anekdot Pendidikan

 

Berikut ini contoh teks anekdot pendidikan dengan judul Sekolah Bertaraf Internasional.

Sekolah Bertaraf Internasional

Pada suatu siang di sebuah sekolah SMA Bertaraf Internasional, ada seorang guru yang memberikan pengumuman kepada muridnya di kelas XI IPA 2.

Guru: “Anak-anak semua, ada kabar bahagia buat kita semua. Sekarang sekolah kita tercinta akan menjadi Sekolah Bertaraf Internasional. Untuk menyambut momen bahagia ini, 

Guru : “Anak-anak, ada kabar gembira untuk kita semua. Sekolah kita ini sebentar lagi akan Ibu Guru akan bertanya kepada anak-anakku tercinta.

Apa yang sudah kalian siapkan untuk menyambut SBI ini?”

Wahyu pun mengangkat tangan nya: “saya akan belajar bahasa Inggris agar saya menjadi mahir bu”.

Ibu guru pun memuji antusias Wahyu. Kemudian tiba-tiba Ibu Guru bertanya kepada Imam. 

Ibu guru: “Imam apa rencanamu untuk menyambut SBI ini?

Imam menjawab dengan ogah-ogahan: “Saya akan menyiapkan banyak uang bu”

Mendengar jawaban tersebut, Sontak ibu guru kembali bertanya kepada Imam.

Ibu Guru: “Kenapa seperti itu Imam?

Ya jelas harus siap banyak uang bu. Jika sekolah kita nantinya berstatus SBI, pasti bayarnya akan lebih mahal. Selain itu juga pasti nantinya akan ada iuran buat ini itu dan lainnya. Masak bayarnya sama aja bu, timpal Imam.

Ibu guru pun mencoba menerangkan: “Imam kok jawabnya begitu sih? Gini lo Imam, Sekolah bertaraf Internasional itu artinya sekolah kita setara dengan sekolah-sekolah yang ada di luar negeri sana. 

Imam pun menjawab: “Kalau menurut saya itu SBI bukan sekolah bertaraf Internasional bu, tetapi Sekolah Bertarif Internasional.

mendengar jawaban Imam, bu guru hanya bisa tersenyum dan tidak bisa membalas jawaban Imam.

Akhirnya Ibu guru tersebut melanjutkan materi pelajaran yang sempat tertunda agar suasana kelas menjadi kondusif kembali.

Kira-kira teman-teman bisa memisahkan contoh teks anekdot berdasarkan strukturnya tidak ya?

3. Contoh Teks Anekdot Menyindir Teman

Contoh Teks Anekdot Menyindir Teman
Contoh Teks Anekdot Menyindir Teman

Berikut ini contoh teks anekdot menyindir teman tentang pendidikan dengan judul Contekan.

Contekan

SMA Bina Bangsa tengah mengadakan ujian akhir semester genap. Dina dan Erna duduk bersebelahan.

Dalam hal akademis, keduanya bertolak belakang, Dina adalah anak yang pandai sementara Erna bisa dibilang pas-pasan.

Pada suatu waktu, ujian fisika tengah berlangsung dan Erna sangat malas mengerjakan dan frustasi karena dia lemah soal hitung-hitungan.

Erna pun menyenggol Dina sambil berbisik untuk meminta bantuan.

Dina pun menjawab sambil berbisik: “Aku belum siap”

Erna pun menanti dengan sabar sambil membaca soal-soalnya. Dua menit berselang, Dina tiba-tiba berdiri dan maju kedepan untuk mengumpulkan lembar jawabannya. 

Melihat hal itu embuat Erna terkejut, sebab tadi Dina mengatakan jika dia belum siap.

erna merasa dikhianati oleh Dina dan menyumpahinya.

Setelah ujian Fisika selesai, Erna mendatangi Dina dengan perasaan emosi sambil bertanya kepada kepada Dina.

Erna: “Katanya tadi kamu belum siap, tapi mengapa malah ngumpulin lembar jawabnya duluan!”

“Iya aku belum siap untuk ngasih tau kamu” Jawab Dina dengan santai.

Mendengar jawaban itu membuat Erna menjadi geram, “Dasar, kamu gak setia kawan banget sama aku!”

Dina pun membalas: “Dasar jiwa koruptor kamu!”

“Apa maksudmu koruptor!” Balas Erna

Dina pun menjawab dengan santai: “Emang koruptor kaya kamu ini, menghalalkan segala cara untuk mendapatkan tujuannya, meskipun dengan curang.

Mencontek itu merupakan bibit korupsi. Jangan salahkan jika para pejabat sukanya korupsi. Orang murid-muridnya aja sudah punya bibit korupsi sejak dini, bagaimana besarnya nanti coba”

Erna pun terdiam mendengar jawaban dari Dina yang dirasa benar adanya.

Nah itu tadi contoh teks anekdot menyindir teman. Mudah bukan teman-teman cara membuatnya.

4. Contoh Teks Anekdot Pendek

Contoh Teks Anekdot Pendek
Contoh Teks Anekdot Pendek

Berikut ini contoh teks anekdot pendek tentang hukum dengan judul pencuri sandal vs koruptor

Pencuri Sandal Vs Koruptor

Pada suatu persidangan, hakim memutuskan untuk menjatuhkan hukuman selama 5 tahun kepada Doni, pemuda berusia 25 tahun.

Doni terbukti bersalah karena mencuri sepasang sepatu di suatu Masjid.

Doni pun protes: “Maaf pak Hakim, saya keberatan, sepasang sepatu bekas harganya kan cuma Rp 50.000, tetapi mengapa saya dihukum sampai 5 tahun penjara?

Sementara para koruptor cuma dihukum ringan, padahal mereka menghabiskan uang rakyat dan uang yang dicuri pun lebih banyak jumlahnya!”

Hakim: “Sekarang saya tanya kepada saudara, saudara merugikan satu orang senilai Rp 50.000. Sementara koruptor merugikan 250 juta orang dengan korupsi sebanyak Rp 3 Miliar.

Coba sekarang saudara hitung, Rp 3 Miliar dibagi 250 juta orang maka setiap 1 orang hanya akan rugi Rp 12”

Doni yang masih bingung bertanya: “lalu?”

Hakim: “Lalu apa? Nilai kerugian yang sudah saudara lakukan jauh lebih merugikan daripada koruptor. Maka saya memberikan saudara hukuman yang lebih berat daripada koruptor”

Doni: (Pingsan).

Nah itu tadi contoh teks anekdot pendek yang bisa teman-teman jadikan referensi. Atau mungkin teman-teman ada contoh teks anekdot pendek lainnya?

5. Contoh Teks Anekdot Singkat

Contoh Teks Anekdot Singkat
Contoh Teks Anekdot Singkat

Berikut ini adalah contoh teks anekdot singkat dengan judul bersedekah

Bersedekah

Suatu hari terdapat pengemis yang sudah tua sedang meminta-minta kepada anak muda yang sedang duduk di tepi jalan.

Nak, sedekahnya nak” Kata pengemis itu.

Melihat ada pengemis, anak muda itu pun mengambil uang lima ribuan dari tas kecilnya kemudian berkata.

Anak muda: “Kembaliannya pak tiga ribu”.

Tanpa disangka pengemis itu mengambil uang dari kaleng sambil berkata: “Ini nak kembaliannya”.

Anak muda itu menerima kembaliannya.

“Loh, pak, uang kembaliannya kok empat ribu?” Gumam si pemuda dengan heran.

“Tidak apa-apa nak, saya ikhlas, anggap saja sedekah dari saya”. Jawab pengemis dengan santai.

Nah itu tadi contoh teks anekdot singkat yang bisa teman-teman baca. 

6. Contoh Teks Anekdot Dialog

Contoh Teks Anekdot Dialog
Contoh Teks Anekdot Dialog

Berikut ini contoh teks anekdot dialog layanan publik dengan judul Soal yang Mudah.

Suatu hari ketika ulangan akhir semester ganjil di SD Sukadana sedang berlangsung, Bu Indri sedang mengawasi mereka.

Ujian sudah dimulai sejak dua puluh menit yang lalu dan suasana ruangan terlihat tegang. Bu Indri pun berkeinginan untuk membuat suasana kelas menjadi lebih rileks

Bu Indri: “Bagaimana anak-anak, Mudah bukan soalnya?”

Murid-murid: “Mudah kok, Mudah banget malah bu Guru.”

Bu Indri: “Syukur Alhamdulillah jika memang gampang-gampang semua”

Ridwan: “Mudah sih bu soalnya, tetapi jawabannya susah”

Bu Indri: “Kok bisa sih, emang kamu tidak belajar apa Ridwan?”

Imam: “Kalau Ridwan sih gak pernah belajar bu, lha tiap malam ngajakin mabar Mobile Legend.”

Bu Indri: “Pantesan.”

Nah itu tadi contoh teks anekdot dialog yang bisa teman-teman baca. Semoga bermanfaat teman-teman.

7. Contoh Teks Anekdot Singkat beserta Strukturnya

Contoh Teks Anekdot Singkat beserta Strukturnya
Contoh Teks Anekdot Singkat beserta Strukturnya

Berikut ini adalah contoh teks anekdot singkat beserta strukturnya dengan judul Kereta dan Penjual Kupat Tahu

Kereta dan Penjual Kupat Tahu

Abstraksi

Suatu hari terdapat penjual kupat tahu yang berjualan yang berjalan menuju Pasar Tugu Mustika

Orientasi

Seperti biasa setiap pagi sampai siang, penjual kupat tahu berdagang di depan SMAN 2 Wakanda. Pada siang hari jam 12 siang, seperti biasa dia mengambil jalan pintas dengan cara menyusuri rel kereta api menuju Pasar Tugu Mustika.

Krisis

Tetapi secara kebetulan dagangannya sudah habis karena dibeli oleh orang di tepi rel kereta.

Penjual kupat tahu pun membersihkan piring berwarna merah tersebut dan mengeringkannya dengan cara dikibas-kibaskan.

Akan tetapi ternyata dari kejauhan terlihat kereta api yang sedang melintas. Masinis yang melihat tanda merah dikibas-kibaskan langsung kaget dan menginjak rem keras-keras.

Ada sesuatu yang darurat serta membahayakan pikirnya.

Kereta api pun berhenti tepat di samping penjual kupat tahu.

Masinis: “Ada apa, pak?”

Penjual kupat tahu: “Tidak ada apa-apa pak, hanya tinggal bumbu kupat tahunya saja”.

Reaksi

Seketika itu Masinis turun lalu memukuli penjual kupat tahu.

Koda

Masinis pun menjalankan Kereta api meninggalkan penjual tahu kupat.

Nah itu tadi contoh teks anekdot singkat beserta strukturnya yang bisa teman-teman jadikan referensi. 

Contoh Anekdot Lainnya

Selain contoh anekdot di atas, masih banyak contoh contoh teks anekdot yang bisa teman-teman temui. Seperti contoh teks anekdot berikut ini.

1. Contoh Teks Anekdot Pendidikan

Contoh Teks Anekdot Pendidikan
Contoh Teks Anekdot Pendidikan

Berikut ini terdapat contoh teks anekdot tentang pendidikan dengan judul Sampah Banjir

Sampah Banjir

Abstraksi

Suatu pagi di dalam kelas, ibu Guru menanyai murid-muridnya.

Orientasi

Ibu Guru: “Murid-murid, coba sebutkan salah satu problem pemerintah yang sering kalian temui dalam berita.”

Handra: “Kalau itu mudah Bu, Semua orang juga sudah pada tahu bu.”

Ibu Guru: “Kalau begitu apa salah satu problem pemerintah itu Hendra?

Krisis

Hendra: “Problemnya ya banjir itu bu”.

Ibu Guru: “Tepat sekali Hendra. Coba Hendra sebutkan daerah mana yang sering kebanjiran?”

Reaksi

Hendra: “Gedung DPR Bu!”

Ibu Guru: “Kok bisa Gedung DPR?”

Koda

Hendra: “Permasalahan banjir kan gara-gara terlalu banyak sampah yang duduk di Gedung DPR sana bu!”

Nah itu tadi contoh teks anekdot pendidikan dengan nuansa sindiran. Bagaimana teman-teman mudah bukan.

2. Contoh Teks Anekdot Politik

Contoh Teks Anekdot Politik
Contoh Teks Anekdot Politik

Berikut ini contoh teks anekdot politik dengan judul Kepanjangan DPR dan MPR

Kepanjangan DPR dan MPR

Abstraksi

Pada suatu hari di sekolah, Ibu guru sedang menanyai murid-muridnya.

Orientasi

Ibu Guru: “Anak-anak, coba sebutkan kepanjangan dari DPR dan MPR!”

Angga: “Kalau itu sih gampang bu”

Ibu Guru: “Kalau begitu apa kepanjangannya?”

Krisis

Angga: “Kepanjangan dari MPR adalah Mengkibuli Perasaan Rakyat, sedangkan kepanjangan DPR adalah Dedengkot Perampok Rakyat!”

Ibu Guru: “Husss! Ngawur kamu Angga!”

Reaksi

Angga: “Hahahahaha, ups, kalau begitu apa dong Bu?” (Dengan wajah pura-pura tidak tahu)

Ibu Guru: “Kepanjangan dari MPR adalah Menggandakan Problem Rakyat, sedangkan kepanjangan DPR adalah Departemen Penipu Rakyat!”

Koda

Semua murid: “Hahahahaha, bisa aja bu Guru ini”

Nah itu tadi contoh teks anekdot politik yang bisa teman-teman perhatikan. Bagaimana teman-teman mudah bukan cara membuatnya.

Perbedaan Anekdot dengan Humor

Setelah teman-teman melihat contoh anekdot yang sudah disebutkan di atas, apakah teman-teman menganggap jika anekdot itu merupakan humor?

Walaupun kelihatannya sama, akan tetapi anekdot dan humor itu merupakan dua hal yang berbeda. 

Anekdot merupakan cerita singkat yang menarik, lucu dan mengesankan serta diambil dari kejadian yang sebenarnya. Selain itu juga anekdot lebih sering berhubungan dengan orang penting atau terkenal.

Sementara humor merupakan sesuatu yang lucu dan juga dengan keadaan yang menggelikan hati. Humor sendiri tidak harus dibuat berdasarkan kejadian nyata dan juga hanya berisi hiburan.  

Di dalam humor tidak ada pesan untuk disampaikan kepada pembacanya, hanya untuk hiburan semata. Walaupun begitu, teman-teman dapat memanfaatkan humor untuk sebuah negosiasi. Teman-teman dapat menyelipkan sebuah humor di dalam proses jual beli, contoh teks negosiasi jual beli misalnya.

Untuk lebih jelasnya, teman-teman bisa menyimak perbedaan anekdot dan humor di bawah ini:

1. Ide cerita 

Teks anekdot mengambil cerita berdasarkan dari peristiwa nyata. Sementara ide cerita humor berasal dari rekaan atau imajinasi semata. 

2. Isi

Isi dari teks anekdot terkait dengan masalah tokoh publik atau masalah yang menyangkut orang banyak. Sementara isi dari humor berisikan masalah-masalah umum atau kehidupan sehari-hari.

3. Fungsi komunikasi

Perbedaan selanjutnya adalah fungsi komunikasi. Tujuan dibuatnya teks anekdot adalah untuk mengkomunikasikan atau menyampaikan kritik maupun sindiran secara halus. Sementara humor hanya bertujuan untuk hiburan semata. 

4. Makna tersirat 

Perbedaan antara anekdot dan humor selanjutnya adalah makna yang tersirat di dalamnya. Di dalam anekdot selalu memiliki makna yang tersirat untuk disampaikan kepada pembacanya. Sementara humor tidak memiliki makna atau pesan tersirat yang disampaikan kepada pembaca. 

5. Bentuk 

Setiap teks memiliki bentuk yang berbeda-beda. Pembuatan anekdot selalu menggunakan struktur teks yang terdiri dari abstraksi, orientasi, krisis, reaksi, dan koda. Sementara pembuatan humor tidak memiliki bentuk yang pasti, lebih bebas dan tidak memiliki aturan yang mengikat. 

Untuk lebih mudahnya, silahkan teman-teman simak perbedaan anekdot dan humor dalam bentuk tabel:

Contoh Teks Anekdot Perbedaan Anekdot dan Humor
Perbedaan Anekdot dan Humor

Itu tadi perbedaan anekdot dan humor yang perlu teman-teman ketahui. Dengan mengetahui perbedaan dan tujuan dari anekdot, teman-teman dapat membuat anekdot dan memanfaatkannya sebagai sarana untuk, menyampaikan kritik, tetapi tidak dengan cara yang kasar dan menyakiti.

Selain itu juga untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang kita hadapi di dunia nyata. Setelah teman-teman selesai membaca kumpulan buku anekdot, teman-teman bisa membuatnya menjadi contoh teks ulasan buku sebagai hasil penilaian pribadi maupun yang lainnya.

Atau mungkin teman-teman punya contoh anekdot lainnya? Yuk sampaikan di kolom komentar teman-teman. Semoga bermanfaat teman-teman.

Leave a Reply