Contoh Cerpen Persahabatan Singkat

Ada banyak manfaat ketika kalian membaca contoh cerita pendek khususnya cerpen persahabatan. Diantaranya dapat mengetahui betapa pentingnya arti persahabatan sejati.

Di dalam membuat cerpen persahabatan, idealnya itu menulis pengalaman pribadi bersama sahabat.

Akan sangat menarik jika pahit manisnya persahabatan yang sudah kalian jalani kemudian dibuat dalam sebuah naskah cerita pendek.

Sehingga kisah kalian bisa abadi dalam cerpen persahabatan sejati yang tertulis dan bisa dibaca semua orang.

Cara membuat cerpen persahabatan singkat, bisa dimulai dengan mencari contoh cerpen singkat bermakna yang banyak terdapat di perpustakaan, media internet maupun dengan membaca artikel di bawah.

Kalian bisa membaca kumpulan judul contoh cerpen persahabatan singkat mulai dari SD, SMP, SMA beserta unsur intrinsiknya.

Pengertian Cerpen Beserta Unsur Intrinsik dan Ekstrinsiknya

Semoga penjelasan tentang cerpen beserta unsur intrinsiknya dan ekstrinsiknya yang singkat dan lengkap pada video tersebut bisa pahami dengan baik ya.

Cerpen Persahabatan Singkat

Contoh Cerpen Persahabatan Singkat
Contoh Cerpen Persahabatan Singkat Padat dan Jelas
'' KENANGAN ''

Hay! Namaku Diana Malika. Aku asli dari Palembang. Sekarang aku sedang di Parangtritis sambil menikmati angin senja. Sore ini begitu indah. Akupun beranjak dari duduk kemudian menuliskan sesuatu di pasir menggunakan kayu. “Diana dan Erwin”, dua nama yang kutuliskan di pasir. 

Erwin adalah nama sahabat dekatku. Nama lengkapnya ialah Erwin Dwi Liani dan dia sekarang sudah bersama Sang Kuasa.

Aku pun kembali teringat kejadian itu dan tiba-tiba air mataku mulai mengalir dengan derasnya.

“Malika!!!” Teriak erwin yang melihatku menangis di tepi sungai. Aku mengabaikannya.

“Hey! Kamu kenapa menangis?” Tanyanya.

“Dompetku hanyut di sungai”. Kataku sambil menangis sesenggukan.

“Kamu jangan khawatir, aku akan mencarikannya!” Kata Erwin sambil menyusuri sungai. Aku pun menatapnya dengan tatapan kosong. Tak habis pikir ku melihatnya. Padahal hari sudah hampir gelap.

Aku pun menunggunya dengan cemas hingga ada orang yang menghampiriku.

Mbak, ngapain disini sendiri? Sudah malam lho mbak” Tegur orang yang kebetulan lewat. 

Lagi nunggu teman, Pak. Tadi dia nyari dompet saya yang hanyut di sungai ini, Pak.”Sahut Ku yang masih menyisakan air mata dan mengguratkan kegelisahan.

“mbak bisa menunggu di rumah saya, biar saya nyari temennya mbak. Mbak bisa menemani istri saya di rumah” Sahut bapak tersebut.

Aku pun mengikutinya dari belakang hingga sampai ke depan rumahnya. Selang beberapa saat, bapak tersebut pergi untuk mencari Erwin.

Tengah malamnya, bapak itu kembali dengan wajah kurang menyenangkan.

“Maaf mbak, tadi saya sudah menelusuri sungai dan ternyata teman mbak tadi hanyut dan ditemukan oleh warga. Dia sudah pergi selamanya” Ujar bapak itu dengan wajah tertunduk.

Bagai petir di siang bolong. Aku tak percaya dengan ucapannya. Sahabat tercintaku pergi karenaku. Aku sangat menyesal karena membiarkan dia pergi. Aku pun menangis sejadi-jadinya saat itu juga.

Kini aku hanya bisa mengingat semua kenangan dan pengorbanan Erwin. Selamat jalan Erwin, semoga engkau tenang disana.

Cerita Pendek Menarik: Cerpen Pendidikan

Cerpen Persahabatan dan Cinta

Contoh Cerpen Persahabatan Judul Cerpen Persahabatan
Contoh Judul Cerpen Persahabatan
'' PERSAHABATAN DI ATAS CINTA ''

Seminggu berlalu sejak pernikahanmu. Masih teringat jelas rasa sakit itu. Pada pagi itu, tepatnya di hari pernikahanmu, kamu begitu antusias di hari itu. 

“Kak Azka, lihat, cantik bukan?” Ucapmu dengan antusias.

“Kau terlihat sangat cantik, Rini.”

“Ya udah, sana kak, aku mau berdandan dulu”

Bahagiaku melihatnya begitu antusias menyambut hari pernikahannya. Kau terlihat sangat bahagia. Tak lupa senyuman manismu selalu tersungging di wajahmu.

Akhirnya, setelah suka duka kau lewati bersama, tibalah saatnya kalian mengucap cinta suci untuk setia sehidup semati.

Jujur saja, jika saja dulu aku berani mengungkapkan perasaanku yang sebenarnya, mungkin bukan luka yang kurasa. Tetapi apa daya, semua telah berlalu begitu saja.

Kupendam perasaanku karena ku takut jika terjadi sesuatu nantinya.

Persahabatan yang sudah terjalin sejak lama akan sangat sayang jika dirusak dengan cinta. Hingga akhirnya ku pendam perasaanku begitu saja.

“Kak Azka, ayo cepetan bantuin aku” Teriakmu yang membuyarkan lamunanku.

Tanpa sadar air mataku terjatuh. Akupun buru-buru menghapus air mataku agar tidak merusak hari bahagiamu.

“Udah siap, Rin?” Tanyaku.

“Iya, kak.” 

Calon mempelai pria pun tiba dan acara ijab kabul pun dilaksanakan. Acara pun berlangsung dengan hikmat dan tanpa ada halangan apapun. 

Aku turut berbahagia, walau ada luka di dalamnya. Sebagai sahabat baiknya, tak lupa ku ucapkan selamat pada Rini, sahabat terbaikku.

Cerpen Persahabatan Sejati

Contoh Cerpen Persahabatan Sejati
Contoh Cerpen Persahabatan Sejati
'' MERAIH MIMPI ''

Malam yang indah dengan bintang yang bertabur di atasnya. Di bawah sinar rembulan yang begitu indahnya, Joko terduduk sendiri sambil menikmati secangkir kopi di sampingnya.

Tiba-tiba dia teringat akan perjuangannya sewaktu kecil sebelum menjadi dalang seperti sekarang.

Malam itu suasana begitu cerah. Orang-orang berkumpul menyaksikan pagelaran wayang kulit di balai desa Sidomulyo.

Semua merasa terhibur, kecuali anak yang duduk di tepi lapangan. Dia masih berduka atas kepergian bapak tercinta yang menemui Yang Maha Kuasa.

Rintisan air mata mulai membasahi pipinya yang kini menjadi merah menyala. Namanya Joko. Dia terlahir dari keluarga kurang berada. Joko memiliki tiga saudara yang bernama Lia, Nia dan Arum.

Saat ini Lia sudah kelas 3 SD, dan Nia baru masuk kelas 1 SD. Sementara Arum baru menginjak usia 3 tahun.

Saat ini perasaan Joko terasa kacau. Sedih dan bingung bercampur jadi satu. Entah bagaimana cara untuk mengurai dan menyelesaikan semua masalah ini. Tiba-tiba joko dipanggil oleh Pak Tarno. Dia nampak terburu-buru.

Kenapa, Pak?” Tanya Jono.

Ibu Kamu pingsan Jok. Ayo cepat pulang” Jawab Pak tarno dengan ngos-ngosan

Segera Joko berlari pulang ke rumah. Dia begitu kaget dengan ucapan Pak Tarno. Joko sangat khawatir dengan kondisi ibunya yang sakit-sakitan.

Lia, Nia. Ibu tidak apa-apa?” Tanya Joko.

“Sekarang sudah baikan, Kak. Tadi Ibu pingsan” Jawab Lia

Segera Joko bergegas menemui Ibunya. Joko membelai rambut Ibunya. Tak kuasa ia menahan air matanya. Tangis pun pecah saat itu juga.

“Nak, tenanglah, jangan menangis, Ibu tidak apa-apa, kok.” Hibur Ibu Joko.

“Baiklah Bu. Joko tidak akan menangis lagi!”

Ya sudah, sebaiknya cepat istirahat!” Suruh Ibu.

“Baiklah, Bu!”

Joko pun masih termenung di kamarnya. Dia sangat ingin memeriksakan kondisi ibunya yang sakit-sakitan, tapi bagaimana caranya? 

Saat Joko melihat jam, waktu sudah menunjukkan pukul 22.30, sehingga dia bergegas untuk beristirahat dan tidur.

Siang harinya sepulang sekolah seperti biasa, Joko berjalan bersama dua sahabatnya, Angga dan Heri. 

Tiba-tiba di tengah perjalanan, mereka bertiga dipanggil oleh Pak Eko, salah satu dalang kondang yang ada di Desanya.

“Ayo sini, minum es degan dulu. Bapak yang traktir” Ucap Pak Eko sambil memesankan es degan buat mereka.

“Begini, bapak mau mengajari kalian menjadi dalang. Agar budaya warisan kita tetap terjaga. Kalian mau kan?”

“Wah, mau banget, Pak. Rasanya seru banget kalau bisa jadi dalang. Bisa menceritakan berbagai kisah pewayangan. Kisah-kisahnya pun menarik banget, Pak” Angga pun menjawab dengan antusias.

“Kamu tertarik menjadi dalang, Angga? Kalau yang lain bagaimana?”

“Mau..mau!” Joko meyakinkan.

“Kalau begitu, tiap sabtu sore kalian ke rumah bapak, Bagaimana?”

“Siap Pak” Sahut Heri yang sejak tadi diam saja.

Mereka bertiga pun giat berlatih menjadi dalang. Tak terasa 5 bulan sudah mereka berlatih. Hingga suatu hari Angga datang ke rumah Joko. Joko pun tak menyangka dengan kedatangan Angga.

“Angga, tumben siang-siang sudah ke rumahku. Ada apa?”

“Tadi aku ketemu Pak Eko. Beliau bilang 2 bulan lagi ada perlombaan dalang cilik.”

“Wah, bagus itu, kita harus berlatih lebih keras lagi”

“Betul, nanti malam kita latihan juga. Seminggu 2 kali.”

“Baiklah, siap.”

Jauh di relung hatinya, Joko sangat berharap bisa menjadi dalang. Mungkin ini adalah jalan baginya untuk menggapai cita-citanya sedari kecil, menjadi dalang kondang dan dibutuhkan banyak orang untuk pentas.

Dia pun segera masuk ke rumah dan menjelaskan lomba dan kebaikan Pak Eko kepada Ibu dan adik-adiknya. Joko dan teman-temannya pun lebih giat berlatih dari biasanya.

Hingga tiba saatnya hari perlombaan. Joko serta teman-teman dan keluarga masing-masing pun berangkat menuju pendopo kabupaten.

Sesampainya di pendopo, kami semua turun dan menempati kursi yang ada.

“Jangan lupa Joko, baca basmalah dan berdoa terlebih dahulu sebelum tampil”. Pesan ibu dengan wajah yang terlihat pucat.

Banyak dibaca:  Jack dan Pohon Kacang

Siang hari tibalah saatnya joko untuk tampil. Joko memainkan perang baratayuda antara kurawa dan pandawa. 

Baru beberapa saat, ibu joko pingsan hingga menimbulkan kepanikan di sekitarnya. Joko pun langsung bergegas turun tanpa memperdulikan perlombaan yang ada.

Orang-orang pun membawanya ke rumah sakit terdekat dengan dibantu panitia lomba.

Untunglah dari hasil pemeriksaan menyatakan jika Ibu joko boleh melakukan pengobatan dengan rawat jalan.

Ibu Joko pun membujuk Joko agar kembali ke perlombaan untuk menyemangati teman-temannya. Joko tiba di sore hari tepat saat panitia akan mengumumkan hasil perlombaan.

“Juara pertama perlombaan dalang cilik adalah………… Angga Saputra”

Seketika itu juga Joko dan Heri melonjak kegirangan dan memeluk Angga hingga ketiganya hampir jatuh bersamaan.

“Selamat Angga, kamu juara” Ucap Joko dan Heri.

“Sama-sama. Semua ini berkat latihan dan bimbingan dari Pak Eko.”Jawab Angga.

“Kemenangan ini aku dedikasikan buat Pak Eko dan kalian semua.” Sambung Angga yang bersemu merah karena tangis kebahagiaan.

“Pak Eko, terima kasih atas segala bimbingannya. Hadiah yang aku dapat ini akan kuberikan buat biaya pengobatan Ibunya Joko. Boleh kan, Pak?” Tanya Angga kepada Pak Eko.

Dari ketiga sahabat itu, Joko lah yang hidupnya serba kekurangan.

“Kamu memang baik Angga. Bapak bangga pada kalian semua. Kalian berusaha keras untuk belajar dan menjadi yang terbaik.”  

“Kamu memang berhati mulia, Pujo. Kalian semua memang anak-anak yang bersedia untuk belajar. Bapak membanggakan kalian.“

Joko pun kaget mendengar ucapan Angga. “Terima kasih Angga” Dia pun memeluk Angga sambil menangis haru bahagia.

“Sama-sama. Ayo kita ke rumah sakit untuk menjenguk ibumu!” Pada perlombaan itu, bukan hanya kemenangan saja yang berarti, tapi ternyata sebuah kepedulian dan persahabatan yang begitu berarti.

Joko pun terbuyar dari lamunan perjuangannya ketika kecil. Perjuangan dalam meraih mimpinya menjadi dalang tidak sia-sia.

Sekarang Joko sudah menjadi dalang terkenal. Tak lupa, Joko masih menjaga pertemanan hingga kini.

Cerpen Persahabatan SMP Singkat

Contoh Cerpen Persahabatan SMP
Contoh Cerpen Persahabatan SMP Jangan Salah Pergaulan
'' JANGAN SALAH PERGAULAN ''

Namaku adalah Doni. Aku kelas 2 SMP. Sekarang aku masih terbaring lemas di kamarku. Tubuhku masih terasa sakit setelah beberapa hari terkapar di rumah sakit. 

Sesal kurasakan, tapi apa daya, nasi sudah menjadi bubur. Kejadiannya beberapa hari yang lalu saat aku tidak sengaja membuang sampah sembarangan.

Sialnya, pada saat itu adalah jam pelajaran PKN yang diampu oleh Pak Romli. Beliau sangat disiplin soal kebersihan.

“Siapa yang buang sampah sembarangan?” Tanya Pak Romli.

Aku sadar jika sampah yang dimaksud adalah sampahku. Tetapi aku diam saja karena takut akan dihukum oleh Pak Romi.

“Ayo jawab. Siapa yang buang sampah?” Sekali lagi Pak Romi bertanya dengan suara yang lebih keras.

Wawan, teman sebangku ku pun menyenggolku sambil berbisik, “ayo ngaku saja. “Aku pun memilih diam menolaknya.

“Ayo kalian ngaku saja. Daripada nanti ada yang ketahuan, Bapak akan hukum lebih berat.”

Wawan pun kembali menyenggolku. “Ayolah mengaku saja. Daripada urusannya makin repot.”

Ayo Jawab” Bentak Pak Romi dengan suara menggelegar.”

“Kalau masih tidak ada yang mau mengaku, akan bapak hukum kalian semua untuk hormat bendera sampai pulang sekolah.” Ancam Pak Romi.
“Baiklah, Wawan! Bapak tanya, siapa yang buang sampah sembarangan di kelas?” Tanya Pak Romi kepada Wawan dengan suara menggelegar

“D…..D” Jawab Wawan sambil menyenggolku.

Langsung saja aku menginjak kakinya agar tidak menyebut namaku.

“Doni pak yang membuang sampah” Jawab Wawan.

“Benar Doni, Kamu yang membuang sampah ini?” Tanya Pak Romi masih dengan suara lantangnya.

“Bu….Bukan, Pak” Jawabku sambil gemetaran, ketakutan yang bercampur marah kepada Wawan karena membeberkannya.

“Jangan bohong”

“Iya Pak, bukan saya pelakunya” Jawabku dengan bohong.

“Benar Pak, bukan Doni pelakunya. Tadi ada murid sebelah lewat kemudian melempar sampahnya sembarangan” Jawab Agung yang tiba-tiba membelaku.  

“Iya Pak. Bukan Doni pelakunya” Bela Lukman.

Aku pun kaget dengan perkataan mereka berdua. Aku tidak begitu dekat dengan mereka. Mereka berdua terkenal sebagai anak pembuat onar di sekolah. Lalu mengapa mereka membelaku?

“Ya sudah kalau begitu, asalkan sudah tidak ada sampah, sekarang kita mulai pelajarannya” Ujar Pak Romi.

Aku pun sudah tidak konsen dalam belajar. Rasa marahku pada Wawan masih belum reda. Tega sekali dia mencelakakanku. Padahal dia teman baikku sejak kecil.

Setelah pelajaran selesai aku pun menemui Agung dan Lukman.

“Terima kasih ya, tadi sudah membelaku.” 

“Yaelah, santai saja Don.” Kata Lukman.

“Bilangin tuh sama teman mu, jangan ember jadi orang. Jangan mencelakai teman sendiri.” Tambah Agung.

“Tau tuh anak. Songong banget jadi orang. Sama temen sendiri tega-teganya mencelakai. Padahal sudah berteman sejak lama.” Jawabku yang masih kesal dengan Wawan.

“Mangkanya Don, gak usah berteman sama dia. Temenan sama kita aja. Kita santai, asik dan menjaga solidaritas antar teman” Kata Lukman sambil membusungkan dada.

“Iya deh, aku gak kan negor Wawan lagi” Jawabku sambil mengangguk.

“Iya-iya,” aku mengangguk. “Biarin saja, aku nggak akan negor Wahyu lagi,” lanjutku.

Semenjak hari itu pun aku sudah tidak bertegur sapa dengan Wawan. Aku memilih berteman dengan Lukman dan Agung. 

Akupun sering bersama mereka yang memang terkenal sebagai preman sekolah. bagiku hal itu tidak masalah.

Hingga beberapa hari berteman, aku pun memilih untuk nongkrong terlebih dahulu bersama mereka.

Tiba-tiba Agung berdiri dan pergi ke warung untuk membeli rokok. Dia pun menghisapnya bersama teman-teman yang lain.

“Don, cobain deh” Kata Lukman sambil menyodorkan rokoknya.

“Makasih Man, aku gak rokok” Tolakku secara halus.

“Santai saja Don! Kita kan sudah tidak di sekolah, tapi sudah diluar sekolah. Aman kok gak akan ada yang marahin kita”, Ucap Lukman sambil menepuk pundakku.

“Udah, cobain dulu. Rasanya enak kok Don”, Rayu Agung kepadaku.

“Tidak Man” Aku menggelengkan kepala.

“Ah, gak gaul lu. Mana solidaritas lu Don” Ucap Agung dengan nada tinggi

“Memang teman yang solid harus ngerokok dulu ya?” Tanyaku

“Harus itu. Kalau lo gak mau ya sudah. Kita gak mau temenan lagi sama lu Don. Gak nyangka ternyata lo cemen, gak gaul, gak solid sama kita”, Ucap Lukman dengan nada tinggi tepat di depan wajahku.

Akupun mulai tergiur dengan yang mereka lakukan. satu dua kali hisapan akupun terbatuk-batuk karenanya.

“Kalem Don, pertama emang gitu kok. Nanti lama kelamaan pasti enak banget rasanya.” Ucap Lukman.

Baru aku mau mencoba hisapan ketiga, tiba-tiba agung mengajakku kabur karena ada Pak Romi.

Aku yang masih terbatuk-batuk pun terpaksa berlari untuk menghindari kejaran Pak Romi. Demikian juga anak-anak yang ikutan nongkrong pun ikut kabur entah kemana.

Aku yang memiliki riwayat asma sebenarnya tidak boleh merokok dan berlari tiba-tiba. Tapi apa daya, aku berusaha menghindari Pak romi membuat dadaku sesak sekali. 

Setelah berhasil lolos dengan cara keluar masuk gang, kami pun pulang ke rumah masing-masing. Naasnya, kami tidak tahu jalan pulang. Sialnya lagi kami lewat di depan anak-anak SMP lain yang sedang nongkrong di situ. 

Entah mengapa kemudian mereka mengejar kami bertiga. Kami pun berlari karena kami kalah jumlah. Aku yang sudah tidak kuat pun terjatuh. Lukman pun membangunkanku.

Sesaat kemudian aku pun berlari dan terjatuh lagi. Kumelihat Lukman dan Agung meninggalkanku. 

Aku pun pasrah dengan keadaanku. Anak-anak yang mengejar kami pun semakin mendekat. Hanya doa yang bisa kupanjatkan agar aku tidak mati di tempat ini.

Tiba-tiba mereka sudah menghajarku. Aku pasrah saja dan sesaat kemudian aku pun pingsan.

Hingga akhirnya saat aku tersadar, aku sudah berada di rumah sakit. Aku pun kaget karena ada Pak Romi

“Tenanglah, jangan banyak bergerak Don”. Ujar Pak Romi. Tidak lama kedua orang tuaku pun datang bersama dengan Wawan.

“Udah Don, gak usah diratapi kejadian yang telah lewat. Semua ini adalah pelajaran bagimu kedepannya.” Kata Bapakku dengan nada lembut.

“Carilah teman yang baik. Teman yang selalu berkata benar kepadamu, bukan teman yang selalu membenarkan ucapanmu” Lanjut Bapak sambil membelai kepalaku.

Aku Pun mengangguk dan menyesali perbuatanku. Aku pun meminta maaf kepada Wawan karena sudah salah menilainya.

Contoh Cerpen Persahabatan di Sekolah

Contoh Cerpen Persahabatan di Sekolah
Contoh Cerpen Persahabatan di Sekolah
'' SAHABAT KECIL ''

Namaku Afid, sekarang aku SD kelas 6. Aku memiliki sahabat baik bernama Ranti. Dia sekarang sudah beda kelas denganku. Biasanya kami setiap hari selalu berangkat sekolah bersama. Hanya saja hari ini tak tau kenapa, Ranti tidak datang menghampiriku.

Banyak dibaca:  Contoh Surat Tugas

Akhirnya aku pun berangkat bersama kakakku yang juga guru di sekolahku, Erna.

Setelah sampai disekolah, aku pun bergegas ke kelas Ranti terlebih dahulu, yakni kelas 6 A.

Aku pun menyapanya “Hai Ran”

“Hai juga” Jawabnya singkat.

“Dia kenapa? Tiba-tiba saja menjadi cuek gini ya. Tidak seperti biasanya” Batinku.

Setelah berbasa-basi, aku pun menjadi suntuk dengan kecuekan Ranti. Aku pun memutuskan untuk kembali ke kelas sebelum bel tanda masuk dibunyikan.

Waktu pun berlalu begitu cepat. Tanda istirahat pertama berbunyi. Aku pun pergi menemui Ranti. Hanya saja sikapnya tetap cuek, tidak seperti biasanya. Aku pun memutuskan untuk kembali ke kelas.

Tidak terasa sudah saatnya pulang. Sesaat setelah keluar pintu kelas, aku dicegat oleh Diana, murid sekelas Ranti.

“Eh Fid, untuk saat ini dan seterusnya, mending kamu gak usah deket-deket lagi sama Ranti. Dia sekarang sudah menjadi teman dekatku” Kata Diana.

“Memang kenapa? Ya sudah lah kalau memang begitu. Lebih baik aku menjauh saja.” Jawabku yang seakan tidak percaya.

Diana pun segera pulang bersama Ranti. Aku hanya bisa menyaksikannya seakan tidak percaya melihatnya. Aku hanya bisa menangis melihat keadaanku. 

Akhirnya aku pun sudah tidak berteman dekat lagi dengan Ranti.

Cerpen Persahabatan yang Hancur Karena Cinta

Contoh Cerpen Persahabatan dan Cinta
Contoh Cerita Pendek Persahabatan
'' ANTARA PERSAHABATAN DAN CINTA ''

Sejak pagi tadi, Nadia sudah sangat sibuk di rumah. Sibuk bukan membantu urusan rumah tetapi sibuk karena har ini adalah hari pertama dia pacaran.

Dia pun segera berganti baju dan bersiap pergi ke sekolah.

Sesampainya di sekolah.

“Hai Nad” 

“Hai juga… “ Balas Nadia yang kaget karena yang menyapa barusan adalah pacarnya, Jaka.

Sampai di sekolah,…

Jaka merupakan pacar Nadia. Ia kelas 9 SMP. Selanjutnya Nadia masuk kelas. Sesampainya di kelas, dia bertemu dengan sahabat baiknya, yakni Taufan, Eka, Nurma, Rahma. Tak lama setelah itu, pelajaran pun dimulai.

Setelah tanda bel istirahat berbunyi, Taufan pun menghampiri Nadia.

“Nad, ayo ke kantin sama temen-teman yang lain”

“Sorry ya Fan, lain kali aja, aku mau pergi dulu” Kata Nadia.

“Tapi kan Nad, kita sudah janjian mau ngobrol bareng di kantin”. Timpal Nurma.

“Lain kali aja deh. Sorry banget yah”. Jawab Nadia.

Akhirnya Nadia pun bertemu dengan pacarnya di warung depan sekolah. Mereka berdua pun asyik mengobrol satu sama lain.

“Nad, boleh gak aku ngomong sesuatu?” Tanya Jaka.

“apa?” Tanya Nadia penasaran

“Teman-teman kamu kenapa sih. Kalau kita ketemuan pasti ngikutin kamu terus” kata Jaka.

“Terus kenapa?” Tanya Nadia yang kebingungan.

“Kamu sadar gak? Mereka itu sudah ganggu kita.” Protes Jaka.

Nadia hanya bisa diam.

Di rumah Nadia

“Nadia…” Panggil Nurma dari pintu pagar bersama dengan teman-temannya.

“Kita boleh masuk, Nad?” Tanya Rahma.

“Maaf banget ya guys.. Nanti sore aku ada janji sama Jaka kalo aku mau ngedate bareng dia.” kata Nadia.

“Ya udah deh kalo gitu, kita pamit” Kata Taufan.

Baru beberapa langkah berjalan, Eka masih curiga dengan kepergian Nadia dan Jaka.

“Guys… tunggu sebentar..” kata Eka.

“Ada apa?” Tanya yang lain.

“Aku takut kalau terjadi apa-apa sama sahabatku. Bagaimana kalau kita ikuti Nadia sama Jaka?” Kata Eka.

“Ayo” Sahut teman-teman yang lain.

Mereka pun mengikuti Nadia. Ternyata mereka berdua pergi ke sebuah kafe.

Besoknya mereka berempat menemui Nadia di rumahnya.

“Nad, kita mau ngomong sesuatu” Kata Eka.

“Apa?” kata Nadia.

“”Sejak kamu pacaran sama Jaka, sikapmu mulai berubah. Kamu sekarang lebih mentingin pacar daripada kami temanmu.” Kata Taufan.

“Waktu di sekolah, kamu gak mau kumpul kita, tapi lebih milih berduaan sama Jaka. Kemarin juga kamu ngusir kami demi bisa ngedate dengan Jaka.” Lanjut Taufan.

“Belum lagi persoalan lainnya. Kami sudah jengah dengan sikapmu. Sekarang kamu pilih kami sahabat baikmu atau pacarmu Jaka? Kami kasih waktu 3 hari untuk berfikir.” Kata Nurma.

“Ya,ya,ya” kata Nadia langsung meninggalkan.

3 hari kemudian Nadia pun sudah mantab mengambil keputusan. Dia pun pergi menemui Jaka untuk memutuskan hubungan pacarannya.

“Maaf Jaka. Aku harus mutusin kamu. Aku gak mau kehilangan sahabat-sahabatku. Semoga kamu bisa mendapatkan yang lebih baik daripada aku. Sahabatku lebih penting daripada cinta. Aku masih bisa mencari cinta di lain kesempatan, tetapi sahabat yang seperti mereka sulit untuk kudapatkan.”

Nadia pun pergi meninggalkan jaka dan menemui sahabatnya di kantin, tempat mereka biasa kumpul bersama.

THE END

Cerpen Persahabatan Sejati Senyum Terakhir

Cerpen Persahabatan Senyum Terakhir
Contoh Cerpen Persahabatan Senyum Terakhir
'' SENYUM TERAKHIR''

Jam menunjukkan pukul 06.00 pagi. Tiba saatnya untuk Dewi berangkat ke sekolah. Dewi merupakan siswa kelas 2 SMA di salah satu sekolah negeri di Cirebon. Dia bersahabat dengan Ari.  Mereka berdua berteman sejak kecil. 

Saat itu Dewi melihat Ari sedang menyendiri sambil menulis sesuatu. Dewi pun mendekatinya.

“Ar, lagi buat apa sih, kayaknya sibuk amat” Kata Dewi yang tiba-tiba duduk di samping Ari sambil cengengesan.

“Gapapa kok Wi, biasa aja” Jawab Ari sambil cepat-cepat menutup bukunya lalu memasukkan ke dalam tas.

Tiba-tiba saja raut wajah Ari yang tadinya cerah langsung berubah seperti orang gelisah. Dewi sempat menduga jika Ari marah karena dia mengganggu aktivitas menulisnya.

“Kamu marah ya Ar? Tanya Dewi. Ari pun menatap mata Dewi dalam-dalam. “Wi, kamu sayang gak sama aku?” Tanya Ari. 

“Ya pastinya lah Ar. Aku tuh sayang banget sama kamu. Kita itu sudah temenan lama. Kalau aku gak sayang sama kau pasti sudah lama kutinggalkan. hahahaha, bercanda Ar.” Jawab Dewi sambil terbahak-bahak.

“Kamu itu teman terbaik aku Ar. Sampai kapan pun gak ada yang gantiin kamu” Jelas Dewi.

Ari pun tersenyum mendengarnya. 

Setelah pulang sekolah, Ari mengajak Dewi untuk bertemu di tempat biasa. Dewi pun menduga jika Ari akan memberikan surprise kepadanya. 

Sesampainya di lokasi, Dewi pun kebingungan karena tiba-tiba Ari memberikan bingkisan kado kepadanya.

“Dewi, aku beruntung banget bisa kenal sama kamu. Kamu sahabat terbaikku. Akan tetapi aku mau jujur sama kamu…” Kata Ari sambil menghela nafas.

Dewi pun bingung mendengarnya.

“Sejak awal kita bertemu, dari kecil kita selalu bersama, baik suka maupun duka. Seiring berjalannya waktu, aku pun mulai suka dan sayang kepadamu. Rasa sayang bukan hanya sebagai sahabat, tapi sebagai kekasih” Kata Ari yang menarik nafas kembali.

“Hanya saja besok lusa aku dan keluargaku akan pindah ke Gorontalo. Aku pun sebenarnya juga gak mau. Tapi takdir berkehendak lain. Mulai sekarang dan seterusnya, jaga diri baik-baik De. Jangan cengeng. Kamu itu tangguh dan bisa ngadepin semua masalah dengan otak dingin .. oke Dewi, keep you smile“ Jelas Ari dengan senyum di wajahnya.

Mendengar penjelasan itu, seketika pecah tangis Dewi. Dia pun langsung memeluk Ari dengan tangis yang berlinang. Dewi pun tak kuasa mencurahkan semua isi hatinya kepada Ari.

“Ari sebenarnya aku pun sayang banget sama kamu. Kita selalu bersama-sama. Kamu tega ninggalin aku sendirian Ar? Kenapa gak nunggu tahun depan pas lulus SMA? Setelah itu kita bisa kuliah di kampus yang sama Ar hix hix …” kata Dewi sambil menangis.

Ari pun memeluk Dewi dengan erat. Dia tidak bisa berkata apa-apa kepada Dewi.

“Ar, jika kamu pergi, aku gak tau gimana nanti jadinya tanpa kamu “

“sst.. Dewi, kamu gak boleh begitu. Meskipun jarak kita berbeda, tetapi kita masih bisa berkomunikasi kok.”

“Lagian juga kamu ada di hatiku, dan aku ada dihatimu. Jadi walaupun terpisah oleh jarak tapi hati kita tidak akan pisah. Jaga diri kamu baik-baik. Aku harap kamu tetep jadi sahabat aku De. Jangan pernah lupakan aku.” Ucap Ari sambil menghapus air mata Dewi.

“Mungkin takdir memang tidak menyatukan kita untuk menjadi sepasang kekasih, karena mungkin akan lebih baik hanya ada persahabatan sejati diantara kita. Buktinya, selama kita menjalin persahabatan tidak pernah ada rasa sedih seperti ini bukan”, Ari melanjutkan.

Saat itulah Dewi melihat senyum terakhir dari Ari sebelum kepergiannya.

Nah itu tadi kumpulan contoh cerpen persahabatan dan sinopsisnya, padat, jelas dan menarik mulai dari SD, SMP, SMA ang bisa kalian pelajari.

Jika teman-teman disini memiliki contoh cerpen persahabatan sejati singkat yang lain, silahkan ceritakan disini ya. Bisa juga melalui kolom komentar. Jangan lupa untuk dishare ya.

Semoga bermanfaat

Leave a Reply